text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...
Tampilkan postingan dengan label Kurikulum 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kurikulum 2013. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Desember 2016

Moratorium UN Tidak Disetujui - Kesempatan Berbenah Diri Memperbaiki Kualitas

Wacana penghapusan UN (moratorium UN) yang sempat diluncurkan oleh Mendikbud beberapa hari lalu sempat menjadi perbincangan hangat, baik dari kalangan akademisi, kalangan elit politik hingga kalangan masyarakat biasa, baik yang pro maupun yang kontra. Berbagai alasan yang menjadi dasar pertimbangan Mendikbud menyampaikan wacana penghapusan UN antara lain; 1) UN tidak berperan ketika siswa-siswi mendaftar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dengan alasan itu dia berpendapat UN tidak dipertahankan. 2) "Orientasi pada UN akan membuat reduksi mata pelajaran lain. Sekarang sekolah-sekolah sudah fokus anak didiknya disiapkan hanya untuk UN. Yang lain dianggap enggak penting. 3) Pertimbangan lain soal digunakannya pilihan ganda untuk menguji siswa. Pilihan ganda atau multiple choice itu tidak mengajarkan siswa berpikir kritis. serta 4) "UN juga dianggap hanya menguji ranah kognitif dan beberapa mata pelajaran saja. Akibatnya cenderung mengesampingkan hakikat pendidikan untuk membangun karakter, perilaku, dan kompetensi,

Moratorium UN Tidak Disetujui
Hal yang dipadang baik belum tentu dianggap baik dan tepat oleh setiap orang. Kewenangan pendidikan memang ada di tangan Mendikbud, namun keputusan akhir tetap berada di bawah kendali Presiden atau Wakli Presiden sebagai pemilik kekuasaan mutlak di negeri ini. Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan pemerintah tidak menyetujui rencana moratorium ujian nasional (UN) yang digagas Mendikbud Muhadjir Effendy. Usulan moratorium UN diminta dikaji ulang. "Ya hasilnya usulan moratorium itu tidak disetujui, tapi disuruh (juga) kaji ulang," ujar Wapres JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2016). Keputusan menolak usulan moratorium UN ini disampaikan JK setelah rapat kabinet paripurna bersama Presiden Joko Widodo. Usulan moratorium UN menjadi salah satu topik pembahasan.

JK menjelaskan, pemerintah untuk saat ini masih menilai UN dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan dan evaluasinya. "Tanpa ujian nasional bagaimna bisa mendorong bahwa kita pada tingkat berapa, dan apa acuannya untuk mengetahui bahwa dari ini kemudian nanti tanpa ujian nasional," kata JK. "Harus dengan soal yang hmpir sama harus diketahui, oh Jawa begini, Sulawesi begini, kalimantan bagaimana. Baru bisa. Kalau tanpa itu bagaimana caranya?" sambung JK. Karena itu, Kemendikbud sambungnya harus mendorong hasil maksimal dalam UN dan mengukur perbandingannya dengan sistem penilaian kelulusan di negara-negara lain.

Wakil presiden Jusuf Kalla menambahkan, "Hampir semua negara di Asia itu ujian nasional semua, apalagi di ASEAN. Di ASEAN semuanya China, India, Korea, cuma Jepang saja hanya ujian masuk perguruan tinggi, yang lainnya ujian nasional semua dengan ketat," jelasnya. Menurut JK, tanpa UN, daya saing dan semangat anak-anak untuk belajar akan kendor. Tapi pemerintah juga mengkaji sistem penentuan kelulusan untuk efektivitas UN. "Jadi usulan tadi tidak diterima, tapi disuruh kaji dan secara perbandingan lebih dalam lagi untuk memperbaiki mutu," kata JK.

Tambahan penulis dari hasil audiensi dengan beberapa guru, terutama guru mapel UN selaku subyek yang banyak berkiprah  dengan siswa dalam mepersiapkan UN menilai jika UN masih sangat diperlukan. Bagi sekolah maju mungkin UN sudah tidak berpengaruh signifikan, karena secara umum motivasi belajar siswa sudah bagus dan mereka sudah sadar sepenuhnya bahwa mereka harus mempersiaipkan dan memposisikan diri untuk memperoleh hasil yang maksimal untuk kelanjutan studi mereka di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, Akan berbeda dengan sekolah yang masuk kategori taraf berkembang, di mana kondisi yang jauh  berbeda dengan sekolah maju. Adanya penentuan kelulusan berdasar nilai UN masih mendominasi dan menjadi motivasi utama mereka untuk mau belajar, berusaha belajar dan sebatas meraih predikat LULUS. Dengan penentuan kelulusan oleh sekolah saja semangat dan motivasi siswa turun drastis, seakan cuek dan tidak mau susah-susah belajar agar lulus, karena toh pasti lulus, lha bagaimana jika UN ditiadakan pasti kondisinya akan bertambah parah.

Secara teori memang UN tidak tepat karena tidak tepat (tidak boleh) meng-generalisasi dan mengukur pendidikan pada wilayah, sarana dan sebaran SDM berbeda dengan alat ukur yang sama. Kondisi wilayah, ragam budaya dan tingkat ekonomi yang berbeda membawa pengaruh yang berbeda pada kualitas pendidikan. Namun begitu tetap dibutuhkan satu bentuk evaluasi yang standar yang berlaku secara umum dan nasional, karena tanpa adanya wahana yang menjadi tolok ukur standar, pasti kondisi akan jauh lebih rendah dari yang diharapkan. Tiap sekolah akan cenderung membuat aturan sendiri, membuat standar sendiri dan membuat pola sendiri yang cenderung tidak terkendali. Sebagai pendidik dan pelaksana, maka sikap kita yang terbaik adalah melaksanakan sesuatu yang sudah menjadi keputusan oleh pemilik dan pemegang kekuasaan manajemen pendidikan di negeri ini. Amanah untuk mendidik dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan adalah hal yang utama.

Semoga dengan diurungkannya rencana moratorium UN ini justru akan memberi kesempatan banyak sekolah untuk berbenah diri dalam berbagai bidang, sehingga sekolah tidak hanya berorientasi pada nilai UN semata yang berorientasi pada angka, namun lebih kepada konten pendidikan yang sesungguhnya, yaitu pada pembinaan mutu pendidikan yang diiringi dengan berkembangnya karakter yang lebih baik. Tentu saja untuk mewujudkan sekolah dengan nuansa pendidikan karakter harus dimulai dari penjiwaan kalangan akademisi tentang pentingnya karakter pada diri pendidik agar proses transfer ilmu juga dilingkupi dengan tauladan dari pribadi yang berkarakter. <60877>.
Selamat beraktifitas, semoga sukses.

Senin, 20 Juni 2016

Terbaru, Aplikasi Penilaian Kurtilas - Mengacu Pada Permendikbud No 53 / 2015, Siap Digunakan di Berbagai Sekolah SMP yang Membutuhkan

Dunia selalu berubah seiring waktu yang terus berjalan, itu pula yang terjadi di dunia pendidikan yang memang harus tanggap dan selalu up to date seiring perkembangan teknologi yang tak pernah berhenti melakukan inovasi. Sebagai salah satu sekolah pilot K-13 maka SMPN 2 Kepil diharapkan selalu aktif, kreatif dan inovatif dalam menjalankan semua sistem pelaksanaan K-13, termasuk dalam sistem penilaian. Terdorong rasa untuk maju dan selalu berusaha memberikan yang terbaik, maka SMPN 2 Kepil merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu terkait masalah ini, salah satunya membuat aplikasi penilaian, karena mau tidak mau semua guru harus dan akan menggunakan. Alangkah lebih baiknya jika sekolah mampu menyediakan aplikasi yang sesuai dengan Permendikbud terbaru No. 53/2015 tentang penilaian.

Memang perlu banyak waktu dan pemikiran untuk memahami dan menterjemahkan peraturan menjadi sebuah aplikasi yang siap pakai dan sesuai dengan format terbaru. Hal yang lebih sulit adalah membuat file aplikasi yang terintegrasi dan saling terkoneksi, dan bisa digunakan secara multiunit. Hal ini dimaksudkan untuk kemudahan, efektif dan efisien bagi para pengguna khususnya guru mapel, guru BK dan wali kelas. Banyak waktu yang tersita, untuk mencerna, mempelajari dan menuangkan konsep serta ide agar terwujud aplikasi yang sederhana namun bisa dijalankan dengan mudah oleh para pengguna. Banyak ilmu dan pelajaran dalam proses pembuatan yang seringkali harus terhenti karena keterbatasan nara sumber dan contoh yang bisa diambil - karena memang belum banyak contoh yang beredar yang sesuai dengan peraturan penilaian terbaru. Belajar dari kesalahan dan masukan teman-teman yang paham tentang aturan penilaian dan berguru pada berbagai pihak, termasuk para master aplikasi yang banyak menghasilkan karya yang luar biasa.

Mengalami beberapa kali revisi dan perbaikan yang didasarkan pada masalah yang muncul dalam penerapan di lapangan membuat pembuatan aplikasi harus dilakukan berulang-ulang, dan ini adalah hal yang mesti terjadi. Walau dalam segala keterbatasan akhirnya jadi dan siap dipakai untuk penilaian yang sesuai dengan permendikbud terbaru tentang penilaian. Inilah Aplikasi Penilaian karya mandiri dari guru SMPN 2 Kepil, salah satu aplikasi yang baru  saja dirilis yang mengacu pada peraturan terbaru tentang penilaian di kurikulum 2013 (kurtilas). Permendikbud terbaru terkait penilaian ini adalah Permendikbud No 53/2015 yang diundangkan pada tanggal 15 Desember 2015. Dengan permen 53/2015 ini berarti semua administrasi peniliaian untuk tahun ajaran 2015/2016 harus sudah menggunakan format rapot dengan tampilan terbaru, artinya semua rapot semester 1 harus juga diganti dengan format terbaru.

Seiring dengan adanya Permendikbud No 53.2015 yang baru ini, kami mulai menyiapkan aplikasi yang multiguna, artinya aplikasi yang bisa dipakai semua sekolah SMP di berbagai penjuru tempat, karena sudah kami seting dengan mode yang lebih terbuka dan tidak khusus untuk satu sekolah saja. Setiap sekolah yang hendak menggunakan hanya tinggal mengganti (entri) nama guru dan nama siswa yang menjadi sumber utama database. Entri / input data guru dan data siswa dapat dilakukan masing-masing sekolah (admin) yang ditunjuk sekolah. Pihak sekolah calon pengguna tinggal mengusulkan nama sekolah untuk dimasukkan ke dalam master induk data, dan khusus Input (registrasi) sekolah adalah kewenangan pembuat aplikasi. Aplikasi penilaian terbaru ini berbasis Ms. Excel yang ditunjang dan diperkuat program VBA untuk pembuatan alat bantu dan penambahan pengamanan (security).

Aplikasi ini bertajuk Aplikasi P-53-2015, yang keseluruhannya terdiri 36 file mapel termasuk BK, 1 file induk siswa dan 1 file rapot. Masing-masing file ini saling terhubung membentuk link (jaringan) mulai dari guru mapel, guru BK hingga aplikasi rapot yang merupakan tugas wali kelas. File Aplikasi Rapot hanya 1 namun bisa digunakan untuk semua kelas dan semua rombel, dengan batasan jumlah kelas maksimal 6 kelas. Artinya kelas 7, 8 dan 9 semuanya menggunakan 1 file yang sama, hanya berbeda cara masuknya karena telah disiapkan menu login dengan user passwordnya yang berbeda-beda. Begitu juga dengan aplikasi untuk tiap mapel diberi login user guru yang berbeda-beda yang telah dibuat otomatis oleh sistem. Nilai yang dimasukkan guru pada tiap mapel secara otomatis akan tersedot ke file Rapot, sehingga wali kelas tidak perlu entri nilai tiap-tiap mapel berikut deskripsinya. Selanjutnya wali kelas tinggal menambahkan data ekstrakurikuler, presensi dan keterangan tentang data diri siswa di kelasnya, selanjutnya Rapot sudah siap cetak dengan format yang sesuai dengan permen terbaru. 

Walau aplikasi ini tergolong sederhana, namun diharapkan bisa membantu para guru mapel, guru BK dan terutama guru wali kelas dalam pengolahan nilai hingga siap cetak secara otomatis. Barangkali masih terdapat beberapa kekurangan karena berbagai keterbatasan, kesediaan waktu, konsentrasi dan berbagai urusan yang juga harus dikerjakan. Harapan kami semoga bisa membantu dan semoga bermanfaat. Selamat beraktifitas, semoga sukses<960>

Sabtu, 24 Oktober 2015

Download Contoh Aplikasi Rapot UTS SMP Negeri 2 Kepil

Penerapan Kurikulum 2013 membawa dampak yang bermacam-macam, ada yang pro dan banyak juga yang kontra. Dampak yang paling terasa oleh sekolah yang menerapkan K-13 adalah hilangnya mapel TIK dan KKPI. Selama dua tahun sejak diberlakukan K-13 maka guru TIK, khususnya di SMP yang sampai hari ini masih melaksanakan K-13 maka guru-gurunya kemudian kehilangan pekerjaan utama sebagai guru TIK, akhirnya banyak yang alih profesi menjadi guru mapel baru - Prakarya.

Dua tahun kemudian muncul Permendikbud no 68/2014 yang memberi arahan tugas guru TIK / KKPI yang beralih menjadi guru Bimbingan TIK (B-TIK). Dengan permen ini, maka peran guru TIK berubah menjadi semacam konselor / konsultan bagi siswa, guru dan TU terkait dengan teknologi informasi (TI). Dengan peran baru ini tugas guru TIK, secara implisit menjadi lebih berat, seakan guru TIK adalah sosok luar biasa yang serba bisa, padahal banyak guru TIK (red, khususnya kami) yang merasa masih banyak keterbatasan. Pada tataran kebijakan, regulasi permen ini belum familier di tingkat dinas pendidikan kabupaten/kota. Dan kenyataan yang ada di lapangan, beberapa sekolah pilot belum bisa melaksanakan bimbingan TIK pada tahun ajaran yang berjalan saat ini.

Kami, SMP Negeri 2 Kepil dengan segala keterbatasan tetap mendukung pelaksanaan K-13, termasuk permendikbud no 68/2014. Sebisa yang kami mampu, kami berupaya memberikan layanan minimal di bidang IT baik kepada siswa dan guru. Rasanya bahagia bisa berbagi pengetahuan di bidang IT kepada siswa walau dengan jam pembelajaran minimal yang hanya 1 jam tatap muka dengan siswa. Begitu juga bisa berbagi sedikit informasi kepada rekan sesama guru, walau terkadang sebagian dari mereka (guru non TIK) justru lebih tahu dan lebih terampil dari guru TIK.

Terkait implementasi permen 68/2014 dan hubungannya dengan penilaian kurikulum 2013, beberapa aplikasi telah dimiliki dan dibuat sendiri oleh sekolah, mulai dari aplikasi penilaian untuk tiap guru mata pelajaran hingga aplikasi untuk membuat rapot. Yang paling sederhana adalah aplikasi Rapot UTS yang terintegrasi, yang kali ini akan kami coba share (bagi) kepada pembaca umumnya, karena ada seseorang yang menghendaki kami untuk membagikannya. Dalam aplikasi sederhana ini semua siswa secara otomatis sudah terdaftar, namun masih bisa ditambah atau dikurang atau diedit bila terjadi kesalahan penulisan. Dengan hanya satu file aplikasi, semua wali kelas bisa menggunakan dengan memilih menu kelas yang menjadi tugasnya. Menu tambahan berupa update guru apabila ada perubahan data guru atau guru baru. Menu update kepala sekolah juga dibuat untuk mengantisipasi bila terjadi pergantian kepala sekolah. Secara umum aplikasi ini tidak jauh berbeda, namun yang kami utamakan adalah buatan sendiri. Disana juga terdapat beberapa hal baru yang meruapakan inovasi sebatas kemampuan kami.
Akhirnya, kepada yang "merasa perlu" kami persilahkan untuk mengunduh (download). Barangkali bisa sebagai gambaran, panduan dan pembanding. Bagi sekolah yang sudah maju dan telah memiliki aplikasi yang jauh lebih sempurna maka aplikasi ini bisa diunduh sekedar sebagai tambahan koleksi barang tak berharga.
Download Rapot UTS
Untuk bisa menggunakan aplikasi ini pengguna harus masuk ke aplikasi ini dengan akun dan password. Untuk pengguna umum maka bisa menggunakan akun "coba' dan password "umum". Khusus para pakar IT dan pembuat software yang terbiasa menjadi "hacker" kami harap untuk cukup tersenyum dan tertawa di dalam hati. Demikian, semoga bermanfaat <34370>.

Jumat, 18 September 2015

Pembelajaran TIK SMPN 2 Kepil Menggeliat, Upaya Untuk Memberikan Wawasan dan Ketrampilan dalam Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi

Permen 68/2014 yang dikeluarkan oleh kementerian pendidikan nasional tahun 2014 lalu belum banyak yang tahu bagaimana pelaksanaannya di sekolah. Setelah 2 tahun mata pelajaran TIK hilang sama sekali dari proses pembelajaran di sekolah yang melaksanakan K-13, akhirnya muncul permen yang kemudian mengakomodir dan mengatur peran guru TIK di sekolah. Permen itu mengatur bahwa TIK tidak sebagai mata pelajaran, namun berbentuk bimbingan semacam bimbingan konseling. Nama lengkapnya Bimbingan TIK, berupa layanan bimbingan kepada siswa, guru dan tenaga kependidikan. Walau banyak pihak yang tidak puas, tidak menerima dan tidak mau melaksanakan permen tersebut, namun SMP Negeri 2 Kepil sebagai salah satu sekolah pilot kurikulum 2013, mau tidak mau - siap tidak siap harus menyambut baik adanya permen yang mengatur tentang pelaksanaan pembelajaran TIK. Setidaknya ada sedikit waktu untuk mengenalkan TIK pada siswa agar tidak buta sama sekali terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya komputer.


Setelah beberapa kali pertemuan pada bimbingan TIK di depan kelas, ternyata siswa sangat menyambut baik, senang dan sangat menikmati pelajaran TIK ini. Banyak hal yang mereka sampaikan terkait TIK ini. Pada pelaksanaannya di SMP Negeri 2 Kepil bimbingan TIK mendapat jatah 1 jam tatap muka. Memang terasa sangat cepat dan belum memenuhi tuntutan kebutuhan siswa yang haus dengan informasi terutama terkait dengan komputer. Mereka sangat ingin belajar di laboratorium komputer, berlama-lama belajar untuk memiliki berbagai ketrampilan yang terkait dengan mata pelajaran TIK. Saat ini laboratorium komputer SMP Negeri 2 Kepil tersedia 18 unit komputer baru, meja dan kursi baru dan kelengkapan laboratorium komputer yang memenuhi standar sebagai lab pembelajaran TIK dilengkapi dengan 2 buah AC window. Setiap komputer sudah terpasang Wireless-LAN untuk akses internet. Dan yang terbaru telah disediakan vacuum cleaner untuk membersihkan ruangan dan perangkat lab komputer dari kotoran debu. 

Kenapa Banyak Yang MENOLAK Permen 68/2014

Kami sekolah yang ada di pedesaan, di lereng gunung Sindoro Wonosobo Jawa Tengah. Mayoritas siswa kami adalah siswa yang berasal dari kampung dengan latar belakang ekonomi orang tua yang kurang, yang tidak memungkinkan untuk memiliki komputer atau laptop. Maka jangankan download tutorial dari situs Youtube, kemudian mempraktekkan / mengerjakan tugas paper yang diberikan tugas guru - membuka aplikasi salah satu aplikasi office saja belum bisa. Maka bagaimana jadinya jika TIK dihilangkan, bagaimana TIK jika hanya berbentuk bimbingan.

Masa depan suatu bangsa sangat ditentukan bagaimana pendidikannya. Negara yang maju dan sangat maju bisa dipastikan sangat maju juga konsentrasi pada bidang pendidikannya. \Kita bisa melihat bagaimana negeri paman syam (USA), bagaimana negeri sakura (Jepang) dan negeri-negeri lainnya yang sangat maju dan serius dalam menjalankan pendidikan. Berbagai pembenahan dilakukan, berbagai penelitian dilakukan untuk mendapatkan model yang paling sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan perkembangan zaman. Hal sama juga terjadi pada negara kita. Namun sayangnya, serasa aneh kebijakan pendidikan di negara kita, Indonesia tercinta. Sementara di negara lain sangat digalakkan pendidikan yang mengacu pada kemajuan teknologi, di negara kita bibit-bibit ilmu untuk maju justru dipangkas dan dibuang, dengan berbagai alasan yang tidak sepenuhnya benar, baik dari tinjauan ilmiah maupun tinjauan kebutuhan.

Dihapuskannya mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia dari kurikulum 2013 menambah keterpurukan pendidikan di Indonesia. Padahal di negara maju lainnya pendidikan computer science di sekolah kian dikembangkan. Menurut World Education Forum, pendidikan Indonesia menempati ranking 69 dari 76 negara. Hal ini terungkap dalam Seminar Nasional Computer Science di Aula Gedung A Kemendikbud, Jakarta, Jumat (18/9/2015) yang dihadiri lebih dari 500 orang guru dari berbagai daerah di Indonesia. Dihapuskannya mata pelajan TIK karena tidak adanya listrik di berbagai daerah. Kemdikbud meresa berat untuk menyiapkan listrik di semua sekolah dan takut di PTUN kan oleh masyarakat.

Pelajar Indonesia makin terpuruk bila tidak belajar tik kata pak Onno W. Purbo pakar TIK Indonesia. Sebab mereka hanya belajar sendiri tanpa pemandu dengan materi yang tidak terstruktur dan sistematis. Kami ucapkan terima kasih kepada kawan kawan guru yang sudah hadir di aula kemdikbud lantai 3 dalam seminar nasional computer sciene hari jumat 18 september 2015 pukul 14.00-17.00 wib. Semoga perjuangan kita guru TIK didengar dan dikabulkan oleh pemerintah. Para pejabat kemdikbud bisa memehami keinginan kita semua demi generasi emas Indonesia terdidik TIK dengan baik.
Seminar Nasional Computer science diadakan di Gedung A lantai 3 Kemendikbud. Saya berada bersama lebih dari 500 guru sejabodetabek bahkan dari kalimantan , Semarang dan daerah daerah provinsi lainnya dalam rangka perjuangan Mengembalikan TIK dan KKPI kembali menjadi Mata Pelajaran lagi, dan bukan Layanan TIK apalagi hanya sekedar Bimbingan. Ikut hadir bersama kami Perwakilan Puskurbuk Bpk. Herry dan Perwakilan Dirjen Guru Bpk Temu Ismail , Ketua IGI Pusat Bpk Satria Dharma , Pakar Pendidikan Bpk Indra Charismiadji, Pakar IT Indonesia Bpk Onno W Purbo. Dalam seminar kali ini, masing masing pemateri memaparkan tentang pentingnya IT dengan segala kelebihan dan kekurangan yang sesungguhnya bisa dicari solusi bersama, dan bukan sepihak yang membuat Mata Pelajaran TIK dan KKPI hilang dari kurikulum ini. Ilmu Komputer atau Computer Science bisa jadi salah satu solusi karena di dunia luar sana sudah lebih maju dari kita bangsa Indonesia dengan perkembangan Komputer Science atau Coding (bahasa pemrograman).

Jumat, 18 September 2015 menjadi hari bersejarah bagi perjuangan guru TIK dan KKPI. SAVE TIK dan KKPI demi generasi emas indonesia terdidik tik dengan baik. Berbagai masukan dan pandangan dari para nara sumber yang hadir membuat saya semakin paham bahwa perjuangan itu membutuhkan strategi yangg jitu dan rasa kebersamaan yang tinggi. Computer science atau ilmu komputer mungkin bisa menjadi salah satu solusinya. TIK itu memang wajib dipelajari ilmunya. Oleh karena itu materinya harus terus dikembangkan, dan bukan dihapuskan karena tidak adanya listrik. Setiap daerah punya potensi alam yang luar biasa untuk membuat pembangkit listrik sederhana.

Keputusan Akhir - Hak Prerogatif Kemdikbud
Yah banyak pihak telah berusaha dan berupaya untuk hal terbaik bagi siswa, namun semua kembali kepada pejabat di kementerian pendidikan, menteri pendidikan dan presiden sebagai penentu kebijakan. Semoga Alloh yang maha kuasa yang mengendalikan setiap hati manusia, berkenan memberikan hidayah dan membuka pintu hati dan pikiran para pemegang kebijakan pendidikan di Indonesia agar selanjunya membuat perubahan kebijakan menjadi lebih baik bagi semua. Kebaikan bagi siswa, bagi guru dan bagi masyarakat dan negara pada masa yang akan datang. Selamat berjuang para pejuang Save TIK & KKPI. Selamat beraktifitas, selamat berjuang, semoga sukses.  Apa yang terjadi kemudian, semoga semua bisa menerima dengan lapang dada dan melaksanakan dengan penuh tanggung jawab. <33742>

Selasa, 10 Februari 2015

Mari Berbagi Ilmu, Mari Berbagi Manfaat, Semampu yang Kita Bisa

Tulisan kali ini terinspirasi dari status teman di media sosial FB yang sangat menggugah dan memotivasi untuk bisa berbuat yang lebih baik. Teman kuliah kami yang sekarang sudah menjadi pejabat di Kemenag Kab. Magelang memang dikenal aktif, kreatif, inovatif dan suka berbagi manfaat. Status inspiratif itu berbunyi demikian "Seberapa besar dirimu bermanfaat bagi orang2 disekitarmu, ukurlah dari seberapa sering orang2 senang meminta bantuanmu." Sekilas terasa biasa saja namun sangat menghunjam dalam hati. Benar, kalau kita mau instropeksi diri, kita bisa merasa, menilai dan membaca  diri kita sendiri, seberapakah kita telah memberi manfaat bagi orang lain. Ataukah kita malah sebaliknya tidak (belum) bisa memberi manfaat yang berarti dan banyak membebani orang lain.

Tulisan ini dimaksudkan sebagai pembuka, tentang ajakan untuk menulis dan berbagi kepada mereka-mereka yang membutuhkan. Orang yang suka berbagi, yang mudah memberi, yang ringan untuk membantu akan mempunyai kedudukan yang mulia dan istimewa, siapapun dia (tidak terbatas oleh kaya-miskin, tua-muda, besar-kecil, pandai-biasa saja). Sebaliknya orang yang mahal berbagi, sulit memberi dan berat untuk membantu akan sulit bergaul / bersosial dalam komunitas / masyarakat. Kita -apapun adanya-, pasti memiliki banyak hal / kelebihan, yang dibutuhkan orang lain. Hanya saja, mungkin belum kita terbuka untuk bisa berbagi kepada sesama, atau kita belum sadar manfaat yang bisa kita bagikan, bila kita bisa memberikannya dengan ikhas berbagi.

Beberapa hari yang lalu saya membaca-baca kembali tulisan lama di website sekolah, juga melihat web/blog kami di kamar sebelah  (blog prakarya SMPN 2 Kepil) . Ternyata di luar dugaan, banyak sekali pengunjungnya. Alhamdulillah, senang rasanya bisa berbagi, walau sebenarnya apa yang kami tulis dan kami pasang di sana masih sangat jauh dari kategori baik, apalagi sempurna. Satu hal yang membuat rasa syukur adalah banyaknya komentar positif dan ucapan terima kasih atas sharing / link materi download yang kami sediakan dalam bentuk software siap pakai.

Ada beberapa kategori materi yang kami sediakan di sever internet yang bisa didownload sebagai referensi dalam pembelajaran. Materi-materi tersebut kami pasang di beberapa server, antara lain 4shared.com, mediafier.com, rapidshare, scribd.com dan ziddu.com. Ternyata setelah kami cek di server tersebut jumlah pengunjung yang kemudian mendownload materi yang kami pasang jumlahnya sangat banyak. Materi yang kami sediakan kami bagi dalam beberapa kategori sebagai berikut :
  1. Silabus Prakarya. Pada server 4shared.com, jumlah pengunjung mencapai 4.000 lebih. Beberapa materi kami pasang seadanya dan belum kami sempurnakan, karena keterbatasan waktu.
  2. RPP Prakarya.  Pada server 4shared.com, jumlah pengunjung mencapai 15.000 lebih. Di sini dmikian juga, beberapa RPP kami pasang seadanya dan belum kami sempurnakan, karena keterbatasan waktu dan kemampuan kami.
  3. Media Ajar. Media ini berupa slide power point dan video pembelajaran. Pada server 4shared.com kami baru menyediakan sekitar 8 file, namun jumlah pengujung yang mendownload sudah mencapai 3.000 lebih.
  4. Disamping tiga materi di atas kami juga menyediakan materi lain berupa buku kurikulum 2013, kebijakan pemerintah, permendikbud, pendamping K-13 dan lain-lain.
Menurut Mas Fauzi, untuk menjadikan diri ringan untuk membantu, suka memberi dan mudah berbagi cara / tipnya adalah luruskan niat, kuatkan tekad dan benahi itikad. Jangan menjadi orang suka berhutang budi, jadilah sebaliknya berbuat kebaikan tanpa berharap balas. Demikian, mari kita mencoba untuk berbagi yang kita punya, yang kita bisa. Semoga bermanfaat, selamat beraktifitas (28340).

Kamis, 11 Desember 2014

Kurikulum 2013 Lanjut atau Tidak, SMP Negeri 2 Kepil Telah Siapkan Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013, Walau Sederhana Namun Asli Buatan Randusari

Mendikbud Anis Baswedan memutuskan penghentian K-13, sebagian DPR menentang keputusan mendikbud, wakil presiden Jusuf Kalla ikut-ikutan menentang keputusan mendikbud. Namun sebenarnya yang paling merasa dapmpaknya adalah guru dan siswa disekolah. Di tengah belum pastinya nasib kurikulum pendidikan di negeri kita, Alhamdulilah, pihak sekolah telah menyiapkan aplikasi penilaian K-13 menjelang berakhirnya proses belajar mengajar (PBM) semester satu tahun pelajaran 2014/2015. Aplikasi ini murni buatan SMPN 2 Kepil, bukan bajakan atau kopian yang kemudian diganti label dan namanya saja.

Sekedar berbagi cerita, membuat aplikasi penilaian seperti itu tidaklah mudah, apalagi bagi seorang junior seperti kami yang berada di sekolah pinggiran ini. Awalnya seseorang harus paham OUTPUT / produk akhirnya seperti apa, harus paham bagaimana cara inputnya, paham bagaimana cara mengolahnya (dengan aturan yang berubah-ubah, terakhir permendikbud 104 tahun 2014), dan paham linknya agar entri nilai bisa saling terhubung dan terintegrasi, hingga akhirnya agar pada bagian akhir berupa antarmuka untuk wali kelas yang berupa tampilan rapot siap cetak. Itulah perencana, harus paham bagaimana awalnya, bagaimana akhirnya dan bagaimana bisa memahami dan membaca kemungkinan permasalahan yang akan terjadi pada para user (guru) dan cara mengatasinya.

Aplikasi ini menggunakan Ms. Office Excel sebagai basisnya yang tersedia link sel, link sheet dan link file. Belajar dari aplikasi A, sedot aplikasi B. jebol aplikasi C dan modifikasi aplikasi D. Termasuk bertanya dan konsultasi dengan orang laini yang lebih paham, bahkan kepada yang yunior sekalipun (dalam hal ini kami konsultasi pada Mas Budiyanto yang sangat paham tentang jaringan internet dan sistem security, beliau adalah mantan murid kami di SMK). Aplikasi sederhana ini benar-benar buatan sendiri, dengan niat untuk belajar, belajar untuk lebih tahu, lebih memahami dengan harapan bisa berbagi kepada teman sendiri. Sama sekali tidak ada niat untuk komersialisasi, karena memang tidak seharusnya untuk bersifat komersial di sekolah sendiri, pada teman sendiri. Miris melihat ada orang yang berani menjual dan mengkomersilkan aplikasi yang bukan buatan sendiri, hanya hasil download yang dimodifikasi, diganti nama dan notasi. Pembajakan kalau istilah Pak Edi dan Bu Rini

Harapan kami ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman satu sekolah, bahkan mungkin sekolah-sekolah yang lain untuk bisa berkarya sesuai bidang masing-masing. Jangan berfikir materi apa yang akan diterima, hasil apa yang akan didapatkan, keuntungannya berapa, hitungannya bagaimana. Kalo dihitung-hitung tidak bakal ketemu. Semisal dihargai Rp 100.000,- maka itu tidak akan sepadan dengan kerja dan pemikiran yang harus lembur puluhan malam. Sebaliknya kalau diharga Rp 200.000,- maka juga tidak untung bagi sekolah karena karya tersebut teramat sangat sederhana dan tak layak dikomersialisasi. Aplikasi itu dibuat semata-mata bentuk upaya pemenuhan kinerja dan pengabdian, dan sama sekali bukan untuk tujuan mendapatkan keuntungan materi. Dengan karya sederhana itu kami mendapatkan banyak sekali manfaat antara lain kepuasan belajar hal-hal baru, kepuasan berimajinasi dalam lautan ilmu, pemahaman, serta pengalaman yang diperoleh, Hal ini adalah kesempatan dan kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Salah besar kalu setiap gerak kita, langkah kita harus dihitung untung berapa, rugi berapa. Jangan sampai seperti pepatah Jawa "OBAH MAMAH", setiap aktifitas minta dihargai dengan materi. Rejeki adalah urusan Alloh, dan Alloh tak akan pernah salah memberikan rejeki pada siapa yang dikehendaki-Nya.

Akhirnya kami mengajak semuanya, mari kita tingkatkan kinerja kita dengan semangat ibadah dan ikhlas karena Alloh semata. Mengutip pepatah seorang motivator "Hukum kekekalan energi", kalau kita kumpulkan energi positif sama saja kita menabung energi positif. Energi positif itu adalah karya kita, sodakoh kita, senyum kita, kasih sayang kita dan segala kebaikan dari diri kita. Cepat atau lambat kita akan menuai hasilnya. Sebaliknya segala keburukan dari kita ; sikap kita, kerja kita, ucapan kita bahkan materi yang kita dapatkan yang seharusnya bukan hak kita adalah energi negatif yang taka akan pernah hilang, suatu saat energi negatif akan kita petik dalam berbagai bentuk negatifnya ; sakit, susah, galau dan sebagainya, tidak hanya pada kita namun bisa sampai anak cucu kita. Selamat berkarya mengumpulkan energi (26735)

Jumat, 05 Desember 2014

Selamat Jalan Kurtilas - Beginilah Akhir Nasib Kurikulum 2013, Benar-benar Berakhir Tragis, Namun Inilah Jalan Yang Terbaik

"Selamat, selamat, bebas, merdeka," ucapan selamat yang pertama bagi sekolah yang baru melaksanakan Kurtilas (K-13) selama satu semester, akhirnya bisa kembali bernafas lega dan melanjutkan pembelajaran pada semester berikutnya dengan menggunakan kembali kurikulum 2006 / KTSP yang sudah dirasa cocok. Namun demikian masih ada beberapa sekolah di tiap kabupaten/kota, termasuk SMPN 2 Kepil yang harus menerima ucapan selamat yang kedua, "Selamat Berjuang dan Tetap Bekerja Keras bagi Sekolah Pilot", karena harus tetap melanjutkan pelaksanaan kurikulum 2013 yang sarat dengan masalah karena belum siap sistem dan berbagai hal, yang dengan bahasa gampangnya disebut belum matang - kurikulum setengah matang.

Berikut petikan yang kami ambil Jum'at malam pukul 22.00 WIB dari situs http://news.detik.com/read/2014/12/05/200449/2769275/10/mendikbud-anies-baswedan-putuskan-kurikulum-2013-dihentikan, secara lengkapnya demikian :

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013. Penghentikan itu diterapkan bagi sekolah-sekolah yang baru melaksanakan Kurikulum 2013 selama 1 semester.

"Saya memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menetapkan satu semester yaitu sejak tahun pelajaran 2014/2015," kata Anies di kantornya, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (5/12/2014).
Anies menginstruksikan sekolah-sekolah itu agar‎ kembali menggunakan Kurikulum 2006 mulai semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Anies menegaskan bahwa berbagai konsep di Kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi dalam Kurikulum 2006.
"Jadi tidak ada alasan bagi guru-guru untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran di kela‎s," kata Anies.
Selain itu, masih ada pula sekolah-sekolah yang sudah menetapkan Kurikulum 2013 selama 3 semester yaitu sejak tahun pelajaran 2013/2014. Sekolah-sekolah itu diharapkan tetap menerapkan Kurikulum 2013 dan dijadikan sebagai sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013.
"Pada saat Kurikulum 2013 telah diperbaiki dan dimatangkan lalu sekolah-sekolah ini dimulai proses penyebaran penerapan Kurikulum 2013 ke sekolah lain di sekitarnya," terang Anies.

Namun apabila ada sekolah yang keberatan menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013 dengan alasan ketidaksiapan dapat mengajukan diri kepada Kemendikbud untuk dikecualikan. ‎Sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 selama 3 semester ini jumlahnya 6.221 dari 208.000 sekolah (SD/SMP/SMA/SMK).
Kemudian, Anies juga memutuskan untuk mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud. Pengembangan Kurikulum tidak ditangani oleh tim ad hoc yang bekerja jangka pendek."Kemendikbud akan melakukan perbaikan mendasar terhadap Kurikulum 2013 agar dapat dijalankan dengan baik oleh guru-guru," ucap Anies.
Anies juga mengatakan malam ini juga surat edaran kepada seluruh kepala sekolah di Indonesia akan disiapkan dan segera dikirimkan ke sekolah-sekolah tersebut.

Dengan demikian 6 SMPN di Wonosobo termasuk SMPN 2 Kepil kita tercinta harus mau dengan ikhlas ataupun terpaksa untuk tetap setia pada kurtilas. Enam SMP di Wonosobo yang ditunjuk sebagai pilot project yaitu ; SMPN 1 Wonosobo, SMPN 2 Selomerto, SMPN 1 Garung, SMPN 1 Mojotengah, SMPN 1 Kepil dan SMPN 2 Kepil harus tetap berjuang dengan sekuat tenaga, daya upaya dan penuh keyakinan untuk tetap mengawal dan melaksanakan Kurikulum 2013- wujud konsekuensi sekolah piloting project K-13. Selamat, selamat .... selamat malam. (26340)

Rabu, 03 September 2014

Pembelajaran Prakarya Kelas 8 - Membuat Masakan Dari Serealia

Minggu-minggu ini kelas 8 sudah memasuki kegiatan praktik dalam pembelajaran prakarya. Berikut akan kami bagikan sedikit gambaran dan format penilaian dalam praktik memasak bahan serealia.

Perlu kami jelaskan dahulu, bahwa untuk semester ini kami mengambil 2 aspek yaitu pengolahan dan kerajinan. Hal ini menyesuaikan bahwa acuan yang ada adalam buku paket siswa untuk tiap aspeknya hanya berjumlah 1/2 dari seluruh KD untuk 1 tahun. Artinya tiap aspek (minimal 2 aspek dalam 1 tahun) akan diajarkan selama 2 semester.

Kembali ke bahasan utama tentang masakan dari bahan serealia, dimana bahan yang tergolong serealia adalah beras, jagung, ketela, gandum dan sorgum. Nah ternyata setelah siswa mempelajari berbagai jenis masakan dari serealia - mereka sangat antusias untuk segera praktik memasak sendiri/kelompok untuk melatih diri, berekspresi dan berkarya. Maka berikut yang mereka lakukan dari awal hingga akhir - serangkaian kegiatan dalam MASAKAN ALA SISWA SMPN 2 KEPIL tahun 2014

  1. Pembentukan kelompok, siswa dibagi dalam beberapa kelompok
  2. Diawali kegiatan perancangan - penemuan ide - untuk membuat suatu masakan dengan menu yang asli hasil pemikiran dan penemuan para siswa. Mula-mula siswa  berdiskusi untuk menemukan ide karya, membagi rencana tugas dan pekerjaan dalam kelompok
  3. Pada hari yang sudah dijadwalkan, siswa membawa bahan dan peralatan yang telah disepakati dalam kelompok masing-masing. 
  4. Selanjutnya mereka memulai memasak sesuai menu yang telah direncanakan dengan bahan pokok berupa nasi dari beras atau jagung atau gaplek (tiwul).
  5. Setelah seluruh masakan selesai, langkah sealanjutnya adalah penyajian masakan dalam kemasan yang berupa piring saji dilengkapi dengan minuman yang sesuai dengan tema menu yang mereka tentukan.
  6. Hasil penyajian kemudian dibawa ke ruang guru untuk didokumentasikan (photo) dan dilakukan penilaian oleh guru dan beberapa guru yang memiliki kompetensi terkait masakan.
 Berikut beberapa gambar hasil karya para siswa kelas VIII SMPN 2 Kepil, selamat menikmati :

 
 

Rabu, 27 Agustus 2014

Yang Wajib dan Harus Dilakukan Pada Kurikulum 2013 - Perubahan Paling Nampak Pada Kurikulum 2013

Implementasi kurikulum 2013 pada semua sekolah pada seluruh jenjang telah berjalan lebih kurang 1 bulan. Banyak ditemukan fakta di lapangan (sekolah red) sebagian besar sudah melaksanakan - walau dengan tertatih-tatih, karena dari segi persiapan yang belum memadai.

Sebenarnya perubahan tidak harus drastis, tidak harus semua berubah, dan tidak harus pada semua lini/aspek. Beberapa perubahan yang paling nampak dan bersifat aplikatif pada kurikulum 2013 ada 3 hal. Dan ke-tiga hal inilah yang merupakan ruh dan nyawa pada pelaksanaan kurikulum di tiap satuan pendidikan. Untuk lebih jelasnya kami uraikan secara sederhana sebagi berikut :

  1. Proses. Proses belajar mengajar yang harus menggunakan pendekatan saintifik (ilmiah), dimana dalam pelaksanaan KBM harus melewati proses 5 M ; mengamati, menanya, menalar, mencoba dan mengkomunikasikan / menyajikan. Pada kondisi khusus bisa ditambah menjadi 6 M yaitu dengan mencipta.
  2. Penilaian. Penilaian pada kurikulum 2013 menggunakan istilah penilaian autentik yang berarti asli, nyata, valid dan reliabel. Secara mudahnya penilaian disini berarti pengukuran yang signifikan dan menyeluruh pada aspek sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Untuk itu pada pelaksanaannya harus disediakan lembar penilaian untuk ketiga aspek tersebut dalam bentuk format dan rubrik penilaian.
  3. RPP. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang merupakan skenario memuat proses dan penilaian sekaligus. Pada RPP terangkum semuanya, mulai dari perencanaan, proses dalam KBM hingga akhirnya berupa panduan untuk melakukan penilaian. Intinya RPP yang benar merupakan kerangka paling penting untuk melaksanakan semua kegiatan pembelajaran yang benar sesuai harapan pada kurikulum 2013. Oleh karena itu menjadi MUTLAK untuk memiliki RPP yang BENAR.
Memang akan terasa berat kalau semuanya langsung BENAR, dan untuk menjadi baik dan benar tentu butuh proses dan butuh belajar. Dan dari yang salah pun kita bisa belajar, oleh karena itu jangan takut salah.
Tetaplah berbuat dan berkarya, sembari terus belajar dan menimba pengalaman dari mereka yang sudah berpengalaman. Bertanya adalah salah satu pintunya.
Mari kita sukseskan PENDIDIKAN, apapun kurikulumnya, selama kita mau belajar dan berusaha - KITA PASTI BISA - Insya-Alloh.

Selasa, 05 Agustus 2014

Kemdikbud Buka Klinik Guru, Solusi Bagi Guru Yang Belum Paham Kurikulum 2013

Pada tahun ajaran baru ini, pemerintah menjadwalkan penerapan kurikulum 2013 secara menyeluruh. Tetapi, masih banyak guru belum memahami kurikulum baru tersebut.

Sebagai solusi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun membuka klinik khusus untuk guru. Di wadah ini, para guru bisa berkonsultasi dengan Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai pengelola klinik.

"Kita sekarang membuka klinik dan konsultasi pembelajaran sehingga para guru yang belum mengerti Kurikulum 2013 bisa nanya ke klinik," ucap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh seperti dilansir laman Kemendikbud, Senin (4/8/2014).

Konsultasi di klinik tersebut bisa dilakukan secara dalam jaringan (daring) alias online; baik di Kemendikbud maupun di daerah melalui pemerintah provinsi (pemprov) dan kabupaten/kota. Menurut mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu, pendirian klinik guru tersebut menjadi penting karena guru adalah kunci suksesnya pelaksanaan pendidikan dengan kurikulum 2013. Secara bersama-sama, guru dan kurikulum menentukan kualitas pendidikan.

Selain klinik, Kemendikbud juga akan terus mendampingi guru saat proses belajar mengajar. Nuh berharap, upaya tersebut dapat meningkatkan pemahaman guru terhadap Kurikulum 2013.

"Guru harus memahami kurikulum 2013 agar bisa mengajarkan materi dengan baik kepada siswa. Selain menguasai materi dengan baik, guru juga harus bisa menyajikan materi dengan metodologi yang baik juga," imbuhnya.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) itu memaparkan, sebagai persiapan penerapan Kurikulum 2013, hingga saat ini Kemendikbud telah melatih 1,3 juta guru. Pelatihan ini bertujuan agar pelaksanaan kurikulum memiliki standar yang sama.

Nuh mengakui, terkait persiapan penerapan kurikulum 2013, belum ada pelatihan masif dengan standar yang ditetapkan pemerintah. Hal lain yang juga belum ada adalah pencetakan serentak sekira 250 juta buku untuk dibagikan secara gratis ke siswa.

Senin, 14 Juli 2014

Peran Guru TIK Dan Guru KKPI Dalam Implementasi Kurikulum 2013 - Terjawab Oleh Permendikbud Nomor 68 Tahun 2014

Pada tahun pelajaran 2014/2015 ini Kurikulum 2013 sudah mulai diberlakukan secara menyeluruh di semua sekolah. Di antara sekian permasalahan yang mendera kurikulum 2013, salah satunya adalah keberadaan guru TIK dan KKPI yang tiba-tiba saja menghilang dikarenakan tidak 'diakuinya' TIK sebagai mata pelajaran di kurikulum 2013. Setelah sempat bergulir berita disana sini, kini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Permendikbud Nomor 68 Tahun 2014 Tentang Peran Guru Teknologi Informasi Dan Komunikasi (Tik) Dan Guru Keterampilan Komputer Dan Pengelolaan Informasi (Kkpi) Dalam Implementasi Kurikulum 2013. Yang tentu saja bertujuan untuk memberikan arahan tentang peran guru TIK dalam kurikulum 2013 ini.
Berdasarkan yang saya kutip dari permendikbud tersebut disebutkan bahwa peran Guru TIK sebagai berikut:
  • Membimbing peserta didik pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mencapai standar kompetensi lulusan pendidikan dasar dan menengah.
  • Memfasilitasi sesama guru pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat dalam menggunakan TIK untuk persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran pada pendidikan dasar dan menengah; dan
  • Memfasilitasi tenaga kependidikan pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat dalam mengembangkan sistem manajemen sekolah berbasis TIK.
Selain itu Guru TIK berkewajiban :
  • Membimbing peserta didik SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mencari, mengolah, menyimpan, menyajikan, serta menyebarkan data dan informasi dalam berbagai cara untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran;
  • Memfasilitasi sesama guru SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mencari, mengolah, menyimpan, menyajikan, serta menyebarkan data dan informasi dalam berbagai cara untuk persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran; dan
  • Memfasilitasi tenaga kependidikan SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mengembangkan sistem manajemen sekolah berbasis TIK.
Lalu bagaimana dengan beban kerja guru TIK, berdasarkan permendikbud disebutkan guru TIK melakukan pembimbingan paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik per tahun pada 1 (satu) atau lebih satuan pendidikan. Jadi bebannya mirip dengan mata pelajaran BK.
Bagi yang ingin membaca lebih lanjut bagaimana isi Permendikbud Nomor 68 Tahun 2014 ini, silakan unduh melalui banner di bawah ini
http://www.4shared.com/office/qnmRtFPQba/Permendikbud_No_68_th_2014_Ten.html

Jumat, 11 Juli 2014

Download Buku Guru dan Buku Siswa Mapel Prakarya Terbaru 2014

Website yang merupakan cabang dari induk (sub induk) SMPN 2 Kepil yang terkait Kurikulum 2013 - khususnya mapel Prakarya SMP yang diluncurkan sekitar 3 bulan lalu sangat banyak dikunjungi / dibanjiri pengunjung. Hal ini dapat dilihat pada saat searching di google, dengan cara ketik kata kunci "PRAKARYA SMP", maka alamat website http://prakaryasmp2kepil.blogspot.com akan muncul di baris paling atas. Hal ini menunjukkan bahwa Website Prakarya SMP Negeri 2 Kepil menduduki RATING TERTINGGI di internet terkait penelusuran dan pencarian materi Prakarya SMP Kurikulum 2013. .

Hal di atas terjadi karena di website tersebut kami upayakan agar sebisa mungkin memfasilitasi para pembaca dan pencari dokumen terkait kurikulum 2013 - khususnya mapel Prakarya SMP. Disana kami sediakan link download materi terkait kurikulum 2013. Ada RPP Prakarya, Silabus Prakarya, Buku Guru Prakarya dan Buku Siswa Prakarya, Makalah dan artikel kurikulum 2013, Administrasi Penilaian Kurikulum 2013 dan kelengkapan presentasi powerpoint lainnya.
Inilah alamat websitenya http://prakaryasmp2kepil.blogspot.com/ - coba lihat saja klik Prakarya SMP

Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran baru 2014/2015 akan segera dimulai tanggal 14 Juli 2014 mendatang, namun di beberapa sekolah belum ada (belum datang) buku pegangan yang akan dijadikan buku bahan ajar, baik buku siswa maupun buku guru.

Buku pegangan siswa dan buku pegangan buku guru untuk tahun ajaran 2014/2015 berbeda dengan buku yang dipakai pada tahun sebelumnya. Buku pegangan tahun 2013/2014 sudah tidak berlaku lagi. Ceritanya setelah direvisi dan ditinjau kembali kemudian diadakan perbaikan, maka terbitlah buku pegangan yang akan dipakai pada tahun 2014 ini.

Berangkat dari permasalahan di atas, kali ini akan kami sediakan link download untuk buku guru dan buku siswa yang dapat Anda download secara gratis ... tis. Untuk sementara kami sediakan buku siswa semester 1 dan buku guru yang bisa dipakai baik semester 1 maupun semester 2. Monggo .... silahkan download.



Demikian, semoga bisa membantu dan semoga bermanfaat. Bila berkenan .... berikan komentar dan masukan kepada kami. 

Selasa, 01 Juli 2014

Pelatihan Kurikulum 2013 Guru Sasaran Jenjang SMP di Kabupaten Wonosobo

Kementrian Pendidikan Nasional sangat sibuk menjelang akan diimplementasikannya kurikulum 2013 bagi semua sekolah jenjang SD, SMP dan SMA  Kesibukan sangat terlihat pada serangkaian kegiatan diklat dan pelatihan kurikulum 2013. Diklat dan pelatihan dilaksanakan dalam berbagai bentuk muali dari diklat instruktur nasional, diklat guru sasaran, diklat guru pendamping dan diklat lainnya.


Demikian juga yang terjadi di Wonosobo, serangkaian kegiatan pelatihan dilakukan dalam bulan Juni - Juli 2014 ini. Untuk jenjang SMP dilaksanakan pada 2 tempat yaitu di SMPN 1 Wonosobo dan SMPN 2 Selomerto yang dianggap memadai dari tempat, sarana dan kemdahan akses transportasi.

Kegiatan pelatihan sepenuhnya dibawah kendali dan koordinasi dari P4TK Seni Budaya Yogyakarta yang beralamat di Mbesi - Jalan Kaliurang Yogyakarta. Adapun instruktur pelatihan menurut rencana awal diambil dari Widya Iswara P4TK dan guru yang telah dipersiapkan dalam bentuk diklat instruktur nasional yang dilaksanakan di LPPKS Solo dan LPMP Yogyakarta.

Secara lebih rinci kenyataan di lapangan, karena kebutuhan, kuota/jumlah kelas dan waktu, maka INAS untuk wilayah se-Jawa tengah pada akhirnya diambilkan dari :

  1. Widya Iswara / Dosen dari P4TK SB
  2. Guru INAS yang telah memperoleh diklat sebagai instruktur nasional di LPPKS Solo atau LPMP Jogjakarta
  3. Guru INAS yang diambil dari guru sasaran yang baru saja mengikuti diklat guru sasaran yang dianggap baik / peringkat terbaik untuk memenuhi jumlah kebutuhan instruktur nasional untuk pelatihan kurikulum 2013.
Berita selengkapnya untuk mapel PRAKARYA, Download RPP Prakarya, Silabus Prakarya dan berbagai dokumen terkait pembelajaran dan pelatihan kurikulum 2013 dapat dilihat / klik saja link ini  web PRAKARYA SMP 2 KEPIL

Selamat belajar dan berlatih, semoga sukses dan siap untuk mengimplementasikan pada tahun ajaran 2014/2015 yang akan segera dimulai pada tanggal 14 Juli 2014 mendatang.

Kamis, 12 Juni 2014

Penilaian Kurikulum 2013 - Semester 2 Kelas VII Telah Berakhir, Software Aplikasi Pengolah Nilai Mutlak Diperlukan, SMPN 2 Kepil Sudah Siapkan Diri

SMP Negeri 2 Kepil minggu ini sedang dilaksanakan ulangan kenaikan kelas. Maka pekerjaan guru sangat padat terkait koreksi hasil ulangan, pengolahan nilai dan persiapan menampilkan nilai akhir dalam bentuk rapot.

Bagi kelas 8 yang masih menerapkan kurikulum KTSP maka pengisian rapot masih menggunakan rapot manual dan tinggal meneruskan yang telah dilakukan selama ini. Lain lagi dengan kelas 7 yang sudah menggunakan kurikulum 2013 dimana belum tersedia rapot dari pusat, maka mau tidak mau sekolah harus mengupayakan aplikasi untuk pengolahan nilai dan pembuatan rapotnya secara komputerisasi.

Untuk hal ini SMP Negeri 2 Kepil sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari dengan dibuatnya aplikasi penilaian dan rapot yang dikerjakan secara komputerisasi / digital. Aplikasi yang dibuat merupakan tahap permulaan, percobaan dan masih sederhana sesuai kemampuan SDM yang ada di sekolah. Walaupun demikian setidaknya bisa menjadi acuan dan langkah awal untuk berkreasi, berinovasi dan berkarya untuk menjadi sekolah yang siap untuk maju, semoga.

Aplikasi ini dibuat dengan software Microsoft Excel dengan pola link antar sel, link antar file. Aplikasi awal berupa file pengisian nilai untuk masing-masing guru mata pelajaran. Selanjutnya file aplikasi yang sudah diisi nilai oleh guru mapel kemudian dikumpulkan dalam komputer / laptop induk untuk disatukan dalam folder penilaian. Dalam folder penilaian telah terdapat aplikasi pengolahan nilai yang siap menyedot (telah di-link-kan) nilai dari aplikasi tiap mapel. Aplikasi rapot ini akan langsung siap ditambahkan data tambahan antara lain absensi, pengembangan diri dll, oleh tiap wali kelas masing-maing. Selanjutnya setelah oleh wali kelas bisa langsung cetak untuk tiap anak dalam bentuk kertas masing-masing anak 2 lembar, lembar nilai dan lembar deskripsi. Selamat mencoba dan berkreasi untuk lebih baik lagi.

Walau sangat sederhana dan ala kadarnya, namun satu hal yang cukup menggembirakan adalah aplikasi penilaian yang digunakan SMP N 2 Kepil ini telah ditayangkan dan didemokan sebagai model / contoh aplikasi penilaian dalam ajang pelatihan instruktur nasional guru prakarya di LPPKS Indonesia di Solo - Jawa Tengah. Setelah ditayangkan sebagai model, kemudian banyak peserta / calon instruktur yang meminta copy soft file sebagai acuan aplikasi di sekolah mereka. Walau masih sangat sederhana dan kecil nilainya semoga bisa berbagi dan semoga bermanfaat.

Jumat, 21 Maret 2014

Reffleksi Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 Semester 2

Jum'at siang dilaksanakan pertemuan refleksi pelaksanaan pendampingan implementasi kurikulum 2013 untuk semester yang ke-2. Bertempat di Ruang Kelas 9-A SMP Negeri 1 Wonosobo.

Tokoh sentral yang hadir pada acara ini adalah petugas pendamping pusat dari unsur perguruan tinggi yaitu Bpk Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si (Dosen Senior UMS - Surakarta) yang ditunjuk direktorat untuk mengawal dan mendampingi implementasi kurikulum 2013. Berikutnya seluruh guru pendamping  SMP mapel kurikulum 2013 dari Kabupaten Wonosobo sebagai pelaku proses pendampingan.
Dihadiri beberapa kepala sekolah beserta waka kurikulumnya yaitu ; SMPN 1 Wonsosobo, SMPN 1 Mojotengah, SMPN 1 Leksono, SMPN 1 Kepil, SMPN 2 Kepil dan SMPN 2 Selomerto. Dari jajaran Dinas Dikpora Wonosobo hadir Kasi Tendik SMP - Bpk Drs. Bambang Wen, M.Pd dan Pengawas SMP Rayon Barat - Bpk Erman Pujiyanto, S.Pd, MM 

Acara utama berupa refleksi dari proses pendampingan kurikulum 2013 untuk semester ke-2 yang dilaksanakan dari tanggal 18-21 Maret 2014. Berbagai masukan penting dari para kepala sekolah dan guru pendamping yang dapat disimpulkan dan akan dibawa ke pusat untuk diadakan review dan perbaikan untuk penyempurnaan kurikulum 2013 yang memang dalam masa pelaksanaan tahun pertama.
Banyak pula informasi baru terkait pelaksanaan kurikulum 2013 pada tahun 2014, antara lain ;
  1. Semua sekolah yang belum melaksanakan kurikulum 2013 akan melaksanakannya pada tahun 2014, sekaligus untuk kelas 7 dan 8. Jadi kelas 8 yang pada kelas 7 belum menggunakan kurikulum 2013 pada tahun 2014 akan langsung menggunakan kurikulum 2013 pada kelas 8.
  2. Buku ajar / buku siswa akan dikeluarkan pada bentuk baru dan untuk tiap semester (berbeda dengan tahun 2013 yang berlaku 1 tahun). Jadi buku untuk kelas 7 dan 8 menggunakan buku baru yang merupakan edisi revisi dari tahun 2013 yang disempurnakan.
  3. RPP untuk tahun 2014 sudah ada jenis RPP yang baru / versi terbaru yang diperoleh dari berbagai masukan dan perbaikan dari berbagai kalangan praktisi yang ahli dalam bidangnya.
  4. Akan banyak pelatihan terutama utk kepala sekolah dan guru yang akan melaksanakan kurikulum 2013 pada tahun 2014 ini.
  5. dan berbagai masukan lain, terutama terkait penilaian yang masih perlu banyak penyempurnaan.
Proses pendampingan dilaksanakan pada 6 sekolah pilot project implementasi kurikulum 2013. Ada 9 orang guru yang ditugaskan sebagai guru pendamping dan 1 petugas pusat dari unsur perguruan tinggi.Tiga (3) guru pendamping diantaranya berasal dari SMPN 2 Kepil yaitu : 1. M. Isti Supriyanti, S.Pd - mapel PKn, 2. Agus Yuswantoro, S.Pd - mapel IPS dan 3. Maryanto, S.Kom - mapel Prakarya. Enam mapel selebihnya tersebar dari beberapa sekolah lain yang ditunjuk sebagai pilot project misal Mapel Penjasorkes - Erma (Selomerto 2) dan lainnya.

Karena proses pendampingan dilaksanakan pada saat sekolah ada kegiatan Pra-UN dan Pra-US juga UTS pada beberapa sekolah, maka pendampingan dilaksanakan dengan 2 model. Model 1 masuk kelas langsung pada saat guru mengajar siswa, ini dilakukan di SMPN 1 Garung, SMPN 2 Selomerto dan SMPN 1 Kepil dimana siswa kelas 7 tidak ada kegiatan UTS. Sedangkan model ke 2 untuk guru dari SMPN 1 Wonosobo, SMPN 1 Mojotengah dan SMPN 2 Kepil, dimana proses pendampingan dilakukan di 1 ruang bersama dengan mdel peer teaching / mikro teaching.
 Semoga bermanfaat.

Jumat, 14 Maret 2014

Website SMPN 2 Kepil, Sediakan Fasilitas Download Silabus, RPP, Powerpoint Presentasi dan Dokumen Kurikulum 2013

Menjelang berakhirnya masa implementasi kurikulum 2013 periode 1 (perdana), SMPN 2 Kepil siapkan diri untuk menyambut pelaksanaan kurikulum 2013 pada periode 2.

Berbagai rangkaian kegiatan implementasi kurikulum 2013 periode 1 telah dilaksanakan, lengkap dengan segala fasilitas dan kelengkapannya, kelebihan da kekurangannya untuk dilakukan evaluasi dan koreksi untuk langkah implementasi pada tahun ke-2.

SMPN 2 Kepil sebagai pilot project yang sebagian besar gurunya telah mendapatkan diklat guru sasaran implementasi kurikulum 2013, disusul kemudian 4 guru mapel ditunjuk untuk diklat guru pendamping, maka selayaknya kalau SMPN 2 Kepil menyediakan dan memfasilitasi bagi guru lain, sekolah lain dan instansi lain yang akan melaksanakan kurikulum 2013. Berikut akan kami sediakan berbagai hal tentang kurikulum 2013,  yang dapat di download secara langsung.
  1. Download Silabus dan RPP kurikulum 2013
  2. Download Buku Siswa dan Buku Guru Kurikulum 2013
  3. Download Dokumen Kurikulum 2013
  4. Download Pedoman Kurikulum 2013
  5. Download Powerpoint Presentasi Kurikulum 2013
  6. Download Soal UH, Soal UTS dan Soal UAS Kurikulum 2013
Berikut secaa lengkap uraian dan pembagian secara rinci sesuai kalsifikasi dan penerapannya.
Besok rabu lanjut  ...

Senin, 10 Februari 2014

Kelas 7C Pembelajaran Luar Kelas - Observasi Persawahan Lereng Sumbing

Senin 10 Februari 2014 tampak siswa 7C sangat antusias dalam mengikuti mata pelajaran Prakarya yang untuk kali ini bersiap-siap untuk segera menuju tempat pembelajaran luar kelas sesuai yang telah direncanakan sebelumnya.

Setelah upacara bendera, siswa kelas 7 C langsung masuk ruang kelas untuk pembagian kelompok dan pengkodisian menuju tempat lokasi studi lapangan - observasi.
Tempat yang menjadi tujuan lokasi pembelajaran luar kelas adalah di sawah/kebun orang tua dari Yunus Salam(siswa kelas 7C). Sebanyak 22 siswa berjalan menuju kampung Tanon - Tanjung Anom - Kepil - Wonosobo. Mereka berjalan naik turun gunung - lewat kampung Begulon. Sampai di lokasi sekitar jam 10.00 WIB dan diterima di rumah orang tua Yunus Salam. Setelah minum dan makan makanan ringan suguhan dari tuan rumah dan membuang lelah, siswa langsung menuju lokasi sawah yang berjarak +- 1,5 km.

Di sawah, siswa langsung terjun dan memeriksa dan melihat-lihat berbagai tanaman sayuran yang di tanam / di budidayakan oleh petani tujuan observasi. Bermacam tanaman sayur yang dibudidayakan oleh petani orang tua Yunus Salam. Ada terong, kubis, kol, pakcoy/ dll. Setelah dirasa cukup bertanya kepada petani dan memotret tanaman sayuran yang dimaksud, selanjutnya siswa menuju kedung / bendungan untuk sekedar bermain air (ada beberapa siswa laki-laki yang menyempatkan  mandi) sekedar untuk menghibur diri dan membuat fresh tubuh menjadi serasa bugar kembali.

Selanjutnya sekitar jam 11.30 WIB semua siswa kembali ke rumah orang tua Yunus Salam untuk berpamitan pulang. Sebleum pulang siswa disuguhi minum dan makan siang dengan menu nasi jagung dan nasi putih, sayur terong dan daun pepaya, lauk bakwan dan ikan asin serta sambal mentah yang cukup membangkitkan selera makan pada kondisi capek dan letih.

Terima kasih yang tak terkira kami sampaikan kepada orangtua dari Yunus Salam atas kerjasamanya dan segala bantuan serta suguhan yang telah diberikan kepada kami. Terima kasih juga kepada seluruh siswa kelas 7 C atas antusias dan semangatnya telah mensukseskan acara belajar Prakarya diluar kelas ini. Semoga ini menjadi pengalaman berharga dan memberi manfaat untuk semuanya.


Selasa, 03 Desember 2013

Paparan Rakor Persiapan Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2014 dan UN Tahun 2014

Berikut ini berita terbaru terkait regulasi, perkembangan  dan rencana kedepan tentang Pelaksanaan Kurikulum 2013 dari berbagai nara sumber utama.

Diantaranya paparan Mendikbud terkait rakor UN dan Kurikulum, juga paparan dari Wamendikbud.
Banyak hal yang ternyata belum kita pahami, belum kita ketahui apa dan bagaimana ke depannya tentang jangka panjang kurikulum baru tersebut.

Monggo silahkan disimak, didownload untuk menambah dan melengkapi wawasan dan pengetahuan kita tentang kurikulum 2013.
Paparan Mendikbud Rakor UN dan Kurikulum
Wamendikbud-Skema Koordinasi Pusat Daerah
________________________________________________
Materi Rakor Sidang Kelompok
  1. Sidang Kelompok 1 (UASBN SD-MI-Paket A)
  2. Sidang Kelompok 2 (UN SMP-SMA)
  3. Sidang Kelompok 3 (Buku Kurikulum 2013)
  4. Sidang Kelompok 4 (Pelatihan)
  5. Sidang Kelompok 5 (Pendampingan dan Monev)
  6. Sidang Kelompok 6 (Implikasi Penerapan Kurikulum)
Lampiran Peraturan Pemerintah: 

Sabtu, 26 Oktober 2013

Silabus Kurikulum 2013 Lengkap - Jenjang SMP/MTs

Menanggapi beberapa masukan dan pertanyaan seputar kurikulum 2013, banyak yang tanya bagaimana dengan pembuatan silabus, RPP, tata cara penilaian dan seabreg permasalahan terkait implemantasi kurikulum 2013 yang masih terasa asing dan bingung. Apa dan bagaimana kurikulum 2013, berikut ini kami lampirkan link secara lengkap untuk mendapatkan jawaban terkait pertanyaan di atas, semoga bisa membantu..

Download lengkap khusus mapel PRAKARYA Kurikulum 2013, Silabus Prakarya, RPP Prakarya, klik disini DOWNLOAD RPP - SILABUS PRAKARYA KURIKULUM 2013

Seperti kita tahu bahwa kita tidak perlu membuat silabus untuk kurikulum 2013. kita hanya membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Untuk guru yang belum mengikuti diklat implementasi kurikulum 2013 dan ingin mempunyai silabus SMP kurikulum 2013 dapat mengunduh melalui tautan-tautan di bawah ini. Buku pegangan guru dan siswa kurikulum 2013 dapat diunduh di sini

Download lengkap khusus mapel PRAKARYA Kurikulum 2013, Silabus Prakarya, RPP Prakarya, klik disini DOWNLOAD RPP - SILABUS PRAKARYA KURIKULUM 2013

1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia
4. Matematika
5. Bahasa Inggris
6. Seni Budaya
7. Prakarya
8. IPA
9. IPS
10. Penjasorkes

Download lengkap khusus mapel PRAKARYA Kurikulum 2013, Silabus Prakarya, RPP Prakarya, klik disini DOWNLOAD RPP - SILABUS PRAKARYA KURIKULUM 2013

Demikian semoga bermanfaat dan bisa membantu bagi para pencari informasi.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Sekolah Sasaran

   Pascapemberlakuan kurikulum 2013 di sejumlah sekolah sasaran, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus melakukan berbagai langkah untuk semakin memantapkan implementasinya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pendampingan implementasi kurikulum 2013 bagi sekolah-sekolah sasaran. Program ini dilakukan sebagai penguatan dalam memahami konsep kurikulum 2013 serta untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi sekolah atau guru dalam mengimplementasikannya.

   Secara khusus, tujuan dari program ini adalah; (a) memberikan fasilitasi dalam implementasi kurikulum 2013 pada satuan pendidikan, (b) memberikan bantuan konsultasi, pemodelan (modelling) dan pelatihan personal spesifik (coaching) untuk hal-hal spesifik dalam implementasi kurikulum 2013 baik secara tatap muka maupun secara online, (c) membantu memberikan solusi kontekstual dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi saat implementasi kurikulum 2013 di sekolah masing-masing, (d)  membangun budaya mutu sekolah melalui  penerapan kurikulum secara inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan.

   Kepala Sekolah dan guru yang sekolahnya menjadi sasaran kurikulum 2013 sudah diberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) sebelum kurikulum ini diberlakukan. Begitu pun dengan para pengawas sekolahnya. Tapi setelah kurikulum 2013 diimplementasikan, sekolah-sekolah sasaran masih menemui kendala. Misalnya, bagi SD dalam hal pengaturan jadwal tematik terpadu karena sudah tidak mengenal lagi mata pelajaran. Pembagian jam mengajar bagi guru Penjas dan Guru Pendidikan Agama, analisis buku guru dan siswa, Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik, pengembangan bahan, model, dan sumber belajar, penilaian hasil belajar, dan sebagainya. Oleh karena itu, program pendampingan pun tidak akan lepas dari upaya memberi solusi terhadap kendala-kendala terebut. Bagi kepala sekolah dan pengawas, program pendampingan disampingkan hal-hal tersebut, juga ditambah dengan pengelolaan kurikulum dan supervisi akademik.

   Dalam proses pendampingan ini, hal yang dilakukan oleh Kemdikbud antara lain dengan melaksanakan Training of Trainer (ToT) bagi calon pelatih pendamping. Pasca ToT, Kepala Sekolah dan Pengawas akan dilatih berkaitan dengan teknis pendampingan termasuk simulasi pendampingan di sekolah.

   Sampai dengan saat ini implementasi kurikulum 2013 masih dinamis. Dinamika ini berkaitan dengan buku guru, buku siswa, silabus pembelajaran, penilaian hasil belajar dan format raport yang belum final. Mudah-mudahan hal-hal tersebut pembahasannya tidak berlarut-larut karena guru-guru di sekolah-sekolah sasaran membutuhkan kepastian.

  Sebenarnya, untuk mengatasi kendala dalam mengimplementasikan kurikulum 2013, Mendikbud sudah menerbitkan Permendikbud Nomor 81A tentang Implementasi Kurikulum. Walau demikian, belum tersosialisasikan kepada seluruh sekolah sasaran dan memang perlu pendalaman. Guru tidak cukup hanya diminta membaca aturan terkait kurikulum 2013, tetapi tetapi perlu penjelasan atau pendampingan yang lebih teknis. Dalam hal ini, peran Kepala Sekolah dan pengawas sangat dibutuhkan dalam memberikan pendampingan kepada guru karena mereka lah yang paling dekat dengan guru.

   Untuk suksesnya program pendampingan ini, tentunya diperlukan pendamping yang memiliki kompetensi yang mumpuni. Oleh karena itu, Kemdikbud sudah menetapkan kriteria untuk calon pendamping kurikulum 2013, antara lain; (a) memiliki pemahaman yang jelas mengenai kurikulum 2013, (b) memiliki kemampuan menjelaskan persoalan dan berkomunikasi secara baik dengan pihak yang didampingi, (c) berjiwa membimbing (tidak menggurui) demi terciptanya rasa nyaman pada pihak yang didampingi, serta (d) dapat memberikan bimbingan teknis bila diperlukan terkait dengan proses pembelajaran dan penilaian sesuai dengan Kurikulum 2013.

   Peran pendamping antara lain; (a) membangun empati dengan komunitas sekolah, (b) mengamati proses pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013, (c) mendiskusikan proses pembelajaran dan mengevaluasinya, dan (d) bersama guru melakukan refleksi atas proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar. Secara psikologis, peran pendamping mengubah pola pikir (mind set) guru, memotivasi, dan membangun komitmen guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 karena tidak dapat dipungkiri peran sangat penting sebagai ujung tombak pembelajaran. Kunci sukses implementasi kurikulum 2013 sangat tergantung kepada kompetensi, motivasi, dan komitmen guru.

  Selain syarat kompetensi pendamping, kesuksesan pendampingan juga ditentukan oleh komitmen pendampingnya. Jangan program ini hanya formalitas semata yang menghabiskan banyak anggaran negara di tengah sorotan sebagian pihak mengenai implementasi kurikulum 2013.