text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...
Tampilkan postingan dengan label Sekolah Berprestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah Berprestasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Januari 2021

Maju Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi - SMPN 2 Kepil Siap Berbenah Diri

Mengawali semester genap tahun pelajaran 2020/2021 yang masih dalam suasana pandemi Covid-19 segenap guru SMPN 2 Kepil sedang disibukkan dengan kegiatan untuk mempersiapkan administrasi pembelajaran yang menjadi pekerjaan utamanya sebagai guru. Disamping itu ada agenda tambahan terkait ditunjuknya SMPN 2 Kepil sebagai sekolah Adiwiyata dengan segala konsekuensinya, diantaranya harus siap untuk diikutkan dalam ajang Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo kepada SMPN 2 Kepil yang kini dipandang sebagai salah satu unggulan di Wonosobo. Untuk itu sengaja penulis menyiapkan artikel sebagai bahan untuk belajar bersama agar menjadi tambahan wawasan, gambaran dan penjelasan bagi semua warga sekolah tentang apa itu Sekolah Adiwiyata. 

Program Sekolah Adiwiyata
Adiwiyata merupakan  salah satu Program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah sebagai upaya pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang. Hal ini tertuang dalam MoU pada tgl 3 Juni 2005 antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional kala itu.

Dalam suatu referensi dinyatakan bahwa ADIWIYATA berasal dari 2 kata Sansekerta “ADI” dan “WIYATA”. ADI mempunyai makna besar, agung, baik, ideal, atau sempurna. WIYATA mempunyai makna tempat dimana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam berkehidupan sosial. Bila kedua kata tersebut digabung, maka secara keseluruhan ADIWIYATA mempunyai makna: Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat dimaknai bahwa SEKOLAH itulah yang merupakan tempat yang AGUNG, tempat yang BAIK dan IDEAL untuk memperoleh pengetahuan, norma dan etika. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah langkah nyata apa yang mungkin dilakukan untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang Agung, Tempat yang Baik dan Ideal, tempat yang Sempurna dalam memperoleh pengetahuan, moral dan etika?. (rasanya miris….. ketika kita menyaksikan di TV, membaca di berbagai media Online maupun Offline  tentang maraknya berbagai fenomena kasus kekerasan fisik dan kekerasan seksual terhadap anak usia sekolah yang dilakukan oleh guru).

Dari referensi yang sama dengan di atas dituliskan bahwa untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata maka sekolah perlu melakukan hal-hal berikut: 

  • Pengembangan Kebijakan Sekolah peduli dan berbudaya Lingkungan, 
  • Pengembangan Kurikulum berbasis Lingkungan, 
  • Pengembangan Kegiatan Lingkungan berbasis partisipatif, 
  • Pengembangan dan pengelolaan sarana pendukung sekolah berbudaya Lingkungan. Misalnya: Hemat Energi/penggunaan energi alternative, penghematan air, pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).

Terkait dengan kurikulum berbasis lingkungan, maka menurut penulis terdapat dua hal yang dapat kita pahami: Hal pertama adalah bagaimana menjadikan lingkungan sekolah sebagai sumber/media yang mendukung pembelajaran. Hal ini dapat berarti bahwa lingkungan sekolah yang nyaman merupakan tempat yang kondusif bagi pembelajaran. Lingkungan sekolah dapat memberikan pengalaman hidup yang bermakna bagi siswanya. Di lingkungan itu pula siswa dapat menjadikannya tempat belajar yang menyenangkan. Untuk itu perlu mengurangi sifat keformalan dari sebuah sekolah dengan cara mengubah lingkungan sekolah menjadi lingkungan yang mendukung proses pembelajaran dan bersifat menyenangkan. Hal kedua adalah bagaimana menyampaikan materi lingkungan hidup kepada siswa melalui kurikulum yang terintegrasi dengan pendidikan lingkungan hidup. Pengembangan materi, model pembelajaran dan metode belajar yang bervariasi, semua ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan sehari-hari (isu local dan global).

Pengembangkan kurikulum berbasis Adiwiyata sangat terkait dengan tupoksi guru dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi proses pembelajaran atau dengan kata lain guru harus memiliki kompetensi dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran lingkungan hidup, yaitu bagaimana guru menyusun perangkat pembelajaran yang terintegrasi dengan Pendidikan lingkungan hidup (Perangkat pembelajaran berbasis Adiwiyata).

Mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Adiwiyata dapat dilakukan dengan: 

  1. Memformulasi kegiatan atau proses pembelajaran melalui penerapan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran. Metode pembelajaran yang dimaksud adalah cara belajar aktif yang berfokus pada peserta didik, misalnya dengan demonstrasi, diskusi, simulasi, bermain peran, laboratorium, pengalaman lapangan, dialog, simposium, dll. 
  2. Mengembangkan materi pelajaran dan indikator pelajaran berkaitan dengan masalah-masalah lingkungan sekitar (isu local) dan masalah-masalah lingkungan secara luas (isu global). Isu lokal mencakup isu lingkungan hidup yang ada di wilayah sekitar sekolah, yang merupakan potensi  ketersedian sumberdaya alam dan kearifan lingkungan, terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang dapat berdampak pada banjir, longsor, kekeringan, pencemaran sampah, pencemaran air/udara/tanah, penggundulan hutan, kabut asap dan kebakaran hutan, dll  sedangkan isu global mencakup isu lingkungan hidup misalnya terkait:  energy, ozon, perubahan iklim, keanekaragaman hayati, bahan berbahaya dan beracun, tumpahan minyak di laut, rekayasa genetik dll. 
  3. Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian pembelajaran lingkungan hidup, artinya bahwa pembelajaran lingkungan hidup baik secara integrasi maupun monolitik harus dilengkapi dengan indikator penilaian tingkat keberhasilan. 
  4. Merancang pembelajaran di dalam maupun di luar kelas dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber/media pembelajaran. 
  5. Mengikutsertakan orang tua siswa dan masyarakat dalam program pembelajaran, misalnya dengan memberikan tugas-tugas yang melibatkan orang tua siswa dan masyarakat, misalnya terkait penyediaan  air bersih, sarana pengelolaan sampah (3R), saluran air limbah/ drainase,  penghijauan,  kantin ramah lingkungan dan materi lainnya sesuai kebutuhan masyarakat. 
  6. Tenaga pendidik mengkomunikasikan hasil inovasi pembelajaran Lingkungan Hidup kepada warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah melalui; Nara sumber, media elektronik, media cetak, lingkungan alam sekitar,  dll. 
  7. Tenaga pendidik melakukan proses perubahan perilaku yang  berbudaya lingkungan melalui upaya peningkatan pengetahuan, ketertarikan, mengaplikasikan dan akhirnya diharapkan menjadi suatu kebutuhan dalam kehidupan.

Pengalaman belajar yang diharapkan dari siswa sebagai implikasi dari perangkat pembelajaran berbasis Adiwiyata yang dikembangkan guru adalah siswa melakukan kegiatan pembelajaran tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dengan: 

  1. Menghasilkan karya yang berkaitan dengan pelestarian dan fungsi Lingkungan Hidup, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, misalnya dalam bentuk karya siswa, laporan kegiatan siswa, laporan aksi nyata yang terkait dengan lingkungan hidup antara lain: makalah, Puisi/Sajak, Artikel, Lagu, Laporan Penelitian, gambar, seni tari, dll 
  2. Menerapkan pengetahuan Lingkungan Hidup yang diperoleh untuk memecahkan masalah Lingkungan Hidup  dalam kehidupan sehari-hari, Hal ini dapat terlihat dari perubahan perilaku yang  berbudaya lingkungan melalui upaya peningkatan pengetahuan, ketertarikan, dan menindaklanjuti pembelajaran dari guru dan akhirnya menjadi kebutuhan dalam kehidupannya. 
  3. Siswa mengkomunikasikan hasil inovasi pembelajaran lingkungan hidup kepada masyarakat  melalui; Nara sumber, media elektronik, media cetak, lingkungan alam sekitar,  dll.

Sebagai kesimpulan bahwa sekolah yang telah berkomitmen untuk menjadi Sekolah Adiwiyata harus memiliki Kurikulum Berbasis Adiwiyata yang dijabarkan dalam bentuk Perangkat pembelajaran (Silabus, RPP, LKS, Buku, Tes Hasil belajar) yang berbasis Adiwiyata. Artinya dalam kurikulum tersebut telah terintegrasi minimal dua isu besar pendidikan saat ini yaitu pendidikan karakter bangsa dan pendidikan lingkungan hidup.

Berharap pertolongan Alloh, untaian doa kami panjatkan, "Semoga kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Wonosobo kepada SMPN 2 Kepil tidak menjadi beban, tapi sebaliknya menjadi inspirasi bagi segenap warga sekolah, menambah semangat dan motivasi untuk memacu diri dalam belajar dan berkarya, bekerja dan berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan yang terbaik kepada anak didik calon pemimpin masa depan, semoga Alloh memberikan kemudahan dan ridho-Nya". Demikian sedikit uraian tentang sekolah Adiwiyata, semoga bermanfaat.
Selamat beraktifitas, selamat berkarya, semoga sukses.

Sabtu, 11 Januari 2020

Juara 1 Tingkat Kabupaten, SMPN 2 Kepil Bersiap Lomba Sekolah Sehat Tingkat Propinsi

Sekolah yang dihiasi dengan pohon-pohon yang tumbuh terawat tentu memberikan rasa sejuk yang alami. Akan lebih terasa damai jika ditambah dengan adanya taman-taman dengan bunga berwarna-warni yang akan menambah suasana asri dan menawan. Pastinya akan lebih lengkap lagi jika pemandangan itu dilengkapi dengan adanya bak sampah yang tertata rapi tentu alam menumbuhkan suasana bersih, sehat dan terawat. Itulah beberapa hal yang sejak setahun lalu dilakukan oleh SMPN 2 Kepil untuk menumbuhkan situasi lingkungan sekolah yang nyaman dan mendukung untuk proses pembelajaran yang berwawasan lingkungan. Kepala sekolah Bapak Hadi Wiyono, SH, M.Pd. turun langsung memimpin dan memberikan arahan serta contoh dalam kegiatan kebersihan dan pengelolaan tanaman yang dilakukan secara rutin dengan jam khusus setiap hari Sabtu yang diberi tajuk "Sabtu Bersih".

Dari kegiatan Sabtu bersih itu maka terwujudlah sekolah yang teduh, bersih dan asri. Tak berhenti sampai disitu, kegiatan itu akhirnya berbuah manis, SMPN 2 Kepil ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Wonosobo untuk mengikuti Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat kabupaten. Dari hasil penilaian lomba sekolah sehat tingkat SMP yang dilaksanakan pada hari Rabu, 4 Desember 2019, sekolah ini dinyatakan sebagai Juara 1, syukur Alhamdulillah. Penyerahan juara lomba sekolah sehat dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Drs. Sigit Sukarsana, M.Si.) di Pendopo Bupati Wonosobo pada hari Senin,  23 Desember 2019. Raihan prestasi sebagai Juara 1 ini merupakan hadiah terindah yang juga menjadi kado akhir tahun 2019. Kado ini sekaligus merupakan support, semangat dan motivasi bagi segenap sivitas akdemika SMP Negeri 2 Kepil untuk lebih baik lagi di tahun baru 2020. Dalam gambar caption di atas adalah kepala sekolah didampingi Ibu Fairuz, istri Bupati Wonosobo.

SMPN 2 Kepil berhasil meraih nilai tertinggi dan menyisihkan sekolah lainnya. Berikut data hasil perolehan nilai lomba sekolah sehat tersebut, Juara 1-3; SMPN 2 Kepil (299), SMPN 3 Kaliwiro (297) dan SMPN 3 Selomerto (295). Juara harapan 1-3; SMPN 3 Wonosobo (292), SMPN 1 Sapuran (287) dan SMPN 2 Sukoharjo (274). Lomba sekolah sehat diikuti 15 utusan kecamatan yang ada di Wonosobo. Tiap kecamatan mengirimkan 1 SD, 1 SMP dan 1 SMA untuk dinilai oleh tim terpadu. Aspek penilaian lomba sekolah sehat meliputi administrasi UKS, kebersihan WC siswa, WC guru dan karyawan, pengelolaan kantin sekolah, kebersihan lingkungan dan ruang kelas/kantor, pemanfaatan lahan untuk warung hidup, tanaman obat dan apotik hidup. Tim penilai juga memeriksa kawasan bebas rokok, pemilahan sampah organik dan non organik dan penanaman pohon pelindung yang dapat mengurangi polusi udara. Lingkungan sekolah yang bersih, sehat dan nyaman menjadi aspek penilaian utama.





Lingkungan sekolah yang bersih, sehat dan nyaman harus terus dijaga dan dilestarikan agar tercipta sekolah impian, sekolah harapan dan sekolah pilihan masyarakat. Prestasi Juara 1 Lomba Sekolah Sehat bukan sembarang prestasi, karena tidak setiap sekolah bisa mengikuti apalagi hingga berhasil menjadi juaranya. Kepala sekolah sangat berperan dalam menumbuhkan optimisme, membangun motivasi dan menguatkan semangat dalam memenuhi berbagai kriteria yang menjadi point utama penilaian. Ujungnya adalah lahirnya semangat dan terbentuknya sistem dimana guru, karyawan dan siswa bahu-membahu menata dan menjaga kondisi sekolah agar selalu terlihat bersih, sehat, rapi dan asri. Kini dapat disaksikan mulai dari depan sekolah hingga masuk ke dalam lingkungan sekolah nampak berbagai jenis pohon yang menjadi tumbuhan perindang, berbagai macam bunga dan taman di depan setiap ruang.

Dengan keberhasilan meraih Juara 1 LSS tingkat kabupaten ini maka secara otomatis SMPN 2 Kepil diwajibkan untuk maju Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Propinsi. Upaya dan tindakan untuk menjaga kebersihan lingkungan, melakukan pembenahan dan penambahan sarana yang diperlukan secara konsisten terus dilakukan. Maju di tingkat propinsi tentu saja tidak mudah dimana kriteria penilaian menjadi semakin tinggi dan sudah pasti saingan lebih banyak dan lebih berat. Namun dengan penuh rasa optimis kami siap maju dengan segala daya upaya, adapun hasilnya kami berserah diri sepenuhnya kepada Alloh SWT. Semoga Alloh memberikan kemudahan, kelancaran dan hasil yang terbaik, Aamiiin. Selamat berkarya, selamat bekerja semoga sukses.

Senin, 28 Oktober 2019

Persembahan Piala Untuk SMPN 2 Kepil di Hari Sumpah Pemuda 2019

Tidak boleh ada separatis, karena itu akan menjadi bibit perpecahan. Sebaliknya bangun terus jiwa nasionalisme dan cinta tanah air sebagai bentuk penghormatan kita kepada para pendahulu yang telah memperjuangkan tegaknya bangsa Indonesia dari rongrongan penjajah. Itulah kalimat utama yang disampaikan kepala SMP Negeri 2 Kepil, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd. saat menjadi pembina upacara memperingati hari Sumpah Pemuda tahun 2019 di halaman sekolah. Lebih lanjut kepala sekolah menyampaikan bahwa semangat persatuan itu harus selalu kita bangun, bahwa kita adalah satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia. Siswa sebagai bagian dari pemuda harus memiliki jiwa pejuang yang kuat untuk turut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Sejalan dengan semangat sumpah pemuda itu, siswa harus menyadari bahwa dirinya adalah pelajar yang tugasnya belajar, maka ada guru atau tidak ada guru, maka tugasnya adalah belajar. Di saat sekarang ini sudah bukan saatnya lagi siswa sibuk dengan rambut gondrong dan berwarna, pakaian yang nyleneh dan tidak rapi, atau bahkan bersikap arogan dan berulah jagoan seperti seorang preman. Tindakan seperti ini tak ada gunanya, sia-sia yang hanya membuang waktu dan biaya, bahkan akan menjadikan dirinya tertinggal jauh dalam berbagai segi. Sikap seperti ini sudah seharusnya dihindari dan dijauhi, karena di luar sana ada ribuan siswa lain yang justru belajar tekun, memacu diri, berjuang, berebut dan berlomba meraih prestasi.

Upacara hari sumpah pemuda tahun ini merupakan momen istimewa, baik dari segi pelaksanaan maupun segi muatannya. Dari segi pelaksanaan bisa dibilang spesial, khidmat dan sangat tertib, terlebih dengan penampilan pasukan pengibar bendera khusus (paskibra) yang baru dilatih kurang lebih 2 bulan, dibawah bimbingan pembina paskibra Bapak Widodo, S.Pd. Momen istimewa yang kedua adalah prosesi serah terima 4 buah piala hasil kejuaran dari 3 cabang lomba di tingkat kabupaten Wonosobo. Piala yang pertama untuk sang Juara 2 cabang lomba membaca puisi atas nama Fadlika Putri Pitayani siswa kelas 9D. Piala kedua untuk sang Juara 3 cabang lomba mendongeng / bercerita atas nama Taufik Budi Utomo siswa kelas 7A. Piala ketiga untuk sang Juara 2 dan Juara 3 lomba OOSN cabang pencak silat atas nama Ica Rahmawati dan Dila Fatmawati Indayani. Keempat piala tersebut menambah jumlah koleksi piala hasil kejuaraan yang berhasil dimenangkan oleh SMP Negeri 2 Kepil. Piala-piala adalah bukti otentik dan merupakan tanda bahwa sekolah ini aktif, dinamis, terus bergerak dan siap bersaing menjadi sekolah berprestasi di kabupaten Wonosobo.

Sebagai apresiasi dan penghormatan atas raihan prestasi ini pihak sekolah memberikan hadiah berupa uang pembinaan kepada masing-masing siswa yang keluar sebagai juara sesuai dengan kategori dan tingkat prestasi. Demikian juga kepada guru pendamping / pelatih yang siswanya memenangkan lomba diberikan reward sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan oleh sekolah. Untuk kali ini ada 3 pembimbing dari rumpun mata pelajaran Bahasa Indonesia yang berhasil mendapatkan reward dari sekolah adalah 1) Ibu Sayekti Laras Supayaningsih, S.Pd., 2) Bapak Dwi Karyanto, S.Pd., 3) Ibu Ruti Sumarni, M.Pd., dan dari cabang pencak silat ada Bapak Dargo Syarif (pembina/pelatih ekstra kurikuler pencak silat). Kami atas nama sekolah menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih atas sumbangsih prestasi untuk SMP Negeri 2 Kepil.

Berikut ini beberapa gambar yang bisa menjadi catatan sejarah prestasi siswa-siswi SMP Negeri 2 Kepil, dan kelak akan menjadi prasasti yang tersimpan dalam teknologi cloud, yang dapat dibuka dan dicari melalui perangkat teknologi informasi.










Satu kalimat akhir yang menjadi bahan renungan bagi siswa bahwa mereka harus belajar dengan sungguh-sungguh, mereka harus serius dan tidak berbuat sekedar mencari sensasi atau yang justru menjadikan mereka terbelit dalam masalah. Mereka harus bersaing dari lebih dari 3,3 juta siswa yang duduk di kelas yang sama, ini diambil dari data total siswa SMP yang duduk di kelas 7, 8 dan 9 di seluruh Indonesia pada tahun 2019 yang berjumlah 9.981.216. Artinya mereka harus benar-benar belajar, berjuang dan berprestasi untuk memperebutkan dunia kerja pada waktu 10 tahun mendatang. Kesungguhan, kesadaran dan ketekunan menjadi kunci mereka untuk bisa meraih sukses di masa depan yang tantangannya semakin berat dan persaingannya semakin ketat.

Melalui peringatan hari Sumpah Pemuda ke-91yang mengambil tema Bersatu Kita Maju, marilah kita sebagai warga sekolah turut berpartisipasi aktif melalui pendidikan. Kita bangun siswa-siswi kita menjadi generasi muda yang bisa menghargai sejarah lahirnya semangat persatuan pemuda, dengan cara belajar dan berprestasi. Semangat belajar dan berprestasi ini yang akan mengantarkan siswa-siswi siap bekerja, siap berkarya dan siap bersaing di masa depan untuk membuat Indonesia kokoh dan semakin maju. Selamat beraktifitas, selamat berkarya, semoga sukses, insya-Alloh.

Rabu, 14 Agustus 2019

Juara 1 Kabupaten Kembali Diusung SMP Negeri 2 Kepil, Slogan "Spero Joss" Makin Terasa

Nama SMP Negeri 2 Kepil kembali disebut di ajang lomba tingkat kabupaten, berhasil meraih piala Juara 1 Kabupaten Wonosobo, kali ini dari cabang lomba Pidato. Piala dan hadiah diserahkan langsung oleh ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo, Ibu Fairuz Eko Purnomo (Istri bupati Wonosobo). Tiada kata yang lebih tepat selain ucapan "ALHAMDULILLAH" sebagai ungkapan syukur atas semua kebaikan, atas semua karunia, semua semua nikmat dan atas semua prestasi yang telah kita raih. Seakan tidak percaya, seakan mimpi, begitu banyak prestasi yang diraih dalam waktu yang relatif singkat, dalam hitungan kurang dari 1 bulan berhasil membawa pulang 3 piala sebagai Juara 1. Yah, semua terjadi atas ijin-Nya, yang hanya akan memberikan sesuatu karunia kepada siapa yang dikehendaki-Nya sebagai ijabah atas doa dan usaha yang telah dilakukannya.

Hari itu, Selasa 13 Agustus 2019, Fadlika Putri Pitayani salah satu siswa kelas 9C SMPN 2 Kepil  menjadi fokus perhatian karena berhasil meraih nilai tertinggi dan menjadi Juara 1 pada ajang Lomba Pidato yang berlangsung di gedung Korpri Wonosobo. Fadlika terpilih untuk mewakili kecamatan Kepil dan bersaing dalam ajang yang dikuti oleh 19 peserta (sekolah) dari 16 kecamatan.  Lomba pidato yang diprakarsai oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo itu mengambil tema Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Kriteria penilaian lomba  meliputi beberapa hal yang cukup komplek antara lain naskah, sistematika, kesesuaian isi (konten), improvisasi, vokal dan penampilan.

Atas kemenangan ini, tim dari SMP Negeri 2 Kepil berhak membawa pulang tropi/piala Juara 1 dan hadiah uang pembinaan sebesar Rp. 200.000. Kepala sekolah, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd. atas nama sekolah, mewakili pembantu pimpinan, dewan guru dan karyawan memberikan ucapan Selamat  dan apresiasi setinggi-tingginya kepada ananda Fadlika karena telah mengharumkan nama sekolah. Apresiasi dan ucapan selamat juga disampaikan kepada Ibu Ruti Sumarni, M.Pd. dan Bapak Eko Sutomas, S.Pd selaku pembimbing, pendamping sekaligus motivator yang telah sukses memberikan arahan, bimbingan dan motivasi hingga tim kita berhasil meraih sukses.

Beberapa prestasi yang diraih SMP Negeri 2 Kepil akhir-akhir ini benar-benar sebuah kejutan, seakan menjadi gebrakan baru dari sekolah yang sebelumnya nampak adem-adem saja. Banyak mata mulai terbuka untuk memandang, banyak telinga mulai melebar untuk mendengar, bahwa ada  SMP Negeri di ujung paling timur Wonosobo yang ternyata menyimpan potensi hebat, yang selama ini nampaknya tersembunyi karena belum tergarap. Disisi lain, kesuksesan yang diraih oleh SMP Negeri 2 Kepil beberapa merasa iri, dan yang pasti adanya rasa penasaran dan muncul tanda tanya, ada apa, karena siapa, sejak kapan, mengapa dan bagaimana. Inilah peran sosok-sosok yang menginspirasi yang mampu memotivasi semua civitas akdemika untuk selalu memperbaiki diri dari hari ke hari, yang mampu menyentuh nurani untuk saling menghargai, yang mau mengajak serta meneladani untuk aktualisasi potensi diri dan membangun rasa percaya diri untuk melakukan yang terbaik.

Sekecil apapun kebaikan adalah prestasi, harus dihargai dan diberikan apresiasi, demikian pesan yang sering disampaikan kepala sekolah saat breefing setelah doa pagi sebagai pembuka aktifitas pagi hari. Dari sini akan tercipta iklim untuk berprestasi, mulai dari setiap diri pribadi pada setiap lini. Prestasi diri pada setiap lini ini jika terakumulasi akhirnya akan menjadi "piramida sukses" dalam berbagai segi, mulai dari seni, teknologi, jasmani hingga ruhani. Sukses yang pada ujungnya bukan hanya sukses pribadi, namun lebih kepada sukses korporasi. Sukses korporasi atau sukses institusi merupakan hasil dari kolaborasi sukses pribadi. Sukses korporasi adalah sukses terbaik, sukses yang sesungguhnya, karena gaung dari sukses korporasi akan menjulang ke atas, menghunjam ke bawah dan menyebar ke samping, dimana efeknya akan lebih dahsat dari pada sukses pribadi. Dampak sukses korporasi itu laksana air jernih yang mengalir dari pegunungan, terasa segar dan menyejukkan dari sela-sela batu di hulu hingga di sela-pasir di pesisir. Inilah yang diimpikan, didambakan dan diharapkan oleh semua elemen pendidikan, kepala sekolah, dewan guru, staf-karyawan, siswa, orangtua siswa dan masyarakat.

Sukses korporasi adalah sesuatu yang besar, istimewa dan luar biasa, untuk mewujudkannya tentu tak semudah membalik telapak tangan. Namun begitu, sesuatu yang besar dan terasa berat bukan berarti tidak mungkin, selama ada kemauan untuk berusaha. Ibaratnya jika seseorang ingin mendapatkan mutiara, maka tidak mungkin diperoleh dengan hanya bersantai dan bermain-main di tepi pantai, namun ia harus menyelam ke dasar laut. Oleh karena itu, yang terbaik yang kita lakukan tiada lain  mencoba untuk fokus bekerja lebih ekstra, merawat semangat jiwa korsa, menjaga sinergi dan kerja sama, saling mengisi dan melengkapi, serta munajat dan doa kepada Alloh sebagai bentuk kepasrahan atas segala usaha yang telah dilakukan.

Akhirnya, marilah kita semua memperbaiki niat, dengan "Bismillah" kita kuatkan azam untuk berusaha mengabdikan diri bekerja memberikan layanan pendidikan yang terbaik. Apapun jabatan, posisi dan peran yang kita sandang saat ini, kita bisa memberikan sumbangsih yang berharga, walau mungkin kelihatannya kecil. Dengan satu harapan, semoga yang kelihatannya kecil itu bisa menjadi suluh dan andil dalam mencetak generasi calon pemimpin bangsa yang kita cinta ini. Selamat beraktifitas, selamat bekerja, selamat berkarya, semoga sukses. Salam Spero Joss.

Kamis, 08 Agustus 2019

Piala SMPN 2 Kepil Bertambah Lagi, Berhasil Menjadi Juara 1 Lomba Yel-Yel Genre Tingkat Kecamatan Kepil

Kunci sukses seseorang, kelompok dan lembaga adalah motivasi dan percaya diri. Itulah yang selalu dibangun terus di SMP Negeri 2 Kepil sejak awal tahun ajaran baru 2019/2020 ini. Kepala sekolah, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd dalam acara breefing setiap pagi selalu mengingatkan dan memberikan motivasi kepada guru untuk melakukan pelayanan yang terbaik kepada semua peserta didik. Guru, staf dan murid pada dasarnya sama, bahwa kita semua membutuhkan suntikan motivasi yang terus-menerus, membutuhkan inspirasi yang bisa membangunkan kesadaran terhadap sesuatu pekerjaan. Bahwa siapapun kita, jika kita punya motivasi yang kuat, jika kita mau bersungguh-sungguh maka kita pasti bisa melakukan yang terbaik. Motivasi itulah yang selalu harus kita bangun dalam mengelola sekolah, mengemban amanah pelayanan pendidikan siswa untuk meraih prestasi dan kesuksesan masa depan mereka.

Adanya rasa percaya diri dan motivasi yang kuat itulah yang mengantarkan SMP Negeri 2 Kepil kembali meriah sukses dalam even-even kejuaran. Setelah sebelumnya menjadi Juara 1 Desain Poster dalam FLS2N tingkat kabupaten Wonosobo, kini sebuah prestasi terbaru diraih kembali. SMP Negeri 2 Kepil menjadi Juara 1 dalam lomba Yel-Yel Program Generasi Berencana (Genre) kategori PIK Remaja. Dengan berhasil memenangkan lomba yang diikuti 27 peserta beregu ini, maka regu dari SMP Negeri 2 Kepil berhak mendapatkan piala, piagam dan uang pembinaan sebesar Rp. 250.000, Alhamdulillah.

Aspek yang dinilai dalam lomba ini meliputi koreografi, kreativitas, penampilan, kostum, isi materi dan ketepatan waktu. Kami atas nama sekolah mengucapkan Selamat dan Sukses atas prestasi ini. Lomba Yel-Yel Genre dilaksanakan pada hari Kamis, 8 Agustus 2019 di kecamatan Kepil. Regu Yel-Yel itu di-awaki oleh 3 siswa putri yang semuanya duduk di kelas 9 (sembilan) SMP Negeri 2 Kepil, yaitu :  Fadlika Putri Pitayani (koreografer dan ide), Bekti Khoirunnisa dan Andini (kreativitas). Dari video yang beredar di sekolah dan masyarakat diakui memang penampilan mereka hebat luar biasa. Apresiasi dan ucapan Selamat dan Sukses juga kami kepada kepala sekolah, guru pembimbing dan pembina OSIS. 

Yah, karena dibalik sukses Regu Yel-Yel ini ada sosok di balik layar yang menjadi inspirasinya. Yang pertama adalah Pak Hadi Wiyono selaku kepala sekolah dengan progres OSIS sebagai pasukan ELIT-nya sekolah telah memberikan motivasi dan kepercayaan tersendiri bagi OSIS. Yang kedua Ibu Ruti Sumarni, M.Pd sebagai guru pembimbing yang multi talenta, serta yang ketiga Bapak Irwan Susetyo Putro, S.Pd selaku pembina OSIS yang bekerja All-In dan All-Out seakan tak pernah merasa capek ataupun rasa lelah. Ditambah dukungan dan doa dari semua civitas akedemika yang lain akhirnya regu SMP Negeri 2 Kepil berhasil menyisihkan 26 peserta beregu yang lain dalam lomba tersebut.  Rupanya beliau-beliau semua terinspirasi kalimat motivasi "Hasil Tak Akan Pernah Menghianati Proses". Sesuatu yang hebat tidak mungkin dihasilkan dari proses yang serampangan, sekenanya dan apalagi dengan tidak serius. Diperlukan visi dan orientasi, diperlukan analisis dan perencanaan, diperlukan motivasi dan pengawasan, dan terakhir diperlukan kesungguhan dan ketulusan. Itulah yang menjadi dasar setiap mereka yang pernah mencapai sukses. 

Akhirnya, dengan mengutip arahan kepala sekolah "untuk terus berusaha memberikan layanan yang terbaik", mari kita membenahi niat untuk melakukan yang terbaik dalam memberikan pelayanan pendidikan. Semoga apa yang kita lakukan akan menjadi catatan dan tabungan kita, catatan dan tabungan kebaikan. Tidak akan pernah rugi orang yang berbuat kebaikan kepada orang lain, karena sejatinya setiap kebaikan dilakukan akan kembali kepada diri pembuatnya, demikian pula sebaliknya dengan keburukan. Semoga kita diberikan kemudahan untuk melakukan berbagai kebaikan dan dihindarkan dari perilaku keburukan. Selamat berkarya, selamat bekerja dan selamat bertugas, semoga sukses .... Aamiin. Salam Spero Joss.

Senin, 22 Juli 2019

Meraih Juara 1 di Kabupaten Wonosobo, SMPN 2 Kepil Siap Bersaing di Ajang FLS2N Tingkat Propinsi Jawa Tengah

Alhamdulillah, SMP Negeri 2 Kepil berhasil menjadi Juara 1 tingkat Kabupaten Wonosobo pada ajang FLS2N tahun 2019, ini adalah karunia dari Alloh SWT yang telah dilimpahkan kepada sekolah ini. Ananda TEVITA BRAVELO, siswa kelas 9D dibawah bimbingan Bapak Aris Winarno, S.Pd (guru Seni Budaya) berhasil menjadi Juara 1 dalam cabang lomba Desain Poster. Lomba yang dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2019 ini telah menorehkan prestasi bagi sekolah, dan ini adalah prestasi hebat dan menjadi kebanggaan yang luar biasa. Atas prestasi ini, SMP Negeri 2 Kepil mendapat kesempatan maju untuk berlaga di tingkat propinsi dalam ajang yang sama, yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 6-7 Agustus 2019, bertempat di Hotel Puri Garden dan BPM Dikjur Jawa Tengah yang berlokasi di Jalan Brotojoyo Plombokan Semarang.

Bismillah, itulah kata yang selalu disuarakan untuk membangun kekuatan dan semangat baru. Sangat tepat jika kepala sekolah baru memakai tagline kata Bismillah. "Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH", kata ini kini telah menjadi slogan baru, menjadi kekuatan baru di tahun ajaran baru. Slogan tersebut terpasang dalam Banner selamat datang yang terangkai dengan beberapa kata penuh motivasi, penuh semangat dan menjadikan energi positif untuk melangkah lebih mantab di tahun ajaran baru. Secara lengkap banner itu bertuliskan "Selamat Datang Di Sekolah Sejuta Impian, SMP Negeri 2 Kepil, Awali Suksesmu Dari Sini - Mulailah Segala Sesuatu Dengan Bismillah". Ini adalah salah satu upaya membangun sikap optimis meraih prestasi dan jiwa yang penuh harap kepada limpahan rahmat dan karunia dari Alloh SWT.

Yah, mengawali tahun ajaran baru 2019/2020 banyak hal baru yang nampak di SMP Negeri 2 Kepil. Pejabat kepala sekolah baru SMP Negeri Kepil, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd., yang secara resmi diterimakan ke komite sekolah pada tanggal 5 Juli 2019 telah memberikan warna baru dalam pengelolaan manajemen sekolah. Dimulai dari pembiasaan disiplin yang diberlakukan bagi semua civitas akademika tanpa terkecuali, guru, staff dan siswa. Sebelum rangkaian KBM yang dimulai pukul 07.00 suasana sekolah sudah nampak hidup dengan diperdengarkannya suara penggugah ruhani berupa pembacaan murotal (ayat-aya Al-Quran). Lalu pada pukul 07.00 terdengar bunyi bel tanda aktivitas KBM dimulai, siswa masuk kelas untuk kegiatan pembiasaan, kegiatan kerohanian yang berupa pembacaan Asmaul Husna dan/atau Tadarus Juz 'Amma.

Hal baru lainnya adalah adanya doa bersama bagi guru dan staff, dilakukan setiap hari pada saat siswa melakukan kegiatan pembiasaan pagi. Bertempat di ruang guru, kepala sekolah bersama jajaran wakil pimpinan, guru dan staff melaksanakan doa bersama yang di pimpin guru agama atau wakil pimpinan, kemudian dilanjutkan breefing pagi hingga menjelang pelajaran pertama dimulai. Dengan doa bersama dan breefing pagi yang dilakukan setiap hari dengan sendirinya menjadi pembiasaan baik bagi semua jajaran pimpinan, guru dan staff, diantaranya menjadi lebih disiplin dan terkontrol (malu jika terlambat), selalu koordinasi dan mendapatkan titik temu setiap permasalahan yang terjadi, dan selalu mendapatkan suntikan semangat dan motivasi untuk melakukan pengabdian yang terbaik dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada semua peserta didik.

Kebersihan lingkungan adalah salah satu fokus yang terus diupayakan agar tercipta lingkungan yang bersih, rapi, indah dan asri. Upaya pencapaian target menjadi sekolah Adiwiyata pada tahun 2020 bukan pekerjaan yang ringan, namun dengan semangat, usaha dan kerja keras insya-Alloh akan terwujud. Beragam rencana pengembangan sekolah telah diagendakan dan disosialisasikan oleh kepala sekolah, antara lain: # renovasi pintu gerbang (pintu masuk) agar lebih aman dan lebih mudah saat pengendara motor/mobil keluar masuk ke lokasi sekolah, # pembuatan tempat parkir motor siswa pada tempat yang khusus agar lebih rapi, aman dan terlindungi, # penyediaan tong sampah yang khusus agar pengelolaan sampah bisa mendukung program kebersihan sekolah dan # pembinaan sikap dan mental siswa yang lebih terprogram dalam berbagai bidang.

Akhirnya, marilah kita semua turut andil dalam memajukan pendidikan, baik sebagai guru, sebagai siswa, sebagai orangtua/wali atau sebagai masyarakat agar terwujud harapan dan cita-cita pendidikan untuk membangun generasi yang muda yang cerdas, terampil, berprestasi, berakhlak mulia dan peduli lingkungan, insya-Alloh. Kami berharap bantuan doa semoga SMP Negeri 2 Kepil bisa lebih maju dan lebih berprestasi, bisa berbagi manfaat bagi lingkungan masyarakat dan negara. Selamat beraktifitas, selamat belajar, selamat berkarya, semoga sukses, Aamiin.