text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Guru. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2022

Motivasi Guru Penggerak, Jadilah Inspirasi (bagian 1)

Program Guru Penggerak (PGP) angkatan 10 telah dibuka, ragu mau daftar apa tidak. Ragu, sebenarnya apa sih menariknya menjadi guru penggerak? Ngutip kata Pak Nadiem (Menteri), Guru Penggerak adalah ujung tombak transformasi pendidikan Indonesia. Diharapkan dengan hadirnya Guru Penggerak, pendidikan lebih berpihak pada anak sehingga tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter yang baik sesuai dengan Pancasila. Hal ini salah satu di antaranya yang membuat Guru Penggerak menjadi sangat booming dan banyak yang tertarik untuk bisa ikut dalam kegiatan yang menjadi program unggulan dari kementerian pendidikan. Guru Penggerak, inilah tema tulisan kali ini, yang akan menjadi pembuka untuk tulisan berikutnya, selamat menikmati, semoga menginspirasi.

Inspirasi tulisan ini berawal dari hadirnya Guru Penggerak yang mengisi acara ketika saya mengikuti Bintek Pemanfaatan Peralatan TIK (Hotel Grand Mercure Solo, 2-4 November 2022) yang dilaksanakan oleh Direktorat SMP. Dan, ternyata salah satu nara sumbernya berasal dari Wonosobo, saya yang notabenenya  guru di Wonosobo tapi belum pernah bisa berkomunikasi dan tatap muka secara langsung dengan beliau. Adalah Ibu Asih Prihatin, S.Pd., guru bahasa Inggris di SMPN 1 Selomerto yang saat ini berusia 36 tahun, dan terdata sebagai guru penggerak angkatan 6. Namanya sangat dikenal di Wonosobo bahkan di Jawa Tengah sejak dinobatkan sebagai Duta Rumah Belajar Terinovatif Nasional 2019 dari Provinsi Jawa Tengah. Semuanya berawal setelah beliau berhasil menyelesaikan semua level (level 1 - 4) dari Program Pemba-TIK (Pembelajaran berbasis TIK), dimana saya juga ikut menjadi peserta tetapi berhenti di level 2 saja, berhenti karena banyak tugas online yang tidak selesai,  lalu mengambil dalih, mungkin itulah skenario Alloh.

Skenario Alloh memang di atas segalanya, banyak hal terjadi di luar yang dipikirkan. Dulu sekali, sekitar tahun 2004 ada guru kecil yang sama sekali tidak dikenal namanya, Alloh titipkan padanya sedikit ilmu yang masih langka  (cara mengoperasikan laptop dan LCD), yang membuatnya sering disuruh mendampingi pejabat dinas pendidikan/kantor pemerintah untuk melayani ketika mereka presentasi. Sungguh kuasa Alloh semata, beberapa tahun kemudian ia berkesempatan menjadi orang yang melakukan presentasi, hingga berulang kali, bahkan ada yang skala nasional. Tahun itu, ketika diketikkan namanya di google maka yang muncul adalah profil, gambar dan berita terkait dirinya. Jika Alloh akan memberi tiada satupun yang bisa mencegah, demikian juga jika Alloh akan mengambil tiada satupun yang bisa menahan, itulah rahasia Ilahi. Manusia tidak harus tahu apa yang akan terjadi, yang terjadi tidak harus sesuai yang diharapkan dan tidak harus sesuai espektasi, tetapi pastinya Alloh telah pilihkan apa yang harus dijalani. Pelajaran bagi manusia bahwa ilmu dan kuasa manusia sangat terbatas dan sebaliknya ilmu dan kekuasaan Alloh mutlak dan tidak terbatas.

Inspirasi Bu Asih membawa ingatan saya melompat mundur 16 tahun yang lalu, dimana tahun 2006 adalah awal mula disibukkan dengan kegiatan berkaitan dengan IT (komputer). Saya tidak tahu apa yang mendasari pihak sekolah dan dinas pendidikan menunjuk saya untuk dikirim dalam berbagai kegiatan pelatihan, kemudian menangani berbagai aplikasi pendataan, mulai dari Jardiknas, Padati web dan Dapodik pada tahun-tahun awal diluncurkan. Jika ditilik dari latar pendidikan yang lulusan pendidikan teknik mesin, sebenarnya pekerjaan itu tidak klop dengan saya yang bukan dari jurusan komputer. Tapi itulah misteri kehidupan, terkadang yang terjadi tidak sesuai yang dipikirkan dan tak pernah terbayangkan. Puncaknya, ada satu momen yang tak pernah terbayangkan, mendapat tugas istimewa, ditunjuk untuk mewakili kabupaten (1. Kepala Dinas Pendidikan 2. Koordinator ICT) dalam acara Forum Nasional Jejaring Pendidikan Nasional (Fornas Jardiknas) dilaksanakan di Malang Jawa Timur. Diperlakukan layaknya tamu negara, tinggal di hotel bintang lima, berangkat pagi pulang sore dengan Bis Mewah yang dikawal kendaraan Patroli Polisi. Alhamdulillah - sungguh beruntung, kata paling tepat untuk mewakili ungkapan perjalanan kehidupan ini. Sungguh, saya bukan siapa-siapa, tidak punya kapasitas apa-apa, dan tidak apa-apanya, I am Nothing. 

Saya hanyalah "Remukan Peyek di Kaleng Khong Guan", sebagai gambaran sesungguhnya tentang diri saya (maaf Bu Kesi, pepatahnya saya pinjam). Setelah acara nasional itu, secara beruntun sekolah kami mendapat program dari Kementerian, antara lain Block Grant untuk pelatihan Guru, Pustakawan, Tata Usaha dari berbagai sekolah, SD, SMP, SMA/K se-kabupaten Magelang. Dalam pelatihan ICT yang berjilid-jilid itu kembali saya dipasang menjadi salah satu tutornya (instruktur) bersama dua orang nara sumber lain yang memang berlatang belakang pendidikan IT. Setelah pelatihan Block Grant selesai, kemudian menyusul pelatihan-pelatihan berikutnya setelah beberapa sekolah mengajukan permintaan untuk pelatihan ICT bagi semua guru dan karyawannya, jadilah pelatihan terus berlanjut hingga akhir 2009. Selain sebagai pusat pelatihan ICT, sekolah kami membuka jurusan baru, Teknik Komputer & Jaringan. Dan lagi-lagi "remukan peyek ini" yang dipasang sebagai ketua jurusan TKJ, jurusan dengan bidang ilmu yang sama sekali berbeda, sungguh, ini semata-mata karena Alloh Yang Maha Kuasa.

Kuasa Alloh tidak terbatas, ilmu Alloh sepenuh langit dan bumi, dari yang nampak hingga yang ghaib. Sementara manusia sangat terbatas, logika dan nalarnya tidak mungkin dapat menjangkaunya. Sesuatu yang sulit dan mustahil menurut logika manusia, bagi Alloh sangat mudah dan semua bisa saja terjadi. Demikianlah yang terjadi pada kehidupan seseorang, semua tak luput dari genggaman dan kuasa Alloh. Makanya seseorang yang nampak hebat, keren dan sukses, sesungguhnya bukanlah karena dia hebat, tetapi Alloh yang membuatnya hebat, keren dan sukses. Demikian juga sebaliknya jika karena sesuatu hal, lalu Alloh hendak mengambilnya, maka sangat mudah bagi Alloh, semudah membalik tangan. Keyakinan seperti ini yang akan membuat manusia tidak terbang melayang saat hidupnya cemerlang, dan tidak terlalu risau saat hidupnya terasa banyak ranjau. Karena sesungguhnya tugas manusia adalah berusaha dan berdoa, berusaha menjalankan amanah yang telah Alloh pilihkan, berdoa untuk diberikan kekuatan.

Sebagai penutup di paragraf akhir, tulisan yang agak panjang ini sesungguhnya tidak lain hanyalah bentuk suport dan motivasi kepada teman-teman guru calon guru penggerak. Saya bukan siapa-siapa, saya hanya guru biasa, saya bukan guru penggerak dan sudah tidak bisa ikut guru penggerak karena usia yang kadaluwarsa, tetapi hati saya tergerak untuk ikut berbagi inspirasi. Teman-teman calon guru penggerak, jika Anda masih memenuhi syarat, atau telah terdaftar, atau sudah masuk di tahap 1, 2 dan tahap akhir, ketahuilah bahwa Anda telah dituntun Alloh menuju jalan yang benar. Benahi niat, perkuat semangat dan yakinkan bahwa Anda bisa menyelesaikan hingga babak akhir. Sungguh, Anda sudah terpilih, artinya ANDA PASTI MAMPU, syarat-nya JIKA ANDA MAU. Ini adalah kesempatan Anda untuk belajar banyak hal terkait ilmu-ilmu yang pastinya bermanfaat untuk pembelajaran dengan moda terbaru, dan selebihnya akan terbuka kesempatan bagi Anda untuk BISA BERBAGI. Nah kesempatan bisa berbagi itulah kesempatan istimewa dan mahal harganya. 

Ayo semangat teman-teman dari SMP Negeri 2 Kepil; Pak Bagus, Pak Dwi, Bu Kesi, semangat juga teman-teman di MGMP Informatika; Pak Elang, Pak Rio, Bu Liza, dan ayo genjot terus yang sudah di tahap akhir; Pak Sartana dan Bu Tami. Nah, pada tulisan edisi selanjutnya akan saya tuliskan apa dan bagaimana guru penggerak menurut prespekti saya. Selamat beraktifitas, selamat berkarya, semoga sukses. (241207).

Jumat, 18 November 2022

"Tubuhku Ada Disini, Tetapi Tidak Jiwaku", Inspirasi Guru SMPN 2 Kepil Meraih Juara 1 - HUT PGRI Cabang Kepil

Tahun 2022 ini, perayaan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI 2022 mengusung tema “Guru Bangkit, Pulihkan Pendidikan: Indonesia Kuat, Indonesia Maju”. Pengurus PGRI Cabang Kepil mengadakan / melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka menyongsong peringatan HUT PGRI. Beberapa jenis kegiatan yang dilaksanakan antara lain; 1. Ziarah ke makam Alm. Dr. Sulistiyo, M.Pd (Ketua PGRI), Pertandingan Bulutangkis, Tenis Meja, Tari Klasik, Silaturahmi Anggota dan Jalan Sehat. 

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, hari ini Sabtu 19 Nopember 2022 jajaran pengurus PGRI Cabang Kepil melaksanakan kegiatan Silaturahmi Anggota. Kegiatan yang merupakan puncak acara HUT PGRI di kecamatan Kepil ini mengundang guru-guru semua jenjang sekolah di kecamatan Kepil. Bertempat di halaman Kantor Kecamatan Kepil dengan menghadirkan tamu spesial, Bupati Wonosobo (H. Afif Nurhidayat, S.Ag.), Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Wonosobo (Drs. Tono Prihatono), Ketua PGRI Wonosobo (Drs. Suratman), Camat Kepil beserta jajaran pejabat dan keamanan di kecamatan Kepil. 

Dalam kegiatan tersebut ada beberapa acara, antara lain sambutan Ketua PGRI Wonosobo dan pastinya sambutan Bupati. Ada sesi pemberian tanda terima kasih (cinderamata) kepada salah satu anggota PGRI Kepil yang punya cerita spesial. Adalah Bapak Slamet dari SDN Ropoh yang diundang secara khusus dan berkesempatan untuk menyampaikan sambutan di atas panggung. Kepada Bapak Bupati dan Kepala Dinas yang berada disampingnya ia bercerita bahwa hingga ia "dipensiunkan" oleh sekolah (karena usia yang sudah sepuh) tetapi masih berstatus wiyata bakti (honorer) sebagai penjaga sekolah dengan pengabdian selama 39 tahun. Sungguh suatu pelajaran dan inspirasi keikhlasan dalam pengabdian kepada negara dalam bidang pendidikan. 

Acara dilanjutkan dengan penampilan Tari Klasik yang berhasil menang dalam lomba, yang diperankan oleh Bapak Kanang Irawan dari SMPN 3 Kepil. Berikutnya adalah pengumuman cabang lomba khusus yaitu Menulis Artikel Populer yang diikuti beberapa guru yang merupakan utusan sekolah dan dipilih dari guru yang dianggap berbakat dalam hal tulis menulis. Sungguh kejutan, surprise dan kebahagiaan bagi sekolah, salah satu yang baru belum lama bergabung di SMPN 2 Kepil keluar sebagai pemenang. Dyah Wari Sukesi, S.Pd. (Guru BK), dinyatakan sebagai Terbaik 1 dalam Lomba Menulis Artikel Populer dengan tema yang ditentukan oleh panitia, yaitu 1) Diferensiasi Pembelajaran, 2) Hukum & Tupoksi Guru, 3) Pungutan Sekolah dan 4) Tiga Dosa Besar Pendidikan. "Tubuhku Ada Disini, Tetapi Tidak Jiwaku", menjadi kata penggugah jiwa yang berhasil menginspirasi Bu Kesi dalam membuat tulisan itu menjadi yang terbaik.

Selamat dan Sukses untuk Bu Kesi atas prestasi terbarunya, yang telah mempersembahkan piala dan nama baik untuk SMPN 2 Kepil. Selamat juga kepada semua guru (semua jenjang pendidikan) di kecamatan Kepil, mari lanjutkan terus untuk bekerja, berkarya dan mengabdi untuk kemajuan negeri yang bisa kita lakukan dari dunia pendidikan. Selamat beraktifitas, selamat berkarya, semoga sukses.

Berikut beberapa dokumentasi kegiatan hari ini yang diperoleh dari beberapa sumber.






Rabu, 25 November 2020

Tugas Pokok dan Fungsi Guru dalam Menghadapi Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0

"Menjadi guru bukanlah pengorbanan, melainkan kehormatan. Mereka telah memilih jalan terhormat untuk masa depan cemerlang," itulah kata penting yang sarat makna, suatu penghormatan kepada guru yang disampaikan tepat 6 tahun yang lalu oleh Anies Baswedan yang saat itu menjabat Mendikbud seusai upacara peringatan Hari Guru Nasional. Dari sini maka seorang guru harus bisa memosisikan tanggung jawab mendidik anak-anak bangsa bukan dijadikan sebagai beban, tetapi merupakan kehormatan. Artinya, guru adalah profesi yang sangat mulia dengan tugas utama menunaikan salah satu amanat proklamasi kemerdekaan RI untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.

Guru adalah agen perubahan (agent of change). Guru adalah garda terdepan dalam pembangunan pendidikan. Guru-guru harus melaksanakan tugasnya dengan penuh sukacita, karena ibaratnya, mereka adalah para pelukis, pengukir, atau arsitek bagi masa depan generasi muda Indonesia. Setiap langkah, tutur kata, dan karya guru adalah ikhtiar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru harus benar-benar menghayati dan mencintai pekerjaannya. Guru harus mengajar dan mendidik setiap siswanya dilandasi oleh panggilan hati nurani.

Panggilan hati nurani itulah yang menggerakkan seseorang untuk menjadi guru dan langsung terjun melaksanakan tugas tanpa ribet berfikir apa yang harus dilakukan sebagai guru. Banyak yang sudah lama berkecimpung, bekerja dan bertugas sebagai guru tetapi tidak begitu paham apa sebenarnya yang menjadi tugas pokok dan fungsinya, bukan karena tidak mau tahu, tapi mungkin karena terlalu sibuk dan tidak ambil pusing dengan definisi guru, tugas pokoknya apa dan juga apa fungsi serta tantangan yang dihadapi di era saat ini. Nah, di sini kita akan sedikit belajar bersama berbagai hal tersebut dalam paparan yang sederhana dan mudah dipahami.

Tugas Pokok dan Fungsi Guru

Guru merupakan tenaga profesional dengan tugas pokok mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Tugas pokok guru tersebut dilakukan pada satuan pendidikan anak usia dini jalur (PAUD), dan pendidikan formal mulai TK-SMA/K, dan SLB. Tugas Pokok Guru Sesuai Permendikbud 15 Tahun 2018.

Dalam melaksanakan tugasnya seorang guru memiliki 5 (lima) kegiatan (tugas) pokok. 

  1. Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan, yang dilakukan melalui kegiatan : a) mengkaji kurikulum dan silabus pembelajaran, pembimbingan, dan program kebutuhan khusus pada satuan pendidikan. b) menyusun program tahunan dan semester sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. c) membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembimbingan sesuai standar proses.
  2. Melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan yang dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan kedua ini merupakan pelaksanaan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau Rencana Pelaksanaan Bimbingan (RPB). Pelaksanaan pembelajaran terpenuhi apabila guru mata pelajaran paling sedikit mengajar 24 jam dan paling banyak 40 jam Tatap Muka/minggu. Sedangkan pelaksanaan pembimbingan oleh Guru BK atau TIK dengan membimbing paling sedikit 5 (lima) rombongan belajar per tahun.
  3. Menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan. Menilai merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi hasil pembelajaran atau pembimbingan. Kegiatan penilaian ini digunakan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada tiga aspek yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
  4. Membimbing dan melatih peserta didik. Membimbing dan melatih peserta didik dapat dilakukan oleh pendidik melalui kegiatan kokurikuler dan/atau kegiatan ekstrakurikuler. 
  5. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan Beban Kerja Guru. Tugas tambahan yang diemban oleh guru memiliki ekuivalensi dengan beban mengajar. Artinya tugas tambahan dari guru disetarakan dengan jam mengajar tatap muka/minggu.

Tugas tambahan Guru dan Ekuivalensinya
Disamping tugas utama sebagai guru, beberapa guru mata pelajaran yang diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah, ketua program keahlian, kepala perpustakaan, laboratorium, dan kepala bengkel. Dalam menjalankan tugasnya diekuivalensikan dengan mengajar sebanyak 12 jam tatap muka/minggu. Sedangkan bagi Guru BK atau TIK, tugas tambahan di atas diekuivalensikan dengan membimbing 3 (tiga) rombongan belajar per tahun. Bagi guru pembimbing khusus pada pendidikan inklusif atau pendidikan terpadu beban tugasnya diekuivalensikan dengan 6 jam tatap muka/minggu.

Pemberian tugas tambahan tersebut diberikan kepada guru untuk pemenuhan beban kerja dalam melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan. Tugas tambahan bagi guru dalam rangka memenuhi beban kerja, dilaksanakan pada satuan administrasi pangkalnya atau satminkal. Sedangkan tugas tambahan lain yang diakui ekuivalensinya terkait dengan pemenuhan beban kerja adalah wali kelas, pembina OSIS, dan pembina ekstrakurikuler. Selain itu menjadi koordinator PKB, PKG, koordinator BKK pada SMK dan penilai PKG dengan nilai ekuivalensi 2 jam tatap muka/minggu. Tugas tambahan dengan nilai ekuivalensi 1 jam tatap muka/minggu diberikan kepada guru piket dan ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama. Guru yang mengemban tugas sebagai pengurus organisasi profesi tingkat Nasional 3 jam, Provinsi 2 jam, Kabupaten/Kota 1 jam tatap muka/minggu.

Tantangan Guru di Era Revolusi 4.0

Perkembangan zaman yang terus berubah dan bergerak membuat tugas guru juga berubah dan terus berkembang seiring perkembangan teknologi yang terus tumbuh dengan produk-produk inovatif terbaru. Oleh karena itu tugas guru juga berubah, tidak ringan tetapi sebaliknya justru semakin berat dengan banyaknya tantangan baru. Guru saat ini tidak hanya sebagai pelaksana dari kurikulum, tetapi harus mampu menjawab tantangan yang harus dihadapi oleh guru saat ini, terutama cara memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik yang karakteristiknya kini telah berubah.

Karakteristik peserta didik saat ini berbeda dengan peserta didik di masa 10-20 tahun yang lalu. Mereka adalah para generasi Z yang terlahir di era ketika semua informasi sudah terkoneksi. Peserta didik saat ini akan mengekspresikan kesantunan, sikap hormat, dan kepatuhannya kepada seorang guru melalui cara yang berbeda pula. Apa yang mereka lihat, mereka dengar, dan mereka rasa langsung akan diaktualisasikan dalam reaksi spontan secara lugas dan tanpa basa-basi. Disini lah guru dituntut mampu mempelajari dan menyesuaikan banyak hal yang baru, misalnya; cara menggunakan teknologi, untuk pembelajaran, membuat media yang menarik bagi peserta didik hingga cara dan strategi menghadapi generasi yang kini menjadi peserta didiknya pada era revolusi 4.0. 

Guru harus mengikuti perkembangan (updating skills) pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru harus mempunyai bekal pengetahuan berbagai hal tentang konsep pembaharuan dalam pendidikan, tentang paradigma pembelajaran terkini (Technology based, Scientific approach) agar dapat  menjadi agent of change ketika menjadi pengajar , pendidik atau pengelola yang inovatif dan motivatif di era Revolusi Indsutri 4.0. 

Revolusi Industri 4.0 banyak membawa perubahan dalam kehidupan manusia, yang secara fundamental telah mengubah cara beraktivitas manusia dan memberikan pengaruh yang besar terhadap dunia kerja. Pengaruh positif revolusi industri 4.0 berupa efektifitas dan efisiensi sumber daya dan biaya produksi meskipun berdampak pada pengurangan lapangan pekerjaan. Era Revolusi Industri 4.0 membutuhkan tenaga kerja termasuk guru yang memiliki keterampilan dalam literasi digital, literasi teknologi, dan literasi manusia yang digabung menjadi Literasi Baru yang akan membuat guru kompetitif.

  • Literasi digital terkait dengan kemampuan membaca, menganalisis dan membuat konklusi berpikir berdasarkan data dan informasi (big data) yang diperoleh. 
  • Literasi teknologi terkait dengan kemampuan memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi dan bekerja berbasis produk teknologi untuk mendapatkan hasil maksimal.  
  • Literasi manusia terkait dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan inovatif.
Kemampuan literasi baru ini menjadi modal bagi guru  untuk bisa menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif, tidak monoton hanya bertumpu pada satu metode pembelajaran yang bisa saja membuat para peserta didik tidak berkembang. Seorang guru diharapkan jangan pernah berhenti belajar (never stop learning). Dengan terus belajar maka diharapkan guru akan semakin meningkat dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0. 

Terkait dengan kompetensi guru yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 terbagi dalam 4 jenis kompetensi yang biasa disebut dengan 4C, yaitu :
  1. Critical thinking (berpikir kritis), 
  2. Collaboration (kolaborasi), 
  3. Communication (komunikasi), dan  
  4. Creativity (kreativitas). 
Singkatnya seorang guru hendaknya berpikir kritis dan mempunyai solusi dari setiap masalah (problem solving), bisa berkolaborasi lintas jaringan, lincah dan mempunyai jiwa kewirausahaan. Dengan begitu diharapkan seorang guru tidak menjadi guru lontong basi, guru dengan gaya masa lalu yang ketinggalan teknologi. Guru lontong basi adalah guru yang gaya mengajarnya masih meniru guru zaman dahulu saat mereka sekolah, padahal kini zaman sudah masuk era teknologi.

Akhirnya, sebagai insan pendidikan guru diharapkan selalu optimis dan memiliki keyakinan yang kuat, bahwa siapa saja yang mau belajar pasti akan bisa, itu juga kan yang disampaikan kepada peserta didik saat memberikan motivasi. Ilmu terkait dengan kompetensi guru banyak tersebar dan tersedia di sekitar kita, ilmu itu ada dimana-mana, bagaikan air yang ada di kendi-kendi atau saluran pipa-pipa berkran, jika kita mau membuka kran atau penutupnya maka mengalirlah air itu. Kata kuncinya, hanya kemauan, kemauan untuk belajar, kemauan untuk maju.
Selamat belajar, selamat beraktifitas, selamat bekerja, semoga sukses.

Kamis, 13 Agustus 2020

Guru Pejuang Pendidikan, Anak-anak, Belajarlah dari Sosok Gurumu

Agustus adalah bulan bernuansa perjuangan, maka kami mencoba membuat tulisan bertema perjuangan guru. Walau tidak minta dihormati dan dihargai layaknya pahlawan, tetaplah guru adalah sosok pejuang, pejuang pendidikan. Bahwa dalam kesederhanaannya guru adalah pejuang yang selayaknya diberikan apresiasi dan penghormatan, bukan untuk membesarkan hati, tetapi sebagai bentuk pembelajaran dan motivasi kepada para murid, orang tua wali dan masyarakat. Tema ini sengaja kami tuliskan dengan harapan bisa memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak untuk tetap belajar dengan baik dan optimal di masa pandemi Covid-19, dengan sebuah prinsip bahwa dalam kondisi sesulit apapun cita-cita dan masa depan haruslah diraih dengan penuh perjuangan.

Penuh perjuangan, itulah inti rangkaian dari kisah Si Udin (Manusia Marbot) yang menjadi viral dan inspiratif bagi dunia pendidikan beberapa hari ini, khususnya di Yogyakarta. Disadur dari sepenggal kata sambutan yang disampaikan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam acara pengukuhan dua guru besar UNY, Prof. Dr. Sri Wening, M.Pd., dan Prof. Ir. Moh. Khairudin, M.T., Ph.D, bertempat di  Auditorium UNY, Sabtu, 8 Agustus 2020. Rektor UNY, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd, menyampaikan sebuah kisah berjudul “Sebuah Inspirasi Dari Masjid Jogja: UDIN, yang tidak lain adalah Prof. Ir. Moh. Khairudin, M.T. Ph.D., dalam perjalanan hidupnya, yang diawali kisahnya dari seorang marbot, akhirnya menjadi seorang profesor, gelar tertinggi dari jabatan seorang dosen". Perjalanan UDIN dari MARBOT MASJID  jadi PROFESOR, secara singkat penulis rangkum sebagai berikut.

Tahun 1998, dia ke Jogja, sebagai mahasiswa baru UNY, jurusan elektro. Kehidupannya yang tidak berkecukupan membuatnya prihatin, kuliah, tinggal dan mengurus masjid Al Amin, menjadi marbot dan jualan tempe. Setiap pagi setelah subuh, dia kayuh sepeda bututnya, mengambil tempe dan mengantar ke langganannya. Setelah itu, kembali ke masjid untuk membersihkan masjid, kemudian mengayuh sepedanya di kampus yang jaraknya sekitar 5 km. Kadang malam hari selepas isya dia masih mengantar tempe ke langganannya yang lain. Tak jarang dia pulang ke masjid di sela-sela jam kuliahnya untuk melantunkan adzan dhuhur atau ashar. Kemudian balik lagi ke kampus untuk meneruskan kuliahnya. Sepulang kuliah, dia mengajar anak-anak mengaji di TPA masjid. Berpuluh anak belajar a-ba-ta-tsa,.... darinya. Tepuk anak sholeh dan lagu anak TPA pun diajarkannya. Setiap malam kamis, pengajian rutin disiapkannya. Sebagai marbot masjid, dia mengangkat minum dan snack, membagikan ke jamaah yang hadir mengaji. Setelahnya, dia merapikan lagi tikar gelaran tadi, menyapu dan mengepelnya agar kembali bersih dan rapi seperti semula.

Alhamdulillah, akhirnya si-Udin lulus dengan predikat cumlaude. Kemudian ia meneruskan kuliah S2 di ITS Surabaya. Selang berapa tahun, dia kembali ke kampung dan membeli rumah di dekat dengan masjid yang dulu dia rawat. Kali ini berbeda, tidak sebagai marbot masjid, dia sudah menjadi dosen di UNY dan sudah lengkap dengan gelar Ph.D (Philosof of Doktor, gelar S3 dari luar negeri) dan lengkap dengan keluarga beserta tiga orang anak. Bertahun berlalu, Udin yang dulu mengayuh sepeda bututnya, sekarang sudah mengendarai mobil saat menuju kampus UNY tempat bekerjanya. Sesekali masih dikayuh sepedanya untuk berolah raga. Dan perjuangan panjang itu telah berbuah manis, tepat tanggal 8-8-2020 mendapatkan anugerah Profesor (gelar jabatan tertinggi seorang dosen). Profesor Khairudin, di usia sangat muda.

Cerita ini sengaja penulis sajikan dengan tujuan untuk memberi motivasi kepada murid-murid SMPN 2 Kepil semuanya, agar menjadi inspirasi untuk semangat meraih cita-cita. Bahwa kondisi wabah Covid-19 saat ini tidak boleh menjadi alasan untuk berbuat semaunya, bermalas-malasan atau malah menjadi kesempatan untuk mangkir dari segala kegiatan pembelajaran. Masa depan kalian ditentukan oleh sikap, mental dan perilaku kalian sejak saat ini. Orangtua di rumah dan bapak-ibu guru di sekolah hanyalah membantu mengarahkan, memfasilitasi, memotivasi dan bimbingan bagi kalian meraih sukses. Keberhasilan dan kesuksesan kalian sangat bergantung pada semangat, motivasi dan usaha kalian sendiri.

Kalian semuanya harus punya cita-cita yang mulia, semangat yang hebat, motivasi yang tinggi dan usaha yang luar biasa. Hikmah dari cerita di atas bahwa mereka yang sukses adalah mereka yang menjalani dengan penuh kesungguhan. Sekaya apapun orang tua dan sehebat apapun guru tidak akan berpengaruh besar jika kalian tidak punya niat dan greget untuk sukses. Bertepatan dengan bulan Agustus yang bernuansa perjuangan kemerdekaan ini, kami mewakili bapak ibu guru mengajak kalian semua, mari kuatkan kembali semangat dan motivasi untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik. Masa depan kalian ada di tangan kalian, kebahagian keluarga kalian ada di pundak kalian dan kemakmuran negeri ini bergantung pada kesuksesan kalian.

Sebagai motivasi tambahan untuk tetap bersemangat, coba amati perjuangan bapak-ibu guru di sekolah, lihat pengorbanan mereka. Amati motor dan helm mereka yang terlihat butut karena lelah di perjalanan, lihat jaket dan tas mereka yang telah berubah warna karena setiap hari terpanggang terik matahari, rasakan pula betapa capeknya fisik mereka sekedar untuk berbagi ilmu, hikmah dan pelajaran. Mereka, bapak ibu guru juga memiliki putra-putri, ada yang sudah bekerja dan berkeluarga, ada yang masih sekolah, ada yang seusia kalian, ada yang sudah SMA, ada yang sudah kuliah, bahkan ada juga yang masih kecil-kecil. Mereka rela pergi ke sekolah setiap hari meninggalkan putra-putri mereka di rumah, mereka berusaha untuk mempersiapkan dan memberikan pembelajaran yang terbaik agar kalian tetap bisa belajar yang baik dan optimal di tengah pandemi ini. Maka hargai dan hormati bapak ibu guru, mereka bekerja dan berjuang agar kalian tetap bisa belajar dengan baik dan optimal walau terdapat banyak keterbatasan.

Siapapun kalian, sebagai pelajar kalian harus belajar dan berjuang. Tidak memandang anak pejabat atau rakyat, anak pegawai atau anak petani, anak orang kaya atau anak orang biasa, bahkan anak orang yang terbatas dan kurang segalanya. Beberapa bapak ibu guru di sekolah ini juga demikian, ada yang hanya anak buruh bangunan, buruh tani, penjual asongan hingga buruh cuci, tetapi itu semua tidak menyurutkan semangat belajar mereka dan meraih sukses menjadi guru. Guru kalian di sini datang dari berbagai daerah, mulai dari yang terdekat Wonosobo, Magelang, Purworejo, Kebumen, Sleman, Gunung Kidul, Boyolali, Klaten, Solo hingga yang terjauh dari Pacitan. Perjuangan mereka juga bermacam-macam, ada yang kisah perjuangannya bak novel picisan, inilah kisah nyata guru yang sekarang mengajar di sekolah ini, sejak awal SMP (seusia kalian) sekolah sambil mencari upah kerja di sawah, saat SMA hingga kuliah kerja sambilan menjadi kuli bangunan, pergi kuliah naik sepeda ontel sejauh 18 km dari rumahnya. Beratnya perjuangannya tak cukup sampai disitu, pernah mengalami 3 tahun putus sekolah dimana sempat terhenti 1 tahun setelah SMP dan terhenti 2 tahun setelah SMA, semua terjadi karena keterbatasan ekonomi. Maka pesan kami, apapun yang ada dan terjadi saat ini, tetaplah bersyukur dan kuatkan kembali semangat meraih masa depan yang harus lebih baik.

Terkait dengan situasi pandemi ini, kami bapak ibu guru akan berusaha melakukan yang terbaik untuk melayani dan membantu memfasilitasi belajar kalian. Walau usia sudah tidak lagi muda, tapi semangat perjuangan kami tetap menyala untuk negeri Indonesia tercinta. Kami tidak ingin menjadi guru yang hanya mau enaknya saja, asal memberi tugas tanpa pengantar, tanpa stimulan dan tanpa melibatkan rasa seperti meme yang banyak beredar di media, contohnya ; "materi hari ini merangkum buku paket halaman 10 sampai...halaman 250" atau "anak-anak, hari ini kerjakan halaman 17-20, minggu depan ulangan ya". Nah, silahkan bagi kalian yang ada kendala terkait pembelajaran, jangan diam, jangan malas dan jangan hanya menyalahkan keadaan. Jika ada yang bermasalah dengan perangkatnya silahkan datang ke sekolah, insya-Alloh bapak ibu guru akan siap membantu. Demikian juga yang benar-benar tidak ada perangkat Android bisa datang ke sekolah untuk mengambil tugas, dalam hal kebaikan dan untuk kebaikan tidak perlu malu.

Kami mengajak kepada seluruh civitas akademika, baik murid, guru, orangtua murid dan masyarakat, mari dalam bulan perjuangan ini kita berikan apresiasi, penghormatan dan penghargaan atas jasa guru sebagai pejuang pendidikan. Tangan guru memang tidak mengangkat senjata api, tidak memegang tombak, tidak menghunus keris atau pedang, tidak juga menggenggam granat untuk menyerang musuh, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa di tangan guru-lah masa depan negeri ini. Di tangan guru yang mengajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, yang mendidik dan membimbing ruhani agar para murid memiliki karakter utama dan mulia, itulah esensi guru dalam menyiapkan calon generasi penerus dan pemimpin bangsa. Mungkin ada yang akan menjadi gubernur, bupati, rektor, dosen, kepala sekolah, guru, pilot, tentara, polisi, pejabat, pegawai, pengusaha, pedagang ataupun bidang lainnya.

Belajar dari Pak Udin sang Marbot yang jadi profesor, maka apapun adanya kalian saat ini tetaplah belajar, bahwa jika kalian mau berusaha dan berjuang dengan sungguh-sungguh, insya-Alloh pasti bisa diraih, karena bagi Alloh tidak ada yang tidak mungkin. Oleh karena itu anak-anak semuanya, jaga semangat kalian untuk terus belajar dengan  memupuk motivasi, karena motivasi adalah kunci utama dalam belajar. Satu lagi yang tidak kalah penting, jangan lupa belajar budi pekerti, akhlak atau tata krama, karena sepintar dan sehebat apapun seseorang jika tidak punya akhlak dan budi pekerti justru akan menjadi orang sombong dan tinggi hati yang menjauhkan rejeki dan rasa simpati. Pada caption di atas nampak gambar Pak Latif dan Pak Abdullah, yang keduanya sedang dikarunia sakit, mari bersama kita doakan semoga beliau berdua segera diberikan kesembuhan oleh Alloh SWT, diangkat penyakitnya dan bisa kembali sehat dan pulih seperti sedia kala, Aamiiin.
Selamat belajar, selamat berkarya dan beraktifitas, semoga sukses.

Rabu, 15 Juli 2020

Guruku, Aku Butuh Suluh dan Motivasimu

Guruku
Hati dan pikiranku serasa kelu
Langkahku gontai, serasa tak mampu
Mataku tertunduk, tak berani menatap
Aku lemah hanya bisa meratap

Penguatku
Ambang visiku tidak sekokoh tiang listrik
Yang masih tergoyang dengan sedikit intrik
Teguhnya rasa belum bisa menjadi batu karang
Yang kokoh diterjang ombak sepanjang

Semangatku
Serasa berat langkah ini
Serasa lambat putaran roda ini
Serasa jauh sekali jarak sekolah ini
Serasa lama sekali perjalanan ini

Motivasiku,
Apakah masih kudapati wajah yang riang
Dengan mata yang lebih terang dari bintang
Senyum tulus dan ramah yang teramat panjang
Tutur kata halus penyejuk di panasnya siang

Inspirasiku,
Di masa pandemi ini, banyak merubah situasi
Seakan membuat jarak terpisah jauh tak terperi
Kurindu semuanya dengan segenap imaginasi
Sosok semangat yang penuh inspirasi

Beberapa bait puisi di atas mungkin terkesan lebay dan sangat melankolis, tapi itulah ungkapan yang  dituliskan oleh seorang murid kepada gurunya yang dirasa sangat menginspirasinya selama ini. Nama dan insial ada di meja redaksi, penulis bagikan agar bisa menjadi motivasi bagi siapa saja yang mungkin saja bisa mengambil manfaat untuk bahan introspeksi. Yang lebih penting lagi adalah motivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Murid, orang tua, guru dan staf di sekolah bisa saja mengalami kondisi galau, sedih, ngedrop dan menurunnya semangat dalam melakukan aktifitas. Walau tidak harus ditanggapi dengan berlebihan, tetapi perlu segera diantisipasi agar tidak berkelanjutan. Bagi seorang guru, jika ia sedang galau, sedih atau tidak kondusif bisa berpengaruh pada kerja dan kinerja yang ditunjukkan di tempat kerja. Jika dituruti, maka akan keluar semua keluh kesah dan beban pikiran yang dirasakannya baik kendala fisiknya, ruhaninya, perjalanannya atau di tempat kerjanya. Hal ini terjadi karena seorang guru punya keterbatasan, bukan malaikat yang tanpa cacat.

Guru bukan malaikat, ia hanya manusia biasa, yang terkadang bisa diserang rasa galau, susah fokus dan tidak produktif. Penyebabnya bermacam-macam, ada 1001 yang menjadi penyebabnya, entah karena suasana kerja, suasana hati, atau suasana raga yang sedang tidak seperti yang diharapkan. Hal ini bisa terjadi oleh siapa saja dan kapan saja, baik yang sudah senior maupun yang masih yunior, wanita yang lemah lembut maupun pria yang terlihat kokoh bertenaga. Hadir dalam situasi yang tidak pilih-pilih dan tanpa kompromi, seperti saat pandemi ini.

Dalam kondisi pandemi seperti saat ini, seorang guru kita tetap harus semangat untuk mendampingi anak-anak dalam belajar.  Dari puisi di atas, kehadiran guru yang menginspirasi sangat dibutuhkan, yang bisa memberikan motivasi, membangun semangat dan menuntun menuju fase yang lebih baik. Oleh karena itu walau dalam kondisi yang tidak menentu, bahkan dalam rasa galau sekalipun harus tetap bisa menjadi sosok guru yang siaga. Guru siaga di tengah bencana, guru siaga di tengah wabah Corona, yang memaksa diri harus merubah pola mengajarnya tidak dengan tatap muka, tetapi diganti dengan cara daring atau online.

Pembelajaran online saat ini memang sedang trend, karena situasi membuat sistem ini menjadi pilihan terbaik. Pembelajaran online disamping punya banyak kekurangan, namun juga memiliki kelebihan, diantaranya menghemat sumber daya. Di saat seperti ini memang seorang guru dituntut untuk kreatif, inovatif dan tetap survife. Tujuannya hanya satu, untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan optimal di tengah keterbatasan yang ada.

Walau dalam keterbatasan, guru-guru SMP Negeri 2 Kepil telah sepakat akan mengambil suatu langkah untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran, yang berbeda dari semester sebelumnya. Diseminasi akan dilaksanakan untuk belajar bersama-sama, mencontoh dan mengadopsi dari beberapa pelatihan dan pembelajaran daring yang saat ini sedang trend, mulai dari aplikasi Zoom, Google Meet, hingga Teams dari office 365. Diseminasi akan dilakukan oleh beberapa guru Spero yang sudah terlibat dalam beberapa model-model pelatihan tersebut diharapkan untuk bisa berbagi dalam aksi tutor sebaya. Dengan pelatihan ini diharapkan menjadi pengalaman baru sehingga bisa membuat inovasi dalam pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didiknya. Memang tidak mudah dan menambah beban pemikiran dalam kondisi tubuh yang lelah.

Lelah adalah resiko, dan lelah itulah yang banyak dirasakan oleh guru yang rumahnya jauh dan tidak siap dengan perubahan situasi yang mendadak. Hanya diperlukan sikap berlapang dada, bahwa perubahan bisa terjadi kapan saja, bisa berubah tidak sesuai dengan harapan, yang jika tidak siap bisa muncul rasa putus asa. Rasanya berat menjalani tugas sebagai guru, capek menempuh perjalanan yang jauh tetapi tidak bisa bertemu siswa untuk mengajar langsung secara tatap muka, kemudian harus membuat materi dan tugas dalam bentuk yang tidak biasanya. Capek, suntuk dan galau kumpul menjadi satu, serasa tanpa ada harapan yang lebih baik.

Harapan yang lebih akan muncul jika kita memiliki empati, empati bagaimana lebih lelahnya mereka yang rumahnya jauh, kondisi perjalanan yang padat dan penuh resiko serta butuh waktu lebih banyak, tentu mereka lebih galau. Saat kondisi galau terkadang memang menjadikan seorang guru menjadi tidak produktif karena malas atau acuh tak acuh. Kondisi yang sangat rawan dan butuh suport serta inspirasi untuk bisa kembali survive, kembali hadir sepenuhnya.

Galau itu akan berkurang jika kita mau melongok keluar jendela atau melangkah keluar sebentar, kita dapat menyaksikan bahwa di luar sana banyak guru di perbatasan yang kondisinya sering tidak aman dan kurang kondusif. Atau bisa merasakan perjuangan guru di pedalaman yang harus menempuh jalan berlumpur, hingga susahnya guru yang harus berjuang menyeberang sungai. Belum lagi jika merasakan bagaimana guru dengan keterbatasan fisik dan kondisi yang sulit namun tetap survive. Satu lagi perjuangan guru tidak tetap (honorer), yang saat ini jauh lebih baik berbeda dengan 10-20 tahun yang lalu, dimana penulis pernah mengalami upah 80 ribu perbulan.

Satu lagi kisah guru inovatif yang inspirtaif, yang menyadari bahwa belajar di rumah tidak mudah diterapkan di semua wilayah, karena butuh fasilitas pendukung yang memadai. Kondisi itu membuat sosok guru bernama AVAN FATHURRAHMAN memilih mendatangi rumah siswanya secara bergilir. Guru di SDN Batuputih Laok 3, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Madura itu mengundang empati bahwa kepeduliaanya untuk tetap memberikan layanan pendidikan sangat mulia dan layak untuk dijadikan inspirasi bagi seluruh pendidik di negeri ini.

Beberapa kondisi yang membangkitkan empati itu cukuplah sebagai bekal untuk tetap semangat dan survive di tengah perubahan situasi. Satu harapan, semoga kita tetap bisa optimis hadir dengan  mata yang lebih terang dari bintang dan senyum ramah yang panjang yang menginspirasi. Demikian tulisan ini penulis goreskan, semoga bisa menjadi semangat untuk belajar dan terus belajar untuk memberikan yang terbaik bagi peserta didik.