text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...
Tampilkan postingan dengan label Mutasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Februari 2026

Perpisahan, Bu Laras ... Selamat Menikmati Masa Pensiun.

Hari ini Rabu, 4 Februari dilaksanakan perpisahan dengan Bu Laras ..... (lainnya besok)
saya kirimkan link foto yang banyak dimintakan oleh anak-anak (murid).

SEMENTARA SAYA ISI DENGAN SYAIR LAGU PERPISAHAN GURU

Sekian lama bersamamu
Telah banyak ilmu kau beri padaku
Oh guruku
Engkau pahlawanku yang mencerdaskanku
Pengorbananmu tiada henti
Slalu membimbingku hari demi hari
Hingga datang saat perpisahan
Sedih kurasakan
Guruku
Kuucapkan terimakasih padamu
Kutak dapat membaca dan menulis tanpamu
Segala jasamu
Pasti akan selalu terkenang di hatiku
Guruku
Kuucapkan terimakasih padamu
Tidak ada arti hidupku tanpa hadirmu
Di setiap sujudku
Kan mendoakanmu
Semoga syurga Allah menantimu



Link Foto >> LINK FOTO PERPISAHAN

Selasa, 01 November 2022

Selamat Purna Tugas - Pengabdian Guru Cikal Bakal

Senin, 31 Oktober 2022 kembali menjadi hari Senin spesial bagi segenap warga SMP Negeri 2 Kepil, yaitu dengan kegiatan upacara bendera yang juga spesial karena disisipkan acara perpisahan dengan salah seorang guru yang memasuki masa pensiun. Setelah akhir bulan Juli ada perpisahan dengan Pak Widodo, lalu dilanjutkan perpisahan dengan Pak Edi Wineto serta Pak Abdullah di akhir bulan September, kini kembali dilaksanakan acara perpisahan dengan salah satu guru senior yang juga menjadi pionir dan ikut babat alas perintisan awal sekolah ini. Beliau adalah Bapak Satiyun, S.Pd., pengampu mata pelajaran IPA, yang juga pejabat wakil kepala sekolah dan sekaligus penanggung jawab segala hal yang terkait sarana prasarana sekolah, mulai dari gedung, kelistrikan, dan berbagai fasilitas termasuk lingkungan sekolah hingga hal kecil seperti keran, pompa air dan semua hal yang terkait dengan penyediaan sarana perairan di sekolah.

Bertempat di halaman sekolah, pagi itu di depan semua peserta upacara, Bapak Satiyun memberikan sambutan untuk menyampaikan kata perpisahan (pamitan). Dalam sambutan itu salah satunya menceritakan terkait masa pengabdian beliau di sekolah ini yang totalnya mencapai 38 tahun, lebih dari separuh usianya didedikasikan di sekolah ini. Sesuai peraturan tentang usia pensiun untuk guru yang berstatus pegawai negeri (ASN) adalah 60 tahun, maka bisa dikatakan bahwa sejak berusia 22 tahun (masih sangat muda) beliau sudah bekerja di sekolah ini. Saat mengawali karirnya 38 tahun yang lalu, beliau adalah sosok guru muda yang cerdas dan energik, yang mendapat tugas langsung (ikatan dinas) setelah lulus jenjang D2 dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta. 

Jauh sebelum kuliah di UNS, Pak Satiyun kecil merupakan anak gunung, yang dilahirkan di kampung yang berada di wilayah kapanewon Ponjong (nama baru pengganti kata kecamatan di DIY), kabupaten Gunung Kidul, propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau mengajar sejak sekolah ini masih dalam pembangunan, tinggal dan tidur di sekolah, hal ini membuat ikatan batin yang sangat kuat dengan sekolah ini. Dengan masa pengabdian selama 38 tahun tersebut pasti sangat banyak ilmu yang dikuasai berbasis praktik di lapangan, juga pasti sangat pengalaman yang membuat pribadi yang dewasa dan bijaksana. 

Secuil kalimat untuk Pak Satiyun, "Banyak waktu dan tenaga yang Engkau curahkan, banyak ilmu dan pengalaman yang Engkau bagikan, banyak teladan dan hikmah yang Engkau ajarkan". Terlepas dari kekurangan yang dimiliki oleh setiap manusia, ada beberapa kepribadian Pak Satiyun yang dapat saya ambil sebagai teladan dan inspirasi. Diantaranya kesederhanaan, ketenangan, kedewasaan, keikhlasan dan kebijaksanaan. Hal ini membuat kami pribadi menjadi merasa sangat kecil, merasa sangat kurang pengalaman, meras belum berbuat apa-apa, dan tidak ada apa-apanya.

Selamat memasuki masa pensiun, selamat menjalani tugas lain di luar sekolah, semoga selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan dan keberkahan. Berikut beberapa gambar yang kiranya dapat mewakili acara perpisahan dengan Bapak Satiyun.









Demikian beberapa foto dan sedikit ulasan terkait acara perpisahan dengan Pak Satiyun. Untuk melihat foto lebih banyak silahkan klik link di bagian bawah. Selamat beraktifitas, selamat berkarya, semoga sukses. 

Link Foto >> Lihat / Download Foto


Sabtu, 01 Oktober 2022

Upacara Kesaktian Pancasila And Say Good Bye Mr. Edi

Hari ini Sabtu 1 Oktober 2022 adalah hari yang spesial bagi SMPN 2 Kepil khususnya. Sebelum dilaksanan kegiatan PTS, terlebih dahulu dilaksanakan beberapa rangkaian acara yang disusun oleh bagian kesiswaan. Yang pertama kali adalah dilaksanakannya upacara hari Kesaktian Pancasila, dimana intinya sebagai bentuk syukur dan pembelajaran kepada semua warga masyarakat dalam upaya menjaga keutuhan Pancasila sebagai dasar negara di negeri ini. Upacara dilaksanakan dengan khidmat, bertindak sebagai pembina upacara Ibu Fajar Fatimah Winarti, S.Pd., M.Or. dan petugas upacara oleh pengurus OSIS. Upacara ini menjadi spesial karena pada ini sekaligus hari perpisahan dengan salah satu guru senior di sekolah ini Bapak Edi Wineto, S.Pd., yang mulai hari ini memasuki masa pensiun, menyusul Pak Widodo, S.Pd. yang juga memasuki masa pensiun dua bulan yang lalu. 

Dua bulan yang lalu, tepatnya tanggal 1 Agustus 2022 Bapak Widodo, S.Pd, yang mengajar mata pelajaran muatan lokal Bahasa Jawa menyampaikan kata pamitan di halaman sekolah kepada seluruh warga sekolah. Hari ini, tepat 1 Oktober 2022 hal yang sama dilakukan juga oleh Bapak Edi Wineto, S.Pd. yang mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris. Setelah upacara selesai semua siswa dan guru bersalaman dengan Pak Edi sebagai tanda perpisahan dan memberi ucapan selamat karena telah berhasil menyelesaikan tugas dengan baik hingga pensiun. Segenap warga sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, dewan guru, staf dan siswa merasa sangat kehilangan sosok guru senior yang menjadi panutan dan suri tauladan. 

Selain acara perpisahan, dalam rangkaian upacara ini juga dilaksanakan penyerahan/pemasangan Pin Penghargaan  kepada empat siswa yang ikut aktif dalam kegiatan Dian Pinru (Kegiatan pelatihan  dalam Pramuka). Penyematan PIN dilakukan oleh Kamabigus (Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan SMPN 2 Kepil yang tidak lain adalah kepala sekolah. Keempat siswa tersebut adalah, Najwa, Anggun, Galang dan Sapaya. Suport dan motivasi disampaikan kepada keempat siswa tersebut untuk bisa menjadi contoh dan mengajak teman-teman di sekolah untuk lebih aktif dalam semua kegiatan sekolah, khususnya Pramuka.

Sebagai pelengkap paparan yang singkat ini pembaca dapat melihat rangkaian foto kegiatan pada hari ini, untuk selanjutnya bisa memilih untuk langsung mendownload ke perangkat masing-masing. Silahkan klik LINK di bawah ini untuk menyaksikan gambar selengkapnya.

Lihat/Download >> LINK FOTO KESAKTIAN

Selamat beraktifitas, selamat berkarya, semoga sukses.

Kamis, 09 September 2021

Selamat Mengemban Amanat, Dengan Cinta Kami Sambut Yang Datang dan Kami Antar Yang Pergi

Roda waktu terus berputar detik demi detik, jam demi jam hingga merubah siang menjadi malam, begitu seterusnya sehingga hari berganti bulan dan bulan berganti tahun. Sebagaimana perubahan siang menjadi malam, maka kehidupan manusia juga terus berjalan seiring waktu yang tak bisa ditahan walau sedetik, semua berjalan sesuai yang telah digariskan. Perjalanan waktu membawa perubahan hampir pada semua aspek kehidupan, semuanya berubah. Begitu juga dalam sebuah kebersamaan yang terjalin pelan, tapi pasti semua akan berubah, berlalu dan berganti episode. Kaidah "ketika ada pertemuan maka akan ada perpisahan", kiranya cocok dengan kenyataan ini. Inilah tema tulisan kali ini, perpisahan dan perubahan yang  tentu saja menyisakan banyak hal, yang pasti ada sisi baik dan sisi kurang baik. Kekurangan, kekecewaan dan penyesalan berada dalam satu paket diantara harapan, impian dan kebahagiaan. Ada rasa takut, cemas, kecewa, marah, dan hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan, di sinilah dibutuhkan kebesaran hati untuk lebih siap dalam menapaki jalan kehidupan.

Jalan kehidupan mulus, lapang, mudah dan semua fasilitas tersedia adalah impian dan harapan semua orang. Kenyataannya tidak selalu demikian, segala sesuatu bisa terjadi, tidak diharapkan, menyebabkan kesedihan, kekecewaan dan penyesalan. Untuk menggambarkan rasa itu penulis akan menukil secuil kisah dari Tiongkok, tepatnya cerita epik pada masa dinasti (Kaisar) Wei Utara yang diangkat dalam film berseri  berjudul Princess Agents yang fenomenal dan luar biasa sukses di tahun 2017. Dikisahkan tokoh pertama seorang pemuda bernama Yuwen Yue yang sangat ahli dalam ilmu beladiri tetapi nampak biasa, rendah hati dan cenderung bersikap dingin, pendiam dan suka menyendiri. Keahliannya itu membuat ia dipercaya sebagai agen (inteligen) sekaligus penasehat raja, dan juga sebagai pelatih ilmu beladiri (perang) kepada prajurit kerajaan. Tokoh yang kedua seorang gadis bernama Xing'er yang awalnya dipekerjakan sebagai pelayan di keluarga Yuwen Yue yang seorang bangsawan. Xing'er yang ternyata berbakat istimewa hingga kemudian dipilih untuk mendapat kesempatan untuk belajar tentang inteligen, beladiri, strategi peperangan dan berbagai hal tentang kebaikan. 

Kebaikan yang diberikan Yuwen Yue kepada Xing'er tidak terukur banyaknya, berbagai macam bantuan diberikan, tidak tanggung-tanggung, walau ia cuma seorang pelayan tapi diperlakukan bak seorang ratu. Tetapi sebaliknya yang dilakukan oleh Xing'er, kebaikan itu tidak diimbangi dengan kebaikan yang sama. Wajar kiranya jika Yuwen Yue sempat memendam rasa kecewa pada Xing'er, ia merasa dilupakan begitu saja, merasa tidak dianggap, merasa diabaikan dan merasa ditinggalkan. Sementara itu Xing'er tertutup hatinya oleh prasangka buruk dan dendam, sehingga walau mendapat banyak kebaikan masih saja tidak bisa membuka hati untuk mengakui kebaikan Yuwen Yue, bahkan menyimpan rencana jahat padanya. Yuwen Yue yang low profile nampak sabar dan menerima semua yang terjadi dengan ikhlas.  Ia tidak sakit hati, bahkan ketika ia menawarkan tumpangan pada Xing'er untuk naik kuda bersamanya (boncengan) tetapi ditolak oleh Xing'er dan ia hanya pasrah ketika tak lama kemudian Xing'er justru terlihat naik seekor kuda bersama pemuda lain yang juga teman dekat Yuwen Yue. Pemuda itu bernama Yan Xun, sosok yang pandai, tampan, berbakat dan merupakan calon (kandidat) penguasa di negeri Yan yang merupakan negeri bawahan Kaisar Wei. 

Singkat cerita, di episode terakhir (episode 58) Xing'er baru menyadari bahwa selama ini dirinya salah, ia  hanya mengikuti emosi, sakit hati dan rasa percaya diri bahwa ia lebih baik, hingga pada akhirnya semua harapan dan impian yang disemainya justru berubah menjadi kekecewaan dan penyesalan. Ia menyaksikan sendiri dan ikut merasakan berbagai kerusakan dan kehancuran yang diakibatkan oleh ambisi kekuasaan, akibat amarah dan dendam kesumat yang ada di hati Yan Xun yang dipujanya. Saat itulah ia baru menyadari bahwa sesungguhnya ia merasa banyak berhutang kebaikan pada Yuwen Yue, bahwa ia telah banyak dibantu tetapi ia justru berburuk sangka, mencurigai dan memusuhi Yuwen Yue. Ia sangat menyesal telah meninggalkan dan mengabaikan ketulusan Yuwen Yue, akhirnya ia berjanji tidak akan pernah meninggalkannya lagi. Sayangnya semua sudah sangat terlambat, Yan Xun yang hatinya dikuasai emosi, cemburu, amarah, ambisi dan dendam melakukan pembantaian yang menyebabkan kekacauan yang nyaris memisahkan Yuwen Yue dan Xing'er untuk waktu yang belum jelas sampai kapan. Inilah akhir cerita season-1 dari serial Princess Agents yang ditutup dengan  hadirnya kesadaran dan penyesalan.

Kesadaran dan penyesalan memang biasanya datang belakangan, sangat jarang dan tidak lazim orang merasa menyesal sebelum berbuat sebuah kesalahan. Ketika sudah ditinggal pergi baru merasakan betapa berharganya seseorang, betapa banyak hal yang belum dilakuan dan betapa banyak kesalahan yang dilakukan, hingga kemudian timbul rasa sangat menyesal. Seperti halnya ketika sebuah kebersamaan  yang sudah seperti keluarga dekat, yang situasinya sudah sangat akrab, tetapi kemudian dipisahkan oleh keadaan. Rasa itulah yang dirasakan oleh sebagian besar warga SMP Negeri 2 Kepil ketika dalam beberapa hari terakhir akibat adanya regulasi tentang rotasi dan mutasi terkait pimpinan sekolah. Beberapa hari pekan ini segenap jajaran pimpinan, dewan guru dan karyawan SMP Negeri 2 Kepil nampak sibuk dengan kegiatan terkait adanya rotasi dan mutasi pejabat kepala sekolah di lingkungan Dinas Dikpora Kabupaten Wonosobo. Qodarulloh dua orang penting di SMP Negeri 2 Kepil termasuk yang ikut dalam rotasi dan mutasi tersebut. Yang pertama adalah kepala sekolah, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd., dipindah-tugaskan (rotasi) menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Kepil. Yang kedua sosok senior yang juga WKS, Bapak Ismain, S.Pd., mendapat amanah baru, dimutasi ke SMPN Satu Atap 5 Sapuran sebagai kepala sekolah.

Proses serah terima kepala sekolah dilaksanakan secara maraton, tanggal 2-9-2021 serah terima di SMP Negeri 1 Kepil, tanggal 6-9-2021 di SMP Negeri 5 Sapuran, dan tanggal 7-9-2021 di SMP Negeri 2 Kepil. Kepala sekolah SMP Negeri 2 Kepil yang baru adalah Bu Fajar Fatimah Winarti, S.Pd., M.Or. Bu Fajar, bukanlah orang baru di sekolah ini, karena sebenarnya jauh hari sebelumnya (8 tahun lalu) beliau pernah menjadi guru SMPN 2 Kepil hingga kemudian pada Maret 2013 beliau diberi amanat dan diangkat sebagai kepala sekolah di SMPN 4 Sapuran. Selain itu beliau juga pernah duduk dan belajar di bangku sekolah ini, yang artinya beliau alumni SMPN 2 Kepil. Dari rangkaian perjalanan itu bisa diartikan bahwa amanah baru untuk memimpin sekolah ini seakan hanya tugas untuk kembali pulang ke rumah, apalagi rumah tempat tinggal hanya berjarak kurang dari dua kilometer. Secara organisasi, kultur, bahasa, iklim dan budaya lokal semua sudah dikuasai, sehingga tugas beratnya adalah bagaimana mengatur sisi managerial untuk menciptakan iklim sekolah yang memiliki tagline sekolah sejuta impian.

Sekolah sejuta impian, bukanlah slogan asal-asalan, slogan yang kaya makna. Harapannya menjadikan sekolah sebagai taman belajar bagi banyak siswa dengan latar belakang yang berbeda-beda. Belajar hal-hal mendasar untuk menyemai asa, mengobarkan semangat dan menguatkan motivasi meraih cita-cita  untuk menggapai mimpi. Mimpi-mimpi tentang keberhasilan dan kesuksesan itulah yang ingin kami fasilitasi. Karena pada hakikatnya keberhasilan dan kesuksesan siswa-siswi alumni kami adalah kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami. Kami mengadopsi dan mengkolaborasi slogan BRI menjadi prinsip pelayanan kami, "Senang Bisa Membantu dan Melayani dengan Setulus Hati". Selain itu kami juga menggunakan "aji mumpung", mumpung masih kuat, masih sehat, masih mampu, masih dipercaya dan masih bisa. Aji mumpung ini merupakan intisari dari pesan dari mereka-mereka yang sudah purna tugas, pesan kebaikan dan rasa penyesalan.

Penyesalan, ada kalanya perlu dibangun untuk melahirkan sikap positif, penyesalan yang muncul ketika tidak bisa melayani dengan optimal saat kesempatan masih ada, saat wewenang ada di tangan dan hak untuk mengakses masih terbuka. Jabatan, posisi dan wewenang di sekolah baik sebagai kepala sekolah, wakil kepala, koordinator standar, guru mapel, guru bimbingan konseling, wali kelas, tata usaha hingga karyawan pastilah memiliki kewenangan dan akses spesial, yang hanya bisa digunakan saat masih aktif dan pada suatu saat akan berakhir. Jika telah berakhir masa jabatan, tergantikan posisinya atau telah dicabut wewenangnya, maka kesempatan untuk melakukan banyak kebaikan melalui jabatan dan posisi itu tertutup sudah, tertutup karena tidak memiliki kewenangan atau hak akses telah dialih-tangankan. Itulah kudratnya, karena sejatinya semua adalah pemberian atau bahkan hanya titipan, pastinya tidak akan lama dan tidak akan selamanya.

Karena tidak akan selamanya, maka pemberian atau titipan itu harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Kedewasaan, kebijaksanaan, kepekaan, kelapangan dan kerendahhatian akan sangat menentukan apa, dimana dan sebagai apa peran yang akan dijalankan. Disinilah letak benang merah antara kisah tiongkok di atas dengan realita kehidupan, dimana kita bisa bercermin dan melihat diri kita berada pada peran yang mana. Apakah seperti Yuwen Yue, yang hati dan fikirannya hanya ingin memberikan yang terbaik, yang walau sempat muncul rasa kecewa tetapi dendam atau tidak sakit hati,  serta tidak mau melakukan kecurangan. Atau seperti Xing'er yang belum bisa membuka mata hati dan menyimpan prasangka buruk, sehingga tidak bisa melihat kebaikan orang lain dan menimpakan kesalahan pada orang lain. Atau justru seperti Yan Xun yang bertangan dingin, yang tega menginjak, menyikut dan menjatuhkan orang lain untuk mencapai ambisi kekuasaannya. Sebagai insan pendidikan yang merupakan publik figur di masyarakat sudah tentu akan memilih peran yang baik dan berusaha untuk memantaskan diri untuk menjadi sosok yang baik.

Menjadi sosok yang baik tentu bukan hal yang mudah, bukan hal sepele, akan ada banyak tantangan, akan ditemui banyak godaan dan pastinya penuh perjuangan. Diperlukan usaha yang sungguh-sungguh untuk terus menerus belajar mengasah dan menempa diri agar mata menjadi lebih jeli dalam melihat, telinga menjadi lebih peka dalam mendengar, hati menjadi lebih sensitif dalam mengolah rasa serta otak menjadi lebih luas dalam berinovasi. Fokusnya bukan untuk menjadi yang terbaik, tetapi lebih pada berusaha melakukan yang terbaik, yang lebih baik dari sebelumnya. Adapun setelah berusaha secara optimal melakukan yang terbaik tetapi masih ditemukan beberapa kekurangan atau kesalahan, maka  ada toleransi atas sifat kodrat manusia yang tidak terlepas dari kesalahan dan kekurangan. Peribahasa "Tak ada gading yang tak retak" menunjukkan bahwa semua gading pasti retak, dan retak itulah tanda gading itu asli. Maka tak seorangpun berani mengklaim diri sempurna tanpa cacat dan cela, kelemahan dan kekurangan pasti ada, dosa dan salah juga tak mungkin dinafikkan. Dari sini seseorang bisa belajar untuk memahami, mengerti dan menerima kekurangan orang lain.

Selain memiliki kekurangan setiap orang pasti dikarunia kelebihan yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Kekurangan, kelebihan dan perbedaan jika disatu-padukan sesungguhnya adalah sumber daya yang hebat dalam membangun sebuah kebersamaan. Pertanyaanya, kekuatan apa yang bisa menyatupadukan semua itu? Jawabannya adalah kekuatan cinta. Benar, cinta yang digambarkan dalam bentuk hati itu memiliki kekuatan yang luar biasa dan mampu merubah segalanya. Cinta bisa menggerakkan hati seseorang bisa menjadi sangat baik perilakunya, tetapi sebaliknya jika salah dalam menyikapi bisa memporak-porandakan hati seseorang. Untuk menggambarkan kekuatan cinta kiranya bisa disimak nukilan puisi dalam sesi film Ketika Cinta Bertasbih 2, yang isinya sebagai berikut; 

"cinta adalah kekuatan, yang mampu mengubah duri jadi mawar, mengubah cuka jadi anggur, mengubah malang menjadi untung, mengubah sedih jadi riang, mengubah setan menjadi nabi, mengubah iblis menjadi malaikat, mengubah sakit jadi sehat, mengubah bakhil menjadi dermawan, mengubah kandang menjadi taman, mengubah penjara menjadi istana, mengubah amarah jadi ramah, mengubah musibah jadi muhibbah, itulah cinta".

Itulah cinta yang memiliki kekuatan luar biasa. Karena itulah kami segenap warga SMP Negeri 2 Kepil  akan selalu berusaha menyemai cinta di sekolah kami. Cinta yang bisa menerima perbedaan, bisa memaafkan kesalahan, bisa menerima kekurangan. Dan bukti dari semua cinta adalah berani berjuang dan berkorban untuk meraih cintanya. Berjuang dan berkorban, inilah intisari dari cinta yang sesungguhnya. Cinta adalah memberi bukan menerima, cinta adalah membahagiakan bukan menyakiti, dan cinta adalah menjaga bukan mengabaikan. Cinta yang diwujudkan dalam perjuangan dan pengorbanan inilah yang membuat SMPN 2 Kepil memiliki nama besar (walau hanya sekolah kecil), sekolah yang dikenal luas di tingkat kabupaten hingga propinsi, termasuk juga ditunjuk sebagai sekolah piloting dalam berbagai program dari kemendikbud. Kami (pimpinan, guru dan staf) menyadari, bahwa kami bukan siapa-siapa dan tidak mempunyai kemampuan apa-apa. Sungguh, semua prestasi dan nama besar sekolah ini adalah semata-mata karunia Alloh. Amanah ini akan kami jaga dengan segenap kemampuan dengan berkhidmat kepada jajaran pimpinan sekolah. 

Pimpinan sekolah yang lama telah pergi (Pak Hadi), ditambah lagi satu wakil pimpinan juga pergi mengemban amanah baru menjadi kepala sekolah baru (Pak Ismain), dan sekarang telah datang kepala sekolah baru (Bu Fajar). Perubahan pimpinan pasti akan merubah suasana, iklim dan ritme kerja  yang baru dan berbeda. Dengan berpegang teguh kepada prinsip positif thinking, positif feeling serta positif motivation, insyaAlloh kami yakin dan optimis untuk menyongsong era baru di SMP Negeri 2 Kepil. Dengan tangan terbuka kami seluruh warga SMP Negeri 2 Kepil menyambut Bu Fajar dengan cinta, dengan cinta pula kami antar Pak Hadi dan Pak Ismain yang pergi meninggalkan kami menuju ke tempat tugas baru. Kepada beliau bertiga kami segenap warga SMP Negeri 2 Kepil mengucapkan "Selamat bertugas, selamat bekerja, selamat berjuang dan selamat mengemban amanat baru, semoga diberikan kemudahan, kelancaran dan kesuksesan". (226020)

Rabu, 02 Januari 2019

Berpisah karena Tugas -Bu Dyah-, Selamat Bertugas di Tempat Yang Baru

Tahun baru, kepala sekolah baru. Situasi hari pertama masuk sekolah -setelah libur semester ganjil- yang sekaligus mengawali tahun baru 2019 nampak berbeda. Tidak ada upacara bendera karena memang tidak bertepatan dengan hari Senin atau hari besar nasional. Pagi itu, Rabu 2 Januari 2019 jam 08.00 WIB bertempat di lapangan upacara sekolah tampak barisan siswa kelas VII, VIII dan IX di sebelah selatan berhadapan dengan barisan guru-staf di sebelah utara. Pagi itu dilaksanakan acara perpisahan antara siswa dengan kepala sekolah Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. yang selama ini telah membersamai mereka. Bapak Ismain menjelaskan bahwa hari ini ada beberapa rangkaian acara, yaitu perpisahan Bu Dyah dengan siswa, serah terima jabatan kepala sekolah dan mengantar kepergian Bu Dyah ke tempat tugas baru.

Dalam acara perpisahan dengan siswa itu, Ibu Rini Utami, S.Pd selaku pembawa acara membacakan dan mengatur rangkaian acara, dimulai dengan sambutan perpisahan dari Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. selaku kepala sekolah yang telah habis masa jabatannya dan akan mengajar (mutasi) ke SMPN 4 Kepil. Dilanjutkan dengan kata sambutan perpisahan dari perwakilan guru dan karyawan yang disampaikan oleh Pak Eko Sutomas, S.Pd., sedangkan kata sambutan perpisahan dari perwakilan siswa disampaikan oleh ananda Fadlika Putri Pitayani siswa kelas 8A selaku ketua OSIS SMPN 2 Kepil. Acara ditutup dengan salam-salam semua siswa dengan Bu Dyah yang telah berakhir masa jabatannya.

Siangnya, sekitar jam 10.00 WIB acara lepas sambut (serah terima jabatan) dimulai, bertempat di ruang Laboratorium IPA dilakukan acara serah terima jabatan kepala sekolah, dalam tajuk acara "Lepas Sambut Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kepil". Acara ini dihadiri guru-karyawan SMPN 2 Kepil selaku tuan rumah, nampak juga hadir beberapa guru-karyawan SMPN 3 Kepil selaku tamu pengombyong kepala sekolah yang akan menggantikan kepala sekolah lama, dan juga dihadiri pengurus Komite SMPN 2 Kepil.

Bapak Eko Sutomas,  S. Pd. bertindak sebagai pembawa acara, sang Maestro yang senior dan piawai dalam meracik bahasa dan suasana. Acara inti berupa serah terima jabatan Kepala SMPN 2 Kepil dari Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. kepada pelaksana tugas kepala sekolah yang baru Bapak Hadi Wiyono. SH, M.Pd. Di antara sambutan-sambutan dari pejabat lama, pejabat baru, perwakilan guru, dan komite sekolah. Acara diselingi penampilan kreasi tari dan lagu siswa-siswi SMPN 2 Kepil. Menjelang akhir acara diserahkan tanda kasih / cindera mata kepada Ibu Dyah yang diberikan oleh Bapak Ismain mewakili rekan-rekan guru/karyawan dan Bapak Haryanto mewakili pengurus komite sekolah.

Sehari sebelumnya, bertepatan dengan hari pertama di tahun baru 2019 - Senin 1 Januari 2019, telah dilaksanakan acara perpisahan kepala sekolah dalam nuansa yang santai, akrab dan penuh rasa kekeluargaan. Acara perpisahan itu dilangsungkan di taman wisata Candi Gedung Songo, Bandungan Ambarawa Jawa Tengah. Satu armada bus yang mengangkut guru, karyawan dan kepala sekolah berangkat dari kampus SMPN 2 Kepil pukul 07.00 dan sampai di lokasi wisata sekitar pukul 10.30. Beberapa sambutan, ramah tamah dilanjut dengan wisata belanja cukup membuat lupa waktu, hingga perjalanan pulang dan kembali ke sekolah sekitar pukul 21.00 malam. Berikut beberapa foto rangkaian kegiatan perpisahan dari hari Senin hingga Selasa baik di sekolah hingga mengantar ke rumah di Gading Rejo Residen.


Kepada Bu Dyah yang sudah kami anggap orangtua kami, kami mengucapkan selamat berpisah, selamat jalan dan selamat bertugas di tempat baru. Kita hanya berpisah secara kedinasan, kita hanya berpisah secara fisik karena berbeda tempat kerja, namun persaudaraan, kekeluargaan dan perasaan kita tetap dekat dan akan selalu terjalin. Penulis khususnya, dan juga atas nama teman-teman mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya  atas bimbingan, arahan, motivasi dan berbagai pembelajaran yang telah diberikan kepada kami selama ini. 

Di antara pernak-pernik kejadian ada satu kesan yang mendalam, seperti apa yang Bu Dyah katakan, setiap kita punya kelebihan dan juga kekurangan, dan yang terbaik adalah mengapresiasi dan mengoptimalkan kelebihan seseorang, bukan mencari dan mengkorek-korek kekurangan dan kesalahan. Terakhir, kami mohon maaf atas semua kesalahan, kekhilafan dan kekurangan yang kami lakukan. Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga diberikan kemudahan dan kelancaran dalam melaksankan tugas mendidik generasi muda calon-calon pemimpin bangsa. 

Kamis, 28 April 2016

Lepas Sambut Kepala Sekolah SMPN 2 Kepil, Pergantian Kepemimpinan Spero - Optimis Menjemput Sukses Berikutnya

Siapa sosok yang akan memimpin "SPERO" akhirnya terjawab sudah dengan dilakukannya serah terima jabatan (sertijab) kepala sekolah yang dilaksanakan di kantor Dinas Dikbudpora Wonosobo pada hari Selasa, 26 April 2016. Sosok pengganti kepala sekolah yang secara definitif menggantikan PLT kepala sekolah sebelumnya Bpk Bambang Nuryanto, S.Pd, MM.Pd adalah seorang Ibu yang sebelumnya menjabat kepala SMPN 4 Kepil, yaitu Ibu Dra. Diyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. Ibu Diyah - begitu panggilan akrabnya, akan menjabat kepala SMP Negeri 2 Kepil untuk 2 tahun 8 bulan ke depan, hingga habis masa jabatan beliau sebagai kepala sekolah.

Pelaksanaan lepas sambut kepala SMPN 2 Kepil dilaksanakan Kamis, 28 April 2016. Acara dilaksanakan dari pukul 09.00 - 11.30 WIB, bertempat di lantai 2 gedung utama, kantor tata usaha yang sekaligus merupakan aula pertemuan. Dihadiri pejabat dinas Dikbudpora yang diwakili pengawas SMP, Bpk Drs. H. Abdul Hadi, MM. Nampak juga dihadiri tamu undangan meliputi kepala SDN Randusari dan kepala SDN Rejosari, Kepala Desa Randusari, Komite SMPN 2 Kepil, Rombongan pengantar dari SMPN 4 Kepil yang terdiri dari guru, karyawan dan komite, serta dihadiri  oleh segenap guru karyawan SMPN 2 Kepil.

Bertindak sebagai pembawa acara adalah pakar MC yang alumnus "Permadani" Bpk. Eko Sutomas, S.Pd dan Ibu Rini Utami, S.Pd, menggunakan bahasa jawa yang sangat fasih dengan bahasa kawi yang adiluhung. Beberapa kata sambutan mulai dari kepala sekolah lama (PLT), kepala sekolah baru, wakil kepala sekolah, komite dan pengawas SMP mengisi acara demi acara yang diselingi dengan beberapa penampilan pentas seni kreatif hasil bimbingan dari guru-guru senior SMPN 2 Kepil, Bu Ruti dan Bu Isti. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan photo bersama segenap guru karyawan mengapit kepala sekolah lama dan kepala sekolah yang baru.

Akhirnya, mari kita lanjutkan perjuangan bersama dalam membangun sistem, membangun manajemen pengelolaan sekolah ini untuk mewujudkan sekolah yang menjunjung tinggi profesionalitas dan sportifitas demi kemajuan pendidikan di sekolah ini. Selamat beraktifitas, semoga bermanfaat.

Minggu, 01 Desember 2013

Selamat Jalan - Selamat Purna Tugas, Ibu Yosephine Memasuki Masa Pensiun, Purna Tugas Setalah Mengajar 35 Tahun

Hari ini memasuki bulan Desember 2013, bertepatan dengan hari Senin, setelah upacara bendera dilanjutkan acara khusus berupa perpisahan dengan salah satu guru terbaik SMPN 2 Kepil.

Ibu Yosephine Sumarjilah, A.Md, ya beliau mulai hari ini mohon diri dan pamit kepada seluruh civitas akademika SMPN 2 Kepil. Beliau yang sebelumnya bertugas mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia hari ini  secara resmi memasuki masa pensiun, setelah belia mengajar selama +- 35 tahun.

Dalam perjalanan karirnya, pertama beliau mengajar 1 Maret 1978 di salah satu SMP di Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta, selanjutnya beliau pindah tugas mengikuti tugas suami di Kalimantan hingga beberapa tahun. Mulai 1 Oktober 1990 pindah ke Kepil dan tugas di SMPN 3 Kepil di Kalikarung. Beliau secara resmi masuk di SMPN 2 Kepil pada tahun 1992 dan bertugas hingga akhir tahun 2013 ini. Sangat banyak kenangan manis selama bertugas dan bekerja bersama di SMPN 2 Kepil.

Kami segenap keluarga besar SMPN 2 Kepil, pimpinan, guru dan karyawan menyampaikan beberapa hal kepada Ibu Yosephine sebagai berikut :
  1. Terima kasih atas darma baktinya, bimbingan dan semua bantuan apapun bentuknya kepada sekolah dan sivitas akademika SMPN 2 Kepil.
  2. Mohon maaf, apabila selama bekerja dan bergaul bersama terdapat banyak kekurangan dan kesalahan baik sikap, tutur kata dan perilaku yang mungkin tidak berkenan bagi Ibu Yosephine.
  3. Mengucapakan selamat jalan, selamat berpisah dan selamat menjalani masa pensiun.
  4. Doa kami semoga Ibu Yosephine selalu dikarunia kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan dalam menikmati masa pensiun.
Selamat jalan Ibu Yosephine, kami akan selalu mengenang jasa baikmu dan akan selalu membina hubungan kekeluargaan dengan Ibu. 

Senin, 09 September 2013

Bu Anis Puji Astuti - Selamat Jalan dan Selamat Bertugas Di Tempat Yang Baru

Hari ini Senin 9 September 2013 bertepatan dengan HAORNAS : hari olah raga nasional yang mana di SMPN 2 Kepil dilaksanakan dengan upacara dan dilanjutkan senam.

Hari ini juga adalah hari perpisahan dengan Bu Anis Puji Astuti, A.Md. Beliau telah bertugas di SMPN 2 Kepil selama kurang lebih 2 tahun 4 bulan.Bu Anis masuk ke SMPN 2 Kepil pada tanggal 24 Mei 2011, sebagai staf tata usaha. Kinerja beliau sangat memuaskan, begitu juga dengan jiwa sosial yang cukup terbuka dan sangat pro-aktif dalam melayani guru, sesama staf dan semua siswa.

Mutasi ke Kabupaten Magelang.
Bu Anis mengajukan mutasi ke kabupaten Magelang, dengan harapan bisa lebih dekat dengan rumah dan keluarga, ya ... karena kediaman beliau di Muntilan Magelang. Selanjutnya mulai hari Senin ini sudah mulai bekerja pada instansi yang baru di Dinas Pertanian Kabupaten Magelang yang beralamat di Komplek Pemda Kabupaten Magelang - Sawitan.

Selamat jalan, selamat bertugas, jasamu tetap akan kami kenang dan semoga tali silaturahmi dengan keluarga besar SMPN 2 Kepil tetap terbina dengan baik.

Berikut foto-foto kegiatan HAORNAS di SMPN 2 Kepil.
Klik gambar untuk melihat lebih besar !












Bila berkenan, tinggalkan komentar - dengan cara klik komentar di bawah ini ... !!!

Senin, 25 Maret 2013

Rotasi Pimpinan - Kepala Sekolah, Pak Wachid Pindah Tugas Jadi Kepala di Sekolah Lain

Beberapa hari ini terdengar santer tentang berita pergantian pimpinan - kepala sekolah SMP di beberapa sekolah, seiring dengan adanya penambahan dan penempatan kepala sekolah baru.
Adanya peluang baru bagi kepala sekolahseriring dengan beberapa kepala sekolah yang memasuki usia pensiun, maka kemudian dinas mengadakan perekrutan kepala sekolah baru.

Hari Rabu 27 Maret 2013 bertempat di Gedung Sasana Adipura Kencana Wonosobo akan dilaksanakan pelantikan kepala sekolah baru - kepala sekolah lama yang dipindah tugaskan di sekolah baru.

Tak luput dari dampak tersebut adalah SMP Negeri 2 Kepil, kali ini justru akan kehilangan 2 sekaligus personil pucuk pimpinan. Kepala sekolah SMP Negeri 2 Kepil Bapak Drs. Wachid Asrori akan mendapat tugas baru di sekolah di sekitaran Sapuran

Begitu juga dengan Bu Fajar Fatimah Winarti, S.Pd, M.Or yang lulus dalam ujian seleksi pencalonan kepala sekolah - akan dilantik menjadi kepala sekolah baru, yang menurut berita akan ditempatkan juga di sekitar Sapuran.

Artinya di SMP Negeri 2 Kepil juga akan terjadi pergantian pimpinan - kepala sekolah baru. Pertanyaannya .... Siapakan Beliau ? Kita tunggu saja. Siapapun beliau semoga bisa membawa SMP Negeri 2 Kepil menjadi sekolah yang maju - berprestasi dan lebih baik lagi.

Selamat Jalan Pak/Bu, Selamat Bertugas di tempat yang baru

Selamat bertugas di sekolah yang baru Pak Wachid dan Selamat bertugas jadi kepala sekolah dan memimpin sekolah Bu Fajar, SEMOGA SUKSES SELALU.

Rabu, 09 Januari 2013

Selamat Jalan Pak Riyanto, Pindah Tugas ke SMPN 1 Leksono

Hari ini, Kamis 10 Januari 2013 adalah hari terakhir bagi Pak Riyanto, S.Pd salah satu guru terbaik yang mulai hari ini secara resmi pindah pindah tugas ke sekolah baru. Para guru, karyawan dan siswa berkumpul di halaman untuk mengdakan upacara perpisahan dengan beliau.

Pak Riyanto, S.Pd, masuk tugas pertama kali di SMPN 2 Kepil bulan Maret 2008. Sejak ditugaskan pertama kali, beliau langsung dapat menunjukkan kredibilitas, loyalitas dan totalitasnya, baik sebagai guru pengajar bidang studi IPS maupun sebagai guru pengampu ekstra kurikuler.

Beliau asli dan lahir dari Purworejo, hingga kini bertempat tinggal menetap di Brokoh, sebelah selatan terminal Mendolo Wonosobo bersama 1 istri tercintanya (guru produktif di SMK Informatika Wonosobo) beserta kedua putranya, Zaki dan Adit.

Selama mengajar di SMPN 2 Kepil, beliau sangat dekat dengan para guru dan karyawan. Fair & Fun, itulah kesan yang muncul dari seorang Pak Riyanto. Terlebih dengan siswa, lebih dekat lagi, seakan anak dengan bapaknya. Tak jarang anak-anak putri bergelayutan di punggung beliau saking dekatnya. Kedekatan itu juga diwarnai oleh kegiatan beliau yang ,menjadi Pengampu Utama ekstra PRAMUKA.
Pramuka SMPN 2 Kepil berjaya di kancah Wonosobo, termasuk beliau juga ikut membesarkannya, sehingga kegiatan Kepanduan - Pramuka SMPN 2 Kepil terkenal dimana-mana.

Selanjutnya, Pak Riyanto mendapat tugas baru di SMPN 1 Leksono, sekolah yang jaraknya lebih dekat dari rumah beliau di Brokoh. Kiranya inilah alasan utama kepindahan beliau, karena jarak Mendolo - Kepil yang cukup jauh dengan kondisi jalan yang kurang bersahabat.

Selamat Jalan Pak Riyanto, semoga sehat dan sukses selalu, jangan lupakan kami. Kami akan senantiasa mengingat dan mengenang Mu.