text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...
Tampilkan postingan dengan label Ujian Berbasis Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ujian Berbasis Komputer. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 April 2018

UNBK 2018, Tahun Pertama UNBK di SMPN 2 Kepil - Catatan Kecil Protek Sekolah

Alhamdulillah, Ujian Nasional Utama yang dilaksanakan dengan pola UNBK / UNKP tingkat SMP/MTs telah selesai dilaksanakan secara serentak se-Nusantara dari tanggal 23 - 26 April 2018. Rasanya lega dan plong, pekerjaan yang panjang dan melelahkan tuntas sudah. Ujian Nasional merupakan puncak acara dari kegiatan pembelajaran SMP/MTs selama 3 tahun. Inilah yang juga dirasakan keluarga besar  SMPN 2 Kepil karena tahun 2018 ini merupakan tantangan, dimana ujian nasional dengan pola UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) baru pertama kali dilaksanakan. Oleh karena itu UNBK ini sungguh merupakan beban bagi semua elemen di sekolah ini, mulai dari kepala sekolah, jajaran panitia, guru mata pelajaran UN maupun guru non UN, staf/karyawan hingga proktor/teknisi. Banyak tenaga, waktu, biaya dan pikiran yang tersita dan tercurah untuk hajat besar ini

UNBK 2018 di SMP Negeri 2 Kepil merupakan "gawe besar" jajaran manajemen sekolah, terutama  Kepala Sekolah (Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsip, MM.Pd) dan Panitia Ujian Nasional 2018 yang dikomandani oleh ketua Bapak Ismain, S.Pd. Kepala Sekolah dan segenap jajaran Panitia UN 2018 telah berupaya secara optimal untuk mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari kegiatan pembekalan materi pelajaran ujian nasional yang berupa les yang diikuti dengan berbagai tes uji coba UN, kegiatan persiapan sarana dan prasarana berupa Lab. Komputer yang terintegrasi dengan Server UBK/UNBK - dimana dengan adanya perangkat ujian berbasis komputer yang memadai ini siswa bisa banyak berlatih mengerjakan ujian berbasis komputer, dan yang tak kalah penting adanya persiapan mental dengan berbagai kegiatan yang bersifat pembekalan motivasi, pengisian ruhani dan refresing untuk tujuan sukses UNBK 2018.

Sebanyak 94 siswa kelas 9 seluruhnya bisa mengikuti rangkaian kegiatan ujian nasional dan menyelesaikan UNBK 2018 pada ujian utama. Kegiatan UNBK menggunakan ruang komputer baru yang di desain dengan kapasitas 36 siswa, sehingga semua siswa dapat tertampung dan terlayani dengan dibagi menjadi 3 shift. Pembagian shift dipetakan berdasarkan jarak dari rumah ke sekolah, dimana siswa yang tempat tinggalnya jauh mendapat giliran shift pagi sehingga tidak terkendala terkait transportasi.  Secara sistem dan sarana prasarana pelaksanaan UNBK 2018 terhitung lancar dan tanpa kendala yang berarti, walau di awal waktu pelaksanaan UNBK hari pertama sempat terkendala karena masalah yang terjadi di server pusat di Jakarta.

Tuntas sudah seluruh rangkaian ujian nasional 2018. tentunya terdapat banyak catatan selama dalam persiapan, pelaksanaan hingga pasca pelaksanaan. Sebagai mana lazimnya setiap kebijakan, setiap kegiatan, setiap sistem pasti ada kekurangan, demikian pula dengan UNBK yang baru pertama kali di sekolah ini. Banyak kendala yang menjadi pengalaman sekaligus guru yang sarat  hikmah, banyak keluhan yang akhirnya justru menjadi masukan yang sangat berharga, banyak kritikan yang kemudian menjadi wahana introspeksi, mawas diri sekaligus saran yang memotivasi dan banyak muncul kesan yang menjadi catatan untuk perbaikan ke depan bagi sekolah, bagi panitia, bagi guru, bagi proktor - teknisi dan bagi siswa agar di tahun mendatang bisa lebih baik lagi.

Semoga dengan banyaknya catatan dan pengalaman dalam melaksanakan UNBK yang pertama kali ini menjadi bekal untuk melakukan berbagai perbaikan mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Kepil yang berorientasi pada perbaikan kualitas layanan pendidikan. Selamat bekerja dan selamat berkarya, semoga sukses, insya-Alloh.

Sabtu, 20 Januari 2018

Download POS UN 2018, Pedoman bagi Sekolah untuk Siap UNBK / UNKP

Tahun 2018 sudah berjalan hampir sebulan, bagi siswa kelas IX mengandung arti bahwa pelaksaan Ujian Nasional 2018 semakin dekat. Sebagai siswa sudah pasti harus banyak belajar dan banyak berlatih. Segala persiapan harus dipersiapkan, baik mental, spiritual maupun material (soal) agar bisa memperoleh hasil yang optimal. Demikian juga bagi guru mapel UN, ini adalah hajad besar dan merupakan pertaruhan kinerja atas pembelajaran yang telah diampunya selama ini, sukses siswa berarti sukses gurunya. Tak luput pula bagi sekolah, ini adalah momentum yang luar biasa untuk menunjukkan mutu dan kualitas sekolah. Oleh karena itu pihak sekolah (manajemen) sangat membutuhkan regulasi terkait pelaksanaan UN 2018. Keberadaan Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional (UN) Tahun 2018 sangat ditunggu-tunggu oleh banyak pihak. Terutama oleh para pengelola lembaga pendidikan seperti kepala sekolah dan guru.

Hal ini sangat wajar sekali, mengingat POS UN menjadi patokan dan pedoman bagi sekolah dalam melaksanakan Ujian Nasional. Apalagi sejak tahun 2017 sekolah-sekolah dianjurkan untuk mengadakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang tentunya secara aturan pelaksanaan akan berbeda dengan Ujian Nasional konvensional dengan menggunakan kertas. Demikian juga bagi sekolah yang akan melaksanakan ujian nasional namun masih menggunakan kertas, untuk tahun ini istilahnya baru, yaitu UNKP = Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil.


Bagi anda yang belum tahu, sedikit kami jelaskan bahwa yang dimaksud dengan POS UN adalah kumpulan Peraturan yang dibuat oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang dipakai untuk menjadi dasar dan juga acuan secara  teknis penyelenggaraan Ujian Nasional. Sebab bersifat teknis, POS UN akan disusun pada setiap tahun pelajaran.  Maka dari itu, POS UN untuk jenjang SMP/MTs. SMA/MA dan SMK bisa saja berbeda untuk setiap tahunnya. Aturannya dapat bertambah dan berkurang sesuai ketentuan yang dibuat oleh BSNP.

Setiap sekolah yang menyelenggarakan UN, harus mengikuti semua aturan yang terdapat di dalam POS UN. Sekolah tidak diperkenankan membuat aturan sendiri-sendiri, apalagi aturan tersebut berbeda dengan aturan yang dibuat oleh BSNP. Di dalam POS UN memuat berbagai macam hal terkait dengan teknis pelaksanaan Ujian Nasional. Mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga setelah pelaksanaan UN berlangsung. Tak hanya untuk para panitia saja, dalam POS Un juga memuat aturan-aturan yang harus ditaati oleh semua peserta didik dalam mengikuti UN. Semuanya sudah lengkap dibahas dalam POS UN. Pihak sekolah, harus membaca dan memahami semua aturan yang terteran dalam POS UN tersebut. Sehingga pelaksanaan UN di sekolahnya bisa berjalan dengan lancar. 

Demikian artikel kali ini terkait POS UN 2018, bagi yang merasa membutuhkan silahkan download file dengan cara klik link download yang kami sediakan, semoga bermanfaat. Selamat berkarya, selamat bertugas, semoga sukses.

Kamis, 09 November 2017

Simulasi UBK Online, SMPN 2 Kepil Siapkan UNBK 2018 Lebih Dini

Berawal dari pengalaman tahun lalu dimana saat ujian nasional sudah ramai dan marak dengan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), saat kepala sekolah Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. sangat terpanggil untuk ikut UNBK,  namun pada akhirnya masih menggunakan pola ujian berbasis kertas. Faktor utama disebabkan karena terkendala teknis, peralatan dan pendanaan yang pada praktiknya membutuhkan kesiapan sarana prasarana berupa perangkat komputer, server dan jaringan yang memadai serta jumlah yang cukup. Dengan jumlah peserta ujian nasional sekitar 100 siswa maka minimal harus memiliki perangkat komputer untuk UNBK berjumlah 34 unit. Sementara jika harus menginduk ke sekolah lain (SMA/SMK) tidak memungkinkan karena jarak ke sekolah tersebut lebih dari 10 km, melebihi aturan yang ditetapkan oleh kemendikbud, karena diperkirakan akan repot dan menemui banyak kendala transportasi.

SMP Negeri 2 Kepil yang namanya sudah bergaung dan berkibar dengan berbagai predikat yang disandangnya baik karena status akreditasi A, standar SSN, Pilot  Project K-13 dan Pilot Project Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sudah saatnya merambah dan merangkak naik ke fase yang lebih tinggi, Hal ini menambah semangat dan tekat kepala sekolah untuk melaksanakan UNBK Mandiri di tahun 2017/2018 ini, ditambah lagi dukungan dan suport yang kuat dari semua elemen sekolah, mulai dari dewan guru, staf/karyawan, siswa, komite sekolah, orangtua siswa dan tokoh masyarakat. Akhirnya setelah kesiapan dukungan terpenuhi maka dimulai rangkaian kegiatan persiapan UNBK 2018, mulai dari pengadaan perangkat PC tambahan, server dan jaringan LAN/WLAN, dipersiapan dan dibenahi secara marathon dari hari ke hari.

Dukungan dan motivasi lain datang dari salah satu pengawas SMP Dinas Dikbudpora Wonosobo (Bpk. Parwanto, M.Pd), yang disampaikan kepada kami saat mengikuti pelatihan pembuatan bahan ajar sekitar tiga bulan yang lalu, bahwa untuk bisa menaikkan grade dan mutu maka sekolah harus bisa melakukan inovasi dan terobosan, terutama terkait pemanfaatan teknologi. Sekolah maju yang ditandai dengan layanan pendidikan yang bermutu dan terpadu hanya bisa diwujudkan jika guru-gurunya memiliki semangat untuk belajar sesuatu yang baru, berani melakukan inovasi, menjauhi pola konvensional yang monoton dan yang terpenting siap bekerja lebih (lebih keras, lebih banyak waktu, dan lebih serius). Pengawas menyarankan untuk memulai memberikan stimulasi kepada guru-guru yang siap maju untuk dipandu dan difasilitasi untuk menerapkan berbagai pembelajaran dan evaluasi berbasis IT, mulai dari pembuatan bahan ajar interaktif, e--learning hingga ujian berbasis komputer baik UH/PH, UTS/PTS hingga UAS/PAS.

Dari berbagai dukungan dan suport yang luar biasa dari berbagai pihak, ditambah ketersediaan tim dan partner kerja yang hebat membuat kami pengelola laboratorium komputer mau tidak mau harus turut semangat mendukung untuk terlaksana UNBK di tahun 2017/2018 ini. Keberadaan Pak Ronto yang juga Admin Dapodik di Dikpora memberi kekuatan dan dorongan tersendiri, sedangkan untuk software sistem dan kendali program mendapat suport sepenuhnya dari master jaringan dan software dari Mas Budiyanto, ST dari SMK N Tembarak. Kami hanya menginisiasi dan mengorganisir dan mempersiapkan rancangan sistem, aplikasi dan kebutuhan sarana untuk terwujudnya laboratorium untuk mendukung program UNBK-Mandiri, UBK lokal dan kemanfaatan lainnya.

Alhamdulillah, secara sistem dan aplikasi sudah siap dan sudah berjalan dalam ujicoba ujian berbasis komputer (UBK) periode 1 untuk mapel Bahasa Indonesia. Siswa mengikuti UBK Mapel UN, dengan pola dan model yang mirip UNBK, hal ini dimaksudkan agar siswa sudah terbiasa dengan pola ujian online CBT yang kelak akan dilaksanakan pada saat ujian nasional yang sesungguhnya. Pola UBK yang diterapkan di SMP Negeri 2 Kepil ini menggunakan PC Client yang terkoneksi jaringan LAN/WLAN ke PC Server. Software/aplikasi yang digunakan adalah BeeSmart - aplikasi simulasi ujian online CBT yang mirip dengan UNBK. Soal yang telah dientrikan ke dalam server selanjutnya dapat diseting untuk diacak nomor soalnya, demikian juga dengan option jawabannya, sehingga siswa yang satu dengan yang lain tidak sama untuk setiap nomor soalnya. Ujian online di sistem ini tersedia mulai dari UH, UTS hingga UAS, dengan model pilihan ganda dan essai. Aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai otomatisasi mulai daftar hadir, berita acara, daftar nilai hingga analisis dari tiap mata ujian. Kecepatan proses koreksi dan nilai yang langsung bisa diproses dan dicetak adalah hal utama yang sulit terwujud dengan pola manual.

Apa yang ada ini tentu tak sebanding dan tak ada apa-apanya jika disandingkan dengan sekolah di kota-kota, di sekolah maju, dan sekolah papan atas yang sudah menerapkan sistem ini sejak lama. Sebagai pengelola, kami menyadari berbagai kekurangan kami, dan yang pasti kami menyadari bahwa kami dalam taraf belajar, dalam tahap pengenalan sistem dan dalam proses memotivasi diri untuk maju bersama tim kerja, pimpinan dan teman guru di sekolah kami. Akhirnya kami berharap semoga program UBK-Lokal, UNBK-Mandiri dan e-Learning yang akan dikembangkan di sekolah ini bisa terwujud, bisa berjalan lancar dan bisa memberi manfaat untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada siswa, kepada guru, kepada sekolah dan kepada masyarakat.