text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...
Tampilkan postingan dengan label Sarana Prasarana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sarana Prasarana. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juli 2018

Musibah - Tiga Ruang Kelas SMP Negeri 2 Kepil Terbakar

Beberapa hari ini nama SMP Negeri 2 Kepil menjadi semakin terkenal karena pemberitaan di koran maupun di laman internet, terbukti ketika di ketikkan kata SMPN 2 Kepil pada tab mesin pencari google, maka akan tampil rentetan link dari laman website yang memberitakan tentang sekolah ini, baik yang berupa berita seperti ; news.detik.com, suaramerdeka.com, wonosobozone.com, tribratanews.jateng.polri.go.id dan laman berita  lainnya, maupun yang berupa video di laman Youtube. Benar, memang semenjak Jumat malam sekolah ini ramai menjadi topik pembicaraan publik karena adanya musibah yang berupa kebakaran yang menimpa salah satu bangunan lokal / gedung yang terdiri dari tiga ruang kelas.

Di halaman website detik.com dituliskan bahwa Gedung SMP Negeri 2 Kepil, Wonosobo dilalap si jago merah pada Jumat (27/7/2018) malam. Meski tidak ada korban jiwa, namun sedikitnya tiga ruang kelas ludes terbakar. Satu lokal gedung yang terdiri dari 3 ruang kelas SMP 2 Kepil hangus terbakar, Jumat (27/7) sekitar pukul 18.30. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sekolah yang berada di Jalan Magelang Km 29, Desa Randusari, Kecamatan Kepil, Wonosobo itu mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta.

"Api melalap sejumlah bangunan di SMP 2 Kepil itu sangat cepat," ujar Wahyu Cahyono, seorang sopir yang melintas di depan sekolah tersebut. Melihat kepulan asap hitam dan kobaran api yang membakar sejumlah atap bangunan ruang kelas tersebut, Wahyu berupaya meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman seadanya, sembari melaporkan kepada petugas pemadam kebakaran. Warga berupaya melakukan pemadaman menggunakan ember dan selang air, namun karena angin berhembus sangat cepat menyebabkan api terus melalap sejumlah bangunan di sekitarnya.

Komandan Koramil 09/Kepil, Kapten Infanteri Sugeng Hariyanto yang juga pejabat di Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo menyebutkan, api memang begitu mudah melalap bangunan gedung satu blok, terdiri dari tiga ruang kelas, antara lain ruang kelas 8A, 9D dan ruang kesenian yang berisi seperangkat lengkap alat karawitan berupa gamelan. "Seperangkat alat kesenian berupa gamelan serta beberapa kursi dan meja belajar di ruang kelas itu juga hangus terbakar," beber dia.

Menurutnya, pihaknya menerjunkan sejumlah anggotanya membantu pihak Polsek, BPBD, SAR Kepil, PLN Sapuran dan masyarakat. Mereka beramai ramai memadamkan api agar tidak menjalar ke gedung yang lain. Selain itu, dengan dibantu lima unit mobil pemadam kebakaran. Antara lain dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar), satu tangki BPBD Wonosobo dan dua unit Damkar milik PT Mekar Abadi. "Atas kerja sama seluruh komponen, api bisa dipadamkan sekitar pukul 20.30," tutur dia. Dengan waktu kurang lebih dua jam, api bisa dipadamkan karena koordinasi yang baik. Tanpa koordinasi yang baik, mungkin api belum bisa dipadamkan dalam waktu seperti itu. Terlebih, keberadaan unit Damkar yang berada di pusat kota, membutuhkan waktu lama untuk mencapai lokasi kebakaran. "Kami sangat mengapresiasi kesigapan aparat dan masyarakat, sehingga kebakaran tidak sampai merembet ke gedung lain," tutur dia.

Atas kejadian tersebut, menurut pihak sekolah kerugian seperangkat gamelan diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 100 juta. Sedangkan kerugian dari bangunan tiga ruang kelas, diprediksi mencapai lebih dari Rp 400 juta. Untuk gedung sekolah tersebut baru selesai direhab pada tahun 2016. "Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Namun, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran," ujar Kapolsek Kepil Iptu Muji Darmaji. Saat  berita ini dilansir garis pengaman polisi telah dilepas, artinya seluruh proses identifikasi dan investigasi sudah dinyatakan selesai.

Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd selaku kepala SMP Negeri 2 Kepil dengan ini memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan pertolongan pada saat kejadian kebakaran. Dengan adanya bantuan dan peran serta dari masyarakat sekitar, Kepolisian Kepil, Koramil Kepil, bantuan unit mobil pemadaman kebakaran Kab. Wonosobo, BPDB dan mobil pemadam PT Mekar Abadi menjadi hal baik yang membuat kebakaran tidak merembet dan menjalar ke gedung lainnya. Terima kasih juga kami sampaikan kepada jajaran pejabat teras kabupaten Wonosobo, Dinas Pendidikan baik di tingkat UPT kecamatan Kepil hingga tingkat kabupaten Wonosobo, para kepala sekolah, para guru dan tokoh masyarakat yang datang memberikan ungkapan bela sungkawa dan suport semangat, motivasi dan doanya kepada sekolah kami.

Akhirnya kami atas nama sekolah menerima dan meyakini bahwa kejadian ini adalah musibah yang diberikan oleh Alloh SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa yang pasti memiliki rencana yang jauh lebih baik dan lebih indah dari musibah ini. Banyak hikmah dan pelajaran berharga yang bisa diambil dari kejadian ini, dan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, tenaga, pikiran dan suport motivasi serta doanya semoga menjadi amal kebaikan yang dicatat sebagai jariyah di sisi Alloh dan diberikan balasan yang jauh lebih baik. Selanjutnya kami berharap pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan dapat segera memberikan bantuan guna pembangunan kembali ruang kelas beserta perabotan dan alat penunjang lainnya guna kelancaran proses pembelajaran.

Senin, 25 Juni 2018

Taman Bunga Celosia Ramadanu Magelang - Inspirasi Pengembangan Sekolah Indah

Jika pikiran rasanya sumpek, jika tubuh rasanya lelah dan jika muncul rasa bosan, maka sudah saatnya kita mencari suasana baru, piknik atau pergi berwisata. Dengan melakukan pikinik atau wisata maka akan beban terasa lepas, pikiran akan fresh, apalagi jika bersama-sama dengan keluarga, teman atau pasangan. Biasanya pasti disertai dengan acara foto bersama atau foto sendiri yang sering di sebut selfi. Saat ini selfi menjadi trend, mode dan salah satu bentuk unjuk gaya, terutama remaja dan ibu-ibu yang merasa masih muda. Indonesia Darurat Selfi, mungkin inilah istilah tepat seperti yang diungkapkan oleh salah satu guru muda, energik dan berbakat di SMPN 2 Kepil, Bpk Irwan Susetyo yang berasal dari Pacitan Jawa Timur. Guru mata pelajaran IPS dengan segudang pengalaman jebolan UNS Solo ini berdomisili di sebuah dusun dekat Ponpes Pabelan Mungkid Magelang. Sosok beliau menjadi inspirasi munculnya tulisan ini dalam seri Serba-serbi (hiburan), selamat menikmati.

Yah benar, selfi merupakan trend baru yang menjangkit hampir di semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, dan yang paling heboh kalangan remaja dan ibu-ibu yang tentu saja disertai pasangan masing-masing. Maka object yang dirasa cocok karena dianggap indah, unik dan terkenal menjadi incaran para pemburu spot untuk selfi. Bagi pembaca yang berlokasi di sekitar Jogja dan Jawa Tengah mungkin sudah tahu bahwa saat ini ada lokasi baru yang sangat ramai pengunjung, setiap harinya dikunjungi ratusan orang atau bahkan ribuan pada akhir pekan yang hendak berwisata menikmati keindahan "Taman Bunga Celosia Ramadanu". Taman bunga Ramadanu yang mulai dibuka untuk umum saat menjelang lebaran tahun 2018 ini digagas oleh Karang Taruna Desa Danurojo (KPD) ini berlokasi di dusun Danurojo kecamatan Ngluwar kabupaten Magelang. Keberadaan miniatur kincir angin Amsterdam menunjukkan bahwa taman bunga ini hadir mengusung konsep wisata ke Negeri Belanda, mengikuti jejak pendahulunya yang sama-sama menawarkan spot taman bunga yang indah antara lain Taman Bunga  yang berada di Bandungan, Semarang, Bantul dan Gunung Kidul. Menurut para pengunjung hal yang menjadi daya tariknya antara lain ; keindahan aneka bunga yang beraneka warna, tersedianya aneka ragam spot foto (tempat foto), pengaturan tata letak (layout) yang menarik dan ketersediaan lokasi parkir yang luas serta berbagai sarana pendukung lainnya. Disamping Pak Fauzi dan Pak Irwan yang suka rekreasi, maka Bu Ruti, Bu Laras, Bu Yuli, Bu Yani dan Bu Sri Supami pasti cocok untuk mengambil pose selfi di tempat ini.

Selain taman bunga yang menawarkan keindahan, saat ini juga marak dibangun Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang banyak tersebar di wilayah Borobudur, yang disuport oleh pemerintah melalui kementerian BUMN. Selain bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa, program Balkondes juga memberdayakan masyarakat sekitar dengan basis wisata. Bank BRI bersinergi dengan BUMN lain berkomitmen mengembangkan kawasan Candi Borobudur dengan membangun 20 Balkondes di tiap desa sekitar. Rencananya, Balkondes yang dibangun akan dilengkapi pendopo utama, limasan, artshop, gazebo, Musholla, toilet, panggung utama dan homestay. Masyarakat bisa memanfaatkan semua fasilitas yang ada untuk meningkatkan potensi desa wisata. Ada juga wahana wisata baru yang belum banyak dikenal karena belum tergarap dengan baik, kami mempelopori awal dengan sebutan wisata kuliner "Jembatan Tiga" atau "Trio Bridge" yang berlokasi di sebelah timur desa Progowati, Mendut Magelang, sebuah wisata yang terdapat tiga buah jembatan yang berjajar, bila pengelola bisa membuat konsep yang apik maka ini akan menjadi daya tarik baru yang eksotis.

Jika dilihat dari trend di masyarakat, dikaitkan dengan alasan para wisatawan dan hasilnya yang berupa pemberdayaan ekonomi masyarakat maka tidak ada salahnya jika sekolah-sekolah mengambil pelajaran sebagian bahan kajian. Sekolah sebagai wadah bagi komunitas bagi siswa, guru dan staf / karyawan sebagai pelaku pendidikan kiranya juga bisa mengambil dan menyerap beberapa hal utama yang bisa digunakan sebagai konsep pengembangan sekolah agar menjadi lebih berdaya guna dan berhasil guna. Jika dilihat secara sederhana dan mendasar maka konsep utama yang diusung oleh Taman Bunga Celosia Ramadanu dan Balkondes di Borobudur dan tempat wisata lainnya adalah unsur keindahan, keindahan itulah yang menjadi daya tarik utama wisatawan dan masyarakat. Keindahan, siapa yang tidak suka dengan keindahan?

Demikian juga di sekolah, para siswa, dewan guru, staf / karyawan bahkan tamu atau orang yang hanya lewat saja pasti suka jika melihat sekolah yang nampak indah, karena sesuatu yang indah itu sedap dipandang, tidak membosankan, menyegarkan hingga dapat mengusir rasa lelah, juga bisa membangkitkan semangat dan kekuatan baru atau bahkan bisa menjadi sumber inspirasi bagi para pemikir dan pembuat kebijakan. Ada murid indah, guru indah (bukan Bu Indah lho), kelas indah, halaman indah, kebun sekolah indah, masjid sekolah indah hingga suasana pelajaran yang indah. Artinya keindahan bukan hanya yang bersifat kebendaan, namun bisa juga keindahan dalam bentuk yang lain. Nah, keindahan inilah yang akan kami uraikan, semoga bisa menjadi wawasan baru bagi kita semua warga sekolah dengan harapan menjadi inspirasi untuk berubah menjadi lebih baik.

Dari gabungan dua sudut pandang yang berbeda yaitu fisik dan psikis maka unsur yang bisa menjadi daya tarik sekaligus daya dorong munculnya keindahan di sekolah dapat terwujud dalam dua bentuk yaitu keindahan fisik dan keindahan non fisik.
  1. Keindahan fisik. Keindahan fisik umumnya berbentuk sesuatu yang terlihat oleh mata. bisa berupa tempat, lingkungan, tanaman, barang perabotan, hiasan, gambar atau tulisan. Sedari lewat kelihatan bangunan gedung dengan cat yang khas, sepanjang jalan masuk kanan kiri disuguhi pemandangan tanaman alami yang tertata rapi, setelah masuk pintu hall utama terasa disambut oleh desain ruang dengan gambar dan tulisan dinding yang menyiratkan situasi akademis yang futuristik, masuk lagi ke halaman dalam terlihat di depan setiap ruang taman-taman kecil dengan berbagai corak ragam tanaman terawat dan bunga yang berwarna-warni, masuk ke kelas dengan hiasan dinding karya siswa dan motto kelas yang penuh ekspresi. Masuk Lab IPA terpampang gambar dan alat praktikum yang menantang rasa ingin tahu, masuk Lab Komputer dengan perabotan dan perangkat update yang menantang imajinasi belajar ilmu-ilmu terbaru, masuk Perpustakaan yang banner dindingnya memacu semangat membaca didukung layout rak buku dan sudut baca yang nyaman seakan tak ingin keluar karena sajian berbagai buku yang menambah dan membuka wawasan baru.
  2. Keindahan non fisik. Keindahan non fisik bisa berbentuk rasa nyaman, rasa damai, rasa puas dan rasa bangga dengan sekolah. Ketika siswa merasakan pembelajaran yang menantang dan memacu rasa ingin tahu dan merasa mendapat sesuatu yang baru itulah salah satu bentuk keindahan yang tidak berwujud benda. Ketika siswa yang kurang beruntung karena kekurangan materi karena kondisi orangtua merasa tenang, merasa damai dan merasa mendapat perhatian dan kasih sayang dari guru-gurunya itulah keindahan luar biasa yang dirasakan siswa. Ketika suatu saat wali murid datang ke sekolah dan mendapat sambutan yang hangat, dihormati dan merasa  di-orang-kan itu juga bentuk keindahan yang sangat berkesan. Keindahan non fisik lebih banyak terbentuk oleh suasana yang nyaman, kepuasan pelayanan dan situasi akademis yang membangun motivasi untuk meraih masa depan yang lebih baik. 
Keindahan fisik akan menyebabkan banyaknya spot khusus bagi siswa, wali murid dan masyarakat. Siswa akan merasa bangga dan cinta dengan sekolah, akan bangga upload fotonya ketika di  halaman depan sekolah, akan selfi di perpustakaan seakan sedang menyusun thesis, akan foto bergaya ilmuwan di Lab IPA dan seterusnya. Keindahan yang paling mudah dibentuk adalah lingkungan yang bersih, terwujudnya taman bunga atau tanaman yang beraneka warna, yang bisa diwujudkan dengan membagi zona wilayah yang menjadi tanggung jawab setiap kelas, dengan peran aktif dari wali kelas sebagai pelopor, fasilitator dan sekaligus sebagai mativator.

Di sisi lain muncul keindahan non fisik yang berupa suasana dan terciptanya rasa nyaman, damai, puas dan terlayani, hal ini juga menciptakan spot yang tak kalah indah yang menjadi ikon khusus. Wali murid dengan bangga menunjukkan fotonya ketika berdiri berjajar atau bersalaman dengan kepala sekolah, sementara siswa akan bangga dan berebut untuk selfi bersama guru idolanya. Guru idola, guru pavorit, guru ramah dan guru penyayang selamanya akan selalu diingat dan dikenang oleh siswanya, itulah spot dan ikon istimewa yang merupakan keindahan dari sekolah sesungguhnya. Di sinilah peran aktif seorang kepala sekolah dan jajaran pimpinan dalam membangun motivasi bahwa yang utama adalah pelayanan dan kepuasan siswa dan masyarakat.

Satu hal yang benar-benar perlu disadari bahwa pada saat guru mengajar tidak hanya melakukan transfer ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan, namun di sana juga terjadi proses transfer sikap, perilaku dan karakter (kepribadian) dari diri sang guru. Sebagai contoh, seorang guru TIK yang akhlaknya kurang baik, temperamental dan tidak sabaran dalam pembelajaran di kelas, maka yang akan banyak direkam oleh siswanya bukan ilmu TIK-nya, namun yang lebih dominan terserap siswanya justru karakter buruknya, sehingga siswa terdidik berjiwa temperamental dan sulit dikendalikan yang akhirnya pembelajaran yang berjalan menjadi tidak banyak membawa manfaat. Sebaliknya, sebagai contoh lain pembelajaran dari guru rumpun MIPA atau Bahasa yang ramah, penyabar, telaten dan banyak menyuntikkan motivasi sukses (pokoknya baik) pasti akan lebih banyak diminati dan disenangi oleh siswa, dan guru model inilah yang istimewa dan luar biasa yang akan berdampak kebaikan bagi siswa dan sekolah.

Oleh karena itu, mari kita wujudkan sekolah yang di indah seperti di galakkan di wilayah Jakarta Barat, karena keindahan akan menghadirkan kenyamanan, keteduhan dan ketenangan yang sangat mendukung dalam proses pendidikan. Keindahan fisik akan sangat memanjakan mata, sementara keindahan non fisik akan menghasilkan puluhan rasa yang akan terkenang selamanya. Selamat berkarya, selamat bekerja, semoga sukses, Amiin.

Sabtu, 18 Februari 2017

Setelah Rampungkan Toilet dan Dapur Ruang Guru, Kini Garap Lantai 2 Sisi Barat

Rencana pembuatan toilet dan dapur di ruang guru sudah dicanangkan lebih dari setahun yang lalu dalam sosialisasi Rencana Pembangunan Toilet Guru April 2015. Sosialisasi dilakukan melalui presentasi kepada para dewan guru dan karyawan berupa paparan alasan dan rancangan desain disertai perkiraan biaya. Sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh kenyataan jarak antara ruang guru ke toilet yang di kantor depan cukup jauh, terutama dalam kondisi mendesak dan darurat, belum lagi jika saat hujan karena harus memutar. Namun, memang susah dan cukup sulit untuk meyakin orang lain, apalagi sesuatu yang baru dan menyangkut dana. Benar kata salah satu tokoh pendidikan, bahwa setiap ide/gagasan baru memang tidak serta merta dapat diterima dan bahkan mungkin hanya dipandang sebelah mata. Artinya sosialisasi pertama belum mendapat respon yang berarti, karena baru sekitar 6 orang yang mendukung dan siap memberikan donasi. Mungkin saja karena yang melakukan sosialisasi hanya guru yunior, bukan dari kalangan senior. 

Merasakan betapa kebutuhan toilet di ruang guru, maka desain paket toilet ruang guru yang dipadu dengan dapur dan ruang istirahat di desain ulang, kemudian di presentasikan ulang tepat setahun kemudian. Alhamdulillah, atas ijin dan petunjuk kepala sekolah Bu Dyah Nuryani Praptiningsih, M.MPd. pada sosialisasi yang kedua ini respon sangat bagus, dan langsung bisa dikumpulkan dana secara swadaya dari para guru dan karyawan SMP Negeri 2 Kepil. Di bawah kendali langsung Bapak Satiyun, S.Pd selaku wakil kepala sekolah sekaligu penanggung jawab program, proses pengerjaan toilet ruang guru berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Ruang toilet dan dapur yang terletak di sebelah timur ruang guru kini telah siap pakai dengan kualifikasi yang memadai, terdiri 2 ruang toilet, 1 dapur, 1 ruang sholat dan wastafel di bagian paling depan.

Toilet ruang guru ini sangat dirasakan manfaatnya, tidak perlu repot jauh ke kantor depan dan privasi guru terasa lebih terjaga. Ruang dapur juga sangat dirasakan manfaatnya, dengan tersedianya kompor, rak piring yang lengkap dengan sajian dapur kejujuran swalayan berupa mie instan dan minuman siap seduh, menambah kreatifitas ibu-ibu guru menyajikan berbagai masakan di sela-sela jam kosong. Terasa sekali keakraban dengan berbagai masakan sederhana yang dibuat untuk dinikmati bersama-sama. Beberapa ibu guru menjadi rajin memasak, diantaranya Bu Laras, Bu Utami dan Bu Prih. Walau sekedar masak lompong, daun singkong atau kangkung yang dipadu dengan sambel dan ikan asin rasanya begitu nikmat, apalagi ketika lapar dan dalam suasana kebersamaan.

Dari laporan penanggung jawab, total donasi yang telah terkumpul untuk pembangunan toilet dan dapur ruang guru ini berjumlah 14.5 juta rupiah. Beberapa menyumbangkan dana hingga besaran 1 juta, beberapa berupa bahan bangunan, dan beberapa berupa kelengkapan ruangan dan kebutuhan peralatan dapur. Satu hal yang istimewa dan perlu dicatat bahwa donatur pertama pembuatan toilet ruang guru ini justru dari pihak luar, yaitu salah satu alumni sekolah ini dengan inisial NR yang saat ini bekerja di luar negeri. Alumni ini saking ingin berbaktinya pada guru dan ingin berpartisipasi pada sekolah, begitu kami sampaikan gagasan lewat internet (FB) ia langsung merespon memberikan dukungan dan langsung menyanggupi dana yang cukup besar bila diukur rata-rata donasi yang masuk.

Adapun pembangunan gedung di lantai atas, ruang yang sebelah barat saat ini baru mencapai 75 persen, tinggal pekerjaan finishing berupa penghalusan (acian) dan pengecatan. Secara keseluruhan banguan lantai atas terdiri dari 3 ruang kelas, namun saat ini yang sudah siap pakai ada satu ruang, satu ruang dalam proses (75%) dan satu ruang paling timur menunggu kebijakan berikutnya. Dana pembangunan ruang sebelah barat ini berasal dari dana SSM atau swadaya sekolah. Bila seluruh bangunan ruang kelas lantai 2, maka akan menambah ruang kelas yang bisa digunakan sebagai ruang tambahan dan ruang serba guna, dan pasti akan menambah gagah wajah sekolah.

 Atas semua bantuan - baik yang berupa ide, gagasan dan dana - dari para donatur kami atas nama sekolah menyampaikan ucapan terima kasih. Semua donasi insya-Alloh sudah tersampaikan dan digunakan untuk pembangunan fasilitas toilet dan dapur di ruang guru ini. Walau mungkin para donatur tidak tinggal dan ikut menikmati fasilitas ini, namun yang pasti bantuan ikhlas akan menjadi pahala amal jariyah yang tiada putus-putusnya, insya-Alloh. <61691-720>




Senin, 18 Mei 2015

Rencana Pembangunan Toilet Ruang Guru Siap Dimulai, Mohon Doa Restu, Dukungan dan Donasinya

Sebulan yang lalu, tepat satu hari sebelum peringatan hari Kartini, berlokasi di ruang guru dilaksanakan pertemuan seluruh guru dan karyawan. Pada hari itu kami mempresentasikan di depan hampir seluruh guru dan pejabat teras di SMPN 2 Kepil tentang rencana pembangunan toilet ruang guru. Dalam durasi waktu sekitar 60 menit kami menyampaikan keluhan dan kebutuhan teman guru yang sebagian besar menghendaki untuk diadakan fasilitas toilet khusus di ruang guru. Ya, selama ini "sudah bertahun-tahun" guru merasa ada yang kurang dan dibuat repot terutama apabila hendak "punya kepentingan" ke kamar kecil, guru harus berjalan ke kantor depan yang memakan waktu dan perjalanan cukup jauh.

Dalam kesempatan tersebut juga kami sampaikan sedikit koreksi terhadap situasi dan kondisi di sekolah. Setelah sekian waktu berjalan semuanya bisa berubah, dan ini sudah menjadi kepastian bahwa "perubahan adalah suatu keniscayaan". Yang penting adalah isi dari perubahan itu, kalau menjadi lebih baik, lebih maju, lebih inovatif, lebih kreatif dan lebih kondusif  itulah yang diharapkan. Namun kalau sebaliknya, harus ada yang berani untuk bangun dan berontak. Memang tidak mudah untuk memulai, mulut serasa bisu, kaki serasa kaku. dan pikiran serasa buntu. Itulah ibarat kata bagi seorang pemula untuk menyampaikan gagasan / ide, memulai sebuah kegiatan walau untuk sebuah cita-cita yang baik, apalagi sesuatu yang besar dan berat terkait dengan pendanaan, yang ujung-ujungnya akan tambah pekerjaan, tambah waktu dan keluar dana.

Alhamdulilah, presentasi itu mendapat tanggapan positif dari sebagian besar guru dan karyawan. Intinya mereka menyambut baik rencana dibuatnya fasilitas toilet khusus di ruang guru. Beberapa guru langsung ikut mendaftar untuk memberikan bantuan donasi-nya berupa kesanggupan untuk mewujudkan pembangunan toilet tersebut. Setelah mendapatkan ijin dari yang bersangkutan, dengan ini kami sampaikan bahwa ada seseorang yang istimewa yang menjadi donatur pertama jauh sebelum kami melakukan presentasi di depan Bpk/Ibu guru. Donatur istimewa tersebut bernama Nanik Riyati, yang merupakan salah satu alumni dari SMPN 2 Kepil yang kini berjuang dan bekerja di Taiwan. Perjuangan dan semangat yang luar biasa telah menjadikan jiwanya dewasa melebihi usianya, kebijaksanaannya melebihi ilmu pengetahuannya, kedermawanannya melebihi pendapatannya. Beliau belajar sambil bekerja, juga bekerja sambil belajar. Setelah lulus SMPN 2 Kepil ia merantau ke luar negeri, ijazah SMA diperoleh dari program Kejar Paket C, dan kini ia sedang menekuni untuk menyelesaikan kuliah S1 di Universitas Terbuka, sungguh perjuangan yang luar biasa, sungguh jiwa yang bermental baja dan sungguh semangat yang membara untuk bisa meraih sukses dalam kondisi yang serba luar biasa di tempat yang nun jauh di sana.

Rancangan desain telah kami sampaikan, berikut rencana anggaran biayanya (RAB). Jikalau tidak ada perubahan lokasi maka biaya untuk pembangunan toliet ini berkisar pada angka Rp. 24.628.500,-. Namun bila bisa bergeser pada ruang sebelah kanan ruang guru yang sudah beratap, maka biaya akan dapat ditekan menjadi jauh dibawahnya. Untuk kelancaran proses pembangunan toilet ini kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait yang kemudian dibentuk tim pembangunan toilet dengan formasi sebagai berikut :
  1. Pelindung, Penasehat dan Penanggung Jawab : Drs. Kardan
  2. KonsultanTeknis dan Mandor : Satiyun, S.Pd
  3. Perencana Desain / Gambar : Maryanto, S.Kom
  4. Administrasi Pendanaan : M. Bagus Panuntun, S.Pd
  5. Peralatan dan Bagian Umum : Yosep Luhvendi, S.Pd
Sampai tanggal tulisan ini kami terbitkan telah masuk beberapa dana dan kesanggupan dari para donatur awal yang siap untuk mendukung mensukseskan pembangunan toilet guru ini. Tulisan terakit donatur ini bukan untuk pamer, riya' atau sejenisnya. Namun dimaksudkan sebagai stimulan / rangsangan bagi teman-teman guru yang lain atau para pembaca semuanya yang ingin turut membantu atau merasa terpanggil untuk memberikan donasi untuk kemajuan sekolah ini. Daftar donatur yang telah menghubungi tim pembangunan toilet sampai tanggal 18 Mei 2015 adalah sebagai berikut :
  1. Nanik Riyati    : Rp. 1.000.000,-
  2. Maryanto        : Rp. 600.000,-
  3. M. Bagus P     : Rp. 600.000,-
  4. Yani Widayati  : Rp. 600.000,-
  5. Agus Yuswantoro : Sementara 2 sak semen
  6. Rini Utami      : Rp. 600.000,-
Sebagai pedoman untuk proses pembangunan, berikut kami sampaikan gambar rancangan desain Toilet Ruang Guru (TRG) yang hanya bersifat sederhana dan ala kadarnya. Gambar ini tidak baku harus persis dalam hal warna, interior maupun bentuknya. Secara garis besar beginilah gambar rencana toilet yang akan dibangun di ruang guru SMPN 2 Kepil, klik gambar untuk meilhat lebih besar.




Demikian tulisan tentang proposal pembangunan toilet ruang guru ini, semoga pembaca semuanya maklum dan berkenan untuk memberikan dukungan, doa restu dan donasinya. Atas segala atensi, partisipasi dan bantuannya, kami haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya, kami doakan semoga amal jariyah dan menjadi catatan kebaikan di sisi Alloh SWT, amin. Semoga bermanfaat (30758-780).

Jumat, 09 Januari 2015

Memperoleh Bantuan Seperangkat Gamelan, SMP Negeri 2 Kepil Semakin Siap dan Tambah Eksis Untuk Melestarikan Kebudayaan Jawa

Sebuah anugerah dan nikmat kembali diterima SMPN 2 Kepil yang semakin hari semakin bertambah maju. Pada masa liburan akhir semester ganjil Desember tahun 2014 lalu, SMPN 2 Kepil mendapat kiriman bantuan dari pemerintah pusat berupa seperangkat gamelan. Sangat sesuai dengan harapan bahwa sekolah ini ingin menjadi sekolah yang menjunjung tinggi kebudayaan dan sangat antusias untuk melestarikannya, khususnya kebudayaan jawa.

Semenjak masuk hari pertama semester genap tahun 2015 ini nampak suasana yang berbeda dari semester sebelumnya. Suara khas bernuansa tradisional jawa sering terdengar sehabis jam KBM. Seakan membawa suara mistis dan menarik-narik bagi yang masih memiliki pendengaran normal dan mempunyai jiwa yang halus dan sensitif dalam bidang seni untuk berjalan menuju sumber suara yang terdengar rampak dan serasi. Sangat menggugah inspirasi dan memberi motivasi, setidaknya untuk mendekat, mendengar dan mencoba untuk turut berpartisipasi memberikan dukungan moril bagi mereka yang berjiwa seni dan peduli di bidang seni.

Suara itu berasal dari seperangkat gamelan yang dimainkan oleh beberapa bapak guru dan siswa-siswi SMP Negeri 2 Kepil yang memiliki antusias terhadap seni. Ternyata untuk urusan gamelan, kepala sekolah (Bapak Drs. Kardan) adalah pawangnya, beliaulah yang kemudian menjadi pengajar dan pelatih. Kemudian disambut dan didukung sepenuhnya oleh P Widodo, P Edi, P Aris, P Ronto, P Pardi, P Latif dan P Eko yang langsung nimbrung ikut berlatih menabuh (memukul) gamelan tersebut. Juga tak ketinggalan siswa-siswi yang punya talenta luar biasa seperti Ika Datul, Rini, Zidni, Rohmah dan Adit Kendang sering ikut mendukung awal-awal latihan menabuh gamelan di sekolah ini. Luar biasa dan sangat cepat akselerasinya. Hanya dalam beberapa kali latihan sudah langsung terlihat rampak dan nyaman untuk didengarkan. Beberapa lagu dasar sudah bisa dimainkan oleh grup latihan ini.

Dengan seni hidup akan menjadi lebih indah, dengan cinta hidup akan lebih bermakna - begitu kata pepatah. Maka marilah kita dukung sepenuhnya uluran bantuan dari pemerintah pusat ini. Bapak/Ibu guru, sempatkan untuk mampir ke ruang serba guna untuk menyambangi gamelan itu. Sekali waku mari kita mencoba ikut berlatih memukul / menabuh gamelan itu, wujud bahwa kita serius memberi dukungan dan motivasi. Setidaknya memberi dukungan dan motivasi bagi mereka (guru dan siswa) yang telah lebih dahulu bersedia menjadi pelopor di bidang seni. Jangan hanya jadi penonton, tapi mari kita menjadi pelaku untuk memajukan sekolah ini. Mari kita tunjukkan peran positif kita sesuai kemampuan kita. Kita mampu jika kita mau. Semoga dengan melestarikan kebudayaan semakin menambah maju sekolah kita ini, insya-Alloh - amin. (27590)

Kamis, 11 Desember 2014

Kurikulum 2013 Lanjut atau Tidak, SMP Negeri 2 Kepil Telah Siapkan Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013, Walau Sederhana Namun Asli Buatan Randusari

Mendikbud Anis Baswedan memutuskan penghentian K-13, sebagian DPR menentang keputusan mendikbud, wakil presiden Jusuf Kalla ikut-ikutan menentang keputusan mendikbud. Namun sebenarnya yang paling merasa dapmpaknya adalah guru dan siswa disekolah. Di tengah belum pastinya nasib kurikulum pendidikan di negeri kita, Alhamdulilah, pihak sekolah telah menyiapkan aplikasi penilaian K-13 menjelang berakhirnya proses belajar mengajar (PBM) semester satu tahun pelajaran 2014/2015. Aplikasi ini murni buatan SMPN 2 Kepil, bukan bajakan atau kopian yang kemudian diganti label dan namanya saja.

Sekedar berbagi cerita, membuat aplikasi penilaian seperti itu tidaklah mudah, apalagi bagi seorang junior seperti kami yang berada di sekolah pinggiran ini. Awalnya seseorang harus paham OUTPUT / produk akhirnya seperti apa, harus paham bagaimana cara inputnya, paham bagaimana cara mengolahnya (dengan aturan yang berubah-ubah, terakhir permendikbud 104 tahun 2014), dan paham linknya agar entri nilai bisa saling terhubung dan terintegrasi, hingga akhirnya agar pada bagian akhir berupa antarmuka untuk wali kelas yang berupa tampilan rapot siap cetak. Itulah perencana, harus paham bagaimana awalnya, bagaimana akhirnya dan bagaimana bisa memahami dan membaca kemungkinan permasalahan yang akan terjadi pada para user (guru) dan cara mengatasinya.

Aplikasi ini menggunakan Ms. Office Excel sebagai basisnya yang tersedia link sel, link sheet dan link file. Belajar dari aplikasi A, sedot aplikasi B. jebol aplikasi C dan modifikasi aplikasi D. Termasuk bertanya dan konsultasi dengan orang laini yang lebih paham, bahkan kepada yang yunior sekalipun (dalam hal ini kami konsultasi pada Mas Budiyanto yang sangat paham tentang jaringan internet dan sistem security, beliau adalah mantan murid kami di SMK). Aplikasi sederhana ini benar-benar buatan sendiri, dengan niat untuk belajar, belajar untuk lebih tahu, lebih memahami dengan harapan bisa berbagi kepada teman sendiri. Sama sekali tidak ada niat untuk komersialisasi, karena memang tidak seharusnya untuk bersifat komersial di sekolah sendiri, pada teman sendiri. Miris melihat ada orang yang berani menjual dan mengkomersilkan aplikasi yang bukan buatan sendiri, hanya hasil download yang dimodifikasi, diganti nama dan notasi. Pembajakan kalau istilah Pak Edi dan Bu Rini

Harapan kami ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman satu sekolah, bahkan mungkin sekolah-sekolah yang lain untuk bisa berkarya sesuai bidang masing-masing. Jangan berfikir materi apa yang akan diterima, hasil apa yang akan didapatkan, keuntungannya berapa, hitungannya bagaimana. Kalo dihitung-hitung tidak bakal ketemu. Semisal dihargai Rp 100.000,- maka itu tidak akan sepadan dengan kerja dan pemikiran yang harus lembur puluhan malam. Sebaliknya kalau diharga Rp 200.000,- maka juga tidak untung bagi sekolah karena karya tersebut teramat sangat sederhana dan tak layak dikomersialisasi. Aplikasi itu dibuat semata-mata bentuk upaya pemenuhan kinerja dan pengabdian, dan sama sekali bukan untuk tujuan mendapatkan keuntungan materi. Dengan karya sederhana itu kami mendapatkan banyak sekali manfaat antara lain kepuasan belajar hal-hal baru, kepuasan berimajinasi dalam lautan ilmu, pemahaman, serta pengalaman yang diperoleh, Hal ini adalah kesempatan dan kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Salah besar kalu setiap gerak kita, langkah kita harus dihitung untung berapa, rugi berapa. Jangan sampai seperti pepatah Jawa "OBAH MAMAH", setiap aktifitas minta dihargai dengan materi. Rejeki adalah urusan Alloh, dan Alloh tak akan pernah salah memberikan rejeki pada siapa yang dikehendaki-Nya.

Akhirnya kami mengajak semuanya, mari kita tingkatkan kinerja kita dengan semangat ibadah dan ikhlas karena Alloh semata. Mengutip pepatah seorang motivator "Hukum kekekalan energi", kalau kita kumpulkan energi positif sama saja kita menabung energi positif. Energi positif itu adalah karya kita, sodakoh kita, senyum kita, kasih sayang kita dan segala kebaikan dari diri kita. Cepat atau lambat kita akan menuai hasilnya. Sebaliknya segala keburukan dari kita ; sikap kita, kerja kita, ucapan kita bahkan materi yang kita dapatkan yang seharusnya bukan hak kita adalah energi negatif yang taka akan pernah hilang, suatu saat energi negatif akan kita petik dalam berbagai bentuk negatifnya ; sakit, susah, galau dan sebagainya, tidak hanya pada kita namun bisa sampai anak cucu kita. Selamat berkarya mengumpulkan energi (26735)

Senin, 08 Desember 2014

Manajemen -8 : Mengelola dan Menggunakan Sarana Untuk Kemajuan Siswa - Manajemen Sarana-Prasarana, Semangat Melayani, Bukan Untuk Menguasai

Tema tulisan ini terinspirasi paparan DAHLAN ISKAN, sang menteri BUMN pada era presiden SBY. Hal ini ditunjukkan oleh sikap, pemikiran dan kinerja beliau ketika beberapa kali melakukan sidak di kantor BUMN yang menjadi bawahan dalam departemennya. Salah satu fokus yang pertama kali menjadi sasaran sidaknya (inspeksi mendadak) adalah TOILET. Kenapa toilet ?

Menurut pak menteri BUMN (saat itu) kinerja manajemen bisa diukur dengan mudah dari hal yang sepele, toilet. Toilet merupakan tempat yang dianggap paling belakang dan tersembunyi. Namun justru dari sanalah akan nampak pengelolaan manajemen instansi / lembaga / kantor tersebut. Karena kalau toilet yang berada di tempat yang berada di belakang dan tersembunyi ternyata kondisinya bersih, rapi, nyaman pastilah pada bagian lainnya akan lebih rapi, lebih bersih dan nyaman.

Toilet kotor, tidak terawat dan bau adalah pemandangan yang lazim ditemui pada banyak kantor / instansi / lembaga termasuk sekolah. Tak jauh beda dengan BUMN, sekolah-sekolah pun demikian adanya. Namun ada kenyataan bagus di suatu sekolah di lereng gunung Dieng yang sangat baik pengelolaan toiletnya. Toliet banyak tersedia di beberapa sudut tempat, dengan air persediaan yang memadai (mungkin karena tersedia air alami), kemudian untuk kebersihannya sudah dibagi dan diserahkan kepada kelas-kelas yang sudah ditentukan jadwalnya. Sehingga tidak ditemukan kondisi toilet yang kotor dan bau, apalagi toilet guru dan pegawai yang jauh lebih bersih, rapi dan terawat.

Manajemen Material-Machine, adalah tema tulisan kali ini. Dalam dunia sekolah sering disebut dengan Sarana dan Prasarana. Sarana prasarana sangat terkait dengan tiga hal pokok, yaitu 1. Pengadaan / pembangunan, 2. Penggantian / Perawatan, 3. Pemusnahan / pembuangan. Sepintas mungkin tidak begitu menarik, namun kalau bisa mengambil intinya akan sangat terasa betapa pentingnya pemanfaatan sarana dan prasarana dalam proses pendidikan. Kami tidak akan membahas tentang definisi dan klasifikasinya yang sudah banyak di jumpai di buku, makalah atau website dengan mudah. Namun kami lebih memilih untuk fokus pada sarana-prasarana, pemanfaatan dan pengelolaannya.

Di SMPN 2 Kepil, untuk urusan sarana-prasarana Bpk Edi Wineto, S.Pd adalah pawangnya. Beliau sangat ahli dan berpengalaman untuk urusan ini. Sulit untuk mencari orang yang sekaliber / sekelas beliau, sehebat dan seikhlas beliau untuk mengurusi bidang yang satu ini. Banyak sekali kemajuan dan peningkatan yang sangat signifikan terkait layanan sarana-prasarana. Pembangunan Mushola sekolah yang saat ini telah 80% selesai, pembenahan jaringan listrik di setiap ruangan, perbaikan toilet siswa, dan yang terakhir adalah penyediaan tempat parkir siswa di belakang sekolah disusul dengan banner kata-kata motivasi di dinding depan/luar tiap ruang kelas sekolah.

Senada dengan fenomena BUMN di atas, permasalahan terkait sarana dan prasarana di sekolah  ibarat pepatah setali tiga uang, serupa tapi tak sama. Hal itu hampir terjadi di setiap sekolah, dimana saja (kecuali yang sudah berfikir lebih maju). Masih juga dijumpai hal-hal yang dianggap sepele tidak tertangani secara baik, namun justru hal sepele tersebut yang menunjukkan betapa sistem penanganan masalah terasa belum optimal. Tanpa bermaksud mendiskreditkan siapapun, baik pejabat maupun perorangan, tulisan ini berlaku untuk semua. Satu hal yang penting untuk dicatat bahwa pada dasarnya semua sarana dan prasarana sekolah diperuntukkan untuk mendukung pembelajaran bagi siswa. Guru, karyawan dan juga siswa. Intinya untuk siapa saja yang terkait dengan pembelajaran bagi siswa. Terkait dengan itu ada beberapa hal yang mungkin perlu lebih diperhatikan dalam penanganan dan pengambilan keputusan terkait sarana-prasarana sekolah.
  1. Perencanaan waktu. Biasanya perencanaan dibagi menjadi tiga : jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Semuanya harus direncanakan untuk dilaksanakan sesuai tingkat kebutuhan. Untuk merencanakan ini tidak cukup dibuat seorang diri oleh pemangku sar-pras, harus melibatkan banyak pihak sesuai bidangnya masing-masing. Misal kebutuhan Lab IPA, guru olah raga, guru seni dll untuk turut membuat analisa perencanaan kebutuhan mereka. Bahkan sebaiknya setiap guru, setiap karyawan sebaiknya punya ide / gagasan untuk kebutuhan mereka, namun harus realistis dan tidak mengada-ada, dan tidak harus semua minta ke sekolah (misalnya pulpen, pensil atau penghapus ya tidak harus mengajukan proposal untuk pengadaan).
  2. Skala prioritas. Faktor inilah yang akan membedakan hal mana yang harus disegerakan dan mana yang bisa dipending pelaksanaannya. Skala prioritas bisa dilandasi beberapa faktor antara lain : - sesuai rencana, adanya stimulan pembiayaan dan emergensi/darurat. Untuk yang terakhir (darurat) secara otomatis bisa berubah menjadi urutan teratas untuk segera diselesaikan / ditangani, apalagi yang terkait dengan hajat hidup orang banyak.  Hal ini dimaksudkan agar tidak terkesan lamban dan tidak reaktif terhadap keadaan. Contohnya,jalan utama (lalu lintas keluar masuk sekolah) rusak, toilet rusak (tidak memadai, tidak layak), dan contoh lainnya haruslah segera dicarikan solusi untuk membenahi / merenovasi.
  3. Sediakan hak siswa terkait berbagai sarana yang tidak bergerak (misalnya gedung, kelas, ruang, taman, mushola, toilet dan lain-lain. Jangan dibiarkan terbengkalai tidak terurus dan ditunda-tunda penanganannya. Contohnya, toilet yang tidak layak baik dari segi bangunan maupun kelengkapannya, terlebih irigasi dan sanitasinya agar tidak berimbas pada kenyamanan pada saat pemakaian dan juga dampak lingkungan sekitarnya. Alhamdulilah SMPN 2 Kepil memilihi lahan dan tempat yang sangat luas dan memadai. Namun ada suatu sekolah di Kab Magelang yang tak memiliki halaman yang memadai untuk olahraga dan upacara, maka beberapa kebutuhan utama sekaligus tidak terpenuhi, inilah yang dimaksud tidak bisa memberikan kebutuhan dasar siswa.
  4. Berikan sepenuhnya yang menjadi hak siswa terkait sarana pembelajaran di sekolah. Alat peraga, alat laboratorium IPA, alat musik, alat olahraga hingga laboratorium komputer sesuai prosedur yang berlaku. Jangan sampai anak kesulitan untuk memanfaatkan alat tersebut karena kesalahan pemahaman guru. Alat, mesin, sarana yang rusak karena digunakan akan lebih berharga, lebih bermanfaat dan berguna daripada utuh karena tidak pernah dipakai.
  5. Pemanfaatan ruangan dan media. Banyak media / alat sekolah yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan pembelajaran. Ruang OSIS, ruang media, ruang musik sampai mushola yang belum digunakan secara optimal. Contoh yang terkait media adalah LCD Proyektor, alat Lab IPA, alat Lab Komputer, alat olah raga yang belum digunakan semestinya, ini sama halnya tidak memberikan hak siswa untuk menggunakan dalam pembelajaran, dan ini sama halnya dengan alat yang tidak tepat sasaran.
Kami memiliki angan dan harapan bahwa beberapa waktu ke depan SMPN 2 Kepil bisa menambah beberapa toilet siswa pada beberapa sudut sekolah, ujung selatan timur dan barat. Untuk mengawali akan dibuat toilet guru dan ruang rehat darurat di ruang guru, agar privacy guru bisa terjaga dan lebih nyaman. Kemudian toilet TU di ruang depan yang sekaligus difungsikan sebagai toilet dan tamu dapat direnovasi dan tampil lebih menarik, rapi, bersih dan nyaman. Sehingga bila ada tamu datang, akan muncul kesan rasa nyaman dan menyenangkan.

Akhirnya, mari kita berbenah tanpa harus membaca siapa yang salah dan siapa yang benar, ini tanggung jawab kita semua. Pak Edi Wineto tak mungkin sanggup sendirian, beliau sangat membutuhkan masukan, bantuan ide dan pemikiran, serta peran serta kita semua dalam mengelola sarana prasarana sekolah ini. Mari benahi kebersamaan, persatuan dan kerjasama. Setiap kita punya andil yang besar untuk bisa membangun, mengelola dan memanfaatkan sarana prasarana sekolah untuk kemajuan dan prestasi siswa, kemajuan dan prestasi sekolah. Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi dan pemikiran pihak pemangku jabatan dan pengambil keputusan di sekolah kita. Selamat beraktifitas, semoga sukses. Sampai jumpa pada edisi berikutnya, budgeting .... (26630)

Rabu, 26 Februari 2014

Siap Ujian Praktik TIK On-line, SMPN 2 Kepil Naikkan Bandwidth Internet, Akses Jadi Buanter, Mari Berlomba Download

Seperti agenda rutin tahunan, sejak akhir bulan Januari-April kelas IX selalu dipenuhi kegiatan terkait ujian dan ujian. Mulai dari try-out sekolah, try-out kabupaten, ujian praktek, ujian ulangan PAR-US, us hingga puncaknya ujian nasional (UN).

Terkait hal di atas, untuk ujian praktek pada 9 mapel, telah dijadwalkan mulai tanggal 1-8 Maret 2014. IPA, Agama, Bhs. Indonesia, Bhs. Inggris, Bhs. Jawa, Penjaskes, TIK, Seni-budaya.
Khususnya untuk mapel TIK, ujian praktik dilaksanakan dengan sistem on-line, artinya menggunakan perangkat dan fasilitas akses internet. Oleh karena itu akses internet yang lancar dan kecepatan tinggi merupakan sebuah kebutuhan dan suatu keharusan. Maka kemudian berdasarkan kepentingan di atas, penambahan perangkat dan penambahan bandwidth / kecepatan akses segera dilakukan-diwujudkan, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Rabu, 08 Januari 2014

Masa Liburan - Perbaikan Sarana dan Prasarana Sekolah

Memasuki masa liburan, bagian pengelola sarana prasarana telah menentukan rencana dan kerja besar untuk perbaikan dan pemasangan fasilitas sekolah.

Pak Edi Wineto, S.Pd - (sering dikenal dengan Mr. Edwin yang guru bahasa inggris), ya beliau yang selama ini diberi amanah untuk mengelola dan memanage Bidang Sarpras - telah menganalisis dan menyusun berbagai kegiatan terkait bidang sarana-prasaran SMPN 2 Kepil yang butuh penanganan untuk bisa memberi layanan yang optimal kepada siswa dan guru/karyawan.

Beberapa kegitan yang dikerjakan dalam menjelang hingga memasuki masa liburan akhir semester 1 (ganjil) adalah :
  1. Pemasangan keramik - ruang kelas 9A, 9B, 9C, Gudang dan Toilet siswa. Dengan demikian memasuki masa semester 2 ini seluruh ruang kelas sudah menggunakan lantai keramik, sehingga tampak bersih dan rapi. Demikian juga gudang dan WC siswa menjdai lebih bersih dan nyaman.
  2. Tata ulang instalasi listrik beberapa ruang kelas dan ruang utama lainnya. Demikian lengkap, sehingga seluruh ruang kelas dan ruang utama lainnya sumber listrik (untuk power laptop  LCD pada saat guru mengajar di kelas) juda lampu penerangan.
  3. Perbaikan sanitasi dan saluran air. Harapannya agar kondisi WC siswa nyaman dan bebas dari bau dan kotor yang terjadi karena kekurangan air.
  4. Penyediaan sarana kebersihan dan keperluan WC siswa. Pembelian ember / gayung serta alat kebersihan untuk kelengkapan siswa.

Selasa, 02 Oktober 2012

Penambahan Tempat Wudhu - Swadaya dan Swakelola, Manfaatkan Infaq Siswa

Berawal dari kondisi yang muncul pada saat akan melaksanakan sholat jamaah, banyak siswa yang ngantri dan berebut untuk ambil air wudhu, beberapa guru yang perhatian merasa prihatin dan berpikir bagaimana mencari jalan penyelesaian tentang masalah ini.

Sebenarnya masalah ini adalah hal klasik yang sudah terjadi sejak lama, namun belum ada action yang kuat untuk mendapat jalan penyelesaian terbaik. Dari pembicaraan dan prakarsa beberapa guru antara lain Pak Aris Winarno, Pak Riyanto dan tuan rumah mushola Pak Fauzie diperoleh kata sepakat untuk membahas hal ini ke depan pintu gerbang manajemen sekolah. Akhirnya setelah berkoordinasi dengan para sesepuh guru dan pejabat terkait, Pak Wachid sebagai kepala sekolah, Pak Edi sebagai waka sar-pras dan Pak Satiyun sebagai pendiri awal mushola disepakati untuk dimulai proses renovasi tempat wudhu dengan dana yang diambil dari swadaya, infaq siswa.

Akhirnya dengan dikerjakan oleh tukang yang sedang mengerjakan renovasi sekolah (menyelani) dalam beberapa hari tempat wudhu selesai. Sekarang, tempat wudhu tampak lebih bagus, bersih dan tertata rapi dengan jumlah tambahan 6 buah keran, sehingga jumlah total 8 titik keran yang siap pakai.

Semoga menjadi amal jariyah dan amal sholih bagi semua yang terlibat atas dukungan dana, pemikiran dan waktunya, amin.

Selasa, 03 Juli 2012

SMP Negeri 2 Kepil Laksanakan Pembangunan Pengecoran Lantai 2 Gedung Kantor dan Rehab Ruang Kelas

Biasanya memulai liburan semester sekolah menjadi sepi, tapi tidak dengan kondisi SMP Negeri 2 Kepil yang semakin hari semakin tumbuh dan berkembang. Di awal musim liburan akhir tahun ajaran 2011/2012 dan memasuki tahun ajaran baru 2012/2013 ini situasi sekolah malah tampak sibuk dengan aktiftas pembangunan dan perbaikan.

Disela-sela kegiatan penerimaan peseta didik baru / siswa baru (PPDB) nampak kegiatan pembangunan yang melibatkan beberapa orang tenaga kerja. Tampak pembongkaran atap dan kuda-kuda pada ruang kantor, tampak juga pembongkaran lantai di beberapa ruangan, juga pembongkaran beberapa ruang kelas.

Dari informasi yang disampaikan kepala sekolah Bpk Drs. Wachid Asrori dan Bpk Ismain, S.Pd sebagai penanggung jawab pengelolaan, dijelaskan bahwa dalam waktu ini dilaksanakan proyek perbaikan dan perawatan yang meliputi :
  1. Pembangunan DAG / COR Lantai 2 untuk atap kantor TU dan ruang kepala sekolah, dimana kedepannya seluruh ruang depan yang meliputi kantor kepala sekolah, TU, wakil kepala sekolah, BP dan Lab Komputer akan dibangun ruang diatasnya berupa bangunan berlantai dua (tingkat).
  2. Rehab 2 ruang kelas, yaitu ruang kelas 8 B dan 8 C yang tergolong dalam kategori rehab berat dengan mengganti seluruh atap dan kerangkanya.
  3. Rehab lantai beberapa ruang utama, rehab ini telah dimulai dan dilaksanakan dengan penggantian lantai ubin menjadi lantai KERAMIK. Lantai yang diganti dengan keramik ini adalah ruang multimedia, 3 ruang kelas IX, ruang BP, Lab. Komputer dan WC Guru,
Dengan pembangunan dan rehab ini akan semakin  menambah suasana dan nuansa sekolah menjadi lebih baru dan lebih gagah tentunya. Semoga SMP Negeri 2 Kepil semakin berjaya dan bisa menjadi dambaan dan PILIHAN TERBAIK bagi para siswa dan orang tua dalam pendidikan dasar tingkat SLTP. Selamat bekerja dan berkarya demi kemajuan pendidikan nasional.
SMP Negeri 2 Kepil, Sekolah Standar Nasional dan Terakreditasi A, pilihan terbaik untuk meraih cita-cita dan prestasi demi masa depan.

Jumat, 04 Mei 2012

Gapura SMP Negeri 2 Kepil, Menambah Gagah Pemandangan Sekolah

Sekitar seminggu yang lalu, pembuatan Gapura sekolah berakhir sudah.

Tampak megah dan menawan, menambah nuansa menjadi lebih menawan.
Dibawah plengkung digantungkan tulisan SEKOLAH STANDAR NASIONAL yang beberapa bulan lalu berhasil diraih sekolah, juga status sebagai sekolah dengan AKREDITASI A.

Selamat berkarya untuk kemajuan siswa sebagai penerus bangsa.

Rabu, 15 Februari 2012

Pemasangan Tower Triangle

Rencana pemasangan tower triangle (menara kaki tiga) untuk menerima sinyal internet dari ISP di sekitar pasar Cirandu sudah lama dinantikan.

Ada beberapa hal yang menjadi kendala belum terpasangnya tower, terutama ketersediaan alokasi dana untuk pengadaan dan pemasangannya.

Hari ini Kamis 16 Februari 2012, rencana itu sudah mulai terwujud. Tepat pukul 10.00 petugas dan penyedia tower datang dari Jogjakarta. Tepatnya penyedia jasa layanan tower triangle adalah dari CV SKY CREEPER INDONESIA.

Mengambil lokasi tepat didepan Laboratorium Komputer SMPN 2 Kepil tower tersebut berdiri dengan gagahnya, menambah keindahan dan nuansa teknologi sangat terasa. Walau tidak terlalu tinggi, karena hanya berjumlah 4 stage, artinya hanya setinggi 16 meter namun fungsi utamanya yang akan sangat terasa.

Dengan tower ini maka posisi dan kestabilan arah pancaran dan penangkapan sinyal internet dari ISP akan stabil dan bergeser-bergoyang bila terkena angin.
Hal ini karena sistem tranmisi sinyal internet menggunakan pola point to point sehingga harus fokus dan stabil, kalau bergeser sedikit saja maka sinyal tidak akan tertangkap-terkirim dengan sempurna.

Harapannya, kehadiran tower ini akan membawa manfaat bagi semua pihak untuk kegiatan pengembangan, terutama terkait dengan content / isi materi pendidikan bagi semua.

Jumat, 27 Januari 2012

Hotspot SMPN 2 Kepil Sudah Ready

Alhamdulilah, setelah beberapa hari prepare, akhirnya mulai hari Jum'at sudah bisa untuk akses internet dengan Hotspot.

Jangkauan hotspot ini cukup luas, bisa mencapai radius 1 km dengan sinyal yang cukup memadai, dengan kapasitas asalnya sebesar 256 kbps.

Demi keselamatan semuanya, mental-rohani-intelegensi, maka akses ini diberi pengaman untuk bisa akses yaitu berupa security-akses.

Oleh karena itu bagi guru yang hendak menggunakan akses ini bisa mendaftarkan diri untuk bisa mendapatkan hak akses

Selamat berselanacar, menjelajah dan aplikasi lain yang bermanfaat.

Jumat, 20 Januari 2012

Lab. Komputer Siap On-Line & Akses Internet

Alhamdulilah, setelah dilakukan tata ulang dan atur jaringan LAN, maka semenjak Rabu 18 Januari 2012, Laboratorium Komputer SMP Negeri 2 Kepil sudah bisa untuk akses internet (on-line)

Walau belum semua komputer bisa untuk akses internet, namun setidaknya sudah bisa untuk sekedar pengenalan langsung pada saat pembelajaran internet, khususnya kelas IX yang memang materi/muatan sesuai silabusnya tentang koneksi internet.

Beberapa komputer yang belum bisa koneksi internet disebabkan beberapa hal, antara lain karena memang perangkat yang lama (komputer majapahit pentium 3), beberapa komputer belum terpasang LAN Card, juga kabel UTP dan konektor RJ45 yang belum mencukupi.

Semoga dengan sample/contoh beberapa komputer yang sudah terkoneksi jaringan dan bisa untuk akses internet ini bisa memancing-menggugah bagian pendanaan untuk bisa segera menambahkan alokasi dana untuk melengkapi laboratorium komputer ini menjadi lebih baik lagi.

Selamat menjelajah (browsing), berselancar (surfing), penelusuran(searching), dan aplikasi internet yang bermanfaat lainnya. Selamat menikmati.

Rabu, 03 Agustus 2011

Program Waka Sarana-Prasana SMPN 2 Kepil

Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana-Prasarana

Nama : Edi Wineto, S.Pd
Jabatan : Guru Bhs Inggris (PNS-Sertifikasi)
Alamat : Sirandu, Kepil, Wonosobo
Hobi : Bela diri, sandiwara
Sosial : Penceramah/Ustadz
Pengalaman : Tokoh masyarakat

Disamping mengajar mata pelajaran bahasa inggris, beliau mendapat tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah bidang sarana-prasarana yang intinya bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan sarana fisik dan kelengkapan sekolah.

Adapun tugas pokok waka sarana-prasarana adalah sebagai berikut ;
  1. Inventarisasi barang
  2. Pendayagunaan sarana dan prasarana
  3. Pemeliharaan (Penggunaan, penghapusan dan atau pengembangan)
  4. Pengelolaan keuangan alat-alat pelajaran.
Secara lebih detil, tugas waka sarana-prasarana dapt diuraikan sebagai berikut ;
  1. Mengkoordinir pengadaan buku pelajaran yang digunakan sebagai buku pegangan guru dan siswa
  2. Memfasilitasi media, alat peraga dan alat Bantu lain dalam pembelajaran.
  3. Memfasilitasi penggunaan buku penunjang lain sebagai bahan rujukan sumber belajar
  4. Membuat dan mengisi daftar inventaris sarana prasarana
  5. Memahami secara detail siteplan SMPN 2 Kepil ( luas lahan, kepemilikan, gedung )
  6. Mengatur ruang kelas dan perlengkapan di awal tahun pembelajaran
  7. Mengontrol sarana prasarana sekolah yang perlu perawatan, pengecatan, perbaikan dan rehap.
  8. Membuat perencanaan tahunan dan jangka menengah kelengkapan ruang sesuai SPM ( R Lab IPA, Bahasa, Komputer, Multimedia )
  9. Mengontrol pengadaan, perawatan instalasi air bersih, listrik
  10. Mengatur dan membuat perencanaan pengadaan fasilitas olah raga dan fasilitas seni untuk pembelajaran siswa.
  11. Mengatur dan membuat perencanaan pengadaan fasilitas peribadatan siswa
  12. Mengatur pembuatan taman sekolah
  13. Tugas dilaksanakan secara kontinyu
  14. Melaksanakan tugas - tugas lain yang perlu mendapat prioritas.
  15. Melaporkan pelaksanaan kegiatan kepada Kepala Sekolah
Selamat bekerja pak, semoga makin lengkap dan dapat menunjang proses KBM yang standar sehingga dapat diraih kualitas pendidikan yang diharapkan. Lebih jauh semoga ke depan SMPN 2 Kepil dapat menjadi sekolah dengan lingkungan yang ASRI, NYAMAN dan MEMUASKAN.


Rabu, 13 Juli 2011

Alhamdulilah, Terima Kasih PT Samudra Indonesia Surabaya

Alhamduliah, hanya kata itu yang patut pertama diucapkan, karena hanya atas kemurahan dan limpahan rahmat-Nya semata semua yang terjadi atas ijin dan tiada lepas dari pengawasan-Nya.

Ya ... syukur alhamduliah, proposal pengajuan bantuan dana untuk pengadaan meja komputer pada laboratorium komputer SMP Negeri 2 Kepil disetujui dan telah dikirim ke rekening sekolah.

Bantuan tersebut dikirim menyusul proposal yang dikirimkan sekolah kepada PT Samudra Indonesia di Surabaya, perusahaan cargo berkelas international yang bergerak dalam pengiriman barang dengan ukuran over-size melalui laut.

Bantuan sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) tersebut sesuai rencana akan digunakan untuk pengadaan meja komputer yang kondisinya saat ini sangat tidak layak, karena hanya menggunakan meja bekas / meja belajar siswa. Dengan dana ini maka laboratorium komputer akan menjadi lebih tertata, rapi dan nyaman.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kami haturkan kepada berbagai pihak yang telah membantu terwujudnya bantuan ini, khususnya kepada pihak PT Samudra Indonesia di Surabaya;
  1. Ahmad Zainudin, SE Akt (teman baik kami) yang sekarang sudah sukses menjadi salah satu direktur di perusahaan PT Samudra Indonesia yang merekomendasikan proposal kami.
  2. Bapak Edy Sabrani, selaku pengelola bantuan sosial PT Samudra Indonesia.
  3. Dinas UPTD Kepil yang telah menyetujui dan menanda-tangani proposal kami.
  4. Kepala SMP N 2 Kepil Drs. Wachid Asrori dan semua teman guru/karyawan yang sangat mendukung sepenuhnya program kami.
Terima kasih, semoga amanah dan manfaat.

Sabtu, 21 Mei 2011

Profil SMP 2 Kepil

Sekilas Tentang SMP 2 Kepil
Logo SMP 2 Kepil
Yah, logo dengan warna dasar biru, titel merah dan sayap warna kuning mendominasi logo sekolah ini nampak tegap, perkasa dan indah. Berbagai makna yang terkandung bila diuraikan arti dari masing-masing lambang dan warna pada logo tersebut.

Lokasi
SMP Negeri 2 Kepil adalah merupakan suatu sekolah menengah pertama negeri yang berdiri kedua setelah SMP Negeri 1 Kepil. SMP N 2 Kepil berdiri pada tahun 1984 di atas tanah seluas kurang lebih 18 000 meter persegi. Sekolah ini berada di daerah perbatasan dengan kabupaten lain yaitu di sebelah timur adalah wilayah kabupaten Magelang dan di sebelah selatan adalah wilayah kabupaten Purworejo.Tepatnya terletak di desa Randusdari, jalan menuju salaman di Km. 30, Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo.

Jumlah Murid
Jumlah Muridnya mengalami pasang surut seiring dengan kemajuan jaman. Waktu tahun pertama beroperasi sekolah ini mempunyai kurang lebih 90 siswa dengan beberapa orang guru saja, namun saat ini mempunyai sekitar 350 siwa 22 orang guru 9 orang karyawan dan seorang kepala sekolah.

Gedung dan lingkungannya
Bangunan gedungnya semakin lama semakin bertambah jumlahnya. Waktu berdiri hanya ada satu unit kantor, satu unit ruang guru, satu unit perpustakaan dan dua ruang kelas belajar. Namun hingga akhir bulan Desember tahun 2008 ini SMP N 2 Kepil sudah mempunyai 15 ruang kelas, ruang Laboratorium, ruang ketrampilan dan ruang multi media.

Karena tanah yang tidak ada bangunannya masih luas maka di sekitar gedung SMP2 Kepil banyak ditanami pepohonan, seperti pohon albasia, pohon pisang pohon kelapa, pohon nangka, pohon bambu, pohon klengkeng, pohon rambutan dan lain – lain. Pohon yang paling banyak adalh pohon albasia yatu kurang libih 1000 ( seribu ) pohon. Oleh karena itu Sekolah ini tampak rindang dan berhawa sangat sejuk bebas polusi sehingga nyaman untuk proses belajar mengajar.

Jumat, 20 Mei 2011

Persiapan Lab. Komputer

Sejak beberapa hari yang lalu, tim IT SMP 2 Kepil gotong royong mempersiapkan laboratorium komputer.
Dengan koordinasi pihak terkait, terutama wakasek, wakabid sarpras dan wakasiswa akhirnya persiapan lab dapat berjalan dengan baik.
Dimulai dengan memindah mebelair, meja dan kursi diganti dengan yang sesuai peruntukannya.

Pak Edi Wineto, S.Pd selaku waka sarpras memberi pengarahan tentang mebelair/meja/kursi yang akan digunakan dengan bantuan siswa-siswa memindah meja dari gudang.
Pak Eko Sutomas, S.Pd selaku waka kesiswaan mengerahkan siswa anggota OSIS untuk membantu pemindahan dan pengembalian meja/kursi dan menempatkan di lab. komputer.

Selanjutnya, bersama Pak Suronto & Pak Pardi mempersiap jaringan kabel untuk power listrik, dimana arus mengambil dari ruang laborat IPA.

Selasa, 10 Mei 2011

Fasilitas Sekolah

Kami Punya
SMP 2 Kepil memiliki beberapa lokal ruang yang digunakan untuk penunjang segala aktifitas pembelajaran dan kegiatan lain. Halaman dan pekarangan sudah mulai tertata rapi dengan adanya taman yang mulai tumbuh dan bermekaran.

Beberapa ruang sudah mengalami renovasi dan pembangunan, bahkan bagian depan sudah dimulai untuk rencana bangunan berlantai 2, yang sketsa (site-plant) sudah dibuat dengan kemampuan dan perencanaan yang disesuaikan.

Diantara fasilitas yang sudah tersedia dan digunakan antara lain ;
  1. Ruang kelas sebanyak 14 ruang
  2. Ruang perpustakaan
  3. Ruang media (multimedia)
  4. Ruang komputer (TIK)
  5. Lab. IPA
  6. Ruang kepala sekolah
  7. Ruang TU
  8. Ruang BK
  9. Ruang Waka/Wakabid
  10. Ruang UKS
  11. Ruang ketrampilan (tata boga)
  12. Mushola
  13. Lapangan Volly, 2 lapangan
  14. Lapangan Basket
  15. Lapangan sepak bola
  16. Kantin, 3 stand
  17. WC/KM
  18. Koneksi Internet
Secara fasilitas, kami berani bersaing dan siap bersaing untuk memajukan pendidikan dan mendidik siswa menjadi siswa yang berprestasi dan memiliki pengetahuan yang memadai.

Demikian, sementara untuk mengisi penjelasan tentang fasilitas sekolah, semoga bermanfaat.