text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ...(untuk mengakses berita terbaru, ... klik Beranda atau klik saja cover di atas)

Selasa, 12 September 2017

Lentera Hikmah -7 : Inspirasi Gemas - Muliakan Diri dengan Berbagi untuk Pendidikan Anak Negeri

Membaca data statistik perkembangan web yang berbasis blog ini muncul dorongan untuk berbagi motivasi menulis kepada pembaca umumnya, dan kepada sesama guru pada khususnya. Menurut data yang dimunculkan oleh google selaku server blogspot.com, web sederhana ini telah ditayangkan lebih dari 78.000 dengan sebaran hingga manca negara. Di urutan pertama sudah tentu pembaca lokal (Indonesia), urutan kedua dan seterusnya adalah Rusia, Amerika, Tiongkok, Jerman, India, Prancis, Swedia, Ukraina hingga Malaysia. Entah siapa yang membawa web SMPN 2 Kepil ini ke wilayah Rusia yang mencapai jumlah tayang 7.848 kali di negara yang dipimpin presiden Vladimir Putin itu, atau yang mengirimkan ke Amerika hingga mencapai  jumlah tayang 5.463 kali di Negeri Paman Syam yang super adidaya itu, demikian juga dengan negara lainnya. Ternyata banyak teman dan sahabat kita di luar negeri, yang bekerja di sana namun banyak berkarya untuk negeri, inilah tema tulisan kali ini, yang masuk kategori lentera hikmah yang berisi inspirasi dan semangat berbagi dari luar negeri. Yah, tulisan seri Lentera Hikmah yang sempat terhenti karena rencana awal akan diakhiri pada tulisan ke-6, kini kami lanjutkan kembali, semoga bisa khatam hingga seri ke-12 sebagai penutupnya, selamat menikmati.

Tidak terasa web/blog sekolah yang sederhana ini sudah menginjak umur 6 tahun, dan semua berjalan begitu saja. Berisi postingan yang beragam, mulai dari yang ringan-ringan semisal berita sekolah, profil sekolah, profil pejabat sekolah, profil guru hingga berita pernikahan guru, dan yang komplek berupa artikel yang berisisi ragam tentang dunia pendidikan.Tanpa ada rencana khusus dan aturan tertentu dalam memasang postingan di web sekolah ini, semua mengalir saja, dan diisikan di sela-sela aktifitas utama, mengajar. Kami (admin) menulis sekedar untuk aktifitas dan mengisi content web agar tetap dinamis, tidak kadaluarsa dan tidak mati karena tidak pernah diupdate. Tak ada yang istimewa, semua hanya berjalan begitu saja dan bersifat alami, mengingat latar belakang kami yang bukan guru bahasa dan tidak pernah mendapat pelajaran menulis karya sastra atau puisi. Sampai tulisan ini dibuat, total global tulisan mencapai 270-an judul, yang ditilik dari sisi prosesnya hampir 99% tulisan adalah ketikan langsung kami (bukan copas), yang merupakan curahan rasa, petikan telinga dan guratan hati selama proses perjalan dan pulang kerja (perjalanan Sleman  - Kepil), yang sering terlintas ada sesuatu hal menarik dan terasa memberi inspirasi, kami langsung berhenti untuk membuat coretan, untuk berikutnya dibuat konsep untuk disiapkan menjadi tulisan.

Belajar dari kehidupan sosial di masyarakat, web sederhana ini jika diibaratkan mobil mungkin hanya sekelas kendaraan angkutan merek Carry atau Hijet 1000, jauh dari kesan mahal dan berkelas seperti Xenia, Avanza, LGX, Rush, Terios, Inova, Pajero, Fortuner atau Alphard. Seperti banyak terjadi, umumnya mobil yang dirasa berkelas, mahal dan mewah sangat dirawat, sangat dijaga atau dalam bahasa khusus sangat di-EMAN, tidak boleh sembarang orang numpang, tidak bisa sembarang orang pinjam. Hal inilah yang membuat banyak orang awam sungkan atau enggan meminta bantuan atau meminjam, apalagi jika yang empunya sudah dikenal berat, tertutup, cemberut dan alis mengkerut, hingga mobilnya jarang keluar dan lebih banyak terparkir megah di garasi. Orang kecil akan lebih memilih mencari yang lain, daripada sudah berkorban rasa mau menumpang atau meminjam namun ditolak dengan seribu alasan klise yang terkesan sangat masuk akal, akan terasa lebih malu. Jika dihubungkan dengan analogi ini, maka dari segi penampilan, ketahanan dan kelas tentu mobil mahal dan mewah jauh lebih istimewa dan berada di papan atas, namun dari segi manfaat mobil butut Carry dan Hijet yang disedekahkan untuk kepentingan sosial lebih banyak membawa manfaat, karena banyak dipakai untuk kepentingan umum yang biasanya bersifat sosial, tanpa sewa, beberapa bahkan tanpa uang bensin.

Demikian halnya dengan web, web sekolah lain banyak yang dibuat dengan desain yang bagus, dengan manajemen content yang terintegrasi yang tentu saja butuh biaya pembuatan web, biaya pembelian domain dan penyewaan hosting. Berbeda dengan web yang ini "serba sederhana", dibuat berbasis blog yang gratis, sehingga tidak perlu perawatan dengan membeli domain dan menyewa hosting yang jika untuk jangka panjang akan terasa berat, apalagi jika bagian pendanaan tidak memahami kepentingan media ini. Namun justru karena sederhana itu kami mengisi dan memuat tulisan tanpa beban, apa saja yang sekiranya bermanfaat kami tuliskan seadanya, mulai dari sekedar berita, merambah ke penulisan ide, gagasan, ulasan atau wacana yang kemudian menjadi artikel, baik yang mandiri (pendek) hingga yang bersambung (seri). Kami berusaha mengupdate menyesuaikan perubahan dan dinamika yang terjadi terkait pendidikan, seperti pada saat diluncurkan Kurikulum 2013 dan mulai dilaksanakan, beberapa tulisan kami kaitkan serta memuat link download materi terkait. Dari sini muncul fakta yang membuktikan bahwa ada dua faktor utama yang bisa membuat rating tinggi (positif) sebuah web, yaitu 1) share/berbagi dan 2) azas manfaat.  Dan inilah yang terjadi di web, pernah suatu kali kami posting suatu artikel yang disertai fasilitas share (download), jumlah pengunjung di hari pertama mencapai 700-an, mereka mengambil manfaatnya dan kemudian mereka share kembali ke teman/grup mereka yang lain.

Inspirasi dari Tiongkok
Melanjutkan data trafik statistik web ini, tentang pembaca dari mancanegara dimana pembaca dari kawasan Rusia di peringkat 2 dan Amerika di peringkat 3 sungguh di luar nalar kami, dimana tidak ada teman atau kerabat kami di sana. Sedikit berbeda dengan di urutan ke-4, pembaca dari wilayah Tiongkok. Yah, di Tiongkok ada satu pembaca setia web sekolah ini, sosok yang punya karakter istimewa, yang tinggal, bermukim, bekerja dan sekaligus menimba ilmu di perguruan tinggi (kuliah) di wilayah Taipe, dialah Mbak Nanik Riyati yang juga alumni dari sekolah yang terletak di ujung paling timur Wonosobo ini. Sosok inilah yang kemudian menjadi sumber inspirasi utama tulisan kali ini.

Jika pada aplikasi mesin pencari terbesar -google- diketikan keyword "Nanik Riyati Gemas", maka akan langsung muncul ulasan, gambar dan link dari berbagai situs terkait kiprah dan prestasi yang luar biasa sosok yang satu ini. Mbak Nanik Riyati - sosok wanita hebat dan inspiratif yang menjadi pelopor, penggagas sekaligus motor lahirnya GEMAS atau Gerakan Masyarakat Sadar Baca dan Sastra, yang fokus utamanya berupa kegiatan mendirikan perpustakaan gratis di kampung halaman mereka di tanah air. Alamat laman (situs web) Facebook Gemas dan laman Pusat Gemas adalah sebagian dari link situs tentang GEMAS yang dipeloporinya, dari situ kita bisa tahu betapa banyak sumbangsih Gemas bagi penyediaan buku bacaan (literasi) kepada puluhan sekolah di pelosok-pelosok yang tersebar di tanah air. Atas prestasi dan kiprahnya tersebut banyak stasiun televisi dan radio di Taiwan yang melakukan wawancara dan menayangkan profil serta prestasinya, dimana rekamannya dapat dilihat dan banyak tersedia di saluran video Youtube.

Ia juga pernah diwawancarai wartawan yang ditulis di salah satu web berbahasa Inggris Taipei Times, berikut kutipannya. “This is good for us. Many Indonesian workers do not want to go back yet, because they have to support their families and earn their children’s college tuition,” said Nanik Riyati, an Indonesian caregiver who has worked in Taiwan for seven years. Ia juga aktif menulis di internet dan beberapa kali berhasil meraih juara saat berada di Taiwan. Salah satu hasil karyanya memperoleh hadiah pavorit dengan judul Kejujuran dan Hijabku, yang menceritakan perjuangan hidupnya untuk menjadi muslimah berhijab di negeri orang. Dengan klik link ini Kejujuran dan Hijabku, maka kita akan tahu betapa berat usahanya menyongsong hidup jauh dari keluarga untuk jangka waktu yang lama, jika hanya orang biasa yang terbiasa manja, tak punya semangat membara dan jiwa pejuang yang luar biasa tentu tak akan sanggup melakukannya.

Ini dia inspirasinya, Mbak Nanik Riyati yang dalam kondisi bekerja di negeri orang, bukan larut sebatas bagaimana mencari uang yang banyak untuk disimpan dalam deposito, tanpa peduli asalnya dari mana, namun ia fokus bagaimana ia bekerja dengan menjunjung tinggi integritas (kejujuran) dan menjaga agamanya (ruhiyah) agar tetap tegak. Di saat yang sama ia juga berfikir tentang anaknya, keluarganya, bahkan anak-anak seusia anaknya (SD) di tanah air agar bisa mendapat layanan pendidikan yang memadai, sungguh pemikiran yang sangat mulia. Di tengah kondisi banyak orang hanya berfikir kepentingan diri sendiri, menumpuk kekayaan dengan berbagai cara, ia justru berfikir bagaimana memberi manfaat bagi orang lain. Semangatnya, pengorbanan dan pengabdiannya yang luar biasa pada negeri ini, bekerja nun jauh di seberang sana, namun hati dan pemikirannya untuk kemajuan anak-anak di negeri ini.

Inilah yang perlu kita kembangkan, memuliakan diri dengan memberi dan berbagi, bahwa ada keutamaan dalam memberi dan berbagi. Keutamaan dan kemuliaan semangat seperti ini dalam ilmu hikmah ada konstanta "tanyakan apa yang dapat saya berikan, bukan apa yang saya dapatkan". Suatu saat kita butuh meminta, suatu saat lain kita harus bisa untuk memberi. Jangan sampai menjadi pribadi yang sukanya menerima saja, sukanya meminta saja, sukanya yang gratisan saja. Saat harus menerima ambil secukupnya saja, seperlunya saja, jangan  mengukur dengan nafsu, hanya karena saya masih mau, saya masih butuh, sementara tidak memperdulikan orang lain masih banyak, yang bisa jadi jauh lebih membutuhkan. Angkat dan muliakan diri dengan semangat berbagi, semangat memberi seperti yang dilakukan sang inspiratif kita kali, Mbak Nanik Riyati.

Beberapa teman guru ada hebat dan piawai tentang kurikulum 2013, penilaian angka kredit, administrasi pembelajaran, aplikasi penilaian, kegiatan pramuka dan kegiatan kesiswaan, maka kami hanya dapat ikut memberi sumbangan dengan cara berbagi melalui tulisan di web ini. Hanya begini yang kami bisa lakukan, sesuatu yang mungkin sangat kecil dan tak berarti, semacam tukang sesorah atau penjual jamu yang menawarkan kecap nomor satu. Bisa jadi teman guru di sekitar kami jarang mengunjungi atau web ini, tak punya membaca apa yang ada di dalam web ini karena kesibukan dan berbagai alasan lainnya. Satu harapan, semoga yang sedikit dan sederhana ini bisa memberi warna sekolah ini dan semoga suatu saat bisa memberi manfaat bagi sekolah ini, teman-teman kami sesama guru dan tenaga kependidikan, bagi siswa-siswi kami juga bagi pembaca di mana saja berada.

Akhirnya, kami mengajak dan memotivasi teman-teman mulai menulis untuk bisa berbagi wawasan, pengetahuan dan pengalaman. Bisa juga membuat semacam gerakan Literasi yang lebih maju seperti yang saat ini sedang digalakkan pemerintah, atau kegiatan komunitas sosial yang memberi manfaat untuk kebaikan bagi banyak orang. Sesuatu yang mungkin menurut Anda tidak seberapa namun bisa jadi dan sangat mungkin adalah sesuatu yang bermanfaat, sangat dicari dan sangat dibutuhkan oleh orang lain. Jangan tahan tangan dan kaki untuk memberi, jangan malu untuk berbagi, jika tidak dimulai dari sekarang - mau kapan lagi. <120917-75587>
Selamat bekerja, selamat beraktifitas dan semoga sukses.

Senin, 21 Agustus 2017

Download Perangkat Bimbingan TIK - Kurikulum 2013

Beberapa waktu lalu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy dipanggil Presiden Joko Widodo membahas penyusunan kurikulum baru pengganti kurikulum 2013. Hal ini memunculkan wacana baru bagi perjalanan Kurikulum 2013 (Kurtilas) yang telah berjalan menginjak tahun ke-5, dan secara terus-menerus bergerak dinamis untuk mendapatkan format yang tepat, baik dari materi / isi / silabus, tata urutan / format RPP, bentuk evaluasi / penilaian, aturan tambahan dan regulasi pendukung lainnya. Berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman sesama guru baik sesama mapel maupun antar mapel dari sekolah satu ke sekolah lain akan sangat membantu proses pemerataan dan tranformasi regulasi dan kebijakan terbaru terkait penyempurnaan kurikulum baru dalam pendidikan di negeri ini.

Berbagi Pengalaman Sekolah Pilot Project
Tahun ajaran 2017/2018 adalah tahun kelima pelaksanaan Kurikulum 2013 (Kurtilas) sejak diberlakukannya kurikulum baru bagi sekolah percontohan (Pilot Project). Banyak pengalaman, tantangan, banyak kendala serta hambatan yang dihadapi, tidak sedikit yang mengeluh dengan berbagai kesulitan yang ada. Sudah barang tentu akan ditemui berbagai kendala dan masalah terjadi jika sebuah sistem baru yang menggantikan sistem yang sudah terbiasa dipakai, beberapa belum paham, beberapa tidak mengerti dan yang pasti butuh waktu untuk adaptasi.

Silabus Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 telah dirilis Kemendikbud, dan dari sekian mata pelajaran yang ada pada kurikulum sebelumnya (KTSP) hampir semuanya telah mengalami revisi dan penyempurnaan, kecuali TIK yang justru hilang digantikan mata pelajaran baru bernama Prakarya. Setelah dua tahun menghilang, TIK kemudian muncul lagi dengan nama Bimbingan TIK (disingkat BTIK) yang mulai diberlakukan pada tahun 2015 (tahun ke-3 Kurtilas). Melalui pelatihan dalam jumlah yang terbatas, program BTIK mulai dilaksanakan. Namun demikian dari beberapa sekolah pilot project ternyata belum banyak yang menerapkan BTIK karena adanya perbedaan persepsi masing-masing sekolah, baik terkait sosialisasi regulasi yang masih banyak kurang dipahami oleh pimpinan sekolah. Adapun regulasi yang mengatur pelaksanaan BTIK ini tertuang dalam Permendikbud No 68/2014, yang kemudian direvisi menjadi Permendikbud No 45/2015 dan tetap dengan program BTIK.

Regulasi itu menunjukkan bahwa Kemendikbud tidak sejalan dengan pola TIK sebagai mata pelajaran, walaupun secara realita sebagian besar masih berharap ada perubahan yang merujuk kembalinya TIK sebagai mata pelajaran, yang dipandang masih sangat dibutuhkan oleh siswa dalam bentuk kegiatan pembelajaran biasa seperti mata pelajaran yang lain. Namun demikian sebagai insan pendidikan, kita sebagai guru TIK tetap harus eksis memberikan kontribusi dan menjadi bagian dari SOLUSI agar proses transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya TIK tetap bisa berjalan sesuai aturan yang berlaku walau dalam jumlah waktu yang kurang memadai.

Dari kondisi di atas, penulis yang kebetulan pernah mendapat kesempatan belajar (pelatihan) tentang BTIK dan pernah menjalankan program BTIK di sekolah (walau hanya ala-kadarnya), maka kali ini berusaha mencoba untuk berbagi materi BTIK dari pengalaman sebagai sekolah pilot project K-13. Semua yang ada di contoh, baik silabus, prota, promes dan kelengkapan lain bersifat fleksibel dan tidak mengikat, boleh dikembangkan atau dikurangi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah masing-masing. Selamat mengunduh, semoga bermanfaat dan bisa membantu.
  1. Download Silabus Umum BTIK
  2. Download Minggu Efektif BTIK
  3. Download Prota 8 BTIK
  4. Download Prota 9 BTIK
  5. Download Promes 8.1 BTIK
  6. Download Promes 8.2 BTIK
  7. Download Promes 9.1 BTIK
  8. Download Promes 9.2 BTIK
  9. Download Materi BTIK Siswa
  10. Download Materi BTIK Guru
  11. Download Materi BTIK Tendik
  12. Download Kartu Bimbingan TIK
Selamat beraktifitas, selamat belajar, selamat berkarya, semoga sukses.

Selasa, 08 Agustus 2017

SMP Negeri 2 Kepil Menjadi Sekolah Percontohan Pendidikan Karakter (PPK)

Tahun 2017 nama SMPN 2 Kepil semakin berkibar dengan diterimanya dua kepercayaan (karunia) sekaligus dari pemerintah pusat, karunia apakah itu? Yah di tahun 2017 ini sekolah kita SMPN 2 Kepil yang beralamat di  Margosari Randusari Kepil Wonosobo - kembali mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bahwa SMPN 2 Kepil ditunjuk menjadi sekolah percontohan (pilot project) penerapan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan juga Sekolah Ramah Anak (SRA). Alhamdulillah, karunia yang Alloh berikan kepada lembaga SMP Negeri 2 Kepil membuat wajah baru dan semakin berwarna dengan harapan berangsur-angsur dari tahun ke tahun menjadi sekolah yang semakin maju dan menunjukkan kualitasnya. Sampai hari ini sekolah ini masih menyandang beberapa predikat sekaligus ; Sekolah Standar Nasional (SSN), Akreditasi A, Sekolah Percontohan (Pilot Project) Penerapan Kurikulum 2013. Hal ini semakin menumbuhkan kepercayaan masyarakat akan kredibilitas dan kualitas sekolah.

Pilot Project PPK
Diawali dengan keberangkatan Ibu Ruti Sumarni, M.Pd mengikuti diklat program PPK di Hotel SHAPIR Jogja pertengahan bulan Juni lalu, yang menandakan SMPN 2 Kepil dipilih sebagai sekolah percontohan penerapan program PPK. Kami warga sekolah juga tidak tahu pasti faktor apa yang menjadi penyebab SMP N 2 Kepil ini menjadi pilot project, satu-satunya sekolah SMP dari sekitar 113 SMP/MTs di wilayah kabupaten Wonosobo. Di satu sisi ada rasa bangga, di sisi lain tentu ada beban berat dengan adanya tugas berat mewakili kabupaten untuk menunjukkan kinerja sebagai sekolah percontohan pendidikan karakter. “Ini jadi kebanggaan sekolah kami terpilih menjadi salah satu tempat pilot project program nasional. Kami siap menjalankan program itu sesuai petunjuk kementerian,” kata Kepala SMPN 2 Kepil, Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan poros utama perbaikan pendidikan nasional yang berkaitan erat dengan berbagai program prioritas pemerintah. Ia mengatakan, lima nilai utama karakter yang menjadi prioritas pada PPK, berkaitan erat dengan berbagai program prioritas Kemendikbud di bidang pendidikan dan kebudayaan. Lima nilai utama itu adalah Religius, Nasionalis, Mandiri, Integritas, dan Gotong Royong. Program Penguatan Pendidikan Karakter diharapkan menjadi ruh dari pendidikan nasional. Nilai utama karakter PPK tidak hanya menyasar para siswa, tetapi juga pada pendidik, dan orang tua sebagai pendidik utama dan pertama.

Dibawah komando Ibu Ruti Sumarni, M.Pd selaku koordinator SKL dan Ibu Ngaidatul Fitriyah, S.Ag selaku wakil koordinator SKL saat ini kegiatan penguatan pendidikan karakter sudah terlihat di sekolah ini, sejak pagi hari hingga berakhirnya jam belajar di sekolah.
  • Pukul 06.45 beberapa guru sudah siap menyambut dan menyalami siswa di depan pintu masuk / gerbang / koridor utama sekolah
  • Pukul 07.00 siswa masuk kelas, didampingi wali kelas / pendamping melakukan Doa Pembuka KBM Pagi dan dilanjutkan dengan kegiatan Tadarus
  • Selesai tadarus kemudian menyanyikan Lagu Kebangsaan sesuai jadwal yang sudah dipasang di tiap ruang kelas
  • Dilanjutkan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) selama 10-15 menit, membaca buku non pelajaran
  • Pukul 07.30 Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai
  • Siang hari Sholat Dhuhur berjamaah
  • Setelah jam KBM berakhir ditutup dengan menyanyikan Lagu Daerah (sesuai jadwal/pilihan) dan diakhiri dengan Doa Penutup KBM Siang. 
Di tengah kondisi perubahan dan pergeseran nilai sikap dan kejiwaan yang terus tergerus yang disebabkan oleh pola kehidupan pribadi dan sosial yang konsumtif akibat tuntutan teknologi, menurunnya pendidikan dan pengamalan agama yang diperburuk oleh lemahnya kontrol sosial, menurunnya nilai sikap dan tata krama akibat pengaruh budaya asing baik lewat media cetak, media elektronik dan internet yang cenderung mudah diakses dan terbuka bebas, maka keberadaan kegiatan program PPK ini akan sangat mendukung pendidikan karakter bagi siswa. Di sisi lain program PPK ini juga menuntut perubahan pola pikir, sikap dan kinerja guru dan karyawan untuk bisa lebih optimal dalam memberikan pelayan terbaik kepada siswa dan masyarakat.

Program penguatan PPK ini akan sangat berpengaruh dan berdampak positif bagi siswa, diantaranya adalah terkondisinya penumbuhan karakter utama dan unggul yang meliputi :
  1. Religius, lebih mengenal dan aktif melaksanakan ibadah sesuai agama yang dianut, dampaknya adalah lebih mudah menyentuh hati mereka untuk mengarahkan pada perilaku utama kepada Alloh SWT dan kepada sesama.
  2. Nasionalis, melalui lagu kebangsaan dan kegiatan pengenalan kewarganegaan akan membuka dan menambah kesadaran cinta tanah air dan lebih merasa memiliki  jiwa patriot untuk siap berjuang demi kemajuan bangsa dan negara.
  3. Mandiri, dengan berangkat lebih pagi melatih siswa untuk mandiri dalam mengatur waktu, mengelola berbagai kegiatan di sekolah maupun di rumah agar lebih efektif dan berdaya guna.
  4. Integritas, kejujuran yang saat ini adalah barang langka karena banyak orang yang cenderung mencari jalan pintas, mudah dan instan, maka pelan namun pasti akan tumbuh kepercayaan untuk menjadi pribadi dengan slogan "Prestasi Yes tapi Jujur yang Utama". 
  5. Gotong royong, inilah ajang menumbuhkan peduli lingkungan, peduli sesama agar terbangun sensitifitas (kepekaan) pada masalah sosial yang terjadi, pribadi yang peduli dan mudah empati serta mampu mengikis rasa egois yang ada dalam setiap pribadi.
Demikian juga bagi pendidik dan tenaga kependidikan (guru/staf) kegiatan ini sangat baik dan mendukung untuk menyadarkan kembali bahwa pembentukan karakter adalah lebih utama dari sekedar ilmu dan angka yang dihasilkan dalam proses pembelajaran yang bukan sekedar "tranfer of knowledge" namun juga "transfer of integrity, taste, attitude, sense and morality". Untuk ini semua tidak mungkin tercapai dan diperoleh hasil yang optimal jika guru/staf tidak mau berubah, tidak mau koreksi dan memperbaiki diri. Bagi mereka yang selama ini sudah mempunyai kondite "BAIK" inilah kesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalaman, bagi yang konditenya masih "NAIK TURUN" inilah saat membuat strategi agar lebih stabil naiknya, dan bagi yang kondite "BURUK" inilah saatnya untuk belajar pada mereka yang lebih baik. Kita tidak berfikir hanya sekedar mencari dan mendapat PREDIKAT BAIK, namun lebih kepada KEBUTUHAN untuk menjadi baik dalam arti sesungguhnya, karena sebenarnya kita baik atau buruk akan nyata terlihat dan teruji oleh waktu, yang tidak dapat dibuat-buat atau dimanipulasi oleh manisnya kata dan pandainya bersandiwara.

Oleh karena itu mungkin beberapa hal berikut bisa menjadi landasan untuk memulai, menjaga dan mengoptimalisasi peran masing-masing pribadi sebagai insan yang bergerak dalam pendidikan baik sebagai pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), diantaranya :
  1. Disiplin, dengan dimulainya kegiatan sebelum pukul 07.00 (bahkan mulai pukul 06.45 bagi yang bertugas salaman pagi), maka kita harus berupaya untuk bisa hadir lebih pagi dari biasanya. Merubah kebiasaan buruk (tidak disiplin) memang susah pada awalnya, merasa terbebani dan terpaksa, namun jika kita melihat mereka yang rumahnya jauh di Bantul Yogyakarta saja bisa hadir pagi (berangkat dari rumah jam 04.00), maka yang rumahnya tidak terlalu jauh tentu tidak banyak kendala untuk bisa hadir lebih pagi, kuncinya adalah kesadaran diri untuk merubah kebiasaan, mengatur waktu, mengelola kegiatan pagi.
  2. Perhatian, kehadiran dan keberadaan kita saat menyalami siswa, mendampingi mereka berdoa, menyanyikan lagu kebangsaan bersama-sama serta menemani saat mereka membaca buku literasi akan sangat berdampak pada penumbuhan disiplin, rasa hormat dan rasa aman pada siswa, bahwa guru mereka peduli dan merasa diperhatikan, disambut dan diterima dengan penuh perhatian dan kasih sayang.
  3. Keteladanan, inilah yang paling utama, belajar dari guru yang konsisten menjaga diri dan layak diteladani akan jauh lebih berkesan, lebih mendalam dan lebih menyenangkan daripada yang hanya bisa memerintah, menyuruh dan memaksa dengan berbagai ancaman. Inilah kunci pembentukan karakter siswa bahwa mereka belajar pada "keteladanan" dari gurunya.
  4. Kebersamaan, dengan gotong royong kehidupan sosial di sekolah akan lebih terasa mudah, nyaman dan menyenangkan. Sehebat apapun kita, kita tak bisa hidup sendiri, suatu saat pasti butuh orang lain. Inilah saatnya untuk saling berbagi, bagi yang lebih kita bisa berbagi kepada yang membutuhkan demikian juga sebaliknya. 
  5. Kepedulian, tanpa kepedulian maka tak akan pernah terpanggil hati dan jiwanya untuk sebuah kebaikan yang pasti banyak hambatan dan tantangan. Karena sesungguhnya hanya mereka yang peduli yang bisa diajak kompromi, yang mampu bersinergi dan yang siap berkarya meraih prestasi untuk kemajuan institusi.
Sudah pasti akan ada perbedaan cara pandang dan pola pikir terhadap kegiatan ini, mungkin sebagian besar akan menerima dengan suka cita dan mendukung dengan segenap daya upaya, inilah yang sangat diharapkan. Namun jika ada yang pesimis, apatis dan skeptis sehingga berat untuk menjalani ini juga wajar adanya sebagai sebuah proses menuju perbaikan.

Akhirnya program PPK yang berfokus pada pembentukan karakter siswa ini akan sangat bergantung pada karakter kita, guru mereka. Jangan berharap siswa disiplin jika kita tidak disiplin lebih dahulu, jangan berharap siswa yang jujur berintegritas jika kita tidak menjadikan diri kita jujur berintegritas, dan jangan heran jika mereka tidak ber-etika, sopan santun dan tata krama jika kita tidak mampu memberi keteladanan dalam bersikap, berperilaku dan berinteraksi dalam dunia sosial mereka. Mari kita sambut bersama karunia Alloh Yang Maha Kuasa, yang telah mentakdirkan SMPN 2 Kepil sebagai sekolah percontohan (pilot project) program Penguatan Pendidikan Karakter agar bisa menghasilkan siswa-siswi yang berpikir maju, berwawasan luas, prestasi hebat dan berkarakter kuat sebagai calon pemimpin masa depan, insya-Alloh. Selamat bertugas, selamat berkarya, semoga sukses.

Selasa, 04 Juli 2017

Download Silabus K-13 Edisi Revisi 2017

Silabus Baru, pada masa menjelang tahun ajaran baru 2017//2018 sangatlah dibutuhkan oleh guru yang akan menyusun perangkat pembelajaran. Dari silabus tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam membuat program tahunan (Prota), program semester (Promes), KKM dan RPP. Dari hasil kajian, masukan dan evaluasi terhadap silabus yang dikeluarkan tahun 2016, maka direktorat membuat revisi silabus 2016 yang dikeluarkan pada tahun 2017.

Silabus SMP/MTs Kurikulum 2013 edisi Revisi 2017 ini disusun dengan format dan penyajian/ penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan/dikelola oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh peserta didik (learnable); terukur pencapainnya (measurable assessable), dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan peserta didik.

Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi keungulankeunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup Kompetensi Dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan peserta didik.

SILABUS SMP KURIKULUM 2013 EDISI 2016

Berikut Link Download Silabus SMP/MTs Kurikulum 2013 edisi 2016 
  1. Link Download Silabus SMP/MTs Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PAI) Revisi 2016 (download)
  2. Link Download Silabus SMP/MTs Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PKN Revisi 2016 (download)
  3. Link Download Silabus SMP/MTs Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Revisi 2016 (download)
  4. Link Download Silabus SMP/MTs Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Inggris Revisi 2016 (download)
  5. Link Download Silabus SMP/MTs Kurikulum 2013 Mata Pelajaran IPA Revisi 2016 (download)
  6. Link Download Silabus SMP/MTs Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PJOK Revisi 2016 (download)
  7. Link Download Silabus SMP/MTs Kurikulum 2013 Mata Pelajaran  IPS Revisi 2016 (download)
  8. Link Download Silabus SMP/MTs Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Matematika Revisi 2016 (download)
  9. Link Download Silabus SMP/MTs Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Seni Budaya Revisi 2016 (download)
SILABUS SMP/MTs KURIKULUM 2013 EDISI REVISI 2017
Berikut ini Link Download  Silabus Kurikulum 2013 SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 untuk semua mata pelajaran
  1. Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Klik Disini)
  2. Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran PPKN (Klik Disini)
  3. Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran IPA (Klik Disini)
  4. Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (Klik Disini)
  5. Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran Bahasa Inggris (Klik Disini)
  6. Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran IPS (Klik Disini)
  7. Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran Matematika (Klik Disini)
  8. Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran Seni Budaya (Klik Disini)
  9. Download Silabus *SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran PJOK (Klik Disini)
  10. Download Silabus SMP Kelas 7, 8 dan 9 Edisi Revisi 2017 Mata Pelajaran Prakarya (Klik Disini)
Terima kasih telah membaca tulisan tentang Download Silabus SMP/MTs Kurikulum 2013 edisi Revisi 2017 . Silahkan berikan komentar jika bermanfaat, selamat beraktiftas, semoga sukses. <8-7-62832>

Rabu, 28 Juni 2017

Oase : Ngudoroso - Sesungguhnya Memang Tidak Mudah Menjadi Guru

Alhamdulillah, masih dalam nuansa Idul Fitri di hari ke 4 kembali kami mulai membuat tulisan ini. Tulisan kali ini masuk dalam kategori Oase, sebagai jeda atas tulisan utama yang bertajuk Inovasi. Sekedar informasi, tulisan seri inovasi yang terakhir (Inovasi 7 : PKn dan IPS - Humaniora) yang Alhamdulillah telah dibaca lebih dari 400 kali, yang kami tidak tahu pasti siapa saja pembacanya dan sebarannya dari mana saja. Hanya satu harapan, semoga yang sedikit dan sederhana ini bisa bermanfaat bagi pembaca, bagi sekolah dan bagi masyarakat yang peduli pada pendidikan. Semoga berikutnya kami bisa segera menyusulkan seri inovasi 8 tentang rumpun seni dan keterampilan. Rencana berikutnya telah kami siapkan seri baru dengan tajuk Puzzle Pendidikan masih harus antri menunggu seri Inovasi selesai secara keseluruhan yang akan berakhir pada seri ke-12. Selanjutnya kami sampaikan selamat menikmati sajian Oase 10 kali ini.

Cerita pengantar, 1) Suatu saat penulis mendengarkan cerita tentang perjuangan seorang guru SD (Sekolah Dasar) yang 5 tahun lagi memasuki masa pensiun. Anda mungkin tak pernah berfikir atau membayangkan jika ada guru SD, seorang ibu yang sudah berusia 55 tahun, yang rumah tinggalnya di Sleman namun tempat mengajarnya di daerah Temanggung, itupun bukan di kota tapi di desa di wilayah pegunungan yang jauh dari kota. Setiap harinya -acara touring- dimulai sejak pagi buta, sehabis subuh "tit" ia sudah harus bersepeda motor (dulunya malah hanya sepeda ontel) menuju jalan raya, lalu menitipkan motornya di tempat penitipan sepeda untuk selanjutnya naik bis hingga Temanggung, kemudian dilanjutkan dengan angkutan desa atau terpaksa naik ojek jika terasa terlambat. 2) Di tempat lain ada teman guru dari Bantul dan mengajar sebuah SMP Negeri di pedalaman wilayah Kalikarung Wonosobo. Setelah 3 tahun berlalu dan dirasa capek dengan laju PP (pergi-pulang) dengan jarak +- 200 km setiap hari, akhirnya ia naik bus dari Bantul - Blabak, selanjutnya ia mengambil sepeda motor yang dititipkan di Palbapang Blabak, bersepeda motor hingga tempat mengajarnya, dengan begitu ia bertutur "lumayan" bisa istirahat dan tidur sejenak di dalam bus. Mungkin bagi mereka yang rumahnya dekat sekolah, yang tidak lebih dari 10 menit sampe sekolah, atau yang hanya dengan melompat sampai sekolah akan berkata "salahe sopo duwe omah adoh", 'ngopo kok ora ngekos", namun bagi para pelaju ada alasan tersendiri yang kadang hanya bisa dimengerti oleh mereka para pelaju, mengapa harus laju, mengapa tidak kos atau kontrak rumah. 

Jika Anda pernah bepergian jauh, dan harus pulang hari itu juga, maka akan bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Sebuah rutinitas yang terkadang menjemukan dan melelahkan, sangat menyita waktu, menguras tenaga, menyedot konsentrasi dan diliputi rasa was-was serta kekhawatiran dengan banyaknya kejadian kecelakaan lalu lintas.Terlebih lagi jika anda seorang pegawai, pekerja atau karyawan yang harus menempuh perjalanan yang jauh, terutama yang mengendarai motor akan merasakan betapa perjalanan itu banyak menyimpan catatan yang beraneka warna dengan segala suka duka. Dalam perjalanan yang penuh resiko ini, mau tidak mau harus menjaga kewaspadaan dan kehati-hatian. Rasa kantuk yang sering dirasakan adalah kendala tersendiri, tak ingin berhenti agar lekas sampai tujuan namun mata sering tidak bisa diajak kompromi, maka berbelok arah untuk sekedar tidur sesaat di masjid atau bahkan berhenti di pinggir jalan lalu tidur di atas motor adalah hal biasa (menjadi kebiasaan) bagi orang-orang seperti ini.  

Kepasrahan, membenahi niat dan memperbanyak istighfar akan menjadi penguat dan menambah semangat dalam menempuh perjalanan. Ada kebahagiaan ketika sampai tempat tujuan lalu berjumpa dengan siswa dan teman sekantor yang ramah dan bersahabat. Ada kerinduan ketika perjalanan pulang menjumpai dan bersama lagi dengan istri, anak dan keluarga. Perjalanan yang jika dikalkulasi menjadi mahal, apalagi jika dibandingkan dengan mereka yang rumahnya tak jauh dari sekolah. Bensin yang tidak sedikit, oli yang menjadi cepet ganti, ban yang sering kempes bahkan terkadang bocor. Lihatlah rata-rata jaket mereka yang tak pernah ganti hingga cepet usang dimakan usia dan teriknya matahari, atau mantol yang cepat rusak/sobek tergerus air dan angin saat hujan. Inilah dinamika perjalanan yang hanya dirasakan oleh mereka para pelaju. Sebuah pilihan yang hanya dirasakan oleh mereka yang mengalami, karena itulah yang terbaik bagi mereka.

Dua Sumber Inspirasi
Pertama, razia polisi lalu lintas. Dari sekian masalah yang menjadi beban para pelaju, ada satu hal yang paling terasa membebani dan harusnya tidak terjadi, yaitu adanya razia polisi yang hampir terjadi setiap hari, di beberapa lokasi sekaligus dan seringnya tanpa dilengkapi pemenuhan syarat legal berupa papan pemberitahuan dan surat tugas yang sah. Pengendara selalu saja kalah argumen dan berada pada pihak yang salah dan harus rela meskipun terpaksa mengeluarkan uang untuk membayar denda tilang atau "uang damai". Inilah yang secara masif dan mengakar terjadi yang puncaknya menjadi nilai buruk kepolisian, sebagai lambang kekecewaan kepada lembaga pelindung dan pengayom masyarakat.
Kedua, keluhan anak tentang sekolah. Sebagai orang tua, suatu saat kita berusaha share, bercerita dan sebaliknya mendengarkan anak yang bercerita kejadian di sekolahnya. Dari sekian ceritanya yang paling menyayat adalah jika anak mengatakan ada satu dua guru yang rasanya kurang disukai. Guru yang jarang hadir dan hanya memberikan catatan karena sedang kurang sehat, atau hadir namun jarang masuk kelas karena kesibukannya dan hanya memberi tugas namun jarang dikoreksi dan tidak pernah memberikan apresiasi dan motivasi.

Tulisan seri Oase kali ini adalah murni curahan pribadi bahwa ada rasa beban berat sebagai guru untuk bisa memberikan pelayanan terbaik bagi siswa. Fase titik balik itu muncul dan sangat terasa ketika beberapa bulan yang lalu, kami mendapat karunia sakit yang menurut istri adalah sakit yang dirasakan sebagai kondisi paling drop selama 13 tahun berumah tangga. Kondisi sakit yang membuat diri terpaksa harus off dan ijin kerja hampir seminggu lamanya. Namun begitu, pada hari ke 4 tetap memaksakan diri untuk berangkat ke tempat kerja dalam kondisi yang masih sangat lemah dan kepala pusing semata-mata hanya ingin menunjukkan diri -bahwa kondisi diri telah lebih baik, agar teman-teman kantor tidak perlu bezuk ke rumah, kasihan kalau mereka harus jauh-jauh datang ke rumah yang berjarak 56 km dari sekolah. Memaksakan diri berangkat, sambil menahan kepala yang rasanya mau terjungkal, akhirnya sampai juga di sekolah setelah berkendara lebih dari 100 menit (kondisi normal 70-75 menit). Sesampai di sekolah, di meja telah penuh dengan tumpukan buku tugas, hasil pekerjaan siswa. Nah dalam kondisi yang paling terpuruk, dalam dingin yang mencekam dan kepala yang rasanya berputar-putar itulah menjadikan diri sangat sensitif dan kemudian melihat betapa selama ini banyak menelantarkan mereka, mengurangi hak mereka, mengabaikan kerinduan mereka dan meninggalkan tanggung jawab ruhani mereka. 

Tulisan ini bukan untuk mengkritisi siapapun, teman guru, teman kantor, senior atau pimpinan di manapun, namun lebih kepada koreksi kepada diri pribadi yang belum bisa berbuat yang terbaik. Ini hanya gulungan rasa yang muncul ketika saya menempatkan diri sebagai orang tua dari siswa-siswa kita. Saya tidak tega, tidak sampai hati bahkan tidak rela jika anak saya sendiri berada dalam kondisi yang demikian. Bukan masalah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, bukan masalah pilihan sekolah, namun lebih kepada masalah amanah dan kepercayaan. Tak satupun orangtua berharap anaknya terabaikan atau dikecewakan, demikian halnya anak dari seorang guru sekalipun. Saya yang kebetulan PNS mungkin tidak terlalu masalah dari segi biaya karena dipercaya untuk hutang di bank, namun bagaimana dengan orangtua siswa yang lain yang sangat beragam pekerjaan dan penghasilan mereka. Ada yang hanya pembantu rumah tangga, penjual sayuran atau bahkan kuli bangunan yang hasilnya tak bisa dipastikan. Mereka memilih sekolah kita karena berharap dan beranggapan inilah pilihan terbaik bagi anak mereka, lembaga yang status dan kelasnya sudah terpercaya, sekolah yang nama besarnya sudah terkenal di dunia maya, bahkan dalam beberapa hal menjadi rujukan bagi sekolah di sekitarnya. Harapan besar dan amanah ratusan siswa dan masyarakat telah diserahkan kepada sekolah yang "dibidani" banyak orang hebat di dalamnya.

Secara pribadi, sebagai seorang guru ada rasa prihatin dan merasa sangat bersalah dengan apa yang kami lakukan selama ini. Banyak hal yang belum di-optimalkan, belum di-maksimalkan dan lebih banyak kepentingan siswa yang terabaikan dan belum terlayani dengan baik. Mungkin juga situasi kelas yang kurang kondusif, sarana yang kurang tertata dan siswa yang kurang disiplin karena kurang penanganan oleh guru kelas atau wali kelas yang kurang inovasi dalam pengelolaan kelasnya. Satu yang paling kami takutkan adalah akumulasi dari berbagai rasa para siswa yang menumpuk menjadi rasa kecewa, dan berikutnya pasti akan sampai kepada orang tua mereka. Kami sebagai guru yang pada saat yang sama sekaligus juga orang tua dari siswa menjadi sangat sensitif pada kejadian seperti ini. Dalam kondisi ini sebagai orang tua hanya bisa bersabar dan memberikan motivasi agar anak tetap semangat belajar. Untuk memberikan kritik dan masukan, orang tua harus berfikir seribu kali demi menjaga anaknya agar terbebas dari intimidasi atau kekhawatiran lain yang akan terjadi. Ketidaknyaman siswa dan berkurangnya kepercayaan orang tua adalah bentuk kekecewaan pada sekolah, sebagai lembaga pendidikan calon pemimpin masa depan.

Berikut kami tuliskan beberapa hal yang merupakan harapan dari orang tua siswa, yang juga sangat diharapkan oleh siswa pada sosok gurunya. Apabila beberapa harapan ini tidak mereka dapatkan dari sosok gurunya maka sangat mungkin akhirnya menjadi beberapa kekecewaan seperti yang terjadi pada oknum polisi atau guru seperti contoh di atas. Harapan tersebut antara lain sebagai berikut;

  • Disiplin dalam hal waktu. Inilah faktor utama pembentuk krediblitas sebuah lembaga, instansi juga diri pribadi. Jujur, harusnya malu jika menyuruh siswa agar disiplin, marah jika ada siswa yang terlambat, dan murka jika ada yang tidak tertib, namun kita tidak pernah instrospeksi apa kita sudah disiplin, apa kita sudah tertib. Jangankan hadir lebih pagi sebelum masuk lalu berdiri siap menyalami siswa, sekedar hadir tepat waktu saja beberapa masih belum bisa, bahkan beberapa dengan tenangnya datang terlambat beberapa menit setelah bel masuk, tidak ada rasa sungkan, tidak ada rasa malu apalagi rasa bersalah sedikitpun..
  • Sikap, perilaku dan perkataan. Seringkali guru yang merasa berkuasa penuh bak raja di dalam kelas, dapat berbuat sesuai ego pribadi, bukan lagi semangat mendidik, membimbing dan melayani namun sebaliknya bisa memerintah sekehendak hati bahkan mengancam hingga mengintimidasi. Perkataan kasar atau kotor yang tidak seharusnya keluar dari sosok guru yang dihormati, hanya karena merasa kehormatannya terusik karena salah memahami hakikatnya dirinya untuk melayani.
  • Tauladan. Inilah hakikat pendidikan yang paling tinggi, yang masih banyak tidak dijiwai oleh guru. Banyak guru yang masih suka memerinah dengan mata melotot, suara keras, atau kata-kata kotor dan nada ancaman. Padahal ada satu metode yang paling ampuh untuk menyuruh, mengajak dan mengarahkan siswa, yaitu keteladanan saat di depan, yang diikuti dengan gandengan saat bersamaan dan dikuatkan dengan dorongan saat di belakang. Dalam hal ini Filosofi Ki Hajar Dewantara terasa sangat pas, ing ngarso sung tulodho - ing madyo mangun karso - tut wuri handayani.
Menjadi guru yang ideal dan idola adalah harapan bagi yang masih punya intuisi dan nurani pada panggilan profesi. Menjadi sosok guru yang hebat, yang cerdas dan yang bijaksana sama halnya dengan harapan para ibu STW, yang umumnya ingin menjadi sosok yang awet muda, selalu sehat, mempesona, selalu bahagia, terpenuhi segala keinginan dan mendapatkan yang terbaik adalah harapan setiap orang. Apalagi jika ditambahi karunia kecerdasan yang tinggi, kemampuan komunikasi verbal yang fasih dan sifat supel, maka tak mengherankan jika kemudian menjadi sosok yang selalu diidolakan oleh siapa saja. Namun dalam kehidupan di dunia yang fana ini tidak ada satupun manusia (makluk) yang sempurna, yang baik dalam segala hal dan bisa selalu menjaga diri dalam kebaikan. Siapapun dia, sehebat apapun ilmunya, secerdas apapun otaknya dan seberapapun banyak kekayaannya, tidak akan serta merta membuat diri menjadi pribadi sempurna.

Kami menyadari sepenuhnya terlampau banyak kesalahan dan kekurangan kami. Rasanya belum layak untuk disebut sebagai guru, sosok yang digugu dan ditiru. Dalam asa ingin meniru dan  menjadi sosok utama berikut; 1) high performance seperti Ibu Ruti Sumarni yang cerdas, energik dan berdedikasi tinggi, 2) low profil seperti Pak Satiyun yang sabar, bijaksana, pasrah, dingin dan tulus tanpa ambisi apalagi sampai mencari keuntungan pribadi, 3) nobel attitude seperti Ibu Rini Utami yang rajin, tekun, santun, ramah dan rendah hati dalam segala kondisi, 4) hidden worker seperti Pak Ronto bekerja sendiri dan sering lembur di malam hari untuk melayani banyak orang - tanpa deklarasi, tanpa harus busungkan dada untuk menunjukkan jati diri, 5) neat and orderly seperti Bu Isti Supriyanti dengan perencanaan dan catatan yang rapi,  teratur dan tersimpan dengan sangat baik. Beliau-beliau ini adalah sumber inspirasi dan sumber motivasi bagi kami untuk mengabdi dan mendedikasikan diri dalam pembinaan generasi melalui pendidikan di negeri Indonesia tercinta ini.

Dengan penuh kesadaran dan segenap penyesalan atas semua yang telah terlewatkan, secara pribadi penulis ingin menyampaikan "PERMOHONAN MAAF" atas semua kekurangan dan kesalahan yang telah terjadi selama ini.
  • Murid-murid kami, mohon maafkan kami yang sering/banyak meninggalkan kelas - baik karena tugas diklat, tugas pendampingan, tugas sekolah, karena kepentingan pribadi, atau hanya karena malas. Maafkan kami yang belum bisa mengajar, mendidik dan membimbing secara optimal hingga kami tidak mampu menjadi sosok guru yang baik - apalagi guru yang menginspirasi, sekali lagi maafkan guru-mu ini.
  • Orang tua murid dan masyarakat, maafkan jika kami dan teman-teman kami masih belum mampu melayani dengan sepenuh hati, bila mengasihi dan menyayangi layaknya pengganti orang tua di sekolah, satu harapan doakan kami agar bisa lebih baik lagi.
  • Demikian juga kesalahan yang kami lakukan kepada teman guru, karyawan dan teman pendidik yang pernah bergaul, berinteraksi atau pembaca yang membaca tulisan-tulisan kami.
Satu harapan, kami dan teman-teman kami - pimpinan, guru dan karyawan - bahwa kami ingin berbenah diri, bertekad untuk memperbaiki diri untuk mengabdikan ilmu dan diri kami untuk pendidikan yang lebih baik di sekolah ini, di wilayah ini, di negeri ini. Kami ingin seperti guru SD yang tetap semangat mengabdi - semoga kami bisa melakukan yang terbaik di sisa-sisa umur kami untuk berbagi ilmu dan berbagi manfaat, karena kami yakin tidak akan ada yang hilang dan terbuang dalam setiap langkah, sikap, perilaku dan tindakan yang dilakukan untuk kebaikan, kalaupun tidak diperoleh di dunia, maka insya-Alloh akan diterimakan di akherat kelak. Kami tidak ingin citra buruk menimpa sekolah kami, teman-teman kami dan murid-murid kami, karena kami juga yakin tidak satu keburukan-pun yang luput dari catatan-Nya dan pasti akan diberi balasan setimpal, yang bisa dirasakan di usia tua atau kelak di alam yang lain. Nasehat, saran dan masukan akan menjadi pemicu dan pemacu untuk tegaknya pembelajaran yang kondusif, oleh karena itu, mari wujudkan sekolah yang aman dan nyaman, serta terbuka untuk perbaikan dan kemajuan. 
Selamat beraktifitas, semoga sukses <72712-73085>.

Rabu, 17 Mei 2017

Akreditasi Sekolah, Semangat Memperbaiki Kualitas Diri

Beberapa pekan ini kegiatan sekolah nampak sibuk, baik di pagi hari saat KBM berlangsung maupun menjelang sore selepas KBM. Kesibukan ini nampak pada semua guru, karyawan dan pejabat terkait yang mendapat tugas tambahan sesuai standar nasional pendidikan (SNP) yang terbagi dalam 8 standar, berusaha mengumpulkan data pendukung yang diperlukan untuk kelengkapan administrasi sesuai bidangnya, yang merupakan konsekuensi dari tugas tambahan yang diberikan sekolah. Yah, hampir semua pihak sibuk melakukan berbagai pekerjaan dalam rangka persiapan menyambut visitasi akreditasi.

Akreditasi sekolah adalah kegiatan penilaian oleh pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebagai bentuk akuntabilitas publik yang penilaiannya dilakukan secara obyektf, adil, transparan dan komprehensif dengan menggunakan instrumen & kriteria yang menacu kepada Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Agar diperoleh hasil yang maksimal, sekolah yang akan diakreditasi sebaiknya melakukan persiapan jauh-jauh hari dan mengumpulan semua bahan dan perangkat administrasi yang akan dilihat dan dinilai oleh tim asesor. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, maka hampir bisa dipastikan akan mendapatkan nilai yang jauh dari harapan. Maka yang banyak terjadi adalah usaha maksimal, berbagai upaya dilakukan untuk melengkapi dokumen dan menyulap wajah dan isi sekolah untuk menyambut visitasi akreditasi yang umumnya dilakukan selama 2 hari.

Akreditasi adalah agenda tahunan yang dijadwalkan secara periodik setiap lima tahun sekali. Ada empat kategori nilai untuk status akreditasi suatu sekolah, dari level tertinggi dengan nilai A untuk kategori Amat Baik, selanjutnya satu level di bawahnya nilai B untuk kategori Baik dan level terbawah adalah grade minimal dengan nilai C untuk kategori Cukup, sedangkan yang terendah D bila nilai di bawah standar dengan status tidak terakreditasi. Status akreditasi juga sering disebut strata, kelas dan harkat suatu sekolah,  yang di beberapa sekolah bisa menjadi predikat dan gengsi suatu lembaga pendidikan. Akreditasi berlaku sama untuk sekolah negeri maupun swasta.  Ada sekolah negeri dengan akreditasi A, namun tidak sedikit juga yang akreditasinya B atau C. Demikian juga ada sekolah swasta yang terakreditasi A, biasanya sekolah yang memang sudah tertata dengan baik, sistem sudah terbentuk dan manajemen sudah kuat.

Visitasi Akreditasi SMP Negeri 2 Kepil sesuai jadwal dilaksanakan selama 2 hari yaitu Senin - Selasa, 15-16 Mei 2017. Bertindak sebagai  penilai, atau yang sering disebut dengan nama asesor adalah Bapak Chairun dan Bapak Martoyo, keduanya berasal Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen yang ditugaskan oleh Badan Akreditasi Propinsi (BAP) Jawa Tengah. Keduanya sangat piawai dan sangat menguasai hal dan seluk beluk penilaian dan dokumen akreditasi, yang memang berlatar belakan pengawas yang sudah dilatih dan lolos sebagai asesor tingkat propinsi.

Seperti pepatah "Tiada gading yang tak retak", kami semua menyadari kekurangan yang ada, yang kesemuanya adalah kaca penggala bagi kami warga sekolah. Banyak temuan dalam visitasi akreditasi ini, yang intinya bukan kekurangan atau kelemahan, namun adalah masukan perlu dicatat, dievaluasi dan ditindak-lanjuti, agar proses mutu lulusan, proses KBM dan layanan kepada siswa dan masyarakat lebih optimal. Semoga diperoleh nilai yang optimal sesuai yang diharapkan dan bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di SMP Negeri 2 Kepil tercinta, insya-Alloh. <22-6-62700>

Rabu, 26 April 2017

Tour De Surya Yudha Park dan Jatim Park - Paket Wisata Siswa

Kepil Wonosobo, Selasa pagi, 25 April 2017 semua siswa kelas  IX beserta guru pendamping berangkat menuju lokasi wisata dalam acara Refreshing Jelang UN 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi penyegaran pikiran dan hati setelah sekian lama dicecar kegiatan les, try out dan pemadatan materi ujian nasional. Harapan utamanya adalah dengan kegiatan ini siswa menjadi fresh/segar dan lebih siap secara mental dan spiritual serta tidak merasa ada beban terkait pelaksanaan UN yang akan dilaksanakan 2-8 Mei mendatang. Ini adalah sebagian dari layanan yang diberikan oleh SMP Negeri 2 Kepil kepada siswa, agar siswa merasa nyaman dalam menjalani kegiatan pembelajaran dari awal hingga akhir selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

Pagi jam 07.30 WIB empat bus dengan penumpang berjumlah 94 siswa kelas IX dan 10 guru pendamping diberangkatkan menuju tujuan wisata utama yaitu "Surya Yudha Park" yang berada di kawasan kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Sebanyak 94 siswa kelas IX dibagi dalam 4 bis sesuai dengan kelas masing-masing yaitu 9A, 9B, 9C dan 9D.
Guru yang bertugas mendampingi siswa kelas IX dalam refreshing UN ini adalah : Bu Dyah (Kepsek), Bu Sri (KaTU), Bu Ruti (Wakasek), P. Ismain, P. Edi, P. Eko, P. Latif, P. Abdullah, P. Bagus dan P. Ari. Tugas utama pendamping adalah untuk mengawasi dan mengarahkan para siswa agar teratur, tidak liar dan terjaga dari hal-hal yang membahayakan diri dan orang lain.

Dua minggu sebelumnya,  kelas VIII juga melaksanakan studi wisata, yang pelaksanaannya tepat saat kelas IX melaksanakan ujian sekolah. Senin sore, 10 April siswa kelas VIII diberangkatkan ke tujuan wisata kota malang yang terkenal dengan berbagai tempat wisata edukasi yang sangat cocok untuk siswa. Tujuan wisata kelas VIII ini adalah 1) Petik Apel di kebun Apel yang memang diperuntukkan untuk kegiatan wisata petik Apel bagi para siswa yang berwisata agro. 2) Jatim Park 1, yang menyediakan berbagai wahana uji nyali dan uji keberanian dengan peralatan permainan yang menantang namun telah terstandar dan aman bagi para siswa / wisatawan. Berbagai gaya dan pose siswa layaknya artis yang sedang beraksi didepan kamera RCTI. Banyak HP dan iPAD beralih fungsi menjadi kamera untuk mengabadikan gaya mereka yang sedang berperan sebagai artis photogenic mulai dari awal perjalanan hingga perjalanan pulang.

Rabu, 29 Maret 2017

Training ESQ Spero, Motivasi Sukses USEK, USBN dan UN 2017

Senin pagi, 27 Maret 2017 nampak tidak ada aktifitas upacara bendera seperti biasanya. Siswa kelas 7 dan 8 langsung pembelajaran di kelas masing-masing, sedangkan kelas 9 nampak berbeda dan tidak ada pembelajaran di kelas karena hari ini ada agenda lain berupa pembekalan dari tim sukses UN 2017. Yah, hari ini akan ada acara spesial untuk kelas 9 dalam rangka menyongsong ujian sekolah (USEK), ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dan puncaknya ujian nasional (UN) yang akan dilaksanakan bulan Mei 2017. Kegiatan spesial itu berupa kegiatan ESQ (Emotional Spiritual Quotient) atau Spiritual Building, yaitu pemberian motivasi untuk mendukung kesiapan siswa kelas 9 dalam menghadapi serangkaian ujian bagi kelas 9 di tahun 2017.

Tepat pukul 08.00 semua siswa kelas 9 dikumpulkan untuk diberi pengarahan dan penjelasan tentang kegiatan pagi itu oleh Bapak Eko Sutomas, S.Pd.. Selanjutnya siswa kelas 9 diarahkan untuk langsung menuju balai desa Rejosari. Adapun agenda pembelajaran untuk kelas 7 dan 8 hanya sampai jam ke 3 dan setelah istirahat lalu dianjurkan untuk langsung pulang, karena kegiatan ESQ juga akan diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SMPN 2 Kepil.

Acara Traniing ESQ dilaksanakan pagi hingga siang, bertempat di Balai Desa Rejosari yang beralamat di Cadukan Rejosari Kepil Wonosobo. Balai desa ini dipilih sebagai lokasi berdasarkan masukan dari tim penanggung jawab ESQ dengan alasan kenyamanan, jauh dari kebisingan dan keramaian. Tepat pukul 09.00 acara dimulai, bertindak sebagai pembawa acara (MC) Bpk Eko Sutomas, diawali dengan pembukaan dan sekedar sambutan atas nama sekolah,yang juga disampaikan langsung oleh pembawa acara, dan rankaian acara kemudian langsung dilanjutkan ke acara inti berupa pemberian motivasi / ESQ oleh Tim ESQ dari SMA MUHAMMADIYAH WONOSOBO.

Seperti tahun yang telah lalu, acara motivasi selalu dilaksanakan di balai desa Rejosari, tidak pemikiran lain kecuali alasan kenyamanan, dengan harapan agar situasi lebih kondusif karena jauh dari keramaian lalu lalang kendaraan bermotor baik mobil maupun motor. Segenap orang tua / wali murid hadir, begitu juga guru dan karyawan SMP Negeri 2 Kepil. Dengan suguhan tayangan dan narasi yang menyentuh membuat situasi ESQ terasa kondusif. Nampak siswa-siswi sangat antusias dan khidmat mengikuti acara motivasi ini, acara berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.

Atas nama sekolah dengan ini kami menyampaikan rasa terima kasih kepada Tim ESQ dari SMA Muh. Wonosobo, kepada perangkat desa  Rejosari atas pinjaman tempat dan prasarananya, kepada Panitia ESQ dan semua rekan guru dan karyawan, juga kepada pengurus OSIS dan seluruh siswa kelas 9 yang hadir mensukseskan acara ini, Tersimpan harapan besar dengan acara ini, semoga acara ini mampu membangun motivasi dan semangat siswa untuk meraih sukses pada UN 2017. Pada gilirannya dengan hasil yang maksimal dapat membawa manfaat bagi siswa, bagi orang tua dan bagi sekolah. Selamat berkatifitas, semoga sukses. <295-165>

Selasa, 28 Februari 2017

Inovasi -7 : Laboratorium Agama, PKn dan IPS - Wahana Pembentuk Karakter

Alhamdulillah, kata yang paling tepat mengiringi banyaknya karunia dan nikmat yang Alloh berikan. Di antara banyak karunia dan nikmat itu ada dua yang istimewa. Pertama, adanya suara adzan Dhuhur yang berkumandang di speaker sekolah di setiap hari Senin hingga Kamis. Suara adzan dipilihkan dari suara muadzin cilik yang tayang di Adzan Magrib OVJ Trans 7, suara itu sangat merdu dan menyentuh hati untuk segera memenuhi panggilan sholat. Hal ini terjadi karena program sholat Dhuhur berjamaah yang dicanangkan telah disetujui dan sudah mulai dilaksanakan sejak hari Selasa 7 Februari 2017, insya-Alloh akan menjadi program unggulan baru yang akan memberi warna baru dalam proses pembentukan pribadi siswa di SMP Negeri 2 Kepil. Rasanya benar-benar damai dan menyejukkan melihat murid sholat berjamaah bersama guru-guru dan karyawan sekolah. Kedua, tulisan seri inovasi bisa kembali kami tuliskan, yang sedianya tayang di pertengahan Januari 2017 terpaksa urung terkendala bahan dan motivasi. Tulisan seri yang ke-7 kali ini secara spesifik berfokus pada rumpun humaniora yang meliputi mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP) serta Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sebenarnya masih ada satu lagi yang bisa dimasukkan dalam rumpun humaniora ini yaitu Bimbingan Konseling (BK), namun kami telah siapkan edisi khusus untuk BK pada tulisan seri inovasi yang ke-9, yang merupakan perpaduan antara ilmu psikologi dan pendidikan. Semoga tulisan sederhana ini bisa menambah wawasan dan membuka cakrawala baru khususnya bagi rekan guru rumpun humaniora.

Bagi yang berminat untuk download suara adzan dari Muadzin Cilik Bule pada acara OVJ Trans 7 dapat klik tautan berikut. Download Adzan Cilik Bule OVJ Trans 7.

Sebagai pembuka ijinkan penulis bercerita, beberapa minggu yang lalu penulis bertanya kepada salah satu murid pria apakah dia sholat, ia menjawab tidak sama sekali, maka penulis katakan, "Sungguh itu terlihat di wajahmu, sholatlah maka wajahmu akan terlihat bersih dan bercahaya". Wajahnya yang kusam dan terlihat kotor biasanya karena tidak pernah tersentuh air wudhu dan tidak pernah dipakai sujud. Dan secara umum di banyak kelas terjadi demikian, banyak siswa yang belum menjalankan sholat. Sebagai pembanding kita bisa melongok, di tempat lain, di cerita lain yang terjadi sekitar tujuh bulan yang lalu penulis bertemu seorang kakak beradik dalam suatu sholat Jum’at di Masjid Miftakhul Huda, Prembulan Tegalarum Borobudur. Sang kakak - yang seumuran kelas 7 atau 8 SMP - langsung mengajak bersalaman dengan disertai cium tangan pertanda khidmat (hormat), pada kami yang sama sekali belum dikenalnya. Wajahnya terlihat bersih, tatapan matanya teduh, nampak sekali sikapnya yang ramah, sopan dan penuh rasa santun. Dan di balik sikap tawadhuknya tersirat lautan ilmu, namun ia tetap rendah hati, tak sedikitpun nampak rasa sombong, acuh tak acuh atau rasa eksklusif. Hal inilah yang membuat rasa kagum dan tertegun dengan remaja yang istimewa ini, di saat sekarang sangat jarang dijumpai remaja dengan pribadi yang seperti ini. Rasa kagum akan sikapnya yang sopan, santun dan hormat pada orang lain, terutama pada yang lebih tua, menjadi inspirasi tersendiri. Betapa bahagia dan bangga orangtuanya memiliki buah hati yang demikian. Saya yakin tak satupun orang tua atau yang merasa lebih tua yang tidak mendambakan anak dengan pribadi yang utama seperti di atas.
 

Di tengah kondisi pendidikan yang terus berganti regulasi dan kurikulum, satu hal yang tidak boleh ganti adalah tujuan pendidikan yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sangat tepat dan sejalan dengan realita di atas, maka kali ini secara spesifik membahas rumpun ilmu humaniora, humanis atau kemanusiaan. Jika pada rumpun bahasa adalah kunci ilmu, rumpun saint / eksak adalah dasar/pokok ilmu, maka humaniora / humanis adalah ruhnya ilmu, yang berisikan pendidikan budi pekerti, ruhani dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Maka keberadaan rumpun ilmu humaniora ini sangat dibutuhkan peranan, eksistensi dan aktualisasinya dalam dunia pendidikan di manapun dan di tingkat apapun. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Agama & Budi Pekerti (PABP) dan Ilmu Pengetahuan Sosial mempunyai ruang lingkup yang berbeda, namun bermuara pada hal sama, yaitu norma yang berisi keutamaan dan kemuliaan. Tidak ada pertentangan antara satu dengan yang lain.
 

Terus terang saja, di era komunikasi global, di tengah kondisi yang serba terbuka dan penuh dengan dekadensi moral maka untuk mendidik anak-anak, terlebih remaja adalah pekerjaan yang tidak mudah, bahkan boleh dikatakan sulit. Di sisi lain, pendidikan yang berisikan kebaikan dan kemuliaan tidak serta merta dapat langsung disaksikan hasilnya. tantangan terasa menjadi beban tersendiri bagi guru yang bersangkutan, terutama ketika nilai-nilai kebaikan yang diajarkan tidak langsung dilaksanakan oleh siswa dengan berbagai alasan. Banyak guru, terutama mapel rumpun humaniora mengeluhkan sulitnya pembelajaran dan transformasi ilmu tentang norma, adab dan aturan kepada murid, terlebih dalam praktik kehidupan sehari-hari. Seperti ilmu tingkat dewa yang hanya ada di angkasa, laksana bunga indah namun tak kunjung berbuah, atau memelihara hewan yang dagingnya tak enak dimakan. Ilmu tentang keutamaan, norma dan kesusilaan seakan hanyalah teori yang jauh dari aplikasi, impian yang jauh dari harapan. Maka dibutuhkan inovasi agar rumpun ilmu ini dapat diajarkan secara terintegrasi, sehingga antara teori dan aplikasi dapat terwujud satu sistem yang terpadu. Inilah tantangan, dan dalam setiap tantangan ada kesempatan untuk meraih harapan.

Secara teori, pembentuk pribadi anak, terutama remaja terdiri pada tiga lingkungan yaitu, rumah, masyarakat dan sekolah. Pengaruh ketiganya pada masing-masing anak berbeda kondisinya, sangat tergantung dengan intensitas dan kualitasnya. 1) Rumah, inilah domain orangtua dalam memberikan pendidikan jati diri, pengisian ruhani dan pembentukan pribadi pada setiap anak. Orangtua memiliki kewenangan dan otoritas penuh dalam pembentukan jiwa dan pribadi anak. Faktor ekonomi, budaya, rohani dan pendidikan orang tua turut berpengaruh, namun faktor budaya dan rohani adalah yang paling besar pengarunya dalam pembentukan pribadi. 2) Masyarakat, inilah domain masyarakat yang sangat heterogen, baik kultural, ekonomi dan pendidikan. Pada situasi tertentu lingkungan sosial sangat dominan, mencapai hampir 80% pembentuk kepribadian remaja. Teman sebaya dan teman senior punya pengaruh yang sangat kuat dalam proses perubahan kejiwaan. 3) Sekolah, inilah domain pendidik, pengajar dan pembimbing di sekolah. Inilah lingkungan terbaik dan paling kondusif untuk pembentukan pribadi anak-anak dan remaja. Keberadaan guru yang dianggap mempunyai kharisma, keilmuan, psikologi dan kewenangan penuh dalam area sekolah adalah modal utama yang sangat ampuh. Perintah dan ajakan guru secara absolut (mutlak) akan dilakukan dan diikuti oleh siswa.
 

Dalam tataran aplikasi dalam dunia pendidikan, maka gabungan ketiga lingkungan menjadi satu sistem adalah lingkungan yang terbaik dalam pembentukan pribadi remaja. Inilah yang diterapkan oleh lembaga pendidikan dengan pola asrama (boarding school), karena ketiga lingkungan yang sudah didesain dalam satu sistem dan kultur yang kondusif. Banyak sekolah baik negeri maupun swasta yang sudah menerapkan pola asrama, untuk wilayah sekitar kabupaten Magelang contohnya SMA Taruna Nusantara, SMP-SMA Nurul Fikri, SMA Van-Lith Muntilan dan banyak pondok pesantren baik yang modern (PPM) atau yang klasik. Di kota lain semisal Bogor, Bekasi, Banten, Jakarta, Yogyakarta hingga Surabaya banyak sekolah sejenis dengan ragam, kelebihan dan keunggulan masing-masing. Pola asrama ini juga diterapkan pada sekolah yang tergolong lembaga kedinasan. Dan yang mengherankan justru banyak orangtua murid yang berminat untuk mendaftarkan putra-putri mereka pada sekolah berasrama, yang sudah barang tentu lebih mahal, tidak lain mereka ingin agar anaknya bisa belajar pada sekolah yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi semata, namun lebih kepada penempaan diri pribadi yang lebih unggul karena pendidikan di sini tidak hanya pagi sampai siang, namun 24 jam dari pagi sampai pagi lagi. Bisa dibayangkan beratnya perjuangan dalam pendidikan yang jadwalnya penuh dengan aturan yang sangat ketat.
 

Untuk sekolah umum (non asrama) kita bisa mencoba belajar dari kampus salah satu PTN di Yogyakarta. Bila pembaca memasuki kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN SUKA), di halaman depan akan langsung melihat papan / plakat bertuliskan “Laboratorium Agama Masjid Sunan Kalijaga”. Sebuah kata yang simpel namun sarat makna, masjid di kampus ini yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ritual peribadatan, namun sebagai laboratorium aplikasi dalam seluruh aspek kehidupan beragama. Belajar dari UIN SUKA, maka kita juga bisa menerapkan dan mengembangkan masjid / mushola yang ada di sekolah sebagai Laboratorium Agama yang bisa digunakan sebagai ruang utama praktek pembelajaran agama dan pembentukan karakter siswa. Melalui Laboratorium Agama masjid / mushola sekolah ini, guru bisa mengajarkan pada siswa untuk mendekat dan bersentuhan langsung dengan pembelajaran praktik yang membuat mereka dekat dengan Alloh, dekat dengan sesama dan merasakan makna hidup yang sebenarnya. Hal inilah yang kemudian menjadi inspirasi untuk dibuat kesimpulan tulisan kali ini, secara sederhana kami uraikan sebagai berikut:
  1. Propaganda kebaikan, bahwa kebaikan dan keutamaan harus terus didengungkan dan dijadikan program yang harus diaktualisasikan - walau dari sedikit demi sedikit, dan harus dijalankan - walau hanya setapak demi setapak. Siswa SMP yang tergolong usia remaja umumnya masih labil dan sangat butuh perhatian, maka untuk menanamkan kebaikan harus kerap diingatkan, senantiasa disuruh, sering diajak serta tidak bosan diajari dalam melakukan suatu kebaikan,  ibaratnya untuk menyuruh minum obat 3 kali sehari ya harus 3 kali diingatkan, 3 kali diajak dan 3 kali ditemani untuk minum obat, agar anak benar-benar minum obal 3 kali dalam sehari.
  2. Hidupkan Laboratorium Agama Masjid Sekolah, dengan cara mengajak mereka melakukan sholat, minimal sekali dalam sehari yaitu sholat dhuhur berjamaah. Insya-Alloh akan berdampak positif, dalam proses pembinaan mental dan kepribadian siswa akan menjadi lebih mudah. Manfaat sholat berjamaah bersama siswa bagi guru diantaranya menjadikan guru lebih tawadhuk, lebih berbobot, lebih bersih dan bercahaya, lebih kharismatik dan kondisi emosi lebih tenang, hal ini akan menambah rasa khidmat (hormat) siswa pada guru. Di masjid itu tidak ada kasta atau derajat, murid bisa duduk sejajar dengan guru, rakyat sebaris lurah, tukang sayur boleh berdiri di shof lebih depan dari kepala KUA dan seterusnya. Pelajaran berharga dalam sholat berjamaah adalah semua sama sebagai hamba yang rukuk dan sujud pada Alloh semata. Maka jangan ragu, mari sukseskan program ini untuk menjadi lebih baik, Prinsipnya : "Jagalah sholat, walaupun kita bukan orang yang baik, kelak, sholat itulah yang akan membuat kita menjadi baik".
  3. Field Study, bagian penting dalam pembelajaran PKn dan IPS. Laboratorium PKn dan Laboratorium IPS. mutlak dibutuhkan untuk tegaknya norma sosial berbangsa dan bernegara, sebagaimana praktik di laboratorium matematika gaya Pak Eko Sarwono dan praktikum di laboratorium IPA ala Bu Dyah Purwaningrum. Laboratorium PPKn di SMPN 1 Bantul bisa menjadi contoh dan acuan, begitu pula Laboratorium IPS bisa berinovasi dengan bentuk dan wahana yang lebih sesuai. Pada prinsipnya belajar tidak terbatas hanya di kelas, tetapi juga di luar keas seperti kegiatan field study, artinya siswa pergi ke sebuah desa dan belajar peduli kehidupan desa, atau kunjungan ke kantor desa, kecamatan, puskesmas atau lembaga sosial dan kemasyarakatan (laboratorium sosial) seperti yang pernah dilaksanakan oleh salah satu guru IPS di sekolah ini beberapa tahun yang lalu.
  4. Pembiasaan (habituation), perilaku baik atau buruk terbentuk oleh kebiasaan yang dibentuk oleh pembiasaan. Siswa yang berkata jorok, bersikap buruk dan tidak punya sopan santun karena ia terbiasa berada dalam lingkungan yang serba boleh, dimana keburukan dibiarkan saja tanpa kendali yang berarti. Sebaliknya mereka yang santun karena terbiasa dalam kondisi yang kondusif untuk banyak melakukan kebaikan-kebaikan. Norma-norma baik agama, susila maupun sosial memang harus selalu diajarkan, ditegakkan dan dijunjung tinggi sebagai hal utama, oleh karena perlu dilakukan proses inovasi, kreasi dan modifikasi lingkungan agar kondusif.
  5. Butuh totalitas, tidak tanggung-tanggung, setengah hati atau menggantung. Kesuksesan program hanya bisa diwujudkan bila telah dicoba, dievaluasi, disempurnakan dan ditindak lanjuti. Faktor keteladanan sangat berpengaruh dan memegang peranan penting, guru yang hanya menyuruh akan berbeda efeknya dengan yang mengajak, menunggui, mengajari dan membimbing serta memberi penguatan. Untuk prinsip ini jangan takut di depan, jangan enggan menjadi pioner, jangan malas menjadi penyeru agar jangan dikatakan "gedhang uwoh pakel" yang artinya "omong gampang nglakoni angel". Jangan sampai kita menyuruh anak-anak untuk sholat jamaah dan melakukan kebaikan-kebaikan namun kita tidak turut serta melaksanakan dan ikut serta menjaganya. Di tahun-tahun awal guru harus rela hadir mengecek kelas, menggiring dan mengajak mereka hingga ke tempat sholat. Pastikan kita hadir dan ada di antara mereka, karena memang mereka butuh kehadiran kita, ajakan kita, sentuhan kita dan teladan kita.
Jangan berharap kesempurnaan, dan jangan menunggu hingga datangnya kondisi yang sempurna yang layak untuk memulai kebaikan. Justru pada kondisi yang belum kondusif inilah kita dibutuhkan proses kreatif dan inovatif untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang kondusif dan visioner. Tidak penting siapa yang menjadi pencetus ide atau penggagas program, yang lebih penting adalah siapa yang siap bergabung dan mendukung program yang visinya adalah kebaikan dan keutamaan. Mari, kita sebagai insan pendidikan untuk menjadi pibadi seperti yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara. Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Dimanapun posisi kita, baik di depan, di tengah atau pun di belakang kita tetap bisa memberikan sumbangsih bagi tegaknya pendidikan. Kita memang harus benar-benar stand by, sigap dan tanggap untuk mendukung setiap program kebaikan dan keutamaan, terlepas apakah itu rumpun kita atau bukan, bidang kita atau bukan, yang pasti selama masih bidang pendidikan.
 

Kata kunci tulisan ini adalah upaya membentuk karakter siswa dengan akhlak terpuji, yang ditandai dengan taat kepada Alloh SWT, hormat, sopan dan santun kepada guru, orang tua dan orang yang lebih tua. Inilah kondisi ideal yang diidamkan setiap orang tua siswa dan masyarakat. Untuk membentuk sekolah seperti itu memang tidak mudah, tidak semudah membalik telapak tangan, namun tanpa ada cita-cita dan usaha maka mustahil terwujud dengan sendirinya. Semua kembali pada besarnya usaha, bila ada sekolah lain yang bisa, maka sekolah kitapun bisa. Demikian, tulisan tentang rumpun humaniora (sosial) yang bagian akhirnya justru dapat kami selesaikan ketika kondisi badan sedang kurang sehat setelah 4 hari opname (di rumah sendiri). Tulisan ini agak panjang karena memang butuh agak banyak uraian dan pengembangan, semoga bisa menambah wawasan, pandangan dan yang terpenting semangat untuk siap menjadi pasukan pendukung dalam penegakan norma dan aturan di sekolah agar teruwujud sekolah yang kondusif sebagai kawah candra dimuka bagi siswa-siswa di wilayah Kepil dan sekitarnya. Selamat beraktifitas, selamat berkarya, semoga sukses. <61769>

Sabtu, 18 Februari 2017

Setelah Rampungkan Toilet dan Dapur Ruang Guru, Kini Garap Lantai 2 Sisi Barat

Rencana pembuatan toilet dan dapur di ruang guru sudah dicanangkan lebih dari setahun yang lalu dalam sosialisasi Rencana Pembangunan Toilet Guru April 2015. Sosialisasi dilakukan melalui presentasi kepada para dewan guru dan karyawan berupa paparan alasan dan rancangan desain disertai perkiraan biaya. Sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh kenyataan jarak antara ruang guru ke toilet yang di kantor depan cukup jauh, terutama dalam kondisi mendesak dan darurat, belum lagi jika saat hujan karena harus memutar. Namun, memang susah dan cukup sulit untuk meyakin orang lain, apalagi sesuatu yang baru dan menyangkut dana. Benar kata salah satu tokoh pendidikan, bahwa setiap ide/gagasan baru memang tidak serta merta dapat diterima dan bahkan mungkin hanya dipandang sebelah mata. Artinya sosialisasi pertama belum mendapat respon yang berarti, karena baru sekitar 6 orang yang mendukung dan siap memberikan donasi. Mungkin saja karena yang melakukan sosialisasi hanya guru yunior, bukan dari kalangan senior. 

Merasakan betapa kebutuhan toilet di ruang guru, maka desain paket toilet ruang guru yang dipadu dengan dapur dan ruang istirahat di desain ulang, kemudian di presentasikan ulang tepat setahun kemudian. Alhamdulillah, atas ijin dan petunjuk kepala sekolah Bu Dyah Nuryani Praptiningsih, M.MPd. pada sosialisasi yang kedua ini respon sangat bagus, dan langsung bisa dikumpulkan dana secara swadaya dari para guru dan karyawan SMP Negeri 2 Kepil. Di bawah kendali langsung Bapak Satiyun, S.Pd selaku wakil kepala sekolah sekaligu penanggung jawab program, proses pengerjaan toilet ruang guru berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Ruang toilet dan dapur yang terletak di sebelah timur ruang guru kini telah siap pakai dengan kualifikasi yang memadai, terdiri 2 ruang toilet, 1 dapur, 1 ruang sholat dan wastafel di bagian paling depan.

Toilet ruang guru ini sangat dirasakan manfaatnya, tidak perlu repot jauh ke kantor depan dan privasi guru terasa lebih terjaga. Ruang dapur juga sangat dirasakan manfaatnya, dengan tersedianya kompor, rak piring yang lengkap dengan sajian dapur kejujuran swalayan berupa mie instan dan minuman siap seduh, menambah kreatifitas ibu-ibu guru menyajikan berbagai masakan di sela-sela jam kosong. Terasa sekali keakraban dengan berbagai masakan sederhana yang dibuat untuk dinikmati bersama-sama. Beberapa ibu guru menjadi rajin memasak, diantaranya Bu Laras, Bu Utami dan Bu Prih. Walau sekedar masak lompong, daun singkong atau kangkung yang dipadu dengan sambel dan ikan asin rasanya begitu nikmat, apalagi ketika lapar dan dalam suasana kebersamaan.

Dari laporan penanggung jawab, total donasi yang telah terkumpul untuk pembangunan toilet dan dapur ruang guru ini berjumlah 14.5 juta rupiah. Beberapa menyumbangkan dana hingga besaran 1 juta, beberapa berupa bahan bangunan, dan beberapa berupa kelengkapan ruangan dan kebutuhan peralatan dapur. Satu hal yang istimewa dan perlu dicatat bahwa donatur pertama pembuatan toilet ruang guru ini justru dari pihak luar, yaitu salah satu alumni sekolah ini dengan inisial NR yang saat ini bekerja di luar negeri. Alumni ini saking ingin berbaktinya pada guru dan ingin berpartisipasi pada sekolah, begitu kami sampaikan gagasan lewat internet (FB) ia langsung merespon memberikan dukungan dan langsung menyanggupi dana yang cukup besar bila diukur rata-rata donasi yang masuk.

Adapun pembangunan gedung di lantai atas, ruang yang sebelah barat saat ini baru mencapai 75 persen, tinggal pekerjaan finishing berupa penghalusan (acian) dan pengecatan. Secara keseluruhan banguan lantai atas terdiri dari 3 ruang kelas, namun saat ini yang sudah siap pakai ada satu ruang, satu ruang dalam proses (75%) dan satu ruang paling timur menunggu kebijakan berikutnya. Dana pembangunan ruang sebelah barat ini berasal dari dana SSM atau swadaya sekolah. Bila seluruh bangunan ruang kelas lantai 2, maka akan menambah ruang kelas yang bisa digunakan sebagai ruang tambahan dan ruang serba guna, dan pasti akan menambah gagah wajah sekolah.

 Atas semua bantuan - baik yang berupa ide, gagasan dan dana - dari para donatur kami atas nama sekolah menyampaikan ucapan terima kasih. Semua donasi insya-Alloh sudah tersampaikan dan digunakan untuk pembangunan fasilitas toilet dan dapur di ruang guru ini. Walau mungkin para donatur tidak tinggal dan ikut menikmati fasilitas ini, namun yang pasti bantuan ikhlas akan menjadi pahala amal jariyah yang tiada putus-putusnya, insya-Alloh. <61691-720>