text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ...(untuk mengakses berita terbaru, ... klik Beranda atau klik saja cover di atas)

Senin, 26 Maret 2018

Lentera Hikmah -8 : Menyiasati Absensi Finger Print - Aktualisasi Integritas Diri

Tugas berat seorang pemimpin sebuah lembaga adalah mengelola anak buah yang memiliki watak yang berbeda-beda untuk bisa memiliki visi yang sama. Seorang pemimpin pasti berharap semua orang yang dipimpinnya baik, kompeten, jujur dan disiplin, agar bisa memberikan pelayanan yang optimal. Hal inilah yang menjadi inspirasi pertama tulisan kali ini, berawal dari sebuah keluh kesah seorang  kepala madrasah di kabupaten Magelang, sekitar satu setengah bulan lalu. Isinya kurang lebih begini, "Harus bagaimana lagi cara ngatasi orang yang "cerdik", orangnya dicari tidak ada di tempat tugas namun data absensi kehadirannya tertib, paginya finger paling awal dan pulangnya finger paling akhir". Jika ditilik data presensi sebelum digunakan mesin finger print kondisinya jauh lebih parah, rata-rata baru hadir pukul 08.00 atau paling awal pukul 07.30 namun dalam tanda tangan absensi tercatat hadir pukul 06.30, begitu juga dengan jam kepulangan, pukul 12.00 sudah sering hilang namun tercatat di atas pukul 14.00.

Jika yang di atas adalah contoh sosok yang kurang bisa diteladani, maka di tempat lain ada sosok yang justru menjadi pembangkit motivasi dan sumber inspirasi. Pribadi yang sederhana, yang selalu mengasah kompetensi, yang menjaga kedisiplinan dan menjunjung tinggi kejujuran. Inilah yang menjadi inspirasi kedua, sosok yang kepadanya kita harus belajar banyak hal. Sebut saja Pak Udin, seorang guru PNS/DPK yang menjadi kepala sekolah di salah satu SMA swasta di kabupaten Magelang dengan lima hari kerja. Jarak 15 kilometer tak menghalangi beliau untuk hadir di sekolah pukul 06.30 pagi, dan pulang setelah pukul 16/00 sore setiap harinya. Jumlah jam wajib yang menjadi syarat halalnya rejeki benar-benar beliau jaga, dengan tetap berada di sekolah sambil mengerjakan berbagai pekerjaan yang harus diselesaikannya. Jika suatu saat merasa jumlah totalnya kurang karena kepentingan dinas atau pribadi maka beliau merasa wajib untuk menggantinya di hari lain dengan cara tetap bekerja dan berada di sekolah, walau ia harus sendirian. Tak banyak sosok demikian, dari contoh ini kita bisa ambil hikmah bahwa sebenarnya jika kita mau maka kita pasti bisa, untuk berbuat lebih baik, selagi masih bisa, masih sempat dan selagi belum terlambat. Inilah tema tulisan kali ini, seri lentera hikmah dengan tema integritas, selamat menikmati.


Memulai Finger Print

Terhitung mulai tanggal 6 Maret 2018, SMP Negeri 2 Kepil sudah menggunakan mesin finger-print sebagai alat presensi bagi guru & karyawan. Kehadiran mesin absensi berbasis sidik jari ini memunculkan berbagai harapan baik - tentunya bagi yang berfikir postif - agar lebih teratur dan disiplin, walau tak dipungkiri pasti muncul pula sikap apatis dan pesimis dari sebagian yang berfikir negatif. Maka menjadi prioritas untuk membangun sikap optimis seluruh elemen dan unsur sekolah bahwa hadirnya mesin finger print ini adalah solusi terbaik untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada siswa dan masyarakat. Bagi yang sudah terbiasa disiplin datang awal seperti Pak Aris Winarna dan Ibu Ruti Sumarni kehadiran mesin absensi ini tidak menjadi masalah, namun akan terasa menjadi masalah bagi terbiasa datang terlambat dan pulang awal.

Memang, setiap perubahan sistem yang menyebabkan munculnya hal baru pasti akan memunculkan berbagai reaksi sebagai bentuk pernyataan sikap, hal ini sangat wajar dan pasti terjadi. Beberapa pribadi mungkin akan sangat protektif ditandai dengan tidak ingin diusik ketenangannya, bahkan menolak segala bentuk perubahan, karena kecenderungan diri yang ingin mapan, aman dan nyaman, yang biasa disebut dengan "Zona Aman". Ini adalah sifat asal manusia, sifat kita semua yang lebih suka pada sesuatu yang bebas, merdeka dan tidak mengikat. Bagi yang phobia (takut) perubahan mereka berfikir bahwa perubahan adalah momok, perubahan bak hantu yang menakutkan, perubahan akan membuat situasi tidak nyaman, tidak aman dan tidak mapan lagi. Muncul pikiran "jangan-jangan, ojo-ojo, gek-gek" dan berbagai kecemasan lain, maka berikutnya ia berfikir bagaimana mencari cara agar bisa mengakali atau menyiasati sistem baru ini.

Menyiasati Sistem, Topik Trend
Topik tentang trik cara menyiasati, cara membobol dan cara mengakali sistem banyak dicari oleh orang yang "aktif dan kreatif", terutama yang banyak akalnya. Termasuk topik bagaimana cara menyiasati mesin "Finger Print" agar data rekap kehadiran bisa mulus, jika terlambat tidak terdeteksi, jika bolos tidak konangan dan jika tidak hadir namun tetap tercatat berangkat. Tak heran jika ada orang yang kemudian berpikir bagaimana agar nilai ujian bagus tanpa susah-susah belajar, soal UKG bisa dicurangi dan soal UN bisa bocor. Puncaknya ada orang berhasil menemukan cara bagaimana mendapat uang banyak tanpa susah payah bekerja, bisa belanja apa saja. Yang terakhir inilah yang dilakukan oleh 5 pelaku skimming ATM BRI dengan barang bukti 1.447 kartu ATM duplikat yang dibuat dari hasil rekam data di ratusan ATM yang tersebar di pulau Jawa dan Bali. Ratusan rekening telah dibobol dan disedot uangnya melalui ATM. Ratusan juta atau bahkan milyaran rupiah tabungan dan deposito telah berpindah tangan. Bisa dibayangkan betapa marah dan kecewanya orang yang menjadi korban kartu ATM palsu ini.

Secara konsep setiap sistem dirancang dengan sangat canggih dan aman, namun secara realita masih saja banyak yang kecolongan karena dibobot oleh orang "cerdik" (dalam tanda kurung). Orang cerdik punya seribu akal untuk bisa "lolos" dari teknologi canggih yang membuatnya dirinya seakan tetap "untung" dalam kondisi terjepit sekalipun. Kelemahan dan kekurangan dalam sebuah sistem pasti ada, bahkan dalam sistem paling aman sekalipun, karena memang tidak ada yang sempurna dan aman 100 persen di dunia ini. Seperti halnya dalam aplikasi komputer baik yang berbasis web atau desktop selalu tetap bisa dibobol, tentu saja oleh mereka yang ahli, "Banyak jalan menuju Roma", begitu peribahasa yang menjadi pembisik mereka. Demikian pula mesin absensi ini pasti bisa dicari jalan untuk dikelabuhi, khususnya bagi yang punya niat dan beritikad kurang baik, yang menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami apa esensi sebenarnya.


Ada beberapa cara menyiasati mesin absensi finger print yang berbasis pada sidik jari ini, mulai dari yang bersifat personal hingga yang bersifat komunal dan institusional. Berikut ini beberapa trik, cara untuk menyiasati absensi finger print, kami bagikan untuk diambil hikmahnya.

  1. Personal, dengan modus scan absensi masuk paling awal lalu pulang, kemudian datang lagi agak siang, pulangnya juga bisa lebih awal, setelah lewat jam pulang lalu datang lagi untuk scan pulang. Bisa juga scan pagi sebelum mandi dan scan siang setelah situasi sepi, bahkan bisa jadi tidak hadir atau pergi jauh, laporan akan tetap terbaca hadir awal dan pulang akhir, modus ini bisa dilakukan sendiri dan diam-diam serta tidak terdeteksi oleh siapapun.
  2. Kolegial, dengan modus titip jari duplikat maka terlambat tidak terlihat dan lolos ketika bolos. Caranya dengan membuat jari duplikat (tiruan) kemudian menitipkan pada teman untuk proses scan absensi. Jari duplikat berupa jari tiruan yang dapat  dibuat menggunakan filler sejenis silicon, gelatin atau lem kayu yang dituang dalam cetakan jari yang telah dibuat sebelumnya. Cara ini bisa dilakukan secara kolegial 2 orang teman atau lebih, secara diam-diam dan sembunyi-sembunyi tanpa  melibatkan admin.
  3. Komunal, dengan modus substitusi jari (pengganti jari cadangan) maka akan bisa saling nitip scan absensi menggunakan jari temannya. Pada saat registrasi user ke dalam mesin, proses rekam sidik jari untuk setiap 1 orang disediakan dengan 2 jari yang difungsikan sebagai cadangan, Modus ini adalah peluang untuk secara komunal dapat bergantian bertukar jari dengan temannya, artinya 1 orang dapat menggantikan scan absensi 1 orang lainnya, jika hal ini berantai maka 5 orang bisa melakukan scan absensi untuk 10 orang. Beberapa orang berpasangan yang bermufakat dan melibatkan admin saat rekam sidik jari.
  4. Institusional, dengan seting kustomisasi waktu pada saat-saat khusus. Pada dasarnya sistem waktu pada mesin fingerprint adalah berjalan automatic dan realtime (nyata), maka data laporan (report) yang keluar dari mesin tidak bisa diubah/diedit waktunya, bahkan oleh admin sekalipun. Jika suatu saat karena sesuatu hal dikehendaki oleh institusi untuk mengakali, maka satu-satunya jalan adalah merubah waktu realtime pada saat scan datang maupun scan pulang. Modus ini dapat dilakukan secara komunal dan institusional, admin yang punya hak akses khusus untuk melakukan kustomisasi ini.
Esensi Absensi Finger Print
Kehadiran guru, karyawan dan pimpinan adalah sebuah keharusan yang tidak bisa diwakilkan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan. Inilah salah satu tujuan diciptakannya mesin finger print ini, karena scan kehadiran berdasarkan jarinya, artinya jarinya hadir jika orangnya juga hadir. Teknologi ini telah banyak dipakai di industri besar, perusahaan ternama dan lembaga bonafit di berbagai penjuru dunia. Absensi kehadiran merupakan hal sangat penting, bertujuan agar disiplin tepat waktu, karena dalam sistem manajemen, waktu adalah kunci sukses atau gagalnya sebuah sistem. Kebutuhan teknologi absensi semakin berkembang, bahkan yang terbaru telah beredar mesin absensi yang berbasis wajah dan retina mata, yang lebih sulit lagi untuk disiasati.

Cara kita memahami urgensi waktu akan sangat berpengaruh dalam menyikapi kehadiran mesin ini, Jika mesin absensi finger print hanya dimaknai sebagai pengolah data kehadiran, maka trik nomor 1 sampai nomor 4 bisa digunakan untuk menyiasati dan mengakali data absensi kita. Bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain - rasa itulah yang melahirkan sikap bijaksana. Mencoba memposisikan diri, jika kita adalah pimpinan di sekolah, manajer di industri atau bahkan sebagai pemilik perusahaan, maka kita bisa menilai bahwa pelaku trik nomor 1 sampai nomor 4 semuanya tidak jujur (tidak punya integritas) dan melakukan manipulasi. Pelaku trik nomor 1 jelas seorang pecundang, pelaku nomor 2, 3 dan 4 jelas kumpulan dari orang yang tidak bisa memegang amanah (tidak bisa dipercaya). Watak dan sikap orang-orang beginilah yang membuat banyak industri hancur, pabrik gulung tikar dan perusahaan bangkrut.


Lalu bagaimana jika hal demikian terjadi di sekolah tempat siswa belajar menimba ilmu dan mencari pengalaman, ini sangat riskan dan sangat disayangkan jika sampai terjadi. Sekolah-sekolah yang saat ini menjadi sekolah unggul dan pavorit telah melewati fase ini puluhan tahun yang lalu, mereka juga pernah mengalami hal serupa. Proses yang berjalan membuat mereka menjadikan disiplin tepat waktu sebagai budaya, sebagai kebutuhan, bukan lagi sebagai beban. Jika di sekolah masih bermain dengan trik 1 - 4, maka dampaknya akan jauh lebih parah, karena pada hakikatnya pendidikan bukan hanya proses transfer ilmu dan pengetahuan saja, namun ada transfer sikap (attitude), moral dan spiritual, dan itu yang lebih utama.


Mengambil hikmah dari keluhan pimpinan kepala madrasah dan contoh teladan Pak Udin di atas, maka kami ambil beberapa kesimpulan singkat yang semoga bisa digunakan sebagai pedoman dalam menyikapi mesin absensi Finger Print;

  1. Berterima kasih atas kehadiran mesin ini, yang ternyata mampu membantu mengontrol kita menjadi lebih baik, lebih disiplin dan lebih menghargai waktu. Sungguh mesin ini layaknya penolong bagi kita untuk keluar dari kebiasaan terlambat, kebiasaan bolos dan kebiasaan korupsi waktu yang jika ditotal jumlahnya entah sudah berapa ratus jam.
  2. Legowo dan terbuka menerima kekurangan diri, semakin tawadhu dan rendah hati, bahwa kita masih kalah dengan mesin yang mampu jujur walau ia tak punya hati. Kita tak perlu pongah, sombong dan busung dada bertahan bahwa kita baik, nyatanya selama ini banyak manipulasi data kehadiran kita, hingga markup jam datang dan jam pulang.  
  3. Bijaksana dalam menyikapi report (laporan) kehadiran, tidak perlu marah, tidak perlu sewot dan tidak perlu berlebihan. Jika muncul warna kuning tanda terlambat dan atau pulang awal, jika muncul warna merah tanda jika tidak hadir, tidak scan, scan di luar jadwal atau kesalahan dalam proses scan lainnya sebaiknya jadikan ini rambu-rambu dan pengingat, bahwa masih ada yang kurang dalam diri kita, jika merasa tidak sesuai bisa klarifikasi dan langsung melihat data aslinya di aplikasi Finger Print.
  4. Jadikan ini mesin ini wahana membenahi niat dan membangun motivasi untuk memperbaiki diri, Jika data absensi kehadiran Anda sudah baik, status sudah OK dan warna sudah hijau, bersyukurlah dan tetaplah menjaga kebaikan itu, ingatkan dan ajak teman yang lain untuk semangat meraih predikat seperti Anda. Kebaikan ini adalah bekal untuk merajut dan meraih kebaikan berikutnya dalam bidang lainnya.  
  5. Hasil rekap kehadiran yang berupa print-out data jam masuk, jam pulang dan total jam perminggu penting dan ini adalah hal utama, namun lahirnya sosok pribadi yang jujur penuh integritas adalah lebih utama. Jika memang tidak bisa hadir melaksanakan tugas karena suatu hal, tak perlu melakukan manipulasi data dengan finger pagi dan sore hari. Sikap yang jujur dan terbuka akan lebih berharga, lebih satria dan lebih bermartabat.
  6. Data kehadiran yang terlihat sempurna bukanlah segala-galanya, bukan pula tujuan akhir dari diterapkannya sistem ini. Tujuan awalnya adalah membangun kedisiplinan dalam bekerja, dan tujuan akhirnya adalah membentuk jiwa yang berkarakter, kompeten dan mampu memberikan pelayanan terbaik dalam mendidik anak bangsa. Kedisiplinan dalam hal kehadiran hanyalah satu dari sekian banyak pekerjaan manajemen personalia dalam usaha membangun sistem pendidikan yang bermutu dan berkualitas.
  7. Menyempurnakan kewajiban dengan hadir tepat waktu, pulang cukup waktu dan terpenuhi jumlah minimal adalah salah satu cara untuk menghalalkan rejeki yang diterima, minimal dari sisi waktu, Ada kepuasan batin, ada kenyamanan dan ketentraman, pasti akan sangat berbeda dengan yang gajinya terima utuh, namun waktunya dicuri dan dicurangi. Jika waktu kehadiran saja di-akali dan dicurangi, maka kebaikan apalagi yang bisa diharapkan.
Kita tidak perlu trik khusus untuk menyiasati atau mengakali mesin absensi ini, yang paling logis dan paling baik adalah membuat manajemen waktu baru dengan mengatur ulang jadwal harian menjadi lebih maju, bangun lebih awal, mandi lebih awal, sarapan lebih awal dan berangkat lebih awal dari sebelumnya. Kemudian menambah durasi waktu kerja menjadi lebih panjang, lapangkan dada untuk menambah kesabaran pulang mundur, lebih akhir dari sebelumnya.Yang terakhir adalah pemenuhan jumlah total perminggu, akan tidak menjadi penumpuk hutang waktu, usahakan untuk terpenuhi sesuai aturan yang ada. Sebenarnya jika diukur masalahnya, maka yang paling berat dan terasa menjadi masalah adalah mereka yang domisili berbeda bujur dan lintang, yang harus naik kendaraan umum atau sepeda motor apalagi saat musim hujan begini. Terlebih jaraknya cukup jauh dan harus laju dari Purworejo, Magelang, Kulon Progo, Sleman atau Bantul.

Sebagai penutup tulisan kali ini, kita semua berharap semoga semakin mendekati akhir masa tugas maka kita bisa semakin baik, semakin bijaksana, semakin rendah hati dan semakin banyak dalam menanam benih kebaikan. Oleh karena itu kita harus berupaya untuk selalu meluruskan niat dan membenahi motivasi agar bisa bersikap dan berbuat yang terbaik. Segala sesuatu yang diniatkan dengan baik, dilakukan dengan baik maka yang akan datang adalah kebaikan, sebaliknya jika niat sudah tidak baik, dilakukan dengan cara yang kurang baik, maka jangan harap kebaikan yang datang, sebaliknya hanya keburukan yang semakin merundung dan mengepung. Kebaikan dan keburukan pada akhirnya akan mengental menjadi karakter, sifat dan watak. Watak itulah yang kemudian menjadi brand, merek dan image diri kita.

Demikian lentera hikmah kali ini, semoga kita bisa menjaga diri dalam kebaikan, semampu yang kita bisa (sekecil apapun, dan untuk memulai kebaikan tidak harus menunggu waktu khusus, serta tidak harus pilih-pilih dalam melakukan kebaikan. Kebaikan kecil yang bisa memberi manfaat laksana lilin dalam gelap, redup namun mampu memberi cahaya dan bisa menjadi lentera yang berguna bagi sesama.  Sampai jumpa di tulisan berikutnya dalam tema membangun brand, merek dan image diri. Selamat bekerja, selamat berkarya, semoga sukses.

Kamis, 22 Maret 2018

Tour De Malang 2018, Studi Wisata ke Kebun Apel dan Jatim Park 2

Selasa sore 20 Maret 2018, sekitar 30 siswa kelas 9 yang menjadi peserta sesi-3 baru saja keluar dari ruang laboratorium komputer usai mengikuti galdi bersih UNBK (simulasi-3). Sementara itu di halaman depan sekolah sudah nampak ramai siswa kelas 8 yang akan mengikuti acara study tour, mereka telah berkumpul dan bersiap dengan segala perlengkapan mereka. Dua armada bus Mekar Muda yang berwarna hitam telah terparkir di pinggir jalan dan nampak siswa-siswi sibuk menempatkan diri sesuai dengan denah tempat duduk yang telah diatur oleh panitia. Inilah acara tahunan bagi kelas 8 yang berupa study tour, sebagai salah satu bentuk kegiatan wisata siswa yang bisa digunakan sebagai pembelajaran luar sekolah sekaligus memberi kesempatan untuk membuka wawasan dan cakrawala baru serta mencari pengalaman mengunjungi daerah-daerah wisata yang ada di pulau Jawa dan sekitarnya.

Kepanitiaan study tour untuk tahun 2018 ini dikomandani oleh Bapak Drs, M. Abdul Latif, M.Pd (ketua), sekretaris Bpk M. Bagus Panuntun, S.Pd dan Ibu Rini Utami, S.Pd sebagai bendahara. Selanjutnya ditunjuk 5 orang guru lainnya untuk membantu mendampingi siswa, sehingga jumlah guru yang mendampingi siswa sebanyak 8 orang yang dibagi dalam dua kelompok, bus 1 dan bus 2. Guru yang ditunjuk sebagai pendamping tambahan selain panitia adalah Ibu Sri Hartati, Ibu Sayekti Laras, Ibu Zulaekho, Ibu Ngaidatul dan Bpk Maryanto. Semua aganda dan kelengkapan perjalanan di suport oleh agen Bintang Mulia Tour

Lokasi yang menjadi tujuan kegiatan ini adalah kota wisata Batu - Malang Jawa Timur. Berangkat dari sekolah Selasa sore pukul 17.00 WIB, perjalanan malam terasa lancar tanpa kendala, tanpa macet dan sampai di lokasi transit RM Brawijaya sekitar pukul 04.30 pagi. Setalah sholat sbuh, mandi dan makan pagi, sekitar pukul 08.00 siswa berangkat ke obyek wisata pertama yang berupa petik Apel di kebun yang telah ditentukan. Nampak siswa-siswi sangat menikmati suasana kebun apel, mereka makan buah apel yang langsung dipetik dari pohonnya. Setelah dirasa puas di kebun apel, maka sekitar pukul 11.00 rombongan dibawa turun kembali menuju tempat transit untuk  sholat dhuhur,  makan siang dan persiapan menuju obyek wisata selanjutnya.

Masuk obyek wisata yang kedua siswa-siswi sangat semangat dan antusias, dari lokasi parkir mereka langsung berhamburan masuk lokasi Jatim Park 2, yang dikenal dengan nama Batu Secreet Zoo, yang berupa obyek wisata kebun binatang dengan konsep modern. Batu Secreet Zoo tidak seperti kebun binatang pada umumnya, kebun binatang di Jatim Park 2 memiliki keunggulan dan desain arsitektur yang terintegrasi, bersih terawat dengan koleksi yang lengkap. Di rute akhir tersedia wahana permainan yang menantang dan menguji adrenalin antara lain wahana Gurita, Tsunami, Animal Coaster, Animal Bumper dll. Setelah keluar dari lokasi kebun binatang, siswa-siswi diarahkan untuk masuk ke Museum, wahana ilmu pengetahuan tentang berbagaia hewan/binatang yang dirancang sebagai wahana edukasi yang sangat menarik.

Mendekati pukul 16.30 semua berkumpul ke dalam bis masing-masing untuk melanjutkan perjalanan wisata berikutnya di area Alun-alun dan Masjid Agung kota Batu. Berkeliling alun-alun menjelang  Maghrib adalah suasana tersendiri. Banyak siswa-siswi yang berhamburan ke mall dan supermarket untuk belanja oleh-oleh atau buah tangan, kemudian menikmati kerlap-kerlip cahaya dari berbagai lampu hias di alun-alun dilanjut sholat Maghrib di masjid Agung kota Batu. Inilah lokasi terakhir wisata kali ini. Setelah semua kembali ke bis maka kegiatan selanjutnya adalah menikmati istirahat dalam perjalanan pulang menuju Kepil Wonosobo.

Berikut beberapa gambar yang semoga bisa mewakili ratusan momen yang tidak sempat terdokumentasi secara lengkap, selamat beraktifitas, semoga menyenangkan.









Senin, 05 Maret 2018

Pesta Siaga Kwartir Ranting Kepil - Ajang SD/MI Unjuk Bakat dan Prestasi

Sabtu pagi, 3 Maret 2018 suasana di SMPN 2 Kepil nampak sangat ramai, ratusan sepeda motor dan puluhan mobil pribadi maupun mobil angkutan terparkir di depan dan sekitaran sekolah, Hari itu ada acara perhelatan yang meriah dalam kategori cukup besar yang diselenggarakan oleh Pengurus Kwartir Ranting Kepil Wonosobo. Acara bertajuk Pesta Siaga Kwartir Ranting Kepil Tahun 2018 ini mengusung tema "Gembira, Kreatif dan Bersahabat", dengan motto utama Pramuka yaitu "Satya ku-dharmakan, dharma ku-baktikan". Ajang ini merupakan wahana unjuk prestasi dan mengasah bakat siswa-siswi SD dalam berbagai pengetahuan, keterampilan dan ketangkasan dalam pendidikan pramukaan.

Menurut panitia peserta berjumlah sekitar 600 siswa dari Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-kecamatan Kepil. Tempat kegiatan dipilih dan ditetapkan di komplek kampus SMPN 2 Kepil, setelah beberapa hari sebelumnya dilakukan peninjauan lokasi dan cek kelayakan untuk kegiatan Pesta Siaga ini. Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau, area lapangan yang luas dan ketersedian ruangan yang cukup serta kelengkapan lain menjadi dasar dipilihnya kampus SMPN 2 Kepil sebagai lokasi kegiatan. Bertindak sebagai panitia utama; 1. Ketua umum = Teguh Edi Wirogo, S.Pd, 2. Sekretaris 1= Riyani dan Bendahara 1 = Prihatiningsih, dengan Pelindung = Singgih Kuncoro, SE dan Drs. Supardjo, M.Pd serta Penasehat = Bambang Ismoyo Aji, S.Pd dan Praptadi, S.Pd.

Pesta siaga ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 3 Maret 2018, sesuai jadwal yang telah dibuat acara dimulai pukul 07.30 WIB dan akan berakhir pukul 14.30 WIB. Jenis kegiatan pada pesta siaga ini terdiri dari beberapa kelompok; 1. Kegiatan Umum, 2. Kegiatan Keagamaan dan Kepribadian, 3. Kegiatan Ketangkasan dan Keterampilan, 4. Kegiatan Seni Budaya dan 5. Kegiatan Kepedulian Pramuka Siaga dengan masing-masing kelompok yang dibagi menjadi bentuk yang lebih spesifik dengan nama Taman Baris-Berbaris, Taman Toleransi Beragama dan sebagainya. Sekitar 11 jenis kegiaatan yang dilombakan pada acara ini membuat situasi di kampus sekolah ini nampak sangat meriah. Berikut beberapa gambar yang mungkin bisa menggambarkan meriahnya acara pesta siaga tersebut.





Pihak manajemen SMPN 2 Kepil yang terdiri dari unsur pimpinan, dewan guru dan karyawan menyambut baik dan sangat antusias mendukung kegiatan ini. Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. selaku kepala sekolah memberikan arahan langsung kepada jajaran guru da karyawan untuk terlibat langsung dalam mempersiapkan tempat dan kelengkapan untuk suksesnya acara ini. Untuk menyambut dan ikut memeriahkan acara ini pihak sekolah menampilkan beberapa pentas seni kreasi berupa beberapa jenis Pentas Tari siswa kelas 7 dan 8 dibawah asuhan Ibu Ruti dan Ibu Isti.

Salah satu anadalan yang tak kalah hebat adalah sajian Gamelan seni karawitan asuhan Bpk Eko Sutomas dan Bpk Widodo, suara gamelan yang ditabuh langsung oleh siswa-siswi kelas 7 dan 8 memberikan nuansa tersendiri menyapa kehadiran Bapak/Ibu Guru baik yang bertindak sebagai panitia maupun pendamping beserta siswa-siswi peserta Pesta Siaga. Secara singkat penampilan siswa dalam menabuh gamelan ini dapat dilihat dalam bentuk video yang dapat disaksikan setiap saat melalui saluran internet di situs Youtube.com, alamatnya dapat di-klik pada link di bawah ini.


Sebagai penutup tulisan ini, mari kita dampingi siswa-siswi kita di SD/MI, SMP/MTs dan juga di tingkat SMA/MA/SMK agar mereka dapat mengasah bakat dan kemampuan mereka yang terpendam untuk menh=ghasilkan karya dan kreasi yang istimewa. Semoga kegiatan pesta siaga ini bermanfaat dan dapat memberikan dampak positif ke semua pihak untuk kemajuan pendidikan di nusantara, insya-Alloh, selamat berkarya semoga sukses.

Sabtu, 20 Januari 2018

Download POS UN 2018, Pedoman bagi Sekolah untuk Siap UNBK / UNKP

Tahun 2018 sudah berjalan hampir sebulan, bagi siswa kelas IX mengandung arti bahwa pelaksaan Ujian Nasional 2018 semakin dekat. Sebagai siswa sudah pasti harus banyak belajar dan banyak berlatih. Segala persiapan harus dipersiapkan, baik mental, spiritual maupun material (soal) agar bisa memperoleh hasil yang optimal. Demikian juga bagi guru mapel UN, ini adalah hajad besar dan merupakan pertaruhan kinerja atas pembelajaran yang telah diampunya selama ini, sukses siswa berarti sukses gurunya. Tak luput pula bagi sekolah, ini adalah momentum yang luar biasa untuk menunjukkan mutu dan kualitas sekolah. Oleh karena itu pihak sekolah (manajemen) sangat membutuhkan regulasi terkait pelaksanaan UN 2018. Keberadaan Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional (UN) Tahun 2018 sangat ditunggu-tunggu oleh banyak pihak. Terutama oleh para pengelola lembaga pendidikan seperti kepala sekolah dan guru.

Hal ini sangat wajar sekali, mengingat POS UN menjadi patokan dan pedoman bagi sekolah dalam melaksanakan Ujian Nasional. Apalagi sejak tahun 2017 sekolah-sekolah dianjurkan untuk mengadakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang tentunya secara aturan pelaksanaan akan berbeda dengan Ujian Nasional konvensional dengan menggunakan kertas. Demikian juga bagi sekolah yang akan melaksanakan ujian nasional namun masih menggunakan kertas, untuk tahun ini istilahnya baru, yaitu UNKP = Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil.

Bagi anda yang belum tahu, sedikit kami jelaskan bahwa yang dimaksud dengan POS UN adalah kumpulan Peraturan yang dibuat oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang dipakai untuk menjadi dasar dan juga acuan secara  teknis penyelenggaraan Ujian Nasional. Sebab bersifat teknis, POS UN akan disusun pada setiap tahun pelajaran.  Maka dari itu, POS UN untuk jenjang SMP/MTs. SMA/MA dan SMK bisa saja berbeda untuk setiap tahunnya. Aturannya dapat bertambah dan berkurang sesuai ketentuan yang dibuat oleh BSNP.

Setiap sekolah yang menyelenggarakan UN, harus mengikuti semua aturan yang terdapat di dalam POS UN. Sekolah tidak diperkenankan membuat aturan sendiri-sendiri, apalagi aturan tersebut berbeda dengan aturan yang dibuat oleh BSNP. Di dalam POS UN memuat berbagai macam hal terkait dengan teknis pelaksanaan Ujian Nasional. Mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga setelah pelaksanaan UN berlangsung. Tak hanya untuk para panitia saja, dalam POS Un juga memuat aturan-aturan yang harus ditaati oleh semua peserta didik dalam mengikuti UN. Semuanya sudah lengkap dibahas dalam POS UN. Pihak sekolah, harus membaca dan memahami semua aturan yang terteran dalam POS UN tersebut. Sehingga pelaksanaan UN di sekolahnya bisa berjalan dengan lancar. 

Demikian artikel kali ini terkait POS UN 2018, bagi yang merasa membutuhkan silahkan download file dengan cara klik link download yang kami sediakan, semoga bermanfaat. Selamat berkarya, selamat bertugas, semoga sukses.

Sabtu, 30 Desember 2017

Oase 11 : Guru Yang Baik Bukan Sebatas Harapan, Tapi Keniscayaan

Desember sebagai bulan penghujung tahun akan segera berlalu, itu artinya tahun 2017 akan segera berakhir dan berganti dengan tahun baru 2018. Sebagian besar anak muda dan masyarakat menyambut pergantian tahun dengan cara begadang malam melewati jam 00,00 sambil menyalakan kembang api dan mercon, dalam suasana gegap gempita dan berpesta pora. Namun sejatinya pergantian tahun adalah hal biasa, dan yang terbaik untuk dilakukan adalah menjadikannya momen untuk melakukan muhasabah dan introspeksi terkait banyak hal yang telah terjadi pada tahun yang akan berlalu. Adapun bagi dunia pendidikan mengandung arti bahwa semester 1 (satu) pada tahun pelajaran 2017/2018 telah berakhir dan akan memasuki masa semester 2 (dua). Rapor telah diterimakan kepada siswa/orangtua siswa, satu tugas terkait penilain telah tertunaikan, baik yang menggunakan e-Rapor yang berbasis web ataupun yang menggunakan aplikasi sederhana berbasis desktop (Excel). Karena penilaian adalah bagian dari tugas guru, maka harus rela dan harus dijalani dengan segenap rasa tanggung jawab.

Jika tulisan ini sampai ke Anda sebelum malam pergantian tahun semoga bisa menjadi bahan evaluasi sebelum meninggalkan tahun 2017, namun jika Anda baru membaca setelah melewatinya, semoga bisa menjadi bekal membangun motivasi diri untuk menapaki tahun 2018 agar menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Tulisan ini sudah mulai diketik saat UAS/PAS berlangsung, namun belum bisa kami tuntaskan karena berbagai pekerjaan yang lebih membutuhkan perhatian. Alhamdulillah, akhirnya tulisan ini selesai juga, kami kerjakan saat malam menjelang pagi, dimana pada saat yang sama sebagian besar teman-teman kami sedang beristirahat di hotel dalam rangkaian Tour de Bali dalam acara yang bertajuk Family Gathering SMPN 2 Kepil. Kami urung (tidak jadi) ikut rombongan ke Bali karena alasan kesehatan yang mendadak "drop", inilah kuasa manusia yang hanya sebatas rencana, sedangkan selebihnya adalah kudrat dan iradat dari Alloh Yang Maha Kuasa. Dibalik semua ini pasti ada banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil, insya-Alloh.

Kembali ke topik utama, dengan pembagian rapor siswa berarti telah selesai seluruh rangkaian kegiatan belajar mengajar selama satu semester. Waktu pembelajaran efektif dijadwalkan selama 18-20 minggu yang kemudian diakhiri dengan kegiatan evaluasi yang berupa ulangan akhir semester (UAS) atau penilaian akhir semester (PAS). Bagi siswa evaluasi ini akan menghasilkan angka-angka yang melambangkan pencapaian kompetensi selama satu semester baik itu aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan. Hasil akhirnya berupa skor dan predikat siswa pada tiap mata pelajaran, dengan keterangan tuntas KKM atau tidak, predikatnya sangat baik, baik, cukup atau kurang, juga muncul deskripsi sikap spiritual dan sosialnya. Suka cita, kaget dan mungkin juga ada rasa kecewa bisa berkumpul menjadi satu ketika rapor itu diterima oleh siswa. Begitulah hasil evaluasi, apapun hasilnya rapor ini sangat dinantikan oleh setiap siswa juga orangtuanya, yang dengan rapor itu akan diketahui bagaimana hasil belajar siswa tersebut selama satu semester. Kira-kira itulah esensi keberadaan rapor sebagai media komunikasi sekolah/guru kepada siswa/orangtua.

Muncul pertanyaan, apakah ketika rapor telah selesai dibagikan maka serta merta selesai sudah semua tugas sekolah dan guru? Jika dilihat secara sepintas, dari sisi tanggung jawab pekerjaan dan kelembagaan maka jawabnya Ya dan Benar. Namun sejatinya ada hal lain yang urgen dilakukan oleh sekolah, terutama guru. Bahwa sesungguhnya adanya serangkaian penilaian (evaluasi) yang berlaku untuk guru, evaluasi ini bertujuan agar diperoleh instrumen/data yang akan berguna untuk pembelajaran pada semester berikutnya, lebih jauh lagi untuk tahun-tahun selanjutnya. Nah, inilah yang akan kita bagikan sebagai bahan pelajaran bersama, sebuah tulisan khas dengan tema Oase : Evaluasi akhir tahun.. Tulisan kali ini tidak bertujuan untuk mendiskreditkan seseorang atau menjustifikasi orang tertentu, namun bersifat umum kepada siapapun kita yang berprofesi sebagai guru/pendidik, semoga bisa membantu kita melihat bagaimana kita sebenarnya.

Kekurangan Diri Tak Nampak
Melihat kekurangan dan kesalahan orang lain adalah pekerjaan paling mudah, apalagi orang yang tidak disukai dan ini kebanyakan dilakukan. Semua kesalahan dan kekurangan orang lain dapat diketahui dan diingatnya dengan detil, bahwa si A begini, si B begitu, si C begini, begitu, dan seterusnya hingga si Z yang begitu dan begini. Namun sangat sedikit yang mau melihat kekurangan dan kesalahan diri sendiri dan ini sangat sulit dilakukan. Kiranya pepatah "Semut di seberang lautan nampak - Gajah di pelupuk mata tak nampak" sangat sejalan dengan hal ini. Untuk mengetahui kekurangan dan kesalahan diri bisa dilakukan dengan beberapa hal berikut: 1) instrospeksi diri, 2) bantuan/saran orang lain, 3) paksaan/kekerasan. Beberapa orang dapat dengan mudah membaca dan mengaca diri lewat cara pertama (introspeksi) karena kepekaan hatinya yang terasah oleh kebiasaan baiknya, beberapa yang lain membutuhkan cara kedua (bantuan/saran orang lain yang dipercayainya) dengan penjelasan yang rinci dan panjang untuk menunjukkan kesalahan/kekurangan dirinya, kemudian yang terakhir adalah orang yang tingkat kepekaan nurani sangat rendah dan cenderung tumpul sehingga harus dipaksa dengan cara kekerasan untuk bisa sadar, bangun dan memahami betapa banyak kesalahan dan kekurangan diri, seperti sebuah Quote yang terkenal, "Kadang kita perlu ditampar terlebih dahulu supaya sadar". Tamparan bisa datang dari Alloh Yang Maha Kuasa yang menimpa diri kita atau dari sesama manusia dalam bentuk yang bermacam-macam.

Sebagai seorang guru yang terbiasa mendidik siswa, juga terbiasa menilai siswa semestinya kita tidak perlu cara yang ketiga, cara kedua saja sudah cukup, dan akan lebih utama bila mampu dengan cara pertama. Jika kita mau mengambil ibroh (contoh) benda yang jatuh di kolam pasti akan muncul reaksi berupa riak/ombak, maka sebagai guru kita bisa melakukan introspeksi diri dengan membaca reaksi dari lingkungan sekitar dimana kita berinteraksi selama bekerja. Gejala/reaksi yang muncul disekitar nya adalah data yang berguna, yang bagi seorang guru setidaknya ada 4 instrumen tolok ukur yang bisa digunakan sebagai kaca benggala untuk menilai diri sendiri, -urutan menunjukkan prioritas- yaitu: 1) siswa, 2) teman kerja, 3) pimpinan dan 4) masyarakat. Cukup dengan membaca reaksi yang terjadi pada 4 instrumen tersebut, maka guru akan tahu bagaimana harkat diri sesungguhnya, karena disini terjadi penilaian alami, realistik, original dan tanpa manipulasi. Kita ambil contoh satu saja pada instrumen yang merupakan prioritas utama yaitu siswa, siswa adalah cermin yang paling jujur, mereka akan menunjukkan suka bila mereka suka. demikian sebaliknya jika mereka tidak suka. Guru yang baik pasti disukai bahkan diidolakan oleh siswa, dimana mereka merasa memperoleh kedamaian saat gurunya tersenyum ramah kepadanya, merasa mendapat dorongan motivasi dan semangat baru saat dibimbing mempelajari sebuah ilmu pengetahuan baru baginya, dan merasa diperhatikan saat mendapatkan perhatian, kasih sayang dan sentuhan dari guru yang serasa orangtua kandungnya.

Tentunya tak satupun guru yang berharap masuk kategori yang buruk, yang kurang bermutu, yang kurang disukai siswa, yang kurang terampil, yang kurang profesional, yang bekerja sesuka hati dan semaunya sendiri serta yang hanya berorientasi pada gaji dan tunjangan sertifikasi. Kata-kata joke "Layamutu wala yahya", sering diplesetkan dengan "Ora mutu ngentek-enteke biaya", bisa diartikan tidak bermutu tapi menghabiskan biaya yang besar. Maka menjadi guru yang baik adalah sebuah keniscayaan, sebuah keharusan, bukan lagi sebatas harapan dan bukan sebatas impian. Gelar guru sebagai "pahlawan tanpa tanda jasa" tidak terjadi begitu saja, tapi karena sarat makna yang luar biasa. Tugas yang diberikan pada guru bukan sembarang tugas, tugas itu berupa "amanah" untuk mendidik calon generasi penerus pemimpin bangsa. Maka guru yang baik menjadi kunci pertama dan utama untuk bisa menghasilkan siswa cerdas, terampil dan berkarakter.

Jika dilihat dari gelar pendidikan, baik yang S1, S2 atau bahkan S3, kita sebagai guru mungkin sudah tergolong tinggi dan bahkan bisa merasa tinggi apalagi jika dibandingkan dengan tetangga, teman sebaya atau kerabat kita yang hanya lulusan SD, SMP atau SMA, Demikian juga jika dilihat dari sisi jabatan, pangkat, pengalaman dan peran di masyarakat membuat kita (guru) dipandang sudah mumpuni, apalagi dengan adanya embel-embel yang berupa gelar pendidikan yang menempel pada nama kita, bahkan beberapa orang gelarnya lebih dari situ masih ditambah dengan gelar keagamaan semisal Haji atau Kyai. Banyak yang kemudian menjadi merasa besar dan bangga dengan sebutan guru, embel-embel dan pandangan  mulia di masyarakat. Namun sebenarnya justru sebutan, embel-embel dan pandangan itulah yang menjadi tabir yang dapat menutupi mata hati kita untuk melihat diri sesungguhnya, Banyak di antara kita yang terlena dan terbuai serta terpedaya sehingga menjadi lupa mengaca diri dan malas mengasah kemampuan diri.

Berikut ini beberapa hal yang semoga bisa menjadi kesimpulan akhir tahun 2017 sebagai bekal untuk menebalkan niat yang terselip dalam sanubari, untuk menggaris-bawahi motivasi gerak tangan dan langkah kaki serta untuk menulis ulang semangat untuk membangun kinerja yang lebih baik di tahun 2018 yang segera menjelang;
  1. Kebaikan harus dipaksakan. Untuk menjadi baik tidak mudah dan tidak ringan, ada banyak godaan dan rintangan. Jika tidak dipaksakan maka kita akan cenderung malas, memilih diam dan menunda hingga waktu yang tidak jelas. Dalam islam ada banyak kebaikan dan keutamaan antara lain membaca Al-Quran, sholat jamaah, sholat sunah rawatib, sholat tahajud, puasa sunah, shodaqoh, haji dan umroh, namun berapa banyak yang mampu melakukannya karena tak mau memaksakan diri untuk melaksanakan. Begitu pula sebagai guru jika kita tak memaksa diri unuk berubah dan berusaha memperbaiki diri maka kita tidak akan berubah dan selamanya kita akan seperti saat ini, bahkan mungkin semakin lama semakin buruk dan terpuruk.
  2. Meluruskan niat. Hati dan pikiran manusia sangat mudah terpengaruh dan sangat mudah untuk berubah. Situasi dan kondisi, perubahan keadaan dan tuntutan kebutuhan banyak berpengaruh dalam perubahan niat yang bisa saja berbelok atau berbalik arah dari awalnya. Niat yang benar karena Alloh, niat yang tulus, ikhlas untuk bekerja mendidik siswa harus senantiasa dijaga dan ditanamkan dalam hati setiap hari, setiap waktu dan setiap saat, dari awal pagi saat berangkat hingga siang/sore saat pulang. Benar salahnya niat dan lurus bengkoknya niat akan menjadi pompa motivasi kerja kita, akan berpengaruh pada proses kerja kita dan sangat menentukan hasil kerja dan kinerja kita.
  3. Membuang malas. Malas adalah penyakit yang nampaknya halus namun sangat akut dan butuh penanganan serius. Banyak kesalahan yang dilakukan karena malas, banyak malpraktek yang  terjadi juga karena malas dan bamyak kerugian ditimbulkan karena ulah orang yang malas. Guru juga manusia yang sangat mungkin terjangkit malas, indikasinya  malas masuk kelas, malas mengajar, malas belajar hal baru untuk mengupgrade kompetensi diri, malas berpikir, malas berkarya dan malas berinovasi. Dampak terburuk adalah ketika malas mengajar, maka kemudian memberi pelajaran atau tugas kepada siswa tidak sesuai tema, tidak sesuai dengan standar kompetensi  dan tidak sesuai dengan silabus (jaman dulu GBPP). Tugas atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan kaidah saintifik kurikulum terbaru misalnya : mencatat buku sampai habis, meringkas satu buku utuh atau membuat soal sejumlah tertentu). Maka malas ini harus diperangi, dan obat yang paling mujarab adalah "Tekun", orang cerdas yang malas bisa dikalahkan oleh orang biasa yang tekun.
  4. Rendah hati. Menjadi sosok guru yang rendah hati ternyata sulit dan lebih mudah menjadi yang sebaliknya, guru yang angkuh dan sombong, merasa hebat dan selalu benar. Sebenarnya seiring waktu yang terus bergulir, pengetahuan dan kemampuan yang dulu pernah kita miliki bisa jadi saat ini sudah basi dan ketinggalan jaman, kita yang dulu lincah, enerjik dan terampil sangat mungkin kalah oleh mereka yang lebih muda. Namun angkuh dan sombong mampu menutup dan  memanipulasi semuanya sehingga kita masih sering lupa diri, masih sering bernada tinggi, bersuara keras dan membusungkan dada menunjukkan bekas-bekas kehebatan kita yang bisa jadi saat ini sudah tidak hebat lagi. Rendah hati bisa muncul dalam sosok guru yang bijak, yang sabar dan pemaaf, yang mudah menerima masukan dan siap dibetulkan jika dianggap salah serta tidak arogan ketika merasa benar.
Pertanda baik atau buruknya guru terlihat secara jelas pada karakternya (watak) yang merupakan kumpulan sifat yang dominan dan bersifat permanen. Merubah karakter buruk adalah perjuangan berat, dan hanya bisa dirubah dengan cara merubah kebiasaan, Kesulitan, rintangan, hambatan dan tantangan akan terus ada, maka yang diperlukan untuk merubah diri ke arah yang lebih baik adalah tetap berpijak pada alas niat, tetap berfokus pada loop semangat, tetap berpegangan pada tali tekun dan tetap menapaki tangga rendah hati. Memang tak ada sosok guru yang sempurna, namun kita tidak boleh mengambil hal buruk menjadi payung untuk berlindung agar tetap merasa nyaman dalam keburukan. Dan dari kenyataan bahwa di luar sana sangat banyak guru yang baik, yang berprestasi baik skala nasional, regional atau bahkan internasional, artinya jika kita mau - maka kita pun pasti bisa untuk menjadi guru yang baik, setidaknya meningkat menjadi lebih baik.

Sebagai penutup Oase kali ini, kembali kami tandaskan bahwa tulisan ini tidak untuk mengkritisi siapapun, tidak untuk menjustifikasi pihak manapun dan juga tidak untuk menguliti seseorangpun, namun sejatinya adalah sebuah ajakan kebersamaan, sebuah semangat untuk membangun dan memperbaiki motivasi dan meluruskan niat kita sebagai guru/pendidik, mengoptimalkan karya dan memaksimalkan kinerja melalui pendidikan bagi anak negeri. Teruslah berbuat kebaikan, meski kadang tidak dihargai atau bahkan dicemooh. Hakikatnya perbuatan baik itu untuk diri kita juga, karena Allah akan membalas melebihi yang kita harapkan. Inilah sedikit yang bisa kami tuliskan harapan kami semoga ada satu, dua atau tiga pembaca yang bisa mengambil manfaatnya untuk memotivasi diri menjadi lebih baik. Maka marilah kita berusaha menjadi guru terbaik bagi mereka, kita sambut mereka dengan segenap asa, kita hantarkan mereka kepada gerbang ilmu, pengetahuan dan keterampilan dan kita dorong mereka untuk menggapai sukses mereka, semoga ini semua bisa menjadi catatan kebaikan dan tergolong amal jariyah bagi kita yang menjadi penolong kita di akhirat kelak.Selamat bekerja, selamat beraktifitas, semoga sukses.

Kamis, 14 Desember 2017

SMP Negeri 2 Kepil Laksanakan Workshop e-Rapor - Penilaian Berbasis Web

Hari-hari di pekan ini beberapa sekolah nampak sibuk, kegiatan guru juga sangat padat selepas melaksanakan penilaian akhir semester (PAS) atau ulangan akhir semester (UAS). Beberapa guru sibuk dengan koreksi hasil pekerjaan siswa, beberapa lagi sibuk melakukan entri angka dan mengolah nilai serta mempersiapkan laporan pencapaian kompetensi siswa (rapor). Sementara itu, beberapa sekolah lain sedang melaksanakan workshop penilaian terbaru, penilaian yang menggunakan aplikasi keluar kemendikbud, yang bernama e-Rapor, rapor elektronik yaitu sebuah aplikasi berbasis web yang terintegrasi dengan Dapodik.

Dan situasi inilah yang terjadi di SMP Negeri 2 Kepil pada hari Kamis siang, 14 Desember 2017, nampak guru-guru beserta kepala sekolah sangat antusias, asyik dan tekun mengikuti paparan dan pelatihan tentang e-Rapor. Pelatihan penilaian e-Rapor bertempat di laboratorium komputer SMP Negeri 2 Kepil yang terkoneksi dengan server yang multi fungsi, antara lain untuk UBK Lokal, simulasi nasional UBK dan juga untuk server e-Rapor berbasis web yang di release oleh kemdikbud. Bertindak sebagai nara sumber utama adalah Bapak Suronto, staf TU SMP Negeri 2 Kepil yang pakar dan piawai dibidang aplikasi pendataan dapodik dan sejenisnya, dibantu guru TIK yang bertindak sebagai pelayan teknis dan pendamping peserta. Aplikasi e-Rapor ini memang masih baru, dan baru saja release, oleh karena itu butuh banyak waktu dan butuh keseriusan untuk mempelajari  dan bisa mempraktekan dalam penilaian yang sesungguhnya.

Direktorat Pembinaan SMP
Beberapa kalimat berikut ini adalah kutipan dari website kemdikbud bidang SMP., terkait aplikasi penilaian yang akan mulai diterapkan pada semester 1 tahun 2017/2018 ini. "Dalam rangka peningkatan mutu dan layanan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP), khususnya di bidang pengelolaan hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan. Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, telah mengembangkan Aplikasi e-Rapor untuk SMP yang terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), dan telah di release di laman http://ditpsmp.kemdikbud.go.id/erapor."

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan menjelaskan bahwa penilaian pendidikan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah. Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Penilaian hasil belajar dimulai dengan merencanakan penilaian, menyusun instrumen, melaksanakan penilaian, mengolah dan memanfaatkan, serta melaporkan hasil penlaian.

Proses penilaian hasil belajar peserta didik, baik oleh pendidik maupun oleh satuan pendidikan, akan lebih sistematis, komprehensif, lebih akurat, dan cepat dilakukan apabila didukung dengan perangkat aplikasi komputer. Berkaitan dengan hal tersebut, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengembangkan aplikasi e-Rapor utuk SMP yang terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), termasuk panduan penggunaannya.

Kendala dan Solusi
Aplikasi ini adalah release pertama yang dikembangkan oleh tiga orang guru SMA; SMAN Amiapura, SMAN Sewon dan SMAN Karanggede. Dalam perjalanan sebuah aplikasi sangat jarang dijumpai aplikasi yang langsung sempurna pada release pertama, karena pasti akan ditemukan kekurangan dan masalah yang muncul dan baru terdeteksi ketika sudah berada di tangan user (pengguna). Menurut teman yang seorang pakar dalam aplikasi baik yang berbasis desktop maupun web mengatakan perjalan aplikasi ini masih panjang dan pasti akan keluar release-release berikutnya hingga diperoleh produk yang mendekati sempurna. Oleh kaena itu dalam penggunaan aplikasi ini kita harus berpegang pada prinsip 1) jangan apriori (pesimis), 2) jangan takut mencoba, 3) jangan cepat puas dan yang terpenting 4) jangan alergi dengan sistem baru. Oleh karena itu, mari kita berfikir positif untuk menyongsong hal yang baik ini, jika terlihat buruk itu karena kita belum tahu dan belum terbiasa saja.


Akhirnya kita semua berharap semoga aplikasi ini tidak menjadi momok, tidak menjadi beban dan tidak menjadi masalah baru. Sebaliknya dengan sistem baru kita jadikan media dan kesempatan untuk menempa diri, memotivasi diri dan meng-upgrade diri dengan belajar dan berusaha menerima dan melaksanakan inovasi dalam pembelajaran. Nyatanya kita masih perlu banyak belajar dan belajar banyak, bukan saja di aplikasi penilaian ini, namun pada semua lini pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Prinsipnya kita belajar bersama, tidak ada yang layak disebut ahli, pandai, apalagi pakar, yang menurut kami rasanya terlampaui tinggi, jika sudah ada yang bisa dan terampil itu karena sering mengoperasikan, tekun, berani mencoba dan tidak takut salah. Selamat belajar, selamat berkarya, semoga sukses.

Kamis, 09 November 2017

Simulasi UBK Online, SMPN 2 Kepil Siapkan UNBK 2018 Lebih Dini

Berawal dari pengalaman tahun lalu dimana saat ujian nasional sudah ramai dan marak dengan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), saat kepala sekolah Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. sangat terpanggil untuk ikut UNBK,  namun pada akhirnya masih menggunakan pola ujian berbasis kertas. Faktor utama disebabkan karena terkendala teknis, peralatan dan pendanaan yang pada praktiknya membutuhkan kesiapan sarana prasarana berupa perangkat komputer, server dan jaringan yang memadai serta jumlah yang cukup. Dengan jumlah peserta ujian nasional sekitar 100 siswa maka minimal harus memiliki perangkat komputer untuk UNBK berjumlah 34 unit. Sementara jika harus menginduk ke sekolah lain (SMA/SMK) tidak memungkinkan karena jarak ke sekolah tersebut lebih dari 10 km, melebihi aturan yang ditetapkan oleh kemendikbud, karena diperkirakan akan repot dan menemui banyak kendala transportasi.

SMP Negeri 2 Kepil yang namanya sudah bergaung dan berkibar dengan berbagai predikat yang disandangnya baik karena status akreditasi A, standar SSN, Pilot  Project K-13 dan Pilot Project Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sudah saatnya merambah dan merangkak naik ke fase yang lebih tinggi, Hal ini menambah semangat dan tekat kepala sekolah untuk melaksanakan UNBK Mandiri di tahun 2017/2018 ini, ditambah lagi dukungan dan suport yang kuat dari semua elemen sekolah, mulai dari dewan guru, staf/karyawan, siswa, komite sekolah, orangtua siswa dan tokoh masyarakat. Akhirnya setelah kesiapan dukungan terpenuhi maka dimulai rangkaian kegiatan persiapan UNBK 2018, mulai dari pengadaan perangkat PC tambahan, server dan jaringan LAN/WLAN, dipersiapan dan dibenahi secara marathon dari hari ke hari.

Dukungan dan motivasi lain datang dari salah satu pengawas SMP Dinas Dikbudpora Wonosobo (Bpk. Parwanto, M.Pd), yang disampaikan kepada kami saat mengikuti pelatihan pembuatan bahan ajar sekitar tiga bulan yang lalu, bahwa untuk bisa menaikkan grade dan mutu maka sekolah harus bisa melakukan inovasi dan terobosan, terutama terkait pemanfaatan teknologi. Sekolah maju yang ditandai dengan layanan pendidikan yang bermutu dan terpadu hanya bisa diwujudkan jika guru-gurunya memiliki semangat untuk belajar sesuatu yang baru, berani melakukan inovasi, menjauhi pola konvensional yang monoton dan yang terpenting siap bekerja lebih (lebih keras, lebih banyak waktu, dan lebih serius). Pengawas menyarankan untuk memulai memberikan stimulasi kepada guru-guru yang siap maju untuk dipandu dan difasilitasi untuk menerapkan berbagai pembelajaran dan evaluasi berbasis IT, mulai dari pembuatan bahan ajar interaktif, e--learning hingga ujian berbasis komputer baik UH/PH, UTS/PTS hingga UAS/PAS.

Dari berbagai dukungan dan suport yang luar biasa dari berbagai pihak, ditambah ketersediaan tim dan partner kerja yang hebat membuat kami pengelola laboratorium komputer mau tidak mau harus turut semangat mendukung untuk terlaksana UNBK di tahun 2017/2018 ini. Keberadaan Pak Ronto yang juga Admin Dapodik di Dikpora memberi kekuatan dan dorongan tersendiri, sedangkan untuk software sistem dan kendali program mendapat suport sepenuhnya dari master jaringan dan software dari Mas Budiyanto, ST dari SMK N Tembarak. Kami hanya menginisiasi dan mengorganisir dan mempersiapkan rancangan sistem, aplikasi dan kebutuhan sarana untuk terwujudnya laboratorium untuk mendukung program UNBK-Mandiri, UBK lokal dan kemanfaatan lainnya.

Alhamdulillah, secara sistem dan aplikasi sudah siap dan sudah berjalan dalam ujicoba ujian berbasis komputer (UBK) periode 1 untuk mapel Bahasa Indonesia. Siswa mengikuti UBK Mapel UN, dengan pola dan model yang mirip UNBK, hal ini dimaksudkan agar siswa sudah terbiasa dengan pola ujian online CBT yang kelak akan dilaksanakan pada saat ujian nasional yang sesungguhnya. Pola UBK yang diterapkan di SMP Negeri 2 Kepil ini menggunakan PC Client yang terkoneksi jaringan LAN/WLAN ke PC Server. Software/aplikasi yang digunakan adalah BeeSmart - aplikasi simulasi ujian online CBT yang mirip dengan UNBK. Soal yang telah dientrikan ke dalam server selanjutnya dapat diseting untuk diacak nomor soalnya, demikian juga dengan option jawabannya, sehingga siswa yang satu dengan yang lain tidak sama untuk setiap nomor soalnya. Ujian online di sistem ini tersedia mulai dari UH, UTS hingga UAS, dengan model pilihan ganda dan essai. Aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai otomatisasi mulai daftar hadir, berita acara, daftar nilai hingga analisis dari tiap mata ujian. Kecepatan proses koreksi dan nilai yang langsung bisa diproses dan dicetak adalah hal utama yang sulit terwujud dengan pola manual.

Apa yang ada ini tentu tak sebanding dan tak ada apa-apanya jika disandingkan dengan sekolah di kota-kota, di sekolah maju, dan sekolah papan atas yang sudah menerapkan sistem ini sejak lama. Sebagai pengelola, kami menyadari berbagai kekurangan kami, dan yang pasti kami menyadari bahwa kami dalam taraf belajar, dalam tahap pengenalan sistem dan dalam proses memotivasi diri untuk maju bersama tim kerja, pimpinan dan teman guru di sekolah kami. Akhirnya kami berharap semoga program UBK-Lokal, UNBK-Mandiri dan e-Learning yang akan dikembangkan di sekolah ini bisa terwujud, bisa berjalan lancar dan bisa memberi manfaat untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada siswa, kepada guru, kepada sekolah dan kepada masyarakat.



 



Senin, 25 September 2017

Satyaku Kudarmakan, Darmaku KuBaktikan - DIANPINRU 2 di SMPN 2 Kepil

Suasana SMP Negeri 2 Kepil hari Jum'at pagi nampak berwarna coklat kekuningan, banyak siswa dan guru pendamping mengenakan seragam pramuka lengkap. Nampak pula beberapa mobil yang mengantar pasukan dan peralatan yang terkait dengan kegiatan perkemahan. Ternyata, akan ada kegiatan di SMPN 2 Kepil, acara / perhelatan besar yang bertajuk PERKEMAHAN GLADIAN PIMPINAN REGU (DIANPINRU) 2 KWARTIR RANTING 02 KEPIL. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 – 23 September 2017 bertempat di Lapangan SMP Negeri 2 Kepil. Bertindak sebagai ketua panitia DIANPINRU adalah beliau Bapak Bambang Nuryanto, S.Pd. MM.Pd. (kepala SMPN 1 Kepil).

Peserta DIANPINRU 2 Kwarran 02 Kepil Tahun 2017 berasal dari Gugus Depan SMP/MTs se-Kwarran 02 Kepil dengan batasan untuk masing-masing Gudep mengirimkan 2 regu, yang terdiri dari 1 regu putri (10 siswi) dan 1 regu putra (10 siswa) :
  1. SMP 1 Kepil (Kepil)
  2. SMP 2 Kepil (Randusari)
  3. SMP 3 Kepil (Kaliwuluh)
  4. SMP 4 Kepil (Gadingrejo)
  5. SMP 5 Kepil (Ropoh)
  6. SMP PGRI (Jangkrikan)
  7. SMP 6 Satap (Gadingsukuh)
  8. SMP 7 Satap (Brongkol)
  9. MTs Ma'arif As-Sahro (Rejosari)
  10. MTs An Nawawi (Gadingrejo)
  11. MTs Ar Risalah
Keseluruhan kegiatan yang dikembangkan dalam DIANPINRU II Kwartir Ranting 02 Kepil Tahun 2017 lebih dititik-beratkan kepada kreatifitas dan ketangkasan serta kekompakan dalam sebuah tim guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai individu dan juga sebagai anggota Pramuka Penggalang. Adapun jenis dan macam kegiatan pada DIANPINRU II Kwarran 02 Kepil Tahun 2017, antara lain : 1) Kegiatan Pemberian Materi Penggalang, 2) Kegiatan Keagamaan, 3) Kegiatan Upacara dan Apel, 4) Kegiatan Olahraga, 5) Kegiatan teknik ke-Pramukaan.

Kak Septi Setiyawatiningrum, S.Pd. didampingi Bu Ngaidatul Fitriyah, S.Ag selaku Kagudep SMP 2 Kepil memberikan penjelasan bahwa pada dasarnya kegiatan ini bukan perlombaan karena inti DIANPINRU adalah untuk menyamakan persepsi tentang kegiatan Pramuka. Tapi untuk menambah semangat dari tiap gudep dan agar punya oleh-oleh untuk dibawa pulang kagudep maka diadakan lomba pensi (pentas seni) dan jelajah alam. Kegiatan jelajah alam mencakup beberapa pos, pos 1 PBB Dasar Tongkat, pos 2 Pionering, perjalanan menuju pos 3 ada rintangan merangkak di lumpur, dan pos 3 Permainan Regu. Kegiatan Permainan Regu meliputi angkat bola dengan tali, kereta tutup mata dan estafet sarung. Semua permainan regu sangat membutuhkan kerjasama dan leader yang baik serta kecekatan dalam bertindak dan memikirkan strategi yang paling tepat.

Untuk upacara pembukaan dan penutupan petugasnya secara keseluruhan dilakukan oleh siswa siswi SMP Negeri 2 Kepil. Petugas upacara adalah pemimpin upacara Pandunyono, protokol Rahayu Lestari, pembawa teks Pancasila Dita, pembaca Trisatya Tutut, pembaca Dasadarma Danang, pleton putra Uun Prasetyo, pleton putri Revita, penyematan tanda peserta Raiha-Sari, pembawa baki tanda peserta Nina, dirigen Anindia dan doa oleh Alfan. 

Pemenang Kejuaraan                      

Pemenang kejuaran kegiatan Pentas Seni (pensi) adalah;
  1. Juara 1 : SMPN 2 Kepil
  2. Juara 2 : SMPN 1 Kepil
  3. Juara 3 : MTs An Nawawi
Pemenang kejuaraan kegiatan Jelajah Alam (Wide Game) adalah; 
  1. SMP  PGRI
  2. MTs Ar-Risalah
  3. MTs Ma'arif As-Sahro
Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. atas nama kepala sekolah tempat penyelenggaraan kegiatan DIANPINRU menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkorban waktu, tenaga dan pikiran untuk suksesnya kegiatan ini. Secara khusus memberikan selamat kepada tim sukses DIANPINRU yang diketuai Ibu Ruti Sumarni, M.Pd. beserta seluruh rekan yang tergabung dalam kepanitiaan DIANPINRU sebagai pengurus dan seksi-seksi. Selamat dan sukses juga beliau sampaikan kepada regu / tim Gugus Depan Pramuka SMPN 2 Kepil atas prestasinya yang terpilih dan menang menjadi juara 1 kategori pentas seni. Semoga prestasi ini bisa dipertahankan, dijaga dan dikembangkan ke jenis yang lain pada tahun-tahun mendatang.   

Secara umum pelaksanaan kegiatan ini berjalan lancar dan sukses. Mulai dari persiapan, pembukaan, acara inti, hingga penutupan semua berjalan lancar tanpa kendala berarti, walau memang ada sedikit masalah dalam hal ketersediaan air untuk digunakan secara bersama-sama dalam jumlah yang cukup besar, hal ini karena kondisi sumber air yang menipis (saat itu belum turun hujan). 



Akhirnya, kami semua berharap semoga dengan penyelenggaraan kegiatan DIANPINRU II Kwarran 02 Kepil Tahun 2017 dapat diperoleh hasil sesuai yang diharapkan antara lain; 1) Persaingan positif, pengalaman, kreatifitas dan pola dalam melakukan sebuah hal yang baru guna meningkatkan keterampilan Pramuka Penggalang, pengembangan kreasi dan ide-ide yang membawa pramuka Penggalang menjadi jauh lebih baik, 2) Tumbuhnya para kader yang sehat yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kreatif, handal, tangguh dan terpercaya yang sanggup membangun pramuka Penggalang, serta 3) Memperkuat tali silaturahmi antar pramuka Penggalang Se-Kwarran 02 Kepil. Sampai berjumpa pada kegiatan sejenis lainnya pada tahun yang akan datang, selamat berkarya, selamat melakukan aktiftas, semoga sukses.

Selasa, 12 September 2017

Lentera Hikmah -7 : Inspirasi Gemas - Muliakan Diri dengan Berbagi untuk Pendidikan Anak Negeri

Membaca data statistik perkembangan web yang berbasis blog ini muncul dorongan untuk berbagi motivasi menulis kepada pembaca umumnya, dan kepada sesama guru pada khususnya. Menurut data yang dimunculkan oleh google selaku server blogspot.com, web sederhana ini telah ditayangkan lebih dari 78.000 dengan sebaran hingga manca negara. Di urutan pertama sudah tentu pembaca lokal (Indonesia), urutan kedua dan seterusnya adalah Rusia, Amerika, Tiongkok, Jerman, India, Prancis, Swedia, Ukraina hingga Malaysia. Entah siapa yang membawa web SMPN 2 Kepil ini ke wilayah Rusia yang mencapai jumlah tayang 7.848 kali di negara yang dipimpin presiden Vladimir Putin itu, atau yang mengirimkan ke Amerika hingga mencapai  jumlah tayang 5.463 kali di Negeri Paman Syam yang super adidaya itu, demikian juga dengan negara lainnya. Ternyata banyak teman dan sahabat kita di luar negeri, yang bekerja di sana namun banyak berkarya untuk negeri, inilah tema tulisan kali ini, yang masuk kategori lentera hikmah yang berisi inspirasi dan semangat berbagi dari luar negeri. Yah, tulisan seri Lentera Hikmah yang sempat terhenti karena rencana awal akan diakhiri pada tulisan ke-6, kini kami lanjutkan kembali, semoga bisa khatam hingga seri ke-12 sebagai penutupnya, selamat menikmati.

Tidak terasa web/blog sekolah yang sederhana ini sudah menginjak umur 6 tahun, dan semua berjalan begitu saja. Berisi postingan yang beragam, mulai dari yang ringan-ringan semisal berita sekolah, profil sekolah, profil pejabat sekolah, profil guru hingga berita pernikahan guru, dan yang komplek berupa artikel yang berisisi ragam tentang dunia pendidikan.Tanpa ada rencana khusus dan aturan tertentu dalam memasang postingan di web sekolah ini, semua mengalir saja, dan diisikan di sela-sela aktifitas utama, mengajar. Kami (admin) menulis sekedar untuk aktifitas dan mengisi content web agar tetap dinamis, tidak kadaluarsa dan tidak mati karena tidak pernah diupdate. Tak ada yang istimewa, semua hanya berjalan begitu saja dan bersifat alami, mengingat latar belakang kami yang bukan guru bahasa dan tidak pernah mendapat pelajaran menulis karya sastra atau puisi. Sampai tulisan ini dibuat, total global tulisan mencapai 270-an judul, yang ditilik dari sisi prosesnya hampir 99% tulisan adalah ketikan langsung kami (bukan copas), yang merupakan curahan rasa, petikan telinga dan guratan hati selama proses perjalan dan pulang kerja (perjalanan Sleman  - Kepil), yang sering terlintas ada sesuatu hal menarik dan terasa memberi inspirasi, kami langsung berhenti untuk membuat coretan, untuk berikutnya dibuat konsep untuk disiapkan menjadi tulisan.

Belajar dari kehidupan sosial di masyarakat, web sederhana ini jika diibaratkan mobil mungkin hanya sekelas kendaraan angkutan merek Carry atau Hijet 1000, jauh dari kesan mahal dan berkelas seperti Xenia, Avanza, LGX, Rush, Terios, Inova, Pajero, Fortuner atau Alphard. Seperti banyak terjadi, umumnya mobil yang dirasa berkelas, mahal dan mewah sangat dirawat, sangat dijaga atau dalam bahasa khusus sangat di-EMAN, tidak boleh sembarang orang numpang, tidak bisa sembarang orang pinjam. Hal inilah yang membuat banyak orang awam sungkan atau enggan meminta bantuan atau meminjam, apalagi jika yang empunya sudah dikenal berat, tertutup, cemberut dan alis mengkerut, hingga mobilnya jarang keluar dan lebih banyak terparkir megah di garasi. Orang kecil akan lebih memilih mencari yang lain, daripada sudah berkorban rasa mau menumpang atau meminjam namun ditolak dengan seribu alasan klise yang terkesan sangat masuk akal, akan terasa lebih malu. Jika dihubungkan dengan analogi ini, maka dari segi penampilan, ketahanan dan kelas tentu mobil mahal dan mewah jauh lebih istimewa dan berada di papan atas, namun dari segi manfaat mobil butut Carry dan Hijet yang disedekahkan untuk kepentingan sosial lebih banyak membawa manfaat, karena banyak dipakai untuk kepentingan umum yang biasanya bersifat sosial, tanpa sewa, beberapa bahkan tanpa uang bensin.

Demikian halnya dengan web, web sekolah lain banyak yang dibuat dengan desain yang bagus, dengan manajemen content yang terintegrasi yang tentu saja butuh biaya pembuatan web, biaya pembelian domain dan penyewaan hosting. Berbeda dengan web yang ini "serba sederhana", dibuat berbasis blog yang gratis, sehingga tidak perlu perawatan dengan membeli domain dan menyewa hosting yang jika untuk jangka panjang akan terasa berat, apalagi jika bagian pendanaan tidak memahami kepentingan media ini. Namun justru karena sederhana itu kami mengisi dan memuat tulisan tanpa beban, apa saja yang sekiranya bermanfaat kami tuliskan seadanya, mulai dari sekedar berita, merambah ke penulisan ide, gagasan, ulasan atau wacana yang kemudian menjadi artikel, baik yang mandiri (pendek) hingga yang bersambung (seri). Kami berusaha mengupdate menyesuaikan perubahan dan dinamika yang terjadi terkait pendidikan, seperti pada saat diluncurkan Kurikulum 2013 dan mulai dilaksanakan, beberapa tulisan kami kaitkan serta memuat link download materi terkait. Dari sini muncul fakta yang membuktikan bahwa ada dua faktor utama yang bisa membuat rating tinggi (positif) sebuah web, yaitu 1) share/berbagi dan 2) azas manfaat.  Dan inilah yang terjadi di web, pernah suatu kali kami posting suatu artikel yang disertai fasilitas share (download), jumlah pengunjung di hari pertama mencapai 700-an, mereka mengambil manfaatnya dan kemudian mereka share kembali ke teman/grup mereka yang lain.

Inspirasi dari Tiongkok
Melanjutkan data trafik statistik web ini, tentang pembaca dari mancanegara dimana pembaca dari kawasan Rusia di peringkat 2 dan Amerika di peringkat 3 sungguh di luar nalar kami, dimana tidak ada teman atau kerabat kami di sana. Sedikit berbeda dengan di urutan ke-4, pembaca dari wilayah Tiongkok. Yah, di Tiongkok ada satu pembaca setia web sekolah ini, sosok yang punya karakter istimewa, yang tinggal, bermukim, bekerja dan sekaligus menimba ilmu di perguruan tinggi (kuliah) di wilayah Taipe, dialah Mbak Nanik Riyati yang juga alumni dari sekolah yang terletak di ujung paling timur Wonosobo ini. Sosok inilah yang kemudian menjadi sumber inspirasi utama tulisan kali ini.

Jika pada aplikasi mesin pencari terbesar -google- diketikan keyword "Nanik Riyati Gemas", maka akan langsung muncul ulasan, gambar dan link dari berbagai situs terkait kiprah dan prestasi yang luar biasa sosok yang satu ini. Mbak Nanik Riyati - sosok wanita hebat dan inspiratif yang menjadi pelopor, penggagas sekaligus motor lahirnya GEMAS atau Gerakan Masyarakat Sadar Baca dan Sastra, yang fokus utamanya berupa kegiatan mendirikan perpustakaan gratis di kampung halaman mereka di tanah air. Alamat laman (situs web) Facebook Gemas dan laman Pusat Gemas adalah sebagian dari link situs tentang GEMAS yang dipeloporinya, dari situ kita bisa tahu betapa banyak sumbangsih Gemas bagi penyediaan buku bacaan (literasi) kepada puluhan sekolah di pelosok-pelosok yang tersebar di tanah air. Atas prestasi dan kiprahnya tersebut banyak stasiun televisi dan radio di Taiwan yang melakukan wawancara dan menayangkan profil serta prestasinya, dimana rekamannya dapat dilihat dan banyak tersedia di saluran video Youtube.

Ia juga pernah diwawancarai wartawan yang ditulis di salah satu web berbahasa Inggris Taipei Times, berikut kutipannya. “This is good for us. Many Indonesian workers do not want to go back yet, because they have to support their families and earn their children’s college tuition,” said Nanik Riyati, an Indonesian caregiver who has worked in Taiwan for seven years. Ia juga aktif menulis di internet dan beberapa kali berhasil meraih juara saat berada di Taiwan. Salah satu hasil karyanya memperoleh hadiah pavorit dengan judul Kejujuran dan Hijabku, yang menceritakan perjuangan hidupnya untuk menjadi muslimah berhijab di negeri orang. Dengan klik link ini Kejujuran dan Hijabku, maka kita akan tahu betapa berat usahanya menyongsong hidup jauh dari keluarga untuk jangka waktu yang lama, jika hanya orang biasa yang terbiasa manja, tak punya semangat membara dan jiwa pejuang yang luar biasa tentu tak akan sanggup melakukannya.

Ini dia inspirasinya, Mbak Nanik Riyati yang dalam kondisi bekerja di negeri orang, bukan larut sebatas bagaimana mencari uang yang banyak untuk disimpan dalam deposito, tanpa peduli asalnya dari mana, namun ia fokus bagaimana ia bekerja dengan menjunjung tinggi integritas (kejujuran) dan menjaga agamanya (ruhiyah) agar tetap tegak. Di saat yang sama ia juga berfikir tentang anaknya, keluarganya, bahkan anak-anak seusia anaknya (SD) di tanah air agar bisa mendapat layanan pendidikan yang memadai, sungguh pemikiran yang sangat mulia. Di tengah kondisi banyak orang hanya berfikir kepentingan diri sendiri, menumpuk kekayaan dengan berbagai cara, ia justru berfikir bagaimana memberi manfaat bagi orang lain. Semangatnya, pengorbanan dan pengabdiannya yang luar biasa pada negeri ini, bekerja nun jauh di seberang sana, namun hati dan pemikirannya untuk kemajuan anak-anak di negeri ini.

Inilah yang perlu kita kembangkan, memuliakan diri dengan memberi dan berbagi, bahwa ada keutamaan dalam memberi dan berbagi. Keutamaan dan kemuliaan semangat seperti ini dalam ilmu hikmah ada konstanta "tanyakan apa yang dapat saya berikan, bukan apa yang saya dapatkan". Suatu saat kita butuh meminta, suatu saat lain kita harus bisa untuk memberi. Jangan sampai menjadi pribadi yang sukanya menerima saja, sukanya meminta saja, sukanya yang gratisan saja. Saat harus menerima ambil secukupnya saja, seperlunya saja, jangan  mengukur dengan nafsu, hanya karena saya masih mau, saya masih butuh, sementara tidak memperdulikan orang lain masih banyak, yang bisa jadi jauh lebih membutuhkan. Angkat dan muliakan diri dengan semangat berbagi, semangat memberi seperti yang dilakukan sang inspiratif kita kali, Mbak Nanik Riyati.

Beberapa teman guru ada hebat dan piawai tentang kurikulum 2013, penilaian angka kredit, administrasi pembelajaran, aplikasi penilaian, kegiatan pramuka dan kegiatan kesiswaan, maka kami hanya dapat ikut memberi sumbangan dengan cara berbagi melalui tulisan di web ini. Hanya begini yang kami bisa lakukan, sesuatu yang mungkin sangat kecil dan tak berarti, semacam tukang sesorah atau penjual jamu yang menawarkan kecap nomor satu. Bisa jadi teman guru di sekitar kami jarang mengunjungi atau web ini, tak punya membaca apa yang ada di dalam web ini karena kesibukan dan berbagai alasan lainnya. Satu harapan, semoga yang sedikit dan sederhana ini bisa memberi warna sekolah ini dan semoga suatu saat bisa memberi manfaat bagi sekolah ini, teman-teman kami sesama guru dan tenaga kependidikan, bagi siswa-siswi kami juga bagi pembaca di mana saja berada.

Akhirnya, kami mengajak dan memotivasi teman-teman mulai menulis untuk bisa berbagi wawasan, pengetahuan dan pengalaman. Bisa juga membuat semacam gerakan Literasi yang lebih maju seperti yang saat ini sedang digalakkan pemerintah, atau kegiatan komunitas sosial yang memberi manfaat untuk kebaikan bagi banyak orang. Sesuatu yang mungkin menurut Anda tidak seberapa namun bisa jadi dan sangat mungkin adalah sesuatu yang bermanfaat, sangat dicari dan sangat dibutuhkan oleh orang lain. Jangan tahan tangan dan kaki untuk memberi, jangan malu untuk berbagi, jika tidak dimulai dari sekarang - mau kapan lagi. <120917-75587>
Selamat bekerja, selamat beraktifitas dan semoga sukses.