text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...
Tampilkan postingan dengan label Kurikulum - Pengajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kurikulum - Pengajaran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Januari 2018

Download POS UN 2018, Pedoman bagi Sekolah untuk Siap UNBK / UNKP

Tahun 2018 sudah berjalan hampir sebulan, bagi siswa kelas IX mengandung arti bahwa pelaksaan Ujian Nasional 2018 semakin dekat. Sebagai siswa sudah pasti harus banyak belajar dan banyak berlatih. Segala persiapan harus dipersiapkan, baik mental, spiritual maupun material (soal) agar bisa memperoleh hasil yang optimal. Demikian juga bagi guru mapel UN, ini adalah hajad besar dan merupakan pertaruhan kinerja atas pembelajaran yang telah diampunya selama ini, sukses siswa berarti sukses gurunya. Tak luput pula bagi sekolah, ini adalah momentum yang luar biasa untuk menunjukkan mutu dan kualitas sekolah. Oleh karena itu pihak sekolah (manajemen) sangat membutuhkan regulasi terkait pelaksanaan UN 2018. Keberadaan Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional (UN) Tahun 2018 sangat ditunggu-tunggu oleh banyak pihak. Terutama oleh para pengelola lembaga pendidikan seperti kepala sekolah dan guru.

Hal ini sangat wajar sekali, mengingat POS UN menjadi patokan dan pedoman bagi sekolah dalam melaksanakan Ujian Nasional. Apalagi sejak tahun 2017 sekolah-sekolah dianjurkan untuk mengadakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang tentunya secara aturan pelaksanaan akan berbeda dengan Ujian Nasional konvensional dengan menggunakan kertas. Demikian juga bagi sekolah yang akan melaksanakan ujian nasional namun masih menggunakan kertas, untuk tahun ini istilahnya baru, yaitu UNKP = Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil.


Bagi anda yang belum tahu, sedikit kami jelaskan bahwa yang dimaksud dengan POS UN adalah kumpulan Peraturan yang dibuat oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang dipakai untuk menjadi dasar dan juga acuan secara  teknis penyelenggaraan Ujian Nasional. Sebab bersifat teknis, POS UN akan disusun pada setiap tahun pelajaran.  Maka dari itu, POS UN untuk jenjang SMP/MTs. SMA/MA dan SMK bisa saja berbeda untuk setiap tahunnya. Aturannya dapat bertambah dan berkurang sesuai ketentuan yang dibuat oleh BSNP.

Setiap sekolah yang menyelenggarakan UN, harus mengikuti semua aturan yang terdapat di dalam POS UN. Sekolah tidak diperkenankan membuat aturan sendiri-sendiri, apalagi aturan tersebut berbeda dengan aturan yang dibuat oleh BSNP. Di dalam POS UN memuat berbagai macam hal terkait dengan teknis pelaksanaan Ujian Nasional. Mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga setelah pelaksanaan UN berlangsung. Tak hanya untuk para panitia saja, dalam POS Un juga memuat aturan-aturan yang harus ditaati oleh semua peserta didik dalam mengikuti UN. Semuanya sudah lengkap dibahas dalam POS UN. Pihak sekolah, harus membaca dan memahami semua aturan yang terteran dalam POS UN tersebut. Sehingga pelaksanaan UN di sekolahnya bisa berjalan dengan lancar. 

Demikian artikel kali ini terkait POS UN 2018, bagi yang merasa membutuhkan silahkan download file dengan cara klik link download yang kami sediakan, semoga bermanfaat. Selamat berkarya, selamat bertugas, semoga sukses.

Kamis, 13 Maret 2014

Pra UN, Pra US dan UTS Semester Genap 2014, Evaluasi Belajar Siswa Menghadapi Ujian Nasional dan UKK

Sesuai jadwal yang dikeluarkan oleh Dinas Dikpora Wonosobo terkait pelaksanaan ulangan tengah semester dan pra ujian nasional dan pra ujian sekolah akan dilaksanakan serempak seluruh wilayah Wonosobo.

Minggu depan, tepatnya mulai Senin 17 Maret 2014 kegiatan Pra Ujian Sekolah (Pra-US) dan Ulangan Tengah Semester (UTS) akan dilaksanakan dengan jadwal yang telah diatur dari Dikpora.

Untuk kelas 9 kegiatan evaluasi berupa Pra Ujian Nasional (PRA-UN) pada jam ke 1, dilanjutkan kegiatan Pra Ujian Sekolah (PRA-US) pada jam ke 2. Adapun untuk kelas 7 dan 8 kegiatan evaluasi berupa Ulangan Tengah Semester (UTS).

Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dalam kepanitiaan Panitia UTS yang dikomandani oleh Ketua : Suratimah Sesanti, S.Pd, Sekretaris : Aris Winarna, S.Pd, Bendahara : Sayekti Laras Supayaningsih, S.Pd dan Anggota : Widodo, S.Pd.

Berikut jadwal yang dikeluarkan oleh MKKS SMP Kabupaten Wonosobo.

Jumat, 24 Januari 2014

Try Out dan Rangkaian Kegiatan Persiapan Menghadapi UN 2014

UN 2014 sudah menjadi keputusan untuk tetap dilaksanakan. Menurut rencana awal akan dilaksanakan bulan April 2014, tetapi kemudian ada wacana perubahan akan dilaksanakan bulan Mei, hal ini terkait agenda negara berupa pesta demokrasi ayang akan digelar secara serempak pada tanggal 9 April 2014.

Ujian Nasional sudah di depan mata, tinggal menunggu kepastian tanggal pelaksanaanya. Maka bagi siapapun yang terkait dengan UN 2014 "mau tidak mau - siap tidak siap" pasti akan melaksanakan, oleh karena itu sikap terbaik adalah mempersiapkan diri dan segala sesuatunya untuk menyongsong dan menyambut dengan segala daya untuk melaksanakan UN 2014.

SMP Negeri 2 Kepil, kepala sekolah dan jajaran pembantu pimpinan berikut guru dan karyawan telah mempersiapa serangkaian agenda untuk mempersiapkan UN 2014 secara lebih dini dan lebih intensif. Kegiatan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
  1. Les mapel UN : Matematika, B. Indonesia, B. Inggris dan IPA, sejak pertengahan semester ganjil tahun 2013 lalu.
  2. Les mapel non-UN juga dilaksanakan mulai minggu ke 3 bulan Januari, ini untuk menanggapi masukan dan permintaan dari beberapa guru untuk mendapatkan hasil yang optimal.
  3. Try Out (TO) Sekolah 1, akan dilaksanakan pada hari Senin-Kamis 26 Januari - 29 Januari 2014, bertujuan untuk mengukur kemampuan awal siswa dalam menghadapi UN tahun ini. Waktu pelaksanan pada jam 13.00 - 15.00 (setelah KBM)
  4. Try Out (TO) Kabupaten 1, akan dilaksanakan pada hari Senin-Kamis 3 Februari - 6 Februari 2014, dilaksanakan pagi hari Jam 07.00 - 09.00, setelah itu dilanjutkan KBM untuk seluruh kelas. 
  5. Try Out (TO) Kabupaten 2, akan dilaksanakan pada hari Senin-Kamis 24 Februari - 27 Februari 2014, dilaksanakan pagi hari Jam 07.00 - 09.00, setelah itu dilanjutkan KBM untuk seluruh kelas. 
  6. Pra-UN, akan dilaksanakan pada hari Senin-Kamis 17 - 20 Maret 2014, dilaksanakan pagi hari Jam 07.00 - 09.00, setelah itu dilanjutkan KBM untuk seluruh kelas. 
Demikian padat kegiatan untuk menghadapi UN 2014, semoga selalu diberi kesehatan dan kemudahan hingga dapat menempuh ujian nasional dengan baik dan memperoleh hasil yang maksimal dan memuaskan, amin.

Senin, 09 Desember 2013

Ulangan Akhir Semester Ganjil 2013-2014, Siap Dilaksanakan - Gabungan Kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013

Senin 9 Desember 2013 UAS Semester Ganjil 2013-2014 telah dimulai dilaksanakan. Kegiatan ini telah dirancang dan dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, namun begitu masih banyak kekurangan di sana-sini terkait dengan segala persiapan dan berbagai keterbatasan.

Untuk kegiatan UAS Semester I tahun 2013/2014 ini dibawah komando kepanitiaan dengan susunan sebagai berikut :
  1. Ketua        : Prihatin Handayani, S.Pd
  2. Sekretaris  : Maryanto, S.Kom
  3. Bendahara : Eko Sutomas, S.Pd
  4. Anggota    : M. Bagus Panuntun, S.Pd dan Suronto
Menggunakan 12 ruang ujian, dengan rincian R1 s/d R5 khusus untuk kelas IX (sembilan) dengan jumlah peserta 20 per ruang (kondisi normal). Sedangkan untuk R6 s/d R12 terdiri 30 peserta diperuntukkan kelas VII dan VIII dengan jumlah peserta 15 per ruang (kondisi normal), khusus ruang R12 jumlah peserta kelas VIII hanya 9 anak, dan kelas VII sebanyak 17 anak.

Jadwal pelaksanaan secara serentak sama se-kabupaten Wonosobo.



NO
HARI / TANGGAL
WAKTU
MATA PELAJARAN
1
SENIN
07.30 - 09.30
BAHASA INDONESIA
09-Des-13
10.00 - 11.30
PENDIDIKAN AGAMA
2
SELASA
07.30 - 09.30
BAHASA INGGRIS
10-Des-13
10.00 - 11.30
PPKn
3
RABU
07.30 - 09.30
MATEMATIKA
11-Des-13
10.00 - 11.30
BAHASA JAWA
4
KAMIS
07.30 - 09.30
IPA
12-Des-13
10.00 - 11.30
SBK
5
JUMAT
07.30 - 09.30
IPS
13-Des-13
10.00 - 11.30
TIK  / PRAKARYA
6
SABTU
07.30 - 09.30
PENJASORKES
14-Des-13
10.00 - 11.30
BATIK

Minggu, 29 September 2013

Ulangan Tengah Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013-2014, Siapkan Diri Untuk Meraih Prestasi Terbaik

Berikut ini adalah pengumuman pemberitahuan terkait Ulangan Tegah Semester-UTS / Mid Semester Tahun Pelajaran 2013/2014 yang akan segera dilaksanakan.

Menurut jadwal yang dibuat berdasarkan kalender pendidikan, telah ditentukan bahwa UTS akan dilaksanakan serempak untuk SMP/MTs se Kabupaten Wonosobo.

UTS akan dilaksanakan mulai hari Senin, 21 Oktober - 26 Oktober 2013. Adapun jadwal akan disampaikan menyusul menunggu pemberitahuan dari dinas pendidikan (dikpora) Wonosobo, atau dapat dilihat pada papan pengumuman masing-masing kelas.

Selamat belajar dan berusaha untuk mempersiapkan diri agar diperoleh hasil yang maksimal.

Senin, 02 September 2013

Supervisi SMPN 2 Kepil Sebagi Pilot Project, Kaitannya Dengan Pelaksanaan Kurikulum 2013

Pagi ini, jam 07.15 WIB pada saat upacara dimulai tampak motor dinas dengan plat merah parkir di tempat parkir SMPN 2 Kepil. Pak Hari Subardo, S.Pd, MM, pengawas SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupataen Wonosobo telah hadir turut menyimak pelaksanaan upacara bendera yang hari ini dilaksanakan secara khidmat dengan petugas upacara kelas 9 B dan pembina upacara Bapak Drs. Kardan (kepala sekolah).

Di kecamatan Kepil, tahun ini baru 2 sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013 sebagai pilot project yaitu SMPN 1 Kepil dan SMPN 2 Kepil. Untuk tahun pertama pelaksanaan kurikulum 2013 setiap kabupaten ditunjuk 6 sekolah sebagai pilot project, untuk tiap jenjang pendidikan. Untuk sekolah pilot project, sebelumnya telah dipersiapkan guru, kepala sekolah dan pendukungnya dengan dilaksanakannya diklat sesuai bidang masing-masing.

Dengan adanya supervisi ini diharapkan akan diketahui permasalahan dan kendala terkait pelaksanaan kurikulum 2013 yang masih dalam taraf ujicoba. Menurut pesan dan uraian dalam pembinaan yang disampaikan oleh Bapak Hari Subardo, S.Pd, MM selaku pengawas SMP memberikan penjelasan bahwa supervisi bertujuan untuk merekam, menilai kelebihan dan kekurangan guru untuk diberikan masukan dan jalan keluar terbaik. Supervisi bukan hanya untuk mencari kekurangan dan menunjukkan kesalahan semata. Jadi, jangan terlalu takut dan eporia terhadap supervisi. Kuncinya persiapkan perangkat mengajar dengan baik, dan persiapkan mental bahwa supervisi pengajaran adalah hal biasa dan akan membawa manfaat yang lebih baik untuk semua.

Minggu, 14 Juli 2013

Prakarya, Mapel Baru Pengganti Mapel TIK dan Mapel Ketrampilan Lainnya Pada Kurikulum Baru 2013

Setelah guru-guru kelas VII dan pemangku pimpinan sekolah Pilot Project dikirim pelatihan kurikulum 2013, maka diperoleh beberapa kesimpulan awal terkait penghapusan mapel TIK dan kelahiran mapel baru "PRAKARYA". Walaupun, sebenarnya dari segi sistem dan program belum lengkap dan belum siap secara rinci.

Mapel Prakarya, yang pengajarnya dihimpun dari beberapa mapel yang ada di sekolah pada kurikulum KTSP sebelumnya, yaitu : TIK, Elektronika , Kerajinan dan Memasak.
Selanjunya, untuk mapel Prakarya, terdiri dari 4 aspek, yaitu :
  1. Kerajinan
  2. Rekayasa
  3. Budidaya
  4. Pengolahan
Dalam pelaksanaannya, minimal 2 aspek yang harus disampaikan dalam 1 tahun ajaran. Aspek yang dipilih bebas (contoh ; bisa kerajinan + rekayasa atau kerajinan + budidaya, dll) sesuai dengan kesiapan sekolah terkait perangkat pendukungnya.

Berikut file yang telah dibuat oleh forum dalam pelatihan kurikulum 2013 untuk mapel prakarya ; dapat langsung di download pada link yang telah kami sediakan.

Download Silabus Prakarya Kurikulum 2013
Download RPP 1 Prakarya Kurikulum 2013
Download RPP 2 Prakarya Kurikulum 2013
Download RPP 3 Prakarya Kurikulum 2013
Download RPP 4 Prakarya Kurikulum 2013

Selamat menikmati, terima kasih
Bila berkenan, tinggalkan komentar Anda.

Sabtu, 22 Juni 2013

Kenaikan Kelas dan Siap Menyambut Tahun Ajaran Baru 2013 - 2014.

Sabtu, 22 Juni adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh segenap siswa dan orang tua/wali siswa kelas VII dan VIII. Karena pada hari ini ditentukan hasil belajar para siswa, apakah hasilnya baik atau tidak, dan yang terpenting NAIK KELAS / TIDAK.

Sesuai undangan yang diberikan kepada wali siswa, maka mulai jam 08.30 para orang tua/ wali siswa sudah mulai berkumpul di kelas yang sudah ditentukan, yaitu di kelas masing-masing siswa. Sebanyak 10 ruang kelas telah disiapkan oleh panitia dan sekolah untuk pembagian rapot yang dibagiikan kepada orang tua / wali siswa.

Pembagian rapot dilakukan oleh wali kelas masing-masing, dengan rincian sebagai berikut :
  1. Kelas 8 A : Bpk Agus Yuswantoro, S.Pd
  2. Kelas 8 B : Ibu Dra. Ratna Yuli Sungkayati.
  3. Kelas 8 C : Bpk Maryanto, S.Kom
  4. Kelas 8 D : Bpk M. Fauzi, S.Ag
  5. Kelas 8 E : Ibu Nuraeni Dwi Hastuti, S.Pd
  6. Kelas 7 A : Bpk Drs M. Abdullah
  7. Kelas 7 B : Ibu Sri Hartati, S.Pd
  8. Kelas 7 C : Ibu Ngaidatul Fitriyah, S.Ag
  9. Kelas 7 D : Ibu Sayekti Laras S., S.Pd
  10. Kelas 7 E : Bpk Satiyun, S.Pd
Dari rekapitulasi nilai dan rapat penegas, maka dinyatakan seluruh siswa kelas 7 naik ke kelas 8, dan semua siswa kelas 8 naik ke kelas 9. Artinya prosentase kenaikan adalah 100 %.

Kepada semua siswa kelas 8 (baru) dan kelas 9 (baru) kami ucapkan selamat. Yang lebih penting lagi adalah belajarlah lebih baik, lebih semangat untuk memperoleh prestasi yang lebih baik untuk meraih masa depan.

Senin, 20 Mei 2013

Ulangan Umum Kenaikan Kelas TP 2012 / 2013

Berikut ini adalah pengumuman pemberitahuan terkait UAS / semester yang akan segera dilaksanakan.

Menurut jadwal yang dibuat berdasarkan kalender pendidikan, telah ditentukan bahwa UUKK - UAS akan dilaksanakan serempak untuk SMP/MTs se Kabupaten Wonosobo.

UUKK - UAS akan dilaksanakan mulai hari Senin, 10 Juni - 15 Juni 2013. Adapun jadwal dapat dilihat pada papan pengumuman atau pada masing-masing kelas.
Untuk UUKK tahun ini, seluruh kegiatan dilaksanakan atas komando dari Panitia yang telah dibentuk oleh sekolah dengan personalia sebagai berikut :
  • Penanggung Jawab : Drs. Kardan (Kepala Sekolah)
  • Ketua                    : Drs. M Abdul Latif
  • Sekretaris              : Sayekti Laras S., S.Pd
  • Bendahara             : Dra. Ratna Yuli Sungkayati
  • Anggota-2             : Aris Winarno, S.Pd                
Selamat belajar dan berusaha untuk mempersiapkan diri agar diperoleh hasil yang maksimal.

Jumat, 17 Mei 2013

Struktur Kurikulum 2013 SMP/MT’s

A. Organisasi Kompetensi 

Mata pelajaran adalah unit organisasi terkecil dari Kompetensi Dasar. Untuk kurikulum SMP/MTs, organisasi Kompetensi Dasar dilakukan dengan cara mempertimbangkan kesinambungan antarkelas dan keharmonisan antarmata pelajaran yang diikat dengan Kompetensi Inti. Berdasarkan pendekatan ini maka terjadi reorganisasi Kompetensi Dasar mata pelajaran sehingga Struktur Kurikulum SMP/MTs menjadi lebih sederhana karena jumlah mata pelajaran dan jumlah materi berkurang. .... 
Substansi muatan lokal termasuk bahasa daerah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Seni Budaya. Substansi muatan lokal yang berkenaan dengan olahraga serta permainan daerah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Sedangkan Prakarya merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri. ....

B. Tujuan Satuan Pendidikan   

Penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: a. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur; b. berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif; c. sehat, mandiri, dan percaya diri; dan d. toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggung jawab. 

C. Struktur Kurikulum dan Beban Belajar 

1. Struktur Kurikulum 
Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, dostribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap siswa. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran. Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk kurikulum yang akan datang adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester. 

Struktur kurikulum juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang siswa dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Dalam struktur kurikulum menggambarkan ide kurikulum mengenai posisi belajar seorang siswa yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada siswa untuk menentukan berbagai pilihan. 
Struktur Kurikulum SMP/MTs adalah sebagai berikut:....
Keterangan: Mata pelajaran Seni Budaya dapat memuat Bahasa Daerah. Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum diatas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler SMP/MTs antara lain Pramuka (Wajib), Organisasi Siswa Intrasekolah, Usaha Kesehatan Sekolah, dan Palang Merah Remaja. Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, dan Prakarya adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan peserta didik pada satuan pendidikan tersebut. Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science dan integrative social studies, bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Keduanya sebagai pendidikan berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam. 

Disamping itu, tujuan pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial menekankan pada pengetahuan tentang bangsanya, semangat kebangsaan, patriotisme, serta aktivitas masyarakat di bidang ekonomi dalam ruang atau space wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ilmu Pengetahuan Alam juga ditujukan untuk pengenalan lingkungan biologi dan alam sekitarnya, serta pengenalan berbagai keunggulan wilayah nusantara. Seni Budaya terdiri atas empat aspek, yakni seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni teater. Masing-masing aspek diajarkan secara terpisah dan setiap satuan pendidikan dapat memilih aspek yang diajarkan sesuai dengan kemampuan (guru dan fasilitas) pada satuan pendidikan itu. Prakarya terdiri atas empat aspek, yakni kerajinan, rekayasa, budidaya, dan pengolahan. Masing-masing aspek diajarkan secara terpisah dan setiap satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran prakarya paling sedikit dua aspek prakarya sesuai dengan kemampuan dan potensi daerah pada satuan pendidikan itu. 

2. Beban Belajar 

Beban belajar di SMP/MTs untuk kelas VII, VIII, dan IX masing-masing 38 jam per minggu. Jam belajar SMP/MTs adalah 40 menit. Dalam struktur kurikulum SMP/MTs ada penambahan jam belajar per minggu dari semula 32, 32, dan 32 menjadi 38, 38 dan 38 untuk masing-masing kelas VII, VIII, dan IX. Sedangkan lama belajar untuk setiap jam belajar di SMP/MTs tetap yaitu 40 menit. Dengan adanya tambahan jam belajar ini dan pengurangan jumlah Kompetensi Dasar, guru memiliki keleluasaan waktu untuk mengembangkan proses pembelajaran yang berorientasi siswa aktif belajar. Proses pembelajaran siswa aktif memerlukan waktu yang lebih panjang dari proses pembelajaran penyampaian informasi karena peserta didik perlu latihan untuk melakukan pengamatan, menanya, asosiasi, menyaji, dan komunikasi. Proses pembelajaran yang dikembangkan guru menghendaki kesabaran dalam menunggu respon peserta didik karena mereka belum terbiasa.Selain itu, bertambahnya jam belajar memungkinkan guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar. .... 
B. Tujuan Satuan Pendidikan .... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2013/05/struktur-kurikulum-2013-smpmts.html
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia

A. Organisasi Kompetensi Mata pelajaran adalah unit organisasi terkecil dari Kompetensi Dasar. Untuk kurikulum SMP/MTs, organisasi Kompetensi Dasar dilakukan dengan cara mempertimbangkan kesinambungan antarkelas dan keharmonisan antarmata pelajaran yang diikat dengan Kompetensi Inti. Berdasarkan pendekatan ini maka terjadi reorganisasi Kompetensi Dasar mata pelajaran sehingga Struktur Kurikulum SMP/MTs menjadi lebih sederhana karena jumlah mata pelajaran dan jumlah materi berkurang. .... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2013/05/struktur-kurikulum-2013-smpmts.html
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia
A. Organisasi Kompetensi Mata pelajaran adalah unit organisasi terkecil dari Kompetensi Dasar. Untuk kurikulum SMP/MTs, organisasi Kompetensi Dasar dilakukan dengan cara mempertimbangkan kesinambungan antarkelas dan keharmonisan antarmata pelajaran yang diikat dengan Kompetensi Inti. Berdasarkan pendekatan ini maka terjadi reorganisasi Kompetensi Dasar mata pelajaran sehingga Struktur Kurikulum SMP/MTs menjadi lebih sederhana karena jumlah mata pelajaran dan jumlah materi berkurang. clip_image002%25255B4%25255D_thumb Substansi muatan lokal termasuk bahasa daerah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Seni Budaya. Substansi muatan lokal yang berkenaan dengan olahraga serta permainan daerah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Sedangkan Prakarya merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri. B. Tujuan Satuan Pendidikan Penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: a. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur; b. berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif; c. sehat, mandiri, dan percaya diri; dan d. toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggung jawab. C. Struktur Kurikulum dan Beban Belajar 1. Struktur Kurikulum Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, dostribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata clip_image004%25255B4%25255D_thumb pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap siswa. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran. Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk kurikulum yang akan datang adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester. Struktur kurikulum juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang siswa dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Dalam struktur kurikulum menggambarkan ide kurikulum mengenai posisi belajar seorang siswa yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada siswa untuk menentukan berbagai pilihan. Struktur Kurikulum SMP/MTs adalah sebagai berikut: clip_image006%25255B4%25255D_thumb Keterangan: Mata pelajaran Seni Budaya dapat memuat Bahasa Daerah. Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum diatas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler SMP/MTs antara lain Pramuka (Wajib), Organisasi Siswa Intrasekolah, Usaha Kesehatan Sekolah, dan Palang Merah Remaja. Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, dan Prakarya adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan peserta didik pada satuan pendidikan tersebut. Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science dan integrative social studies, bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Keduanya sebagai pendidikan berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam. Disamping itu, tujuan pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial menekankan pada pengetahuan tentang bangsanya, semangat kebangsaan, patriotisme, serta aktivitas masyarakat di bidang ekonomi dalam ruang atau space wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ilmu Pengetahuan Alam juga ditujukan untuk pengenalan lingkungan biologi dan alam sekitarnya, serta pengenalan berbagai keunggulan wilayah nusantara. Seni Budaya terdiri atas empat aspek, yakni seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni teater. Masing-masing aspek diajarkan secara terpisah dan setiap satuan pendidikan dapat memilih aspek yang diajarkan sesuai dengan kemampuan (guru dan fasilitas) pada satuan pendidikan itu. Prakarya terdiri atas empat aspek, yakni kerajinan, rekayasa, budidaya, dan pengolahan. Masing-masing aspek diajarkan secara terpisah dan setiap satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran prakarya paling sedikit dua aspek prakarya sesuai dengan kemampuan dan potensi daerah pada satuan pendidikan itu. 2. Beban Belajar Beban belajar di SMP/MTs untuk kelas VII, VIII, dan IX masing-masing 38 jam per minggu. Jam belajar SMP/MTs adalah 40 menit. Dalam struktur kurikulum SMP/MTs ada penambahan jam belajar per minggu dari semula 32, 32, dan 32 menjadi 38, 38 dan 38 untuk masing-masing kelas VII, VIII, dan IX. Sedangkan lama belajar untuk setiap jam belajar di SMP/MTs tetap yaitu 40 menit. Dengan adanya tambahan jam belajar ini dan pengurangan jumlah Kompetensi Dasar, guru memiliki keleluasaan waktu untuk mengembangkan proses pembelajaran yang berorientasi siswa aktif belajar. Proses pembelajaran siswa aktif memerlukan waktu yang lebih panjang dari proses pembelajaran penyampaian informasi karena peserta didik perlu latihan untuk melakukan pengamatan, menanya, asosiasi, menyaji, dan komunikasi. Proses pembelajaran yang dikembangkan guru menghendaki kesabaran dalam menunggu respon peserta didik karena mereka belum terbiasa.Selain itu, bertambahnya jam belajar memungkinkan guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca juga, artikel yang berhubungan dengan Artikel Struktur Kurikulum 2013 SMP/MT’s, antara lain : Buku Pelajaran SMA Kurikulum 2013 download untuk guru Buku SMP Pegangan Guru Kurikulum 2013 Buku Kurikulum 2013 SMP untuk siswa download gratis Daftar Nama Narasumber dan Instruktur Nasional Kurikulum 2013 PERLUNYA PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 RASIONAL PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 Kompetensi Inti SMP Kurikulum 2013 Struktur Kurikulum 2013 SMP/MT’s Buku SD Kurikulum 2013 Download untuk Guru.... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2013/05/struktur-kurikulum-2013-smpmts.html
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia

Selasa, 14 Mei 2013

Seputar Kurikulum 2013, Kurikulum 2013 perlu dimatangkan dulu


Jakarta (ANTARA News) - Kurikulum 2013 dinilai tidak disiapkan dengan baik sehingga perlu dimatangkan dulu sebelum dilaksanakan agar memperoleh hasil yang baik.

"Kalau prosesnya tergesa-gesa maka akan jadi prematur," kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta Komarudin dalam Seminar Nasional dan Temu Forum Komunikasi Program Studi Pendidika Sosiologi-Antropologi Indonesia di Universitas Negeri Jakarta, Rabu.

Jika kurikulum itu dilaksanakan saat ini, katanya, maka akan banyak kekurangannya sehingga harus dimatangkan terlebih dahulu

Namun Komarudin tidak menolak kurikulum tersebut jika hal itu dalam rangka perbaikan kurikulum, apalagi isi dari kurikulum 2013 belum diuji publik. Ia mengatakan uji publik yang telah dilakukan baru strukturnya saya tapi belum isi kurikulumnya sehingga belum ada tanggapan dari masyarakat.

Sementara itu Dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, Robertus Robert mempertanyakan penyatuan pelajaran Sosiologi dan Antropologi. "Pertanyaannya bagaimana pemahaman mengenai disiplin ilmu dalam kurikulum 2013?,"  tanya dia.

Ia mengatakan jika dilihat dari dokumen kurikulum 2013, kurikulum ini membedakan sosiologi dan antropologi.

Sosiogi di ditempatkan dalam disiplin ilmu sosial sedangkan antropologi dalam ilmu humaniora.

"Sayangnya dalam penyusunan kompetensi inti dan kompetensi dasar kedua disiplin ini dicampuradukan," katanya.

"Pencampuran ini menunjukan bahwa khasanah disiplin ilmu tidak diikuti dalam menyusun dan membedakan mata pelajaran," katanya.


Departemen Agama
 
Sindonews.com - Kementerian Agama (Kemenag) akan menerapkan kurikulum 2013 pada 2014 pada sekolah Madrasah Itidaiyah (MI), Madrasah Sanawiyah (MTS), dan Madrasah Aliyah (MA). Namun, Kemenang terlebih dahulu akan melakukan perbaikan dalam mempersiapkan tenaga guru dan pengajar.

"Nantinya akan kita buat pelatihan-pelatihan untuk guru agar lebih mantap menjalankan kurikulum 2013 di 2014," ujar Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali saat ditemui di Gedung Kemenag dalam Rapat Pimpinan (Rapimnas) di Jakarta, Rabu (1/4/2013).

Ia melanjutkan, dalam mempersiapkan tenaga guru tentunya harus dihitung juga target 100 persen pencapaian untuk sekolah-sekolah Madrasah negeri dan mencapai Madrasah swasta. Menurutnya, secara teknis hal itu sulit dilaksanakan sehingga dikhawatirkan pada saat diterapkan akan mengalami kegagalan dan hal tersebut pasti akan berdampak pada pelaksanaan pendidikan.

"Saya juga sudah melaporkan kepada Wakil Presiden Boediono semalam dalam pertemuan. Khawatir ada yang tidak terpenuhi di awal ajaran baru sehingga berpengaruh pada penerapannya." Ujarnya.

Dia mengatakan, semula perencanaan pelaksanaan kurikulum 2013 akan dilaksanakan secara bertahap. Namun, karena akan diterapkan pada 2014, maka kurikulum 2013 akan diterapkan pada MI kelas 1, 2, 4 dan 5. MTs kelas 7 dan 8 serta MA kelas 10 dan 11.

"Semula pada 2013 akan dilakukan bertahap MI kelas 4, MTs kelas 7 dan MA kelas 10 saja namun kita rubah karena mundur 2014," kata dia.

Lanjut Menag, dirinya telah menekankan kepada Dirjen Pendis. Untuk menghitung secara jelas, tajam dan terperinci untuk melaksanakan sampai 100 persen. Karena hal tersebut dapat disebut suatu prestasi jika Dirjen Pendis bisa melaksakan secara keseluruhan.

Suryadharma mengatakan, terkait hal tersebut dia menekankan dalam penggunaan anggran Pendis tentunya diharapkan ada budgeting yang jelas dan bisa diperhitungkan dengan baik.

"Misalnya dalam penggadaan buku haruslah diperhitungkan kegunaanya. Karena kita akan akan menggunakan buku tersebut di 2014," tegasnya.

Minggu, 03 Maret 2013

Inilah Nilai Hasil Try Out Kabupaten Ke-2, Lebih Baik Dari Yang Pertama

Berikut adalah laporan hasil Try out Kabupaten 2 untuk tahun ini, belum diketahui sekolah kita menduduki peringkat ke berapa, karena memang belum diolah karena keterbatasan perangkat pada MKKS, silahkan dicermatu untuk selanjutnya perlu ditingkatkan  untuk memperoleh hasil kelulusan yang diharapkan.

Alhamdulilah, dari jumlah dan prosentasi kelulusan mengalami kemajuan, dari TO 1 lulus 25 sekarang TO 2 lulus 35 dan prosentasi naik jadi 38 %.

Selengkapnya, inilah data hasil Try Out Kabupaten 2 ;

Hasil ini sudah urutkan berdasarkan rangking ...



HASIL TRY OUT KABUPATEN 2
  SMP 2 KEPIL










NO NPU NAMA PESERTA INDO ING MAT I P A RATA LLS RANK
1 87     RIKO ARMADA S 7.60 7.40 8.75 7.25 7.75 L 1
2 88     RITANTI              8.00 6.40 8.25 7.25 7.48 L 2
3 74     CATUR NILA A 8.40 7.40 5.25 7.75 7.20 L 3
4 51     ARI ARUM PRATIWI     8.00 5.60 7.00 7.50 7.03 L 4
5 30     ARI RAMDANI          8.40 6.00 5.25 8.25 6.98 L 5
6 43     RIZKA KHOIRUNNISA    8.60 5.20 6.25 7.50 6.89 L 6
7 17     RIZKY NUR R 7.60 6.20 7.00 6.75 6.89 L 7
8 52     BAYU INDRA H 7.80 4.60 6.00 9.00 6.85 L 8
9 32     DANDY SUTRISNO       7.80 6.20 5.50 7.25 6.69 L 9
10 84     NUR CAHYO S 7.00 5.80 6.25 7.25 6.58 L 10
11 25     ABDUL MALIK          8.00 4.00 6.75 7.50 6.56 L 11
12 57     INDAH SARI M  8.00 3.80 5.50 8.75 6.51 TL 12
13 75     DESI NUZULIATI       6.60 5.60 6.25 7.50 6.49 L 13
14 06     ELFIN NUR AZIZAH     7.60 5.40 6.25 6.50 6.44 L 14
15 23     TIA NUR CHANIFAH     7.40 4.60 6.50 7.25 6.44 L 15
16 60     NADEA PUTRI L  8.60 3.80 5.25 8.00 6.41 TL 16
17 34     ELY HARTANTI         8.20 5.20 4.75 7.25 6.35 L 17
18 58     ISAH CHAYATI         8.60 4.20 5.00 7.50 6.33 L 18
19 79     FURI REJEKI          8.20 4.00 6.25 6.75 6.30 L 19
20 11     LOLITA ERA DWI S     7.00 4.20 7.75 6.25 6.30 L 20
21 31     CHOIRUL UMAM         7.00 6.00 5.00 7.00 6.25 L 21
22 40     NOFIKA RAHMA J  7.40 5.00 5.75 6.75 6.23 L 22
23 44     RIZQIANA R  7.40 4.20 5.75 7.25 6.15 L 23
24 66     SOLIKHAH PUJI A      8.00 5.00 5.00 6.25 6.06 L 24
25 13     MIA MAHESTA          7.40 5.00 5.25 6.50 6.04 L 25
26 89     RIZKI AYUNINGTIYAS   7.60 4.00 5.75 6.75 6.03 L 26
27 71     AMELIA               7.20 3.60 7.00 6.25 6.01 TL 27
28 59     LISTIANINGSIH W      7.60 2.80 6.00 7.50 5.98 TL 28
29 39     NINAWATI M  7.80 5.00 4.75 6.25 5.95 L 29
30 46     SONIA SHARON L 7.60 4.20 5.75 6.25 5.95 L 30
31 72     ARIYANTI             8.20 4.60 5.25 5.75 5.95 L 31
32 26     A FATKHUR A     7.40 4.00 6.25 6.00 5.91 L 32
33 27     AGUS MUHAMAD W 6.40 5.80 5.00 6.00 5.80 L 33
34 37     KURNIATI LAILA       7.80 4.80 4.00 6.50 5.78 L 34
35 86     PRAYOGO P 7.00 3.60 6.75 5.75 5.78 TL 35
36 36     KODAM C R   6.20 5.20 4.75 6.75 5.73 L 36
37 68     SULIHNA              7.00 5.60 5.25 5.00 5.71 L 37
38 12     MEIKA NUZUL H 7.80 4.60 5.25 5.00 5.66 L 38
39 29     ALAM CANGGIH PP 6.40 4.40 6.75 4.75 5.58 L 39
40 83     MUHAMMAD F D K 7.60 3.40 5.50 5.75 5.56 TL 40
41 01     AFIM FIQRUDIN        8.20 3.20 4.25 6.50 5.54 TL 41
42 73     A MARFUNGAH       7.00 5.00 4.25 5.75 5.50 L 42
43 65     SETYO HANDOYO        7.40 5.00 4.50 5.00 5.48 TL 43
44 85     NURUL MA RIFAH       7.20 4.00 5.25 5.25 5.43 TL 44
45 03     ARIF SETIAWAN        8.00 2.60 5.75 5.00 5.34 TL 45
46 78     DWI NUR CAHYANI      7.40 2.60 4.75 6.50 5.31 TL 46
47 90     WAHYU SUSANTO        7.00 3.20 5.25 5.75 5.30 TL 47
48 07     FAJAR NURSODIK       8.00 3.80 4.25 5.00 5.26 TL 48
49 08     FATMA K W     7.80 4.40 3.50 5.25 5.24 TL 49
50 41     RIA EVINA            8.20 3.20 3.75 5.75 5.23 TL 50
51 49     AHMAT ALFIN S  7.40 5.00 4.25 4.25 5.23 TL 51
52 42     RISALATUL QISMA      8.20 3.40 3.00 6.25 5.21 TL 52
53 56     HENDRIYAWAN UP 6.20 2.00 4.75 7.75 5.18 TL 53
54 16     NIA KHOIRUNNISA      8.00 4.80 3.50 4.00 5.08 TL 54
55 63     SALMAN MUSTOFA       7.40 4.60 3.25 4.75 5.00 TL 55
56 19     SISKA NOVITA SARI    6.60 3.60 4.00 5.75 4.99 TL 56
57 28     AHMAD SYATO A K     6.60 3.20 4.00 6.00 4.95 TL 57
58 76     DEWI RAHAYU          6.40 3.40 3.50 6.25 4.89 TL 58
59 38     LUKY SUSPITO         6.20 3.60 4.75 5.00 4.89 TL 59
60 10     KATON CAHYO K  7.80 3.20 3.50 5.00 4.88 TL 60
61 14     MIFTAHURROHMAT       7.40 4.00 2.75 5.25 4.85 TL 61
62 21     SUATI ARUM SRI L     6.40 3.20 4.00 5.75 4.84 TL 62
63 82     LAILI WULAN C 7.40 3.00 4.50 4.25 4.79 TL 63
64 48     ADHITYA PRATAMA      6.40 3.40 2.75 6.50 4.76 TL 64
65 18     SATYA D S P   7.40 3.60 3.00 5.00 4.75 TL 65
66 70     ADITYAKURNIAWAN      7.20 3.60 3.25 4.75 4.70 TL 66
67 53     CHALIMMATUS FW  5.80 4.00 4.50 4.50 4.70 TL 67
68 50     ANI RESTIYANI        7.00 4.00 4.00 3.75 4.69 TL 68
69 02     ANDI PRASTIYO        7.80 3.40 3.25 4.25 4.68 TL 69
70 62     NUR WAHID BA     6.80 2.60 3.50 5.75 4.66 TL 70
71 09     FRADITA YERIFTIA     8.00 3.80 2.75 3.75 4.58 TL 71
72 64     SAPTO UTOMO          7.20 3.00 3.00 5.00 4.55 TL 72
73 24     YOVITA AGUSTINA      7.60 4.00 2.75 3.75 4.53 TL 73
74 55     EFI SOFIA INAYATI    6.00 2.60 2.50 7.00 4.53 TL 74
75 61     N PURWOJATI    7.00 1.80 3.00 6.25 4.51 TL 75
76 54     DENA SAPUTRA         6.60 3.20 3.75 4.50 4.51 TL 76
77 69     WAHYUNINGSIH         7.00 4.20 2.75 4.00 4.49 TL 77
78 35     HALIMATUS S  6.40 3.80 3.25 4.50 4.49 TL 78
79 22     SUKUR NIAWAN         6.20 2.40 3.00 6.25 4.46 TL 79
80 45     SITI NURUL Z  6.40 3.80 3.00 4.50 4.43 TL 80
81 05     DENIS APRILIAWAN     7.00 3.00 3.25 4.25 4.38 TL 81
82 47     TRI HASTINA          6.80 3.20 3.25 4.25 4.38 TL 82
83 77     DIKA NOVIA SRI S     6.60 2.40 3.25 5.25 4.38 TL 83
84 81     KHILMI FAHRIZAL      6.60 3.60 3.00 4.25 4.36 TL 84
85 33     DESTA A     6.00 3.20 3.00 5.00 4.30 TL 85
86 80     HANI AFRIYANTI       7.60 2.60 2.00 4.75 4.24 TL 86
87 67     SRI HANDRIYANTI KD  6.80 2.40 3.00 4.75 4.24 TL 87
88 04     DENI PURNOMO         6.80 3.40 2.25 4.25 4.18 TL 88
89 20     SLAMET RIYANTO       5.80 3.80 2.75 3.25 3.90 TL 89
90 15     MUSTOFA              5.00 2.80 4.00 3.25 3.76 TL 90
91 91     YAZIT KURNIAWAN      5.00 1.80 3.50 4.50 3.70 TL 91












JUMLAH LULUS 35
PROSENTASE LULUS
38%












Tertinggi 8.6 7.4 8.75 9 7.75



Terendah 5 1.8 2 3.25 3.7



Rata-rata 7.244 4.064 4.604 5.832 5.4361



Std Dev 0.77 1.172 1.466 1.3   
91