text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...
Tampilkan postingan dengan label Bimbingan TIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bimbingan TIK. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Januari 2022

Download Perangkat Bimbingan TIK Terbaru

Selamat datang di web/blog SMPN 2 Kepil, web sederhana yang awalnya hanya bertujuan untuk sekedar share informasi tentang berita sekolah. Seiring waktu berjalan admin mencoba menambahkan beberapa tulisan singkat (semacam esay atau artikel), share ulang materi dari kementerian dan juga  perangkat pembelajaran seadanya yang meliputi silabus, minggu efektif, kkm, rpp hingga aplikasi penilaian buatan kami. Alhamdulillah, sungguh tidak disangka-sangka respon pembaca cukup bagus dan luar biasa tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Salah satu contohnya adalah postingan yang akan kami bagikan ulang kali ini yaitu tentang Download Perangkat Bimbingan TIK - Kurikulum 2013 ternyata telah diakses lebih dari 18.000 kali. Bahkan ada satu postingan lagi yang lebih fantastis, yaitu Download Silabus K-13 Edisi Revisi yang diakses lebih dari 66.000 kali. Satu kata yang tepat hanyalah Alhamdulillah, bahwa semua dari Alloh, syukur jika bermanfaat.

Postingan kali ini untuk mengakomodir banyaknya notifikasi email (pemberitahuan) yang masuk ke beranda Android kami (penulis) beberapa bulan terakhir, yang intinya permintaan untuk diberikan ijin agar bisa mengakses file/folder di google drive kami. File/folder yang kebanyakan diminta untuk bisa dibagikan kembali terkait dengan judul postingan di paragraf satu di atas, mereka mengajukan ijin untuk bisa membaca dan mendownload Perangkat Bimbingan TIK. Berkaitan dengan itu, perkenankan sebelumnya kami mohon maaf atas tertutupnya akses berbagi file di google drive tersebut. Salah satu alasan kami tutup sementara adalah karena sedang kami memindah dan menata ulang file/folder kami di google drive yang sudah hampir penuh, sudah diberi warning oleh google. Nah, di awal tahun 2022 ini akses itu akan kembali kami share kepada pembaca, khususnya guru TIK yang membutuhkan  perangkat Bimbingan TIK ala kami. 

Perangkat Bimbingan TIK yang kami bagikan sebenarnya hanyalah sekedar contoh, formatnya masih sederhana dan sangat ala kadarnya, tentunya masih banyak kekurangan. Sekedar menambahkan sedikit penjelasan ulang, bahwa sebenarnya Bimbingan TIK termasuk kebijakan/program lama yang terkait pelajaran TIK yang dikeluarkan oleh Kemendikbud untuk menggantikan mata pelajaran TIK yang hilang dari struktur Kurikulum 2013. Bimbingan TIK yang rilis perdana pada tahun 2015 merupakan kebijakan Kemendikbud menyusul banyaknya tuntutan dan harapan untuk dikembalikannya mata pelajaran TIK pada Kurikulum 2013. Kebetulan kami adalah salah satu dari lima guru di Jawa Tengah yang dipilih untuk belajar tentang Bimbingan TIK di LPMP Jateng dan selanjutnya ditugaskan untuk membagikannya kepada teman-teman guru dalam workshop di Solo dan Kudus.

Saat ini Kurikulum 2013 masil berlaku dan diterapkan di semua sekolah di seluruh Indonesia, walau di beberapa sekolah penggerak (pilot) sudah mulai menggunakan kurikulum baru. Nah pada Kurikulum 2013 yang terbaru, guru yang sebelumnya mengajar TIK saat ini diberikan keleluasaan untuk memilih untuk mengajar mata pelajaran Informatika dan/atau Bimbingan TIK. Jika dihitung sampai hari ini (khususnya bagi sekolah pilot), maka penerapan (implementasi) mata pelajaran Informatika sudah memasuki tahun ke-3, sementara untuk Bimbingan TIK sudah memasuki tahun ke-7 sejak pertama kali dilaksanakan. Kesulitan, tantangan, kendala serta hambatan pasti ada yang mau tidak mau harus dihadapi. Sekian tahun sudah berlalu, kiranya banyak hal sudah dipelajari, beberapa diantaranya sudah dipahami, beberapa lagi sudah dicoba, tetapi rasanya masih banyak hal yang juga belum dimengerti,  yang pasti masih butuh waktu untuk terus belajar dan beradaptasi.

Dari sedikit gambaran di atas juga banyaknya permintaan terkait dengan perangkat Bimbingan TIK, maka dengan ini kami share dan buka kembali file/folder di google drive kami. Kami yang kebetulan pernah diberi kesempatan belajar (pelatihan) tentang BTIK dan pernah menjalankan program BTIK di sekolah, maka walau hanya ala-kadarnya kami akan berbagi materi terkait BTIK. Semua hal yang ada di dalamnya hanyalah contoh, baik silabus, prota, promes dan kelengkapan lain bersifat fleksibel dan tidak mengikat, boleh dikembangkan atau dikurangi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah masing-masing. Selamat mengunduh, semoga bermanfaat dan bisa membantu.
  1. Download Silabus Umum BTIK
  2. Download Minggu Efektif BTIK
  3. Download Prota 8 BTIK
  4. Download Prota 9 BTIK
  5. Download Promes 8.1 BTIK
  6. Download Promes 8.2 BTIK
  7. Download Promes 9.1 BTIK
  8. Download Promes 9.2 BTIK
  9. Download Materi BTIK Siswa
  10. Download Materi BTIK Guru
  11. Download Materi BTIK Tendik
  12. Download Kartu Bimbingan TIK
  13. Download RPB - Bab Download
  14. Download RPB - Bab Email
Selamat beraktifitas, selamat belajar, selamat berkarya, semoga sukses.

Senin, 21 Agustus 2017

Download Perangkat Bimbingan TIK - Kurikulum 2013

Beberapa waktu lalu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy dipanggil Presiden Joko Widodo membahas penyusunan kurikulum baru pengganti kurikulum 2013. Hal ini memunculkan wacana baru bagi perjalanan Kurikulum 2013 (Kurtilas) yang telah berjalan menginjak tahun ke-5, dan secara terus-menerus bergerak dinamis untuk mendapatkan format yang tepat, baik dari materi / isi / silabus, tata urutan / format RPP, bentuk evaluasi / penilaian, aturan tambahan dan regulasi pendukung lainnya. Berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman sesama guru baik sesama mapel maupun antar mapel dari sekolah satu ke sekolah lain akan sangat membantu proses pemerataan dan tranformasi regulasi dan kebijakan terbaru terkait penyempurnaan kurikulum baru dalam pendidikan di negeri ini.

Berbagi Pengalaman Sekolah Pilot Project
Tahun ajaran 2017/2018 adalah tahun kelima pelaksanaan Kurikulum 2013 (Kurtilas) sejak diberlakukannya kurikulum baru bagi sekolah percontohan (Pilot Project). Banyak pengalaman, tantangan, banyak kendala serta hambatan yang dihadapi, tidak sedikit yang mengeluh dengan berbagai kesulitan yang ada. Sudah barang tentu akan ditemui berbagai kendala dan masalah terjadi jika sebuah sistem baru yang menggantikan sistem yang sudah terbiasa dipakai, beberapa belum paham, beberapa tidak mengerti dan yang pasti butuh waktu untuk adaptasi.

Silabus Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 telah dirilis Kemendikbud, dan dari sekian mata pelajaran yang ada pada kurikulum sebelumnya (KTSP) hampir semuanya telah mengalami revisi dan penyempurnaan, kecuali TIK yang justru hilang digantikan mata pelajaran baru bernama Prakarya. Setelah dua tahun menghilang, TIK kemudian muncul lagi dengan nama Bimbingan TIK (disingkat BTIK) yang mulai diberlakukan pada tahun 2015 (tahun ke-3 Kurtilas). Melalui pelatihan dalam jumlah yang terbatas, program BTIK mulai dilaksanakan. Namun demikian dari beberapa sekolah pilot project ternyata belum banyak yang menerapkan BTIK karena adanya perbedaan persepsi masing-masing sekolah, baik terkait sosialisasi regulasi yang masih banyak kurang dipahami oleh pimpinan sekolah. Adapun regulasi yang mengatur pelaksanaan BTIK ini tertuang dalam Permendikbud No 68/2014, yang kemudian direvisi menjadi Permendikbud No 45/2015 dan tetap dengan program BTIK.

Regulasi itu menunjukkan bahwa Kemendikbud tidak sejalan dengan pola TIK sebagai mata pelajaran, walaupun secara realita sebagian besar masih berharap ada perubahan yang merujuk kembalinya TIK sebagai mata pelajaran, yang dipandang masih sangat dibutuhkan oleh siswa dalam bentuk kegiatan pembelajaran biasa seperti mata pelajaran yang lain. Namun demikian sebagai insan pendidikan, kita sebagai guru TIK tetap harus eksis memberikan kontribusi dan menjadi bagian dari SOLUSI agar proses transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya TIK tetap bisa berjalan sesuai aturan yang berlaku walau dalam jumlah waktu yang kurang memadai.

Dari kondisi di atas, penulis yang kebetulan pernah mendapat kesempatan belajar (pelatihan) tentang BTIK dan pernah menjalankan program BTIK di sekolah (walau hanya ala-kadarnya), maka kali ini berusaha mencoba untuk berbagi materi BTIK dari pengalaman sebagai sekolah pilot project K-13. Semua yang ada di contoh, baik silabus, prota, promes dan kelengkapan lain bersifat fleksibel dan tidak mengikat, boleh dikembangkan atau dikurangi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah masing-masing. Selamat mengunduh, semoga bermanfaat dan bisa membantu.
  1. Download Silabus Umum BTIK
  2. Download Minggu Efektif BTIK
  3. Download Prota 8 BTIK
  4. Download Prota 9 BTIK
  5. Download Promes 8.1 BTIK
  6. Download Promes 8.2 BTIK
  7. Download Promes 9.1 BTIK
  8. Download Promes 9.2 BTIK
  9. Download Materi BTIK Siswa
  10. Download Materi BTIK Guru
  11. Download Materi BTIK Tendik
  12. Download Kartu Bimbingan TIK
  13. Download RPB - Bab Download - New 20-7-19
  14. Download RPB - Bab Email - New 20-7-19
Selamat beraktifitas, selamat belajar, selamat berkarya, semoga sukses.

Senin, 26 September 2016

Lonceng Cinta TIK - Download Perangkat B-TIK

Mungkin agak terlihat lucu jika tulisan tentang Materi Bimbingan TIK harus diawali dengan pengantar berupa ulasan tentang salah satu serial drama India. Namun ada sesuatu yang menarik yang perlu kami tuliskan dan kemudian dihubungkan dengan gejolak yang terjadi dalam sinetron drama TIK beberapa tahun ini. Beberapa pekan ini ibu-ibu dan kaum hawa sedang asyik masyuk menikmati sajian drama India di stasiun ANTV yang berjudul "Lonceng Cinta" (judul aslinya Kumkum Bhagya) dengan sentral pada dua keluarga besar yang berbeda latar belakang dan kondisinya. Di satu sisi muncul keluarga biasa hadir Pragya dan Bulbul, dua sosok gadis yang dibesarkan ibunya tanpa ayah. Di sisi yang lain hadir Abhi dan Aaliya dari keluarga kaya raya. Pragya adalah peran seorang dosen yang menggambarkan sosok gadis yang dewasa, tegas, namun mudah empati dan mengalah, namun tetap gigih berjuang menuju kebenaran dan cinta. Sebaliknya sosok Bulbul adalah sosok remaja yang masih sangat idealis, namun perjuangan cintanya harus berulang kali kalah oleh kondisi yang tidak bersahabat. Mereka berdua berani membuang ego, menepis bara api cinta dan berkorban untuk untuk ibu dan keluarganya, dan ini adalah bentuk perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar. Point utama dari peran keduanya, baik Pragya maupun Bulbul adalah sosok yang sangat cinta kepada keluarganya, yang rela berkorban diri untuk kebahagiaan orang lain. Hingga saat ini sampai pada episode 23, untuk cerita selengkapnya bisa dilihat sendiri di ANTV, atau bisa membaca sinopsisnya di internet atau juga melihat tayang lama, baru atau tayang forwardnya di youtube.

Keberadaan mata pelajaran TIK dalam kurikulum 2013 demikian juga adanya, tidak perlu ditutup-tutupi lagi bahwa saat ini terpecah menjadi dua kubu. Di satu sisi telah lahir Bimbingan TIK yang merupakan implementasi dari Permendikbud 68/2014 dan 45/2015 yang memberi payung legal formal tentang peran guru TIK dalam kurikulum 2013, namun di sisi yang lain banyak tuntutan dari guru TIK sendiri yang sangat menginginkan TIK kembali menjadi mata pelajaran. Jika dilihat dari peranan dan eksistensinya, maka keduanya sama-sama memiliki peran yang penting dan sangat dibutuhkan. Namun jika dilihat dari kemanfaatan langsung guru TIK bagi murid, maka TIK sebagai mata pelajaran adalah lebih bermakna, lebih terasa dan lebih berdaya guna - terutama di sekolah yang siswanya masih jauh dari kata modern. Sementara jika dilihat dari sisi peranan secara hukum, maka TIK sebagai bimbingan adalah satu-satunya yang paling layak, paling legal dan paling mungkin, karena telah singkron dengat aplikasi Dapodik sebagai dasar pendataan guru sebagai tenaga pendidik. Namun tentu saja kita tidak bisa memilih salah satu dan mengabaikan yang lain. Kedua-duanya ada kelebihan dan kekurangan, terutama jika ditinjau dari sudut yang berbeda. Oleh karena itu yang terbaik adalah tidak memihak yang satu dan memusuhi yang lain, hanya saja kita harus realistis dan berpijak pada kondisi nyata yang sedang terjadi.

Munculnya Bimbingan TIK adalah langkah awal dan realistis yang harus disikapi dengan penuh LEGOWO dan tetap RENDAH HATI, bahwa inilah yang bisa dilakukan insan TIK saat ini. Nyatanya baru seperti ini yang bisa dilakukan kemdikbud, bahwa lahirnya permen 45/2015, walau belum bisa memuaskan semua pihak. Legowo bukan berarti menerima dan pasrah begitu saja. TIK tidak lahir begitu saja, lahir berdasar kajian akademis dengan tujuan mulia, maka tentu saja tidak rela jika kemudian dihapus dan dibuang begitu saja. Maka bisa dimengerti jika Om Jay, Aki 3 dan kawan-kawan di kogtik memperjuangkan TIK kembali pada khitohnya. Rendah hati dan tetap solid jika kemudian para pengurus dan anggota MGMP TIK yang terpaksa harus mengadopsi B-TIK karena tuntutan tugas dan kewajiban sesuai kurikulum yang berlaku, karena kita tetap harus menjalankan tugas dalam kondisi apapun, dalam waktu yang bersamaan tetap harus memberi apresiasi, dukungan dan doa kepada pihak lain yang tengah berjuang dan terus berjuang mengembalikan TIK agar masuk ke dalam struktur kurikulum sebagai mata pelajaran. Tujuan utama adalah eksistensi TIK dan kemanfaatan bagi pendidikan, maka jangan sampai masalah yang ada justru menjadi pandangan negatif dari semua pihak - khususnya pemerintah - yang pada akhirnya akan menghambat tujuan mulia pendidikan berbasis TIK sebagai langkah menuju generasi emas di tahun 2045. Inilah yang mungkin mewakili sosok "Pragya" yang menerima menikah dengan orang yang tidak dicintai (pada awalnya), namun seiring proses akan menemukan jalan terbaik untuk tetap berbakti dan membangun jati diri.


Sementara di pihak lain yang memperjuangkan TIK untuk kembali sebagai mata pelajaran adalah semangat muda yang energik, selayaknya sosok Bulbul yang cantik, energik, supel dan penuh gairah. Sosok seperti ini memang harus ada untuk mengawal, mengawasi dan memberikan "Balance" agar tidak terjadi penyimpangan dalam proses pendidikan. Inilah yang dilakukan oleh Om Jay (Wijaya Kusumah - SMP Labschool Jakarta) dan Aki 3 (Tri Budi Harjo - SMPN 22 Surakarta) beserta kawan-kawan di kogtik. Jika tidak ada sosok yang berani, tegas dan berani memperjuangkan kebenaran maka bisa jadi TIK akan benar-benar hilang dari peradaban pendidikan menengah di negara kita, hanya karena asumsi dan pandangan beberapa orang yang menganggap TIK sudah usang dan tidak diperlukan lagi. Pada dasarnya kemdikbud tetap butuh masukan, kritik dan saran dalam proses pengambilan keputusan, jika tidak ada masukan maka dianggap sudah baik, sempurna dan tidak masalah. Pola seperti ini sama dengan kepolisian, tidak akan ada pengusutan atau penindakan bila tidak ada pengaduan. Maka sebagai insan pendidikan - siapapun kita dan apapun posisi kita - mari kita bersuara, mari kita urun rembug,  untuk mewujudkan pendidikan terbaik bagi anak negeri. Kita adalah guru bangsa, seberapapun kecilnya diri kita jika kita tulus dan berjuang dengan sepenuh hati maka peran kita akan sangat bermakna dan berharga bagi pendidikan bangsa ini. 

Lonceng Cinta TIK telah ditabuh, mari kita sambut perjuangan untuk kembali menghidupkan pelajaran TIK, kami mengajak teman-teman guru TIK di kabupaten Wonosobo (khususnya) dan seluruh nusantara (umumnya), mari kita galakkan kembali MGMP TIK di tiap kabupaten/kota, mari kita tunjukkan bahwa TIK benar-benar organisasi solid dan aktif dengan membuat inovasi-iinovasi bagi pendidikan dan bisa memberi warna baru yang bermanfaat bagi pendidikan. Di sisi lain mari kita isi pendidikan TIK dengan sesuatu yang bermanfaat bagi siswa, karena mereka benar-benar membutuhkan kita untuk menuntun mereka dalam belajar teknologi khususnya di bidang IT. Bagi yang masih menggunakan KTSP silahkan dilanjutkan dengan yang telah ada, adapun yang menggunakan K-13 dan menghendaki materi yang sesuai dengan payung hukum yang legal - Permendikbud 45/2015, silahkan download contoh beberapa perangkat Bimbingan TIK berikut, yang kami peroleh atas kiriman dari Bpk Purwanto Hadi (nara sumber nasional B-TIK).

Download Contoh Perangkat B-TIK
Demikian uraian yang kami sampaikan, bahwa kami SMPN 2 Kepil memang melaksanakan pola Bimbingan TIK dalam setahun berlalu, namun dengan segala keterbatasan dan ala kadarnya. Kekurangan / kelemahan yang paling terasa adalah minimnya jam tatap muka yang menyebabkan tidak tercapainya kompetensi yang seharusnya, menjadikan siswa semakin jauh tertinggal dalam hal penguasaan teknologi informasi. Sebenarnya berat hati kami menuliskan artikel download perangkat ini, namun karena amanah yang diberikan kepada kami untuk memberikan sedikit gambaran tentang B-TIK dengan segala keterbatasan kami buat tulisan ini. Akhir kata - dengan segala kerendahan hati kami MOHON MAAF bila yang kami sampaikan ini keliru, salah dan tidak berkenan bagi para senior, master dan suhu di bidang IT, baik sebagai pejuang TIK atau yang tergabung sebagai kepanjangan tangan dari kemdikbud. Satu harapan semoga semua bermanfaat dan tetap berdoa semoga pada tahun mendatang TIK benar-benar akan ditempatkan sesuai posisi, fungsi dan urgensinya tanpa ada pihak yang dirugikan dan merasa dikesampingkan, insya-Alloh. <59801>

Sabtu, 30 Januari 2016

Berharap TIK Menjadi Mapel - Kembali Masuk Kurikulum

Syukur Alhamdulillah, web ini sedikit demi sedikit terus bangkit untuk berbagi informasi, berbagi wawasan dan pengetahuan - walau hanya sekedarnya, hanya yang kami bisa. Sungguh, memang berat untuk konsisten membuat sebuah tulisan, namun semua memang harus dicoba dilakukan untuk bisa berkarya. Sedikit banyak hal ini mampu membuat web sekolah ini menjadi web/blog teraktif (terkenal) di Wonosobo dan membuat SMPN 2 Kepil, salah satu SMP yang berada di lereng gunung Sumbing, Kepil, Wonosobo, Jawa Tengah menjadi dikenal di nusantara. Kami juga ikut mencoba membuat tulisan di web www.kompasiana.com - web yang sudah terkenal di kalangan para penulis senior. Tulisan yang kami tulis di bawah ini merupakan tulisan pertama saya di web kompasiana.com, sekedar upaya mencoba melebarkan sayap untuk berbagi ke wilayah yang lebih luas - nusantara, berikut link lengkapnya http:///www.kompasiana.com/abukhonsa 

Semenjak penerapan Kurikulum 2013 (K-13) mata pelajaran TIK hilang entah kemana, khususnya sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah pilot (percontohan). Berbagai pernyataan dan komentar muncul dari berbagai kalangan mulai pejabat pemerintah, pegawai instansi, aktivis organisasi, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, pemerhati pendidikan hingga masyarakat umum. Latar belakang yang berbeda-beda melahirkan pernyataan yang berbeda-beda pula. Pemerintah berharap hilangnya mapel TIK dan KKPI dari kurikulum sekolah menengah sudah tidak menjadi polemik. Pemerintah dalam hal ini kemendikbud beranggapan bahwa yang menjadi polemik telah terselesaikan dengan baik. Pertama, hilangnya mapel TIK karena TIK melebur ke dalam semua mata pelajaran, dengan harapan semua guru harus menguasai TIK. Kedua, peran guru TIK tidak hilang namun lebih dimaksimalkan dengan menjadi pembimbing bagi siswa, guru dan tenaga kependidikan.

Saya sebagai guru TIK di sekolah berkurikulum K-13 benar-benar dapat merasakan dampak hilangnya TIK sebagai mapel. Sebagai guru TIK yang dialihfungsikan menjadi guru Prakarya adalah hal baru dan sangat berbeda, walau dijalani namun rasanya tanpa penjiwaan. Baru pada awal tahun ke-3 TIK mulai menampakkan sungutnya dengan judul baru “bimbingan TIK”. Saat hari pertama masuk kelas IX dengan materi bimbingan TIK, saat itu pula saya menyadari betapa TIK menjadi sesuatu yang sangat asing bagi siswa, mereka sangat jauh dari kata teknologi. Jangankan aplikasi pengolah angka atau presentasi, sekedar mengetik dengan aplikasi pengolah kata saja banyak yang belum mengalami. Dengan adanya bimbingan TIK sudah sedikit lebih baik, namun dengan hanya 1 jam/minggu atau hanya 5 kali pertemuan persemester maka sangat kurang dan jauh dari memadai. Apa jadinya jika TIK benar-benar tidak diajarkan di sekolah, maka mereka tidak punya kesempatan lain untuk belajar TIK, khususnya yang di pedesaan, pedalaman dan perbatasan. Secara nasional berapa jumlah siswa yang sudah benar-benar melek dan menguasai TIK, berapa jumlah orang tua siswa yang kaya raya hingga mampu membelikan alat komunikasi modern. Lebih besar mana jumlahnya dengan siswa dari kalangan bawah yang hanya bisa belajar TIK dari sekolah.

Dalam 2,5 tahun ini implementasi K-13 baru dilaksanakan di sekolah pilot proyek, belum dilaksanakan pada semua sekolah. Sebagai contoh di kabupaten Wonosobo sekolah pilot proyek K-13 hanya ada 6 sekolah dari sekitar 130 sekolah SMP/MTs, artinya hanya sekitar 5%, sisanya yang 95% masih menggunakan kurikulum KTSP. Dengan hanya sekitar 5% kondisi sudah seperti ini, banyak penolakan terhadap permen 68/2014 dan 45/2015, banyak tuntutan untuk mengembalikan TIK sebagai mapel. Bisa dibayangkan jika 100% sekolah menggunakan K-13 dan mapel TIK dihilangkan, pasti gejolak yang timbul akan bertambah 95%. Akankah pihak pemegang kewenangan (puskur) tetap “ngotot”, tetap “keukeh” hendak menghilangkan mapel TIK menjadi bentuk lain yang jauh lebih buruk dampaknya. Untuk mempersiapkan siswa menjadi generasi emas, diperlukan kepekaan dan responsif dengan apa yang terjadi. Jika alasan TIK tidak perlu diajarkan dan bisa belajar sendiri, maka Penjaskes, Seni, Agama, IPS dan mapel lainnya bisa dilakukan tanpa pembelajaran khusus. Apalagi jika dihapuskan karena alasan kemudahan tentu mapel bahasa Indonesia yang notabene bahasa sendiri juga akan hilang, lalu apa yang akan terjadi? Bila ditanyakan pada setiap guru dari mapel tersebut, pasti mereka tidak akan rela mapelnya dihilangkan, walau mungkin secara muatan dan isi juga banyak yang tidak up to date.

Beberapa kata berikut mungkin bisa mewakili ungkapan dan harapan siswa, guru dan masyarakat terhadap pemerintah untuk lebih arif dan bijaksana dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.
  1. Sebuah kata hikmah “Bisa jadi sesuatu menurut anggapan kita mudah, kecil dan remeh, tapi bagi mereka yang belum tahu adalah sesuatu yang sulit, besar dan rumit”. Semudah menghidupkan dan mematikan komputer bagi yang sudah tahu, namun bagi yang belum tahu maka sesuatu hal yang sulit bila tidak diajarkan. Begitu juga dengan TIK mungkin adalah hal yang sepele bagi siswa dari orang tua yang serba kecukupan, apalagi bagi pejabat yang berada di lingkungan serba modern. Namun pernahkan terpikirkan bagaimana dengan siswa-siswa di daerah perbatasan, di pedesaan, di lereng pegunungan, di pedalaman dan daerah-daerah yang jauh dari kota dan pusat kota. Memang teknologi komunikasi termasuk internet sudah menjangkau hampir seluruh wilayah negeri ini, dimana hampir setiap siswa memiliki handphone, namun berapa persen dari mereka yang mampu membeli komputer, laptop yang merupakan obyek utama dalam pembelajaran TIK. 
  2. Kondisi realistis lebih akurat daripada kajian teoritis. Bertanya kepada yang benar-benar mengalami maka nuansanya akan lebih mendekati, bertanya pada yang membutuhkan maka rasanya akan lebih menggetarkan. Inilah yang pernah dilakukan Umar bin Khatab, yang menyamar dan berkunjung langsung pada masyarakat miskin (seorang ibu) yang ternyata kelaparan dan mengatakan “kemana saja Umar yang membiarkan kami kelaparan”, yang selanjutnya Umar memanggul sendiri karung berisi gandum untuk diberikan kepada ibu tua tersebut. Untuk masalah TIK ini maka bertanya langsung pada siswa adalah yang paling bijaksana. Apakah siswa butuh mapel TIK, apakah siswa senang mapel TIK, apakah mapel TIK memenjarakan siswa dan berbagai pertanyaan sejenis yang lain. Untuk analisis dan pentingnya TIK, maka guru TIK-lah yang paling bisa merasakan karena merekalah yang terjun dan berhubungan langsung siswa. Ibarat pertandingan sepak bola, maka yang paling tahu kondisi adalah para pemainnya, bukan penoton atau komentator yang ahli sekalipun. 
  3. Tiga hal menjadi pangkal keburukan yaitu takabur, hasad dan bakhil. Takabur semakna dengan sombong, merasa besar, merasa kuasa dan tak mau mengalah, tak mengakui salah dan tak mau untuk merendah. Hasad adalah dengki yang ujungnya tidak suka melihat orang senang dan tak mau berbuat sesuatu yang membuat orang lain senang. Bakhil sepadan dengan kikir atau pelit, suatu rasa berat untuk memberi, mampu tapi tidak mau. Sebenarnya dengan permen 68/2014 dan permen 45/2015 maka pekerjaan guru TIK menjadi lebih ringan dan lebih sedikit, namun kenapa para guru TIK menolak dan memperjuangkan kembalinya TIK. Tidak lain karena guru pejuang TIK masih punya hati yang tidak hanya memikirkan diri sendiri, namun lebih mementingkan siswa mereka yang membutuhkan TIK kembali. Aki 3 dan Om Jay, pada beliau kita bisa belajar betapa keras, teguh dan tegar perjuangan mereka yang bertajuk SAVE TIK / KKPI, perjuangan mereka yang tak kenal lelah, menguras tenaga, waktu dan biaya. Tak terhitung berapa biaya yang harus dirogoh dari kantong sendiri, demi sebuah harapan besar pada siswa agar terdidik TIK dengan baik. Melihat realita ini masihkah berat untuk membuka mata, susah melebarkan telinga dan enggan melunakkan hati untuk sekedar memenuhi harapan para pegiat dan pecinta TIK/KKPI. 
Guru TIK tidak berharap diperlakukan khusus sehingga harus dibuat permen 68 dan 45, karena toh selama ini sesungguhnya guru TIK sudah melakukan 3 hal yang tercantum dalam kedua permen tersebut, otomatis membimbing siswa siswa ketika pembelajaran, juga menjadi pembimbing guru ketika mereka mengalami kesulitan berkaitan dengan TIK serta menjadi pembimbing dan pembantu bagi tenaga kependidikan jika dibutuhkan. Guru TIK lebih berharap untuk bisa diperankan sebagai guru biasa yang bisa mengajar seperti guru lainnya. Guru TIK bukan guru luar biasa, bukan guru istimewa, karena guru TIK juga butuh belajar dan bimbingan guru lainnya, belajar tata tulis pada guru bahasa, belajar sains dari guru IPA, belajar logika dari guru matematika, belajar etika dari guru agama, belajar kreasi dari guru seni serta belajar banyak hal dari guru-guru yang lain.

Sebagai penutup tulisan ini, saya sampaikan bahwa pada dasarnya Mapel TIK adalah kebutuhan siswa, pokok dan penting. Mungkin saja 10 siswa kita sudah mahir menggunakan iPad atau Tablet, tapi apakah bisa kita pastikan ribuan siswa lainnya telah mampu dan mahir, atau juga sebatas pernah punya atau bahkan sekedar pernah melihat / memegangnya? Mapel TIK adalah salah satu jalan dan kesempatan bagi siswa untuk bisa belajar berinteraksi langsung dengan teknologi. Negara kita ketinggalan 20 tahun dalam hal perkembangan teknologi, jika mapel TIK dibuang dari kurikulum maka hilanglah kesempatan mereka untuk dapat belajar TIK dengan baik, mau kapan lagi? Akhirnya, semua kembali kepada pusat kurikulum (puskur), hanya doa guru TIK dan siswa-siswi kami "semoga Alloh SWT berkenan membukakan hati para pejabat dan pemilik kewenangan di pusat kurikulum, agar mereka mendengar keluhan kami, melihat kebutuhan siswa kami dan akhirnya melakukan peninjauan kembali untuk bisa mewujudkan TIK kembali menjadi mata pelajaran, Amin".

Apapun posisi kita, baik sebagai orang tua, sebagai pendidik atau sebagai pejabat kita sadari bahwa semuanya adalah amanah. Amanah adalah kepercayaan, amanah adalah titipan dan amanah adalah kemuliaan, maka harus dijaga dengan penuh kemuliaan. Bersikap rendah hati tidak akan merendahkan harga diri, bersikap pemurah tidak akan menjadikan diri kita berharga murah. Sebaliknya bersikap angkuh karena merasa tinggi dan berhati keras karena merasa berkuasa tidak akan membuat kita tinggi yang dimuliakan, tidak akan meneguhkan kita dalam posisi yang mendamaikan. Selamat beraktifitas, semoga kita bisa melakukan yang terbaik sesuai tugas dan kewenangan kita. <38983>
Kunjungi tulisan kami di web kompasiana.com-tik masa depan