text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...

Rabu, 09 Oktober 2019

PKP, Zonasi, HOTS dan Hubungannya dengan Peran SMPN 2 Kepil dalam Pendidikan

Hari ini, Rabu 9 Oktober 2019 bertempat di ruang media lantai 2 SMP Negeri 2 Kepil sedang berlangsung Pelatihan PKP Berbasis Zonasi untuk mata pelajaran Matematika jenjang SMP. Nampak hadir sekitar 20-an guru Matematika SMP di wilayah Kepil, Sapuran dan sekitarnya untuk mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. Pelatihan PKP ini dijadwalkan sebanyak 5 kali pertemuan, hari yang dipilih adalah Rabu sesuai dengan hari MGMP mata pelajaran Matematika. Acara dibuka oleh kepala SMP Negeri 2 Kepil Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd. mewakili dinas Dikpora yang kebetulan sedang ada acara di tempat berbeda. Bertugas sebagai fasilitator adalah Bapak M. Bagus Panuntun, S.Pd, yang mendapat mandat dari pusat untuk melaksanakan diseminasi setelah mendapatkan pelatihan sebagai Guru Inti di P4TK Matematika Yogyakarta. Intinya untuk berbagi ilmu pengetahuan, wawasan baru dan pengalaman untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran.

Sehari sebelumnya, salah satu guru hebat dari SMP Negeri 2 Kepil yang lebih dulu bertugas dalam pelatihan PKP Berbasis Zonasi pada bidang Bimbingan Konseling (BK), beliau adalah Bapak Drs. H.M. Abdul Latif, M.Pd. Beliau melaksanakan diseminasi setiap hari Selasa (sesuai hari MGMP), bertempat di sekolah sebelah, SMP Negeri 1 Kepil. Beliau ditunjuk oleh pusat mengikuti pelatihan Guru Inti Bimbingan Konseling yang berlokasi di Hotel Grand Quality Yogyakarta. Hebatnya beliau dinyatakan sebagai peserta terbaik, karena di akhir pelatihan beliau memperoleh skor nilai tertinggi. Ini adalah prestasi besar dan membanggakan. Kiranya hal inilah yang menjadi latar belakang kepala sekolah memberi perintah kepada kami untuk melakukan wawancara dan membuat tulisan tentang sosok Pak Haji Latif, tentang PKP dan tentang ditunjuknya SMPN 2 Kepil sebagai pusat belajar. Namun saat itu rasanya belum cukup bahan untuk memunculkan ide dan gagasan, ditambah belum ada mood menulis karena terasa masih ada yang belum lengkap terkait konsep PKP Berbasis Zonasi dan seluk beluknya.

Nah, ide dan gagasan lengkap mulai muncul setelah waktu berlalu dua hari kami (penulis) berada di P4TK Seni Budaya Yogyakarta, untuk mengikuti pelatihan Guru Inti mata pelajaran Informatika. Sebenarnya bagi kami tugas pelatihan ini hanyalah kebetulan saja, sebagai bentuk konskuensi dimana sekolah kami yang merupakan salah satu dari 4 sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah Pilot Project Informatika di kabupaten Wonosobo. Belum sempat menuliskan ide, selang seminggu kemudian disusul tugas baru untuk mengikuti pelatihan yang dijadwalkan 3 hari, dengan materi yang lebih fokus pada penguatan tentang mata pelajaran Informatika yang akan diterapkan di banyak sekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021 mendatang. Selama menginap di hotel RTSL (Ruang TU SMPN 1 Leksono) itulah tulisan ini mulai kami dengan judul HOTS di atas. Sekilas seperti judul di atas seperti sebuah judul thesis atau proposal pengajuan judul skripsi. Lalu apa hubungannya dengan SMP Negeri 2 Kepil, seberapa besar korelasinya. Selamat menyimak sajian kami, semoga bermanfaat.

Apa itu HOTS dan PKP, apa tujuannya dan bagaimana polanya. Dari sana akan terjawab dengan sendirinya pertanyaan tentang mengapa harus ada Program PKP Berbasis Zonasi. Secara singkat akan kami coba paparkan sebagai berikut :
Pengertian mendasar tentang PKP, Zonasi dan HOTS
  1. PKP, adalah singkatan dari Peningkatan Kompetensi Pembelajaran, program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa melalui pembinaan guru dalam merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada HOTS. 
  2. Zonasi merupakan rangkaian kebijakan yang utuh, terintegrasi, dan sistemik dalam melakukan restorasi di sektor pendidikan, bisa juga disebut sebagai bentuk penyesuaian kebijakan dari sistem rayonisasi.
  3. HOTS, adalah singkatan Higher Order Thinking Skills. yang artinya adalah keterampilan berfikir tingkat tinggi, adalah proses berfikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar. (Resnick:987) 
Manfaat Program PKP, meliputi: 
  • Membiasakan guru untuk membuat pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penilaiannya.
  • Membiasakan siswa untuk berpikir tingkat tinggi sehingga dapat meningkatkan kompetensinya
  • Memberikan acuan kepada kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik
  • Memberikan acuan kepada pengawas sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik dan manajerial
Tujuan Zonasi, diantaranya:
  • Meningkatkan efisiensi dan efektifitas serta pemerataan mutu pendidikan, dimana kegiatan dilakukan secara terintegrasi dalam satu area wilayah dengan mempertimbangkan jarak, akses, dan volume guru yang ikut serta.
  • Penerapan zonasi dapat juga digunakan untuk dasar redistribusi dan pembinaan guru, untuk mengurangi ketimpangan antara sekolah kota dan desa.
  • Sistem zonasi juga bisa digunakan dalam upaya pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan. 
  • Zonasi juga diterapkan pembinaan peserta didik, baik kegiatan akademik maupun non akademik.
Pembelajaran HOTS, ini komponennya:
Ada tiga aspek yang menjadi dasar dalam proses pembelajaran keterampilan berfikir tingkat tinggi, yaitu:
  1. Transfer of Knowledge; # Keterampilan berpikir sesuai dengan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor yang menjadi satu kesatuan dalam proses belajar dan mengajar. # Dimensi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif
  2. Critical and Creatif Thinking; # Keterampilan yang dikerahkan dalam memecahkan permasalahan yang muncul, mengambil keputusan, menganalisis,  menginvestigasi, dan menyimpulkan. FRISCO = Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity, Overview.
  3. Problem Solving; # Keterampilan yang memiliki keinginan kuat untuk dapat memecahkan masalah yang muncul pada kehidupan sehari-hari.
Berikut rincian ranah kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOT) didasarkan pada bagan Level Kognitif dari taksonomi Bloom yang telah direvisi. Dalam bagan tersebut, terdapat 6 dimensi proses kognitif: C1 Remember (mengingat), C2 Understand (memahami), C3 Apply (mengaplikasi), C4 Analyze (menganalisis), C5 Evaluate (menilai), dan C6 Create (mencipta). Pembahasan lebih rinci dapat dibaca pada judul khusus tentang pembelajaran HOTS (cooming soon).

SMP Negeri 2 Kepil Sebagai Sumber Belajar.
Sebuah cita-cita mulia, kreatif dan inovatif dari kepala sekolah untuk menjadikan kampus SMP Negeri 2 Kepil sebagai sumber belajar adalah sebuah semangat yang sangat bagus untuk didukung dan diapresiasi. Dan hal ini telah terbukti dengan dilaksanakannya pelatihan PKP Berbasis Zonasi untuk mata pelajaran Matematika SMP seperti yang telah ditulis di atas.

Tidak mudah, tidak ringan dan butuh perjuangan dan pengorbanan untuk berani mengajukan diri sebagai sumber belajar. Hal utama adalah ketersediaan sarana meliputi; ruang pelatihan, ruang kebersihan (toilet), sumber listrik (daya), akses internet (wifi), kemudahan transportasi dan akomodasi. Satu lagi yang utama adalah adanya sumber daya manusia (guru, tentor atau fasilitator) yang siap melakukan fasilitasi untuk berbagi ilmu, pengetahuan, keterampilan dan inspirasi. Untuk hal-hal ini sudah menjadi komitmen kepala sekolah untuk terus berbenah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui layanan pendidikan yang terbaik.

Sebenarnya, jauh sebelum dilaksanakan pelatihan PKP kemarin, SMP Negeri 2 Kepil telah menjadi sumber belajar bagi sekolah-sekolah lain di bidang teknologi informasi, khususnya pada aplikasi Dapodik. Adanya Pak Ronto yang memiliki talenta hebat, kemauan belajar yang tinggi dan jiwa sosial kuat sangat mendukung bagi perkembangan SMP Negeri 2 Kepil sebagai sumber belajar. Bahkan jika boleh bermimpi, ke depan jika Laboratorium Komputer sudah lebih memadai baik kuantitas maupun kapasitasnya maka untuk pembelajaran teknologi informasi bagi guru-guru SD dan SMP di Zonasi Kepil dan sekitarnya bisa berpusat di SMP Negeri 2 Kepil ini (seperti sekolah kami sebelumnya di Magelang). Harapannya, ke depan tidak hanya mata pelajaran Matematika saja, namun bisa merambah ke mata pelajaran dan bidang-bidang lainnya.

Jujur saja, banyak teman-teman guru di Wonosobo ini khususnya di zona timur yang membutuhkan suntikan pengetahuan dan keterampilan, suntikan semangat dan motivasi serta suntikan wawasan dan pemanfaatan teknologi informasi yang terus diperbaharui. Jika peluang ini bisa diakuisisi, lalu dibuat narasi, kemudian programnya ditransmisi ke sekitar maka SMP Negeri 2 Kepil ini akan bisa lebih memberi, meng-injeksi dan membangun isnpirasi, maka dengan sendirinya terbentuk aktualisasi dan jati diri. Jika ini menjadi kepahaman bersama, maka dalam rangkaian proses pendidikan dimulai dari input, proses, evaluasi dan output akan lebih mudah dan lebih terkondisi, insya-Alloh.
Selamat berkarya, selamat beraktifitas semoga sukses.

4 komentar:

  1. Selamat dan Ikut berbangga pak...salam dari SMP N 1 Tegalrejo Magelang...semoga ke depannya kita dapat belajar bersama sama lagi...

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah ... mengikuti Diklat PKP (baru satu hari), ternyata banyak wawasan dan ilmu baru yang kami peroleh. Menjadi guru ternyata tidak hanya bisa menyuruh anak didiknya untuk belajar, namun kami pun juga harus belajar. Salah satunya belajar untuk dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran yang efektif, efisien, kondusif, menyenangkan dan memberikan pengalaman yang berharga untuk anak didik, sesuai tuntutan kurikulum dan perkembangan ilmu dan teknologi. Memang tak mudah. Dengan niat "Bismillah", semoga dengan mengikuti Diklat PKP dapat memotivasi untuk pengembangan diri lebih baik.
    SELAMAT menjalankan tugas, kagem Bapak M.Abdul Latif,M.Pd, Bapak Maryanto,S.Kom, Bapak M.Bagus Panuntun,S.Pd sebagai GURU INTI dan FASILITATOR dalam Diklat PKP 2019. Semoga ALLOH senantiasa memberikan kelancaran dan keberkahanNYA.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas kunjungan, komentar dan suport Bu Rini, senior sekaligus guru saya.
      Banyak Bapak/Ibu guru di luar sana yang jauh lebih hebat dari saya, hanya saja mereka belum tertangkap kamera pejabat di atas sana.
      Saya hanyalah pupuk bawang, sekedar ada walau tak berasa, namun semoga walau sedikit saya bisa berikan untuk kebaikan bersama. Insya-Alloh ...

      Hapus