text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...

Selasa, 05 Mei 2015

Lentera Hikmah -2 : Untuk Kebaikan, Mulai Saja, Lakukan Saja, Walau Serasa Kecil dan Tak Seberapa

Sukses adalah cita-cita hampir setiap orang dari sekian banyak manusia yang ada. Oleh karenanya, muncul banyak macam definisi dan pengertiannya, timbul perbedaan satu dengan yang lain ukuran dan standarnya, bervariasi pula cara menyikapi kesuksesan, berikutnya muncul trik dan metode yang berbeda pula tentang cara untuk menggapainya. Dan ini wajar adanya, perbedaan adalah bagian dari kehidupan yang sering disebut sunatulloh. Beragam pendapat, pandangan dan sikap seseorang terhadap suatu hal melambangkan jiwa dan kematangan seseorang terhadap suatu hal yang bersangkutan. Semakin banyak belajar, semakin lama berinteraksi, semakin sering berkontribusi maka akan semakin terbuka wawasan dan cara pandangnya, semakin matang tingkat kedewasaannya dan semakin mapan konsistensi dan aktualisasinya.

Ada sebagian orang (yang merasa besar) yang memandang remeh hasil karya temannya, memandang kecil pekerjaan tetangganya, memandang rendah derajat saudaranya atau memandang sebelah mata sikap baik anak-anak yang menjadi asuhannya. Orang seperti ini hanya akan heran dan merasa kagum dengan sesuatu yang besar dan spektakuler, yang "super wah" dan meledak secara kontemporer. Mereka ini tidak mau menelisik bagaimana sesuatu yang besar itu dimulai, bagaimana sesuatu yang spektakuler itu dirintis, bagaimana keberhasilan itu sangat berat pada awalnya. Mereka terbiasa kurang peduli dan cenderung bersikap "terima bersih, terima jadi". Mereka kurang memahami, tak mau tahu, tak peduli dan kurang menghargai beratnya penderitaan, keprihatinan dan perjuangan seseorang dalam usaha mencapai suksesnya, meniti tangga demi tangga dalam  meraih nama besar dan ketenarannya.

Alhamdulilah, kami bisa meneruskan tulisan bertajuk Lentera Hikmah untuk seri -2. Tulisan kali ini terinspirasi setelah membaca beberapa kisah sukses yang diraih dengan penuh perjuangan, karena penuh keterbatasan terutama dari segi ekonomi. Sukses yang bukan hanya diukur dari banyaknya materi yang diperoleh dari pekerjaannya, bukan hanya diukur dari pangkat yang ada di pundaknya, bukan pula jabatan / posisi yang dipercayakan padanya, juga bukan predikat hebat karena ketenarannya semata. Bahkan suksesnya bukan untuk diri sendiri, namun diimbaskan dan dimanfaatkan untuk kepentingan banyak orang. Kehadiran dirinya, idenya, pemikirannya dan perannya yang mampu menjadi inspirasi banyak orang untuk meraih sukses, yang turun-temurun, menyebar dan menjalar ke segala lapisan. Orang seperti ini mampu mendedikasikan ilmu, ide, pemikiran, waktu dan tenaganya untuk kemajuan peradaban negara, khususnya Indonesia.

Banyak sekali tokoh sukses di dunia ini, ada Bill Gates pendiri dan pemilik Microsoft, ada Mark Zuckerberg pemilik Facebook, yang dalam negeri ada Aburizal Bakrie, Chairil Tanjung, Arifin Panigoro dan masih banyak lagi. Namun untuk ulasan kali ini akan kami ambil tokoh sukses yang sejalan dan seiring dengan dunia kita, dari dunia pendidikan.  Kali ini kami akan mengambil hikmah dari kesuksesan Prof. Dr. M. Suyanto, MM, sosok yang sukses menjadi inspirasi bagi kesuksesan banyak orang. Bagi kalangan IT pasti akan mengenal siapa Prof. Suyanto, yang dikenal sebagai pendidik sekaligus enterpreneur sejati. Beliau adalah pendiri sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika (STMIK) Amikom Yogyakarta, yang sekarang menjadi salah satu perguruan tinggi kelas dunia, Amikom dijadikan contoh oleh UNESCO sebagai Perguruan Tinggi Swasta Dunia Model Private Entrepreneur.

Acara Bincang-bincang Sore di RBTV jam 15.30 - 16.30 adalah sebagian acara yang mengulas dan mengeksplore tentang kiprah dan sukses beliau. Prof Suyanto, begitu panggilan akrabnya adalah sosok yang dianggap sukses di berbagai sisi, terutama di bidang pendidikan dan enterpreneur. Deretan gelar pendidikan dari S1 FMIPA UGM (1987), S2 Magister Managemen UGM (1993) dan Ph.D in Management USA (1998) serta S3 Doctor Ilmu Ekonomi UNAIR (2007) adalah bukti kesuksesan dan kerja kerasnya dalam mengasah kemampuan di bidang keilmuan. Cukup berat perjuangan untuk menyelesaikan pendidikannya, semasa S1 dia harus bekerja keras dengan "nyambi" menjadi pengajar di sekolah, berdagang dan berbagai pekerjaan lainnya. Saat ini berbagai pekerjaan dan posisi penting yang dijalaninya adalah bukti kesuksesan karirnya. Ketua STMIK AMIKOM Yogyakarta, Direktur Primagama Group , Direktur Pusat Pendidikan Komputer dan Manajemen IMKI, Komisaris utama RBTV, Komisaris Utama PT.GIT Solution, Komisaris Utama Time Excellindo, Komisaris Utama Radio SWA FM, Komisaris Utama Mataram Surya Visi, Komisaris Utama Amikom Training Center, Ketua Dewan Pengembangan Program MM STIE "ABI" Surabaya, serta masih banyak lagi.

Beberapa point penting yang kami ambil dari perjalanan sukses Prof Suyanto dan beberapa sumber inspirasi dari kisah perjuangan sukses tokoh yang lain, secara sederhana kami uraikan sebagai berikut :
  1. Banyak cerita orang-orang sukses berawal dari mimpi. Karena itu siapa pun yang ingin sukses, jangan takut bermimpi. Jangan takut bercita-cita besar, sekali pun belum tahu harus dari mana memulai mewujudkannya.
  2. Kesuksesan hanya dapat diraih dengan kerja keras. Dalam kondisi pas-pasan, dalam kondisi yang kurang mendukung-pun kalau dijalani dengan "kerja keras" maka akan berbuah kesuksesan, maka kerja keras adalah kunci pertama bagi siapa saja untuk sukses, untuk tetap bertahan dalam sukses dan untuk meraih sukses-sukses berikutnya.
  3. Semua yang besar dimulai dari yang kecil, begitupun perusahaan top dunia awalnya dari perusahaan kecil, merangkak dari bawah, artinya untuk menjadi besar harus siap berjuang memulai dari yang kecil. Dengan begitu menjadi tahu suka dukanya, tambah ilmu dan kesabarannya, makin matang jiwa dan pemikirannya.
  4. Kegagalan dan hambatan adalah bagian dari kesuksesan. Hambatan adalah tantangan untuk menjadi dewasa, kegagalan adalah ujian untuk menjadi lebih dewasa, lebih bijaksana. Hambatan dan kegagalan yang diratapi hanya akan menutup jalan selanjutnya.
  5. Jangan takut untuk berbuat baik, jangan tunda-tunda untuk memulai, di manapun, kepada siapapun dan kapanpun. Oleh karena itu bila kita punya ide dan pemikiran yang baik - sampaikan, bila ada ide dan pemikiran orang lain yang baik - dukung dan bantu semaksimal mungkin.
  6. Berbagi kesuksesan, berbagi kebahagiaan. Bahwa hal yang baik sebaiknya tidak untuk disembunyikan, tidak hanya untuk dinikmati sendiri. Dengan berbagi kesuksesan dan kebahagiaan tidak akan berkurang, namun semakin bertambah.
Sukses tiap orang berbeda menurut kadar dan kapasitasnya, tidak harus seperti Bill Gates, tidak harus seperti Prof. Suyanto. Namun motivasi dan semangatnya yang harus selalu kita ambil sebagai inspirasi.  Akhirnya semua dikembalikan kepada kita, mau menjadi lebih baik atau tidak, mau lebih sukses atau sebaliknya. Prinsipnya, bahwa "Kebaikan, sampai kapanpun akan tetap menjadi kebaikan dan hanya akan berbuah kebaikan, kapan saatnya cuma masalah waktu. Demikian pula sebaliknya keburukan sampai kapanpun akan menjadi keburukan dan hanya akan berbuah keburukan, kapan menuai cuma masalah waktu". Maka dari itu, mari kita pastikan diri untuk menjadi pejuang kebaikan, mulai saat ini, mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini. Untuk setiap kebaikan, mulai saja, lakukan saja, walau sebagian orang menilai kecil dan tak seberapa. Tepat kata ini "Berbuat kebaikan tidak akan pernah rugi", terkait rejeki jangan khawatir "Rejeki tak pernah tertukar".  

Kita bisa belajar dari siapapun, guru, teman, saudara, bahkan murid atau anak kecil sekalipun. Terima kasih Bu Arita Sufa'ati, S.Pd dari SMPN 2 Kalibawang (Kalikarung) atas ceritanya yang panjang dan tak terputus (hampir 2 jam) selama menjadi pengawas ruang UN di Ngropoh, banyak pelajaran dan hikmah yang kami peroleh. Selamat melanjutkan aktifitas, selamat bekerja dan selamat berjuang, semoga sukses. <30580>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar