text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...

Jumat, 06 Mei 2016

Paket PPDB-2016, Try-Out Ujian Nasional SD/MI - Lancar dan Meriah (1)

Pagi ini dengan segenap kebahagiaan dan harapan yang membuncah kami menyapa pembaca semuanya dan mengajak untuk memulai aktifitas pagi ini dengan optimis dan penuh semangat. Terlebih dahulu, mari kita panjatkan syukur -Alhamdulillah, atas segala nikmat dan limpahan karunia yang tak terhitung jumlahnya, kesehatan, kesempatan, kemudahan, kebahagiaan dan kedamaian.

Demikian adanya SMPN 2 Kepil telah memulai babak baru dalam menyongsong tahun ajaran 2016/2017 dengan kegiatan Try-Out (TO) Ujian Nasional bagi siswa SD/MI telah terlaksana dengan baik, lancar dan sangat meriah. Kegiatan ini adalah salah satu bagian dari paket kegiatan panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2016. Tujuan utamanya adalah sosialisasi (publishing) profil sekolah kepada masyarakat umum dan lebih khusus kepada siswa SD/MI tentang banyak hal tentang sekolah ini. Paket kegiatan yang dikemas dalam bentuk TO ini adalah model baru / inovasi yang dterapkan oleh SMPN 2 Kepil, baru mulai dilaksanakan tahun 2016 ini.

Beberapa manfaat, keuntungan dan keunggulan yang kami rasakan dalam melakukan proses sosialisasi dengan model TO ini diantara adalah ;
  • Bisa memberikan sumbangsih sesuatu yang bermanfaat dan menarik bagi siswa kelas VI, yaitu salah satu media untuk mengukur kesiapan diri menghadapi ujian nasional dan sekaligus refreshing dan membuka wawasan baru ketika bertemu dengan banyak siswa dari sekolah lain.
  • Bisa menghadirkan siswa SD/MI dan orangtua/masyarakat untuk datang ke lokasi sekolah sehingga mereka bisa melihat langsung berbagai hal yang merupakan keunggulan sekolah, dengan begitu mereka bisa merekam dan mendapat banyak hal yang tidak bisa diperoleh secara lengkap ketika sosialisasi hanya disampaikan secara verbal, visual atau brosur.
  • Wahana bagi sekolah untuk bisa menampilkan berbagai keunggulan sekolah, kreatifitas siswa dan inovasi dari guru. SMPN 2 Kepil memiliki grup karawitan gamelan yang hebat, grup tari pensi yang oke, grup silat yang piawai, grup theater yang memukau, grup band yang keren, grup paskibra dan pramuka yang kompak, grup stand-up comedy yang lucu abis dan grup ekstra lainnya dengan berbagai prestasi dan juara.
Terima Kasih Sponsor
Untuk kegiatan TO ini panitia membuat dan mengajukan proposal kerjasama (sponsorship) kepada beberapa stake holder, usaha/badan usaha serta masyarakat sekitar. Alhamdulillah proposal kerjasama itu mendapat sambutan baik dan mendapat dukungan penuh dengan diperoleh banyak sponsor untuk kegiatan ini, bak untuk doorprize maupun dana untuk operasional. Bantuan untuk doorprize ada yang berwujud barang, uang dan voucher belanja di Indomart, Alfamat dan Matahari. Khusus doorprize yang berwujud voucher belanja berjumlah 24 dengan total harga sekitar 1,2 juta rupiah. Beberapa berupa barang mulai dari kalender, buku, dosgrip, alat sekolah, hingga payung. Ada juga yang memberikan berupa uang untuk juara harapan 1-3 (rangking 4, 5, 6) dan banyak yang berupa uang mulai dari 25 ribu hingga 200 ribu. Ada beberapa orang / usaha dagang yang meberikan bantuan beruapa paket makanan (snack) dan minuman kemasan kaleng. Ada lagi yang memberikan bantuan berupa paket banner/spanduk selamat datang. Satu lagi ada yang memberikan bantuan berupa  paket tenda dan kelengkapannya.

Secara khsusus kami sampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para sponsor baik perusahaan, badan usaha ataupun perorangan yang telah memberikan bantuan untuk pelaksanaan TO UN SD/MI tahun 2016 ini. Berikut daftar sponsor dalam kegiatan TO ini :
  1. Alim Lam FC – Randusari
  2. IDA Foto Copy - Kwaderan, Salaman
  3. TB. JAYA LESTARI – Randusari
  4. TB. MAJU JAYA - Kaliabu, Salaman
  5. TB. LANCAR – Kaliabu, Salaman
  6. KSPPS MELATI – Randusari
  7. BALQIS MOTOR – Bonjok, Kajoran
  8. Toko  PUTRA SAWIT - Randusari
  9. Toko  SIGMA MAT  - Randusari
  10. Toko  MULYA TANI – Rejosari
  11. Citra Selaras TERABIT - Randusari
  12. L J SALON – Randusari
  13. ELZA ROTI & SNACK - Kaliabu, Sslaman
  14. Bakso SURAOS SICANGGAH - Kagungan
  15. Bakso-Rames “MBAK SUTI” – Tunggangan, Kajoran
  16. Warung “NYAH-YEM” - Randusari
  17. Kantin "Mamake" - SMP 2 Kepil
  18. BPR Surya Yudha - Randusari
  19. Ratna FC - Wonosobo
  20. Abdullah, Ratna Yuli, Rini Utami - Guru spero
Penghargaan setinggi-tingginya dan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada semua guru dan karyawan SMPN 2 Kepil yang telah mencurahkan pikiran, waktu dan tenaga - yang tak ternilai harganya, semua ini tak mungkin berjalan sukses tanpa bantuan Bpk / Ibu semuanya. Atas bantuan dari semua pihak ini kami tak dapat memberikan balasan apapun - apalagi yang bersifat materi. Hanya untaian doa yang dapat kami panjatkan "Semoga semua bantuan, kebaikan dan ketulusan Bpk/Ibu menjadi catatan kebaikan, menjadi amal shalih, menjadi pembuka rejeki, menjadi pengobat sakit, menjadi pendamai jiwa dan penentram hati, sehingga kehidupan Bpk / Ibu sekeluarga senantiasa dilimpahi dengan kesejahteraan dan kebahagiaan", Amin.

Terlepas dari keberhasilan TO ini, tentunya banyak kesalahan dan kekurangan kami dalam menjalankan acara, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dengan waktu yang hanya berkisar 20 hari. Acara ini juga merupakan acara TO yang pertama dalam rangka PPDB selama ini, pasti banyak hal yang terlewat, banyak hal yang tercecer dan terlupakan. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga untuk kedepan pelaksanaan hal serupa bisa lebih baik dan lebih sukses. Terima kasih, selamat beraktifitas, semoga sukses. Bersambung ke tulisan (2) tentang Daftar peserta, Nilai TO dan Pemenang <202>

Kamis, 28 April 2016

Lepas Sambut Kepala Sekolah SMPN 2 Kepil, Pergantian Kepemimpinan Spero - Optimis Menjemput Sukses Berikutnya

Siapa sosok yang akan memimpin "SPERO" akhirnya terjawab sudah dengan dilakukannya serah terima jabatan (sertijab) kepala sekolah yang dilaksanakan di kantor Dinas Dikbudpora Wonosobo pada hari Selasa, 26 April 2016. Sosok pengganti kepala sekolah yang secara definitif menggantikan PLT kepala sekolah sebelumnya Bpk Bambang Nuryanto, S.Pd, MM.Pd adalah seorang Ibu yang sebelumnya menjabat kepala SMPN 4 Kepil, yaitu Ibu Dra. Diyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. Ibu Diyah - begitu panggilan akrabnya, akan menjabat kepala SMP Negeri 2 Kepil untuk 2 tahun 8 bulan ke depan, hingga habis masa jabatan beliau sebagai kepala sekolah.

Pelaksanaan lepas sambut kepala SMPN 2 Kepil dilaksanakan Kamis, 28 April 2016. Acara dilaksanakan dari pukul 09.00 - 11.30 WIB, bertempat di lantai 2 gedung utama, kantor tata usaha yang sekaligus merupakan aula pertemuan. Dihadiri pejabat dinas Dikbudpora yang diwakili pengawas SMP, Bpk Drs. H. Abdul Hadi, MM. Nampak juga dihadiri tamu undangan meliputi kepala SDN Randusari dan kepala SDN Rejosari, Kepala Desa Randusari, Komite SMPN 2 Kepil, Rombongan pengantar dari SMPN 4 Kepil yang terdiri dari guru, karyawan dan komite, serta dihadiri  oleh segenap guru karyawan SMPN 2 Kepil.

Bertindak sebagai pembawa acara adalah pakar MC yang alumnus "Permadani" Bpk. Eko Sutomas, S.Pd dan Ibu Rini Utami, S.Pd, menggunakan bahasa jawa yang sangat fasih dengan bahasa kawi yang adiluhung. Beberapa kata sambutan mulai dari kepala sekolah lama (PLT), kepala sekolah baru, wakil kepala sekolah, komite dan pengawas SMP mengisi acara demi acara yang diselingi dengan beberapa penampilan pentas seni kreatif hasil bimbingan dari guru-guru senior SMPN 2 Kepil, Bu Ruti dan Bu Isti. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan photo bersama segenap guru karyawan mengapit kepala sekolah lama dan kepala sekolah yang baru.

Akhirnya, mari kita lanjutkan perjuangan bersama dalam membangun sistem, membangun manajemen pengelolaan sekolah ini untuk mewujudkan sekolah yang menjunjung tinggi profesionalitas dan sportifitas demi kemajuan pendidikan di sekolah ini. Selamat beraktifitas, semoga bermanfaat.

Selasa, 19 April 2016

Sambut PPDB - 2016, SMPN 2 Kepil Akan Adakan Try-Out Ujian Nasional SD/MI

Ujian Nasional SD/MI akan dilaksanakan tanggal 16-18 Mei 2016, selang 1 minggu dengan UN SMP yang akan dilaksanakan 9-12 Mei 2016. Harapan dari setiap siswa, guru dan juga orang tua bahwa kegiatan Ujian Nasional berjalan lancar dan memperoleh hasil yang optimal, bagus dan meningkat. Untuk itu segala daya dan upaya perlu dilakukan, termasuk doa kepada Allloh sebagai penguasa tunggal seluruh jagat raya, semua ada dalam pengetahuan-Nya, semua ada dalam kekuasaan-Nya.

Menyongsong kegiatan UN untuk SD tersebut, Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri 2 Kepil akan menyelenggarakan TRY-OUT Ujian Nasional untuk SD/MI, khususnya bagi siswa kelas VI SD/MI. Dengan acara ini diharapkan siswa kelas VI SD/MI bisa belajar berbagai model soal, bisa menambah wawasan dan bisa sebagai media refreshing agar lebih siap menghadapi ujian nasional pada minggu ke-3 bulan Mei mendatang. Acara TO ini merupakan metode baru yang diterapkan SMPN 2 Kepil dalam paket kegiatan PPDB-2016, diharapkan dengan metode baru ini calon siswa yang menjadi tujuan promosi bisa melihat langsung di lokasi, bukan hanya dari brosur atau dari cerita tim promosi. Dengan melihat langsung dimungkinkan akan tahu lebih banyak tentang berbagai keunggulan yang dimiliki oleh sekolah baik dari fasilitas sarana-prasarana, berbagai karya siswa, berbagai bentuk kegiatan ekstra dan berbagai media yang ada di sekolah.

Acara TO dilaksanakan dengan soal yang dipilih dan dibuat oleh guru-guru SD sekitar yang ditunjuk. Try Out akan dilaksanakan Kamis, 5 Mei 2016 yang bertepatan dengan hari libur nasional (tanggal merah), dengan begitu diharapkan bisa dihadiri banyak peserta karena tidak mengganggu aktifitas sekolah atau aktifitas libur akhir pekan. Acara pokok TO direncanakan akan dimulai pada jam 08.00 - 09.00, mengerjakan paket soal yang berjumlah 50 soal yang terdiri dari 3 mapel UN SD. Setelah TO selesai, sambil menunggu hasil yang akan diumumkan pada jam 11.00 peserta TO akan dipersilahkan untuk menikmati sajian pentas seni, pameran karya siswa dan bazar murah. Di sela-sela pameran dan pentas akan diumumkan hadiah-hadiah doorprize yang disediakan sekolah dan sumbangan dari para sponsor. Sekitar jam 11.00 akan diumumkan pemenang TO dengan hadiah sebagai berikut :
  1. Juara 1, uang Rp. 150.000,-
  2. Juara 2, uang Rp. 100.000,-
  3. Juara 3, uang Rp. 50.000,-
Untuk mengikuti acara TO ini peserta dipersilahkan mendaftar kepada panitia di sekolah, atau bisa juga mendaftar secara kolektif di sekolah masing-masing kepada guru kelas. Biaya pendaftaran sangat terjangkau hanya Rp. 2000,- (dua ribu rupiah), karena merupakan paket TO pertama yang dilakukan sekolah. Semoga kegiatan ini  bisa berjalan lancar dan bermanfaat, amin.<864>`

Sabtu, 09 April 2016

Studi Wisata 2016 - K-1 ke Jatim Park-1 dan Petik Apel di Kota Batu Malang Jawa Timur, K-2 ke Pantai Goa Cemara, Malioboro dan Taman Pelangi Yogyakarta

Ujian sekolah bagi kelas IX dilaksanakan Senin - Sabtu, 4 - 9 April 2016. Sebanyak 11 mata pelajaran diujikan dengan 2 mata pelajaran setiap harinya, kecuali pada hari terakhir yang hanya 1 mata pelajaran yang dilanjutkan untuk koreksi bersama bagi guru yang ditunjuk sebagai korektor ujian sekolah. Di saat kelas IX melaksanakan ujian sekolah (US) siswa kelas VII dan VIII diliburkan, agar tidak mengganggu ketenangan pada saat ujian sekolah berlangsung.

Nah untuk memanfaatkan waktu libur, pada saat yang sama dilaksanakan kegiatan wisata / study tour bagi kelas VIII. Kegiatan studi wisata tahun ini di-komandan-i oleh Bpk Eko Sutomas, S.Pd dan Ibu Ruti Sumarni, M.Pd selaku sekretaris. Untuk tahun ini kelompok wisata kelas VIII terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok Malang dan Yogyakarta. Pembagian kelompok ini berdasarkan pada minat dan kemampuan yang menjadi latar belakang pemilihan tujuan wisata. Studi wisata dengan tujuan Malang dijadwalkan hari Selasa - Kamis, 5 - 7 April 2016 dengan tujuan obyek wisata Jatim Park-1 dan petik apel di kawasan lereng gunung Arjuna, sedangkan untuk tujuan Yogyakarta dijadwalkan Jum'at, 8 April 2016 dengan  tujuan obyek wisata pantai Baru / Kuwaru, pantai Goa Cemara, Malioboro dan Taman Pelangi di kawasan Monjali.

Studi wisata ke Malang diberangkatkan Selasa malam jam 09.00 dengan 2 armada yang terdiri 1 bus besar dan 1 bus kecil. Peserta Studi Wisata Malang adalah siswa sebanyak 76 orang dengan 6 guru pendamping. Guru yang bertugas mendampingi siswa tujuan Malang adalah Bpk Eko Sutomas, Ibu Ruti Sumarni, Bpk. Maryanto, Bpk Ismain, Bpk Abdullah dan Ibu Ratna Yuli. Rombongan sampai di kota Batu Malang pada pukul 06.30, langsung transit di rumah makan Brawijaya Malang dengan agenda kegiatan berupa mandi dan sarapan pagi. Mendekati pukul 10.00 siang rombongan masuk area Jatim Park-1, selanjutnya semua siswa menikmati berbagai wahana yang ada dari yang santai hingga yang wahana uji adrenalin antara lain, Volcano Coaster, Flying Tornado, Spinning Coaster hingga Pendulum 360. Agenda acara di Jatim Park-1 dijadwalkan hingga pukul 13.00, maka selanjutnya rombongan pindah ke tujuan obyek wisata Petik Apel di lereng pegunungan Arjuna. Di wahana petik apel rombongan disambut dengan hiburan Live Music ala Batu yang mengiringi acara santap siang di kebun Apel. Makan siang di kebun Apel adalah sensasi istimewa, dilanjutkan makan buah Apel dari hasil metik sendiri langsung dari pohonnya adalah pengalaman tersendiri.

Berikut kami tampilkan beberapa gambar yang mungkin bisa mewakili momen indah ketika rombongan menikmati indahnya wisata di kota Batu - Malang - Jawa Timur.



 

 

Adapun studi wisata dengan tujuan Yogyakarta berangkat dari sekolah Jum'at pagi, 8 April 2016 dengan 1 armada bus kecil, diikuti 18 siswa dan 3 guru pendamping, yaitu : Bpk Eko Sutomas, Ibu Ruti Sumarni dan Ibu Isti Supriyanti. Dimulai dari pantai Baru, pantai Goa Cemara, Malioboro dan terakhir di Taman Pelangi yang berada di dalam komplek Monumen Jogja Kembali (Monjali). Rombongan tiba kembali ke sekolah sekitar pukul 21.00 waktu Sirandu.

Dari segi persiapan dan pelaksaan kegiatan studi wisata tahun ini bisa dibilang SUKSES BESAR. Yang pertama karena dari seluruh siswa kelas VIII semua ikut berangkat studi wisata, tanpa satupun yang tercecer. Yang kedua, baru tahun ini bisa memberangkatkan rombongan siswa ke tujuan wisata utama (jauh) dengan jumlah terbesar - mencapai 2 armada, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya 1 bus saja.. Oleh karena itu penghargaan dan jempol untuk Bpk Eko Sutomas yang telah berhasil dan sukses dalam kegiatan studi wisata tahun 2016 kali ini. Banyak cerita baik suka maupun duka dalam perjalanan wisata ini, namun secara detil tidak bisa kami ceritakan di sini. Demikian tulisan yang bersisi informasi hiburan kali ini, semoga bermanfaat.

Sabtu, 19 Maret 2016

Oase -7: Pioner, Bukan Ahli Namun Inilah Langkah Tepat Menjemput Sukses

Seri tulisan Inovasi baru sampai pada edisi ke-4 dan masih tertahan sekitar 5 tulisan, namun terpaksa kami tunda karena situasi dan kondisi yang belum memungkinkan untuk menyelesaikannya. Sekedar untuk review seri inovasi yang telah terbit, berikut kami tampilkan kembali link 4 seri yang sudah kami tayangkan; Inovasi-1, Inovasi-2, Inovasi-3 dan Inovasi-4. Terinspirasi figur guru besar fakultas kedokteran UGM - Prof. drg. Etty Indriyati, Ph.D, sosok hebat yang pakar dan ahli dalam bidang antropologi forensik dan paleoantropologi, kami membuat tulisan Oase-7 yang mengangkat tema seluk beluk perjuangan menjadi pioner walau dalam kondisi kekurangan dan keterbatasan. Terlepas dari masa-masa  sulit untuk mewujudkan sebuah hal yang terlihat langka itu, namun ternyata yang terjadi selanjutnya sungguh di luar dugaan dan bahkan sama sekali tidak terbayangkan sebelumnya. Sebelum masuk ke prolognya, ijinkan saya untuk bercerita perjalanan, sebagian berbau pribadi – bukan untuk unjuk diri yang tak seberapa ini, hanya satu harapan semoga bisa menginspirasi dan menambah semangat menapaki episode pengabdian ini.

Tahun 2005 saya diberi tugas oleh kepala sekolah untuk membuat konsep dan desain site plant sekolah SMK Maarif ke depan, tugas itu bertajuk Desain Site Plant Maarif Tahun 2010. Konsep site plant itu berupa bangunan yang terintegrasi, bangunan berlantai dua yang lengkap dan futuristik mulai dari ruang kantor tata usaha, ruang tamu dan ruang kepala, 1 ruang guru, 15 ruang kelas, 2 lab komputer, 1 aula besar,  3 bengkel permesinan lengkap dengan tata letak mesin dan kelengkapannya, ruang security hingga lapangan tenis indoor. Alhamdulilah, setelah sekitar 2-3 minggu akhirnya desain  itu terwujud secara sederhana dengan menggunakan program Autocad 2000, dengan komputer “jangkrik” yang berbasis sistem operasi Windows 98. Saat itu belum ada aplikasi grafis 3 dimensi seperti yang marak saat ini semisal 3D Max, Revit Architecture, Archicad, Tekla, Rhinoceros atau Google SketchUp. Tidak banyak, bahkan masih sangat jarang (asing) orang yang mampu dan menguasai program Autocad 2000 yang membutuhkan imajinasi geometri, perhitungan dimensi dan berbagai bentuk tampilan proyeksi, karena memang belum lazim digunakan serta berbagai keterbatasan teknis lainnya. .

Gambar desain site plant yang kami kerjakan tersebut dapat dilihat secara 3 dimensi, dapat dilihat per bagian, per ruang, per tingkat/lantai bahkan dapat dilihat secara "peritilan", artinya dapat dilepas perbagian dan dapat dirangkai kembali. Pada perjalanan berikutnya desain itu lalu dijadikan acuan pembangunan gedung dan sarana prasarana kampus stemakid yang dapat dilihat seperti sekarang ini. Pada akhir tahun 2006, desain site plant tersebut dipamerkan oleh kepala sekolah kepada direktorat SMK yang waktu itu menyempatkan diri berkunjung ke kampus stemakid. Sungguh tak terbayangkan sebelumnya bahwa desain itu akan dilihat pejabat direktorat, bahkan kemudian mendapat respon positif dengan akan digulirkannya bantuan untuk realisasi rencana pembangunan gedung tersebut. Saat bersamaan juga disaksikan oleh beberapa pejabat dinas pendidikan Kab. Magelang, dan salah satu dari mereka menyatakan bahwa pada desain site plant tersebut adalah satu-satunya desain sekolah dengan tampilan 3 dimensi yang ada di kabupaten Magelang. Alhamdulillah, semua yang terjadi adalah karunia Alloh semata dan merupakan berkah yang tiada terkira.

Kepala sekolah yang visioner dan piawai dalam komunikasi adalah salah satu keunggulan sekolah kami. Tidak berselang lama, maka tahun berikutnya (2006) sekolah kami mendapat undangan ke Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Jakarta (Dikmenjur, sekarang berubah menjadi Direktorat Pembinaan SMK). Maka kemudian kami bertiga (kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan diri saya)  berangkat ke Direktorat Jakarta untuk presentasi best practice dan rencana ke depan. Untuk kepentingan ini saya kembali ditugasi untuk membuat profil dan bahan tayang yang mengusung tema “Berani Tampil Beda”, yang kemudian kami presentasikan di depan pejabat dewan penilai di Direktorat Jakarta. Terus terang sebenarnya saat itu saya merasa pesimis dengan apa yang kami miliki, dengan apa yang kami buat dan kami presentasikan, apalagi jika dibanding dengan 30-an sekolah lain se Indonesia yang melakukan presentasi pada hari yang sama.

Apa yang terjadi kemudian sungguh di luar bayangan saya yang sama sekali tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Beberapa bulan kemudian SMK ini dinyatakan layak dan ditunjuk menjadi sekolah penerima paket Program Jardiknas yang berarti menjadi pusat pengembangan IT (ICT Center) di Kabupaten Magelang dalam program Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas). Dampak berikutnya, saya ditunjuk menjadi koordinator ICT Center Kab. Magelang, dan konskuensinya harus wira-wiri di wilayah Jawa Tengah, hingga forum yang berskala nasional di Malang Jawa Timur. Tahun berikutnya saya harus siap ditunjuk untuk bertugas menjadi Ketua Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), hal ini karena sekolah membuka jurusan baru, sementara belum ada guru yang spesialis bergelar sarjana komputer. Bak pepatah  tiada rotan akar pun jadi, maka saya yang tidak memiliki latar belakang pendidikan jurusan komputer dengan segala apa adanya siap tidak siap - mau tidak mau harus menjalani.

Sejak saat itu perkembangan SMK Maarif Kota Mungkid maju pesat dan semakin dikenal luas. Terlebih lagi sebagai ICT Center diberi kewenangan mengelola/mengendalikan jaringan internet dari program jardiknas, membagi koneksi internet serta menyalurkan ke sekolah-sekolah dan kantor pemerintah yang menjadi klien. Konskuensi berikutnya sebagai ICT Center berperan dan bertugas mengadakan pelatihan pemanfaatan ICT bagi sekolah-sekolah di wilayah Kab. Magelang.  Maka mulai tahun 2007 secara marathon kami mengadakan pelatihan ICT bagi guru, pustakawan, dan TU dari beberapa sekolah SD, SMP dan SMU. Beberapa sekolah bahkan "bedol sekolah" selama satu minggu membawa seluruh guru dan karyawan untuk belajar pemanfaatan ICT ke sekolah kami. Kami dibantu beberapa teman kami dipaksa keadaan untuk menjadi nara sumber dan memberikan pelatihan ICT bagi sekian jumlah guru, pustakwan dan TU.

Inilah episode perjalanan manusia yang ternyata bisa terjadi di luar nalar dan di luar bayangan. Saat ini, ketiga orang pernah meretas jalan ke Direktorat Jakarta sudah tidak aktif lagi di sekolah ini. Kepala sekolah saat itu (Bapak Drs Sugeng Riyadi, M.S.T) sekarang sudah menjadi pejabat di Disdikpora Kab. Magelang sebagai kepala bagian ketenagaan, adapun wakil kepala sekolah saat itu (Ibu Mustikawati, S.Pd) sekarang bertugas menjadi guru senior (PNS) di SMKN Windusari Magelang, dan saya (Pak Mar) hijrah menjadi guru yunior di SMPN 2 Kepil Wonosobo. Satu pesan kepala sekolah saat itu adalah "Bekerja ikhlas sajalah, maka yang berikutnya adalah kewenangan sing ngecet lombok", yang tidak pernah tidur dan selalu membalas setiap kebaikan dengan kebaikan yang lebih banyak.

SMK Maarif Kota Mungkid yang beralamat di jalan Mayor Unus Kota Mungkid, Desa Deyangan Kec. Mertoyudan saat ini telah menjadi sekolah besar dan cukup bergengsi. Jumlah murid hampir mencapai 900 siswa yang tersebar dalam 24 kelas adalah jumlah yang besar untuk sekolah swasta di wilayah pedesaan. Pada saat PSB sementara sekolah swasta lain sibuk mencari murid baru, sekolah ini bisa memilih calon murid baru, dan sebagian lainnya terpaksa ditolak karena kuota sudah terpenuhi. Bangunan gedung yang megah, kelengkapan peralatan praktik dan bengkel yang memadai adalah salah satu daya tarik sekolah ini. Data terakhir di tahun ajaran 2015/2016 membuka jurusan baru dengan struktrur kelas sebagai berikut :
  • Kelas 10 terdiri lima jurusan ;  TKI (1), TKR (2), TSM (1), TKJ (3) dan TPM (4)
  • Kelas 11 terdiri tiga jurusan ; TKR (1), TKJ (2) dan TPM (4)
  • Kelas 12 terdiri dua jurusan ; TKJ (2) dan TPM (4)
Sekolah yang mempunyai peran lain sebagai ICT Center semakin melekat kuat pada sekolah ini dan saat ini menjadi rujukan untuk pembelajaran terkait teknologi IT serta menjadi langganan tempat pelatihan dan ujian berbasis internet. Inilah episode perjalanan dan perputaran waktu yang bisa membuat sebuah lembaga maju dan berkembang pesat sesuai dengan usaha dan karya yang diupayakan untuk memperoleh hasil yang optimal.

Benang merah yang ingin saya tarik sebagai kesimpulan dan untuk selanjutnya dapat diterapkan di setiap sekolah lainnya – terutama sekolah kami saat ini (SMPN 2 Kepil) adalah sebagai berikut :
  1. Jangan remehkan visi. Sekolah yang mayoritas guru-stafnya yang visioner sangat berpeluang untuk menjadi sekolah maju dan besar. Mereka fokus pada kemajuan sekolah dan berorientasi pada layanan prima (kepuasan siswa) salah satu bentuk pribadi yang visioner.
  2. Jangan takut menjadi pioner, tidak ada ruginya menjadi pendahulu. Memang resikonya adalah ribet dan harus banyak mencoba, namun ilmu dan pengalaman yang diperoleh adalah sesuatu yang sangat mahal harganya bagi sebuah kesuksesan. Menjemput Sukses adalah prinsip yang lebih tepat dari pada menunggu sukses. Inilah yang terjadi dengan SMPN 2 Kepil sebagai pilot project K-13, banyak hal baru yang dilakukan, banyak kesulitan yang dialami, namun demikian banyak manfaat yang diperoleh dan menjadikan sekolah ini
  3. Jangan takut berbeda, karena sejatinya kita memang tidak sama. Yang sama itu sudah biasa, yang baru dan berbeda itu yang luar biasa. Di sinilah kata INOVASI ditekankan, betapa peradaban bertambah maju karena adanya inovasi, kita menikmati berbagai kemudahan di berbagai bidang karena proses inovasi. Oleh karena itu sebagai guru yang berperan sebagai fasilitator dalam proses transfer ilmu dan keteladanan, maka inovasi sangat diperlukan untuk membuat situasi pembelajaran menjadi lebih aktual dan menarik. Demikian selanjutnya maka hasilnya akan lebih terasa dampaknya pada peserta didik. Inovasi sebuah keniscayaan yang harus kita upayakan masing-masing diri dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan kita, tentu saja bertahap sedikit demi sedikit mengikuti tahapan yang kita mampu dan yang kita bisa.
  4. Jangan lupakan niat untuk ikhlas dan tulus dalam pekerjaan. Memang berat dan bukan perkara mudah untuk memiliki pribadi yang hebat ini, namun sebenarnya mudah bila memahami hakekat dan tujuan dalam bekerja. Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya ; bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya. (Laskar Pelangi : Andrea Hirata). Prinsip berkarya yang tulus dan ikhlas, tanpa menghitung untung berapa, berapa kali hadir dan berapa besar honor. Bagi merekan yang suka itung-itungan maka berat untuk menerima falsafah adiluhung ini, karena lebih suka yang instan dan hasilnya langsung dan nyata.
SMP Negeri 2 Kepil termasuk pionir dalam beberapa hal, oleh karenanya sekolah ini mempunyai khans untuk maju lebih cepat, untuk sukses lebih hebat. Beberapa personil guru dan staf yang memiliki pandangan maju serta visoner adalah bekal kuat untuk siap melaju pesat menjemput sukses bagi sekolah ini. Ada Bu Ruti Sumarni, M.Pd, yang giat membuat terobosan kegiatan di saat sekolah lain belum memulai, ada Pak Suronto staf TU yang piawai di bidang IT dan selalu update informasi yang bermanfaat bagi guru, siswa dan sekolah, ada Bu Isti Supriyanti, S.Pd yang aktif dalam kegiatan Pilot Project K-13 sekaligus nara sumber nasional bersama Bu Ruti, ada Pak Bambang Nuryanto, S.Pd, M.M.Pd (Plt Kepsek) yang aktif dan update segala hal terkait kebijakan baru, serta rekan-rekan guru lain yang aktif dan respek untuk belajar dan berinovasi dalam pembelajaran, yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Mungkin slogan "Berani Mencoba dan Tampil Lebih Dahulu" bisa menjadi tag line tambahan untuk membuat suasana sekolah ini bertambah hidup, kreatif dan inovatif.

Demikian tulisan Oase-7 ini, semoga panjangnya tulisan ini tidak membuat pembaca bosan dan jengah untuk bisa mengambil makna utamanya. Di luar sana sangat banyak pengalaman dan hkmah yang belum kita ketahui karena kedangkalan pengetahuan kita, atau kerendah-hatian mereka yang pandai menyimpan selaksa kehebatan. Jangan terlalu risau dengan komentar dan pendapat orang lain, karena betapapun baik yang Anda lakukan untuk orang lain, akan selalu ada orang yang mencela, tetaplah upayakan yang terbaik. Tulisan atas dasar pengalaman yang kami bagikan ini mungkin kecil dan tidak berarti, namun kami berharap semoga bisa memberikan penguatan motivasi dan inspirasi untuk bisa meraih kemajuan dan kesuksesan bersama. Siapkan diri untuk menjadi pionir di bidang kita masing-masing demi kemajuan pendidikan. Selamat beraktifitas, semoga sukses. <39455>

Sabtu, 12 Maret 2016

Pelatihan Pengisian SPT Guru dan Karyawan SMPN 2 Kepil

Berhubung sudah memasuki tahun 2016 maka diingatkan kepada seluruh wajib pajak untuk melaporkan Surat Pemberitahuan ( SPT ) Tahunan untuk tahun pajak 2015 paling lambat 31 Maret 2016 untuk wajib pajak orang pribadi dan 30 April 2016 untuk wajib pajak badan. Agar Tidak terjadi Kesalahan Pelaporan, Wajib Pajak Orang Pribadi harus mengetahui Formulir SPT Tahunan orang pribadi mana yang harus dipakai untuk pelaporan SPT tahunan 2016 untuk tahun pajak 2015. Pelaporan pajak atau SPT tahunan orang pribadi dapat dilakukan dengan datang langsung ke kantor pelayanan pajak terdekat , mengirimkan via kantor pos, JNE atau TIKI , atau pelaporan dapat dilakukan secara online melalui DJPOnline di menu e-filing.

Oleh karena itu guru dan karyawan SMPN 2 Kepil merasa perlu untuk mengadakan pelatihan cara pengisian SPT Tahunan. Sabtu, 12 Maret 2016, siang hari pukul 11.30 WIB selepas kegiatan ulangan tengah semester para guru dan karyawan nampak sibuk dan serius  di depan laptop masing-masing mengikuti kegiatan pelatihan pengisian SPT  Tahunan.  Kegiatan pelatihan pengisian SPT Tahunan dengan sistem on-line untuk Pajak 2015 bagi guru dan karyawan SMP Negeri 2 Kepil ini merupakan pelatihan yang pertama pengisian SPT yang pertama kali. Kegiatan dilaksanakan di Laboratorium Komputer SMP Negeri 2 Kepil dengan pemandu Bapak Suronto – staf Tata Usaha yang cukup piawai dalam bidang IT dan telah mendapat pelatihan terkait dengan pengisian SPT pajak dengan aplikasi on-line ini. Untuk kegiatan pelatihan yang bersifat on-line ini telah disiapkan laboratorium dengan bandwidth khusus (jalur paket data) sebesar 2 mbps, sehingga akses internet terasa sangat cepat dan lancar,. Para peserta pelatihan adalah guru atau karyawan yang telah mendapatkan nomor EFIN dari kantor pajak setelah sebelumnya mendaftarkan diri secara kolektif dengan mengisi blangko pendaftaran disertai foto copy KTP dan foto copy kartu NPWP.

Apa itu EFIN, efin adalah kepanjangannya dari Electronic Filing Identification Number. Sebuah kombinasi angka dan huruf yang unik, yah semacam kode akses yang berbeda bagi setiap wajib pajak sehingga dijamin hanya Anda yang punya dan data transaksi elektronik tidak akan tertukar dengan wajib pajak yang lain. Setelah memiliki nomor EFIN, maka peserta (wajib pajak) di bimbing untuk membuka website aplikasi pajak on-line dengan alamat http://www.djponline.pajak.go.id. Langkah awal setelah membuka alamat website tersebut adalah melakukan registrasi berdasarkan NPWP dan Nomor EFIN masing-masing. Sebelum melakukan langkah registrasi, lebih dianjurkan untuk setiap wajib pajak sebaiknya lebih dahulu membuka  email masing-masing untuk memastikan bahwa email masih aktif dan bisa login (masuk) dengan baik, karena nantinya kode aktivasi setelah proses registrasi akan dikirimkan melalui email yang digunakan pada saat registrasi awal.

Setelah yakin email aktif dan bisa dibuka, maka peserta melakukan registrasi dengan klik menu register, selanjutnya akan muncul jendela aplikasi pendaftaran, masukkan data nama, NPWP, alamat email dan no HP / telepon. Setelah semua isian lengkap termasuk kode keamanan dan klik kirim, maka akan ada pemberitahuan berupa status pengiriman dan perintah untuk membuka kode aktivasi melalui alamat email. Buka email untuk melakukan aktivasi dengan cara klik link aktivasi yang tersedia pada email masing-masing, bila berhasil akan ada pemberitahuan sukses dan anjuran untuk login ke website djponline untuk memulai pelaporan SPT Tahunan masing-masing.

Secara garis besar wajib pajak dibagi menjadi dua yaitu yang penghasilan di bawah 60 juta setahun dan yang lebih dari 60 juta setahun. Untuk wajib pajak dengan penghasilan kurang dari 60 juta oleh sistem (server) akan diarahkan untuk membuka form pajak 1770 SS, yang merupakan aplikasi pajak kategori sangat sederhana (ss), untuk warga sekolah umunya diperuntukkan untuk guru non TPG sertifikasi dan staf tata usaha non remunerasi. Adapun bagi wajib pajak dengan penghasilan lebih dari 60 juta maka disediakan form 1770 s, dengan isian yang lebih banyak sesuai dengan penghasilan yang  jumlahnya juga banyak, ini umumnya untuk guru senior yang telah mendapatkan tambahan tunjangan penghasilan guru (TPG) yang sudah bersertifikasi.

Setiap peserta yang telah menyelesaikan rangkaian pendaftaran, pengisian dan pelaporan SPT hingga proses kirim, maka wajib pajak akan mendapatkan notifikasi (pemberitahuan) bahwa pelaporan pajak telah berhasil, pemberitahuan ini langsung bisa dilihat dan dicetak, baik dalam bentuk file pdf maupun print langsung dalam media kertas. Peserta pelatihan pengisian SPT Tahunan yang pertama kali selesai hingga status kirim dan sukses untuk kategori wajib pajak dengan penghasilan lebih dari 60 juta adalah Ibu Rini Utami, sedangkan urutan kedua adalah Bpk Bagus Panuntun untuk kategori SPT 1770 ss, namun ternyata data belum terisi lengkap sudah terlanjur dikirim. Wajib pajak yang telah menyelesaikan rangkaian pelaporan SPT, baik yang pengisian dan pelaporannya sudah lengkap atau belum masih bisa melakukan perbaikan data pelaporan.

Beberapa hal berikut yang menjadi fokus utama dari dilaksanakannya kegiatan pelatihan ini dan sangat perlu diberikan apresiasi, secara sederhana dapat diuraikan sebagai berikut;
  1. Kebersamaan, betapa dengan kebersamaan akan terasa bahwa kita berada dalam lingkungan kerja yang sama, punya tanggung jawab yang sama, maka apapun adanya sebaiknya dilakukan bersama,  senasib sepenanggungan.
  2. Merasakan belajar, betapa belajar itu tidak mudah, apalagi sesuatu yang baru dan berbau teknologi. Namun dengan belajar bersama, merelakan diri menjadi peserta maka hal yang semula dianggap sulit ternyata bisa diselesaikan secara bersama, perkara cepat atau lambat bukan masalah utama – sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas masing-masing. Yang utama adalah kemauan untuk belajar, untuk bisa dan untuk kepentingan bersama.
  3. Melatih  jiwa besar, betapa kita bukan “superman”, betapa setiap kita memiliki kekurangan dan kelemahan yang tidak bisa diselesaikan sendiri tanpa bantuan orang lain. Untuk  bersikap jujur, lapang dada dan mengakui kelemahan dan kekurangan diri adalah bukan perkara mudah, sungguh berat bahkan teramat berat. Untuk hal tertentu bukan masalah oleh siapanya atau kedudukannya apa, namun lebih kepada kapasitas dan kapabilitasnya. Di sinilah akan muncul toleransi dan implikasinya untuk saling mengisi, saling menghargai dan saling melengkapi.
  4. Susah senang bersama, betapa indahnya bila saat senang dirasakan bersama, pun begitu saat ada kesulitan juga dipikul bersama. Akan terlihat sangat tidak harmonis, tidak manis dan tidak etis bila saat ada enaknya diborong sendiri, dinikmati sendiri, hingga menanggalkan kehormatan dan jati diri.  Sebaliknya giliran dirasa ada susahnya berlepas diri, tak mau ambil peduli dan melimpahkan beban pada orang lain. Kebersamaan dan solidaritas   dalam sebuah komunitas adalah segala-galanya. Setiap diri harus ikut andil dan ikut terlibat, tidak hanya terima bersih, tidak hanya pasrah dan membebankan pada orang lain atau dalam bahasa jerman disebut  “tidak menjagak-kan”.
Semoga kegiatan pelatihan sejenis yang sifatnya untuk kepentingan bersama bisa dilaksanakan secara kompak dengan suasana penuh kekeluargaan agar situasi dan kondisi semakin mendukung untuk mewujudkan sekolah yang maju dan unggul sejalan dengan visi dan misi yang telah dicanangkan, selamat berkarya, selamat beraktifitas semoga sukses. <39360>

Jumat, 05 Februari 2016

Oase -6: Membangun Kebersamaan Menuju Predikat Sekolah Berprestasi

Alhamdulillah, kami kembali hadir untuk memperbaharui tulisan di web sekolah yang sederhana ini. Tulisan kali ini adalah Oase-6, semoga bisa menjadi pemicu untuk bisa konsisten menulis walau dalam berbagai keterbatasan, agar rencana, proses dan evaluasi tetap bisa berjalan. Kali ini kami ingin berbagi semangat dalam menyikapi berbagai perbedaan, bahwa perbedaan yang sejatinya adalah modal untuk bisa maju dan sukses, jika mampu bersinergi dalam indahnya kebersamaan. Secara alami kita jarang untuk bisa menilai diri sendiri, berkait kompetensi dan kapasitas diri, karya dan inovasi diri, mental dan karakter diri serta berbagai hal yang berisi kelebihan dan kekurangan diri. Begitu juga yang terjadi dengan sebuah lembaga atau institusi yang merupakan kumpulan berbagai individu dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing. Inilah esensi dari adanya UKG bagi guru, esensi monev bagi kepala sekolah dan esensi akreditasi bagi sekolah. Teman-teman di luar diri kita, mereka yang di luar sekolah kita dan mereka yang di institusi lain yang justru bisa membaca kita secara lebih seksama.

Suatu gambar, foto atau video bisa tampak indah, bagus dan luar biasa lebih dari aslinya bila tepat dalam metode pengambilan gambar yang meliputi posisi, sudut (angle) dan penataan cahaya. Demkian juga yang terjadi pada manusia (individu), institusi atau lembaga juga bisa nampak cantik / bagus, istimewa dan luar biasa jika yang menjadi tolok ukurnya tepat dan sesuai dengan sisi yang merupakan keunggulan dan keistimewaan yang dimiliki. Inilah kiranya yang terjadi dengan sekolah kita tercinta, SMP Negeri 2 Kepil. Di permulaan tahun 2016 baru berjalan beberapa minggu, sadar atau tidak ternyata banyak karunia yang diberikan pada diri kita, pada keluarga kita, pada pekerjaan kita dan pada sekolah kita. Mungkin banyak teman-teman guru kita yang tidak merasakan apa yang dirasakan oleh teman-teman di sekolah lain tentang sekolah kita, bahwa sekolah kita ini ternyata begitu istimewa dengan berbagai atribut istimewa yang tak dimiliki sekolah lain. Tidak disangka, bahwa sekolah pinggiran - yang sebagian orang menyebut berlokasi di NDOGLEK, Randusari Kepil bisa sehebat ini.  Berbagai prestasi dan predikat yang disandang oleh sekolah di pedesaan dan jauh dari kota ini. Apa yang hebat, apa yang luar biasa ?

Pertama, Akreditasi A, nilai A dalam status akreditasi adalah kebanggaan, prestasi dan hal yang luar biasa sebagai sekolah kecil yang jauh dari pusat kota. Perjuangan bagi sekolah untuk mendapatkan status akreditasi A bukanlah sesuatu yang mudah, ada banyak persyaratan administrasi yang harus dipenuhi. Kedua, SSN – sekolah standar nasional, betapa kita yang sekolah kecil di dusun Sirandu alias Ndoglek yang beberapa tahun lalu tak nampak selayaknya sekolah pavorit ternyata memiliki prestasi sebagai sekolah standar nasional, membuat sekolah ini setara dengan sekolah-sekolah maju yang ada di perkotaan. Di Kepil hanya ada dua sekolah saja, dan lihat berapa sekolah di Wonosobo ini yang memiliki pedikat ini. Ketiga, Kurtilas – sekolah pilot proyek percontohan peneraapan kurikulum 2013. Dengan segala keterbatasan ternyata sekolah ini ditunjuk sebagai sekolah pilot, ini bukan hanya kebetulan dan tanpa sebab. Betapa banyak sekolah yang merasa sudah besar dan merasa mampu namun tidak ditunjuk sebagai sekolah pilot K-13, hingga tak jarang muncul komentar dengan nada miring yang intinya berbunyi “kok bisa SMPN 2 Kepil ditunjuk sebagai pilot project, apa istimewanya”. Keempat, pendidikan keluarga, yah sekolah ini ditunjuk sebagai pilot project program pendidikan keluarga, yang bertujuan sebagai lembaga pendidikan yang melibatkan siswa, orang tua dan masyarakat.

Siapa yang berperan ?
Tentu saja banyak pihak yang turut membentuk sistem di sekolah ini nampak bagus walau dalam keterbatasan. Yang pertama tentu saja para pimpinan dan mantan pimpinan yang pernah mengendalikan sekolah pada beberapa waktu yang telah berlalu sangat besar peran dan kontribusinya. para pembantu pimpinan, guru dan karyawan serta seluruh murid dan masyarakat. Semua predikat dan prestasi bukanlah sebuah kebetulan saja. Sejalan dengan hukum sebab akibat, hukum kausalitas atau senada dengan peribahasa "ada api ada asap", maka semua yang diperoleh saat ini terjadi karena banyak sebab yang menjadikan sekolah kita layak mendapatkan predikat dan prestasi istimewa ini. Prestasi ini bukan hasil “sulapan” sekejap, namun pasti hasil kerja yang panjang dan tanpa pamrih dari mereka-mereka yang memiliki motivasi itnggi, etos kerja yang utama,, semangat juang serta pengorbanan yang luar biasa. Satu hal perlu dicatat dengan huruf tebal adalah bahwa "Kesuksesan sekolah ini tidak mungkin dihasilkan dari mereka yang pemalas (telat-an), mereka yang seenaknya atau semaunya sendiri (apatis), mereka yang datang dan pergi sesuka hatinya, mereka yang hanya bekerja jika terkait dengan dirinya (egois), mereka yang selalu berorientasi pada hasil uang dan tak mau rugi".

Menyikapi perbedaan.
Unsur pembentuk sistem dalam institusi adalah individu-individu dengan karakter yang bermacam-macam. Setiap individu turut andil dalam membangun kinerja dalam sebuah institusi. Mengambil hikmah dari komponen pembentuk rumah, tiang bisa dibuat dari kayu yang berbeda-beda, tentu kayu abasia berbeda dengan jati. Demikian juga untuk atap, genteng Kebumen tentu berbeda dengan genteng Salaman. Senada dengan bangunan rumah, maka fungsi manajemen dan setiap unsurnya sangat dipengaruhi oleh masing-masing individu. Di sinilah akan terlihat dengan jelas mana unsur yang bisa berpadu dengan yang tidak, yang dalam bahasa manajemen sering disebut dengan istilah intelegensi, credibility, integrity, dan loyality.  Sinergi antara satu dengan yang lain mampu membuat sebuah proses menjadi lebih bermakna dan berdaya guna. Bagaikan bangunan rumah, setiap komponen sama pentingnya dalam menyangga rumah agar kokoh berdiri. Tiang adalah penyangga utama, dialah yang menopang balok rangka atap, namun dia hanya bisa berdiri di atas pondasi yang kuat dan berkaitan erat dengan tiang lainnya, dia juga hanya dapat bertahan jika terlindung dari hujan dan terik matahari yang bisa membuatnya rapuh dan keropos. Demikian pula bagian yang lainnya mempunyai peran yang berbeda namun memiliki satu visi yang sama.

Intelegensi, kredibitas, integritas dan loyalitas adalah unsur penting dan harus ada dalam sebuah institusi (sistem manajemen). Sebagai contoh kami cuplik-kan salah satunya yaitu intelegensi, yang identik dengan kecerdasan. Adanya orang-orang.yang memiliki inteligensi yang tinggi adalah mutlak bagi sebuah institusi untuk bisa maju lebih cepat. Orang yang memiliki inteligensi tinggi mampu berfikir dan berbuat "seakan" menembus ruang dan waktu, mampu melakukan sesuatu yang tidak dilakukan orang kebanyakan, sehingga sebuah institusi bisa melakukan akselerasi berlari dengan kecepatan yang lebih tinggi. Namun demikian faktor intelegensi bukanlah segala-galanya,  artinya orang dengan inteligensi tinggi tidak selalu baik jika dia tidak didukung dengan lingkungan yang baik, apalagi jika tidak dilengkapi dengan tiga unsur lainnya. Pembahasan tentang Inteligensi apa saja yang menopang kemajuan sebuah sistem dan berapa jumlah minimal dibutuhkan untuk bisa membawa sebuah institusi mampu ber-akselerasi, serta tiga unsur lainnya - secara lebih rinci - akan kami tuliskan pada kesempatan lain dalam tema khusus terkait materi ini.

Untuk mengakhiri tulisan ini kami mengajak kita semua untuk mensyukuri anugerah besar yang telah kita terima di sekolah tercinta ini, untuk merasa bangga dan percaya diri bahwa ternyata kita mampu berbuat sesuatu yang baik dan membawa kesuksesan bersama. Mari secara bersama-sama kita jaga amanah yang telah diberikan kepada kita. Tak perlu berebut untuk mendapat pengakuan siapa yang paling berperan, siapa yang paling hebat, karena tidak bisa hebat sendiri dalam sebuah sistem. Hal lain yang perlu dijaga adalah tidak merasa ekslusif (khusus) sehingga semua serba khusus. Rasa hebat, rasa ekslusif dan rasa besar akan merusak kebersamaan, dan rasa inilah yang banyak menyebabkan masalah, Tiga hal yang merupakan pangkal keburukan, yaitu : 1) sombong, 2) hasad dan 3) bakhil. Tetap rendah hati, ikhlas dan mudah berbagi adalah hal kebalikannya yang akan membawa kebaikan, kedamaian dan kebersamaan dalam kesuksesan.

Ikhlas adalah salah satu kuncinya, namun sifat ikhlas adalah barang yang langka saat ini, betapa banyak orang yang sudah sukses, pekerjaan dan posisi mapan, gaji dan tunjangan yang lebih dari cukup namun rasa ikhlasnya telah menjauh atau bahkan telah tiada. Sebagai pembanding, lihat mereka yang jalan hidupnya masih penuh perjuangan, harus berjuang untuk bisa bekerja, berjuang untuk bisa makan, berjuang untuk pantas bermasyarakat dan untuk bisa turut membantu sesama, hanya ikhlas yang mereka punya. Mari kita kuatkan diri untuk selalu memperbaiki kualitas diri, memperbaharui motivasi dan menambahkan semangat untuk mengabdi mendidik murid kita dengan profesioanl dan penuh dedikasi, dengan segenap perhatian dan sepenuh hati. Semoga niat tulus kita, tugas mulia kita dan semua hasil kerja kita menjadi amal kebaikan yang akan bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia, amin. Selamat beraktifitas, semoga sukses. <38700>

Sabtu, 30 Januari 2016

Berharap TIK Menjadi Mapel - Kembali Masuk Kurikulum

Syukur Alhamdulillah, web ini sedikit demi sedikit terus bangkit untuk berbagi informasi, berbagi wawasan dan pengetahuan - walau hanya sekedarnya, hanya yang kami bisa. Sungguh, memang berat untuk konsisten membuat sebuah tulisan, namun semua memang harus dicoba dilakukan untuk bisa berkarya. Sedikit banyak hal ini mampu membuat web sekolah ini menjadi web/blog teraktif (terkenal) di Wonosobo dan membuat SMPN 2 Kepil, salah satu SMP yang berada di lereng gunung Sumbing, Kepil, Wonosobo, Jawa Tengah menjadi dikenal di nusantara. Kami juga ikut mencoba membuat tulisan di web www.kompasiana.com - web yang sudah terkenal di kalangan para penulis senior. Tulisan yang kami tulis di bawah ini merupakan tulisan pertama saya di web kompasiana.com, sekedar upaya mencoba melebarkan sayap untuk berbagi ke wilayah yang lebih luas - nusantara, berikut link lengkapnya http:///www.kompasiana.com/abukhonsa 

Semenjak penerapan Kurikulum 2013 (K-13) mata pelajaran TIK hilang entah kemana, khususnya sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah pilot (percontohan). Berbagai pernyataan dan komentar muncul dari berbagai kalangan mulai pejabat pemerintah, pegawai instansi, aktivis organisasi, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, pemerhati pendidikan hingga masyarakat umum. Latar belakang yang berbeda-beda melahirkan pernyataan yang berbeda-beda pula. Pemerintah berharap hilangnya mapel TIK dan KKPI dari kurikulum sekolah menengah sudah tidak menjadi polemik. Pemerintah dalam hal ini kemendikbud beranggapan bahwa yang menjadi polemik telah terselesaikan dengan baik. Pertama, hilangnya mapel TIK karena TIK melebur ke dalam semua mata pelajaran, dengan harapan semua guru harus menguasai TIK. Kedua, peran guru TIK tidak hilang namun lebih dimaksimalkan dengan menjadi pembimbing bagi siswa, guru dan tenaga kependidikan.

Saya sebagai guru TIK di sekolah berkurikulum K-13 benar-benar dapat merasakan dampak hilangnya TIK sebagai mapel. Sebagai guru TIK yang dialihfungsikan menjadi guru Prakarya adalah hal baru dan sangat berbeda, walau dijalani namun rasanya tanpa penjiwaan. Baru pada awal tahun ke-3 TIK mulai menampakkan sungutnya dengan judul baru “bimbingan TIK”. Saat hari pertama masuk kelas IX dengan materi bimbingan TIK, saat itu pula saya menyadari betapa TIK menjadi sesuatu yang sangat asing bagi siswa, mereka sangat jauh dari kata teknologi. Jangankan aplikasi pengolah angka atau presentasi, sekedar mengetik dengan aplikasi pengolah kata saja banyak yang belum mengalami. Dengan adanya bimbingan TIK sudah sedikit lebih baik, namun dengan hanya 1 jam/minggu atau hanya 5 kali pertemuan persemester maka sangat kurang dan jauh dari memadai. Apa jadinya jika TIK benar-benar tidak diajarkan di sekolah, maka mereka tidak punya kesempatan lain untuk belajar TIK, khususnya yang di pedesaan, pedalaman dan perbatasan. Secara nasional berapa jumlah siswa yang sudah benar-benar melek dan menguasai TIK, berapa jumlah orang tua siswa yang kaya raya hingga mampu membelikan alat komunikasi modern. Lebih besar mana jumlahnya dengan siswa dari kalangan bawah yang hanya bisa belajar TIK dari sekolah.

Dalam 2,5 tahun ini implementasi K-13 baru dilaksanakan di sekolah pilot proyek, belum dilaksanakan pada semua sekolah. Sebagai contoh di kabupaten Wonosobo sekolah pilot proyek K-13 hanya ada 6 sekolah dari sekitar 130 sekolah SMP/MTs, artinya hanya sekitar 5%, sisanya yang 95% masih menggunakan kurikulum KTSP. Dengan hanya sekitar 5% kondisi sudah seperti ini, banyak penolakan terhadap permen 68/2014 dan 45/2015, banyak tuntutan untuk mengembalikan TIK sebagai mapel. Bisa dibayangkan jika 100% sekolah menggunakan K-13 dan mapel TIK dihilangkan, pasti gejolak yang timbul akan bertambah 95%. Akankah pihak pemegang kewenangan (puskur) tetap “ngotot”, tetap “keukeh” hendak menghilangkan mapel TIK menjadi bentuk lain yang jauh lebih buruk dampaknya. Untuk mempersiapkan siswa menjadi generasi emas, diperlukan kepekaan dan responsif dengan apa yang terjadi. Jika alasan TIK tidak perlu diajarkan dan bisa belajar sendiri, maka Penjaskes, Seni, Agama, IPS dan mapel lainnya bisa dilakukan tanpa pembelajaran khusus. Apalagi jika dihapuskan karena alasan kemudahan tentu mapel bahasa Indonesia yang notabene bahasa sendiri juga akan hilang, lalu apa yang akan terjadi? Bila ditanyakan pada setiap guru dari mapel tersebut, pasti mereka tidak akan rela mapelnya dihilangkan, walau mungkin secara muatan dan isi juga banyak yang tidak up to date.

Beberapa kata berikut mungkin bisa mewakili ungkapan dan harapan siswa, guru dan masyarakat terhadap pemerintah untuk lebih arif dan bijaksana dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.
  1. Sebuah kata hikmah “Bisa jadi sesuatu menurut anggapan kita mudah, kecil dan remeh, tapi bagi mereka yang belum tahu adalah sesuatu yang sulit, besar dan rumit”. Semudah menghidupkan dan mematikan komputer bagi yang sudah tahu, namun bagi yang belum tahu maka sesuatu hal yang sulit bila tidak diajarkan. Begitu juga dengan TIK mungkin adalah hal yang sepele bagi siswa dari orang tua yang serba kecukupan, apalagi bagi pejabat yang berada di lingkungan serba modern. Namun pernahkan terpikirkan bagaimana dengan siswa-siswa di daerah perbatasan, di pedesaan, di lereng pegunungan, di pedalaman dan daerah-daerah yang jauh dari kota dan pusat kota. Memang teknologi komunikasi termasuk internet sudah menjangkau hampir seluruh wilayah negeri ini, dimana hampir setiap siswa memiliki handphone, namun berapa persen dari mereka yang mampu membeli komputer, laptop yang merupakan obyek utama dalam pembelajaran TIK. 
  2. Kondisi realistis lebih akurat daripada kajian teoritis. Bertanya kepada yang benar-benar mengalami maka nuansanya akan lebih mendekati, bertanya pada yang membutuhkan maka rasanya akan lebih menggetarkan. Inilah yang pernah dilakukan Umar bin Khatab, yang menyamar dan berkunjung langsung pada masyarakat miskin (seorang ibu) yang ternyata kelaparan dan mengatakan “kemana saja Umar yang membiarkan kami kelaparan”, yang selanjutnya Umar memanggul sendiri karung berisi gandum untuk diberikan kepada ibu tua tersebut. Untuk masalah TIK ini maka bertanya langsung pada siswa adalah yang paling bijaksana. Apakah siswa butuh mapel TIK, apakah siswa senang mapel TIK, apakah mapel TIK memenjarakan siswa dan berbagai pertanyaan sejenis yang lain. Untuk analisis dan pentingnya TIK, maka guru TIK-lah yang paling bisa merasakan karena merekalah yang terjun dan berhubungan langsung siswa. Ibarat pertandingan sepak bola, maka yang paling tahu kondisi adalah para pemainnya, bukan penoton atau komentator yang ahli sekalipun. 
  3. Tiga hal menjadi pangkal keburukan yaitu takabur, hasad dan bakhil. Takabur semakna dengan sombong, merasa besar, merasa kuasa dan tak mau mengalah, tak mengakui salah dan tak mau untuk merendah. Hasad adalah dengki yang ujungnya tidak suka melihat orang senang dan tak mau berbuat sesuatu yang membuat orang lain senang. Bakhil sepadan dengan kikir atau pelit, suatu rasa berat untuk memberi, mampu tapi tidak mau. Sebenarnya dengan permen 68/2014 dan permen 45/2015 maka pekerjaan guru TIK menjadi lebih ringan dan lebih sedikit, namun kenapa para guru TIK menolak dan memperjuangkan kembalinya TIK. Tidak lain karena guru pejuang TIK masih punya hati yang tidak hanya memikirkan diri sendiri, namun lebih mementingkan siswa mereka yang membutuhkan TIK kembali. Aki 3 dan Om Jay, pada beliau kita bisa belajar betapa keras, teguh dan tegar perjuangan mereka yang bertajuk SAVE TIK / KKPI, perjuangan mereka yang tak kenal lelah, menguras tenaga, waktu dan biaya. Tak terhitung berapa biaya yang harus dirogoh dari kantong sendiri, demi sebuah harapan besar pada siswa agar terdidik TIK dengan baik. Melihat realita ini masihkah berat untuk membuka mata, susah melebarkan telinga dan enggan melunakkan hati untuk sekedar memenuhi harapan para pegiat dan pecinta TIK/KKPI. 
Guru TIK tidak berharap diperlakukan khusus sehingga harus dibuat permen 68 dan 45, karena toh selama ini sesungguhnya guru TIK sudah melakukan 3 hal yang tercantum dalam kedua permen tersebut, otomatis membimbing siswa siswa ketika pembelajaran, juga menjadi pembimbing guru ketika mereka mengalami kesulitan berkaitan dengan TIK serta menjadi pembimbing dan pembantu bagi tenaga kependidikan jika dibutuhkan. Guru TIK lebih berharap untuk bisa diperankan sebagai guru biasa yang bisa mengajar seperti guru lainnya. Guru TIK bukan guru luar biasa, bukan guru istimewa, karena guru TIK juga butuh belajar dan bimbingan guru lainnya, belajar tata tulis pada guru bahasa, belajar sains dari guru IPA, belajar logika dari guru matematika, belajar etika dari guru agama, belajar kreasi dari guru seni serta belajar banyak hal dari guru-guru yang lain.

Sebagai penutup tulisan ini, saya sampaikan bahwa pada dasarnya Mapel TIK adalah kebutuhan siswa, pokok dan penting. Mungkin saja 10 siswa kita sudah mahir menggunakan iPad atau Tablet, tapi apakah bisa kita pastikan ribuan siswa lainnya telah mampu dan mahir, atau juga sebatas pernah punya atau bahkan sekedar pernah melihat / memegangnya? Mapel TIK adalah salah satu jalan dan kesempatan bagi siswa untuk bisa belajar berinteraksi langsung dengan teknologi. Negara kita ketinggalan 20 tahun dalam hal perkembangan teknologi, jika mapel TIK dibuang dari kurikulum maka hilanglah kesempatan mereka untuk dapat belajar TIK dengan baik, mau kapan lagi? Akhirnya, semua kembali kepada pusat kurikulum (puskur), hanya doa guru TIK dan siswa-siswi kami "semoga Alloh SWT berkenan membukakan hati para pejabat dan pemilik kewenangan di pusat kurikulum, agar mereka mendengar keluhan kami, melihat kebutuhan siswa kami dan akhirnya melakukan peninjauan kembali untuk bisa mewujudkan TIK kembali menjadi mata pelajaran, Amin".

Apapun posisi kita, baik sebagai orang tua, sebagai pendidik atau sebagai pejabat kita sadari bahwa semuanya adalah amanah. Amanah adalah kepercayaan, amanah adalah titipan dan amanah adalah kemuliaan, maka harus dijaga dengan penuh kemuliaan. Bersikap rendah hati tidak akan merendahkan harga diri, bersikap pemurah tidak akan menjadikan diri kita berharga murah. Sebaliknya bersikap angkuh karena merasa tinggi dan berhati keras karena merasa berkuasa tidak akan membuat kita tinggi yang dimuliakan, tidak akan meneguhkan kita dalam posisi yang mendamaikan. Selamat beraktifitas, semoga kita bisa melakukan yang terbaik sesuai tugas dan kewenangan kita. <38983>
Kunjungi tulisan kami di web kompasiana.com-tik masa depan

Senin, 04 Januari 2016

ESQ Guru & Karyawan, Lepas Sambut Kepala Sekolah - Menyongsong Era Baru SMPN 2 Kepil di Tahun 2016

Senin, 4 Januari 2016 merupakan hari yang bersejarah dan sangat spesial bagi segenap jajaran guru dan karyawan SMPN 2 Kepil. Sejak awal berdirinya sekolah hingga hari ini dan setelah melewati perjalanan waktu bertahun-tahun baru kali ini guru dan karyawan SMPN 2 Kepil mendapat materi motivasi berupa penguatan Emotional Spiritual Quetion (ESQ). Dengan adanya ESQ ini diharapkan guru dan karyawan bisa mendapatkan suntikan suplemen serta mendapat kekuatan dan semangat baru dalam menjalankan tugas mulia sebagai guru. Bertindak sebagai pemberi motivasi adalah Bapak Saeful Bahri dari Mertoyudan Magelang. Menurut sang motivator, idealnya untuk tahap awal butuh durasi waktu sekitar 2 x 60 menit (2 jam), sedang untuk penekanan lebih lanjut dengan kasus tertentu membutuhkan waktu yang lebih lama sekitar 3 x 60 menit (3 jam). Adapun pelaksanaan ESQ kemarin hanya dilakukan selama kurang lebih 90 menit dikarenakan padatnya acara pada hari yang bersangkutan.

Pelatihan ESQ bukan diartikan bahwa guru dan karyawan di sekolah kurang baik atau sudah tidak layak, namun lebih diartikan sebagai kebutuhan penyegaran dan penyiraman kembali agar ruh sebagai pejuang pendidikan kembali tumbuh subur dan semangat pengabdian menyala berkobar untuk memajukan pendidikan di wilayah kepil dan sekitarnya. Beberapa hal penting yang bisa menjadi kata kunci untuk menjadi pribadi yang unggul, baik sebagai guru, karyawan dan seluruh elemen di sekolah haruslah mampu berperan sebagai seorang pemberi hadiah.Pribadi dengan jiwa pemberi hadiah adalah mereka yang senantiasa memberi tanpa berharap kembalian, tulus, los dan tanpa pamrih. Oleh karena itu ada hal penting yang harus dipegang kuat yaitu kebenaran niat dalam melakukan tugas mendidik siswa, yaitu niat karena ibadah. Tidak usah berfikir bagaimana dengan gaji, upah atau bayaran, karena untuk gaji adalah komitmen dan urusan pemerintah. Bila kerja dan tugas dilaksanakan dengan baik, beres dan tuntas maka insya-Alloh rejeki yang diterima juga akan beres dan penuh barokah.

Ada dua hormon pada tubuh manusia yang berpengaruh kuat dalam membentuk pribadi / kejiwaan serta mempengaruhi cara kerja (kinerja) seseorang dalam menjalankan tugas dam pekerjaannya. Pertama hormon Endorfin, yang merupakan hormon pemacu kebahagiaan. Beberapa hal yang bisa memicu keluarnya -menetes- hormon endorfin diantaranya adalah : bersyukur (sujud), berfikir positif, tertawa, murah hati (dermawan), menghindari perilaku negatif, dan berolah raga. Kedua hormon Kortisol,  adalah hormon yang keluar jika seseorang stress dan hal-hal buruk lainnya. Banyak hal yang memicu keluarnya hormon kortisol (= hormon pembongkar) antara lain : stress, kecewa, sedih, prasangka buruk, berkata kotor, malas dan berfikir jahat. Kelebihan hormon kortisol akan memicu tekanan darah, gula darah, obesitas dan menurunnya sistem kekbalan tubuh. Oleh karena itu sebagai insan pendidikan yang bertugas memberi hadiah pada siswa maka sebaiknya kita memperbanyak hal-hal yang memicu keluarnya hormon endorfin, yaitu segala sesuatu yang bersifat baik.

Hal lain yang tak kalah penting adalah bahwa kita bekerja dalam sebuah tim, maka sangat dibutuhkan sinergi dan harmoni. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri namun lebih mengutamakan sinergi dan kerja sama dalam kebersamaan, oleh karena itu jauhi sifat egois dan mementingkan diri sendiri. Sejalan dengan slogan "1 langkah yang dikerjakan 100 orang dalam tim itu jauh lebih baik dari 100 langkah yang dikerjakan sendiri-sendiri". Harus siap berubah dan bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, siap mendukung dan bekerja sama dalam tim. Jika tidak bisa berubah dan tidak mampu beradaptasi maka jangan kaget bila suatu saat tim yang akan menggeser kita -karena dianggap tidak bisa bekerja sama-. Satu lagi, ada istilah yang baru kami kenal EBA, Emotional Bank Account yang secara bebas bisa diartikan sebagai tabungan baik, yang semakna dengan tulisan kami sebelumnya "menabung kebaikan sebanyak-banyaknya, kebaikan di mana saja dan kebaikan pada siapa saja". Bahwa berbuat kebaikan tidak akan pernah rugi, yang menanam kebaikan pasti akan memanen kebaikan. Itulah beberapa hal mendasar yang dapat kami tangkap dan kami tulis kembali dalam tajuk ini, mungkin masih ada beberapa hal penting yang terlewatkan karena keterbatasan kami.

Selepas acara ESQ selesai, sejenak kemudian acara diteruskan dengan agenda Lepas Sambut / Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah SMPN 2 Kepil. Seiring dengan berakhirnya masa jabatan Bpk Drs. Kardan sebagai kepala sekolah, maka untuk sementara waktu jabatan kepala sekolah diserah terimakan kepada Bpk Bambang Nuryanto, S.Pd., M.M.Pd. selaku pelaksana tugas (PLT) hingga ditunjuk kepala sekolah definitif yang menurut wacana akan dilaksanakan pada bulan Maret 2016. Dengan begitu untuk kurang lebih 3 bulan ke depan kepemimpinan manajemen di SMPN 2 Kepil akan dikendalikan dan dikelola oleh Bpk Bambang Nuryanto disamping tugas utama sebagai kepala sekolah di SMPN 1 Kepil. Namapk hadir dalam acara serah terima jabatan antara lain Pengawas SMP Dinas Dikbudpora, 5 kepala SMP Negeri Kepil 1, 2, 3, 4, 5, perwakilan SD Negeri sekitar, kepala desa Randusari, pengurus komite SMPN 2 Kepil dan seluruh guru dan karyawan SMPN 2 Kepil.

Segenap guru dan karyawan sekolah ini sangat menyambut baik dan selalu siap dengan perubahan, baik terkait dengan sistem pendidikan, sistem managemen dan sistem rotasi kepemimpinan yang terjadi, karena sudah menjadi aturan kebijakan yang harus dilakukan. Siapapun yang ditunjuk menjadi pemimpin, maka kami akan senantiasa mendukung untuk memberikan pelayanan dan pengabdian terbaik bagi siswa-siswi yang menjadi amanah bagi kami. Kepemimpinan bukan diukur siapa yang paling tua, senior atau siapa yang paling pandai, namun lebih kepada kemampuan mengatur, me-manage dan menggerakkan seluruh aspek dan komponen sekolah untuk bisa bekerja secara optimal. Laki-laki atau wanita, senior atau yunior selama dia mampu dan ditunjuk secara legal  maka sudah selayaknya kami dukung dengan sepenuh syukur. Selamat menyongsong tahun baru dengan semangat baru untuk berkarya, semoga lebih baik, insya-Alloh.<36076>

Rabu, 30 Desember 2015

Oase -5: Menyongsong Tahun Perubahan - Catatan Akhir Tahun

Jika melihat ketiga anak dalam gambar ini, saat ini mereka bersama, tetapi mereka punya masa depan yang berbeda-beda. Kita tidak tahu pasti apa yang akan terjadi pada mereka 5-6 tahun ke depan, Lailatul, Intan dan Azmi. Yang pasti mereka mempunyai masa lalu yang berbeda. Yah, karena setiap orang mempunyai masa lalu, ada yang baik dan banyak yang buruk. Dan jika ternyata masa lalu itu buruk maka biasanya menjadi beban tersendiri. Nah, itulah tema tulisan kali, yang kami buat di saat libur panjang akhir semester 1, dimana edisi inovasi seri-5 tertahan  penayangannya  walau sebenarnya proses penulisan sudah mencapai 85 persen dan sementara tersimpan di server google, insya-Alloh siap keluar di minggu awal tahun baru mendatang. Alhamdulillah untuk menutup akhir tahun 2015 kami bisa menuliskan beberapa paragraf tulisan sekedar untuk memotivasi diri, syukur-syukur bisa memberi motivasi bagi orang lain. Tulisan edisi Oase ke-5 yang merupakan jeda panjang akan kami isi dengan catatan akhir tahun yang semoga bisa menjadi bahan evaluasi diri terhadap waktu-waktu panjang yang telah terlewati, terutama selama setahun terakhir.

Dalam setahun terakhir ada satu peristiwa yang kembali membangunkan kesadaran dan keyakinan akan adanya hukum kekekalan energi, kekekalan massa dan kekekalan amal. Ketika salah satu teman senior yang juga kami anggap sebagai guru kami, minta bantuan untuk mengembalikan file yang tanpa sengaja terhapus dari hardisk eksternal. Sudah pasti banyak sekali data yang sangat penting mengingat aktifitas beliau sebagai tokoh penting dan sentral di sekolah, di MGMP kabupaten bahkan di tingkat nasional sebagai seorang instruktur kurikulum 2013. Yang tak kalah penting adalah adanya data tentang disertasi S-2 beliau yang berhasil meraih perdikat cumlaude. Dengan keterbatasan kemampuan yang kami punya, kami mencoba membantu untuk mengembalikan file yang hilang dengan beberapa aplikasi yang ada. Alhamdulillah file-file dapat dikembalikan, namun hanya sebagian kecil, sedang sebagian lainnya tidak tertolong dan sebagian lainnya lagi tidak bisa dibuka kembali karena statusnya korup.

Dilanjutkan dengan peristiwa kedua, masih dengan pekerjaan yang sama dari orang yang sama juga, bedanya kali ini file yang akan dikembalikan berada dalam flashdisk (USB) dengan kapasitas 8 GB. Kejadian yang diluar logika adalah dalam proses recovery diperlukan space sebesar 120 GB, padahal kapasitas penyimpanan dalam flashdisk hanya 8 GB. Dan beliaunya bertanya, kok bisa ? Dari sini kemudian teringat kembali bahwa penyimpanan dalam harddisk, flashdisk dan media penyimpanan umumnya menggunakan mode cluster. Dalam sebuah harddisk, flashdisk dan memori yang lain terdiri dari cluster (lapisan) yang banyak jumlahnya. File yang ditulis/dicopy akan disimpan dalam cluster tertentu, jika file dihapus tidak serta merta terhapus permanen, namun akan berada pada tempat yang biasa disebut recycle bin, bahkan jika file dihapus permanen sekalipun pada hakekatnya ia masih ada dan tersimpan pada cluster lain yang tidak nampak namun masih tersimpan. Satu hal yang luar biasa adalah semua file yang pernah ada dan terhapus akan kembali, tanpa pilih file baik atau buruk, file layak atau tidak, file manfaat atau merugikan, bahkan file yang berbau pronografi baik berupa gambar maupun video. Dibutuhkan teknologi tinggi, aplikasi khusus dan skill istimewa untuk bisa mengangkat kembali file yang terhapus dengan hasil yang maksimal, mungkin mereka yang sudah mencapai gelar master atau doktor di bidang komputer yang bisa melakukannya.

Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa di atas, bahwa setiap hal, setiap kejadian, setiap perbuatan yang pernah dilakukan akan tercatat kuat dalam memori manusia. Sejalan dengan itu juga bawa setiap perkataan yang pernah terucap, setiap pemikiran yang pernah terlintas, setiap perasaan yang pernah bersemayam bahkan setiap kehendak yang tersimpan di dalam hati juga akan tercatat kuat di dalam memori manusia. Hal-hal yang baik akan tersimpan, demikian juga hal-hal yang buruk. Peristiwa yang baru, yang belum lama maupun yang sangat lama, bahkan yang telah diupayakan dihapus sekalipun akan tersimpan dengan sangat aman, selama fungsi ingatan masih berjalan sistem memori belum mengalami kerusakan. Maka wajar, jika ada seseorang yang punya suka memelihara dendam, senang memendam amarah dan cinta mati pada hasad, iri atau dengki akan sulit untuk melupakan kesalahan orang lain, sehingga sulit berubah menjadi lebih baik. Dalam skala yang lebih besar, lebih tinggi dan lebih supranatural yang bersifat vertikal, ada proses pencatatan segala kejadian yang dilakukan pada tiap individu dari awal lahir sampai akhir hayat - yang terang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi, tercatat dengan sangat kuat oleh petugas pencatat (malaikat) yang ditunjuk oleh Alloh SWT yang menguasai seluruh sendi kehidupan.  

Demikian pula setiap kejadian yang terjadi dalam sebuah lembaga, instansi maupun organisasi. Walau dalam juknis tidak ada yang mencatat, tidak ada yang bertugas membuat dokumen setiap hal yang terjadi, namun secara alamiah tercatat oleh alam sekitar. Siswa atau alumni, orang tua wali, anggota komite, tokoh masyarakat, penjual jajanan dan warga sekitar sekolah adalah bukti sejarah tentang kejadian masa lalu dan kemajuan yang ada di masa kini. Bahkan tukang ojek, tukang sayur dan penjaja keliling yang jarang masuk ke lingkungan sekolah pun sedikit banyak tahu bagaimana guru-guru di sekolah ini, bagaimana siswanya dan bagaimana situasi di dalamnya. Kebaikan dan hal baik pasti banyak terjadi, sebaliknya keburukan dan hal buruk juga pasti ada, walau dalam jumlah yang sangat sedikit. Sekecil apapun keburukan harus diupayakan untuk ditiadakan, dihapus dan dicegah, karena jika didiamkan dan terus bertumpuk akan berpengaruh dalam membangun sistem pendidikan yang tugas utamanya membangun sumber daya manusia.

Berkait dengan hal di atas, sekolah sebagai sebuah lembaga pendidikan yang mengelola manusia mempunya dua masalah besar yang menjadi kendala dalam tumbuh kembangnya sebuah lembaga yang merupakan kumpulan orang dalam suatu komunitas adalah sistem dan sumber daya manusia. Buat apa sistem yang hebat jika tidak dapat berjalan? Untuk menerapkan sistem yang hebat perlu motivasi yang tinggi. Begitu juga buat apa sumber daya manusia yang hebat jika motivasi untuk bekerjanya payah?  Membangun sistem yang bagus adalah penting. Membangun kompetensi adalah penting. Tapi, jangan lupakan dengan membangun semangat orangnya. Berikan perhatian yang cukup mengenai motivasi. Gunakan cara yang benar untuk memotivasi, sebab cara yang salah justru bisa berakibat sebaliknya. Maksud hati ingin memotivasi, tetapi justru malah menghancurkan motivasi. Di sinilah muncul benang merah yang menunjukkan peranan dan hubungan antara motivasi, hasil kerja dan kinerja. Korelasi positif yang hendak kami sampaikan dalam peristiwa ini terkait dengan peristiwa yang sudah berlalu, dengan perbuatan yang harus dilakukan saat ini, dan dengan sikap dan pandangan kita dalam pelaksanaan tugas yang harus dilakukan untuk hari, bulan dan tahun berikutnya adalah perbaikan kinerja. Kenapa kinerja …. ? Apa hubungannya dengan ini semua.

Kinerja, menurut Mangkunegara (2001:67) kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pada keterangan lain kinerja bisa disamakan dengan prestasi kerja. Kinerja inilah yang menjadi tolok ukur sehat atau tidaknya sistem manajemen pada sebuah lembaga, instansi, perusahaan atau bahkan individu sekalipun. Dengan adanya pengukuran kinerja maka dengan mudah bisa dibedakan instansi apa, bagian mana, divisi apa, unit mana serta personilnya siapa yang telah mencapai target, demikian sebaliknya yang tidak mencapai target -turun di bawah standar- juga sangat mudah diketahui. Kinerja bagi sebagian orang mungkin bersifat abstrak dan absurd, namun sesungguhnya kinerja sangat mudah untuk diukur dan dibuat parameternya, tanpa harus banyak teori, tanpa menggunakan tabel atau skala khusus sekalipun.

Dengan adanya penilaian kinerja maka setiap instansi, setiap bagian, setiap divisi, setiap unit dan bahkan setiap individu akan berusaha dan berupaya semaksimal mungkin dalam menjalankan dan menyelesaikan tugas dan pekerjaan yang menjadi tanggung-jawabnya. Jika hal ini diterapkan pada perseorangan (individu) maka ia juga akan berbuat yang terbaik untuk sebuah target pekerjaan yang bernilai utama. Targetnya bukan untuk menjadi yang terbaik, karena menjadi yang terbaik adalah pekerjaan berat bahkan teramat berat dan banyak sekali parameternya. Target sederhana saja "Melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan".  Lalu apa yang bisa dilakukan untuk bisa meraih tingkat kinerja yang baik. Mari kita coba rangkum menjadi beberapa kesimpulan berikut ;
  1. Kinerja baik terbentuk jika dimulai dengan niat baik. Niat baik bisa berwujud motivasi, dan motivasi yang paling baik adalah yang muncul dari kesadaran diri, di mana dia mampu mengenali diri, mawas diri dan merasa diri. Perjalanan panjang beberapa tahun ini cukuplah untuk bisa bertanya siapakah saya, sudah benarkah motivasi saya selama ini, sudah maksimalkan kerja sama, berapa banyak pihak yang menyukai / membenci kinerja saya yang berangkat dari motivasi dan niat saya. Bekerja yang hanya dimotivasi karena uang, akan selesai ketika uang diterimanya dan tidak akan ada bekas yang mendalam yang sejatinya justru diupayakan. Perbaikan motivasi, pembenahan niat inilah yang perlu diusahakan terus-menerus untuk menghasilkan kinerja yang jauh lebih baik.
  2. Kinerja baik selalu berkaitan dengan pemenuhan waktu. Berat untuk memberi waktu lebih ketika di depan kelas, tak kuat bertahan untuk sekedar menambah 1-2 jam menunggu jam pulang, atau dengan sengaja menghilang dari peredaran adalah kendala yang umum terjadi pada orang-orang yang sudah masuk kategori profesional dan senior. Jangan harap hasil kerja akan bagus jika total waktu tidak terpenuhi. Jangan harap kinerja akan meningkat jika jumlah waktu kerja yang menjadi kewajiban disunat, dipotong, dikurangi atau dikorupsi. Mereka yang berani berkorban waktu untuk kepentingan bersama sudah bisa dipastikan kinerjanya. Sebenarnya pengorbanan waktu adalah yang paling mudah dilakukan oleh siapa saja - bagi yang mau. Di sisi waktu ini sangat mudah dibaca siapa yang memang punya inisiatif baik, punya motivasi baik untuk menghasilkan kinerja yang baik.
  3. Kinerja baik selalu berfikir profesional dan berorientasi komunal. Kendala yang terjadi adalah pribadi yang berat hati untuk berbuat sesuatu untuk kebersamaan dengan alasan kesibukan dan urusan pribadi. Bahkan dalam kondisi khusus (genting) masih tidak bisa membedakan mana urusan pribadi dan mana urusan profesi, kapan harus harus bersama tim dan kapan harus bersama keluarga. Ada saja alasan klise dan klasik untuk pembenaran diri, namun justru di sinilah terlihat kelemahan dirinya. Individu dengan pribadi seperti ini tidak menyadari bahwa ini adalah masalah bagi teman-temannya, dan masalah besar bagi lembaganya. Memang dibutuhkan latihan untuk melatih kepekaan diri untuk memiliki jiwa yang baik sebagai seorang profesional dan berorientasi komunal. Sikap profesional dan menjaga soliditas komunal dengan mudah menggambarkan kinerjanya.
  4. Kinerja baik selalu berfikir positif untuk membangun. Tak puas dengan lingkungan sendiri, memandang lebih lingkungan lain adalah hal positif jika diikuti dengan kemauan kuat untuk berfikir kreatif dan berkarya inovatif serta bekerja aktif untuk membangun. Namun yang menjadi masalah adalah jika sebaliknya, menjadikan nglokro, luweh-luweh dan asal jalan. Lingkungan kerja yang baik bukan terjadi dengan sendirinya, jalan panjang dan berliku telah dilalui, berbagai cara telah dicoba, berbagai metode telah diuji dan diterapkan, dan berbagai terapi dan pengobatan telah dijalani untuk menjadi lingkungan kerja yang sehat dan kondusif. Siapa yang berfikir positif bekerja keras untuk membangun sistem, di sinilah kinerja benar-benar akan nampak.
Beberapa hal di atas mungkin cukup untuk memberikan gambaran tentang kinerja, disamping itu masih ada parameter lain yang tidak kalah penting yaitu ketulusan dan pengorbanan. Mereka yang senior dan telah lebih dahulu sudah jelas pengorbanannya, ketulusan bukanlah menjadi urusan orang lain untuk mengukurnya, karena dua hal ini tidak bisa diukur secara pasti, akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu akan terlihat hasil dari sebuah ketulusan dan pengorbanan. "Kebaikan tidak akan pernah tertukar dengan keburukan". Kebaikan selamanya akan tetap menjadi kebaikan, semakna dengan pepatah "mutiara walau berada dalam lumpur tetaplah sebuah mutiara". Kami yang muda tak ada apa-apanya, tentu tak layak disandingkan dan tak bisa dibandingkan dengan mereka yang lebih senior yang waktu pengabdian dan pengorbanannya lebih lama.

Sebagai guru yunior tak banyak yang bisa berikan, tak akan sebaik guru senior dalam memberikan pelayanan pembelajaran. Kami hanya bisa terus berusaha belajar dari para senior di sekolah ini, semoga kami bisa ikut andil kebaikan walau hanya sedikit. Satu hal yang kami yakini yang sejalan dengan hukum kekekalan energi, bahwa sebuah niat baik, sebuah pemikiran baik dan sebuah tindakan baik dan yang semua bernama kebaikan tidak akan ada yang sia-sia, tidak ada istilah percuma. Jangan takut dan jangan bosan untuk terus melakukan kebaikan-kebaikan dalam berbagai hal, berbagai tempat dan berbagai kesempatan. Sekian, semoga Oase -5 sebagai catatan akhir tahun 2015 ini bermanfaat, selamat jalan tahun 2015 dan selamat menjemput tahun baru 2016 dengan semangat baru.<35986>