text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...
Tampilkan postingan dengan label Ujian Nasional - UNBK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ujian Nasional - UNBK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Oktober 2019

Simulasi BeeSmart, Aplikasi Latihan UNBK Mandiri Menyongsong UNBK 2020

Tidak sukses yang "ujug-ujug" dan "instan". Salah satu kunci sukses dalam setiap kegiatan adalah adanya persiapan yang matang, artinya ada rencana yang kemudian diikuti dengan pelaksanaan yang terkontrol dan ditindak lanjuti dengan evaluasi-evaluasi yang relevan. Sejalan dengan itu, ujian nasional yang sudah menjadi agenda rutin tahunan haruslah dipersiapkan sedemikian rupa agar bisa didapatkan hasil yang optimal. Dalam rangka menyambut Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2020 mendatang, pihak sekolah akan segera melaksanakan latihan UBK mandiri. Hal ini dimaksudkan untuk mengenalkan bentuk, pola dan model Ujian Nasional tahun ajaran 2019/2020 yang menurut kabar pelaksanaanya akan dimajukan bulannya.

Sehubungan dengan hal di atas, SMP Negeri 2 Kepil telah menyusun dan mempersiapkan berbagai hal terkait ujian nasional, termasuk kegiatan evaluasi / ujian dengan moda daring yang menggunakan jaringan komputer, yaitu berupa latihan Ujian Berbasis Komputer (UBK). Latihan UBK Mandiri di laksanakan di Laboratorium Komputer SMP Negeri 2 Kepil, menggunakan aplikasi BeeSmart, yang secara sistem 99% mirip dengan UNBK yang dilaksanakan oleh Puspendik. Perbedaan hanya pada sistemnya jika UNBK soal dan jawaban secara online tersambung ke server Puspendik yang berpusat di Jakarta. Sementara untuk BeeSmart jawaban dan soal diunduh dan dikirim ke server lokal yang tersedia di sekolah.

Prosedur dalam aplikasi BeeSmart cukup sederhana, soal-soal yang dibuat oleh Bapak/Ibu guru tersimpan dalam bentuk bank soal  di server, kemudian seting mapel yang akan diujikan, mengatur jadwal dan waktu ujian, mengatur siswa peserta ujian dalam bentuk kelompok / shift, dan yang tidak boleh lupa adalah membuatkan akun dan password untuk login setiap peserta ujian, maka ujian berbasis komputer (UBK) siap dilaksanakan. Soal bisa diseting untuk sistem acak, demikian juga pilihan jawaban juga bisa dibuat acak, sehingga lebih terkondisi untuk tidak bisa melihat dan mencontoh jawaban teman di sebelahnya. Keunggulan lainnya adalah nilai hasil ujian (skor) dapat diatur agar bisa langsung tayang di layar saat anak klik "Selesai", sehingga bisa surprise ketika siswa melihat langsung hasil ujiannya. 

Berikut ini beberapa foto yang situasi Simulasi / Latihan UBK Mandiri di SMP Negeri 2 Kepil yang dilakukan bulan ini.




Kiranya demikian, sekedar melaporkan sedikit yang kami lakukan untuk membantu dan melayani siswa-siswi kami dalam mempersiapkan diri menghadapi UNBK 2020. Harapan kami dengan latihan UBK Mandiri ini semoga bisa menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman sehingga siswa kelas 9 lebih siap dalam menyongsong ujian nasional tahun 2020 mendatang, insya-Alloh.
Selamat berkarya, selamat beraktifitas, semoga sukses.

Sabtu, 28 April 2018

UNBK 2018, Tahun Pertama UNBK di SMPN 2 Kepil - Catatan Kecil Protek Sekolah

Alhamdulillah, Ujian Nasional Utama yang dilaksanakan dengan pola UNBK / UNKP tingkat SMP/MTs telah selesai dilaksanakan secara serentak se-Nusantara dari tanggal 23 - 26 April 2018. Rasanya lega dan plong, pekerjaan yang panjang dan melelahkan tuntas sudah. Ujian Nasional merupakan puncak acara dari kegiatan pembelajaran SMP/MTs selama 3 tahun. Inilah yang juga dirasakan keluarga besar  SMPN 2 Kepil karena tahun 2018 ini merupakan tantangan, dimana ujian nasional dengan pola UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) baru pertama kali dilaksanakan. Oleh karena itu UNBK ini sungguh merupakan beban bagi semua elemen di sekolah ini, mulai dari kepala sekolah, jajaran panitia, guru mata pelajaran UN maupun guru non UN, staf/karyawan hingga proktor/teknisi. Banyak tenaga, waktu, biaya dan pikiran yang tersita dan tercurah untuk hajat besar ini

UNBK 2018 di SMP Negeri 2 Kepil merupakan "gawe besar" jajaran manajemen sekolah, terutama  Kepala Sekolah (Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsip, MM.Pd) dan Panitia Ujian Nasional 2018 yang dikomandani oleh ketua Bapak Ismain, S.Pd. Kepala Sekolah dan segenap jajaran Panitia UN 2018 telah berupaya secara optimal untuk mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari kegiatan pembekalan materi pelajaran ujian nasional yang berupa les yang diikuti dengan berbagai tes uji coba UN, kegiatan persiapan sarana dan prasarana berupa Lab. Komputer yang terintegrasi dengan Server UBK/UNBK - dimana dengan adanya perangkat ujian berbasis komputer yang memadai ini siswa bisa banyak berlatih mengerjakan ujian berbasis komputer, dan yang tak kalah penting adanya persiapan mental dengan berbagai kegiatan yang bersifat pembekalan motivasi, pengisian ruhani dan refresing untuk tujuan sukses UNBK 2018.

Sebanyak 94 siswa kelas 9 seluruhnya bisa mengikuti rangkaian kegiatan ujian nasional dan menyelesaikan UNBK 2018 pada ujian utama. Kegiatan UNBK menggunakan ruang komputer baru yang di desain dengan kapasitas 36 siswa, sehingga semua siswa dapat tertampung dan terlayani dengan dibagi menjadi 3 shift. Pembagian shift dipetakan berdasarkan jarak dari rumah ke sekolah, dimana siswa yang tempat tinggalnya jauh mendapat giliran shift pagi sehingga tidak terkendala terkait transportasi.  Secara sistem dan sarana prasarana pelaksanaan UNBK 2018 terhitung lancar dan tanpa kendala yang berarti, walau di awal waktu pelaksanaan UNBK hari pertama sempat terkendala karena masalah yang terjadi di server pusat di Jakarta.

Tuntas sudah seluruh rangkaian ujian nasional 2018. tentunya terdapat banyak catatan selama dalam persiapan, pelaksanaan hingga pasca pelaksanaan. Sebagai mana lazimnya setiap kebijakan, setiap kegiatan, setiap sistem pasti ada kekurangan, demikian pula dengan UNBK yang baru pertama kali di sekolah ini. Banyak kendala yang menjadi pengalaman sekaligus guru yang sarat  hikmah, banyak keluhan yang akhirnya justru menjadi masukan yang sangat berharga, banyak kritikan yang kemudian menjadi wahana introspeksi, mawas diri sekaligus saran yang memotivasi dan banyak muncul kesan yang menjadi catatan untuk perbaikan ke depan bagi sekolah, bagi panitia, bagi guru, bagi proktor - teknisi dan bagi siswa agar di tahun mendatang bisa lebih baik lagi.

Semoga dengan banyaknya catatan dan pengalaman dalam melaksanakan UNBK yang pertama kali ini menjadi bekal untuk melakukan berbagai perbaikan mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Kepil yang berorientasi pada perbaikan kualitas layanan pendidikan. Selamat bekerja dan selamat berkarya, semoga sukses, insya-Alloh.

Sabtu, 20 Januari 2018

Download POS UN 2018, Pedoman bagi Sekolah untuk Siap UNBK / UNKP

Tahun 2018 sudah berjalan hampir sebulan, bagi siswa kelas IX mengandung arti bahwa pelaksaan Ujian Nasional 2018 semakin dekat. Sebagai siswa sudah pasti harus banyak belajar dan banyak berlatih. Segala persiapan harus dipersiapkan, baik mental, spiritual maupun material (soal) agar bisa memperoleh hasil yang optimal. Demikian juga bagi guru mapel UN, ini adalah hajad besar dan merupakan pertaruhan kinerja atas pembelajaran yang telah diampunya selama ini, sukses siswa berarti sukses gurunya. Tak luput pula bagi sekolah, ini adalah momentum yang luar biasa untuk menunjukkan mutu dan kualitas sekolah. Oleh karena itu pihak sekolah (manajemen) sangat membutuhkan regulasi terkait pelaksanaan UN 2018. Keberadaan Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional (UN) Tahun 2018 sangat ditunggu-tunggu oleh banyak pihak. Terutama oleh para pengelola lembaga pendidikan seperti kepala sekolah dan guru.

Hal ini sangat wajar sekali, mengingat POS UN menjadi patokan dan pedoman bagi sekolah dalam melaksanakan Ujian Nasional. Apalagi sejak tahun 2017 sekolah-sekolah dianjurkan untuk mengadakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang tentunya secara aturan pelaksanaan akan berbeda dengan Ujian Nasional konvensional dengan menggunakan kertas. Demikian juga bagi sekolah yang akan melaksanakan ujian nasional namun masih menggunakan kertas, untuk tahun ini istilahnya baru, yaitu UNKP = Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil.


Bagi anda yang belum tahu, sedikit kami jelaskan bahwa yang dimaksud dengan POS UN adalah kumpulan Peraturan yang dibuat oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang dipakai untuk menjadi dasar dan juga acuan secara  teknis penyelenggaraan Ujian Nasional. Sebab bersifat teknis, POS UN akan disusun pada setiap tahun pelajaran.  Maka dari itu, POS UN untuk jenjang SMP/MTs. SMA/MA dan SMK bisa saja berbeda untuk setiap tahunnya. Aturannya dapat bertambah dan berkurang sesuai ketentuan yang dibuat oleh BSNP.

Setiap sekolah yang menyelenggarakan UN, harus mengikuti semua aturan yang terdapat di dalam POS UN. Sekolah tidak diperkenankan membuat aturan sendiri-sendiri, apalagi aturan tersebut berbeda dengan aturan yang dibuat oleh BSNP. Di dalam POS UN memuat berbagai macam hal terkait dengan teknis pelaksanaan Ujian Nasional. Mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga setelah pelaksanaan UN berlangsung. Tak hanya untuk para panitia saja, dalam POS Un juga memuat aturan-aturan yang harus ditaati oleh semua peserta didik dalam mengikuti UN. Semuanya sudah lengkap dibahas dalam POS UN. Pihak sekolah, harus membaca dan memahami semua aturan yang terteran dalam POS UN tersebut. Sehingga pelaksanaan UN di sekolahnya bisa berjalan dengan lancar. 

Demikian artikel kali ini terkait POS UN 2018, bagi yang merasa membutuhkan silahkan download file dengan cara klik link download yang kami sediakan, semoga bermanfaat. Selamat berkarya, selamat bertugas, semoga sukses.

Kamis, 09 November 2017

Simulasi UBK Online, SMPN 2 Kepil Siapkan UNBK 2018 Lebih Dini

Berawal dari pengalaman tahun lalu dimana saat ujian nasional sudah ramai dan marak dengan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), saat kepala sekolah Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. sangat terpanggil untuk ikut UNBK,  namun pada akhirnya masih menggunakan pola ujian berbasis kertas. Faktor utama disebabkan karena terkendala teknis, peralatan dan pendanaan yang pada praktiknya membutuhkan kesiapan sarana prasarana berupa perangkat komputer, server dan jaringan yang memadai serta jumlah yang cukup. Dengan jumlah peserta ujian nasional sekitar 100 siswa maka minimal harus memiliki perangkat komputer untuk UNBK berjumlah 34 unit. Sementara jika harus menginduk ke sekolah lain (SMA/SMK) tidak memungkinkan karena jarak ke sekolah tersebut lebih dari 10 km, melebihi aturan yang ditetapkan oleh kemendikbud, karena diperkirakan akan repot dan menemui banyak kendala transportasi.

SMP Negeri 2 Kepil yang namanya sudah bergaung dan berkibar dengan berbagai predikat yang disandangnya baik karena status akreditasi A, standar SSN, Pilot  Project K-13 dan Pilot Project Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sudah saatnya merambah dan merangkak naik ke fase yang lebih tinggi, Hal ini menambah semangat dan tekat kepala sekolah untuk melaksanakan UNBK Mandiri di tahun 2017/2018 ini, ditambah lagi dukungan dan suport yang kuat dari semua elemen sekolah, mulai dari dewan guru, staf/karyawan, siswa, komite sekolah, orangtua siswa dan tokoh masyarakat. Akhirnya setelah kesiapan dukungan terpenuhi maka dimulai rangkaian kegiatan persiapan UNBK 2018, mulai dari pengadaan perangkat PC tambahan, server dan jaringan LAN/WLAN, dipersiapan dan dibenahi secara marathon dari hari ke hari.

Dukungan dan motivasi lain datang dari salah satu pengawas SMP Dinas Dikbudpora Wonosobo (Bpk. Parwanto, M.Pd), yang disampaikan kepada kami saat mengikuti pelatihan pembuatan bahan ajar sekitar tiga bulan yang lalu, bahwa untuk bisa menaikkan grade dan mutu maka sekolah harus bisa melakukan inovasi dan terobosan, terutama terkait pemanfaatan teknologi. Sekolah maju yang ditandai dengan layanan pendidikan yang bermutu dan terpadu hanya bisa diwujudkan jika guru-gurunya memiliki semangat untuk belajar sesuatu yang baru, berani melakukan inovasi, menjauhi pola konvensional yang monoton dan yang terpenting siap bekerja lebih (lebih keras, lebih banyak waktu, dan lebih serius). Pengawas menyarankan untuk memulai memberikan stimulasi kepada guru-guru yang siap maju untuk dipandu dan difasilitasi untuk menerapkan berbagai pembelajaran dan evaluasi berbasis IT, mulai dari pembuatan bahan ajar interaktif, e--learning hingga ujian berbasis komputer baik UH/PH, UTS/PTS hingga UAS/PAS.

Dari berbagai dukungan dan suport yang luar biasa dari berbagai pihak, ditambah ketersediaan tim dan partner kerja yang hebat membuat kami pengelola laboratorium komputer mau tidak mau harus turut semangat mendukung untuk terlaksana UNBK di tahun 2017/2018 ini. Keberadaan Pak Ronto yang juga Admin Dapodik di Dikpora memberi kekuatan dan dorongan tersendiri, sedangkan untuk software sistem dan kendali program mendapat suport sepenuhnya dari master jaringan dan software dari Mas Budiyanto, ST dari SMK N Tembarak. Kami hanya menginisiasi dan mengorganisir dan mempersiapkan rancangan sistem, aplikasi dan kebutuhan sarana untuk terwujudnya laboratorium untuk mendukung program UNBK-Mandiri, UBK lokal dan kemanfaatan lainnya.

Alhamdulillah, secara sistem dan aplikasi sudah siap dan sudah berjalan dalam ujicoba ujian berbasis komputer (UBK) periode 1 untuk mapel Bahasa Indonesia. Siswa mengikuti UBK Mapel UN, dengan pola dan model yang mirip UNBK, hal ini dimaksudkan agar siswa sudah terbiasa dengan pola ujian online CBT yang kelak akan dilaksanakan pada saat ujian nasional yang sesungguhnya. Pola UBK yang diterapkan di SMP Negeri 2 Kepil ini menggunakan PC Client yang terkoneksi jaringan LAN/WLAN ke PC Server. Software/aplikasi yang digunakan adalah BeeSmart - aplikasi simulasi ujian online CBT yang mirip dengan UNBK. Soal yang telah dientrikan ke dalam server selanjutnya dapat diseting untuk diacak nomor soalnya, demikian juga dengan option jawabannya, sehingga siswa yang satu dengan yang lain tidak sama untuk setiap nomor soalnya. Ujian online di sistem ini tersedia mulai dari UH, UTS hingga UAS, dengan model pilihan ganda dan essai. Aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai otomatisasi mulai daftar hadir, berita acara, daftar nilai hingga analisis dari tiap mata ujian. Kecepatan proses koreksi dan nilai yang langsung bisa diproses dan dicetak adalah hal utama yang sulit terwujud dengan pola manual.

Apa yang ada ini tentu tak sebanding dan tak ada apa-apanya jika disandingkan dengan sekolah di kota-kota, di sekolah maju, dan sekolah papan atas yang sudah menerapkan sistem ini sejak lama. Sebagai pengelola, kami menyadari berbagai kekurangan kami, dan yang pasti kami menyadari bahwa kami dalam taraf belajar, dalam tahap pengenalan sistem dan dalam proses memotivasi diri untuk maju bersama tim kerja, pimpinan dan teman guru di sekolah kami. Akhirnya kami berharap semoga program UBK-Lokal, UNBK-Mandiri dan e-Learning yang akan dikembangkan di sekolah ini bisa terwujud, bisa berjalan lancar dan bisa memberi manfaat untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada siswa, kepada guru, kepada sekolah dan kepada masyarakat.







Kamis, 19 Januari 2017

Pola UNBK pada Ujian Nasional Tahun 2017, Tantangan Antara Asa dan Realita

Seperti telah kami tulis pada postingan pada awal Desember tahun 2016 yang lalu bahwa merujuk penolakan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait moratorium ujian nasional, maka tahun 2017 ini ujian nasional akan tetap dilaksanakan. Dalam pelaksanaan UN tahun ini tidak jauh berbeda dengan UN tahun 2016 yang lalu, yaitu melalui 2 sistem yang pertama adalah sistem offline dimana para peserta ujian akan mengerjakan soal dengan menggunakan lembar jawab komputer atau PBT (Paper Based Test). Sistem yang kedua adalah dengan sistem online atau yang lebih dikenal dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer atau CBT (Computer Based Test). Pada pola UNBK atau sistem CBT para  peserta ujian akan mengerjakan ujian langsung melalui komputer atau laptop yang terhubung dengan jaringan internet.

Untuk ujian nasional tahun 2017 ini sekolah yang menerapkan pola UNBK akan semakin banyak, hal ini dikarenakan ada himbauan dan kebijakan dari menteri tentang UN tahun 2017 ini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun tentang 2017 tentang pelaksanaan ujian nasional 2017. Dalam SE tersebut, ujian diprioritaskan dengan sistem ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Sekolah yang bisa ikut UNBK disarankan memiliki komputer 20 unit. Bagi sekolah yang belum menyediakan sarana prasarana sendiri, maka siswanya bisa mengikuti ujian di tempat pelaksanaan UNBK yang berada di radius 5 kilometer. Artinya, bagi sekolah yang belum memiliki laboratorium komputer yang memadai dapat mengikuti UNBK dengan cara menginduk pada sekolah lain yang memiliki sarana prasarana memadai, misal ke SMA atau SMK di lokasi yang terjangkau.

Ada banyak keunggulan pola UNBK ini, yang utama adalah dari segi integritas (kejujuran) maka pola UNBK ini sangat bagus dan mendekati sempurna, karena kemungkinan untuk mencontek jawaban teman sangat kecil, hal ini karena soal diacak oleh sistem sehingga jawaban untuk tiap peserta berbeda, yang kedua hemat kertas serta tidak harus menyediakan ruang ujian yang banyak. Di sisi lain ada kendala besar bagi sekolah yang masih terbatas sarana prasarananya, terutama yang berkaitan dengan laboratorium komputer yang terintegrasi dengan jaringan internet. Inilah kendala terberat dalam pelaksanaan UNBK, yang belum mempunyai laboratorium yang memadai berarti harus melakukan pengadaan komputer client, server dan perangkat kelengkapan jaringan internet untuk keperluan ujian on-line. Jumlah komputer client yang harus disediakan minimal 1/3-nya, karena dalam sehari hanya diperbolehkan dilaksanakan 3 shift . Artinya jika jumlah peserta 100 siswa, maka harus disediakan komputer client sebanyak 34 unit. Komputer client, sever dan perangkat jaringan sudah ditentukan spesifikasinya karena berkaitan dengan stabilitas dan kecepatan koneksi pada saat ujian berlangsung. Oleh karena itu, untuk tahun ini sangat dianjurkan (diutamakan) Ujian Nasional  berbasis komputer di peruntukkan bagi sekolah yang sudah memenuhi persyaratan yang sudah di tentukan oleh pihak penyelanggara dan sebelumnya sudah melakukan registrasi. Untuk lebih jelasnya berikut persyaratan untuk sekolah peserta Ujian nasional berbasis Komputer.

PERSYARATAN SEKOLAH PESERTA UNBK (UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER) TAHUN PELAJARAN 2016/2017
1. Tersedia petugas laboratorium komputer (minimal 1 proktor dan 1 teknisi);
2. Dapat menyediakan sarana komputer dengan spesifikasi (minimal) sebagai berikut:
a. Server (utama dan cadangan):
    1. PC/Tower/Desktop (bukan laptop)
    2. Processor Xeon atau i5
    3. RAM 8 GB, DDR 3
    4. Harddisk 250 GB
    5. Operating System (64 bit): Windows Server/Windows 8/Windows 7/Linux Ubuntu 14.04
    6. LAN CARD, dua unit
    7. UPS (tahan 15 menit)
    8. Jumlah server mengikuti rasio 1 : 40 (1 server maksimal untuk 40 client)
    9. Cadangan 1 server.
b. Client (utama dan cadangan):
    1. PC atau Laptop
    2. Monitor minimal 12 inch
    3. Processor minimal dual core
    4. RAM minimal 512 MB
    5. Operating System: Windows XP/Windows 7/Windows 8/LINUX
    6. Web Browser: Chrome/Mozilla Firefox/Xambro
    7. Hardisk minimal tersedia 10 GB (free space)
    8. LAN Card
    9. Jumlah client mengikuti rasio 1 : 3 ( 1 client untuk 3 peserta)
    10. cadangan minimal 10%.
    11. Headset/earphone (untuk ujian listening SMA/MA dan SMK)
c. Jaringan internet dengan bandwidth minimal 1 Mbps
d. Jaringan area lokal (Local Area Network – LAN)

Apapun pola ujian yang akan dilaksanakan, silahkan untuk menentukan pilihan sesuai kesiapan sekolah masing-masing. Tentu saja bukan sekedar mengikuti trend atau sekedar menutup rasa malu jika tidak ikut trend UNBK, namun yang lebih penting adalah kesiapan sekolah dalam berbagai hal. Pertama, kesiapan sarana dan prasarana menjadi faktor utama, sehingga tidak harus menginduk ke sekolah lain yang tentu akan merepotkan mobilisasi pesertanya, terutama jika di daerah yang sulit transportasinya. Kedua, kesiapan mental terkait pola UNBK yang soal dan jawabnya secara on-line, ini perlu kesiapan siswa dalam menggunakan IT terutama dalam ujian berbasis on-line, perlu banyak latihan agar terbiasa dan tidak menambah masalah baru. Ketiga, tidak kalah penting adalah kesiapan materi, penguasaan materi soal-soal ujian nasional, bagaimanapun inilah yang harus diutamakan.

Demikian, semoga masing-masing sekolah bisa mempersiapkan diri dalam segala hal, agar ujian nasional tahun 2017 ini bisa memperoleh hasil yang optimal sesuai yang diharapkan. Semangat teman-teman guru se nusantara, mari kita upayakan layanan pendidikan yang terbaik bagi calon-calon pemimpin masa depan. Selamat bekerja, semoga sukses.<61320-340>

Rabu, 07 Desember 2016

Moratorium UN Tidak Disetujui - Kesempatan Berbenah Diri Memperbaiki Kualitas

Wacana penghapusan UN (moratorium UN) yang sempat diluncurkan oleh Mendikbud beberapa hari lalu sempat menjadi perbincangan hangat, baik dari kalangan akademisi, kalangan elit politik hingga kalangan masyarakat biasa, baik yang pro maupun yang kontra. Berbagai alasan yang menjadi dasar pertimbangan Mendikbud menyampaikan wacana penghapusan UN antara lain; 1) UN tidak berperan ketika siswa-siswi mendaftar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dengan alasan itu dia berpendapat UN tidak dipertahankan. 2) "Orientasi pada UN akan membuat reduksi mata pelajaran lain. Sekarang sekolah-sekolah sudah fokus anak didiknya disiapkan hanya untuk UN. Yang lain dianggap enggak penting. 3) Pertimbangan lain soal digunakannya pilihan ganda untuk menguji siswa. Pilihan ganda atau multiple choice itu tidak mengajarkan siswa berpikir kritis. serta 4) "UN juga dianggap hanya menguji ranah kognitif dan beberapa mata pelajaran saja. Akibatnya cenderung mengesampingkan hakikat pendidikan untuk membangun karakter, perilaku, dan kompetensi,

Moratorium UN Tidak Disetujui
Hal yang dipadang baik belum tentu dianggap baik dan tepat oleh setiap orang. Kewenangan pendidikan memang ada di tangan Mendikbud, namun keputusan akhir tetap berada di bawah kendali Presiden atau Wakli Presiden sebagai pemilik kekuasaan mutlak di negeri ini. Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan pemerintah tidak menyetujui rencana moratorium ujian nasional (UN) yang digagas Mendikbud Muhadjir Effendy. Usulan moratorium UN diminta dikaji ulang. "Ya hasilnya usulan moratorium itu tidak disetujui, tapi disuruh (juga) kaji ulang," ujar Wapres JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2016). Keputusan menolak usulan moratorium UN ini disampaikan JK setelah rapat kabinet paripurna bersama Presiden Joko Widodo. Usulan moratorium UN menjadi salah satu topik pembahasan.

JK menjelaskan, pemerintah untuk saat ini masih menilai UN dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan dan evaluasinya. "Tanpa ujian nasional bagaimna bisa mendorong bahwa kita pada tingkat berapa, dan apa acuannya untuk mengetahui bahwa dari ini kemudian nanti tanpa ujian nasional," kata JK. "Harus dengan soal yang hmpir sama harus diketahui, oh Jawa begini, Sulawesi begini, kalimantan bagaimana. Baru bisa. Kalau tanpa itu bagaimana caranya?" sambung JK. Karena itu, Kemendikbud sambungnya harus mendorong hasil maksimal dalam UN dan mengukur perbandingannya dengan sistem penilaian kelulusan di negara-negara lain.

Wakil presiden Jusuf Kalla menambahkan, "Hampir semua negara di Asia itu ujian nasional semua, apalagi di ASEAN. Di ASEAN semuanya China, India, Korea, cuma Jepang saja hanya ujian masuk perguruan tinggi, yang lainnya ujian nasional semua dengan ketat," jelasnya. Menurut JK, tanpa UN, daya saing dan semangat anak-anak untuk belajar akan kendor. Tapi pemerintah juga mengkaji sistem penentuan kelulusan untuk efektivitas UN. "Jadi usulan tadi tidak diterima, tapi disuruh kaji dan secara perbandingan lebih dalam lagi untuk memperbaiki mutu," kata JK.

Tambahan penulis dari hasil audiensi dengan beberapa guru, terutama guru mapel UN selaku subyek yang banyak berkiprah  dengan siswa dalam mepersiapkan UN menilai jika UN masih sangat diperlukan. Bagi sekolah maju mungkin UN sudah tidak berpengaruh signifikan, karena secara umum motivasi belajar siswa sudah bagus dan mereka sudah sadar sepenuhnya bahwa mereka harus mempersiaipkan dan memposisikan diri untuk memperoleh hasil yang maksimal untuk kelanjutan studi mereka di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, Akan berbeda dengan sekolah yang masuk kategori taraf berkembang, di mana kondisi yang jauh  berbeda dengan sekolah maju. Adanya penentuan kelulusan berdasar nilai UN masih mendominasi dan menjadi motivasi utama mereka untuk mau belajar, berusaha belajar dan sebatas meraih predikat LULUS. Dengan penentuan kelulusan oleh sekolah saja semangat dan motivasi siswa turun drastis, seakan cuek dan tidak mau susah-susah belajar agar lulus, karena toh pasti lulus, lha bagaimana jika UN ditiadakan pasti kondisinya akan bertambah parah.

Secara teori memang UN tidak tepat karena tidak tepat (tidak boleh) meng-generalisasi dan mengukur pendidikan pada wilayah, sarana dan sebaran SDM berbeda dengan alat ukur yang sama. Kondisi wilayah, ragam budaya dan tingkat ekonomi yang berbeda membawa pengaruh yang berbeda pada kualitas pendidikan. Namun begitu tetap dibutuhkan satu bentuk evaluasi yang standar yang berlaku secara umum dan nasional, karena tanpa adanya wahana yang menjadi tolok ukur standar, pasti kondisi akan jauh lebih rendah dari yang diharapkan. Tiap sekolah akan cenderung membuat aturan sendiri, membuat standar sendiri dan membuat pola sendiri yang cenderung tidak terkendali. Sebagai pendidik dan pelaksana, maka sikap kita yang terbaik adalah melaksanakan sesuatu yang sudah menjadi keputusan oleh pemilik dan pemegang kekuasaan manajemen pendidikan di negeri ini. Amanah untuk mendidik dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan adalah hal yang utama.

Semoga dengan diurungkannya rencana moratorium UN ini justru akan memberi kesempatan banyak sekolah untuk berbenah diri dalam berbagai bidang, sehingga sekolah tidak hanya berorientasi pada nilai UN semata yang berorientasi pada angka, namun lebih kepada konten pendidikan yang sesungguhnya, yaitu pada pembinaan mutu pendidikan yang diiringi dengan berkembangnya karakter yang lebih baik. Tentu saja untuk mewujudkan sekolah dengan nuansa pendidikan karakter harus dimulai dari penjiwaan kalangan akademisi tentang pentingnya karakter pada diri pendidik agar proses transfer ilmu juga dilingkupi dengan tauladan dari pribadi yang berkarakter. <60877>.
Selamat beraktifitas, semoga sukses.