text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...
Tampilkan postingan dengan label Kepala Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepala Sekolah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 September 2021

Selamat Mengemban Amanat, Dengan Cinta Kami Sambut Yang Datang dan Kami Antar Yang Pergi

Roda waktu terus berputar detik demi detik, jam demi jam hingga merubah siang menjadi malam, begitu seterusnya sehingga hari berganti bulan dan bulan berganti tahun. Sebagaimana perubahan siang menjadi malam, maka kehidupan manusia juga terus berjalan seiring waktu yang tak bisa ditahan walau sedetik, semua berjalan sesuai yang telah digariskan. Perjalanan waktu membawa perubahan hampir pada semua aspek kehidupan, semuanya berubah. Begitu juga dalam sebuah kebersamaan yang terjalin pelan, tapi pasti semua akan berubah, berlalu dan berganti episode. Kaidah "ketika ada pertemuan maka akan ada perpisahan", kiranya cocok dengan kenyataan ini. Inilah tema tulisan kali ini, perpisahan dan perubahan yang  tentu saja menyisakan banyak hal, yang pasti ada sisi baik dan sisi kurang baik. Kekurangan, kekecewaan dan penyesalan berada dalam satu paket diantara harapan, impian dan kebahagiaan. Ada rasa takut, cemas, kecewa, marah, dan hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan, di sinilah dibutuhkan kebesaran hati untuk lebih siap dalam menapaki jalan kehidupan.

Jalan kehidupan mulus, lapang, mudah dan semua fasilitas tersedia adalah impian dan harapan semua orang. Kenyataannya tidak selalu demikian, segala sesuatu bisa terjadi, tidak diharapkan, menyebabkan kesedihan, kekecewaan dan penyesalan. Untuk menggambarkan rasa itu penulis akan menukil secuil kisah dari Tiongkok, tepatnya cerita epik pada masa dinasti (Kaisar) Wei Utara yang diangkat dalam film berseri  berjudul Princess Agents yang fenomenal dan luar biasa sukses di tahun 2017. Dikisahkan tokoh pertama seorang pemuda bernama Yuwen Yue yang sangat ahli dalam ilmu beladiri tetapi nampak biasa, rendah hati dan cenderung bersikap dingin, pendiam dan suka menyendiri. Keahliannya itu membuat ia dipercaya sebagai agen (inteligen) sekaligus penasehat raja, dan juga sebagai pelatih ilmu beladiri (perang) kepada prajurit kerajaan. Tokoh yang kedua seorang gadis bernama Xing'er yang awalnya dipekerjakan sebagai pelayan di keluarga Yuwen Yue yang seorang bangsawan. Xing'er yang ternyata berbakat istimewa hingga kemudian dipilih untuk mendapat kesempatan untuk belajar tentang inteligen, beladiri, strategi peperangan dan berbagai hal tentang kebaikan. 

Kebaikan yang diberikan Yuwen Yue kepada Xing'er tidak terukur banyaknya, berbagai macam bantuan diberikan, tidak tanggung-tanggung, walau ia cuma seorang pelayan tapi diperlakukan bak seorang ratu. Tetapi sebaliknya yang dilakukan oleh Xing'er, kebaikan itu tidak diimbangi dengan kebaikan yang sama. Wajar kiranya jika Yuwen Yue sempat memendam rasa kecewa pada Xing'er, ia merasa dilupakan begitu saja, merasa tidak dianggap, merasa diabaikan dan merasa ditinggalkan. Sementara itu Xing'er tertutup hatinya oleh prasangka buruk dan dendam, sehingga walau mendapat banyak kebaikan masih saja tidak bisa membuka hati untuk mengakui kebaikan Yuwen Yue, bahkan menyimpan rencana jahat padanya. Yuwen Yue yang low profile nampak sabar dan menerima semua yang terjadi dengan ikhlas.  Ia tidak sakit hati, bahkan ketika ia menawarkan tumpangan pada Xing'er untuk naik kuda bersamanya (boncengan) tetapi ditolak oleh Xing'er dan ia hanya pasrah ketika tak lama kemudian Xing'er justru terlihat naik seekor kuda bersama pemuda lain yang juga teman dekat Yuwen Yue. Pemuda itu bernama Yan Xun, sosok yang pandai, tampan, berbakat dan merupakan calon (kandidat) penguasa di negeri Yan yang merupakan negeri bawahan Kaisar Wei. 

Singkat cerita, di episode terakhir (episode 58) Xing'er baru menyadari bahwa selama ini dirinya salah, ia  hanya mengikuti emosi, sakit hati dan rasa percaya diri bahwa ia lebih baik, hingga pada akhirnya semua harapan dan impian yang disemainya justru berubah menjadi kekecewaan dan penyesalan. Ia menyaksikan sendiri dan ikut merasakan berbagai kerusakan dan kehancuran yang diakibatkan oleh ambisi kekuasaan, akibat amarah dan dendam kesumat yang ada di hati Yan Xun yang dipujanya. Saat itulah ia baru menyadari bahwa sesungguhnya ia merasa banyak berhutang kebaikan pada Yuwen Yue, bahwa ia telah banyak dibantu tetapi ia justru berburuk sangka, mencurigai dan memusuhi Yuwen Yue. Ia sangat menyesal telah meninggalkan dan mengabaikan ketulusan Yuwen Yue, akhirnya ia berjanji tidak akan pernah meninggalkannya lagi. Sayangnya semua sudah sangat terlambat, Yan Xun yang hatinya dikuasai emosi, cemburu, amarah, ambisi dan dendam melakukan pembantaian yang menyebabkan kekacauan yang nyaris memisahkan Yuwen Yue dan Xing'er untuk waktu yang belum jelas sampai kapan. Inilah akhir cerita season-1 dari serial Princess Agents yang ditutup dengan  hadirnya kesadaran dan penyesalan.

Kesadaran dan penyesalan memang biasanya datang belakangan, sangat jarang dan tidak lazim orang merasa menyesal sebelum berbuat sebuah kesalahan. Ketika sudah ditinggal pergi baru merasakan betapa berharganya seseorang, betapa banyak hal yang belum dilakuan dan betapa banyak kesalahan yang dilakukan, hingga kemudian timbul rasa sangat menyesal. Seperti halnya ketika sebuah kebersamaan  yang sudah seperti keluarga dekat, yang situasinya sudah sangat akrab, tetapi kemudian dipisahkan oleh keadaan. Rasa itulah yang dirasakan oleh sebagian besar warga SMP Negeri 2 Kepil ketika dalam beberapa hari terakhir akibat adanya regulasi tentang rotasi dan mutasi terkait pimpinan sekolah. Beberapa hari pekan ini segenap jajaran pimpinan, dewan guru dan karyawan SMP Negeri 2 Kepil nampak sibuk dengan kegiatan terkait adanya rotasi dan mutasi pejabat kepala sekolah di lingkungan Dinas Dikpora Kabupaten Wonosobo. Qodarulloh dua orang penting di SMP Negeri 2 Kepil termasuk yang ikut dalam rotasi dan mutasi tersebut. Yang pertama adalah kepala sekolah, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd., dipindah-tugaskan (rotasi) menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Kepil. Yang kedua sosok senior yang juga WKS, Bapak Ismain, S.Pd., mendapat amanah baru, dimutasi ke SMPN Satu Atap 5 Sapuran sebagai kepala sekolah.

Proses serah terima kepala sekolah dilaksanakan secara maraton, tanggal 2-9-2021 serah terima di SMP Negeri 1 Kepil, tanggal 6-9-2021 di SMP Negeri 5 Sapuran, dan tanggal 7-9-2021 di SMP Negeri 2 Kepil. Kepala sekolah SMP Negeri 2 Kepil yang baru adalah Bu Fajar Fatimah Winarti, S.Pd., M.Or. Bu Fajar, bukanlah orang baru di sekolah ini, karena sebenarnya jauh hari sebelumnya (8 tahun lalu) beliau pernah menjadi guru SMPN 2 Kepil hingga kemudian pada Maret 2013 beliau diberi amanat dan diangkat sebagai kepala sekolah di SMPN 4 Sapuran. Selain itu beliau juga pernah duduk dan belajar di bangku sekolah ini, yang artinya beliau alumni SMPN 2 Kepil. Dari rangkaian perjalanan itu bisa diartikan bahwa amanah baru untuk memimpin sekolah ini seakan hanya tugas untuk kembali pulang ke rumah, apalagi rumah tempat tinggal hanya berjarak kurang dari dua kilometer. Secara organisasi, kultur, bahasa, iklim dan budaya lokal semua sudah dikuasai, sehingga tugas beratnya adalah bagaimana mengatur sisi managerial untuk menciptakan iklim sekolah yang memiliki tagline sekolah sejuta impian.

Sekolah sejuta impian, bukanlah slogan asal-asalan, slogan yang kaya makna. Harapannya menjadikan sekolah sebagai taman belajar bagi banyak siswa dengan latar belakang yang berbeda-beda. Belajar hal-hal mendasar untuk menyemai asa, mengobarkan semangat dan menguatkan motivasi meraih cita-cita  untuk menggapai mimpi. Mimpi-mimpi tentang keberhasilan dan kesuksesan itulah yang ingin kami fasilitasi. Karena pada hakikatnya keberhasilan dan kesuksesan siswa-siswi alumni kami adalah kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami. Kami mengadopsi dan mengkolaborasi slogan BRI menjadi prinsip pelayanan kami, "Senang Bisa Membantu dan Melayani dengan Setulus Hati". Selain itu kami juga menggunakan "aji mumpung", mumpung masih kuat, masih sehat, masih mampu, masih dipercaya dan masih bisa. Aji mumpung ini merupakan intisari dari pesan dari mereka-mereka yang sudah purna tugas, pesan kebaikan dan rasa penyesalan.

Penyesalan, ada kalanya perlu dibangun untuk melahirkan sikap positif, penyesalan yang muncul ketika tidak bisa melayani dengan optimal saat kesempatan masih ada, saat wewenang ada di tangan dan hak untuk mengakses masih terbuka. Jabatan, posisi dan wewenang di sekolah baik sebagai kepala sekolah, wakil kepala, koordinator standar, guru mapel, guru bimbingan konseling, wali kelas, tata usaha hingga karyawan pastilah memiliki kewenangan dan akses spesial, yang hanya bisa digunakan saat masih aktif dan pada suatu saat akan berakhir. Jika telah berakhir masa jabatan, tergantikan posisinya atau telah dicabut wewenangnya, maka kesempatan untuk melakukan banyak kebaikan melalui jabatan dan posisi itu tertutup sudah, tertutup karena tidak memiliki kewenangan atau hak akses telah dialih-tangankan. Itulah kudratnya, karena sejatinya semua adalah pemberian atau bahkan hanya titipan, pastinya tidak akan lama dan tidak akan selamanya.

Karena tidak akan selamanya, maka pemberian atau titipan itu harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Kedewasaan, kebijaksanaan, kepekaan, kelapangan dan kerendahhatian akan sangat menentukan apa, dimana dan sebagai apa peran yang akan dijalankan. Disinilah letak benang merah antara kisah tiongkok di atas dengan realita kehidupan, dimana kita bisa bercermin dan melihat diri kita berada pada peran yang mana. Apakah seperti Yuwen Yue, yang hati dan fikirannya hanya ingin memberikan yang terbaik, yang walau sempat muncul rasa kecewa tetapi dendam atau tidak sakit hati,  serta tidak mau melakukan kecurangan. Atau seperti Xing'er yang belum bisa membuka mata hati dan menyimpan prasangka buruk, sehingga tidak bisa melihat kebaikan orang lain dan menimpakan kesalahan pada orang lain. Atau justru seperti Yan Xun yang bertangan dingin, yang tega menginjak, menyikut dan menjatuhkan orang lain untuk mencapai ambisi kekuasaannya. Sebagai insan pendidikan yang merupakan publik figur di masyarakat sudah tentu akan memilih peran yang baik dan berusaha untuk memantaskan diri untuk menjadi sosok yang baik.

Menjadi sosok yang baik tentu bukan hal yang mudah, bukan hal sepele, akan ada banyak tantangan, akan ditemui banyak godaan dan pastinya penuh perjuangan. Diperlukan usaha yang sungguh-sungguh untuk terus menerus belajar mengasah dan menempa diri agar mata menjadi lebih jeli dalam melihat, telinga menjadi lebih peka dalam mendengar, hati menjadi lebih sensitif dalam mengolah rasa serta otak menjadi lebih luas dalam berinovasi. Fokusnya bukan untuk menjadi yang terbaik, tetapi lebih pada berusaha melakukan yang terbaik, yang lebih baik dari sebelumnya. Adapun setelah berusaha secara optimal melakukan yang terbaik tetapi masih ditemukan beberapa kekurangan atau kesalahan, maka  ada toleransi atas sifat kodrat manusia yang tidak terlepas dari kesalahan dan kekurangan. Peribahasa "Tak ada gading yang tak retak" menunjukkan bahwa semua gading pasti retak, dan retak itulah tanda gading itu asli. Maka tak seorangpun berani mengklaim diri sempurna tanpa cacat dan cela, kelemahan dan kekurangan pasti ada, dosa dan salah juga tak mungkin dinafikkan. Dari sini seseorang bisa belajar untuk memahami, mengerti dan menerima kekurangan orang lain.

Selain memiliki kekurangan setiap orang pasti dikarunia kelebihan yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Kekurangan, kelebihan dan perbedaan jika disatu-padukan sesungguhnya adalah sumber daya yang hebat dalam membangun sebuah kebersamaan. Pertanyaanya, kekuatan apa yang bisa menyatupadukan semua itu? Jawabannya adalah kekuatan cinta. Benar, cinta yang digambarkan dalam bentuk hati itu memiliki kekuatan yang luar biasa dan mampu merubah segalanya. Cinta bisa menggerakkan hati seseorang bisa menjadi sangat baik perilakunya, tetapi sebaliknya jika salah dalam menyikapi bisa memporak-porandakan hati seseorang. Untuk menggambarkan kekuatan cinta kiranya bisa disimak nukilan puisi dalam sesi film Ketika Cinta Bertasbih 2, yang isinya sebagai berikut; 

"cinta adalah kekuatan, yang mampu mengubah duri jadi mawar, mengubah cuka jadi anggur, mengubah malang menjadi untung, mengubah sedih jadi riang, mengubah setan menjadi nabi, mengubah iblis menjadi malaikat, mengubah sakit jadi sehat, mengubah bakhil menjadi dermawan, mengubah kandang menjadi taman, mengubah penjara menjadi istana, mengubah amarah jadi ramah, mengubah musibah jadi muhibbah, itulah cinta".

Itulah cinta yang memiliki kekuatan luar biasa. Karena itulah kami segenap warga SMP Negeri 2 Kepil  akan selalu berusaha menyemai cinta di sekolah kami. Cinta yang bisa menerima perbedaan, bisa memaafkan kesalahan, bisa menerima kekurangan. Dan bukti dari semua cinta adalah berani berjuang dan berkorban untuk meraih cintanya. Berjuang dan berkorban, inilah intisari dari cinta yang sesungguhnya. Cinta adalah memberi bukan menerima, cinta adalah membahagiakan bukan menyakiti, dan cinta adalah menjaga bukan mengabaikan. Cinta yang diwujudkan dalam perjuangan dan pengorbanan inilah yang membuat SMPN 2 Kepil memiliki nama besar (walau hanya sekolah kecil), sekolah yang dikenal luas di tingkat kabupaten hingga propinsi, termasuk juga ditunjuk sebagai sekolah piloting dalam berbagai program dari kemendikbud. Kami (pimpinan, guru dan staf) menyadari, bahwa kami bukan siapa-siapa dan tidak mempunyai kemampuan apa-apa. Sungguh, semua prestasi dan nama besar sekolah ini adalah semata-mata karunia Alloh. Amanah ini akan kami jaga dengan segenap kemampuan dengan berkhidmat kepada jajaran pimpinan sekolah. 

Pimpinan sekolah yang lama telah pergi (Pak Hadi), ditambah lagi satu wakil pimpinan juga pergi mengemban amanah baru menjadi kepala sekolah baru (Pak Ismain), dan sekarang telah datang kepala sekolah baru (Bu Fajar). Perubahan pimpinan pasti akan merubah suasana, iklim dan ritme kerja  yang baru dan berbeda. Dengan berpegang teguh kepada prinsip positif thinking, positif feeling serta positif motivation, insyaAlloh kami yakin dan optimis untuk menyongsong era baru di SMP Negeri 2 Kepil. Dengan tangan terbuka kami seluruh warga SMP Negeri 2 Kepil menyambut Bu Fajar dengan cinta, dengan cinta pula kami antar Pak Hadi dan Pak Ismain yang pergi meninggalkan kami menuju ke tempat tugas baru. Kepada beliau bertiga kami segenap warga SMP Negeri 2 Kepil mengucapkan "Selamat bertugas, selamat bekerja, selamat berjuang dan selamat mengemban amanat baru, semoga diberikan kemudahan, kelancaran dan kesuksesan". (226020)

Rabu, 02 Januari 2019

Berpisah karena Tugas -Bu Dyah-, Selamat Bertugas di Tempat Yang Baru

Tahun baru, kepala sekolah baru. Situasi hari pertama masuk sekolah -setelah libur semester ganjil- yang sekaligus mengawali tahun baru 2019 nampak berbeda. Tidak ada upacara bendera karena memang tidak bertepatan dengan hari Senin atau hari besar nasional. Pagi itu, Rabu 2 Januari 2019 jam 08.00 WIB bertempat di lapangan upacara sekolah tampak barisan siswa kelas VII, VIII dan IX di sebelah selatan berhadapan dengan barisan guru-staf di sebelah utara. Pagi itu dilaksanakan acara perpisahan antara siswa dengan kepala sekolah Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. yang selama ini telah membersamai mereka. Bapak Ismain menjelaskan bahwa hari ini ada beberapa rangkaian acara, yaitu perpisahan Bu Dyah dengan siswa, serah terima jabatan kepala sekolah dan mengantar kepergian Bu Dyah ke tempat tugas baru.

Dalam acara perpisahan dengan siswa itu, Ibu Rini Utami, S.Pd selaku pembawa acara membacakan dan mengatur rangkaian acara, dimulai dengan sambutan perpisahan dari Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. selaku kepala sekolah yang telah habis masa jabatannya dan akan mengajar (mutasi) ke SMPN 4 Kepil. Dilanjutkan dengan kata sambutan perpisahan dari perwakilan guru dan karyawan yang disampaikan oleh Pak Eko Sutomas, S.Pd., sedangkan kata sambutan perpisahan dari perwakilan siswa disampaikan oleh ananda Fadlika Putri Pitayani siswa kelas 8A selaku ketua OSIS SMPN 2 Kepil. Acara ditutup dengan salam-salam semua siswa dengan Bu Dyah yang telah berakhir masa jabatannya.

Siangnya, sekitar jam 10.00 WIB acara lepas sambut (serah terima jabatan) dimulai, bertempat di ruang Laboratorium IPA dilakukan acara serah terima jabatan kepala sekolah, dalam tajuk acara "Lepas Sambut Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kepil". Acara ini dihadiri guru-karyawan SMPN 2 Kepil selaku tuan rumah, nampak juga hadir beberapa guru-karyawan SMPN 3 Kepil selaku tamu pengombyong kepala sekolah yang akan menggantikan kepala sekolah lama, dan juga dihadiri pengurus Komite SMPN 2 Kepil.

Bapak Eko Sutomas,  S. Pd. bertindak sebagai pembawa acara, sang Maestro yang senior dan piawai dalam meracik bahasa dan suasana. Acara inti berupa serah terima jabatan Kepala SMPN 2 Kepil dari Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. kepada pelaksana tugas kepala sekolah yang baru Bapak Hadi Wiyono. SH, M.Pd. Di antara sambutan-sambutan dari pejabat lama, pejabat baru, perwakilan guru, dan komite sekolah. Acara diselingi penampilan kreasi tari dan lagu siswa-siswi SMPN 2 Kepil. Menjelang akhir acara diserahkan tanda kasih / cindera mata kepada Ibu Dyah yang diberikan oleh Bapak Ismain mewakili rekan-rekan guru/karyawan dan Bapak Haryanto mewakili pengurus komite sekolah.

Sehari sebelumnya, bertepatan dengan hari pertama di tahun baru 2019 - Senin 1 Januari 2019, telah dilaksanakan acara perpisahan kepala sekolah dalam nuansa yang santai, akrab dan penuh rasa kekeluargaan. Acara perpisahan itu dilangsungkan di taman wisata Candi Gedung Songo, Bandungan Ambarawa Jawa Tengah. Satu armada bus yang mengangkut guru, karyawan dan kepala sekolah berangkat dari kampus SMPN 2 Kepil pukul 07.00 dan sampai di lokasi wisata sekitar pukul 10.30. Beberapa sambutan, ramah tamah dilanjut dengan wisata belanja cukup membuat lupa waktu, hingga perjalanan pulang dan kembali ke sekolah sekitar pukul 21.00 malam. Berikut beberapa foto rangkaian kegiatan perpisahan dari hari Senin hingga Selasa baik di sekolah hingga mengantar ke rumah di Gading Rejo Residen.


Kepada Bu Dyah yang sudah kami anggap orangtua kami, kami mengucapkan selamat berpisah, selamat jalan dan selamat bertugas di tempat baru. Kita hanya berpisah secara kedinasan, kita hanya berpisah secara fisik karena berbeda tempat kerja, namun persaudaraan, kekeluargaan dan perasaan kita tetap dekat dan akan selalu terjalin. Penulis khususnya, dan juga atas nama teman-teman mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya  atas bimbingan, arahan, motivasi dan berbagai pembelajaran yang telah diberikan kepada kami selama ini. 

Di antara pernak-pernik kejadian ada satu kesan yang mendalam, seperti apa yang Bu Dyah katakan, setiap kita punya kelebihan dan juga kekurangan, dan yang terbaik adalah mengapresiasi dan mengoptimalkan kelebihan seseorang, bukan mencari dan mengkorek-korek kekurangan dan kesalahan. Terakhir, kami mohon maaf atas semua kesalahan, kekhilafan dan kekurangan yang kami lakukan. Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga diberikan kemudahan dan kelancaran dalam melaksankan tugas mendidik generasi muda calon-calon pemimpin bangsa. 

Kamis, 28 April 2016

Lepas Sambut Kepala Sekolah SMPN 2 Kepil, Pergantian Kepemimpinan Spero - Optimis Menjemput Sukses Berikutnya

Siapa sosok yang akan memimpin "SPERO" akhirnya terjawab sudah dengan dilakukannya serah terima jabatan (sertijab) kepala sekolah yang dilaksanakan di kantor Dinas Dikbudpora Wonosobo pada hari Selasa, 26 April 2016. Sosok pengganti kepala sekolah yang secara definitif menggantikan PLT kepala sekolah sebelumnya Bpk Bambang Nuryanto, S.Pd, MM.Pd adalah seorang Ibu yang sebelumnya menjabat kepala SMPN 4 Kepil, yaitu Ibu Dra. Diyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. Ibu Diyah - begitu panggilan akrabnya, akan menjabat kepala SMP Negeri 2 Kepil untuk 2 tahun 8 bulan ke depan, hingga habis masa jabatan beliau sebagai kepala sekolah.

Pelaksanaan lepas sambut kepala SMPN 2 Kepil dilaksanakan Kamis, 28 April 2016. Acara dilaksanakan dari pukul 09.00 - 11.30 WIB, bertempat di lantai 2 gedung utama, kantor tata usaha yang sekaligus merupakan aula pertemuan. Dihadiri pejabat dinas Dikbudpora yang diwakili pengawas SMP, Bpk Drs. H. Abdul Hadi, MM. Nampak juga dihadiri tamu undangan meliputi kepala SDN Randusari dan kepala SDN Rejosari, Kepala Desa Randusari, Komite SMPN 2 Kepil, Rombongan pengantar dari SMPN 4 Kepil yang terdiri dari guru, karyawan dan komite, serta dihadiri  oleh segenap guru karyawan SMPN 2 Kepil.

Bertindak sebagai pembawa acara adalah pakar MC yang alumnus "Permadani" Bpk. Eko Sutomas, S.Pd dan Ibu Rini Utami, S.Pd, menggunakan bahasa jawa yang sangat fasih dengan bahasa kawi yang adiluhung. Beberapa kata sambutan mulai dari kepala sekolah lama (PLT), kepala sekolah baru, wakil kepala sekolah, komite dan pengawas SMP mengisi acara demi acara yang diselingi dengan beberapa penampilan pentas seni kreatif hasil bimbingan dari guru-guru senior SMPN 2 Kepil, Bu Ruti dan Bu Isti. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan photo bersama segenap guru karyawan mengapit kepala sekolah lama dan kepala sekolah yang baru.

Akhirnya, mari kita lanjutkan perjuangan bersama dalam membangun sistem, membangun manajemen pengelolaan sekolah ini untuk mewujudkan sekolah yang menjunjung tinggi profesionalitas dan sportifitas demi kemajuan pendidikan di sekolah ini. Selamat beraktifitas, semoga bermanfaat.

Rabu, 10 April 2013

Kepala Sekolah SMPN 2 Kepil Baru, Tahun Ajaran 2013-2014

Selasa, 2 April 2013 dilaksanakan acara lepas sambut dan serah terima jabatan kepala sekolah SMPN 2 Kepil, maka sejak hari tersebut secara definitif kepala sekolah SMPN 2 Kepil dijabat oleh Drs. Kardan yang sebelumnya memimpin di SMPN 3 Kepil.
Untuk sekedar mengenal sosok beliau, berikut ini kami sampaikan sedikit profil beliau (data sementara).

Berikut ini figur / sosok pribadi bapak kepala sekolah SMPN 2 Kepil :
  • Nama             : Drs. Kardan
  • NIP                : 19650901 199702 1001
  • Gol                 : IV/A
  • TTL               : Purworejo, 01 September 1965
  • Agama            : Islam
  • Alamat rumah : Siwedus, Gadingrejo, Kepil, Wonosobo, Jateng
  • Istri                : Hartini (PNS Guru SDN Tanjung Anom 1)
  • Anak             : 1. Yoyok  2, Arga
  • Pendidikan.    : Pendidikan Biologi IKIP Yogyakarta
  • Hobi              : Bulu tangkis, Ndolalak
  • Akun FB       : https://www.facebook.com/pakdhe.kardan
Demikian profil kepala sekolah, semoga bermanfaat.