text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...

Kamis, 09 April 2020

PPDB Online SMPN 2 Kepil, Langkah Antisipasi Wabah Covid-19 Menyongsong Tahun Ajaran Baru


Penyebaran wabah Covid-19 yang semakin hari semakin meningkat, hingga pemangku kebijakan pendidikan dari tingkat pusat, propinsi, kabupaten/kota hingga sekolah tidak berani mengambil resiko untuk mengadakan pembelajaran secara tatap muka. UNBK dalam segala tingkatan dihapus, USBN juga dihapus, bahkan US lokal juga ditiadakan. Intinya tidak boleh ada kegiatan yang bersifat komunal dan mengumpulkan masa, karena akan beresiko penularan virus Corona.

Akhirnya situasi pendidikan menjadi tidak kondusif, kampus, sekolah, pondok pesantren dan semua yang melibatkan banyak massa ditutup dan tidak diijinkan beroperasi dengan normal. Tiada pilihan lain bagi sekolah kecuali harus merumahkan siswanya dalam belajar, menugaskan guru bekerja dari rumah mulai dari mengajar, memberi tugas hingga melakukan penilaian. Berbagai metode dilakukan, mulai dari kirim tugas lewat WAG, lewat aplikasi pembelajaran online, mulai dari google formulir, google classroom hingga memanfaatkan situs resmi buatan pemerintah yang selama ini banyak tidak tersentuh.

Masa bekerja dari rumah bagi guru dan belajar dari rumah bagi siswa sudah cukup lama, hampir 3 pekan. Jika melihat perkembangan di nusantara, indikasinya penyebaran virus Corona masih belum segera berakhir dalam waktu dekat. Bahkan dari BNPB dan juga pendapat beberapa ahli memprediksi dampak virus Corona masih akan berlanjut hingga akhir Mei. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait proses seleksi calon peserta didik baru, bagaimana modelnya, sosialisasi dan penjaringannya untuk bisa diterima di sekolah.

Masyarakat menilai bahwa SMPN 2 Kepil adalah sekolah unggul, banyak meraih prestasi, namanya sudah semakin naik, semakin terkenal dan semakin diminati. Oleh karena permintaan dari masyarakat sekitar terkait rencana pendaftaran calon peserta didik baru, maka pihak sekolah mengeluarkan suatu terobosan program PPDB yang diberi nama Form PPDB Online. Form ini berfungsi untuk sebagai wahana komunikasi dan aspirasi, untuk mengakomodasi kepentingan sekolah dan masyarakat.

Menggunakan aplikasi sederhana berbasis google form, yang dikemas sedemikian rupa agar mudah, praktis dan efisien tetapi tidak meninggalkan fungsi pokoknya, penjaringan calon peserta didik. Inilah link yang langsung bisa di-klik untuk membuka halaman internet, yang berisi formulir pendaftaran.

Link-1, http://gg.gg/PPDB-ONLINE-SMPN2KEPIL

Link-2, http://gg.gg/PPDB-ONLINE-SMP2KEPIL

Selamat bekerja dari rumah, jaga kesehatan, jaga jarak dan jaga kondisi.

Selasa, 17 Maret 2020

SMPN 2 Kepil Lock Down, Antisipasi Wabah Corona - Siswa Belajar di Rumah

Hampir satu minggu ini sekolah-sekolah di sebagian besar DKI, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali nampak sepi dan lengang.  SMPN 2 Kepil dan sekolah-sekolah di Wonosobo baru meliburkan siswa mulai hari Selasa 17 Maret 2020, hal ini karena menunggu edaran resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo (Disdikpora). 

Disdikpora membuat keputusan bersama Bupati untuk menindak lanjuti masukan dari berbagai pihak menyusul edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah. Dasarnya adalah ketika Gubernur Jateng yang tanggap dan responsif dengan keadaan dan menyambut anjuran dari Presiden terkait Corona yang sedang menjadi pandemi.

Pak Ismain, S.Pd. selaku wakil kepala sekolah menyampaikan bahwa untuk siswa SMPN 2 Kepil yang seharusnya sedang melaksanakan Penilaian Tengah Semester (PTS) selanjutnya disarankan untuk penilaian dan pembelajaran dari rumah. Menurut edaran jangka waktu  siswa belajar di rumah adalah selama kurang lebih 14 hari, mulai dari tanggal 16 - 29 Maret 2020. Berbagai komentar dan tanggapan terkait hal ini, baik oleh siswa, orang tua siswa, masyarakat umum, pegawai kantor, karyawan, hingga guru dan tenaga kependidikan di sekolah. Ada yang komentar positif karena mungkin pemahaman dan wawasan yang memadai, ada komentar yang datar saja karena merasa bisa liburan dan bebas tugas, tetapi ada juga yang komentar miring hingga terkesan mengejek kebijakan yang dianggapnya tidak rasional.

Jika kita mau membuka diri, membuka mata, membuka telinga dan lebih utama lagi membuka hati, kiranya kita akan prihatin dengan keadaan di negeri ini. Mengapa pemerintah (kementerian kesehatan) menetapkan jangka waktu 14 hari siswa diliburkan, bukanlah asal atau hanya dibuat-buat, tapi tentu saja berdasar kajian dan masukan dari ahli yang telah mengkaji, meneliti dan mempelajari pola endemi virus corona (Covid-19) yang tengah menjadi pandemi di seluruh dunia.

Kepala SMPN 2 Kepil (Bapak Hadi Wiyono, SH, M.Pd) berpesan, "Mari jaga kesehatan sendiri-sendiri, keluarga, komunal dan lingkungan dengan mengikuti anjuran dan aturan yang telah dibuat oleh pemerintah". Siswa, mari tetap di rumah, belajar di rumah. Guru dan karyawan, mari bekerja dari rumah, beri tugas, beri pendidikan, layanan dan bimbingan dengan mode dalam jaringan (internet) maupun luar jaringan (luring). Ada banyak model, media dan metode untuk pembelajaran jarak jauh, walau jika dibanding-bandingkan pasti jauh lebih baik mode tatap muka langsung. Namun demi menjaga kesehatan diri, komunitas dan lingkungan maka model socyal distancing dan physical distancing adalah yang terbaik.

Tetap jaga kepentingan bersama, jangan sok hebat, sok sakti dan sok unjuk diri. Sehebat dan sepintar apapun kita, tetaplah rendah hati. Selagi di rumah, perbaiki ibadah dan perbanyak doa untuk keselamatan negeri. Selamat bekerja, selamat berkarya, semoga sukses selalu.

Sabtu, 11 Januari 2020

Juara 1 Tingkat Kabupaten, SMPN 2 Kepil Bersiap Lomba Sekolah Sehat Tingkat Propinsi

Sekolah yang dihiasi dengan pohon-pohon yang tumbuh terawat tentu memberikan rasa sejuk yang alami. Akan lebih terasa damai jika ditambah dengan adanya taman-taman dengan bunga berwarna-warni yang akan menambah suasana asri dan menawan. Pastinya akan lebih lengkap lagi jika pemandangan itu dilengkapi dengan adanya bak sampah yang tertata rapi tentu alam menumbuhkan suasana bersih, sehat dan terawat. Itulah beberapa hal yang sejak setahun lalu dilakukan oleh SMPN 2 Kepil untuk menumbuhkan situasi lingkungan sekolah yang nyaman dan mendukung untuk proses pembelajaran yang berwawasan lingkungan. Kepala sekolah Bapak Hadi Wiyono, SH, M.Pd. turun langsung memimpin dan memberikan arahan serta contoh dalam kegiatan kebersihan dan pengelolaan tanaman yang dilakukan secara rutin dengan jam khusus setiap hari Sabtu yang diberi tajuk "Sabtu Bersih".

Dari kegiatan Sabtu bersih itu maka terwujudlah sekolah yang teduh, bersih dan asri. Tak berhenti sampai disitu, kegiatan itu akhirnya berbuah manis, SMPN 2 Kepil ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Wonosobo untuk mengikuti Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat kabupaten. Dari hasil penilaian lomba sekolah sehat tingkat SMP yang dilaksanakan pada hari Rabu, 4 Desember 2019, sekolah ini dinyatakan sebagai Juara 1, syukur Alhamdulillah. Penyerahan juara lomba sekolah sehat dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Drs. Sigit Sukarsana, M.Si.) di Pendopo Bupati Wonosobo pada hari Senin,  23 Desember 2019. Raihan prestasi sebagai Juara 1 ini merupakan hadiah terindah yang juga menjadi kado akhir tahun 2019. Kado ini sekaligus merupakan support, semangat dan motivasi bagi segenap sivitas akdemika SMP Negeri 2 Kepil untuk lebih baik lagi di tahun baru 2020. Dalam gambar caption di atas adalah kepala sekolah didampingi Ibu Fairuz, istri Bupati Wonosobo.

SMPN 2 Kepil berhasil meraih nilai tertinggi dan menyisihkan sekolah lainnya. Berikut data hasil perolehan nilai lomba sekolah sehat tersebut, Juara 1-3; SMPN 2 Kepil (299), SMPN 3 Kaliwiro (297) dan SMPN 3 Selomerto (295). Juara harapan 1-3; SMPN 3 Wonosobo (292), SMPN 1 Sapuran (287) dan SMPN 2 Sukoharjo (274). Lomba sekolah sehat diikuti 15 utusan kecamatan yang ada di Wonosobo. Tiap kecamatan mengirimkan 1 SD, 1 SMP dan 1 SMA untuk dinilai oleh tim terpadu. Aspek penilaian lomba sekolah sehat meliputi administrasi UKS, kebersihan WC siswa, WC guru dan karyawan, pengelolaan kantin sekolah, kebersihan lingkungan dan ruang kelas/kantor, pemanfaatan lahan untuk warung hidup, tanaman obat dan apotik hidup. Tim penilai juga memeriksa kawasan bebas rokok, pemilahan sampah organik dan non organik dan penanaman pohon pelindung yang dapat mengurangi polusi udara. Lingkungan sekolah yang bersih, sehat dan nyaman menjadi aspek penilaian utama.





Lingkungan sekolah yang bersih, sehat dan nyaman harus terus dijaga dan dilestarikan agar tercipta sekolah impian, sekolah harapan dan sekolah pilihan masyarakat. Prestasi Juara 1 Lomba Sekolah Sehat bukan sembarang prestasi, karena tidak setiap sekolah bisa mengikuti apalagi hingga berhasil menjadi juaranya. Kepala sekolah sangat berperan dalam menumbuhkan optimisme, membangun motivasi dan menguatkan semangat dalam memenuhi berbagai kriteria yang menjadi point utama penilaian. Ujungnya adalah lahirnya semangat dan terbentuknya sistem dimana guru, karyawan dan siswa bahu-membahu menata dan menjaga kondisi sekolah agar selalu terlihat bersih, sehat, rapi dan asri. Kini dapat disaksikan mulai dari depan sekolah hingga masuk ke dalam lingkungan sekolah nampak berbagai jenis pohon yang menjadi tumbuhan perindang, berbagai macam bunga dan taman di depan setiap ruang.

Dengan keberhasilan meraih Juara 1 LSS tingkat kabupaten ini maka secara otomatis SMPN 2 Kepil diwajibkan untuk maju Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Propinsi. Upaya dan tindakan untuk menjaga kebersihan lingkungan, melakukan pembenahan dan penambahan sarana yang diperlukan secara konsisten terus dilakukan. Maju di tingkat propinsi tentu saja tidak mudah dimana kriteria penilaian menjadi semakin tinggi dan sudah pasti saingan lebih banyak dan lebih berat. Namun dengan penuh rasa optimis kami siap maju dengan segala daya upaya, adapun hasilnya kami berserah diri sepenuhnya kepada Alloh SWT. Semoga Alloh memberikan kemudahan, kelancaran dan hasil yang terbaik, Aamiiin. Selamat berkarya, selamat bekerja semoga sukses.

Senin, 30 Desember 2019

Family Gathering 2019 - SMP N 2 Kepil Goes To Bali

Tour, traveling, refreshing, wisata atau piknik adalah salah satu kegiatan yang tidak hanya disukai oleh siswa, tetapi juga disukai oleh guru dan karyawan. Oleh karena itu SMP N 2 Kepil secara rutin mengadakan kegiatan tour, wisata dan refreshing yang berupa jelajah nusantara. Kegiatan untuk siswa dilaksanakan rutin setiap tahun dan terbagi dalam dua model, untuk siswa kelas 8 dikemas dalam bentuk kegiatan study tour dan untuk kelas 9 dinamakan kegiatan refreshing jelang UN. Sedangkan untuk guru dan karyawan kegiatan wisata dilaksanakan dua tahun sekali dalam bentuk Family Gathering.

Di penghujung tahun 2019 segenap guru dan karyawan SMP N 2 Kepil melaksanakan kegiatan wisata ke pulau Bali dengan tajuk Family Gathering SMP N 2 Kepil Goes To Bali. Dan ada satu agenda terpenting dalam kegiatan tour ini yaitu rapat pembagian tugas semester genap tahun 2019/2020 yang akan dilaksanakan di Istana Presiden yang berada di kawasan Tampak Siring - Bali.

Beberapa lokasi wisata di pulau dewara yang menjadi tujuan wisata (tour destination) dalam acara Family Gathering SMP N 2 Kepil secara urut kunjungan adalah sebagai berikut:
  1. Pantai Pura Tanah Lot
  2. Pantai Pandawa
  3. Pura Luhur Uluwatu
  4. Garuda Wisnu Kencana
  5. Tari Barong
  6. Istana Presiden Tampak Siring
  7. Pasar Seni Joger
  8. Pasar Seni Sukawati
  9. Danau Bedugul
Dalam acara ini kepala sekolah, Bapak Hadi Wiyono membawa lengkap seluruh anggota keluarganya yaitu  Ibu Nur Eka R. (istri) dan Ananda Anggi (putri semata wayang). Adapun bapak/ibu yang pergi bersama pasangannya (istri/suami) adalah Pak Ismain, Bu Ruti, Pak Widodo, Bu Sri Supami, Bu Isti, Bu Mum, Bu Zulaikho, Pak Irwan dan Pak Ari. Selain yang lengkap dan berpasangan seperti di atas, ada juga beberapa bapak/ibu yang bersama putra atau putrinya seperti Bu Prihatin, Bu Laras, Bu Yani dan Pak Fauzi. Kelompok terakhir adalah yang berangkat seorang diri, mbujang alias jomblo, yaitu Pak Eko, Pak Satiyun, Pak Karna, Pak Latif dan Pak Mar. Disamping keluarga besar Spero, peserta tour juga ditambah beberapa orang keluarga dekat sekolah yang sekaligus merupakan perwakilan dari beberapa sekolah sekitar, diantaranya Ibu Fajar Fatimah Winarti sekeluarga. Acara tersebut terlaksana dengan lancar berkat kerja sama dengan biro perjalanan Mulia Tour Wonosobo.

Bali benar-benar pulau dengan 1000 daya tarik, mulai dari puluhan pantai yang eksotik, pasar seni dan pura yang sangat banyak hingga dikenal dengan pulau sejuta pura, hal ini karena hampir setiap rumah penduduk memiliki pura kecil sebagai tempat peribadatan. Ni Putu Lina Funny - sang tour leader, menjelaskan bahwa dalam hal peribadatan di Bali terdiri dari 5 bentuk persembahan, 1) untuk tuhan, 2) untuk resi, 3) untuk leluhur, 4) untuk manusia (sesama) dan 5) untuk alam (termasuk roh halus). Semua itu mengandung filosofi bahwa dalam hidup ini manusia harus menjaga dan melestarikan keseimbangan, menjaga hubungan baik vertikal maupun horisontal. Karma Pala yang senada dengan hukum sebab akibat juga dipegang kuat, bahwa apa yang kita berikan itu yang akan kita terima, baik yang kita buat - baik yang akan kita dapat, buruk yang kita buat - buruk pula yang akan kita terima.

Berikut beberapa capture / gambar unik yang kiranya bisa mewakili ratusan momen yang tak bisa kami pasang keseluruhan di halaman web ini.





Banyak hal, cerita dan pengalaman yang tidak mungkin kami tuliskan secara detil satu demi satu. Namun demikian ada beberapa hal pokok yang bisa diambil sebagai hikmah dalam perjalan 5 hari 4 malam tersebut, seperti yang disampaikan dalam sambutan kepala sekolah dalam bus saat menjelang akhir perjalanan pulang, bahwa nuansa kebersamaan, nuansa keakraban dan nuansa kesolidan harus tetap dijaga saat menjalani tugas dan pekerjaan di sekolah sebagai insan pendidikan. Quote di salah satu restoran "Respect each other" mengisyaratkan agar kita saling menghormati dan saling menjaga satu sama lain. Adanya sedikit perbedaan dalam sebuah komunitas adalah keniscayaan, namun jangan jadikan bibit perpecahan yang akan menjadi sandungan untuk lebih maju dalam menjalankan roda lembaga pendidikan.

Terakhir, salah satu hal utama yang menjadi inspirasi dari kegiatan Goes To Bali ini adalah dimensi ruhaniyah, dimana secara kasat mata dapat disaksikan bahwa nuansa spiritual warga bali sangat kuat, hal ini bisa dilihat dari bangunan pura hampir di setiap rumah. Dari itu, kegiatan doa pagi di sekolah yang sudah berjalan mari kita jadikan tradisi, dijaga dan dilaksanakan dengan penuh kesungguhan, penuh keyakinan bahwa segala sesuatu yang dimulai dengan doa akan menjadi kebaikan dan berbuah kebaikan. Kiranya sangat klop dengan slogan (tag line) SMP N 2 Kepil terbaru yang digagas kepala sekolah (Pak Hadi), "Mulailah segala sesuatu dengan Bismillah".
Selamat beraktifitas, selamat bekerja, selamat berkarya, semoga sukses, insya-Alloh ....

Senin, 25 November 2019

Spesial, Peringatan Hari Guru Spero, Kepala Sekolah Sungkem Kepada Bawahan

Dorongan yang sangat kuat menyesak dalam dada untuk segera menuliskan peristiwa yang langka terjadi, yang bagi kami (penulis) baru sekali ini terjadi selama bertahun-tahun menjadi guru. Ada banyak pelajaran yang amat sangat berharga untuk diambil hikmahnya. Diantara momen-momen yang padat pada peringatan hari guru yang dilaksanakan di lapangan upacara SMP Negeri 2 Kepil, ada momen istimewa yang sangat menyentuh dan membuat hati trenyuh, membuat tanpa sadar air mata ini mengalir deras. Bukan cengeng, namun benar-benar trenyuh dan sangat terharu dengan kebesaran hati dan ketinggian budi pekerti yang ditunjukkan oleh sosok hebat namun sangat rendah hati.

Beliau adalah kepala sekolah SMP Negeri 2 Kepil, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd., yang juga menjadi pengurus harian PGRI, menjadi ketua LBH PGRI, menjadi anggota Dewan Pendidikan dan staf khusus bidang pendidikan Bupati Wonosobo. Dengan jabatan tinggi, peran yang banyak dan kiprah yang luas namun tidak membuat beliau lupa kepada sosok orang tua yang menjadi pernah menjadi gurunya. Sesaat setelah memberikan kata sambutan, dengan membawa rangkaian bunga beliau kemudian mendatangi dan sungkem kepada 3 orang guru yang menjadi bawahannya. Tiga orang tersebut adalah guru senior di SMP Negeri 2 Kepil yaitu, Ibu Ruti Sumarni, M.Pd., Bapak Widodo, S.Pd. dan Bapak Satiyun, S.Pd. Sebagai tokoh besar di kabupaten Wonosobo, sikap yang ditunjukkan beliau ini sungguh sebuah tauladan yang sangat sarat makna, sebuah pembelajaran filosofi yang tidak akan diperoleh di buku apapun, tidak dapat disaksikan dalam sinetron atau film manapun. Bagi kami guru-guru muda dan masih yunior, ini adalah sebuah pelajaran yang sangat mahal. Bahwa guru tetaplah guru sampai kapanpun, bahwa guru tidak akan pernah bertukar posisi dimanapun, bahwa guru harus dihormati dan dijunjung tinggi walau sang mantan murid sudah jauh menduduki jabatan yang lebih tinggi.

Sementara ini di luar sana banyak terjadi kasus murid menganiaya guru, orang tua melabrak dan merendahkan martabat guru dan kasus-kasus yang menjadikan guru pada posisi yang tidak dihargai oleh mereka yang tidak memiliki etika dan nurani. Memang, saat ini dunia pendidikan mengalami degradasi dan dekadensi moral, ditandai dengan menurunnya etika, hilangnya tata krama, dan meredupnya karakter utama yang harusnya dijunjung tinggi oleh para siswa. Banyak siswa yang kurang menghormati gurunya, banyak yang tidak menghargai gurunya, bahkan berani berkata tidak sopan di depan gurunya. Demikian juga dengan para alumni, beberapa dari mereka yang sudah lulus, kemudian melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, bekerja dan sukses menjadi pengusaha, orang penting atau pejabat, kemudian lupa dan atau berlagak lupa kepada gurunya. Mereka bersikap seakan mereka bisa sukses dan bisa hebat dengan sendirinya, tanpa andil gurunya. Memang benar bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini banyak dikuasai oleh mereka yang lebih muda, hal ini kemudian sedikit banyak mengikis sensitifitas mereka sehingga mereka merasa jauh lebih hebat, lebih up-to-date, lebih mahir dan lebih pintar dari orang-orang yang pernah menjadi guru mereka.

Inilah istimewanya sosok inspiratif yang ada di SMP Negeri 2 Kepil, dengan jabatan yang tinggi, tangga karir yang terbentang luas namun pandai mengolah rasa, santun dan hormat kepada yang lebih tua, terutama kepada sosok yang pernah menjadi gurunya. Peristiwa sungkemnya seorang kepala sekolah kepada guru yang menjadi bawahannya ini benar-benar luar biasa dan sangat istimewa. Ini akan dicatat dalam sejarah dan menjadi fenomena yang bisa jadi 1001 cerita. Seorang kepala sekolah yang nama dan kiprahnya di tingkat kabupaten Wonosobo sudah tidak diragukan lagi, namun dengan rendah hati berkenan untuk jongkok sungkem kepada guru yang menjadi bawahannya. Ibarat pepatah "bak hujan di musim kemarau", sangat langka dan sangat jarang terjadi. Pelajaran yang utama adalah bahwa pangkat dan jabatan tinggi tidak harus membuat diri tinggi hati. Demikian juga kekayaan dan nama besar tidak harus membuat diri angkuh dan merasa besar. Sebaliknya kerendahan hati justru akan menaikkan derajatnya, kehalusan budi akan mengangkat martabat diri, kebijaksanaan dan kebesaran hati untuk menghormati mereka yang lebih tua akan semakin membesarkan namanya.

Kegiatan peringatan hari guru di SMP Negeri 2 Kepil sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dalam format yang sederhana namun sarat makna sejalan dengan spesialnya sosok guru dan peranannya bagi pendidikan. Diawali dengan pembacaan puisi bertema jasa guru, yang sangat menyentuh karya Ibu Rini Utami, S.Pd., yang ternyata sangat berbakat dalam membuat puisi dengan syair-syair yang sangat sarat makna. Dirangkai dengan beberapa kegiatan sekaligus, diantaranya pemilihan guru idola atau guru pavorit pilihan murid, diumumkannya hasil perlombaan antar kelas, meliputi baris-berbaris, tata upacara bendera dan kebersihan kelas. Khusus untuk lomba kebersihan kelas bagi pemenangnya mendapat piala bergilir dari sekolah, dan kelas yang menjadi pemenang lomba kebersihan kelas adalah kelas 8A yang wali kelasnya Ibu Dra. Ratna Yuli Sungkayati. Sementara itu sosok guru pavorit pilihan murid adalah 1) Ibu M.I. Isti Supriyanti, S.Pd., 2) Ibu Ruti Sumarni, M.Pd., dan 3) Bapak Edi Wineto, S.Pd. Selamat kepada semua pemenang dan selamat kepada Bapak Ibu guru yang menjadi idola siswa.

Berikut beberapa gambar yang bisa melengkapi situasi spesial hari guru di tahun 2019 ini.







Sebagai akhir tulisan ini, marilah kita maknai hari guru ini dengan penuh syukur, kita sadari bahwa siapapun kita saat ini ada peran dari guru-guru kita. Jika kita seorang guru, kita tidak harus merasa besar akan jasa-jasa kita, jika kita menjadi pejabat maka tidak harus merasa hebat, demikian juga dengan posisi atau pekerjaan apapun kita tetaplah harus mengingat jasa guru. Jika kita sosok muda yang kelihatannya pandai, hebat dan piawai, maka kita harus tetap menjaga diri untuk menaruh hormat, untuk tetap rendah hati, bahwa bagaimanapun adanya para guru-guru kita jauh lebih hebat.

Berikut beberapa kata yang mungkin bisa menjadi catatan di hari guru tahun ini, sebagai bentuk ungkapan penghormatan kepada mereka, bapak ibu guru "pahlawan tanpa tanda jasa", yang pernah menorehkan sejarah dalam kehidupan kita.
  • Sosok guru tak akan pernah tertukar apalagi tergantikan, jasa mereka tak pernah terbayarkan walau sebanyak apapun uang yang kita berikan. Maka jagalah silaturahmi dengan mereka, jalinlah komunikasi dan perlakukan mereka dengan sebaik-baiknya.
  • Sosok guru selamanya tetaplah guru, walau sudah tidak aktif, tidak bertugas atau pensiun sekalipun. Ilmu yang pernah disampaikan kepada siswanya selamanya akan tercatat sebagai saham kebaikan bagi muridnya. Maka sekali waktu kunjungilah jika jaraknya memungkinkan,  sempatkan waktu untuk silaturahmi, dan rasakan betapa mereka akan merasa sangat bahagia karena merasa masih dihargai.
  • Doa guru, saat mengajar tanpa kita tahu ada doa kebaikan untuk muridnya, untuk kesuksesan masa depan muridnya. Maka sesekali selipkan doa kebaikan bagi mereka, doa untuk kesehatan mereka dan doa untuk kebahagian dunia akhirat mereka. Inilah beberapa hal yang mungkin dapat kita lakukan sebagai wujud penghormatan atas jasa dan kebaikan guru-guru kita, semoga Alloh memuliakan dan menjaga mereka dalam perlindungan dan rahmat-Nya, Aamiin.
Terima kasih Pak Hadi, sikap tauladan ini sangat menginspirasi, semoga menjadi contoh, pelajaran dan hikmah bagi generasi sukses berikutnya. Selamat berkarya, selamat bekerja, tetap semangat, semoga sukses.

Senin, 28 Oktober 2019

Persembahan Piala Untuk SMPN 2 Kepil di Hari Sumpah Pemuda 2019

Tidak boleh ada separatis, karena itu akan menjadi bibit perpecahan. Sebaliknya bangun terus jiwa nasionalisme dan cinta tanah air sebagai bentuk penghormatan kita kepada para pendahulu yang telah memperjuangkan tegaknya bangsa Indonesia dari rongrongan penjajah. Itulah kalimat utama yang disampaikan kepala SMP Negeri 2 Kepil, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd. saat menjadi pembina upacara memperingati hari Sumpah Pemuda tahun 2019 di halaman sekolah. Lebih lanjut kepala sekolah menyampaikan bahwa semangat persatuan itu harus selalu kita bangun, bahwa kita adalah satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia. Siswa sebagai bagian dari pemuda harus memiliki jiwa pejuang yang kuat untuk turut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Sejalan dengan semangat sumpah pemuda itu, siswa harus menyadari bahwa dirinya adalah pelajar yang tugasnya belajar, maka ada guru atau tidak ada guru, maka tugasnya adalah belajar. Di saat sekarang ini sudah bukan saatnya lagi siswa sibuk dengan rambut gondrong dan berwarna, pakaian yang nyleneh dan tidak rapi, atau bahkan bersikap arogan dan berulah jagoan seperti seorang preman. Tindakan seperti ini tak ada gunanya, sia-sia yang hanya membuang waktu dan biaya, bahkan akan menjadikan dirinya tertinggal jauh dalam berbagai segi. Sikap seperti ini sudah seharusnya dihindari dan dijauhi, karena di luar sana ada ribuan siswa lain yang justru belajar tekun, memacu diri, berjuang, berebut dan berlomba meraih prestasi.

Upacara hari sumpah pemuda tahun ini merupakan momen istimewa, baik dari segi pelaksanaan maupun segi muatannya. Dari segi pelaksanaan bisa dibilang spesial, khidmat dan sangat tertib, terlebih dengan penampilan pasukan pengibar bendera khusus (paskibra) yang baru dilatih kurang lebih 2 bulan, dibawah bimbingan pembina paskibra Bapak Widodo, S.Pd. Momen istimewa yang kedua adalah prosesi serah terima 4 buah piala hasil kejuaran dari 3 cabang lomba di tingkat kabupaten Wonosobo. Piala yang pertama untuk sang Juara 2 cabang lomba membaca puisi atas nama Fadlika Putri Pitayani siswa kelas 9D. Piala kedua untuk sang Juara 3 cabang lomba mendongeng / bercerita atas nama Taufik Budi Utomo siswa kelas 7A. Piala ketiga untuk sang Juara 2 dan Juara 3 lomba OOSN cabang pencak silat atas nama Ica Rahmawati dan Dila Fatmawati Indayani. Keempat piala tersebut menambah jumlah koleksi piala hasil kejuaraan yang berhasil dimenangkan oleh SMP Negeri 2 Kepil. Piala-piala adalah bukti otentik dan merupakan tanda bahwa sekolah ini aktif, dinamis, terus bergerak dan siap bersaing menjadi sekolah berprestasi di kabupaten Wonosobo.

Sebagai apresiasi dan penghormatan atas raihan prestasi ini pihak sekolah memberikan hadiah berupa uang pembinaan kepada masing-masing siswa yang keluar sebagai juara sesuai dengan kategori dan tingkat prestasi. Demikian juga kepada guru pendamping / pelatih yang siswanya memenangkan lomba diberikan reward sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan oleh sekolah. Untuk kali ini ada 3 pembimbing dari rumpun mata pelajaran Bahasa Indonesia yang berhasil mendapatkan reward dari sekolah adalah 1) Ibu Sayekti Laras Supayaningsih, S.Pd., 2) Bapak Dwi Karyanto, S.Pd., 3) Ibu Ruti Sumarni, M.Pd., dan dari cabang pencak silat ada Bapak Dargo Syarif (pembina/pelatih ekstra kurikuler pencak silat). Kami atas nama sekolah menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih atas sumbangsih prestasi untuk SMP Negeri 2 Kepil.

Berikut ini beberapa gambar yang bisa menjadi catatan sejarah prestasi siswa-siswi SMP Negeri 2 Kepil, dan kelak akan menjadi prasasti yang tersimpan dalam teknologi cloud, yang dapat dibuka dan dicari melalui perangkat teknologi informasi.










Satu kalimat akhir yang menjadi bahan renungan bagi siswa bahwa mereka harus belajar dengan sungguh-sungguh, mereka harus serius dan tidak berbuat sekedar mencari sensasi atau yang justru menjadikan mereka terbelit dalam masalah. Mereka harus bersaing dari lebih dari 3,3 juta siswa yang duduk di kelas yang sama, ini diambil dari data total siswa SMP yang duduk di kelas 7, 8 dan 9 di seluruh Indonesia pada tahun 2019 yang berjumlah 9.981.216. Artinya mereka harus benar-benar belajar, berjuang dan berprestasi untuk memperebutkan dunia kerja pada waktu 10 tahun mendatang. Kesungguhan, kesadaran dan ketekunan menjadi kunci mereka untuk bisa meraih sukses di masa depan yang tantangannya semakin berat dan persaingannya semakin ketat.

Melalui peringatan hari Sumpah Pemuda ke-91yang mengambil tema Bersatu Kita Maju, marilah kita sebagai warga sekolah turut berpartisipasi aktif melalui pendidikan. Kita bangun siswa-siswi kita menjadi generasi muda yang bisa menghargai sejarah lahirnya semangat persatuan pemuda, dengan cara belajar dan berprestasi. Semangat belajar dan berprestasi ini yang akan mengantarkan siswa-siswi siap bekerja, siap berkarya dan siap bersaing di masa depan untuk membuat Indonesia kokoh dan semakin maju. Selamat beraktifitas, selamat berkarya, semoga sukses, insya-Alloh.

Rabu, 23 Oktober 2019

Makna Peringatan Hari Santri 2019, Bagi Guru dan Siswa SMPN 2 Kepil

Hari ini, Selasa 22 Oktober 2019, merupakan peringatan Hari Santri Nasional. Hari Santri Nasional diperingati setiap tahunnya pada 22 Oktober sejak ditetapkan pertama kali pada 2015. Di kantor-kantor pemerintah, di sekolah-sekolah berbasis agama Islam dan juga sekolah umum banyak yang menyambut dan merayakan Hari Santri Nasional dengan cara mengenakan pakaian ala santri.

Sehari sebelumnya, DPR RI telah mengesahkan RUU Pesantren dalam rapat paripurna Selasa (24/9). UU No 18 tahun 2019 tentang Pesantren, di mana dengan undang-undang tersebut pesantren memiliki tiga fungsi. Tiga fungsi itu mencakup fungsi pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan bagi umat. Ketiga fungsi tersebut dinilai sangat penting dalam membangun jiwa kedamaian di tengah-tengah kehidupan berbangsa di Indonesia. Pertama, fungsi pendidikan. Kedua yaitu fungsi dakwah. Lalu yang ketiga ialah fungsi pemberdayaan umat. Saat ini penting bagi umat Islam Indonesia untuk menggaungkan syiar damai dalam setiap dakwah dan kegiatannya.

Menanggapi surat edaran Bupati Wonosobo no 451/0678 tentang peringatan Hari Santri Nasional 2019, segenap jajaran pimpinan dan guru segera menindak-lanjuti dengan melakukan persiapan kegiatan yang melibatkan pengurus dan OSIS. SMP Negeri 2 Kepil yang guru dan siswanya 100 persen beragama Islam (muslim) menyambut dengan senang hati acara hari santri tersebut. Hari ini, mereka nampak mengenakan pakaian muslim ala santri, beberapa guru pria ada yang bersarung dengan atasan koko, yang putri mengenakan baju muslimah, sementara siswa putra mayoritas mengenakan baju koko dan celana panjang hitam. Berikut beberapa gambar yang mungkin bisa mewakili suasana santri di SMPN 2 Kepil, selamat menyimak, klik saja gambarnya untuk melihat lebih detil (zoom).








Hari Santri Nasional sebenarnya bukanlah hanya peringatan yang ditandai dengan berpakaian ala santri, memakai baju muslim dan kegiatan berbau santri. Sebenarnya ada hikmah dan tujuan yang jauh lebih mulia dan utama, yaitu lahirnya pemahaman terhadap makna santri itu sendiri, yang secara fisik mereka adalah siswa biasa, yang juga belajar di bangku sekolah/madrasah, namun ada sisi lain yang berbeda dalam dunia santri. Ada tiga hal utama yang membuat berbeda dengan sekolah umum selain nama, pakaian dan tempat, yaitu terkait dengan orientasi, kulturasi dan integrasi. Apa saja perbedaannya? Berikut ini paparan singkat ala admin blog ini, sebatas asa dan rasa yang mampir dan singgah di kepala kami.

Yang pertama, orientasi dalam mencari ilmu bukan semata-mata dunia, namun lebih kepada tujuan akhirat, dimana jika pemahaman dan implemntasinya benar maka itulah yang hakiki, dan secara otomatis akan mendapatkan dunia sebagai buahnya. Kedua, kulturasi, bahwa pola pendidikan santri yang benar-benar menjunjung tinggi ilmu, sangat menghargai  dan khidmat pada guru, sangat tunduk dan santun kepada yang mengasuhnya, itulah yang menjadi kunci dari keberkahan ilmu. Ketiga, integrasi, artinya kaffah, lengkap dan menyeluruh, dan berkelanjutan. Sistem pendidikan dalam dunia santri menyeluruh selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 12 bulan dalam setahun. Artinya tidak terputus atau terpisah-pisah (parsial), semua program diformat dalam konsep yang utuh, terintegrasi dan berkelanjutan. Disini terjadi kolaborasi antara akhlak (karakter), ibadah dan muamalah yang bisa dilihat dalam segala aspek dalam kesehariannya.

Kepada segenap civitas akademika SMP Negeri 2 Kepil kami ucapkan "Selamat Hari Santri Nasional 2019", selamat belajar menjadi santri dengan budaya belajar, budaya budi pekerti, budaya karakter dan budaya taqwa. Salah satu bentuk konkrit belajar dari budaya santri bagi sekolah umum (negeri) adalah upaya ditegakkannya SHOLAT DHUHUR BERJAMAAH, yang dijaga dan dikuti oleh semua civitas akademika sekolah. Prinsip, "Tidak ada urusan yang lebih penting dan harus diutamakan selain SHOLAT, barangkali bisa menjadi pijakan awal untuk mewujudkan sekolah yang berkarakter dan religius. Semoga dengan hari santri bisa membiasakan diri dengan menjadi manusia agamis, yang taat beribadah (sholat) sebagai wujud sadar sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih taqwa, santun dan optimis menggapai masa depan yang lebih baik. Selamat berkarya, selamat beraktifitas, semoga sukses selalu, insya-Alloh.