text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...

Rabu, 03 April 2019

Angket / Kuesioner Siswa Kelas IX, Wahana Bercermin Bagi Guru dan Sekolah

Mengisi Angket
Hari ini, Senin 1 April 2019 mulai dilaksanakan pengisian angket secara online oleh siswa kelas IX. Pengisian angket atau yang sering disebut kuesioner dilaksanakan di laboratorium komputer pada saat pembelajaran Bimbingan TIK.

Pengisian angket ini diharapkan bisa menjadi wahana untuk memperoleh masukan dari siswa terkait kondisi kelas, lingkungan sekolah dan khususnya layanan pendidikan di SMPN 2 Kepil. Hasil masukan dari angket yang diisi siswa kelas IX merupakan cerminan dan evaluasi tentang proses pendidikan di sekolah, diharapkan bisa menjadi bahan renungan, evaluasi dan pembenahan bagi proses pendidikan di sekolah.

Bagi siswa kelas IX, ISILAH DENGAN SE-JUJUR-JUJUR-NYA, tidak perlu MALU, SUNGKAN atau TAKUT, insya-Alloh semua rahasia dijamin.

Untuk mengisi angket, silahkan Klik dibawah ini.


Setelah siswa mengisi angket, pembelajaran dilanjutkan penyampaian materi dan praktik tentang aplikasi internet. Materi Pelajaran TIK bagi kelas IX (Bimbingan TIK) pada minggu ini adalah yang terakhir, karena pada pekan depan USBN sudah mulai dilaksanakan, karena seperti biasanya setelah USBN maka mata pelajaran selain yang di-UN-kan sudah tidak lagi disampaikan. Untuk materi TIK kelas IX adalah pembelajaran praktik membuat Blog Pribadi, agar mereka bisa berekspresi membuat dan berbagi tulisan di internet. 

Demikian tulisan kali, semoga bisa menambah wawasan dan semangat baru. Selamat berkarya, selamat bertugas, semoga bermanfaat.

Senin, 21 Januari 2019

Sambut Mapel Informatika - Ikatan Guru TIK adakan Rakernas di Kemdikbud Jakarta

Pada awal munculnya Kurikulum 2013 menimbulkan dampak paling signifikan bagi guru teknologi informasi dan komunikasi (TIK), karena hilangnya mata pelajaran TIK dari struktur kurikulum. Dampak yang paling mendasar dengan hilangnya mata pelajaran TIK adalah hilangnya jam tatap muka bagi sekitar 40.000 guru TIK di tanah air. Maka kemudian banyak guru TIK yang beralih fungsi mengajar mapel baru yang bernama Prakarya. Alhamdulillah, kini guru mata pelajaran TIK akhirnya bisa kembali masuk kelas setelah 5 (lima) tahun bingung dengan statusnya. Pemerintah memutuskan menghadirkan kembali mapel TIK tapi dengan konsep dan nama baru yaitu INFORMATIKA. Rencananya mapel Informatika ini akan diterapkan untuk jenjang SMP dan SMA sederajat mulai tahun ajaran baru 2019/2020.

Dalam rangka menyambut mapel baru tersebut sebuah organisasi guru TIK mengadakan pertemuan guru TIK se-tanah air yang dilaksanakan di kantor kementerian pendidikan di Jakarta. Undangan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Guru TIK se-Indonesia yang disebarkan lewat dunia maya oleh Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd selaku pengurus IG TIK PGRI disambut antusias oleh ratusan guru TIK yang tersebar di penjuru tanah air. Antusiasme guru TIK terlihat dari jumlah pendaftar Rakernas sebelum hari H yang mencapai 400-an, dan pada hari pelaksanaan jumlah peserta yang hadir sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai daerah di pulau Jawa, pulau Sumatera, pulau Kalimantan hingga Papua yang berada di ujung timur nusantara. Acara ini terselenggara berkat kerjasama antara Ikatan Guru TIK PGRI (IG TIK PGRI), Komunitas Guru TIK (KOGTIK), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Kegiatan yang bertempat di Aula Gedung A Kemdikbud Lantai 1, Jln Jenderal Sudirman Jakarta Pusat dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB.

Alhamdulillah, MGMP TIK Kab. Wonosobo bisa mengirimkan 2 orang perwakilan guru untuk mengikuti Rakernas ini, 1) Bpk Sartana, S.Pd.T (Ketua MGMP), 2) Maryanto, S.Kom (penulis blog ini). MGMP mengirimkan perwakilan dengan satu harapan agar kami berdua bisa mengikuti, melihat dan mendengarkan paparan dari nara sumber, bahkan bisa beraudiensi dan mendapatkan penjelasan langsung dari pejabat (dari Pejabat Dirjen GTK) terkait kebijakan bagaimana regulasi dan pengaturan serta penerapan mapel Informatika yang terkait dengan mapel Prakarya yang menempati posisi yang dalam struktur kurikulum terbaru. Setumpuk pertanyaan yang muncul dari teman-teman guru TIK dan juga guru Prakarya terjawab secara jelas dan gamblang, sehingga kehadiran mapel Informatika tidak menjadi beban yang tidak perlu dikhawatirkan. Semoga paparan yang akan kami uraikan nanti akan sedikit mengurangi rasa galau dan bisa membantu membuka wawasan terkait mapel Prakarya dan/atau Informatika.

Sedikit gambaran kegiatan acara Rakernas, dari susunan acara yang dibacakan oleh pembawa acara (Ibu Wiwin Sabayanti) nampak bahwa kegiatan pada itu sangat padat, menarik, akademik dan sarat  wawasan baru terkait dengan pengetahuan ilmu dan teknologi. Hal ini terlihat dari deretan nara sumber yang hadir dalam forum Rapat Kerja Nasional Guru TIK 2019 ini, antara lain PB PGRI, PUSKURBUK, Dirjen GTK, Microsoft Indonesia, Apkomindo, IDL, UPI dan Eduspec. Acara dibagi dalam dua sesi besar yaitu sesi pertama yang berlangsung hingga ishoma, kemudian dilanjutkan di sesi kedua hingga selesai. Diawali dengan laporan kegiatan oleh Bapak Bambang Susetiyanto, S.Kom (Ketua IG TIK PGRI) dan dilanjutkan sambutan Ketua Umum PB PGRI, Ibu Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. yamg sekaligus membuka secara resmi kegiatan Rakernas ini. Ketua Umum PB PGRI dalam sambutannya memberikan banyak motivasi bagi guru untuk terus belajar, berikut diantaranya ”Tantangan guru TIK sekarang adalah murid yang umumnya lebih menguasai bidang informatika. Maka dari itu, guru tidak lagi bisa merasa sebagai pihak yang paling tahu. Kemampuan guru harus terus diperbarui”.

Masuk pada sesi materi pertama dari Microsoft Indonesia tentang Perkembangan Dunia Digital yang disampaikan oleh Bapak Benny Kusuma, sosok pemuda hebat yang sudah sukses menduduki jabatan Education Lead of Microsoft Indonesia. Dalam paparannya membuka wawasan bagi guru, bukan hanya guru TIK, namun untuk semua guru mata pelajaran apapun di sekolah untuk melakukan inovasi pendidikan, Bahwa di era digital guru dituntut kreatif dan harus bisa memanfaatkan TIK, salah satu bentuknya adalah mengajarkan mereka pola pembelajaran yang mengadopsi teknologi pembelajaran yang berkembang saat ini, dimana kita harus mengajarkan sesuatu yang bermanfaat ke depan, bukan sesuatu yang sudah basi, karena sejatinya kita menyiapkan peserta didik untuk bidang pekerjaan yang mungkin saat ini belum ada.

Selanjutnya masuk pada materi yang kedua, yang berbentuk diskusi panel dengan dua orang nara sumber (nara sumber utama) yaitu Bapak Temu Ismail, S.Pd, M.Si (Bagian Hukum, Tata Laksana dan Kepegawaian - Dirjen GTK Kemdikbud) dan Ibu Sri Hidayati, S.Si, M,Si (Kepala Bidang Kurikulum Pusat Kurikulum dan Perbukuan - Kemdidbud). Point utama dalam diskusi ini adalah tentang keputusan final munculnya kembali mata pelajaran TIK yang dihapus pada awal penerapan kurikulum 2013, yang kemudian bertunas kecil dalam bentuk Bimbingan TIK. Kini di tahun ajaran 2019/2020 secara resmi TIK kembali dihadirkan dalam bentuk baru bernama mata pelajaran Informatika yang masuk dalam struktur kurikulum pada kelompok B, dan merupakan mata pelajaran pilihan antara Prakarya dan/atau Informatika.

Menyimak uraian dari nara sumber Kemendikbud dan GTK yang dipaparkan pada Sesi-1 (nara sumber utama), dapat kita tarik beberapa hal pokok yang bisa dijadikan sebagai pedoman terkait implementasi mata pelajaran Informatika pada tahun ajaran baru mendatang, secara ringkas kami tuliskan sebagai berikut;
  • Mapel informatika akan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru 2019/2020, dimulai dari kelas awal (kelas VII),  dan itupun sudah harus dipertimbangkan kesiapannya, meliputi #-kesiapan gurunya, #-kesiapan sarana prasarananya dan #-kesiapan siswanya. 
  • Mapel informatika ini implemantasinya tidak sama dengan mapel lain, jika mapel lain ketika ada di struktur kurikulum maka serta merta semua harus mengimplemntasikannya, tetapi untuk mapel Informatika ini tidak. Sekolah tidak harus mengimplementasikannya, apalagi bagi sekolah yang sarana prasarana dan guru tidak memadai, agar tidak menjadi "hanya sekedar ada" atau dengan istilah "yang penting diajarkan tapi tidak berorientasi pada mutu".
  • Adapun sekolah yang bisa mengimplementasikan (mengajarkan) mapel informatika adalah sekolah yang memiliki persayaratan khusus, baik sarana prasarana dan gurunya. Bahkan lebih khusus lagi, akan ada persyaratan guru siapa yang boleh mengajar, tidak semua guru boleh mengajar mapel informatika. Terkait dengan hal ini nanti akan ada assesment bagi sekolah dan guru, ada persyaratan dan kualifikasinya.
  • Pengelolaan pembelajaran di sekolah adalah hal yang sangat penting, bagaimana mengelola pembelajaran yang berorientasi pada capaian kompetensi, bukan capaian jam belajarnya, alokasi waktu hanya semacam patokan / perkiraan waktu. Ini bisa menjadi keleluasaan bagi sekolah untuk menentukan pilihan apakah mau menerapkan mata pelajaran Informatika saja, Prakarya saja, atau Informatika dan Prakarya.
  • Pada sekolah yang besar, siswanya (rombel) banyak, sarana prasarana memadai dan jumlah guru TIK ada beberapa, maka bisa dimungkinkan akan ada guru TIK yang berperan sebagai Bim-TIK, ada yang mengajar Informatika dan ada yang melaksanakan TIK dalam bentuk Ekstrakurikuler, dan ini sangat bergantung pada pertimbangan kompetensi guru, pertimbangan pemenuhan jam di dapodik dan pertimbangan kesiapan peserta didik.
  • Terkait dengan pengelolaan manajemen berbasis sekolah (MBS) agar benar-benar pengelolaan kepala sekolah dan perangkatnya betul-betul disiapkan, agar dalam implementasi kebijakan ini  tidak merugikan pihak tertentu (jangan sampai ada yang merasa dirugikan), yaitu; #-merugikan siswa, terkait dengan kompetensi yang diperoleh, #-merugikan guru, terkait hak-hak guru yang terabaikan dalam hibungannya dengan pembagian jam di dapodik yang selanjutnya bermuara pada tunjangan sertifikasi.

Jika menghendaki untuk mendengarkan atau melihat langsung paparan dari beberapa nara sumber yang hadir pada kegiatan Rakernas Guru TIK tersebut, maka pembaca dapat meng-akses dari laman youtube berikut, silahkan klik link di bawah ini.


Demikian beberapa hal mendasar yang dapat kami rangkum (sebatas yang dapat kami tangkap) dari hasil RAKERNAS Guru TIK di Kemendikbud Jakarta. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan dan menjadi dasar bagi teman-teman guru TIK, bagi pengelola sekolah (kepala sekolah) dan bagi pemangku kepentingan dalam membuat perencanaan pendidikan di sekolah/wilayah masing-masing, semoga bermanfaat.

Rabu, 02 Januari 2019

Berpisah karena Tugas -Bu Dyah-, Selamat Bertugas di Tempat Yang Baru

Tahun baru, kepala sekolah baru. Situasi hari pertama masuk sekolah -setelah libur semester ganjil- yang sekaligus mengawali tahun baru 2019 nampak berbeda. Tidak ada upacara bendera karena memang tidak bertepatan dengan hari Senin atau hari besar nasional. Pagi itu, Rabu 2 Januari 2019 jam 08.00 WIB bertempat di lapangan upacara sekolah tampak barisan siswa kelas VII, VIII dan IX di sebelah selatan berhadapan dengan barisan guru-staf di sebelah utara. Pagi itu dilaksanakan acara perpisahan antara siswa dengan kepala sekolah Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. yang selama ini telah membersamai mereka. Bapak Ismain menjelaskan bahwa hari ini ada beberapa rangkaian acara, yaitu perpisahan Bu Dyah dengan siswa, serah terima jabatan kepala sekolah dan mengantar kepergian Bu Dyah ke tempat tugas baru.

Dalam acara perpisahan dengan siswa itu, Ibu Rini Utami, S.Pd selaku pembawa acara membacakan dan mengatur rangkaian acara, dimulai dengan sambutan perpisahan dari Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. selaku kepala sekolah yang telah habis masa jabatannya dan akan mengajar (mutasi) ke SMPN 4 Kepil. Dilanjutkan dengan kata sambutan perpisahan dari perwakilan guru dan karyawan yang disampaikan oleh Pak Eko Sutomas, S.Pd., sedangkan kata sambutan perpisahan dari perwakilan siswa disampaikan oleh ananda Fadlika Putri Pitayani siswa kelas 8A selaku ketua OSIS SMPN 2 Kepil. Acara ditutup dengan salam-salam semua siswa dengan Bu Dyah yang telah berakhir masa jabatannya.

Siangnya, sekitar jam 10.00 WIB acara lepas sambut (serah terima jabatan) dimulai, bertempat di ruang Laboratorium IPA dilakukan acara serah terima jabatan kepala sekolah, dalam tajuk acara "Lepas Sambut Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kepil". Acara ini dihadiri guru-karyawan SMPN 2 Kepil selaku tuan rumah, nampak juga hadir beberapa guru-karyawan SMPN 3 Kepil selaku tamu pengombyong kepala sekolah yang akan menggantikan kepala sekolah lama, dan juga dihadiri pengurus Komite SMPN 2 Kepil.

Bapak Eko Sutomas,  S. Pd. bertindak sebagai pembawa acara, sang Maestro yang senior dan piawai dalam meracik bahasa dan suasana. Acara inti berupa serah terima jabatan Kepala SMPN 2 Kepil dari Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. kepada pelaksana tugas kepala sekolah yang baru Bapak Hadi Wiyono. SH, M.Pd. Di antara sambutan-sambutan dari pejabat lama, pejabat baru, perwakilan guru, dan komite sekolah. Acara diselingi penampilan kreasi tari dan lagu siswa-siswi SMPN 2 Kepil. Menjelang akhir acara diserahkan tanda kasih / cindera mata kepada Ibu Dyah yang diberikan oleh Bapak Ismain mewakili rekan-rekan guru/karyawan dan Bapak Haryanto mewakili pengurus komite sekolah.

Sehari sebelumnya, bertepatan dengan hari pertama di tahun baru 2019 - Senin 1 Januari 2019, telah dilaksanakan acara perpisahan kepala sekolah dalam nuansa yang santai, akrab dan penuh rasa kekeluargaan. Acara perpisahan itu dilangsungkan di taman wisata Candi Gedung Songo, Bandungan Ambarawa Jawa Tengah. Satu armada bus yang mengangkut guru, karyawan dan kepala sekolah berangkat dari kampus SMPN 2 Kepil pukul 07.00 dan sampai di lokasi wisata sekitar pukul 10.30. Beberapa sambutan, ramah tamah dilanjut dengan wisata belanja cukup membuat lupa waktu, hingga perjalanan pulang dan kembali ke sekolah sekitar pukul 21.00 malam. Berikut beberapa foto rangkaian kegiatan perpisahan dari hari Senin hingga Selasa baik di sekolah hingga mengantar ke rumah di Gading Rejo Residen.


Kepada Bu Dyah yang sudah kami anggap orangtua kami, kami mengucapkan selamat berpisah, selamat jalan dan selamat bertugas di tempat baru. Kita hanya berpisah secara kedinasan, kita hanya berpisah secara fisik karena berbeda tempat kerja, namun persaudaraan, kekeluargaan dan perasaan kita tetap dekat dan akan selalu terjalin. Penulis khususnya, dan juga atas nama teman-teman mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya  atas bimbingan, arahan, motivasi dan berbagai pembelajaran yang telah diberikan kepada kami selama ini. 

Di antara pernak-pernik kejadian ada satu kesan yang mendalam, seperti apa yang Bu Dyah katakan, setiap kita punya kelebihan dan juga kekurangan, dan yang terbaik adalah mengapresiasi dan mengoptimalkan kelebihan seseorang, bukan mencari dan mengkorek-korek kekurangan dan kesalahan. Terakhir, kami mohon maaf atas semua kesalahan, kekhilafan dan kekurangan yang kami lakukan. Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga diberikan kemudahan dan kelancaran dalam melaksankan tugas mendidik generasi muda calon-calon pemimpin bangsa. 

Sabtu, 08 Desember 2018

Download Aplikasi Rapot Digital (ARD) - Sejenis E-RAPOR untuk Madrasah Tsanawiyah

Pengalaman ketika mencoba download aplikasi rapot digital (ARD), sejenis e-rapor untuk istri yang bekerja di MTs Negeri Borobudur, sekolah yang bernaung di bawah Kemenag, namun berulang kali gagal, karena alamat sumbernya yang bermasalah, muncul indikasi corrupt sehingga tidak pernah bisa download hingga tuntas. Kemudian kami mencoba googling dan browsing beberapa alamat, yang setelah kami coba ternyata lebih baik dan proses download lebih cepat.

Berangkat dari itu kami mencoba berbagi alamat yang lebih baik dan aman untuk download bagi teman-teman guru Madrasah di seluruh nusantara. Bagi merasa memerlukan berikut ini alamat yang valid dan lancar untuk download aplikasi e-rapor dari kemenag.

Download ARD MTs Kemenag
1. File 1 ARD.v1.0-SetUp-1.bin 2 gb
2. File 2 ARD.v1.0-SetUp-2.bin 400 mb
3. File 3 ARD.v1.0-SetUp.exe 17 mb
4. File 4 serial_number.txt 1 kb

Demikian semoga bermanfaat.

Sabtu, 20 Oktober 2018

Lentera Hikmah -9 : Siswa Menginspirasi - Guru Terinspirasi, Dibolak-balik Sama Baiknya

Alhamdulillah, kami segenap civitas akademika SMPN 2 Kepil ikut berucap syukur atas karunia  yang diberikan Alloh SWT kepada salah satu alumni kita, yang telah mengikuti wisuda di kampus ikatan dinas terpavorit di bilangan Bintaro Jakarta Selatan. Yah, hari Kamis 18 Oktober 2018 adalah hari istimewa bagi ananda Reni Fatmayani, salah satu alumni yang merupakan lulusan terbaik SMPN 2 Kepil tahun 2014. Ia diwisuda setelah berhasil menyelesaikan pendidikan di STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), perguruan tinggi kedinasan di bawah kementerian keuangan. Kedua orang tuanya yang tinggal di desa Cadukan Kepil Wonosobo turut hadir menyaksikan dan mendampingi prosesi wisuda tersebut. Rasa bahagia, haru, bangga dan berbagai rasa syukur bertumpuk menjadi satu. Kedua orangtuanya merasa "lega", karena sebuah tahapan telah berhasil dilalui dengan sangat baik dan rasanya terbayar lunas semua perjuangan selama ini. Dengan prosesi wisuda itu berarti ananda Reni Fatmayani secara otomatis langsung diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di departemen keuangan republik Indonesia. Inilah tema tulisan seri lentera hikmah kali ini, selamat menikmati, semoga bermanfaat.

Sedikit kilas balik, sekitar 21 bulan yang lalu, tepatnya tanggal 03-01-2017 jam 22:19 ia mengirim inbox di FB yang intinya sharing dan konsultasi tentang rencana pendidikan pasca SMA. Inbox itu berlanjut hingga beberapa hari setelahnya dan akhirnya ia diterima dan memilih untuk menjalani program ikatan dinas di STAN walau di saat yang sama ia juga diterima di Fakultas Teknik UGM.  Salah satu penggalan pesan dalam inboxnya yang sungguh diluar pikiran saya, berbunyi "Pak Mar itu bukan saja hanya sebagai guru yang telah memberikan pembelajaran TIK kepada saya, namun bapak adalah guru yang sangat menginspirasi". Tiada kata yang lebih baik untuk diucapkan selain Alhamdulillah, bahwa semua kebaikan dari Alloh, kita hanyalah perantara saja. Dorongan terbesar ananda tersebut untuk meraih sukses sejatinya adalah dari orang tua, dimana sukses itu akan dipersembahkan kepada kedua orangtua. Hal ini juga ia tulis di inbox, "Saya akan berjuang semaksimal yang saya bisa. Saya akan mempersembahkan yang terbaik buat kedua orang tua saya pak". Sejujurnya, saya yang menjadi wali kelasnya selama 3 tahun sejak di kelas 7 hingga di kelas 9, merasa tidak berperan apa-apa, yang pasti saya tahu ia adalah siswa yang rajin dan tekun, yang sangat menjaga sopan santun serta punya semangat dan motivasi untuk melakukan yang terbaik.

Saat ini beberapa teman seangkatannya waktu di SMP sedang menjalani pendidikan di perguruan tinggi, antara lain Rudi Aalam Formas (FT UNY), Wahyu Dwi Utami (Poltekes), Adi Susanto (FT UNES). Adapun teman lainnya yang tidak saya sebutkan bukan berarti tidak hebat, karena ukuran sebenarnya bukan sekolah atau kuliah dimana, melainkan pada perjuangan untuk meraih masa depan. Beberapa anak mungkin merasa beruntung atau bahkan sangat beruntung dengan bisa melanjutkan pendidikan, sementara itu beberapa bahkan lebih banyak yang lainnya mungkin merasa kurang beruntung karena berbagai keterbatasan sehingga tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 

Sebagai informasi saja, bukan anjuran atau himbauan, hanya menyampaikan realita bahwasanya banyak orang yang kurang beruntung terkait kesempatan pendidikan. Jika kita mau sedikit lebih peduli, sangat mungkin kita temukan di sekitar kita anak yang hebat, yang sebenarnya pinter dengan kecerdasan di atas rata-rata, namun terpaksa kandas tidak bisa melanjutkan pendidikan karena berbagai kendala. Ada tiga kendala terbesar yang biasanya dialami oleh mereka, 1) masalah keuangan, 2) kurangnya motivasi dan 3) psikologi. Inilah realita yang ada dan terjadi di sekitar kita, di luar sana, di luar ruang kerja kita, di luar kantor kita, mungkin saja di sekolah kita, di kelas kita, atau di ujung kampung kita dan bahkan mungkin di sekitar rumah kita, banyak anak dari keluarga miskin yang sebenarnya hebat dan berbakat namun terbentur tembok kendala. Mereka membutuhkan donasi, suluh, asuh, motivasi dan inspirasi untuk bisa meraih masa depan yang lebih baik.

Tak seorangpun (anak) bermimpi atau berharap untuk dilahirkan dari orangtua miskin. Kemiskinan, bukanlah sebuah pilihan, dan tidak ada yang salah dengan kemiskinan. Bagi yang belum pernah merasakan bagaimana menjadi orang miskin, mungkin tidak akan pernah mengerti bagaimana susahnya menjalani hidup yang penuh kekurangan. Mereka, anak-anak dari keluarga miskin bukan tidak ingin sukses dan hidup berkecukupan, namun mereka benar-benar tidak berdaya. Mereka bahkan tidak berani untuk sekedar bermimpi memiliki baju baru, tas dan sepatu baru apalagi sepeda baru, mengingat kondisi orangtuanya yang memang tidak ada untuk itu. Lantai berubin tanah, daun jendela dari anyaman bambu, tempat tidur tanpa kasur, dan ruangan tanpa bilik kamar adalah kondisi harian yang tak pernah terpikirkan untuk direnovasi. Bahkan sekedar untuk makan saja orang tua mereka terkadang harus berhutang, harus bekerja keras, memeras keringat dan membanting tulang. Bisa dibayangkan, sungguh bisa terjadi ketika kondisi yang benar-benar "tidak ada", pensil sang anak yang panjangnya tinggal 2 senti pun tak mampu mengganti (red: pengalaman pribadi). Walau sebenarnya orangtua sadar bahwa sekolah anak-anak adalah satu-satunya harapan agar anak-anak mereka tidak seperti mereka, namun di sisi lain serasa menjadi masalah dan menambah berat beban kehidupan.

Di balik kondisi kemiskinan orangtua ada banyak kisah sukses yang bisa menjadi motivasi mereka meraih sukses dalam kehidupan. Ada Misyatun dari Purbalingga, yang tinggal hanya bersama ibunya yang buruh tani dengan upah Rp 30.000 sehari, dan demi meraih cita-citanya ia rela menjalani sekolah sambil bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Keuletan dan ketekunannya membukakan jalannya, diawali dari kemurahan hati majikannya, bantuan dari wali kelasnya dan perhatian dari kepala sekolahnya serta beasiswa ketika di perguruan tinggi pada akhirnya mengantarkan ia meraih sukses dalam hidupnya. Dalam kisah lain ada Birul Qodriyah dari Bantul DIY, saat itu orangtuanya yang hanya bekerja sebagai buruh tani dengan upah sekitar Rp 5.000 - Rp 10.000 per hari, sangat sulit baginya untuk menyandang status mahasiswa. Akhirnya melalui Program Beasiswa Bidik Misi Birul Qodriyah menjadi mahasiswa berprestasi UGM 2013, menjadi Mahasiswa Terinspiratif Nasional dan menjadi Duta Keperawatan Indonesia, jalan terang telah terbuka untuk meraih cita-citanya. Dua kisah di atas telah membuktikan bahwa sukses bisa diraih oleh siapa saja, termasuk mereka yang miskin dan hidup penuh dengan kekurangan.

Disinilah dibutuhkan kepekaan nurani, kepedulian diri dan keterpanggilan hati untuk menjadi bagian dari solusi. Kita bisa hadir dalam bentuk donasi, bisa hadir dalam bentuk suport motivasi atau juga bisa hadir dalam bentuk jalinan konsultasi psikologi. Seorang wali kelas yang memberikan uang Rp.50.000 kepada Misyatun saat SMP adalah contoh wali kelas yang sungguh menginspirasi, ada efek psikologi berupa penguat motivasi yang nilai manfaatnya jauh lebih besar dari nilai uangnya. Bagi mereka, kehadiran kita bisa menjadi figur inspirasi dalam mengubah nasib. Inilah yang menjadi kunci keberhasilan dalam pendidikan, yaitu hadirnya pendidik yang inspiratif. Inspirasi ini yang sering absen di sekolah-sekolah, seakan kegiatan pembelaran hanya berisi pelajaran menghapal, menghitung atau latihan gerakan jasmani semata, padahal ada banyak masalah lain yang juga perlu dicarikan solusi. Di sisi lain teryata permasalahan siswa-siswa beragam dan komplek, oleh karena itu sosok guru diharapkan bisa hadir dalam bentuk-bentuk yang bisa menginspirasi bagi mereka. Kehadiran sosok inspiratif ini sangat penting, karena kehadirannya bisa menjadi penguat saat mereka lemah, bisa meluruskan saat mereka salah arah, bisa meneguhkan saat mereka bimbang dan ragu, bisa menenangkan saat mereka galau dan gelisah, dan bisa mendoakan mereka saat menjalani berbagai ujian dan cobaan.

Dari kisah perjalanan sukses ananda Reni Fatmayani dan tokoh lain dalam tulisan ini, sebagai guru atau tenaga kependidikan dapat kita ambil beberapa catatan yang bisa kita jadikan hikmah dan pelajaran antara lain :
  1. Ketekunan adalah kunci meraih sukses. Ketekunan bahkan bisa mengalahkan kepandaian yang tidak diiringi dengan ketelitian dan kesabaran. Siapapun kita saat ini, pada posisi apapun kita saat ini akan bisa meraih prestasi yang lebih baik jika kita mau belajar dan bekerja dengan penuh ketekunan, Tidak untuk menjadi apa dan siapa, namun untuk menjadi diri kita yang lebih baik dari saat ini. Ketekunan itu juga yang perlu kita tanamkan kepada siswa agar menjadi karakter sebagai modal utama mereka meraih masa depan.
  2. Lebih peduli (care) kepada siswa. Kepedulian itu yang akan membangun karakter guru menjadi lebih halus perasaanya, lebih peka dan lebih dekat dengan siswa. Dengan rasa peduli kita akan mampu masuk ke kehidupan siswa secara lebih mendalam, bisa mengerti dan memahami berbagai kekurangan pada siswa baik ekonomi, motivasi dan psikologis, sehingga bisa turut andil dan memberikan sesuatu yang dibutuhkan oleh siswa.
  3. Tidak mencari predikat guru inspiratif. Menjadi guru yang menginpirasi adalah prestasi, sangat baik dan perlu diupayakan karena pentingnya sosok inspiratif ini bagi siswa, namun demikian tidak serta menjadi target dan tujuan utama dalam proses pembelajaran. Jalani saja tugas/peran guru dan tenaga kependidikan dalam memberikan pelayanan terbaik dan optimal dalam bidang pendidikan dengan karya terbaik yang bisa dilakukan. 
Saat ini kita bisa merasakan akibat dari apa yang pernah kita lakukan di masa lampau, dan suatu saat kelak kita akan merasakan apa yang kita lakukan hari ini. Ada pepatah "hasil tidak pernah mengingkari proses", artinya hasil baik atau buruk sangat bergantung pada apa yang kita lakukan. Jangan salahkan siswa jika mereka menilai buruk pada kita, jangan paksa mereka untuk hormat dan santun pada kita yang juga kurang peduli pada mereka. Dari sini mendapat satu pelajaran bahwa sebagai seorang pendidik ternyata masing-masing siswa-siswi kita mencatat dan mengingat dengan kuat apa yang pernah kita lakukan pada mereka. Kebaikan memang tidak mudah dilakukan karena selalu diliputi oleh kesulitan, tantangan dan hambatan, namun demikian tetaplah lakukan kebaikan. Berhenti kutuki kegelapan, mulailah nyalakan lilin (Anies Baswedan).

Senin, 13 Agustus 2018

Bangga, Bahasa Indonesia Jadi Primadona Di 7 Kampus Luar Negeri Terkenal

Sampai saat ini bahasa resmi yang dipakai di lembaga PBB hanya enam bahasa yaitu bahasa Arab, Tionghoa, Inggris, Perancis, Rusia dan Spanyol. Bahasa Indonesia belum masuk menjadi bahasa resmi di lembaga tersebut. Namun demikian kita warga negara Indonesia tidak boleh berkecil hati dan justru bisa sedikit berbangga, karena nyatanya saat ini bahasa Indonesia semakin mendunia. Bahasa Indonesia menjadi bahan kajian penting perguruan tinggi dunia ditengah keprihatinan penggunaan bahasa Indonesia di negeri sendiri, yang semakin menurun akibat kelatahan anak bangsa yang banyak menggunakan bahasa Asing, baik dalam tuturan, media sosial, media luar ruang yang tidak mendampingkan Bahasa Asing dengan Bahasa Indonesia. Padahal keberadaan bahasa Indonesia manfaatnya sangat besar, apalagi jika ditilik dari sejarahnya. Bahasa Indonesia yang dijadikan salah satu poin sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sampai sekarang masih diakui sebagai alat pemersatu bangsa yang terdiri ratusan bahasa dan budaya.

Kita patut berbangga karena kita memiliki berbagai macam budaya yang berbeda dengan negara lain, dan lebih khusus lagi bahasa kita bahasa Indonesia menjadi salah satu studi wajib di 7 kampus terkenal di dunia. Ini merupakan kebanggan tersendiri bagi kita masyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia termasuk dalam bahasa Melayu. Seperti yang dikutip dari Dairy Mail, dan diviral vebma.com beberapa waktu lalu, yang menyebutkan bahwa“ Dari penelitian ini, kita juga mencoba menelusuri jejak mendalam kehidupan sosial manusia dalam bahasa” hasil penelitian ini dilakukan oleh University of Vermont, Burlington, Amerika serikat. Dari hasil penelitian ini dinyatakan bahwa bahasa indonesia berada pada posisi ke-4 di dunia. Keren bukan? Bukan hanya dari itu Indonesia sendiri menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan pemakai 3 bahasa dengan 17 persen penduduknya menggunakan tiga bahasa”. Minggu, (15/07/18)

Hal lain dibuktikan bahwa sudah ada beberapa kampus terkenal di dunia yang menjadikan Bahasa Indonesia menjadi studi wajib dalam kampus tersebut. Siapa yang menyangka, bahwa di Australia sendiri sudah banyak unversitas yang membuka jurusan bahasa Indonesia. Ini sudah menjadi bukti bagi kita untuk bangga menjadi bangsa Indonesia.
Berikut daftar universitas yang menerapakan bahasa Indonesia menjadi mata kuliah wajib.

1. University of Shouthern Queensland, Australia
Diposisi yang pertama adalah Universitas of Shoutherm Queensland yang berada tepat di Toowoomba, Queensland, Australia. Universitas besar ini ternyata memiliki 3 kampus sekaligus, yang ditempat ini bahasa Indonesia menjadi salah satu studi yang wajib secara totalitas dalam program Bachelor of Arts. Dengan kata lain bahwa mahasiswa yang mengambil jurusan studi ini akan belajar dan memahami berbagai hal tentang bahasa Indonesia.

2. National University of Singapore (NUS), Singapura
Diurutan no.2 adalah National Universitas of Singapore adalah universitas yang terkenal di Asia dengan peringkat teratas di Asia Tenggara. Siapa sangka universitas yang terkenal no.1 ini menjadikan bahasa Indonesia sebagai studi kuliah yang wajib dipelajari.

3. University of Sydney, Australia
Diurutan no.3 kita kembali ke Australia, Australia memiliki beberapa kampus yang berkualitas bukan hanya di Queensland. Kalau kita lihat bersama bahasa Indonesia telah memasuki dua kampus terkenal di Australia, termasuk University of Sydney. Universitas ini sudah terkenal dengan kelulusan mahasiswa S1 yang sangat banyak sekitar 32.393. di program ini juga menyediakan studi bahasa Indonesia. Dengan kata lain bukan hanya bahasa Indonesia saja, namun lebih dari itu secara keseluruhan. Misalnya cara komunikasi, budaya, aturan atau norma, sejarah dan bahkan politik Indonesia.

4. Tokyo University of Foreign Studies, Jepang
Jepang terkenal dengan perkembangan negara yang sangat maju. Hal ini bisa dibuktikan dengan berdirinya universitas terkenal yaitu Tokyo University of Foreign Studies. Universitas ini juga biasanya menjadi pusat penelitian internasional dan bahkan pertukaran dosen sedunia. Hal yang menjadi jauh lebih menarik. Universitas yang terkenal ini, menjadikan bahasa Indonesia menjadi jurusan studi diurutan 26 yang digunakan untuk mengkaji bahasa asing dari mancanegara.

5. Australian National University, Australia
Autralia merupakan negara maju, jadi tidak heran bahwa banyak universitas berkualitas dan juga terkenal, salah satunya adalah Australian National University (ANU). Kampus ini tidak jauh beda dengan kampus lainnya, yang membedakannya adalah universitas ini membuka jurusan khusus Bahasa Indonesia dan juga hanya fokus untuk mengkaji serta mempelajari Bahasa Indonesia.

6. Hong Bang University, Vietnam
Dikawasan asia tenggara yang memperlajari Bahasa Indonesia selain Jepang adalah negara tetangga kita juga yaitu Vietnam. Vietnam juga menetapkan Bahasa Indonesia sebagai studi yang wajib di kampus tersebut. Hal ini dikarenakan, menurut Konsul Jendaral Republik Indonesia periode tahun 2007-2008 menyatakan bahwa Bahasa Indonesia itu sudah sejajar dengan bahasa lain seperti Inggris, Francis dan juga Jepang. Dan menjadikan bahasa Indonesia sebagai ke-2 yang diwajibkan di kota Ho Chi Minh.

7. Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan
Seperti yang kita tahu bahwa sebagian besar dari kita tertarik untuk mempelajari Bahasa Korea. 
Namun, kita tidak menyadari bahwa ternyata orang Korea-pun juga tertarik dengan Bahasa Indonesia. Hal ini bisa kita buktikan dengan adanya University of Foreign Studies yang ada di Korea Selatan. Selain itu ada juga dua jurusan sekaligus di Korea Selatan yang mempelajari Bahasa Indonesia yaitu Department of Malay-Indonesia di College of Oriental Language dan Department of Malay-Indonesian Interpretation College of Interpretation and Translation.

Sudah saatnya kita berdiri tegak penuh percaya diri bahwa bahasa kita sebenarnya bagus, sarat dengan sejarah, banyak menyimpan ilmu dan hikmah serta sangat kaya dengan budaya. Rasa ini perlu dibangun untuk menjaga cinta budaya sendiri, cinta bahasa sendiri sebagai wujud cinta tanah air dan cinta kepada negeri tercinta tempat tumpah darah kita, Indonesia. Kebanggaan akan budaya dan bahasa sendiri tidak berarti menutup diri untuk belajar bahasa asing, karena untuk belajar bermacam-macam ilmu kita harus belajar juga bahasa pengantarnya yang kebanyakan masih berbahasa asing. 

Akhirnya kami mengajak mari kita terus belajar mencari dan mengembangkan ilmu dengan berusaha berbagi, dan untuk bisa berbagi ilmu maka mari budayakan menulis, karena dengan menulis itulah kita akan dapat mengikat ilmu. Mari belajar berbagi dengan menulis di blog, kami siap membantu untuk berbagi tips membuat dan menulis di blog, dan inilah salah satu pokok bahasan dalam proses pembelajaran bimbingan TIK yang akan ajarkan kepada siswa SMPN 2 Kepil agar terbiasa menulis dan berbagi. Selamat berkarya, semoga sukses.
Disadur dari website http://palembang.tribunnews.com/2018/08/13/kreen-bahasa-indonesia-jadi-promadona-di-7-kampus-luar-negeri-terkenal?page=4

Sabtu, 28 Juli 2018

Musibah - Tiga Ruang Kelas SMP Negeri 2 Kepil Terbakar

Beberapa hari ini nama SMP Negeri 2 Kepil menjadi semakin terkenal karena pemberitaan di koran maupun di laman internet, terbukti ketika di ketikkan kata SMPN 2 Kepil pada tab mesin pencari google, maka akan tampil rentetan link dari laman website yang memberitakan tentang sekolah ini, baik yang berupa berita seperti ; news.detik.com, suaramerdeka.com, wonosobozone.com, tribratanews.jateng.polri.go.id dan laman berita  lainnya, maupun yang berupa video di laman Youtube. Benar, memang semenjak Jumat malam sekolah ini ramai menjadi topik pembicaraan publik karena adanya musibah yang berupa kebakaran yang menimpa salah satu bangunan lokal / gedung yang terdiri dari tiga ruang kelas.

Di halaman website detik.com dituliskan bahwa Gedung SMP Negeri 2 Kepil, Wonosobo dilalap si jago merah pada Jumat (27/7/2018) malam. Meski tidak ada korban jiwa, namun sedikitnya tiga ruang kelas ludes terbakar. Satu lokal gedung yang terdiri dari 3 ruang kelas SMP 2 Kepil hangus terbakar, Jumat (27/7) sekitar pukul 18.30. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sekolah yang berada di Jalan Magelang Km 29, Desa Randusari, Kecamatan Kepil, Wonosobo itu mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta.

"Api melalap sejumlah bangunan di SMP 2 Kepil itu sangat cepat," ujar Wahyu Cahyono, seorang sopir yang melintas di depan sekolah tersebut. Melihat kepulan asap hitam dan kobaran api yang membakar sejumlah atap bangunan ruang kelas tersebut, Wahyu berupaya meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman seadanya, sembari melaporkan kepada petugas pemadam kebakaran. Warga berupaya melakukan pemadaman menggunakan ember dan selang air, namun karena angin berhembus sangat cepat menyebabkan api terus melalap sejumlah bangunan di sekitarnya.

Komandan Koramil 09/Kepil, Kapten Infanteri Sugeng Hariyanto yang juga pejabat di Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo menyebutkan, api memang begitu mudah melalap bangunan gedung satu blok, terdiri dari tiga ruang kelas, antara lain ruang kelas 8A, 9D dan ruang kesenian yang berisi seperangkat lengkap alat karawitan berupa gamelan. "Seperangkat alat kesenian berupa gamelan serta beberapa kursi dan meja belajar di ruang kelas itu juga hangus terbakar," beber dia.

Menurutnya, pihaknya menerjunkan sejumlah anggotanya membantu pihak Polsek, BPBD, SAR Kepil, PLN Sapuran dan masyarakat. Mereka beramai ramai memadamkan api agar tidak menjalar ke gedung yang lain. Selain itu, dengan dibantu lima unit mobil pemadam kebakaran. Antara lain dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar), satu tangki BPBD Wonosobo dan dua unit Damkar milik PT Mekar Abadi. "Atas kerja sama seluruh komponen, api bisa dipadamkan sekitar pukul 20.30," tutur dia. Dengan waktu kurang lebih dua jam, api bisa dipadamkan karena koordinasi yang baik. Tanpa koordinasi yang baik, mungkin api belum bisa dipadamkan dalam waktu seperti itu. Terlebih, keberadaan unit Damkar yang berada di pusat kota, membutuhkan waktu lama untuk mencapai lokasi kebakaran. "Kami sangat mengapresiasi kesigapan aparat dan masyarakat, sehingga kebakaran tidak sampai merembet ke gedung lain," tutur dia.

Atas kejadian tersebut, menurut pihak sekolah kerugian seperangkat gamelan diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 100 juta. Sedangkan kerugian dari bangunan tiga ruang kelas, diprediksi mencapai lebih dari Rp 400 juta. Untuk gedung sekolah tersebut baru selesai direhab pada tahun 2016. "Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Namun, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran," ujar Kapolsek Kepil Iptu Muji Darmaji. Saat  berita ini dilansir garis pengaman polisi telah dilepas, artinya seluruh proses identifikasi dan investigasi sudah dinyatakan selesai.

Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd selaku kepala SMP Negeri 2 Kepil dengan ini memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan pertolongan pada saat kejadian kebakaran. Dengan adanya bantuan dan peran serta dari masyarakat sekitar, Kepolisian Kepil, Koramil Kepil, bantuan unit mobil pemadaman kebakaran Kab. Wonosobo, BPDB dan mobil pemadam PT Mekar Abadi menjadi hal baik yang membuat kebakaran tidak merembet dan menjalar ke gedung lainnya. Terima kasih juga kami sampaikan kepada jajaran pejabat teras kabupaten Wonosobo, Dinas Pendidikan baik di tingkat UPT kecamatan Kepil hingga tingkat kabupaten Wonosobo, para kepala sekolah, para guru dan tokoh masyarakat yang datang memberikan ungkapan bela sungkawa dan suport semangat, motivasi dan doanya kepada sekolah kami.

Akhirnya kami atas nama sekolah menerima dan meyakini bahwa kejadian ini adalah musibah yang diberikan oleh Alloh SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa yang pasti memiliki rencana yang jauh lebih baik dan lebih indah dari musibah ini. Banyak hikmah dan pelajaran berharga yang bisa diambil dari kejadian ini, dan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, tenaga, pikiran dan suport motivasi serta doanya semoga menjadi amal kebaikan yang dicatat sebagai jariyah di sisi Alloh dan diberikan balasan yang jauh lebih baik. Selanjutnya kami berharap pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan dapat segera memberikan bantuan guna pembangunan kembali ruang kelas beserta perabotan dan alat penunjang lainnya guna kelancaran proses pembelajaran.

Senin, 25 Juni 2018

Taman Bunga Celosia Ramadanu Magelang - Inspirasi Pengembangan Sekolah Indah

Jika pikiran rasanya sumpek, jika tubuh rasanya lelah dan jika muncul rasa bosan, maka sudah saatnya kita mencari suasana baru, piknik atau pergi berwisata. Dengan melakukan pikinik atau wisata maka akan beban terasa lepas, pikiran akan fresh, apalagi jika bersama-sama dengan keluarga, teman atau pasangan. Biasanya pasti disertai dengan acara foto bersama atau foto sendiri yang sering di sebut selfi. Saat ini selfi menjadi trend, mode dan salah satu bentuk unjuk gaya, terutama remaja dan ibu-ibu yang merasa masih muda. Indonesia Darurat Selfi, mungkin inilah istilah tepat seperti yang diungkapkan oleh salah satu guru muda, energik dan berbakat di SMPN 2 Kepil, Bpk Irwan Susetyo yang berasal dari Pacitan Jawa Timur. Guru mata pelajaran IPS dengan segudang pengalaman jebolan UNS Solo ini berdomisili di sebuah dusun dekat Ponpes Pabelan Mungkid Magelang. Sosok beliau menjadi inspirasi munculnya tulisan ini dalam seri Serba-serbi (hiburan), selamat menikmati.

Yah benar, selfi merupakan trend baru yang menjangkit hampir di semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, dan yang paling heboh kalangan remaja dan ibu-ibu yang tentu saja disertai pasangan masing-masing. Maka object yang dirasa cocok karena dianggap indah, unik dan terkenal menjadi incaran para pemburu spot untuk selfi. Bagi pembaca yang berlokasi di sekitar Jogja dan Jawa Tengah mungkin sudah tahu bahwa saat ini ada lokasi baru yang sangat ramai pengunjung, setiap harinya dikunjungi ratusan orang atau bahkan ribuan pada akhir pekan yang hendak berwisata menikmati keindahan "Taman Bunga Celosia Ramadanu". Taman bunga Ramadanu yang mulai dibuka untuk umum saat menjelang lebaran tahun 2018 ini digagas oleh Karang Taruna Desa Danurojo (KPD) ini berlokasi di dusun Danurojo kecamatan Ngluwar kabupaten Magelang. Keberadaan miniatur kincir angin Amsterdam menunjukkan bahwa taman bunga ini hadir mengusung konsep wisata ke Negeri Belanda, mengikuti jejak pendahulunya yang sama-sama menawarkan spot taman bunga yang indah antara lain Taman Bunga  yang berada di Bandungan, Semarang, Bantul dan Gunung Kidul. Menurut para pengunjung hal yang menjadi daya tariknya antara lain ; keindahan aneka bunga yang beraneka warna, tersedianya aneka ragam spot foto (tempat foto), pengaturan tata letak (layout) yang menarik dan ketersediaan lokasi parkir yang luas serta berbagai sarana pendukung lainnya. Disamping Pak Fauzi dan Pak Irwan yang suka rekreasi, maka Bu Ruti, Bu Laras, Bu Yuli, Bu Yani dan Bu Sri Supami pasti cocok untuk mengambil pose selfi di tempat ini.

Selain taman bunga yang menawarkan keindahan, saat ini juga marak dibangun Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang banyak tersebar di wilayah Borobudur, yang disuport oleh pemerintah melalui kementerian BUMN. Selain bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa, program Balkondes juga memberdayakan masyarakat sekitar dengan basis wisata. Bank BRI bersinergi dengan BUMN lain berkomitmen mengembangkan kawasan Candi Borobudur dengan membangun 20 Balkondes di tiap desa sekitar. Rencananya, Balkondes yang dibangun akan dilengkapi pendopo utama, limasan, artshop, gazebo, Musholla, toilet, panggung utama dan homestay. Masyarakat bisa memanfaatkan semua fasilitas yang ada untuk meningkatkan potensi desa wisata. Ada juga wahana wisata baru yang belum banyak dikenal karena belum tergarap dengan baik, kami mempelopori awal dengan sebutan wisata kuliner "Jembatan Tiga" atau "Trio Bridge" yang berlokasi di sebelah timur desa Progowati, Mendut Magelang, sebuah wisata yang terdapat tiga buah jembatan yang berjajar, bila pengelola bisa membuat konsep yang apik maka ini akan menjadi daya tarik baru yang eksotis.

Jika dilihat dari trend di masyarakat, dikaitkan dengan alasan para wisatawan dan hasilnya yang berupa pemberdayaan ekonomi masyarakat maka tidak ada salahnya jika sekolah-sekolah mengambil pelajaran sebagian bahan kajian. Sekolah sebagai wadah bagi komunitas bagi siswa, guru dan staf / karyawan sebagai pelaku pendidikan kiranya juga bisa mengambil dan menyerap beberapa hal utama yang bisa digunakan sebagai konsep pengembangan sekolah agar menjadi lebih berdaya guna dan berhasil guna. Jika dilihat secara sederhana dan mendasar maka konsep utama yang diusung oleh Taman Bunga Celosia Ramadanu dan Balkondes di Borobudur dan tempat wisata lainnya adalah unsur keindahan, keindahan itulah yang menjadi daya tarik utama wisatawan dan masyarakat. Keindahan, siapa yang tidak suka dengan keindahan?

Demikian juga di sekolah, para siswa, dewan guru, staf / karyawan bahkan tamu atau orang yang hanya lewat saja pasti suka jika melihat sekolah yang nampak indah, karena sesuatu yang indah itu sedap dipandang, tidak membosankan, menyegarkan hingga dapat mengusir rasa lelah, juga bisa membangkitkan semangat dan kekuatan baru atau bahkan bisa menjadi sumber inspirasi bagi para pemikir dan pembuat kebijakan. Ada murid indah, guru indah (bukan Bu Indah lho), kelas indah, halaman indah, kebun sekolah indah, masjid sekolah indah hingga suasana pelajaran yang indah. Artinya keindahan bukan hanya yang bersifat kebendaan, namun bisa juga keindahan dalam bentuk yang lain. Nah, keindahan inilah yang akan kami uraikan, semoga bisa menjadi wawasan baru bagi kita semua warga sekolah dengan harapan menjadi inspirasi untuk berubah menjadi lebih baik.

Dari gabungan dua sudut pandang yang berbeda yaitu fisik dan psikis maka unsur yang bisa menjadi daya tarik sekaligus daya dorong munculnya keindahan di sekolah dapat terwujud dalam dua bentuk yaitu keindahan fisik dan keindahan non fisik.
  1. Keindahan fisik. Keindahan fisik umumnya berbentuk sesuatu yang terlihat oleh mata. bisa berupa tempat, lingkungan, tanaman, barang perabotan, hiasan, gambar atau tulisan. Sedari lewat kelihatan bangunan gedung dengan cat yang khas, sepanjang jalan masuk kanan kiri disuguhi pemandangan tanaman alami yang tertata rapi, setelah masuk pintu hall utama terasa disambut oleh desain ruang dengan gambar dan tulisan dinding yang menyiratkan situasi akademis yang futuristik, masuk lagi ke halaman dalam terlihat di depan setiap ruang taman-taman kecil dengan berbagai corak ragam tanaman terawat dan bunga yang berwarna-warni, masuk ke kelas dengan hiasan dinding karya siswa dan motto kelas yang penuh ekspresi. Masuk Lab IPA terpampang gambar dan alat praktikum yang menantang rasa ingin tahu, masuk Lab Komputer dengan perabotan dan perangkat update yang menantang imajinasi belajar ilmu-ilmu terbaru, masuk Perpustakaan yang banner dindingnya memacu semangat membaca didukung layout rak buku dan sudut baca yang nyaman seakan tak ingin keluar karena sajian berbagai buku yang menambah dan membuka wawasan baru.
  2. Keindahan non fisik. Keindahan non fisik bisa berbentuk rasa nyaman, rasa damai, rasa puas dan rasa bangga dengan sekolah. Ketika siswa merasakan pembelajaran yang menantang dan memacu rasa ingin tahu dan merasa mendapat sesuatu yang baru itulah salah satu bentuk keindahan yang tidak berwujud benda. Ketika siswa yang kurang beruntung karena kekurangan materi karena kondisi orangtua merasa tenang, merasa damai dan merasa mendapat perhatian dan kasih sayang dari guru-gurunya itulah keindahan luar biasa yang dirasakan siswa. Ketika suatu saat wali murid datang ke sekolah dan mendapat sambutan yang hangat, dihormati dan merasa  di-orang-kan itu juga bentuk keindahan yang sangat berkesan. Keindahan non fisik lebih banyak terbentuk oleh suasana yang nyaman, kepuasan pelayanan dan situasi akademis yang membangun motivasi untuk meraih masa depan yang lebih baik. 
Keindahan fisik akan menyebabkan banyaknya spot khusus bagi siswa, wali murid dan masyarakat. Siswa akan merasa bangga dan cinta dengan sekolah, akan bangga upload fotonya ketika di  halaman depan sekolah, akan selfi di perpustakaan seakan sedang menyusun thesis, akan foto bergaya ilmuwan di Lab IPA dan seterusnya. Keindahan yang paling mudah dibentuk adalah lingkungan yang bersih, terwujudnya taman bunga atau tanaman yang beraneka warna, yang bisa diwujudkan dengan membagi zona wilayah yang menjadi tanggung jawab setiap kelas, dengan peran aktif dari wali kelas sebagai pelopor, fasilitator dan sekaligus sebagai mativator.

Di sisi lain muncul keindahan non fisik yang berupa suasana dan terciptanya rasa nyaman, damai, puas dan terlayani, hal ini juga menciptakan spot yang tak kalah indah yang menjadi ikon khusus. Wali murid dengan bangga menunjukkan fotonya ketika berdiri berjajar atau bersalaman dengan kepala sekolah, sementara siswa akan bangga dan berebut untuk selfi bersama guru idolanya. Guru idola, guru pavorit, guru ramah dan guru penyayang selamanya akan selalu diingat dan dikenang oleh siswanya, itulah spot dan ikon istimewa yang merupakan keindahan dari sekolah sesungguhnya. Di sinilah peran aktif seorang kepala sekolah dan jajaran pimpinan dalam membangun motivasi bahwa yang utama adalah pelayanan dan kepuasan siswa dan masyarakat.

Satu hal yang benar-benar perlu disadari bahwa pada saat guru mengajar tidak hanya melakukan transfer ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan, namun di sana juga terjadi proses transfer sikap, perilaku dan karakter (kepribadian) dari diri sang guru. Sebagai contoh, seorang guru TIK yang akhlaknya kurang baik, temperamental dan tidak sabaran dalam pembelajaran di kelas, maka yang akan banyak direkam oleh siswanya bukan ilmu TIK-nya, namun yang lebih dominan terserap siswanya justru karakter buruknya, sehingga siswa terdidik berjiwa temperamental dan sulit dikendalikan yang akhirnya pembelajaran yang berjalan menjadi tidak banyak membawa manfaat. Sebaliknya, sebagai contoh lain pembelajaran dari guru rumpun MIPA atau Bahasa yang ramah, penyabar, telaten dan banyak menyuntikkan motivasi sukses (pokoknya baik) pasti akan lebih banyak diminati dan disenangi oleh siswa, dan guru model inilah yang istimewa dan luar biasa yang akan berdampak kebaikan bagi siswa dan sekolah.

Oleh karena itu, mari kita wujudkan sekolah yang di indah seperti di galakkan di wilayah Jakarta Barat, karena keindahan akan menghadirkan kenyamanan, keteduhan dan ketenangan yang sangat mendukung dalam proses pendidikan. Keindahan fisik akan sangat memanjakan mata, sementara keindahan non fisik akan menghasilkan puluhan rasa yang akan terkenang selamanya. Selamat berkarya, selamat bekerja, semoga sukses, Amiin.

Sabtu, 28 April 2018

UNBK 2018, Tahun Pertama UNBK di SMPN 2 Kepil - Catatan Kecil Protek Sekolah

Alhamdulillah, Ujian Nasional Utama yang dilaksanakan dengan pola UNBK / UNKP tingkat SMP/MTs telah selesai dilaksanakan secara serentak se-Nusantara dari tanggal 23 - 26 April 2018. Rasanya lega dan plong, pekerjaan yang panjang dan melelahkan tuntas sudah. Ujian Nasional merupakan puncak acara dari kegiatan pembelajaran SMP/MTs selama 3 tahun. Inilah yang juga dirasakan keluarga besar  SMPN 2 Kepil karena tahun 2018 ini merupakan tantangan, dimana ujian nasional dengan pola UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) baru pertama kali dilaksanakan. Oleh karena itu UNBK ini sungguh merupakan beban bagi semua elemen di sekolah ini, mulai dari kepala sekolah, jajaran panitia, guru mata pelajaran UN maupun guru non UN, staf/karyawan hingga proktor/teknisi. Banyak tenaga, waktu, biaya dan pikiran yang tersita dan tercurah untuk hajat besar ini

UNBK 2018 di SMP Negeri 2 Kepil merupakan "gawe besar" jajaran manajemen sekolah, terutama  Kepala Sekolah (Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsip, MM.Pd) dan Panitia Ujian Nasional 2018 yang dikomandani oleh ketua Bapak Ismain, S.Pd. Kepala Sekolah dan segenap jajaran Panitia UN 2018 telah berupaya secara optimal untuk mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari kegiatan pembekalan materi pelajaran ujian nasional yang berupa les yang diikuti dengan berbagai tes uji coba UN, kegiatan persiapan sarana dan prasarana berupa Lab. Komputer yang terintegrasi dengan Server UBK/UNBK - dimana dengan adanya perangkat ujian berbasis komputer yang memadai ini siswa bisa banyak berlatih mengerjakan ujian berbasis komputer, dan yang tak kalah penting adanya persiapan mental dengan berbagai kegiatan yang bersifat pembekalan motivasi, pengisian ruhani dan refresing untuk tujuan sukses UNBK 2018.

Sebanyak 94 siswa kelas 9 seluruhnya bisa mengikuti rangkaian kegiatan ujian nasional dan menyelesaikan UNBK 2018 pada ujian utama. Kegiatan UNBK menggunakan ruang komputer baru yang di desain dengan kapasitas 36 siswa, sehingga semua siswa dapat tertampung dan terlayani dengan dibagi menjadi 3 shift. Pembagian shift dipetakan berdasarkan jarak dari rumah ke sekolah, dimana siswa yang tempat tinggalnya jauh mendapat giliran shift pagi sehingga tidak terkendala terkait transportasi.  Secara sistem dan sarana prasarana pelaksanaan UNBK 2018 terhitung lancar dan tanpa kendala yang berarti, walau di awal waktu pelaksanaan UNBK hari pertama sempat terkendala karena masalah yang terjadi di server pusat di Jakarta.

Tuntas sudah seluruh rangkaian ujian nasional 2018. tentunya terdapat banyak catatan selama dalam persiapan, pelaksanaan hingga pasca pelaksanaan. Sebagai mana lazimnya setiap kebijakan, setiap kegiatan, setiap sistem pasti ada kekurangan, demikian pula dengan UNBK yang baru pertama kali di sekolah ini. Banyak kendala yang menjadi pengalaman sekaligus guru yang sarat  hikmah, banyak keluhan yang akhirnya justru menjadi masukan yang sangat berharga, banyak kritikan yang kemudian menjadi wahana introspeksi, mawas diri sekaligus saran yang memotivasi dan banyak muncul kesan yang menjadi catatan untuk perbaikan ke depan bagi sekolah, bagi panitia, bagi guru, bagi proktor - teknisi dan bagi siswa agar di tahun mendatang bisa lebih baik lagi.

Semoga dengan banyaknya catatan dan pengalaman dalam melaksanakan UNBK yang pertama kali ini menjadi bekal untuk melakukan berbagai perbaikan mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Kepil yang berorientasi pada perbaikan kualitas layanan pendidikan. Selamat bekerja dan selamat berkarya, semoga sukses, insya-Alloh.

Senin, 26 Maret 2018

Lentera Hikmah -8 : Menyiasati Absensi Finger Print - Aktualisasi Integritas Diri

Tugas berat seorang pemimpin sebuah lembaga adalah mengelola anak buah yang memiliki watak yang berbeda-beda untuk bisa memiliki visi yang sama. Seorang pemimpin pasti berharap semua orang yang dipimpinnya baik, kompeten, jujur dan disiplin, agar bisa memberikan pelayanan yang optimal. Hal inilah yang menjadi inspirasi pertama tulisan kali ini, berawal dari sebuah keluh kesah seorang  kepala madrasah di kabupaten Magelang, sekitar satu setengah bulan lalu. Isinya kurang lebih begini, "Harus bagaimana lagi cara ngatasi orang yang "cerdik", orangnya dicari tidak ada di tempat tugas namun data absensi kehadirannya tertib, paginya finger paling awal dan pulangnya finger paling akhir". Jika ditilik data presensi sebelum digunakan mesin finger print kondisinya jauh lebih parah, rata-rata baru hadir pukul 08.00 atau paling awal pukul 07.30 namun dalam tanda tangan absensi tercatat hadir pukul 06.30, begitu juga dengan jam kepulangan, pukul 12.00 sudah sering hilang namun tercatat di atas pukul 14.00.

Jika yang di atas adalah contoh sosok yang kurang bisa diteladani, maka di tempat lain ada sosok yang justru menjadi pembangkit motivasi dan sumber inspirasi. Pribadi yang sederhana, yang selalu mengasah kompetensi, yang menjaga kedisiplinan dan menjunjung tinggi kejujuran. Inilah yang menjadi inspirasi kedua, sosok yang kepadanya kita harus belajar banyak hal. Sebut saja Pak Udin, seorang guru PNS/DPK yang menjadi kepala sekolah di salah satu SMA swasta di kabupaten Magelang dengan lima hari kerja. Jarak 15 kilometer tak menghalangi beliau untuk hadir di sekolah pukul 06.30 pagi, dan pulang setelah pukul 16/00 sore setiap harinya. Jumlah jam wajib yang menjadi syarat halalnya rejeki benar-benar beliau jaga, dengan tetap berada di sekolah sambil mengerjakan berbagai pekerjaan yang harus diselesaikannya. Jika suatu saat merasa jumlah totalnya kurang karena kepentingan dinas atau pribadi maka beliau merasa wajib untuk menggantinya di hari lain dengan cara tetap bekerja dan berada di sekolah, walau ia harus sendirian. Tak banyak sosok demikian, dari contoh ini kita bisa ambil hikmah bahwa sebenarnya jika kita mau maka kita pasti bisa, untuk berbuat lebih baik, selagi masih bisa, masih sempat dan selagi belum terlambat. Inilah tema tulisan kali ini, seri lentera hikmah dengan tema integritas, selamat menikmati.


Memulai Finger Print

Terhitung mulai tanggal 6 Maret 2018, SMP Negeri 2 Kepil sudah menggunakan mesin finger-print sebagai alat presensi bagi guru & karyawan. Kehadiran mesin absensi berbasis sidik jari ini memunculkan berbagai harapan baik - tentunya bagi yang berfikir postif - agar lebih teratur dan disiplin, walau tak dipungkiri pasti muncul pula sikap apatis dan pesimis dari sebagian yang berfikir negatif. Maka menjadi prioritas untuk membangun sikap optimis seluruh elemen dan unsur sekolah bahwa hadirnya mesin finger print ini adalah solusi terbaik untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada siswa dan masyarakat. Bagi yang sudah terbiasa disiplin datang awal seperti Pak Aris Winarna dan Ibu Ruti Sumarni kehadiran mesin absensi ini tidak menjadi masalah, namun akan terasa menjadi masalah bagi terbiasa datang terlambat dan pulang awal.

Memang, setiap perubahan sistem yang menyebabkan munculnya hal baru pasti akan memunculkan berbagai reaksi sebagai bentuk pernyataan sikap, hal ini sangat wajar dan pasti terjadi. Beberapa pribadi mungkin akan sangat protektif ditandai dengan tidak ingin diusik ketenangannya, bahkan menolak segala bentuk perubahan, karena kecenderungan diri yang ingin mapan, aman dan nyaman, yang biasa disebut dengan "Zona Aman". Ini adalah sifat asal manusia, sifat kita semua yang lebih suka pada sesuatu yang bebas, merdeka dan tidak mengikat. Bagi yang phobia (takut) perubahan mereka berfikir bahwa perubahan adalah momok, perubahan bak hantu yang menakutkan, perubahan akan membuat situasi tidak nyaman, tidak aman dan tidak mapan lagi. Muncul pikiran "jangan-jangan, ojo-ojo, gek-gek" dan berbagai kecemasan lain, maka berikutnya ia berfikir bagaimana mencari cara agar bisa mengakali atau menyiasati sistem baru ini.

Menyiasati Sistem, Topik Trend
Topik tentang trik cara menyiasati, cara membobol dan cara mengakali sistem banyak dicari oleh orang yang "aktif dan kreatif", terutama yang banyak akalnya. Termasuk topik bagaimana cara menyiasati mesin "Finger Print" agar data rekap kehadiran bisa mulus, jika terlambat tidak terdeteksi, jika bolos tidak konangan dan jika tidak hadir namun tetap tercatat berangkat. Tak heran jika ada orang yang kemudian berpikir bagaimana agar nilai ujian bagus tanpa susah-susah belajar, soal UKG bisa dicurangi dan soal UN bisa bocor. Puncaknya ada orang berhasil menemukan cara bagaimana mendapat uang banyak tanpa susah payah bekerja, bisa belanja apa saja. Yang terakhir inilah yang dilakukan oleh 5 pelaku skimming ATM BRI dengan barang bukti 1.447 kartu ATM duplikat yang dibuat dari hasil rekam data di ratusan ATM yang tersebar di pulau Jawa dan Bali. Ratusan rekening telah dibobol dan disedot uangnya melalui ATM. Ratusan juta atau bahkan milyaran rupiah tabungan dan deposito telah berpindah tangan. Bisa dibayangkan betapa marah dan kecewanya orang yang menjadi korban kartu ATM palsu ini.

Secara konsep setiap sistem dirancang dengan sangat canggih dan aman, namun secara realita masih saja banyak yang kecolongan karena dibobot oleh orang "cerdik" (dalam tanda kurung). Orang cerdik punya seribu akal untuk bisa "lolos" dari teknologi canggih yang membuatnya dirinya seakan tetap "untung" dalam kondisi terjepit sekalipun. Kelemahan dan kekurangan dalam sebuah sistem pasti ada, bahkan dalam sistem paling aman sekalipun, karena memang tidak ada yang sempurna dan aman 100 persen di dunia ini. Seperti halnya dalam aplikasi komputer baik yang berbasis web atau desktop selalu tetap bisa dibobol, tentu saja oleh mereka yang ahli, "Banyak jalan menuju Roma", begitu peribahasa yang menjadi pembisik mereka. Demikian pula mesin absensi ini pasti bisa dicari jalan untuk dikelabuhi, khususnya bagi yang punya niat dan beritikad kurang baik, yang menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami apa esensi sebenarnya.


Ada beberapa cara menyiasati mesin absensi finger print yang berbasis pada sidik jari ini, mulai dari yang bersifat personal hingga yang bersifat komunal dan institusional. Berikut ini beberapa trik, cara untuk menyiasati absensi finger print, kami bagikan untuk diambil hikmahnya.

  1. Personal, dengan modus scan absensi masuk paling awal lalu pulang, kemudian datang lagi agak siang, pulangnya juga bisa lebih awal, setelah lewat jam pulang lalu datang lagi untuk scan pulang. Bisa juga scan pagi sebelum mandi dan scan siang setelah situasi sepi, bahkan bisa jadi tidak hadir atau pergi jauh, laporan akan tetap terbaca hadir awal dan pulang akhir, modus ini bisa dilakukan sendiri dan diam-diam serta tidak terdeteksi oleh siapapun.
  2. Kolegial, dengan modus titip jari duplikat maka terlambat tidak terlihat dan lolos ketika bolos. Caranya dengan membuat jari duplikat (tiruan) kemudian menitipkan pada teman untuk proses scan absensi. Jari duplikat berupa jari tiruan yang dapat  dibuat menggunakan filler sejenis silicon, gelatin atau lem kayu yang dituang dalam cetakan jari yang telah dibuat sebelumnya. Cara ini bisa dilakukan secara kolegial 2 orang teman atau lebih, secara diam-diam dan sembunyi-sembunyi tanpa  melibatkan admin.
  3. Komunal, dengan modus substitusi jari (pengganti jari cadangan) maka akan bisa saling nitip scan absensi menggunakan jari temannya. Pada saat registrasi user ke dalam mesin, proses rekam sidik jari untuk setiap 1 orang disediakan dengan 2 jari yang difungsikan sebagai cadangan, Modus ini adalah peluang untuk secara komunal dapat bergantian bertukar jari dengan temannya, artinya 1 orang dapat menggantikan scan absensi 1 orang lainnya, jika hal ini berantai maka 5 orang bisa melakukan scan absensi untuk 10 orang. Beberapa orang berpasangan yang bermufakat dan melibatkan admin saat rekam sidik jari.
  4. Institusional, dengan seting kustomisasi waktu pada saat-saat khusus. Pada dasarnya sistem waktu pada mesin fingerprint adalah berjalan automatic dan realtime (nyata), maka data laporan (report) yang keluar dari mesin tidak bisa diubah/diedit waktunya, bahkan oleh admin sekalipun. Jika suatu saat karena sesuatu hal dikehendaki oleh institusi untuk mengakali, maka satu-satunya jalan adalah merubah waktu realtime pada saat scan datang maupun scan pulang. Modus ini dapat dilakukan secara komunal dan institusional, admin yang punya hak akses khusus untuk melakukan kustomisasi ini.
Esensi Absensi Finger Print
Kehadiran guru, karyawan dan pimpinan adalah sebuah keharusan yang tidak bisa diwakilkan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan. Inilah salah satu tujuan diciptakannya mesin finger print ini, karena scan kehadiran berdasarkan jarinya, artinya jarinya hadir jika orangnya juga hadir. Teknologi ini telah banyak dipakai di industri besar, perusahaan ternama dan lembaga bonafit di berbagai penjuru dunia. Absensi kehadiran merupakan hal sangat penting, bertujuan agar disiplin tepat waktu, karena dalam sistem manajemen, waktu adalah kunci sukses atau gagalnya sebuah sistem. Kebutuhan teknologi absensi semakin berkembang, bahkan yang terbaru telah beredar mesin absensi yang berbasis wajah dan retina mata, yang lebih sulit lagi untuk disiasati.

Cara kita memahami urgensi waktu akan sangat berpengaruh dalam menyikapi kehadiran mesin ini, Jika mesin absensi finger print hanya dimaknai sebagai pengolah data kehadiran, maka trik nomor 1 sampai nomor 4 bisa digunakan untuk menyiasati dan mengakali data absensi kita. Bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain - rasa itulah yang melahirkan sikap bijaksana. Mencoba memposisikan diri, jika kita adalah pimpinan di sekolah, manajer di industri atau bahkan sebagai pemilik perusahaan, maka kita bisa menilai bahwa pelaku trik nomor 1 sampai nomor 4 semuanya tidak jujur (tidak punya integritas) dan melakukan manipulasi. Pelaku trik nomor 1 jelas seorang pecundang, pelaku nomor 2, 3 dan 4 jelas kumpulan dari orang yang tidak bisa memegang amanah (tidak bisa dipercaya). Watak dan sikap orang-orang beginilah yang membuat banyak industri hancur, pabrik gulung tikar dan perusahaan bangkrut.


Lalu bagaimana jika hal demikian terjadi di sekolah tempat siswa belajar menimba ilmu dan mencari pengalaman, ini sangat riskan dan sangat disayangkan jika sampai terjadi. Sekolah-sekolah yang saat ini menjadi sekolah unggul dan pavorit telah melewati fase ini puluhan tahun yang lalu, mereka juga pernah mengalami hal serupa. Proses yang berjalan membuat mereka menjadikan disiplin tepat waktu sebagai budaya, sebagai kebutuhan, bukan lagi sebagai beban. Jika di sekolah masih bermain dengan trik 1 - 4, maka dampaknya akan jauh lebih parah, karena pada hakikatnya pendidikan bukan hanya proses transfer ilmu dan pengetahuan saja, namun ada transfer sikap (attitude), moral dan spiritual, dan itu yang lebih utama.


Mengambil hikmah dari keluhan pimpinan kepala madrasah dan contoh teladan Pak Udin di atas, maka kami ambil beberapa kesimpulan singkat yang semoga bisa digunakan sebagai pedoman dalam menyikapi mesin absensi Finger Print;

  1. Berterima kasih atas kehadiran mesin ini, yang ternyata mampu membantu mengontrol kita menjadi lebih baik, lebih disiplin dan lebih menghargai waktu. Sungguh mesin ini layaknya penolong bagi kita untuk keluar dari kebiasaan terlambat, kebiasaan bolos dan kebiasaan korupsi waktu yang jika ditotal jumlahnya entah sudah berapa ratus jam.
  2. Legowo dan terbuka menerima kekurangan diri, semakin tawadhu dan rendah hati, bahwa kita masih kalah dengan mesin yang mampu jujur walau ia tak punya hati. Kita tak perlu pongah, sombong dan busung dada bertahan bahwa kita baik, nyatanya selama ini banyak manipulasi data kehadiran kita, hingga markup jam datang dan jam pulang.  
  3. Bijaksana dalam menyikapi report (laporan) kehadiran, tidak perlu marah, tidak perlu sewot dan tidak perlu berlebihan. Jika muncul warna kuning tanda terlambat dan atau pulang awal, jika muncul warna merah tanda jika tidak hadir, tidak scan, scan di luar jadwal atau kesalahan dalam proses scan lainnya sebaiknya jadikan ini rambu-rambu dan pengingat, bahwa masih ada yang kurang dalam diri kita, jika merasa tidak sesuai bisa klarifikasi dan langsung melihat data aslinya di aplikasi Finger Print.
  4. Jadikan ini mesin ini wahana membenahi niat dan membangun motivasi untuk memperbaiki diri, Jika data absensi kehadiran Anda sudah baik, status sudah OK dan warna sudah hijau, bersyukurlah dan tetaplah menjaga kebaikan itu, ingatkan dan ajak teman yang lain untuk semangat meraih predikat seperti Anda. Kebaikan ini adalah bekal untuk merajut dan meraih kebaikan berikutnya dalam bidang lainnya.  
  5. Hasil rekap kehadiran yang berupa print-out data jam masuk, jam pulang dan total jam perminggu penting dan ini adalah hal utama, namun lahirnya sosok pribadi yang jujur penuh integritas adalah lebih utama. Jika memang tidak bisa hadir melaksanakan tugas karena suatu hal, tak perlu melakukan manipulasi data dengan finger pagi dan sore hari. Sikap yang jujur dan terbuka akan lebih berharga, lebih satria dan lebih bermartabat.
  6. Data kehadiran yang terlihat sempurna bukanlah segala-galanya, bukan pula tujuan akhir dari diterapkannya sistem ini. Tujuan awalnya adalah membangun kedisiplinan dalam bekerja, dan tujuan akhirnya adalah membentuk jiwa yang berkarakter, kompeten dan mampu memberikan pelayanan terbaik dalam mendidik anak bangsa. Kedisiplinan dalam hal kehadiran hanyalah satu dari sekian banyak pekerjaan manajemen personalia dalam usaha membangun sistem pendidikan yang bermutu dan berkualitas.
  7. Menyempurnakan kewajiban dengan hadir tepat waktu, pulang cukup waktu dan terpenuhi jumlah minimal adalah salah satu cara untuk menghalalkan rejeki yang diterima, minimal dari sisi waktu, Ada kepuasan batin, ada kenyamanan dan ketentraman, pasti akan sangat berbeda dengan yang gajinya terima utuh, namun waktunya dicuri dan dicurangi. Jika waktu kehadiran saja di-akali dan dicurangi, maka kebaikan apalagi yang bisa diharapkan.
Kita tidak perlu trik khusus untuk menyiasati atau mengakali mesin absensi ini, yang paling logis dan paling baik adalah membuat manajemen waktu baru dengan mengatur ulang jadwal harian menjadi lebih maju, bangun lebih awal, mandi lebih awal, sarapan lebih awal dan berangkat lebih awal dari sebelumnya. Kemudian menambah durasi waktu kerja menjadi lebih panjang, lapangkan dada untuk menambah kesabaran pulang mundur, lebih akhir dari sebelumnya.Yang terakhir adalah pemenuhan jumlah total perminggu, akan tidak menjadi penumpuk hutang waktu, usahakan untuk terpenuhi sesuai aturan yang ada. Sebenarnya jika diukur masalahnya, maka yang paling berat dan terasa menjadi masalah adalah mereka yang domisili berbeda bujur dan lintang, yang harus naik kendaraan umum atau sepeda motor apalagi saat musim hujan begini. Terlebih jaraknya cukup jauh dan harus laju dari Purworejo, Magelang, Kulon Progo, Sleman atau Bantul.

Sebagai penutup tulisan kali ini, kita semua berharap semoga semakin mendekati akhir masa tugas maka kita bisa semakin baik, semakin bijaksana, semakin rendah hati dan semakin banyak dalam menanam benih kebaikan. Oleh karena itu kita harus berupaya untuk selalu meluruskan niat dan membenahi motivasi agar bisa bersikap dan berbuat yang terbaik. Segala sesuatu yang diniatkan dengan baik, dilakukan dengan baik maka yang akan datang adalah kebaikan, sebaliknya jika niat sudah tidak baik, dilakukan dengan cara yang kurang baik, maka jangan harap kebaikan yang datang, sebaliknya hanya keburukan yang semakin merundung dan mengepung. Kebaikan dan keburukan pada akhirnya akan mengental menjadi karakter, sifat dan watak. Watak itulah yang kemudian menjadi brand, merek dan image diri kita.

Demikian lentera hikmah kali ini, semoga kita bisa menjaga diri dalam kebaikan, semampu yang kita bisa (sekecil apapun, dan untuk memulai kebaikan tidak harus menunggu waktu khusus, serta tidak harus pilih-pilih dalam melakukan kebaikan. Kebaikan kecil yang bisa memberi manfaat laksana lilin dalam gelap, redup namun mampu memberi cahaya dan bisa menjadi lentera yang berguna bagi sesama.  Sampai jumpa di tulisan berikutnya dalam tema membangun brand, merek dan image diri. Selamat bekerja, selamat berkarya, semoga sukses.