text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...

Kamis, 09 September 2021

Selamat Mengemban Amanat, Dengan Cinta Kami Sambut Yang Datang dan Kami Antar Yang Pergi

Roda waktu terus berputar detik demi detik, jam demi jam hingga merubah siang menjadi malam, begitu seterusnya sehingga hari berganti bulan dan bulan berganti tahun. Sebagaimana perubahan siang menjadi malam, maka kehidupan manusia juga terus berjalan seiring waktu yang tak bisa ditahan walau sedetik, semua berjalan sesuai yang telah digariskan. Perjalanan waktu membawa perubahan hampir pada semua aspek kehidupan, semuanya berubah. Begitu juga dalam sebuah kebersamaan yang terjalin pelan, tapi pasti semua akan berubah, berlalu dan berganti episode. Kaidah "ketika ada pertemuan maka akan ada perpisahan", kiranya cocok dengan kenyataan ini. Inilah tema tulisan kali ini, perpisahan dan perubahan yang  tentu saja menyisakan banyak hal, yang pasti ada sisi baik dan sisi kurang baik. Kekurangan, kekecewaan dan penyesalan berada dalam satu paket diantara harapan, impian dan kebahagiaan. Ada rasa takut, cemas, kecewa, marah, dan hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan, di sinilah dibutuhkan kebesaran hati untuk lebih siap dalam menapaki jalan kehidupan.

Jalan kehidupan mulus, lapang, mudah dan semua fasilitas tersedia adalah impian dan harapan semua orang. Kenyataannya tidak selalu demikian, segala sesuatu bisa terjadi, tidak diharapkan, menyebabkan kesedihan, kekecewaan dan penyesalan. Untuk menggambarkan rasa itu penulis akan menukil secuil kisah dari Tiongkok, tepatnya cerita epik pada masa dinasti (Kaisar) Wei Utara yang diangkat dalam film berseri  berjudul Princess Agents yang fenomenal dan luar biasa sukses di tahun 2017. Dikisahkan tokoh pertama seorang pemuda bernama Yuwen Yue yang sangat ahli dalam ilmu beladiri tetapi nampak biasa, rendah hati dan cenderung bersikap dingin, pendiam dan suka menyendiri. Keahliannya itu membuat ia dipercaya sebagai agen (inteligen) sekaligus penasehat raja, dan juga sebagai pelatih ilmu beladiri (perang) kepada prajurit kerajaan. Tokoh yang kedua seorang gadis bernama Xing'er yang awalnya dipekerjakan sebagai pelayan di keluarga Yuwen Yue yang seorang bangsawan. Xing'er yang ternyata berbakat istimewa hingga kemudian dipilih untuk mendapat kesempatan untuk belajar tentang inteligen, beladiri, strategi peperangan dan berbagai hal tentang kebaikan. 

Kebaikan yang diberikan Yuwen Yue kepada Xing'er tidak terukur banyaknya, berbagai macam bantuan diberikan, tidak tanggung-tanggung, walau ia cuma seorang pelayan tapi diperlakukan bak seorang ratu. Tetapi sebaliknya yang dilakukan oleh Xing'er, kebaikan itu tidak diimbangi dengan kebaikan yang sama. Wajar kiranya jika Yuwen Yue sempat memendam rasa kecewa pada Xing'er, ia merasa dilupakan begitu saja, merasa tidak dianggap, merasa diabaikan dan merasa ditinggalkan. Sementara itu Xing'er tertutup hatinya oleh prasangka buruk dan dendam, sehingga walau mendapat banyak kebaikan masih saja tidak bisa membuka hati untuk mengakui kebaikan Yuwen Yue, bahkan menyimpan rencana jahat padanya. Yuwen Yue yang low profile nampak sabar dan menerima semua yang terjadi dengan ikhlas.  Ia tidak sakit hati, bahkan ketika ia menawarkan tumpangan pada Xing'er untuk naik kuda bersamanya (boncengan) tetapi ditolak oleh Xing'er dan ia hanya pasrah ketika tak lama kemudian Xing'er justru terlihat naik seekor kuda bersama pemuda lain yang juga teman dekat Yuwen Yue. Pemuda itu bernama Yan Xun, sosok yang pandai, tampan, berbakat dan merupakan calon (kandidat) penguasa di negeri Yan yang merupakan negeri bawahan Kaisar Wei. 

Singkat cerita, di episode terakhir (episode 58) Xing'er baru menyadari bahwa selama ini dirinya salah, ia  hanya mengikuti emosi, sakit hati dan rasa percaya diri bahwa ia lebih baik, hingga pada akhirnya semua harapan dan impian yang disemainya justru berubah menjadi kekecewaan dan penyesalan. Ia menyaksikan sendiri dan ikut merasakan berbagai kerusakan dan kehancuran yang diakibatkan oleh ambisi kekuasaan, akibat amarah dan dendam kesumat yang ada di hati Yan Xun yang dipujanya. Saat itulah ia baru menyadari bahwa sesungguhnya ia merasa banyak berhutang kebaikan pada Yuwen Yue, bahwa ia telah banyak dibantu tetapi ia justru berburuk sangka, mencurigai dan memusuhi Yuwen Yue. Ia sangat menyesal telah meninggalkan dan mengabaikan ketulusan Yuwen Yue, akhirnya ia berjanji tidak akan pernah meninggalkannya lagi. Sayangnya semua sudah sangat terlambat, Yan Xun yang hatinya dikuasai emosi, cemburu, amarah, ambisi dan dendam melakukan pembantaian yang menyebabkan kekacauan yang nyaris memisahkan Yuwen Yue dan Xing'er untuk waktu yang belum jelas sampai kapan. Inilah akhir cerita season-1 dari serial Princess Agents yang ditutup dengan  hadirnya kesadaran dan penyesalan.

Kesadaran dan penyesalan memang biasanya datang belakangan, sangat jarang dan tidak lazim orang merasa menyesal sebelum berbuat sebuah kesalahan. Ketika sudah ditinggal pergi baru merasakan betapa berharganya seseorang, betapa banyak hal yang belum dilakuan dan betapa banyak kesalahan yang dilakukan, hingga kemudian timbul rasa sangat menyesal. Seperti halnya ketika sebuah kebersamaan  yang sudah seperti keluarga dekat, yang situasinya sudah sangat akrab, tetapi kemudian dipisahkan oleh keadaan. Rasa itulah yang dirasakan oleh sebagian besar warga SMP Negeri 2 Kepil ketika dalam beberapa hari terakhir akibat adanya regulasi tentang rotasi dan mutasi terkait pimpinan sekolah. Beberapa hari pekan ini segenap jajaran pimpinan, dewan guru dan karyawan SMP Negeri 2 Kepil nampak sibuk dengan kegiatan terkait adanya rotasi dan mutasi pejabat kepala sekolah di lingkungan Dinas Dikpora Kabupaten Wonosobo. Qodarulloh dua orang penting di SMP Negeri 2 Kepil termasuk yang ikut dalam rotasi dan mutasi tersebut. Yang pertama adalah kepala sekolah, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd., dipindah-tugaskan (rotasi) menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Kepil. Yang kedua sosok senior yang juga WKS, Bapak Ismain, S.Pd., mendapat amanah baru, dimutasi ke SMPN Satu Atap 5 Sapuran sebagai kepala sekolah.

Proses serah terima kepala sekolah dilaksanakan secara maraton, tanggal 2-9-2021 serah terima di SMP Negeri 1 Kepil, tanggal 6-9-2021 di SMP Negeri 5 Sapuran, dan tanggal 7-9-2021 di SMP Negeri 2 Kepil. Kepala sekolah SMP Negeri 2 Kepil yang baru adalah Bu Fajar Fatimah Winarti, S.Pd., M.Or. Bu Fajar, bukanlah orang baru di sekolah ini, karena sebenarnya jauh hari sebelumnya (8 tahun lalu) beliau pernah menjadi guru SMPN 2 Kepil hingga kemudian pada Maret 2013 beliau diberi amanat dan diangkat sebagai kepala sekolah di SMPN 4 Sapuran. Selain itu beliau juga pernah duduk dan belajar di bangku sekolah ini, yang artinya beliau alumni SMPN 2 Kepil. Dari rangkaian perjalanan itu bisa diartikan bahwa amanah baru untuk memimpin sekolah ini seakan hanya tugas untuk kembali pulang ke rumah, apalagi rumah tempat tinggal hanya berjarak kurang dari dua kilometer. Secara organisasi, kultur, bahasa, iklim dan budaya lokal semua sudah dikuasai, sehingga tugas beratnya adalah bagaimana mengatur sisi managerial untuk menciptakan iklim sekolah yang memiliki tagline sekolah sejuta impian.

Sekolah sejuta impian, bukanlah slogan asal-asalan, slogan yang kaya makna. Harapannya menjadikan sekolah sebagai taman belajar bagi banyak siswa dengan latar belakang yang berbeda-beda. Belajar hal-hal mendasar untuk menyemai asa, mengobarkan semangat dan menguatkan motivasi meraih cita-cita  untuk menggapai mimpi. Mimpi-mimpi tentang keberhasilan dan kesuksesan itulah yang ingin kami fasilitasi. Karena pada hakikatnya keberhasilan dan kesuksesan siswa-siswi alumni kami adalah kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami. Kami mengadopsi dan mengkolaborasi slogan BRI menjadi prinsip pelayanan kami, "Senang Bisa Membantu dan Melayani dengan Setulus Hati". Selain itu kami juga menggunakan "aji mumpung", mumpung masih kuat, masih sehat, masih mampu, masih dipercaya dan masih bisa. Aji mumpung ini merupakan intisari dari pesan dari mereka-mereka yang sudah purna tugas, pesan kebaikan dan rasa penyesalan.

Penyesalan, ada kalanya perlu dibangun untuk melahirkan sikap positif, penyesalan yang muncul ketika tidak bisa melayani dengan optimal saat kesempatan masih ada, saat wewenang ada di tangan dan hak untuk mengakses masih terbuka. Jabatan, posisi dan wewenang di sekolah baik sebagai kepala sekolah, wakil kepala, koordinator standar, guru mapel, guru bimbingan konseling, wali kelas, tata usaha hingga karyawan pastilah memiliki kewenangan dan akses spesial, yang hanya bisa digunakan saat masih aktif dan pada suatu saat akan berakhir. Jika telah berakhir masa jabatan, tergantikan posisinya atau telah dicabut wewenangnya, maka kesempatan untuk melakukan banyak kebaikan melalui jabatan dan posisi itu tertutup sudah, tertutup karena tidak memiliki kewenangan atau hak akses telah dialih-tangankan. Itulah kudratnya, karena sejatinya semua adalah pemberian atau bahkan hanya titipan, pastinya tidak akan lama dan tidak akan selamanya.

Karena tidak akan selamanya, maka pemberian atau titipan itu harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Kedewasaan, kebijaksanaan, kepekaan, kelapangan dan kerendahhatian akan sangat menentukan apa, dimana dan sebagai apa peran yang akan dijalankan. Disinilah letak benang merah antara kisah tiongkok di atas dengan realita kehidupan, dimana kita bisa bercermin dan melihat diri kita berada pada peran yang mana. Apakah seperti Yuwen Yue, yang hati dan fikirannya hanya ingin memberikan yang terbaik, yang walau sempat muncul rasa kecewa tetapi dendam atau tidak sakit hati,  serta tidak mau melakukan kecurangan. Atau seperti Xing'er yang belum bisa membuka mata hati dan menyimpan prasangka buruk, sehingga tidak bisa melihat kebaikan orang lain dan menimpakan kesalahan pada orang lain. Atau justru seperti Yan Xun yang bertangan dingin, yang tega menginjak, menyikut dan menjatuhkan orang lain untuk mencapai ambisi kekuasaannya. Sebagai insan pendidikan yang merupakan publik figur di masyarakat sudah tentu akan memilih peran yang baik dan berusaha untuk memantaskan diri untuk menjadi sosok yang baik.

Menjadi sosok yang baik tentu bukan hal yang mudah, bukan hal sepele, akan ada banyak tantangan, akan ditemui banyak godaan dan pastinya penuh perjuangan. Diperlukan usaha yang sungguh-sungguh untuk terus menerus belajar mengasah dan menempa diri agar mata menjadi lebih jeli dalam melihat, telinga menjadi lebih peka dalam mendengar, hati menjadi lebih sensitif dalam mengolah rasa serta otak menjadi lebih luas dalam berinovasi. Fokusnya bukan untuk menjadi yang terbaik, tetapi lebih pada berusaha melakukan yang terbaik, yang lebih baik dari sebelumnya. Adapun setelah berusaha secara optimal melakukan yang terbaik tetapi masih ditemukan beberapa kekurangan atau kesalahan, maka  ada toleransi atas sifat kodrat manusia yang tidak terlepas dari kesalahan dan kekurangan. Peribahasa "Tak ada gading yang tak retak" menunjukkan bahwa semua gading pasti retak, dan retak itulah tanda gading itu asli. Maka tak seorangpun berani mengklaim diri sempurna tanpa cacat dan cela, kelemahan dan kekurangan pasti ada, dosa dan salah juga tak mungkin dinafikkan. Dari sini seseorang bisa belajar untuk memahami, mengerti dan menerima kekurangan orang lain.

Selain memiliki kekurangan setiap orang pasti dikarunia kelebihan yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Kekurangan, kelebihan dan perbedaan jika disatu-padukan sesungguhnya adalah sumber daya yang hebat dalam membangun sebuah kebersamaan. Pertanyaanya, kekuatan apa yang bisa menyatupadukan semua itu? Jawabannya adalah kekuatan cinta. Benar, cinta yang digambarkan dalam bentuk hati itu memiliki kekuatan yang luar biasa dan mampu merubah segalanya. Cinta bisa menggerakkan hati seseorang bisa menjadi sangat baik perilakunya, tetapi sebaliknya jika salah dalam menyikapi bisa memporak-porandakan hati seseorang. Untuk menggambarkan kekuatan cinta kiranya bisa disimak nukilan puisi dalam sesi film Ketika Cinta Bertasbih 2, yang isinya sebagai berikut; 

"cinta adalah kekuatan, yang mampu mengubah duri jadi mawar, mengubah cuka jadi anggur, mengubah malang menjadi untung, mengubah sedih jadi riang, mengubah setan menjadi nabi, mengubah iblis menjadi malaikat, mengubah sakit jadi sehat, mengubah bakhil menjadi dermawan, mengubah kandang menjadi taman, mengubah penjara menjadi istana, mengubah amarah jadi ramah, mengubah musibah jadi muhibbah, itulah cinta".

Itulah cinta yang memiliki kekuatan luar biasa. Karena itulah kami segenap warga SMP Negeri 2 Kepil  akan selalu berusaha menyemai cinta di sekolah kami. Cinta yang bisa menerima perbedaan, bisa memaafkan kesalahan, bisa menerima kekurangan. Dan bukti dari semua cinta adalah berani berjuang dan berkorban untuk meraih cintanya. Berjuang dan berkorban, inilah intisari dari cinta yang sesungguhnya. Cinta adalah memberi bukan menerima, cinta adalah membahagiakan bukan menyakiti, dan cinta adalah menjaga bukan mengabaikan. Cinta yang diwujudkan dalam perjuangan dan pengorbanan inilah yang membuat SMPN 2 Kepil memiliki nama besar (walau hanya sekolah kecil), sekolah yang dikenal luas di tingkat kabupaten hingga propinsi, termasuk juga ditunjuk sebagai sekolah piloting dalam berbagai program dari kemendikbud. Kami (pimpinan, guru dan staf) menyadari, bahwa kami bukan siapa-siapa dan tidak mempunyai kemampuan apa-apa. Sungguh, semua prestasi dan nama besar sekolah ini adalah semata-mata karunia Alloh. Amanah ini akan kami jaga dengan segenap kemampuan dengan berkhidmat kepada jajaran pimpinan sekolah. 

Pimpinan sekolah yang lama telah pergi (Pak Hadi), ditambah lagi satu wakil pimpinan juga pergi mengemban amanah baru menjadi kepala sekolah baru (Pak Ismain), dan sekarang telah datang kepala sekolah baru (Bu Fajar). Perubahan pimpinan pasti akan merubah suasana, iklim dan ritme kerja  yang baru dan berbeda. Dengan berpegang teguh kepada prinsip positif thinking, positif feeling serta positif motivation, insyaAlloh kami yakin dan optimis untuk menyongsong era baru di SMP Negeri 2 Kepil. Dengan tangan terbuka kami seluruh warga SMP Negeri 2 Kepil menyambut Bu Fajar dengan cinta, dengan cinta pula kami antar Pak Hadi dan Pak Ismain yang pergi meninggalkan kami menuju ke tempat tugas baru. Kepada beliau bertiga kami segenap warga SMP Negeri 2 Kepil mengucapkan "Selamat bertugas, selamat bekerja, selamat berjuang dan selamat mengemban amanat baru, semoga diberikan kemudahan, kelancaran dan kesuksesan". (226020)

Selasa, 17 Agustus 2021

HUT RI Ke-76, Satu Episode Metamorfose bagi Sekolah Kami

Jika HUT RI tahun yang lalu terasa istimewa dengan angka 75 yang sering disebut dengan istilah HUT Intan, menjadi agak sedikit berbeda di HUT RI kali ini yang berangka 76. HUT RI ke 76 menjadi istimewa, bukan karena angkanya terasa sangat akrab karena sama dengan merek rokok yang sangat terkenal dalam beberapa dekade itu, tetapi karena pelaksanaannya yang terasa lebih penuh makna walaupun dilaksanakan dalam masa pandemi. Menjadi lebih berasa bagi sekolah negeri atau kantor pemerintah di wilayah Wonosobo, karena ada edaran yang menjadikan kewajiban untuk melaksanakan upacara di tempat kerja. Maka pagi itu banyak orang berseragam Korpri nampak sibuk melaksanakan aktifitas upacara bendera di halaman sekolah / kantor tempat dimana mereka bekerja. 

Situasi itu juga membuat nuansa yang berbeda dari tahun lalu saat mengikuti Detik-detik Proklamasi, dimana jika tahun lalu masing-masing guru/staf mengikuti secara virtual di depan TV dari rumah masing-masing, untuk tahun ini dilaksanakan di depan layar besar  bersama-sama di salah satu ruangan di sekolah. Situasi itulah yang terlihat di Laboratorium Komputer SMP N 2 Kepil dimana segenap guru dan staf SMP N 2 Kepil serempak mengikuti upacara Detik-Detik Proklamasi secara virtual dari tayangan Live TV Nasional yang ditayangkan dengan LCD Proyektor. Dari kegiatan ini terkandung makna bahwa perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan sampai kapanpun tetap akan bernilai sebagai perjuangan. Maka upacara HUT RI sebagai penghormatan dan wujud syukur itu sampai kapanpun juga harus dilaksanakan walau dalam masa Pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 bukan menjadikan alasan bagi jajaran pimpinan, guru dan staf di SMP N 2 Kepil untuk hanya berdiam diri berpangku tangan, atau malah menikmati "hari-hari libur", tetapi sebaliknya selalu berusaha melakukan sesuatu yang berbeda di masa pandemi. Jika ada sekolah lain yang lingkungannya serasa menjadi lebih belukar, kotor dan tak terawat, hal ini berbeda dengan yang terjadi di SMP N 2 Kepil. Dibawah komando Bapak Hadi Wiyono, SH, M.Pd, banyak terobosan program dan perubahan yang dilakukan. Di bidang pembinaan SDM guru sudah pasti dengan breefing rutin pekanan dan pembinaan dari pengawas dalam rangka penguatan motivasi dan hal terbaru terkait tugas pokok abdi pendidikan, juga pelatihan-pelatihan bagi terkait konten pendidikan berbasis internet yang sangat dibutuhkan sebagai variasi dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi, mulai dari google form, google classroom, google meet, hingga pembuatan video pembelajaran yang siap upload di youtube. Di bidang fisik dan lingkungan sekolah juga sangat terasa banyak perubahan, beberapa yang sudah dilakukan antara lain, pembuatan taman sekolah, perluasan pintu gerbang, pemasangan rail pengaman tangga, pembuatan green house, penebangan pohon penutup spot jalan raya, penambahan pengaman luapan air hujan di jalur sentral, penambahan tempat parkir sepeda siswa, blok cor jalur sepeda siswa, pembuatan kolam ikan, serta halte bus (menunggu proses pihak ketiga). 

Bagaikan seekor ulat kecil yang tak berdaya, jika ia ikhlas dalam menjalani perannya, maka ia akan terus istiqomah membangun kepompong, dan proses puasa dalam kepompong itulah yang kelak akan  merubahnya menjadi kupu-kupu. Itulah metamorfose, jika semua proses berhasil dilaksanakan secara sempurna maka akan terbentuklah kupu-kupu, sebuah proses alami yang mengandung filosofi dan sangat kaya makna yang mendalam. Ada usaha, ada ikhlas, ada istiqomah, ada prihatin, ada keyakinan dan ada kepasrahan. Sangat terasa ketika hasil PPDB tahun ini diumumkan, ditengah kondisi yang upnormal dimana banyak sekolah negeri yang kecil di pelosok perbatasan yang hasilnya jauh menurun, Alhamdulillah, proses metamorfose semua unsur sekolah menunjukkan keberhasilan yang dibuktikan dari hasil PPDB masih mampu meraih kuota yang sama dengan tahun sebelumnya.

Kami segenap warga SMPN 2 Kepil mengadopsi filosofi tersebut, melakukan metamorfose dengan berbagai usaha dan terobosan yang sekiranya bisa dilaksanakan. Berusaha yang bukan berorientasi pada hasil, tapi berorientasi kepada proses, terus berproses dan selalu berproses menuju keadaan baru yang berbeda yang lebih baik, sejengkal demi sejengkal, setapak demi setapak, selangkah demi selangkah dalam berbagai hal walau dalam keterbatasan. Adapun hasil bukanlah menjadi kewenangan kami, karena kami menyadari sebagai manusia tidak punya kuasa, tapi manusia punya kuasa untuk terus berusaha, terus berkarya, terus memperbaiki diri menuju keadaan yang lebih baik.

Menuju keadaan yang lebih baik, itulah goal dari metamorfose kami, bukan menuju sempurna seperti halnya ulat menjadi kupu-kupu. Kami sadar, kami hanya sekolah kecil di kampung di wilayah perbatasan yang segala sesuatunya tidak bisa dibandingkan dengan sekolah besar, apalagi sekolah besar yang ada di kota, tetapi kami punya keyakinan tetap bisa melakukan sesuatu. Dengan metamorfose ala kami, kami berharap ada hal-hal positif yang baru yang bisa kami adopsi dari metamorfose ini, semoga usaha kami, keikhlasan kami, keistiqomahan kami, keprihatinan kami serta kepasrahan kami dalam menjalankan peran sebagai abdi pendidikan akan berdampak positif dan membawa manfaat bagi bangsa dan negara. Selamat berjuang, tetap berjuang, tetap merdeka. 

Sabtu, 26 Juni 2021

Pengumuman PPDB SMPN 2 Kepil Tahun Ajaran 2021/2022

Sebelum kami sampaikan pengumuman yang merupakan hasil akhir dari seluruh rangkaian proses PPDB 2021 yang dilaksanakan secara online, lebih dahulu akan kami sampaikan satu kisah unik yang diambil dari cerita salah satu orangtua (ayah) calon siswa baru saat melakukan proses pendaftaran. Ceritanya, keluarga tersebut sebelumnya bekerja dan tinggal di pulau kalimantan. Nah ketika anaknya (putri) ditanya setelah lulus SD mau sekolah dimana, dengan sedikit takut tetapi penuh harap dia menjawab bahwa ia ingin sekolah di SMPN 2 Kepil. Sontak orangtuanya heran dan bertanya kok tahu SMPN 2 Kepil dari mana? Sang anak menjawab dari internet, dari mbah google. Katanya ketika ia mengetikkan kata kunci "Kepil" tempat asal kedua orangtuanya itu, maka banyak muncul gambar dan link berita tentang SMPN 2 Kepil, hal itu sangat menarik hatinya. Ketika link di klik maka masuk ke blog ini dan kemudian membaca berbagai pemberitaan tentang gambaran, kondisi dan keunggulan sekolah yang terpampang di blog sederhana ini. Singkat cerita keluarga itu selanjutnya pulang ke Jawa, dan anak itu merampungkan SD-nya di SDN Randusari dimana ia hanya ikut belajar sekitar dua bulan, kemudian lulus dan langsung mendaftarkan di SMPN 2 Kepil.

Begitulah, itulah sedikit kisah pembuka tentang daya tarik Spero Kita, banyak jalan menuju cinta, eh cita-cita. Oke, selanjutnya kita akan tuliskan inti dari rangkaian panjang kegiatan PPDB di SMPN 2 Kepil. "Selamat dan Sukses" kami sampaikan kepada siswa baru, Selamat Datang di SMPN 2 Kepil, selamat bergabung dan selamat mempersiapkan diri untuk menyambut masa depan. Sabtu 26 Juni 2021 ini menjadi hari spesial bagi kalian semua segenap peserta didik baru (siswa baru) SMP Negeri 2 Kepil untuk tahun pembelajaran 2021/2022. Spesial karena hari ini merupakan hari PENGUMUMAN HASIL PPDB yang prosesnya dilaksanakan secara online dan serentak untuk seluruh sekolah SMP Negeri yang ada di wilayah kabupaten Wonosobo. Sistem yang digunakan dalam PPDB Online tahun ini tidak jauh berbeda dengan yang dilaksanakan tahun lalu, yaitu dengan dibagi menjadi 4 jalur, yaitu Zonasi, Prestasi, Afirmasi dan Perpindahan orangtua. Perbedaan hanya pada perubahan prosentase dimana Zonasi minimal 50 %, Afirmasi minimal 15 %, Perpindahan maksimal 5 % dan Prestasi adalah sisanya (15 %).

Terkait dengan sistem PPDB Online, ada yang berbeda di SMP Negeri 2 Kepil yang memiliki karakteristik khusus karena berada di wilayah perbatasan dengan lokasi paling ujung sebelah timur kabupaten Wonosobo sehingga berbatasan langsung dengan wilayah kabupaten Magelang. Karakter khusus itu membuat proses  PPDB Online juga dilaksanakan secara khusus, dimana siswa yang berasal dari SD/MI luar kabupaten Wonosobo tidak bisa diterima menggunakan jalur zonasi, akhirnya hanya bisa diterima dari jalur prestasi atau perpindahan orangtua yang jumlahnya terbatas. Rasanya tidak elok dan tidak adil jika harus menyalahkan pihak lain,  mengeluhkan sistem, menggerutu letak geografis dan menyesali keadaan yang dirasa menyulitkan. Akan lebih baik jika menghadapi dengan sikap yang dewasa dan bijaksana serta terus berusaha agar sekolah mempunyai daya tarik untuk menjadi sekolah pilihan.

Alhamdulillah, berkat rahmat dan pertolongan Alloh, usaha dan kerja keras semua warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, jajaran pembantu pimpinan, komite, Tim PPDB, guru/staf, siswa, alumni dan masyarakat sekitar membuat nama SMPN 2 Kepil yang berada di bawah kepemimpinan Bapak Hadi Wiyono, SH., M.Pd, semakin dikenal luas oleh masyarakat sebagai sekolah unggul dan berprestasi. Atas berbagai kebaikan itulah membuat animo masyarakat dan calon siswa cukup tinggi untuk sekolah di SMPN 2 Kepil. Terbukti, harapan untuk mendapatkan siswa minimal 4 kelas tercapai, dalam catatan (record) Panitia PPDB SMPN 2 Kepil 2021 tercatat sebanyak 111 pendaftar, berikut daftar lengkapnya.

HASIL PENGUMUMAN PPDB 2021

No Reg Status Nama

1 088 Diterima Abik Yusuf Al-Khusnan

2 024 Diterima Achmad Ananda Aprilian

3 044 Diterima Adinda Regina Ningrum

4 082 Diterima Afika Sakna Zikrina

5 013 Diterima Agunk Setya Revangga

6 022 Diterima Agus Eka Fauzan

7 068 Diterima Agus Ronal Budiawan

8 025 Diterima Agus Wahyu Hidayat

9 092 Diterima Ahmad Nur Wahid

10 055 Diterima Ahmad Rozaq

11 070 Diterima Aji Aditya Saputra

12 102 Diterima Akhmad Al Amna

13 054 Diterima Alfin Novanda

14 099 Diterima Alvin Nur Mukhamad

15 076 Diterima Amila Nur Aini

16 051 Diterima Andi Susanto

17 095 Diterima Angga Saputra

18 071 Diterima Anggun Alia Putri Arini

19 006 Diterima Ardian Aji Pamungkas

20 028 Diterima Astri Arlisa

21 065 Diterima Avrilia Hidayatil Sa'Adah

22 077 Diterima Azimatul Mahmudah

23 085 Diterima Azizatul Fitria

24 081 Diterima Binar Nurul Aini Dwi

25 007 Diterima Budi Septiawan

26 111 Diterima Cahyaning Ratri

27 073 Diterima Cahyo Dafit Saputra

28 008 Diterima Charli Rasya Alfatiha

29 097 Diterima Damara Gani Aska Kusuma

30 108 Diterima Danendra Hadinata

31 037 Diterima Dava Arga Martino Pamungkas

32 038 Diterima Dessycha Rosalia

33 078 Diterima Desti Nia Refinka

34 090 Diterima Destri Wahyuningsih

35 084 Diterima Devi Agus Nur Khotijah

36 046 Diterima Dheta Wahyu Reffita Sari

37 086 Diterima Dhevi Febriyanti

38 032 Diterima Diesti Wahyu Mulyaningsih

39 079 Diterima Dika Setiawan

40 036 Diterima Dimas Evan Satyanuar

41 087 Diterima Ellina Cerellia

42 057 Diterima Enno Ergiansyah

43 069 Diterima Erna Nur Laila

44 005 Diterima Eva Ayutyas Ningrum

45 052 Diterima Fajar Dwi Saputra

46 096 Diterima Farid Kurniawan

47 093 Diterima Farkhan Khoirul Nuzaki

48 089 Diterima Fatkhatul Khoriah

49 030 Diterima Feri Kurniawan

50 010 Diterima Firza Aditya Tama

51 011 Diterima Frandika Mufti Sahputra

52 015 Diterima Franky Indra Permana

53 040 Diterima Hanifa

54 027 Diterima Ichdha Noor Affrillia

55 019 Diterima Indra Sabila Arumsari

56 031 Diterima Irfan Andreansyah

57 075 Diterima Ismawatul Maesaroh

58 080 Diterima Istiyanah

59 063 Diterima I'Tirof Faslichatul Aula

60 039 Diterima Jeky Mulyanti

61 100 Diterima Khikmah Maylasari

62 106 Diterima Khoirun Nisa'

63 058 Diterima Lutfi

64 064 Diterima Meri Selviana Sari

65 053 Diterima Miftahurrohman

66 067 Diterima Milladia Lutfi Azizah

67 105 Diterima Muhamad Firman Latif

68 033 Diterima Muhamad Mufid

69 048 Diterima Nafisa Dewi Cahyani

70 061 Diterima Nastangin Pamungkas

71 016 Diterima Naswa Azaria Elisya

72 056 Diterima Natania Hasiolan Pandiangan

73 021 Diterima Nofida Nugreni

74 047 Diterima Novi Riyatul Idha

75 017 Diterima Nur Azizah

76 003 Diterima Nur Nisa Wahyu Safitri

77 049 Diterima Nur Uswatun Khasanah

78 002 Diterima Nurul Ilham Asna Shofi

79 074 Diterima Pingkan Puspitasari

80 066 Diterima Pramudita Dimas Aryansyah

81 020 Diterima Putri Wahyu Ramadhani

82 103 Diterima Raka Evan Fadiilah

83 109 Diterima Ratimaya Alma

84 029 Diterima Ratna  Karya Mukti

85 034 Diterima Ratna Laila Khusnia

86 059 Diterima Refil Saventin

87 107 Diterima Rendi Setiawan

88 035 Diterima Retno Laila Khusnia

89 009 Diterima Reza Shaputra

90 001 Diterima Risma Mutiara Ramandhani

91 023 Diterima Riyal Novanda

92 004 Diterima Riza Isnaini Rohmatun

93 045 Diterima Safa Ayu

94 094 Diterima Sahilatun Maesaroh

95 050 Diterima Saiful Usman

96 091 Diterima Salma Ainur Rachma

97 083 Diterima Salwa Yovina Putri

98 042 Diterima Silvi Anisa

99 041 Diterima Slamet Asih

100 110 Diterima Susilowati

101 018 Diterima Tias Tri Utami

102 062 Diterima Tugur Bayu Ismail

103 098 Diterima Viona Stania Sekar Permata

104 014 Diterima Widhi Irwansyah

105 101 Diterima Wulan Meimuna

106 043 Diterima Wulandari

107 072 Diterima Yoga Muhamat Santoso

108 026 Diterima Yoga Pratama

109 104 Diterima Yola Afiana

110 060 Diterima Yova Agus Pratama

111 012 Diterima Yudha Adi Wibowo

Demikian, pengumuman ini disampaikan, kepada calon siswa baru atau orangtua/wali jika ada pertanyaan atau perlu berkonsultasi terkait PPDB dapat langsung datang ke sekolah atau lewat grup WA Calon Siswa Baru SMPN 2 Kepil. 
Selamat berkarya, selamat beraktifitas, semoga sukses. Jangan lupa jaga protokol kesehatan, semoga kita semua diberikan kesehatan dan keselamatan, Aamiiin.

Kamis, 03 Juni 2021

Simple, Aplikasi WA AutoRespon Untuk Pengumuman Kelulusan Online

Pengumuman kelulusan secara online merupakan kebijakan pemerintah, tujuannya untuk menghindari kerumunan. Makanya, pengumuman untuk tahun ini sama dengan tahun kemarin, dilakukan dengan cara daring (online). Nah, hari Jum'at, 4 Juni 2021 adalah hari yang sudah ditentukan oleh Kementerian Pendidikan bagi siswa SMP/MTs kelas IX untuk menerima pengumuman kelulusan atas rangkaian ujian sekolah dan pembelajaran yang telah dilaksanakan selama kurun waktu 3 tahun, yang sekitar 30 persen dilakukan secara daring (online) akibat adanya pandemi.

Pandemi Covid-19 memang berdampak pada sekolah, dimana pembelajaran yang terpaksa dilakukan dengan jarak jauh menggunakan media internet. Banyak kekurangan itu pasti, baik dari segi kualitas maupun kuantitas materi pembelajaran. Ada satu hal utama tidak banyak disadari terkait pembelajaran daring, yaitu hilangnya "wahana pembinaan karakter" yang menjadi ruh utama dalam pembelajaran. Yah, tapi bagaimana lagi, guru hanya pelaku yang harus patuh melaksanakan tugas di lapangan. Terlepas dari kehilangan momentum pembinaan karakter, pandemi ini ada baiknya juga untuk menjadi bahan renungan dan evaluasi, bahwa dalam bidang pendidikan anak bangsa di negeri ini ke depannya semua harus lebih siap, untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Semua elemen sivitas akademika, stakeholder, semua lini dan semua pihak harus mempersiapkan pola pendidikan yang adaptable pada era Industri 4.0 dimana keterbukaan teknologi informasi dan komunikasi menjadi fokus perhatian utama.

Terkait dengan itu, maka proses teknologi informasi dan komunikasi yang berbasis cloud dan bersifat online menjadi pilihan tepat untuk mengintegrasikan dalam pendidikan di sekolah.  Menjadi sangat urgen bagi sekolah dan subyek pendidikan di dalamnya untuk mau dan mampu belajar dan terus belajar agar transformasi ilmu bisa dikolaborasikan dengan menggunakan teknologi. Banyak aspek yang bisa dilakukan oleh sekolah, mulai dari informasi umum sekolah, proses pembelajaran, evaluasi hingga publikasi hasil pembelajaran. Salah satu diantaranya adalah pengumuman hasil kelulusan secara online.

Terkait dengan pengumuman kelulusan secara online ini, SMPN 2 Kepil yang mengusung tagline Sekolah Sejuta Impian (SSI) tentu saja tidak ingin ketinggalan. Sekolah menyiapkan sistem pengumuman kelulusan menggunakan aplikasi WA yang dikolaborasi dengan layanan google drive. Sistem ini memberikan layanan bersifat personal, simple, mudah namun tetap nampak elegan. Secara mudah polanya dapat dijelaskan seperti petunjuk penggunaan pengumuman online yang disampaikan kepada orangtua siswa sebagai berikut.

Petunjuk Pengumuman Kelulusan SMPN 2 Kepil

     1.     Pengumuman kelulusan dilakukan secara Online

·     Hari           : Jum’at, 4 Juni 2021

·     Waktu      : Mulai pukul 15.00 – 22.00 WIB

·     Media       : Aplikasi WhatsApp (WA)

      2.     Persiapan Teknis

·     Siswa menyiapkan NIS (4 digit) sebagai kode Login

·     Siswa menambahkan Nomor Kontak HP Server 0823-2794-xxxx, selanjutnya disimpan dengan nama SERVER KELULUSAN

      3.     Prosedur dan petunjuk penggunaan aplikasi kelulusan

·     Sistem bersifat SANGAT PERSONAL, satu kode NIS hanya dapat akan membuka satu Lembar Pengumuman

·     Siswa mengetikkan kata SMP, lalu kirim ke SERVER, maka SERVER akan menjawab secara otomatis berisi ucapan selamat datang dan petunjuk selanjutnya untuk memasukkan kode NIS (4 digit)

·     Siswa mengetikkan kode NIS, lalu kirim ke SERVER, maka SERVER akan menjawab secara otomatis berupa klarifikasi yang berisi data Nama, Kelas dan NISN (10 digit), selanjutnya digunakan untuk membuka lembar pengumuman kelulusan

·     Siswa mengetikkan kode NISN, lalu kirim ke SERVER, maka SERVER akan memberikan jawaban secara otomatis berupa LINK alamat (tautan web) Google Drive yang berisi lembar pengumuman kelulusan, selanjutnya dapat di-klik untuk membuka (file PDF)

·     Siswa meng-klik LINK yang muncul, maka SERVER akan mengirimkan file PDF ke perangkat siswa dan langsung terbuka Lembar Pengumuman Kelulusan

·     Catatan :

                            i.      Jika perangkat belum login ke akun email, maka sistem akan meminta siswa untuk login, pilih satu email -> oke

                          ii.      Jika perangkat tidak suport dengan file PDF, silahkan untuk ganti/pinjam perangkat lain (HP Android teman atau saudara) yang suport untuk membuka file PDF

                          iii.      Server hanya dapat diakses sesuai jadwal yang ditentukan, Jumat 4 Juni 2021 – Pukul 15.00 – 22.00 WIB

Perangkat yang digunakan cukup menggunakan aplikasi WA (WhatsApp) yang dapat diakses menggunakan HP Android dan melakukan akses dengan nomor WA yang telah dikonfigurasi sebagai Server. Untuk lebih lanjut, kepada siswa dan orangtua wali, silahkan untuk konsultasi dan berkoordinasi dengan guru wali kelas masing-masing. 

Demikian tulisan terkait dengan pengumuman kelulusan online, semoga yang sederhana ini bisa menambah wawasan dan semoga bermanfaat. Selamat beraktifitas, selamat berkarya, semoga sukses.

Kamis, 13 Mei 2021

SMPN 2 Kepil : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H

Alhamdulillah, rangkaian ibadah puasa ramadhan sebulan penuh telah selesai ditunaikan, tentu dengan berbagai cerita baik cerita suka maupun duka. Tetapi dibalik semua itu yang lebih utama adalah dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini adalah nuansa kedamaian dan lahan subur bagi tumbuh mekarnya keimanan yang ada dalam jiwa. Dengan keimanan yang tertanam di dalam dada akan menjadikan pribadi yang kuat dan kokoh dalam menjalani segala bentuk ujian kehidupan.

Melalui media ini kami sampaikan ucapan selamat atas kemenangan atas perjuangan melawan hawa nafsu selama bulan puasa dan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekurangan kami kepada semua sivitas akademika SMPN 2 Kepil (siswa, guru dan karyawan), juga kepada semua wali murid, tokoh masyarakat, tokoh agama dan semua masyarakat. 

Dengan segala kerendahan hati kami mohon untuk menyampaikan ucapan tulus ini, atas nama Pimpinan, segenap Pembantu Pimpinan, semua Guru dan Karyawan SMPN 2 Kepil menyampaikan ucapan :

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1442 H, TAQOBALALLOHU MINNA WAMINKUM, MINAL A'IDZIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR & BATIN.



Dengan sepenuh asa dan sejuntai hikmah teriring doa dan harapan, semoga kita semua diberikan kesehatan, diliputi perlindungan dan dianugerahi umur panjang sehingga bisa bertemu bulan Ramadhan dan Idul Fitri pada tahun mendatang. Satu lagi yang tak kalah penting adalah doa semoga kita selalu diberikan karunia Iman yang kuat, yang menjadi bekal keselamatan dunia hingga akhirat.

Ucapan Idul Fitri 1442 H juga kami sampaikan melalui saluran Youtube, dengan alamat link; https://youtu.be/klYA3TMoudg (<< klik ini)
Video Ucapan Idul Fitri ini dilihat di laman Youtube atau bisa di download langsung menggunakan Android, dan bagi pengguna laptop/PC bisa melihat langsung dari halaman web ini. Selamat berkarya, selamat beraktifitas, semoga sukses.



Selasa, 16 Maret 2021

Oase -12 : Marwah Guru, Refleksi Guru di Masa Pandemi

Dalam beberapa hari ke depan jika diukur dengan  hitungan hari, maka jumlah hari anak-anak tidak berangkat ke sekolah dan hanya belajar di rumah sudah genap satu tahun. Satu tahun dalam masa pandemi, anak-anak sekolah terpisah dan jauh dari guru, begitu juga guru tidak bisa mengajar siswa dengan semestinya. Situasinya sangat berbeda, terkungkung dalam kecemasan dan ketidakpastian, terasa kosong dan hampa, sangat jauh dari yang diharapkan. Pandemi ini menyebabkan berbagai keterbatasan dalam banyak hal, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, religi hingga pariwisata. Sektor pendidikan adalah salah satu yang paling berdampak, membuat perubahan yang cukup frontal dalam kegiatan pembelajaran, mulai dari pola, model, media hingga metodenya. Bagi seorang guru yang berjiwa pendidik, situasi ini terasa asing, tidak nyaman dan sangat tidak menyenangkan. Rasanya ada sesuatu yang hilang dari kehidupannya, kehilangan peran pendidik, kehilangan kedekatan hati, dan kehilangan kebahagiaan  dalam membimbing anak didik dalam belajar tentang banyak hal.

Proses pembelajaran dalam masa pandemi ini memang masih bisa berlangsung dan berjalan dengan model pembelajaran jarak jauh (PJJ), tetapi dari sisi rasa, nuansa dan semangatnya sangat jauh berbeda. Bercampur bermacam rasa berkecamuk dalam dada, ada emosi yang tertahan, ada rindu yang terpendam, ada juga galau tak karuan karena berada dalam ketidak-kepastian. Pandemi yang semula diprediksi dan diharapkan segera berlalu ternyata berkepanjangan dan tak tahu akan sampai kapan. Sungguh, guru tanpa murid serasa kosong, gelap gulita ibarat langit mendung yang tak berbintang, harapan seakan hampa seperti tak bersambutnya cinta seorang prajurit pada seorang gadis yang ternyata putri raja. Murid adalah nafas bagi kehidupan seorang guru, wahana berbagi asa kehidupan, tempat mencurahkan perhatian dan kasih sayang untuk berbagi ilmu, pengetahuan, keterampilan dan spiritual. Tanpa murid, maka guru akan banyak kehilangan nilai-nilai kehidupan, termasuk citra dan marwahnya.

Marwah guru itulah yang sekarang sedang berangsur pudar, diterjang pandemi yang mengoyak-ngoyak dunia pendidikan menjadi terlihat ambyar. Hal ini sangat terasa ketika beberapa pekan yang lalu penulis bertemu dan berbagi cerita dengan seorang teman seperjuangan, yang pernah bekerja bersama dalam waktu yang cukup lama. Sekitar 20 tahun lalu penulis sering ikut bekerja dalam beberapa proyek bangunan, dimana penulis menjadi pembantu tukang (laden) sementara teman tersebut adalah salah satu tukang di antara  tukang senior lainnya. Dalam berbagi cerita itu ada satu kalimatnya yang terasa mengaduk-aduk rasa, "enak ya jadi guru, ora bendino kerjo tapi bayare podo", artinya "enak ya jadi guru, tidak tiap hari kerja tapi gaji tetap sama". Kalimat itu disampaikan dengan lugas, lepas tanpa beban dan tanpa rasa sungkan karena merasa dekat, merasa pernah sama-sama bekerja kasar di proyek bangunan. Penulis yang pernah hidup kasar bersama mereka sungguh terhenyak dengan kata-kata itu, dan nyatanya apa yang dikatakannya sedikit banyak ada benarnya. Itulah kesan yang muncul di masyarakat terkait dengan marwah guru di masa pandemi.

Di masa pandemi marwah guru terasa menurun cukup drastis, karena dipandang sebagai pihak yang diuntungkan. Bisa jadi ini berawal dari adanya penampakan yang ekstrim di sekolah antah berantah, kecamatan mega hitam, kabupaten gelap gulita, dimana situasi sekolah yang lebih banyak terlihat sepi, tak nampak guru dengan aktifitas yang wajar sesuai tanggung jawabnya. Beberapa bahkan tak canggung berpenampilan layaknya seorang pensiunan, juragan atau pengusaha yang sedang liburan. Jarang berangkat ke sekolah, seperti bukan seorang guru, pagi hari sudah keliling melihat sawah garapan, sekali berangkat sudah jam 9, dan jam 11 bingung ingin segera menghilang untuk pulang, inilah yang menjadi indikasi kinerja guru dinilai menurun. Dampak yang muncul kemudian adalah kecemburuan sosial terhadap guru yang seakan-akan guru sangat enak, bebas tugas karena tidak berangkat ke sekolah, tidak perlu ongkos bisa, tidak keluar bensin tapi penghasilan tetap mengalir. Seakan guru adalah profesi yang diistimewakan, yang pendapatannya tidak terpengaruh oleh adanya pandemi terutama guru PNS. Sebagai seorang guru yang masih memiliki hati nurani, guru yang dilengkapi intuisi dan kepekaan rasa, kita tidak layak untuk menutup mata dan telinga, apalagi berlagak dan berargumen untuk membela dan menyucikan diri. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan oleh guru di tengah pandemi ini, apakah menikmati saja kesempatan yang ada atau bersikap lain yang rasanya tidak sejalan dengan keinginan menikmati kehidupan.

Menikmati kehidupan yang nyaman bagi seorang guru adalah manusiawi, yang juga membutuhkan berbagai kenikmatan dan kebahagiaan, sama seperti manusia lain pada umumnya. Tatkala melihat orang lain yang enjoy dan seakan bebas tanpa beban, hadir juga rasa capek merasakan beban kerja yang terasa susul menyusul. Di saat seperti itu terkadang hadir "bisikan" mengapa harus bersusah payah, enakan ikut santai-santai sajalah. Tetapi, kesadaran tersentak dengan sentilan teman yang tukang batu, yang memberikan pelajaran bahwa guru adalah sosok tidak boleh seenaknya, harus bersikap sesuai dengan marwahnya. Bahwa guru harus melakukan kebaikan dengan atau tanpa penghargaan, guru harus hadir memberikan pelajaran dengan ada atau tidaknya pengawasan, guru harus menjadi motivator dan suri tauladan di mana pun berada.  Apapun yang terjadi guru diharapkan hadir dan berperan sebagai suluh dan penerang yang bisa memberikan cahaya, bagaikan lilin dalam kehidupan. 

Bagaikan lilin dalam kehidupan, itulah ibarat keberadaan guru, yang memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda-beda. Karakater dan kepribadian itu yang kemudian terwujud dalam sikap, tindakan dan ucapan dalam kehidupan sehari-hari, yang sadar atau tidak dibaca, diamati dan dicatat oleh anak didik, oleh teman dan oleh masyarakat. Untuk itu barangkali perlu memahami makna dan filosofi yang terkandung dalam percakapan empat lilin berikut ini. 

"Ceritanya dalam kamar ada empat lilin yang menyala, sedikit demi sedikit habis meleleh, suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka. Lilin pertama berkata: “Aku adalah Perubahan, namun manusia tak mampu berubah, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam. Lilin kedua berkata: “Aku adalah Iman, sayang aku tak berguna lagi, manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala”, begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya. Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta, Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga. Suasana menjadi semakin redup, tanpa terduga, seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “ Ehh apa yang terjadi?! Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!” Lalu ia menangis tersedu-sedu. Dengan terharu Lilin keempat berkata: “Jangan takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya: Akulah harapan”. Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, kemudian menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya, berpendar menjadi cahaya.

Menjadi cahaya yang terus berpendar, lilin yang tak pernah padam walau nyala apinya hanya temaram, tetapi bisa memberikan penerang dalam gelap, itulah filosofi dari Lilin Harapan. Itulah pesan bagi siapapun yang menjadi guru, bahwa sesungguhnya ia adalah harapan terakhir ketika yang lain jatuh berguguran. Yah, yang tidak pernah mati hanyalah harapan yang ada dalam hati kita, maka jangan lupa untuk selalu berdoa agar bisa menjadi guru harapan, guru yang menjadi dambaan anak didik, orangtua dan masyarakat. Minimal semoga kita dapat menjadi alat, seperti halnya sang anak tersebut, yang dalam situasi yang sulit bukan lari dan ikut bersembunyi, tetapi terpanggil untuk ikut menghidupkan kembali Iman, Cinta, dan Perubahan dengan Harapan! Di tangan guru ada harapan, di pikiran guru ada impian, di hati guru ada masa depan. Guru adalah aset bangsa yang tak ternilai karena hati guru selalu menyala dan terang, terlebih di masa pendemi ini guru harus hadir membawa harapan.

Harapan untuk menjadi salah satu lilin itu terasa berat bagi penulis, mengingat banyaknya kekurangan, mulai dari minimnya kemampuan diri, lemahnya motivasi dan rendahnya rasa peduli. Alhamdulillah, di SMPN 2 Kepil masih ada banyak lilin-lilin yang bisa menjadi pegangan dan menambah kekuatan untuk bertahan. Mungkin masih ada satu dua yang tergolong lilin pertama, lilin kedua atau lilin ketiga, tetapi tentang siapa-siapanya penulis tidak tahu. Yang justru penulis tahu adalah mereka yang menjadi lilin keempat, sang Lilin Harapan. Ada kepala sekolah (Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd.) yang visinya jauh ke depan, banyak ide dan kaya terobosan untuk tetap eksis dan tidak pernah berhenti berkarya membangun sekolah di berbagai lini walau di masa pandemi. Selanjutnya ada guru senior (Bapak Widodo, S.Pd.) yang selalu berangkat ke sekolah tidak peduli jadwalnya piket atau tidak, yang menurut beliau bahwa guru itu ya harus berangkat dan bertugas di sekolah. Ada juga yang guru yunior (Ibu Zulaikho Wahyu Utami, S.Pd) yang tidak pernah merasakan WFH, tiap hari berangkat dengan beban pekerjaan BOS yang tak pernah ada habisnya. Ada lagi staf Tata Usaha (Bapak Suronto) yang always ready dan always update berbagai aplikasi pendataan bagi guru dan sekolah sehingga sering menjadi rujukan pertanyaan dan konsultasi banyak admin dari berbagai sekolah. Adalagi pakar administrasi dan perangkat pembelajaran (Ibu Isti Supriyanti, S.Pd. dan Ibu Ruti Sumarni, M.Pd.) yang tak surut memberikan bimbingan dan pelatihan di sela-sela kegiatan pembelajaran. Serta beberapa guru senior maupun yunior lainnya dengan karya-karya inovasi baik dalam pembelajaran dan pelayanan kepada anak didik sehingga sekolah terlihat aktif dalam masa pandemi.

Masa pandemi seperti ini sepintas memang terlihat menguntungkan bagi guru, ini bagi mereka yang kurang peka, karena sesungguhnya di masyarakat posisi guru itu terhujat. Tidak sedikit orangtua yang mengeluhkan minimnya layanan pendidikan yang diberikan guru bagi anak-anak mereka. Guru yang tidak peka ini terlihat santai, jarang berangkat, berangkat siang tidak lama lalu pulang dan tidak peduli dengan gejolak yang terjadi di masyarakat. Inilah yang mungkin masuk kategori lilin pertama, kedua dan ketiga, yang sibuk dengan aktivitas baru yang sangat berbeda. Sangat berbeda dengan lilin keempat Lilin Harapan, mereka bekerja tanpa membatasi waktu, bahkan malam pun masih harus melanjutkan pekerjaan dan pelayanan. Mereka tidak berfikir untung rugi, apalagi sampai berfikir saya dapat apa, saya untung berapa. Ketika berkomunikasi dan konsultasi dengan mereka-mereka sang Lilin Harapan, serasa mendapat banyak ilmu, nasehat dan  pencerahan. 

Berikut ini beberapa kesimpulan yang dapat penulis rangkum, semoga bisa kembali sedikit membuka wawasan dan menyadarkan penulis khususnya dan semua guru pada umumnya terkait upaya menjaga dan mengembalikan marwah guru;

  1. Bersyukur, inilah rasa yang pertama kali harus ditanamkan, tentu bukan sekedar mengucapkan kata syukur. Tidak banyak yang berkesempatan bekerja sebagai guru, karena realitanya ada ribuan calon guru yang mengantri untuk profesi ini. Tentunya yang mesti lebih bersyukur adalah guru GTT atau negeri yang sudah mendapat tunjangan sertifikasi, dan yang harus lebih bersyukur lagi adalah mereka yang berstatus guru negeri dan bersertifikasi. Ada banyak sekali alasan untuk tidak menafikkan karunia dan nikmat yang diberikan kepada guru. Syukur pertama karena guru masih tetap dapat bekerja dan mendapatkan gaji, disaat banyak orang menganggur dan tidak mempunyai penghasilan di masa pandemi ini. Syukur kedua adalah karunia sebagai guru, profesi mulia dan bisa menjadi jalan kebaikan, profesi yang didambakan ribuan calon guru lainnya. Syukur ketiga bahwa jumlah jam kerja yang tidak memberatkan hanya 24 jam dalam seminggu itupun sebagian dilakukan dengan BDR, bisa dibandingkan dengan yang diceritakan seorang guru saat mengajar di sekolah swasta dengan beban kerja 52 jam seminggu dan nyaris ada jam kosong, yang dengan jam segitupun angka gajinya jauh dibandingkan dengan PNS, apalagi PNS bersertifikasi. Nah, itu baru sebagian, belum hal-hal yang lainnya. Kurang apalagi, nikmat mana lagi yang kau dustakan?
  2. Motivasi, itulah rasa yang kedua yang harus kembali ditumbuhkan. Rasa yang saat ini tak jauh beda  antara motivasi belajar murid dan motivasi mengajar guru. Motivasi adalah ruh paling utama dalam proses belajar mengajar, di mana anak didik sangat perlu motivasi untuk belajar hal-hal baru yang akan bermanfaat bagi masa depan mereka. Demikian juga guru sangat perlu motivasi agar bisa ikhlas dalam mengajar, agar bisa mencurahkan perhatian dan kasih sayang dalam membimbing belajar anak didiknya. Guru tanpa motivasi tentu tidak akan bisa berbuat banyak, karena sejatinya seorang guru dihadirkan sebagai motivator untuk memberikan motivasi bagi anak didiknya. Motivasi itu yang akan menjadikan guru semangat mengabdi, semangat melakukan inovasi, semangat dalam belajar dan semangat dalam melayani.
  3. Peduli, inilah rasa yang ketiga yang harus dirawat dan disuburkan kembali. Disaat banyak orang dilanda rasa aman dan nyaman dengan situasi yang menguntungkan diri sendiri, maka rasa empati akan tumpul, rasa pedulinya memudar dan menjadi kurang peduli dengan keadaan yang terjadi. Kenikmatan, fasilitas dan kenyamanan telah mengubah kepribadiannya, merasa bahwa semua diperoleh karena jerih payahnya semata sehingga ia merasa berhak menikmati sepuasnya. Tidak sadar bahwa ada kewajiban yang harus ditunaikan, lupa bahwa ada orang lain yang membutuhkan perhatian, uluran tangan dan bantuannya. Peduli itulah yang membuat seorang guru di Madura mendatangi anak didiknya, peduli itu pula yang membuat seorang guru wali kelas meminjamkan Laptop dan Androidnya untuk mengerjakan soal PTS online kepada beberapa anak didiknya. Peduli itu juga yang hadir tatkala guru menghubungi siswa menanyakan kesulitan dalam belajar dan membantu memberikan penyelesaian. Intinya, jika ada kepedulian maka akan sangat banyak yang bisa dilakukan guru pada masa pendemi seperti ini.

Akhirnya, sebagai guru kecil yang minim pengalaman penulis hanya bisa berharap dan berdoa, "Semoga kita bisa membuka diri dan menyadari bahwa kita adalah guru, bagaikan lilin penerang, seberapapun redup dan temaram cahaya yang kita pendarkan sangat dinanti dan diharapkan". Ada banyak yang bisa dilakukan oleh guru di masa pandemi seperti ini, seberapapun kebaikan yang dilakukan, sekecil apapun bantuan yang diulurkan dan sesingkat apapun perhatian yang diluangkan adalah bentuk kepedulian seorang guru, dan itu akan menjadi motivasi yang istimewa dan sangat diharapkan oleh anak didik dan orangtuanya. Tindakan kecil dan sederhana dengan sendirinya akan menjadi bentuk dedikasi seorang guru yang akan mengembalikan marwah guru, guru yang bisa hadir sebagai penerang dalam kegelapan. Oleh karena itu, mari kembali kita tanamkan rasa syukur dengan sesungguhnya, kita tumbuhkan motivasi mengajar dengan sebaik-baiknya dan menyuburkan rasa peduli yang tinggi, untuk menjaga marwah guru.

Marwah guru tidak hanya terikat dengan pembelajaran di kelas dan aktifitas di sekolah, tetapi bagaimana guru bisa hadir di tengah masyarakat. Guru sebagai sosok yang dipandang memiliki iimu dan wawasan yang luas, mempunyai pengaruh dan kharisma yang kuat, maka seorang guru diharapkan bisa hadir memberikan sumbangsih solusi bagi permasalahan yang ada di masyarakat. Sangat mungkin masih ada anak-anak yang terlantar, bukan hanya sekolahnya tetapi bahkan mungkin kebutuhan makan kesehariannya. Dalam kondisi seperti ini sosok guru dibutuhkan untuk hadir, tidak harus berbentuk tindakan yang langsung mengeluarkan uang pribadi untuk membantu, tapi bagaimana guru bisa menjadi sosok yang bisa menggugah, menyadarkan dan menggerakkan banyak orang untuk terpanggil membantu orang yang ditimpa kesulitan secara bersama-sama, serta memberikan solusi dan langkah dalam penyelesaian masalah.

Menjadi bagian dalam penyelesaian masalah dan bukan menjadi bagian dari masalah, itulah kata kuncinya. Di awali dengan berani bersikap rendah hati mengakui kekurangan diri, serta berusaha untuk lebih peka dan lebih peduli dengan apa yang tengah terjadi. Tidak perlu berbusa-busa membela diri, tidak perlu menunjukkan apa yang sudah dilakukan untuk mendapat pengakuan baik. Lakukan saja kebaikan itu, lakukan lagi, tambahi dan terus lakukan sekecil apapun. Dengan begitu insya-Alloh marwah guru bisa dikembalikan pada posisi yang semestinya. Semoga belum terlambat, bukankah dalam setiap kejadian yang Alloh hadirkan pasti terselip sebuah pesan, dan bukankah dalam setiap permasalahan yang menghadang pasti menyiratkan sebuah makna. Selamat bekerja, selamat berkarya, selamat beraktifitas, semoga sukses selalu.

Jumat, 08 Januari 2021

Maju Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi - SMPN 2 Kepil Siap Berbenah Diri

Mengawali semester genap tahun pelajaran 2020/2021 yang masih dalam suasana pandemi Covid-19 segenap guru SMPN 2 Kepil sedang disibukkan dengan kegiatan untuk mempersiapkan administrasi pembelajaran yang menjadi pekerjaan utamanya sebagai guru. Disamping itu ada agenda tambahan terkait ditunjuknya SMPN 2 Kepil sebagai sekolah Adiwiyata dengan segala konsekuensinya, diantaranya harus siap untuk diikutkan dalam ajang Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo kepada SMPN 2 Kepil yang kini dipandang sebagai salah satu unggulan di Wonosobo. Untuk itu sengaja penulis menyiapkan artikel sebagai bahan untuk belajar bersama agar menjadi tambahan wawasan, gambaran dan penjelasan bagi semua warga sekolah tentang apa itu Sekolah Adiwiyata. 

Program Sekolah Adiwiyata
Adiwiyata merupakan  salah satu Program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah sebagai upaya pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang. Hal ini tertuang dalam MoU pada tgl 3 Juni 2005 antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional kala itu.

Dalam suatu referensi dinyatakan bahwa ADIWIYATA berasal dari 2 kata Sansekerta “ADI” dan “WIYATA”. ADI mempunyai makna besar, agung, baik, ideal, atau sempurna. WIYATA mempunyai makna tempat dimana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam berkehidupan sosial. Bila kedua kata tersebut digabung, maka secara keseluruhan ADIWIYATA mempunyai makna: Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat dimaknai bahwa SEKOLAH itulah yang merupakan tempat yang AGUNG, tempat yang BAIK dan IDEAL untuk memperoleh pengetahuan, norma dan etika. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah langkah nyata apa yang mungkin dilakukan untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang Agung, Tempat yang Baik dan Ideal, tempat yang Sempurna dalam memperoleh pengetahuan, moral dan etika?. (rasanya miris….. ketika kita menyaksikan di TV, membaca di berbagai media Online maupun Offline  tentang maraknya berbagai fenomena kasus kekerasan fisik dan kekerasan seksual terhadap anak usia sekolah yang dilakukan oleh guru).

Dari referensi yang sama dengan di atas dituliskan bahwa untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata maka sekolah perlu melakukan hal-hal berikut: 

  • Pengembangan Kebijakan Sekolah peduli dan berbudaya Lingkungan, 
  • Pengembangan Kurikulum berbasis Lingkungan, 
  • Pengembangan Kegiatan Lingkungan berbasis partisipatif, 
  • Pengembangan dan pengelolaan sarana pendukung sekolah berbudaya Lingkungan. Misalnya: Hemat Energi/penggunaan energi alternative, penghematan air, pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).

Terkait dengan kurikulum berbasis lingkungan, maka menurut penulis terdapat dua hal yang dapat kita pahami: Hal pertama adalah bagaimana menjadikan lingkungan sekolah sebagai sumber/media yang mendukung pembelajaran. Hal ini dapat berarti bahwa lingkungan sekolah yang nyaman merupakan tempat yang kondusif bagi pembelajaran. Lingkungan sekolah dapat memberikan pengalaman hidup yang bermakna bagi siswanya. Di lingkungan itu pula siswa dapat menjadikannya tempat belajar yang menyenangkan. Untuk itu perlu mengurangi sifat keformalan dari sebuah sekolah dengan cara mengubah lingkungan sekolah menjadi lingkungan yang mendukung proses pembelajaran dan bersifat menyenangkan. Hal kedua adalah bagaimana menyampaikan materi lingkungan hidup kepada siswa melalui kurikulum yang terintegrasi dengan pendidikan lingkungan hidup. Pengembangan materi, model pembelajaran dan metode belajar yang bervariasi, semua ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan sehari-hari (isu local dan global).

Pengembangkan kurikulum berbasis Adiwiyata sangat terkait dengan tupoksi guru dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi proses pembelajaran atau dengan kata lain guru harus memiliki kompetensi dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran lingkungan hidup, yaitu bagaimana guru menyusun perangkat pembelajaran yang terintegrasi dengan Pendidikan lingkungan hidup (Perangkat pembelajaran berbasis Adiwiyata).

Mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Adiwiyata dapat dilakukan dengan: 

  1. Memformulasi kegiatan atau proses pembelajaran melalui penerapan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran. Metode pembelajaran yang dimaksud adalah cara belajar aktif yang berfokus pada peserta didik, misalnya dengan demonstrasi, diskusi, simulasi, bermain peran, laboratorium, pengalaman lapangan, dialog, simposium, dll. 
  2. Mengembangkan materi pelajaran dan indikator pelajaran berkaitan dengan masalah-masalah lingkungan sekitar (isu local) dan masalah-masalah lingkungan secara luas (isu global). Isu lokal mencakup isu lingkungan hidup yang ada di wilayah sekitar sekolah, yang merupakan potensi  ketersedian sumberdaya alam dan kearifan lingkungan, terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang dapat berdampak pada banjir, longsor, kekeringan, pencemaran sampah, pencemaran air/udara/tanah, penggundulan hutan, kabut asap dan kebakaran hutan, dll  sedangkan isu global mencakup isu lingkungan hidup misalnya terkait:  energy, ozon, perubahan iklim, keanekaragaman hayati, bahan berbahaya dan beracun, tumpahan minyak di laut, rekayasa genetik dll. 
  3. Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian pembelajaran lingkungan hidup, artinya bahwa pembelajaran lingkungan hidup baik secara integrasi maupun monolitik harus dilengkapi dengan indikator penilaian tingkat keberhasilan. 
  4. Merancang pembelajaran di dalam maupun di luar kelas dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber/media pembelajaran. 
  5. Mengikutsertakan orang tua siswa dan masyarakat dalam program pembelajaran, misalnya dengan memberikan tugas-tugas yang melibatkan orang tua siswa dan masyarakat, misalnya terkait penyediaan  air bersih, sarana pengelolaan sampah (3R), saluran air limbah/ drainase,  penghijauan,  kantin ramah lingkungan dan materi lainnya sesuai kebutuhan masyarakat. 
  6. Tenaga pendidik mengkomunikasikan hasil inovasi pembelajaran Lingkungan Hidup kepada warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah melalui; Nara sumber, media elektronik, media cetak, lingkungan alam sekitar,  dll. 
  7. Tenaga pendidik melakukan proses perubahan perilaku yang  berbudaya lingkungan melalui upaya peningkatan pengetahuan, ketertarikan, mengaplikasikan dan akhirnya diharapkan menjadi suatu kebutuhan dalam kehidupan.

Pengalaman belajar yang diharapkan dari siswa sebagai implikasi dari perangkat pembelajaran berbasis Adiwiyata yang dikembangkan guru adalah siswa melakukan kegiatan pembelajaran tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dengan: 

  1. Menghasilkan karya yang berkaitan dengan pelestarian dan fungsi Lingkungan Hidup, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, misalnya dalam bentuk karya siswa, laporan kegiatan siswa, laporan aksi nyata yang terkait dengan lingkungan hidup antara lain: makalah, Puisi/Sajak, Artikel, Lagu, Laporan Penelitian, gambar, seni tari, dll 
  2. Menerapkan pengetahuan Lingkungan Hidup yang diperoleh untuk memecahkan masalah Lingkungan Hidup  dalam kehidupan sehari-hari, Hal ini dapat terlihat dari perubahan perilaku yang  berbudaya lingkungan melalui upaya peningkatan pengetahuan, ketertarikan, dan menindaklanjuti pembelajaran dari guru dan akhirnya menjadi kebutuhan dalam kehidupannya. 
  3. Siswa mengkomunikasikan hasil inovasi pembelajaran lingkungan hidup kepada masyarakat  melalui; Nara sumber, media elektronik, media cetak, lingkungan alam sekitar,  dll.

Sebagai kesimpulan bahwa sekolah yang telah berkomitmen untuk menjadi Sekolah Adiwiyata harus memiliki Kurikulum Berbasis Adiwiyata yang dijabarkan dalam bentuk Perangkat pembelajaran (Silabus, RPP, LKS, Buku, Tes Hasil belajar) yang berbasis Adiwiyata. Artinya dalam kurikulum tersebut telah terintegrasi minimal dua isu besar pendidikan saat ini yaitu pendidikan karakter bangsa dan pendidikan lingkungan hidup.

Berharap pertolongan Alloh, untaian doa kami panjatkan, "Semoga kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Wonosobo kepada SMPN 2 Kepil tidak menjadi beban, tapi sebaliknya menjadi inspirasi bagi segenap warga sekolah, menambah semangat dan motivasi untuk memacu diri dalam belajar dan berkarya, bekerja dan berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan yang terbaik kepada anak didik calon pemimpin masa depan, semoga Alloh memberikan kemudahan dan ridho-Nya". Demikian sedikit uraian tentang sekolah Adiwiyata, semoga bermanfaat.
Selamat beraktifitas, selamat berkarya, semoga sukses.

Rabu, 25 November 2020

Tugas Pokok dan Fungsi Guru dalam Menghadapi Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0

"Menjadi guru bukanlah pengorbanan, melainkan kehormatan. Mereka telah memilih jalan terhormat untuk masa depan cemerlang," itulah kata penting yang sarat makna, suatu penghormatan kepada guru yang disampaikan tepat 6 tahun yang lalu oleh Anies Baswedan yang saat itu menjabat Mendikbud seusai upacara peringatan Hari Guru Nasional. Dari sini maka seorang guru harus bisa memosisikan tanggung jawab mendidik anak-anak bangsa bukan dijadikan sebagai beban, tetapi merupakan kehormatan. Artinya, guru adalah profesi yang sangat mulia dengan tugas utama menunaikan salah satu amanat proklamasi kemerdekaan RI untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.

Guru adalah agen perubahan (agent of change). Guru adalah garda terdepan dalam pembangunan pendidikan. Guru-guru harus melaksanakan tugasnya dengan penuh sukacita, karena ibaratnya, mereka adalah para pelukis, pengukir, atau arsitek bagi masa depan generasi muda Indonesia. Setiap langkah, tutur kata, dan karya guru adalah ikhtiar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru harus benar-benar menghayati dan mencintai pekerjaannya. Guru harus mengajar dan mendidik setiap siswanya dilandasi oleh panggilan hati nurani.

Panggilan hati nurani itulah yang menggerakkan seseorang untuk menjadi guru dan langsung terjun melaksanakan tugas tanpa ribet berfikir apa yang harus dilakukan sebagai guru. Banyak yang sudah lama berkecimpung, bekerja dan bertugas sebagai guru tetapi tidak begitu paham apa sebenarnya yang menjadi tugas pokok dan fungsinya, bukan karena tidak mau tahu, tapi mungkin karena terlalu sibuk dan tidak ambil pusing dengan definisi guru, tugas pokoknya apa dan juga apa fungsi serta tantangan yang dihadapi di era saat ini. Nah, di sini kita akan sedikit belajar bersama berbagai hal tersebut dalam paparan yang sederhana dan mudah dipahami.

Tugas Pokok dan Fungsi Guru

Guru merupakan tenaga profesional dengan tugas pokok mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Tugas pokok guru tersebut dilakukan pada satuan pendidikan anak usia dini jalur (PAUD), dan pendidikan formal mulai TK-SMA/K, dan SLB. Tugas Pokok Guru Sesuai Permendikbud 15 Tahun 2018.

Dalam melaksanakan tugasnya seorang guru memiliki 5 (lima) kegiatan (tugas) pokok. 

  1. Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan, yang dilakukan melalui kegiatan : a) mengkaji kurikulum dan silabus pembelajaran, pembimbingan, dan program kebutuhan khusus pada satuan pendidikan. b) menyusun program tahunan dan semester sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. c) membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembimbingan sesuai standar proses.
  2. Melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan yang dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan kedua ini merupakan pelaksanaan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau Rencana Pelaksanaan Bimbingan (RPB). Pelaksanaan pembelajaran terpenuhi apabila guru mata pelajaran paling sedikit mengajar 24 jam dan paling banyak 40 jam Tatap Muka/minggu. Sedangkan pelaksanaan pembimbingan oleh Guru BK atau TIK dengan membimbing paling sedikit 5 (lima) rombongan belajar per tahun.
  3. Menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan. Menilai merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi hasil pembelajaran atau pembimbingan. Kegiatan penilaian ini digunakan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada tiga aspek yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
  4. Membimbing dan melatih peserta didik. Membimbing dan melatih peserta didik dapat dilakukan oleh pendidik melalui kegiatan kokurikuler dan/atau kegiatan ekstrakurikuler. 
  5. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan Beban Kerja Guru. Tugas tambahan yang diemban oleh guru memiliki ekuivalensi dengan beban mengajar. Artinya tugas tambahan dari guru disetarakan dengan jam mengajar tatap muka/minggu.

Tugas tambahan Guru dan Ekuivalensinya
Disamping tugas utama sebagai guru, beberapa guru mata pelajaran yang diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah, ketua program keahlian, kepala perpustakaan, laboratorium, dan kepala bengkel. Dalam menjalankan tugasnya diekuivalensikan dengan mengajar sebanyak 12 jam tatap muka/minggu. Sedangkan bagi Guru BK atau TIK, tugas tambahan di atas diekuivalensikan dengan membimbing 3 (tiga) rombongan belajar per tahun. Bagi guru pembimbing khusus pada pendidikan inklusif atau pendidikan terpadu beban tugasnya diekuivalensikan dengan 6 jam tatap muka/minggu.

Pemberian tugas tambahan tersebut diberikan kepada guru untuk pemenuhan beban kerja dalam melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan. Tugas tambahan bagi guru dalam rangka memenuhi beban kerja, dilaksanakan pada satuan administrasi pangkalnya atau satminkal. Sedangkan tugas tambahan lain yang diakui ekuivalensinya terkait dengan pemenuhan beban kerja adalah wali kelas, pembina OSIS, dan pembina ekstrakurikuler. Selain itu menjadi koordinator PKB, PKG, koordinator BKK pada SMK dan penilai PKG dengan nilai ekuivalensi 2 jam tatap muka/minggu. Tugas tambahan dengan nilai ekuivalensi 1 jam tatap muka/minggu diberikan kepada guru piket dan ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama. Guru yang mengemban tugas sebagai pengurus organisasi profesi tingkat Nasional 3 jam, Provinsi 2 jam, Kabupaten/Kota 1 jam tatap muka/minggu.

Tantangan Guru di Era Revolusi 4.0

Perkembangan zaman yang terus berubah dan bergerak membuat tugas guru juga berubah dan terus berkembang seiring perkembangan teknologi yang terus tumbuh dengan produk-produk inovatif terbaru. Oleh karena itu tugas guru juga berubah, tidak ringan tetapi sebaliknya justru semakin berat dengan banyaknya tantangan baru. Guru saat ini tidak hanya sebagai pelaksana dari kurikulum, tetapi harus mampu menjawab tantangan yang harus dihadapi oleh guru saat ini, terutama cara memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik yang karakteristiknya kini telah berubah.

Karakteristik peserta didik saat ini berbeda dengan peserta didik di masa 10-20 tahun yang lalu. Mereka adalah para generasi Z yang terlahir di era ketika semua informasi sudah terkoneksi. Peserta didik saat ini akan mengekspresikan kesantunan, sikap hormat, dan kepatuhannya kepada seorang guru melalui cara yang berbeda pula. Apa yang mereka lihat, mereka dengar, dan mereka rasa langsung akan diaktualisasikan dalam reaksi spontan secara lugas dan tanpa basa-basi. Disini lah guru dituntut mampu mempelajari dan menyesuaikan banyak hal yang baru, misalnya; cara menggunakan teknologi, untuk pembelajaran, membuat media yang menarik bagi peserta didik hingga cara dan strategi menghadapi generasi yang kini menjadi peserta didiknya pada era revolusi 4.0. 

Guru harus mengikuti perkembangan (updating skills) pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru harus mempunyai bekal pengetahuan berbagai hal tentang konsep pembaharuan dalam pendidikan, tentang paradigma pembelajaran terkini (Technology based, Scientific approach) agar dapat  menjadi agent of change ketika menjadi pengajar , pendidik atau pengelola yang inovatif dan motivatif di era Revolusi Indsutri 4.0. 

Revolusi Industri 4.0 banyak membawa perubahan dalam kehidupan manusia, yang secara fundamental telah mengubah cara beraktivitas manusia dan memberikan pengaruh yang besar terhadap dunia kerja. Pengaruh positif revolusi industri 4.0 berupa efektifitas dan efisiensi sumber daya dan biaya produksi meskipun berdampak pada pengurangan lapangan pekerjaan. Era Revolusi Industri 4.0 membutuhkan tenaga kerja termasuk guru yang memiliki keterampilan dalam literasi digital, literasi teknologi, dan literasi manusia yang digabung menjadi Literasi Baru yang akan membuat guru kompetitif.

  • Literasi digital terkait dengan kemampuan membaca, menganalisis dan membuat konklusi berpikir berdasarkan data dan informasi (big data) yang diperoleh. 
  • Literasi teknologi terkait dengan kemampuan memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi dan bekerja berbasis produk teknologi untuk mendapatkan hasil maksimal.  
  • Literasi manusia terkait dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan inovatif.
Kemampuan literasi baru ini menjadi modal bagi guru  untuk bisa menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif, tidak monoton hanya bertumpu pada satu metode pembelajaran yang bisa saja membuat para peserta didik tidak berkembang. Seorang guru diharapkan jangan pernah berhenti belajar (never stop learning). Dengan terus belajar maka diharapkan guru akan semakin meningkat dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0. 

Terkait dengan kompetensi guru yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 terbagi dalam 4 jenis kompetensi yang biasa disebut dengan 4C, yaitu :
  1. Critical thinking (berpikir kritis), 
  2. Collaboration (kolaborasi), 
  3. Communication (komunikasi), dan  
  4. Creativity (kreativitas). 
Singkatnya seorang guru hendaknya berpikir kritis dan mempunyai solusi dari setiap masalah (problem solving), bisa berkolaborasi lintas jaringan, lincah dan mempunyai jiwa kewirausahaan. Dengan begitu diharapkan seorang guru tidak menjadi guru lontong basi, guru dengan gaya masa lalu yang ketinggalan teknologi. Guru lontong basi adalah guru yang gaya mengajarnya masih meniru guru zaman dahulu saat mereka sekolah, padahal kini zaman sudah masuk era teknologi.

Akhirnya, sebagai insan pendidikan guru diharapkan selalu optimis dan memiliki keyakinan yang kuat, bahwa siapa saja yang mau belajar pasti akan bisa, itu juga kan yang disampaikan kepada peserta didik saat memberikan motivasi. Ilmu terkait dengan kompetensi guru banyak tersebar dan tersedia di sekitar kita, ilmu itu ada dimana-mana, bagaikan air yang ada di kendi-kendi atau saluran pipa-pipa berkran, jika kita mau membuka kran atau penutupnya maka mengalirlah air itu. Kata kuncinya, hanya kemauan, kemauan untuk belajar, kemauan untuk maju.
Selamat belajar, selamat beraktifitas, selamat bekerja, semoga sukses.

Senin, 12 Oktober 2020

Kesiapan Sekolah untuk Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi

Masa pandemi Covid-19 sudah 6 bulan terlewatkan, setengah tahun lebih, bagi sekolah artinya sudah mencapai satu semester lamanya. Sejak wabah corona melanda negeri ini, sontak merubah hampir semua aktifitas kehidupan, membuat berbagai perubahan yang berbeda dari yang biasanya. Ini terjadi hampir di semua lini, mulai dari sektor ekonomi industri, sektor pariwisata, sektor pertanian, sektor perdagangan, sektor ibadah religi,  dan juga sektor pendidikan. Selain ekonomi, sektor pendidikan merupakan bidang yang merasakan dampak terburuk akibat wabah corona ini, dimana sekolah-sekolah ditutup tidak boleh mengadakan  kegiatan pembelajaran di dalam atau lingkungan sekolah. Semua dilaksanakan dalam rangka social distancing, menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang dikhawatirkan menjadi sebab dan sumber penularan (klaster baru).

Dari sekian banyak bidang yang ada, maka bidang pendidikan adalah yang paling parah merasakan dampaknya dimana kegiatan pendidikan tidak bisa dijalankan sebagaimana mestinya. Aspek terkait dengan aturan dilarang mengadakan kerumunan dan susahnya menjaga jarak adalah alasan paling kuat untuk merumahkan murid dan guru. Akhirnya semua kegiatan pembelajaran dirubah pola dan model pelaksanaannya dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sekarang banyak dikenal dengan istilah pembelajaran dalam jaringan (daring) menggunakan media internet. Ada banyak ragam dan model yang digunakan oleh guru untuk memberikan layanan pembelajaran kepada murid-muridnya, dengan model yang beragam di setiap sekolah.

Keberagaman model pembelajaran jarak jauh ini sangat berkait erat dengan tiga hal yang menjadi unsur utama dalam pembelajaran, yang jika meminjam istilah dalam sistem komputer ketiganya dapat dibedakan sebagai berikut. 

  1. Hardware, perangkat keras yaitu kondisi dan ketersediaan sarana prasarana yang mendukung dalam pembelajaran jarak jauh, yang identik dengan perangkat komunikasi yang bisa digunakan untuk akses internet. Perangkat ini harus tersedia dalam kondisi yang baik pada guru maupun pada murid. Perangkat ini meliputi komputer, laptop, gadget, jaringan internet, wifi atau paket data seluler. 
  2. Software, yaitu perangkat lunak yaitu kondisi dan ketersediaan perangkat aplikasi yang dimiliki dan dikuasai untuk pembelajaran online, yang ini sudah banyak tersedia gratis di internet. Sebagai contoh yang disediakan oleh google antara lain formulir, classroom, documen, spreadsheet, slide, blog hingga youtube. 
  3. Brainware, perangkat otak yaitu kondisi dan ketersediaan sumber daya manusia (orang), yaitu guru, murid, dan jajaran manajemen sekolah. Maksudnya adalah kesiapan manusianya untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh yang terkait dengan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam mengoperasikan aplikasi berbasis online tersebut.
Untuk mewujudkan pembelajaran jarak jauh yang efektif di masa pendemi Covid-19 ini maka pihak menajemen SMPN 2 Kepil terus berbenah diri. Yang terkait dengan kebijakan maka jajaran pimpinan SMPN 2 Kepil selalu berkoordinasi dengan dinas pendidikan, yang terkait dengan media pembelajaran berbasis online maka dilaksanakan workshop/pelatihan berbagai pembelajaran online.

Semangat para guru untuk berlatih berbagai media pembelajaran online kepada peserta didik walau dalam banyak keterbatasan adalah kekuatan ekstra bagi jajaran pimpinan SMPN 2 Kepil untuk bisa survive dan tetap semangat berkontribusi untuk memberikan layanan pendidikan yang terbaik kepada siswa dan masyarakat. Tetap semangat berkarya dengan tetap menjaga protokol kesehatan demi kesehatan dan keselamatan semua warga sekolah dan masyarakat.
Selamat bekerja, selamat berkarya, semoga sukses selalu.