text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...

Senin, 25 November 2019

Spesial, Peringatan Hari Guru Spero, Kepala Sekolah Sungkem Kepada Bawahan

Dorongan yang sangat kuat menyesak dalam dada untuk segera menuliskan peristiwa yang langka terjadi, yang bagi kami (penulis) baru sekali ini terjadi selama bertahun-tahun menjadi guru. Ada banyak pelajaran yang amat sangat berharga untuk diambil hikmahnya. Diantara momen-momen yang padat pada peringatan hari guru yang dilaksanakan di lapangan upacara SMP Negeri 2 Kepil, ada momen istimewa yang sangat menyentuh dan membuat hati trenyuh, membuat tanpa sadar air mata ini mengalir deras. Bukan cengeng, namun benar-benar trenyuh dan sangat terharu dengan kebesaran hati dan ketinggian budi pekerti yang ditunjukkan oleh sosok hebat namun sangat rendah hati.

Beliau adalah kepala sekolah SMP Negeri 2 Kepil, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd., yang juga menjadi pengurus harian PGRI, menjadi ketua LBH PGRI, menjadi anggota Dewan Pendidikan dan staf khusus bidang pendidikan Bupati Wonosobo. Dengan jabatan tinggi, peran yang banyak dan kiprah yang luas namun tidak membuat beliau lupa kepada sosok orang tua yang menjadi pernah menjadi gurunya. Sesaat setelah memberikan kata sambutan, dengan membawa rangkaian bunga beliau kemudian mendatangi dan sungkem kepada 3 orang guru yang menjadi bawahannya. Tiga orang tersebut adalah guru senior di SMP Negeri 2 Kepil yaitu, Ibu Ruti Sumarni, M.Pd., Bapak Widodo, S.Pd. dan Bapak Satiyun, S.Pd. Sebagai tokoh besar di kabupaten Wonosobo, sikap yang ditunjukkan beliau ini sungguh sebuah tauladan yang sangat sarat makna, sebuah pembelajaran filosofi yang tidak akan diperoleh di buku apapun, tidak dapat disaksikan dalam sinetron atau film manapun. Bagi kami guru-guru muda dan masih yunior, ini adalah sebuah pelajaran yang sangat mahal. Bahwa guru tetaplah guru sampai kapanpun, bahwa guru tidak akan pernah bertukar posisi dimanapun, bahwa guru harus dihormati dan dijunjung tinggi walau sang mantan murid sudah jauh menduduki jabatan yang lebih tinggi.

Sementara ini di luar sana banyak terjadi kasus murid menganiaya guru, orang tua melabrak dan merendahkan martabat guru dan kasus-kasus yang menjadikan guru pada posisi yang tidak dihargai oleh mereka yang tidak memiliki etika dan nurani. Memang, saat ini dunia pendidikan mengalami degradasi dan dekadensi moral, ditandai dengan menurunnya etika, hilangnya tata krama, dan meredupnya karakter utama yang harusnya dijunjung tinggi oleh para siswa. Banyak siswa yang kurang menghormati gurunya, banyak yang tidak menghargai gurunya, bahkan berani berkata tidak sopan di depan gurunya. Demikian juga dengan para alumni, beberapa dari mereka yang sudah lulus, kemudian melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, bekerja dan sukses menjadi pengusaha, orang penting atau pejabat, kemudian lupa dan atau berlagak lupa kepada gurunya. Mereka bersikap seakan mereka bisa sukses dan bisa hebat dengan sendirinya, tanpa andil gurunya. Memang benar bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini banyak dikuasai oleh mereka yang lebih muda, hal ini kemudian sedikit banyak mengikis sensitifitas mereka sehingga mereka merasa jauh lebih hebat, lebih up-to-date, lebih mahir dan lebih pintar dari orang-orang yang pernah menjadi guru mereka.

Inilah istimewanya sosok inspiratif yang ada di SMP Negeri 2 Kepil, dengan jabatan yang tinggi, tangga karir yang terbentang luas namun pandai mengolah rasa, santun dan hormat kepada yang lebih tua, terutama kepada sosok yang pernah menjadi gurunya. Peristiwa sungkemnya seorang kepala sekolah kepada guru yang menjadi bawahannya ini benar-benar luar biasa dan sangat istimewa. Ini akan dicatat dalam sejarah dan menjadi fenomena yang bisa jadi 1001 cerita. Seorang kepala sekolah yang nama dan kiprahnya di tingkat kabupaten Wonosobo sudah tidak diragukan lagi, namun dengan rendah hati berkenan untuk jongkok sungkem kepada guru yang menjadi bawahannya. Ibarat pepatah "bak hujan di musim kemarau", sangat langka dan sangat jarang terjadi. Pelajaran yang utama adalah bahwa pangkat dan jabatan tinggi tidak harus membuat diri tinggi hati. Demikian juga kekayaan dan nama besar tidak harus membuat diri angkuh dan merasa besar. Sebaliknya kerendahan hati justru akan menaikkan derajatnya, kehalusan budi akan mengangkat martabat diri, kebijaksanaan dan kebesaran hati untuk menghormati mereka yang lebih tua akan semakin membesarkan namanya.

Kegiatan peringatan hari guru di SMP Negeri 2 Kepil sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dalam format yang sederhana namun sarat makna sejalan dengan spesialnya sosok guru dan peranannya bagi pendidikan. Diawali dengan pembacaan puisi bertema jasa guru, yang sangat menyentuh karya Ibu Rini Utami, S.Pd., yang ternyata sangat berbakat dalam membuat puisi dengan syair-syair yang sangat sarat makna. Dirangkai dengan beberapa kegiatan sekaligus, diantaranya pemilihan guru idola atau guru pavorit pilihan murid, diumumkannya hasil perlombaan antar kelas, meliputi baris-berbaris, tata upacara bendera dan kebersihan kelas. Khusus untuk lomba kebersihan kelas bagi pemenangnya mendapat piala bergilir dari sekolah, dan kelas yang menjadi pemenang lomba kebersihan kelas adalah kelas 8A yang wali kelasnya Ibu Dra. Ratna Yuli Sungkayati. Sementara itu sosok guru pavorit pilihan murid adalah 1) Ibu M.I. Isti Supriyanti, S.Pd., 2) Ibu Ruti Sumarni, M.Pd., dan 3) Bapak Edi Wineto, S.Pd. Selamat kepada semua pemenang dan selamat kepada Bapak Ibu guru yang menjadi idola siswa.

Berikut beberapa gambar yang bisa melengkapi situasi spesial hari guru di tahun 2019 ini.







Sebagai akhir tulisan ini, marilah kita maknai hari guru ini dengan penuh syukur, kita sadari bahwa siapapun kita saat ini ada peran dari guru-guru kita. Jika kita seorang guru, kita tidak harus merasa besar akan jasa-jasa kita, jika kita menjadi pejabat maka tidak harus merasa hebat, demikian juga dengan posisi atau pekerjaan apapun kita tetaplah harus mengingat jasa guru. Jika kita sosok muda yang kelihatannya pandai, hebat dan piawai, maka kita harus tetap menjaga diri untuk menaruh hormat, untuk tetap rendah hati, bahwa bagaimanapun adanya para guru-guru kita jauh lebih hebat.

Berikut beberapa kata yang mungkin bisa menjadi catatan di hari guru tahun ini, sebagai bentuk ungkapan penghormatan kepada mereka, bapak ibu guru "pahlawan tanpa tanda jasa", yang pernah menorehkan sejarah dalam kehidupan kita.
  • Sosok guru tak akan pernah tertukar apalagi tergantikan, jasa mereka tak pernah terbayarkan walau sebanyak apapun uang yang kita berikan. Maka jagalah silaturahmi dengan mereka, jalinlah komunikasi dan perlakukan mereka dengan sebaik-baiknya.
  • Sosok guru selamanya tetaplah guru, walau sudah tidak aktif, tidak bertugas atau pensiun sekalipun. Ilmu yang pernah disampaikan kepada siswanya selamanya akan tercatat sebagai saham kebaikan bagi muridnya. Maka sekali waktu kunjungilah jika jaraknya memungkinkan,  sempatkan waktu untuk silaturahmi, dan rasakan betapa mereka akan merasa sangat bahagia karena merasa masih dihargai.
  • Doa guru, saat mengajar tanpa kita tahu ada doa kebaikan untuk muridnya, untuk kesuksesan masa depan muridnya. Maka sesekali selipkan doa kebaikan bagi mereka, doa untuk kesehatan mereka dan doa untuk kebahagian dunia akhirat mereka. Inilah beberapa hal yang mungkin dapat kita lakukan sebagai wujud penghormatan atas jasa dan kebaikan guru-guru kita, semoga Alloh memuliakan dan menjaga mereka dalam perlindungan dan rahmat-Nya, Aamiin.
Terima kasih Pak Hadi, sikap tauladan ini sangat menginspirasi, semoga menjadi contoh, pelajaran dan hikmah bagi generasi sukses berikutnya. Selamat berkarya, selamat bekerja, tetap semangat, semoga sukses.

Senin, 28 Oktober 2019

Persembahan Piala Untuk SMPN 2 Kepil di Hari Sumpah Pemuda 2019

Tidak boleh ada separatis, karena itu akan menjadi bibit perpecahan. Sebaliknya bangun terus jiwa nasionalisme dan cinta tanah air sebagai bentuk penghormatan kita kepada para pendahulu yang telah memperjuangkan tegaknya bangsa Indonesia dari rongrongan penjajah. Itulah kalimat utama yang disampaikan kepala SMP Negeri 2 Kepil, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd. saat menjadi pembina upacara memperingati hari Sumpah Pemuda tahun 2019 di halaman sekolah. Lebih lanjut kepala sekolah menyampaikan bahwa semangat persatuan itu harus selalu kita bangun, bahwa kita adalah satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia. Siswa sebagai bagian dari pemuda harus memiliki jiwa pejuang yang kuat untuk turut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Sejalan dengan semangat sumpah pemuda itu, siswa harus menyadari bahwa dirinya adalah pelajar yang tugasnya belajar, maka ada guru atau tidak ada guru, maka tugasnya adalah belajar. Di saat sekarang ini sudah bukan saatnya lagi siswa sibuk dengan rambut gondrong dan berwarna, pakaian yang nyleneh dan tidak rapi, atau bahkan bersikap arogan dan berulah jagoan seperti seorang preman. Tindakan seperti ini tak ada gunanya, sia-sia yang hanya membuang waktu dan biaya, bahkan akan menjadikan dirinya tertinggal jauh dalam berbagai segi. Sikap seperti ini sudah seharusnya dihindari dan dijauhi, karena di luar sana ada ribuan siswa lain yang justru belajar tekun, memacu diri, berjuang, berebut dan berlomba meraih prestasi.

Upacara hari sumpah pemuda tahun ini merupakan momen istimewa, baik dari segi pelaksanaan maupun segi muatannya. Dari segi pelaksanaan bisa dibilang spesial, khidmat dan sangat tertib, terlebih dengan penampilan pasukan pengibar bendera khusus (paskibra) yang baru dilatih kurang lebih 2 bulan, dibawah bimbingan pembina paskibra Bapak Widodo, S.Pd. Momen istimewa yang kedua adalah prosesi serah terima 4 buah piala hasil kejuaran dari 3 cabang lomba di tingkat kabupaten Wonosobo. Piala yang pertama untuk sang Juara 2 cabang lomba membaca puisi atas nama Fadlika Putri Pitayani siswa kelas 9D. Piala kedua untuk sang Juara 3 cabang lomba mendongeng / bercerita atas nama Taufik Budi Utomo siswa kelas 7A. Piala ketiga untuk sang Juara 2 dan Juara 3 lomba OOSN cabang pencak silat atas nama Ica Rahmawati dan Dila Fatmawati Indayani. Keempat piala tersebut menambah jumlah koleksi piala hasil kejuaraan yang berhasil dimenangkan oleh SMP Negeri 2 Kepil. Piala-piala adalah bukti otentik dan merupakan tanda bahwa sekolah ini aktif, dinamis, terus bergerak dan siap bersaing menjadi sekolah berprestasi di kabupaten Wonosobo.

Sebagai apresiasi dan penghormatan atas raihan prestasi ini pihak sekolah memberikan hadiah berupa uang pembinaan kepada masing-masing siswa yang keluar sebagai juara sesuai dengan kategori dan tingkat prestasi. Demikian juga kepada guru pendamping / pelatih yang siswanya memenangkan lomba diberikan reward sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan oleh sekolah. Untuk kali ini ada 3 pembimbing dari rumpun mata pelajaran Bahasa Indonesia yang berhasil mendapatkan reward dari sekolah adalah 1) Ibu Sayekti Laras Supayaningsih, S.Pd., 2) Bapak Dwi Karyanto, S.Pd., 3) Ibu Ruti Sumarni, M.Pd., dan dari cabang pencak silat ada Bapak Dargo Syarif (pembina/pelatih ekstra kurikuler pencak silat). Kami atas nama sekolah menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih atas sumbangsih prestasi untuk SMP Negeri 2 Kepil.

Berikut ini beberapa gambar yang bisa menjadi catatan sejarah prestasi siswa-siswi SMP Negeri 2 Kepil, dan kelak akan menjadi prasasti yang tersimpan dalam teknologi cloud, yang dapat dibuka dan dicari melalui perangkat teknologi informasi.










Satu kalimat akhir yang menjadi bahan renungan bagi siswa bahwa mereka harus belajar dengan sungguh-sungguh, mereka harus serius dan tidak berbuat sekedar mencari sensasi atau yang justru menjadikan mereka terbelit dalam masalah. Mereka harus bersaing dari lebih dari 3,3 juta siswa yang duduk di kelas yang sama, ini diambil dari data total siswa SMP yang duduk di kelas 7, 8 dan 9 di seluruh Indonesia pada tahun 2019 yang berjumlah 9.981.216. Artinya mereka harus benar-benar belajar, berjuang dan berprestasi untuk memperebutkan dunia kerja pada waktu 10 tahun mendatang. Kesungguhan, kesadaran dan ketekunan menjadi kunci mereka untuk bisa meraih sukses di masa depan yang tantangannya semakin berat dan persaingannya semakin ketat.

Melalui peringatan hari Sumpah Pemuda ke-91yang mengambil tema Bersatu Kita Maju, marilah kita sebagai warga sekolah turut berpartisipasi aktif melalui pendidikan. Kita bangun siswa-siswi kita menjadi generasi muda yang bisa menghargai sejarah lahirnya semangat persatuan pemuda, dengan cara belajar dan berprestasi. Semangat belajar dan berprestasi ini yang akan mengantarkan siswa-siswi siap bekerja, siap berkarya dan siap bersaing di masa depan untuk membuat Indonesia kokoh dan semakin maju. Selamat beraktifitas, selamat berkarya, semoga sukses, insya-Alloh.

Rabu, 23 Oktober 2019

Makna Peringatan Hari Santri 2019, Bagi Guru dan Siswa SMPN 2 Kepil

Hari ini, Selasa 22 Oktober 2019, merupakan peringatan Hari Santri Nasional. Hari Santri Nasional diperingati setiap tahunnya pada 22 Oktober sejak ditetapkan pertama kali pada 2015. Di kantor-kantor pemerintah, di sekolah-sekolah berbasis agama Islam dan juga sekolah umum banyak yang menyambut dan merayakan Hari Santri Nasional dengan cara mengenakan pakaian ala santri.

Sehari sebelumnya, DPR RI telah mengesahkan RUU Pesantren dalam rapat paripurna Selasa (24/9). UU No 18 tahun 2019 tentang Pesantren, di mana dengan undang-undang tersebut pesantren memiliki tiga fungsi. Tiga fungsi itu mencakup fungsi pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan bagi umat. Ketiga fungsi tersebut dinilai sangat penting dalam membangun jiwa kedamaian di tengah-tengah kehidupan berbangsa di Indonesia. Pertama, fungsi pendidikan. Kedua yaitu fungsi dakwah. Lalu yang ketiga ialah fungsi pemberdayaan umat. Saat ini penting bagi umat Islam Indonesia untuk menggaungkan syiar damai dalam setiap dakwah dan kegiatannya.

Menanggapi surat edaran Bupati Wonosobo no 451/0678 tentang peringatan Hari Santri Nasional 2019, segenap jajaran pimpinan dan guru segera menindak-lanjuti dengan melakukan persiapan kegiatan yang melibatkan pengurus dan OSIS. SMP Negeri 2 Kepil yang guru dan siswanya 100 persen beragama Islam (muslim) menyambut dengan senang hati acara hari santri tersebut. Hari ini, mereka nampak mengenakan pakaian muslim ala santri, beberapa guru pria ada yang bersarung dengan atasan koko, yang putri mengenakan baju muslimah, sementara siswa putra mayoritas mengenakan baju koko dan celana panjang hitam. Berikut beberapa gambar yang mungkin bisa mewakili suasana santri di SMPN 2 Kepil, selamat menyimak, klik saja gambarnya untuk melihat lebih detil (zoom).








Hari Santri Nasional sebenarnya bukanlah hanya peringatan yang ditandai dengan berpakaian ala santri, memakai baju muslim dan kegiatan berbau santri. Sebenarnya ada hikmah dan tujuan yang jauh lebih mulia dan utama, yaitu lahirnya pemahaman terhadap makna santri itu sendiri, yang secara fisik mereka adalah siswa biasa, yang juga belajar di bangku sekolah/madrasah, namun ada sisi lain yang berbeda dalam dunia santri. Ada tiga hal utama yang membuat berbeda dengan sekolah umum selain nama, pakaian dan tempat, yaitu terkait dengan orientasi, kulturasi dan integrasi. Apa saja perbedaannya? Berikut ini paparan singkat ala admin blog ini, sebatas asa dan rasa yang mampir dan singgah di kepala kami.

Yang pertama, orientasi dalam mencari ilmu bukan semata-mata dunia, namun lebih kepada tujuan akhirat, dimana jika pemahaman dan implemntasinya benar maka itulah yang hakiki, dan secara otomatis akan mendapatkan dunia sebagai buahnya. Kedua, kulturasi, bahwa pola pendidikan santri yang benar-benar menjunjung tinggi ilmu, sangat menghargai  dan khidmat pada guru, sangat tunduk dan santun kepada yang mengasuhnya, itulah yang menjadi kunci dari keberkahan ilmu. Ketiga, integrasi, artinya kaffah, lengkap dan menyeluruh, dan berkelanjutan. Sistem pendidikan dalam dunia santri menyeluruh selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 12 bulan dalam setahun. Artinya tidak terputus atau terpisah-pisah (parsial), semua program diformat dalam konsep yang utuh, terintegrasi dan berkelanjutan. Disini terjadi kolaborasi antara akhlak (karakter), ibadah dan muamalah yang bisa dilihat dalam segala aspek dalam kesehariannya.

Kepada segenap civitas akademika SMP Negeri 2 Kepil kami ucapkan "Selamat Hari Santri Nasional 2019", selamat belajar menjadi santri dengan budaya belajar, budaya budi pekerti, budaya karakter dan budaya taqwa. Salah satu bentuk konkrit belajar dari budaya santri bagi sekolah umum (negeri) adalah upaya ditegakkannya SHOLAT DHUHUR BERJAMAAH, yang dijaga dan dikuti oleh semua civitas akademika sekolah. Prinsip, "Tidak ada urusan yang lebih penting dan harus diutamakan selain SHOLAT, barangkali bisa menjadi pijakan awal untuk mewujudkan sekolah yang berkarakter dan religius. Semoga dengan hari santri bisa membiasakan diri dengan menjadi manusia agamis, yang taat beribadah (sholat) sebagai wujud sadar sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih taqwa, santun dan optimis menggapai masa depan yang lebih baik. Selamat berkarya, selamat beraktifitas, semoga sukses selalu, insya-Alloh.

Sabtu, 19 Oktober 2019

Pimpinan dan Pembantu Pimpinan SMPN 2 Kepil Tahun 2019

Sekolah sebagai institusi memiliki pemimpin yang disebut dengan kepala sekolah, dimana segala kewenangan dan kebijakan berada dalam kendalinya. Arah kebijakan kepala sekolah akan menjadi visi dan misi sekolah yang akan sangat menentukan situasi dan kondisi sekolah, yang bukan hanya untuk saat ini saja, tetapi jangka panjang untuk beberapa tahun mendatang. Di saat seperti inilah terasa bahwa dibutuhkan kehadiran kepala sekolah yang visioner, yang diantara cirinya adalah berani tampil beda, berani mengambil keputusan bahkan pada saat sulit sekalipun,  dan punya jiwa optimis yang tinggi. Sikapnya yang berani tampil beda dan optimisnya bukan asal-asalan, tapi karena luasnya wawasan, manajerial yang kuat, perhitungan yang tepat, dasar pengalaman yang panjang dan memiliki jaringan serta link yang kuat. 

Untuk mewujudkan lembaga yang profesional, kepala sekolah membutuhkan beberapa pembantu pimpinan untuk menunjang segala kebijakan yang dibuat oleh sekolah. Distruktur organisasi sekolah setelah posisi kepala sekolah adalah wakil kepala sekolah, dan beberapa pembantu pimpinan yang diperlukan. Masing-masing jabatan ini harus bisa saling bersinergi untuk kelangsungan segala kegiatan disekolah. Tugas dari wakil kepala sekolah dan para pembantu pimpinan lainnya tidaklah ringan, diperlukan integritas, loyalitas, kredibilitas dan jiwa ikhlas yang tinggi.

Di bawah ini kami tuliskan susunan pimpinan dan pembantu pimpinan SMP Negeri 2 Kepil Tahun Pelajaran 2019/2020, secara singkatnya sebagai berikut;

Pimpinan
Kepala Sekolah Hadi Wiyono, S.H., M.Pd.
Wakil Kepala Sekolah I Ismain, S.Pd.
Wakil Kepala Sekolah II Satiyun, S.Pd.
Pembantu Pimpinan (Standar Pendidikan)
Standar SKL Ruti Sumarni, M.Pd.
Standar ISI Prihatin Handayani, M.Pd.
Standar Proses M. Bagus Panuntun, S.Pd.
Standar Pendidik & Tenaga Kependidikan Sukarna, S.Pd.
Standar Sarana Prasarana Eko Sutomas, S.Pd.
Standar Pengelolaan Edi Wineto, S.Pd.
Standar Pembiayaan Pendidikan Zulaekho Wahyu Utami, S.Pd.
Standar Penilaian Pendidikan M. I. Isti Supriyanti, S.Pd.
Standar Budaya dan Lingkungan Sehat M. Abdul Latif, M.Pd.
Pembina OSIS / Kesiswaan Irwan Susetyo Putro, S.Pd.
Kepala Urusan Strategis & Operasional
Kepala Urusan Tata Usaha Sri Supami, S.Pd.
Kepala Urusan Laboratorium IPA Rini Utami, S.Pd.
Kepala Urusan Perpustakaan Sayekti Laras S., S.Pd.
Kepala Urusan Rohani dan Keagamaan Ngaidatul Fitriyah, S.Ag.
Kepala Urusan Laboratorium Komputer Maryanto, S.Kom.
Kepala Urusan Dapodik dan Verifikasi Data Suronto

Semoga yang sederhana ini bisa menjadi tambahan informasi, selamat berkerja, selamat beraktifitas, semoga sukses selalu, insya-Alloh.

Rabu, 16 Oktober 2019

Simulasi BeeSmart, Aplikasi Latihan UNBK Mandiri Menyongsong UNBK 2020

Tidak sukses yang "ujug-ujug" dan "instan". Salah satu kunci sukses dalam setiap kegiatan adalah adanya persiapan yang matang, artinya ada rencana yang kemudian diikuti dengan pelaksanaan yang terkontrol dan ditindak lanjuti dengan evaluasi-evaluasi yang relevan. Sejalan dengan itu, ujian nasional yang sudah menjadi agenda rutin tahunan haruslah dipersiapkan sedemikian rupa agar bisa didapatkan hasil yang optimal. Dalam rangka menyambut Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2020 mendatang, pihak sekolah akan segera melaksanakan latihan UBK mandiri. Hal ini dimaksudkan untuk mengenalkan bentuk, pola dan model Ujian Nasional tahun ajaran 2019/2020 yang menurut kabar pelaksanaanya akan dimajukan bulannya.

Sehubungan dengan hal di atas, SMP Negeri 2 Kepil telah menyusun dan mempersiapkan berbagai hal terkait ujian nasional, termasuk kegiatan evaluasi / ujian dengan moda daring yang menggunakan jaringan komputer, yaitu berupa latihan Ujian Berbasis Komputer (UBK). Latihan UBK Mandiri di laksanakan di Laboratorium Komputer SMP Negeri 2 Kepil, menggunakan aplikasi BeeSmart, yang secara sistem 99% mirip dengan UNBK yang dilaksanakan oleh Puspendik. Perbedaan hanya pada sistemnya jika UNBK soal dan jawaban secara online tersambung ke server Puspendik yang berpusat di Jakarta. Sementara untuk BeeSmart jawaban dan soal diunduh dan dikirim ke server lokal yang tersedia di sekolah.

Prosedur dalam aplikasi BeeSmart cukup sederhana, soal-soal yang dibuat oleh Bapak/Ibu guru tersimpan dalam bentuk bank soal  di server, kemudian seting mapel yang akan diujikan, mengatur jadwal dan waktu ujian, mengatur siswa peserta ujian dalam bentuk kelompok / shift, dan yang tidak boleh lupa adalah membuatkan akun dan password untuk login setiap peserta ujian, maka ujian berbasis komputer (UBK) siap dilaksanakan. Soal bisa diseting untuk sistem acak, demikian juga pilihan jawaban juga bisa dibuat acak, sehingga lebih terkondisi untuk tidak bisa melihat dan mencontoh jawaban teman di sebelahnya. Keunggulan lainnya adalah nilai hasil ujian (skor) dapat diatur agar bisa langsung tayang di layar saat anak klik "Selesai", sehingga bisa surprise ketika siswa melihat langsung hasil ujiannya. 

Berikut ini beberapa foto yang situasi Simulasi / Latihan UBK Mandiri di SMP Negeri 2 Kepil yang dilakukan bulan ini.




Kiranya demikian, sekedar melaporkan sedikit yang kami lakukan untuk membantu dan melayani siswa-siswi kami dalam mempersiapkan diri menghadapi UNBK 2020. Harapan kami dengan latihan UBK Mandiri ini semoga bisa menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman sehingga siswa kelas 9 lebih siap dalam menyongsong ujian nasional tahun 2020 mendatang, insya-Alloh.
Selamat berkarya, selamat beraktifitas, semoga sukses.

Rabu, 09 Oktober 2019

PKP, Zonasi, HOTS dan Hubungannya dengan Peran SMPN 2 Kepil dalam Pendidikan

Hari ini, Rabu 9 Oktober 2019 bertempat di ruang media lantai 2 SMP Negeri 2 Kepil sedang berlangsung Pelatihan PKP Berbasis Zonasi untuk mata pelajaran Matematika jenjang SMP. Nampak hadir sekitar 20-an guru Matematika SMP di wilayah Kepil, Sapuran dan sekitarnya untuk mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. Pelatihan PKP ini dijadwalkan sebanyak 5 kali pertemuan, hari yang dipilih adalah Rabu sesuai dengan hari MGMP mata pelajaran Matematika. Acara dibuka oleh kepala SMP Negeri 2 Kepil Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd. mewakili dinas Dikpora yang kebetulan sedang ada acara di tempat berbeda. Bertugas sebagai fasilitator adalah Bapak M. Bagus Panuntun, S.Pd, yang mendapat mandat dari pusat untuk melaksanakan diseminasi setelah mendapatkan pelatihan sebagai Guru Inti di P4TK Matematika Yogyakarta. Intinya untuk berbagi ilmu pengetahuan, wawasan baru dan pengalaman untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran.

Sehari sebelumnya, salah satu guru hebat dari SMP Negeri 2 Kepil yang lebih dulu bertugas dalam pelatihan PKP Berbasis Zonasi pada bidang Bimbingan Konseling (BK), beliau adalah Bapak Drs. H.M. Abdul Latif, M.Pd. Beliau melaksanakan diseminasi setiap hari Selasa (sesuai hari MGMP), bertempat di sekolah sebelah, SMP Negeri 1 Kepil. Beliau ditunjuk oleh pusat mengikuti pelatihan Guru Inti Bimbingan Konseling yang berlokasi di Hotel Grand Quality Yogyakarta. Hebatnya beliau dinyatakan sebagai peserta terbaik, karena di akhir pelatihan beliau memperoleh skor nilai tertinggi. Ini adalah prestasi besar dan membanggakan. Kiranya hal inilah yang menjadi latar belakang kepala sekolah memberi perintah kepada kami untuk melakukan wawancara dan membuat tulisan tentang sosok Pak Haji Latif, tentang PKP dan tentang ditunjuknya SMPN 2 Kepil sebagai pusat belajar. Namun saat itu rasanya belum cukup bahan untuk memunculkan ide dan gagasan, ditambah belum ada mood menulis karena terasa masih ada yang belum lengkap terkait konsep PKP Berbasis Zonasi dan seluk beluknya.

Nah, ide dan gagasan lengkap mulai muncul setelah waktu berlalu dua hari kami (penulis) berada di P4TK Seni Budaya Yogyakarta, untuk mengikuti pelatihan Guru Inti mata pelajaran Informatika. Sebenarnya bagi kami tugas pelatihan ini hanyalah kebetulan saja, sebagai bentuk konskuensi dimana sekolah kami yang merupakan salah satu dari 4 sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah Pilot Project Informatika di kabupaten Wonosobo. Belum sempat menuliskan ide, selang seminggu kemudian disusul tugas baru untuk mengikuti pelatihan yang dijadwalkan 3 hari, dengan materi yang lebih fokus pada penguatan tentang mata pelajaran Informatika yang akan diterapkan di banyak sekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021 mendatang. Selama menginap di hotel RTSL (Ruang TU SMPN 1 Leksono) itulah tulisan ini mulai kami dengan judul HOTS di atas. Sekilas seperti judul di atas seperti sebuah judul thesis atau proposal pengajuan judul skripsi. Lalu apa hubungannya dengan SMP Negeri 2 Kepil, seberapa besar korelasinya. Selamat menyimak sajian kami, semoga bermanfaat.

Apa itu HOTS dan PKP, apa tujuannya dan bagaimana polanya. Dari sana akan terjawab dengan sendirinya pertanyaan tentang mengapa harus ada Program PKP Berbasis Zonasi. Secara singkat akan kami coba paparkan sebagai berikut :
Pengertian mendasar tentang PKP, Zonasi dan HOTS
  1. PKP, adalah singkatan dari Peningkatan Kompetensi Pembelajaran, program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa melalui pembinaan guru dalam merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada HOTS. 
  2. Zonasi merupakan rangkaian kebijakan yang utuh, terintegrasi, dan sistemik dalam melakukan restorasi di sektor pendidikan, bisa juga disebut sebagai bentuk penyesuaian kebijakan dari sistem rayonisasi.
  3. HOTS, adalah singkatan Higher Order Thinking Skills. yang artinya adalah keterampilan berfikir tingkat tinggi, adalah proses berfikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar. (Resnick:987) 
Manfaat Program PKP, meliputi: 
  • Membiasakan guru untuk membuat pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penilaiannya.
  • Membiasakan siswa untuk berpikir tingkat tinggi sehingga dapat meningkatkan kompetensinya
  • Memberikan acuan kepada kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik
  • Memberikan acuan kepada pengawas sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik dan manajerial
Tujuan Zonasi, diantaranya:
  • Meningkatkan efisiensi dan efektifitas serta pemerataan mutu pendidikan, dimana kegiatan dilakukan secara terintegrasi dalam satu area wilayah dengan mempertimbangkan jarak, akses, dan volume guru yang ikut serta.
  • Penerapan zonasi dapat juga digunakan untuk dasar redistribusi dan pembinaan guru, untuk mengurangi ketimpangan antara sekolah kota dan desa.
  • Sistem zonasi juga bisa digunakan dalam upaya pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan. 
  • Zonasi juga diterapkan pembinaan peserta didik, baik kegiatan akademik maupun non akademik.
Pembelajaran HOTS, ini komponennya:
Ada tiga aspek yang menjadi dasar dalam proses pembelajaran keterampilan berfikir tingkat tinggi, yaitu:
  1. Transfer of Knowledge; # Keterampilan berpikir sesuai dengan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor yang menjadi satu kesatuan dalam proses belajar dan mengajar. # Dimensi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif
  2. Critical and Creatif Thinking; # Keterampilan yang dikerahkan dalam memecahkan permasalahan yang muncul, mengambil keputusan, menganalisis,  menginvestigasi, dan menyimpulkan. FRISCO = Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity, Overview.
  3. Problem Solving; # Keterampilan yang memiliki keinginan kuat untuk dapat memecahkan masalah yang muncul pada kehidupan sehari-hari.
Berikut rincian ranah kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOT) didasarkan pada bagan Level Kognitif dari taksonomi Bloom yang telah direvisi. Dalam bagan tersebut, terdapat 6 dimensi proses kognitif: C1 Remember (mengingat), C2 Understand (memahami), C3 Apply (mengaplikasi), C4 Analyze (menganalisis), C5 Evaluate (menilai), dan C6 Create (mencipta). Pembahasan lebih rinci dapat dibaca pada judul khusus tentang pembelajaran HOTS (cooming soon).

SMP Negeri 2 Kepil Sebagai Sumber Belajar.
Sebuah cita-cita mulia, kreatif dan inovatif dari kepala sekolah untuk menjadikan kampus SMP Negeri 2 Kepil sebagai sumber belajar adalah sebuah semangat yang sangat bagus untuk didukung dan diapresiasi. Dan hal ini telah terbukti dengan dilaksanakannya pelatihan PKP Berbasis Zonasi untuk mata pelajaran Matematika SMP seperti yang telah ditulis di atas.

Tidak mudah, tidak ringan dan butuh perjuangan dan pengorbanan untuk berani mengajukan diri sebagai sumber belajar. Hal utama adalah ketersediaan sarana meliputi; ruang pelatihan, ruang kebersihan (toilet), sumber listrik (daya), akses internet (wifi), kemudahan transportasi dan akomodasi. Satu lagi yang utama adalah adanya sumber daya manusia (guru, tentor atau fasilitator) yang siap melakukan fasilitasi untuk berbagi ilmu, pengetahuan, keterampilan dan inspirasi. Untuk hal-hal ini sudah menjadi komitmen kepala sekolah untuk terus berbenah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui layanan pendidikan yang terbaik.

Sebenarnya, jauh sebelum dilaksanakan pelatihan PKP kemarin, SMP Negeri 2 Kepil telah menjadi sumber belajar bagi sekolah-sekolah lain di bidang teknologi informasi, khususnya pada aplikasi Dapodik. Adanya Pak Ronto yang memiliki talenta hebat, kemauan belajar yang tinggi dan jiwa sosial kuat sangat mendukung bagi perkembangan SMP Negeri 2 Kepil sebagai sumber belajar. Bahkan jika boleh bermimpi, ke depan jika Laboratorium Komputer sudah lebih memadai baik kuantitas maupun kapasitasnya maka untuk pembelajaran teknologi informasi bagi guru-guru SD dan SMP di Zonasi Kepil dan sekitarnya bisa berpusat di SMP Negeri 2 Kepil ini (seperti sekolah kami sebelumnya di Magelang). Harapannya, ke depan tidak hanya mata pelajaran Matematika saja, namun bisa merambah ke mata pelajaran dan bidang-bidang lainnya.

Jujur saja, banyak teman-teman guru di Wonosobo ini khususnya di zona timur yang membutuhkan suntikan pengetahuan dan keterampilan, suntikan semangat dan motivasi serta suntikan wawasan dan pemanfaatan teknologi informasi yang terus diperbaharui. Jika peluang ini bisa diakuisisi, lalu dibuat narasi, kemudian programnya ditransmisi ke sekitar maka SMP Negeri 2 Kepil ini akan bisa lebih memberi, meng-injeksi dan membangun isnpirasi, maka dengan sendirinya terbentuk aktualisasi dan jati diri. Jika ini menjadi kepahaman bersama, maka dalam rangkaian proses pendidikan dimulai dari input, proses, evaluasi dan output akan lebih mudah dan lebih terkondisi, insya-Alloh.
Selamat berkarya, selamat beraktifitas semoga sukses.

Jumat, 20 September 2019

Lentera Hikmah -10 : Menyemai Cinta di Sekolah, Inspirasi Survei Spero 2019

Diawali dengan ungkapan mendiang mantan presiden RI ke- 3, Prof. Dr. Ing. BJ Habibie tentang cinta, "Tanpa cinta kecerdasan itu berbahaya dan tanpa kecerdasan cinta itu tidak cukup". Mantan kepala negara sekaligus ilmuwan yang dikenal dunia internasional karena ilmu dan keahliannya dalam bidang teknologi pesawat terbang ini mengakui bahwa cinta bukan segala-galanya, namun memang cinta mempunyai peranan yang sangat penting, karena mempunyai efek yang luar biasa. Cinta, tentu cinta yang bukan sembarang cinta, cinta yang sejati, cinta dalam arti luas, bukan cinta monyet dan bukan cinta yang berlandaskan nafsu semata. Ada juga ungkapan lain yang berbunyi bahwa kekuatan paling besar yang dimiliki seorang manusia adalah kekuatan cinta yang murni. Begitulah, memang kita semua butuh cinta, karena ada sejuta energi dan kekuatan luar biasa dalam cinta. Inilah tema tulisan kita kali ini, seri lentera hikmah dengan tajuk Menyemai Cinta dalam Pembelajaran, selamat menikmati.

Mencintai dan dicintai orang lain adalah sesuatu hal yang indah dan menyenangkan. Tidak bisa disangkal bahwa kita butuh cinta, kita ada dan lahir di dunia ini karena cinta, kita menjadi besar karena cinta, kita bekerja karena dan untuk cinta, kita bertahan hingga usia senja juga karena cinta, bahkan setiap hari kita munajat dan beribadah kepada-Nya juga karena cinta. Kekuatan cinta itu benar-benar luar biasa, bahkan jika ditelisik lebih lanjut, cinta mampu memberikan kekuatan-kekuatan yang tidak terduga. Cinta dalam arti yang sebenarnya, cinta yang membangun kekuatan jiwa, cinta yang berperan dalam meraih cita-cita. Membicarakan cinta, mungkin terkesan melankolis, namun ternyata sangat besar kekuatannya dan sangat dahsyat efeknya.

Tulisan ini dibuat berdasarkan dua survei yang kami lakukan kepada siswa-siswa kami. Survei yang pertama dilaksanakan pada bulan Maret 2015, dan survei yang kedua dilaksanakan pada awal April 2019. Kedua survei ini masih tergolong amatiran dan sangat sederhana, dengan tujuan untuk memperoleh data dari siswa terkait beberapa hal, yang diharapkan bisa menjadi masukan berharga bagi guru dan sekolah. Survei dilaksanakan dengan format berbentuk angket dan dilaksanakan dalam pembelajaran, dengan kemasan sedemikian rupa sehingga siswa dapat memberikan jawaban yang sejujurnya tanpa malu, takut atau tertekan. Alhasil, ternyata banyak hal dapat diungkap dalam survei ini, dan yang utama diperoleh gambaran atau potret guru dalam pandangan siswa.

Survei yang pertama (2015) dikemas dalam daftar isian berbasis aplikasi Ms. Word dengan hasil akhir berupa file yang kemudian dikirim menggunakan e-mail (internet). Rangkuman hasil survei ini pernah terbit dalam artikel Manajemen -12, Semangat Perjuangan Untuk Kesuksesan Bersama, yang intinya diperoleh data guru terpavorit sebagai berikut; Pak Yosep Luhvendi, S.Pd di urutan pertama (24), Pak Drs. Kardan di urutan kedua (23) dan Bu Ruti Sumarni, S.Pd di urutan ketiga (17). Alasan utama menjadi guru pavorit adalah; # baik, ramah, santun, dan  # pandai, cerdas, terampil. Adapun data kebalikannya kami tidak menyebut nama/merek (terkait kode etik), namun muncul 1 sosok dengan angka fantastis, 44 responden menyatakan tidak menyukai sosok ini dari total responden sebanyak 91 siswa, itu artinya hampir separuh siswa tidak suka, dengan alasan utama guru tidak disukai; # galak / pemarah dan # acuh / kurang perhatian.

Survei yang kedua (terbaru, 2019) juga berbentuk angket dan merupakan pengembangan dari survei yang pertama. Survei kedua dilaksanakan secara full online berbasis aplikasi Google Form, yang link-nya terhubung dalam artikel Angket Kelas IX, Wahana Bercermin Bagi Guru dan Sekolah. Dalam form tersebut kami sediakan beberapa pertanyaan dengan model jawaban yang beragam, ada yang memilih satu jawaban yang tersedia (drop-down), ada yang isian singkat (jawaban pendek) dan ada yang uraian (jawaban panjang). Beberapa pertanyaan terkait terkait pengelolaan lingkungan sekolah, layanan administrasi sekolah dan juga pengelolaan kelas oleh wali kelas. Lebih spesifik lagi adalah munculnya beberapa nama guru yang menjadi guru terpavorit lengkap dengan alasan-alasannya dan yang sebaliknya yang tidak disukai berikut alasan-alasannya.

Inilah hasil survei terbaru (2019), dari jumlah responden sebanyak 88 siswa (dari total 95 siswa kelas IX) diperoleh beberapa data sebagai berikut;
  • Tiga sosok guru favorit teratas adalah 1. Bapak Eko Sutomas, S.Pd. (33), 2. Ibu M.I. Isti Supriyanti, S.Pd. (11) dan 3. Ibu Yani Widayati, M.Pd. (9)
  • Secara umum alasan menjadi guru favorit adalah ; # ramah, # telaten, # sabar, # tidak mudah marah, # komunikatif
  • Sedangkan tiga sosok yang kurang disukai tidak kami sebutkan namanya, cukup angkanya saja, yaitu; 20, 11, 9 dan disusul beberapa angka di bawahnya 
  • Adapun alasan guru kurang disukai, yaitu; # galak, # suka marah, # marai ngantuk, # suka menghukum, # mutungan, # sering main HP
Sebelum masuk pada kesimpulan, perkenankan kami mohon maaf atas beberapa hal. Pertama, jika tulisan kali ini dirasa cukup panjang (jujur saja, tulisan ini adalah yang terberat proses penyusunannya dan terlama waktunya). Kedua, jika isinya menyinggung atau bahkan menghunjam ke hati, sungguh bukan itu tujuan kami. Ketiga, jika ada data yang dianggap tidak sesuai harapan, perlu kami sampaikan bahwa tujuan survei ini bukan untuk menunjukkan siapa yang kompeten dan yang tidak kompeten, juga bukan untuk men-justifikasi siapa yang baik dan yang buruk.

Kami yakin, bahwa semua guru di sekolah kami sudah baik, sudah kompeten, sudah berpengalaman, bahkan beberapa sangat baik, luar biasa dan istimewa, serta tak ada satupun yang terindikasi kurang baik. Namun demikian, penilaian dari anak juga tidak bisa dianggap sampah, tidak penting dan dikesampingkan begitu saja. Rekaman penilaian dari anak-anak adalah gambaran nyata kondisi pribadi beberapa gurunya yang terjadi pada saat itu, yang bisa saja benar adanya, namun ada juga kemungkinan salah. Jika muncul penilaian yang kurang baik, sangat mungkin saat itu sedang terjadi perubahan kepribadian, yang bisa berubah kapan saja dengan seribu kemungkinan yang menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, dalam menyikapi data hasil survei ini marilah kita mencoba untuk bersikap dewasa, obyektif, sportif dan tetap berfikir positif.

Seorang pendidik (guru) adalah sosok spesial dan biasanya menjadi tokoh di masyarakat atau ditokohkan oleh masyarakat, hal ini karena seorang pendidik dianggap sebagai sosok yang banyak ilmu dan pengalaman, apalagi yang senior. Namun demikian, guru tetaplah manusia biasa yang tak luput dari kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu sikap mawas diri perlu terus dilakukan, dan hasil kedua survei di atas kiranya bisa menjadi bahan untuk introspeksi dan menilai diri sendiri. Disadari atau tidak, ternyata dalam proses pembelajaran selama ini mereka (siswa-siswa) bukan hanya mencatat dan merekam materi yang diajarkan, namun juga mencatat, merekam dan menyimpan dalam memori mereka tentang siapa gurunya. Bisa jadi mereka hapal betul siapa kita, tutur kata kita, gaya berpakaian kita, sikap dan karakter kita, bahkan motivasi dan kinerja kita. Lalu apa hubungannya dengan judul diatas tentang cinta.

Hubungannya sangat signifikan, mereka anak-anak biasa yang punya indera, punya hati, dan punya rasa. Inilah yang kiranya perlu kita sadari bersama, bahwa pada hakikatnya siswa kita di sekolah sama dengan anak kita di rumah. Di rumah, anak kita selain butuh makan, minum, pakaian dan tempat tinggal, mereka juga butuh kasih sayang. Mereka butuh untuk dihargai keberadaannya, butuh diperhatikan aksinya, butuh untuk didengarkan ceritanya, butuh duduk dan jalan bersama, serta hal yang bersifat kebersamaan lainnya. Intinya mereka membutuhkan limpahan kasih dan sayang orang tuanya, yang dapat dikemas dalam satu kata "cinta". Di sekolah, siswa-siswi juga mengharap hal yang sama. Mereka butuh ilmu IPA, Matematika, Bahasa, Agama, Prakarya dan mapel-mapel lainnya termasuk Te-i-ka, karena memang mata pelajaran tersebut penting. Namun ada satu hal yang tidak kalah penting dan tidak boleh dikesampingkan yaitu hadirnya cinta dalam proses pembelajaran. Cinta dalam pembelajaran bisa berwujud  kumpulan motivasi, motivasi untuk beribadah, motivasi untuk belajar, motivasi untuk menggapai cita-cita, motivasi untuk kehidupan yang lebih baik, dan motivasi-motivasi untuk kebaikan lainnya.

Konsep dasarnya, hanya cinta yang akan melahirkan cinta, dan tidak mungkin berlaku sebaliknya. Oleh karena hati adalah tempat tumbuhnya cinta, berkembang serta bersemayamnya, maka untuk menyemai, menyebarkan dan menuai cinta juga harus melibatkan hati. Demikian pula pembelajaran harus melibatkan cinta yang ditandai dengan adanya perhatian, kelembutan dan kesabaran. Guru yang mengajar dengan penuh perhatian,  kelembutan, kesabaran inilah yang sebenarnya dirindukan oleh mereka. Faktanya, secara  psikologis anak-anak lebih suka diberikan kata motivasi dari pada caci maki, lebih senang disentuh dari pada sikap acuh tak acuh, lebih bahagia disapa dari pada dibiarkan saja, dan lebih bangga diberikan apresiasi dari pada dibuli. Kiranya itulah yang dilakukan Pak Eko (guru BK senior, memasuki masa pensiun tahun depan - Juni 2020) sangat paham masalah ini, sehingga beliau terpilih menjadi guru terfavorit.

Nama panggilan beliau adalah Pak Haji Eko, pengalaman dan kiprahnya di dunia pendidikan sudah tidak diragukan lagi, berpindah dari sekolah yang satu ke sekolah lain, termasuk berpengalaman pernah mengajar di daerah terpencil, Timor Timur.  Sosoknya yang supel dan rendah hati, nampak ramah dan sabar, pandai mengambil hati dan bijak dalam memotivasi, serta bisa ngemong sehingga anak-anak merasa dihargai, disayangi, diperhatikan dan dilindungi. Itulah yang menjadikan anak-anak akrab dan dekat kepada beliau, karena anak-anak merasa nyaman dan aman di dekat beliau yang dianggap seperti orangtua sendiri. Terlepas dari kekurangan beliau, beliau adalah guru kami, sosok senior yang hebat, sosok yang sangat bijaksana.

Tidak mudah untuk membuat kesimpulan yang integral,  namun kiranya beberapa hal berikut semoga bisa menjadi kesimpulan sederhana dalam tulisan kali ini;
  • Menjadi pendidik (guru) itu memang berat, tuntutan administrasinya banyak, tuntutan mental spiritual harus paripurna. Wajar, jika hati sedang sumpek dan tidak kondusif maka udara rasanya jengah, rasanya jadi saya adalah guru paling susah, mudah emosi inginnya marah-marah, hingga putus asa gak usah jadi guru sajalah. Percayalah sebenarnya tidak seberat yang dibayangkan, beban kita masih belum apa-apa dibandingkan yang lain.
  • Jika terasa capek dan lelah, bayangkan betapa lebih capeknya mereka yang rumahnya jauh dengan jarak 50-70 km (bahkan ada yang lebih) dengan waktu tempuh lebih dari 1 jam, mereka yang waktu dan energinya banyak terbuang dalam perjalanan, juga berbagai resiko dalam perjalanan. Bersabarlah, masih banyak yang lebih berat perjuangannya, bersyukurlah masih banyak yang kondisinya lebih melelahkan. 
  • Jika mudah marah dan emosi menghadapi siswa yang ekstra-aktif (susah diatur)bayangkan seorang guru mengajar 3 kelas bersamaan (biasa di daerah terpencil), atau pikirkan bagaimana repotnya guru yang mengajar siswa berkebutuhan khusus di SLB, atau sekedar merenung bagaimana berat dan susahnya menjadi seorang guru penyandang disabilitas (tuna netra) yang mengajar di sekolah umum. Bersabarlah, kita yang merasa normal dan mengajar sekolah umum, bagaimanapun jauh lebih ringan masalahnya.
  • Jika rasa malas dan bosan menjalar, barangkali kita perlu "merakyat" agar tahu bahwa di luar sana banyak orang menganggap mulia pekerjaan ini. Banyak dari mereka bersedia antri bertahun-tahun untuk bisa menjadi guru (apalagi yang PNS + Sertifikasi), bahkan jika bisa dengan cara membeli banyak dari mereka yang bersedia untuk membayarnya dengan harga tinggi. Bersyukurlah dan jangan sia-siakan amanah yang Alloh berikan ini.
  • Jika ada siswa bermasalahsusah diaturlah dan berbagai keluh kesah,  memang itulah tantangan pekerjaan guru sebenarnya. Latar belakang siswa yang heterogen membawa masalah yang juga heterogen pula. Hal ini berdasar kajian psikologi bahwa tidak ada orang yang tidak punya masalah, artinya semua orang punya masalah, hanya berbeda-beda bentuk dan kadarnya. Inilah tantangan guru untuk belajar, ujian kesabaran mencapai kebijaksanaan dan tangga motivasi untuk melakukan inovasi. 
Umumnya orang merasa senang jika dikatakan hebat, super, istimewa dan luar biasa. Sebaliknya akan tersinggung atau sakit hati jika dikoreksi atas kekurangan dan kesalahannya. Tidak mudah untuk bisa legowo dan nglenggono. Bahkan menjadi sangat sulit bagi mereka yang merasa benar karena merasa lebih tinggi derajatnya. Namun jika berkenan untuk merenung sejenak, membuka diri dan menyadari bahwa tidak ada orang yang baik 100 persen, kiranya akan menyadari bahwa setiap kita punya kekurangan dan kesalahan. Selanjutnya jika ada niat dan usaha untuk berubah menjadi lebih baik, insya-Alloh akan diberikan kemudahan. Targetnya bukan untuk menjadi yang terbaik (terfavorit), karena ada banyak parameter dan rivalnya sangat banyak. Fokusnya lebih kepada usaha maksimal untuk menjadi yang lebih baik dari sebelumnya, menguatkan semangat dan motivasi untuk melakukan yang terbaik.

Sebagai penutup,  mari kita sikapi masalah dengan proporsional, masalah di sekolah jangan menjadi beban pribadi apalagi sampai membuat diri menjadi frustasi. Setiap masalah pasti ada solusi, marilah kita hadapi bersama, kita bicarakan bersama dan kita carikan solusinya. Satu hal yang paling prinsip adalah tetap tenang, jangan terbawa emosi. Sebisa mungkin menjauhi kekerasan, baik kekerasan verbal maupun tindakan, dan lebih utama dengan sikap yang lemah lembut (Cuplikan ayat suci Al-Qur'an Surat Ali "Imron : 159). Adapun terhadap kesalahan yang sudah terlewatkan (terlanjur), maka cukupkan dengan introspeksi, perbanyak istighfar dan berusaha memperbaiki diri. Karena sesungguhnya yang membuat seorang terhina, terutama bukanlah kesalahannya, melainkan kekehnya untuk tidak mau mengaku keliru, memohon ampun, dan memperbaiki keadaan.

Akhirnya, marilah kita belajar mengubah diri, sedikit demi sedikit menjadi pendidik yang penuh cinta. Takaran cinta adalah "pengorbanan", dimana wujudnya "lebih banyak memberi dan tanpa mengharap balas", dan bukan sebaliknya banyak menuntut. Marilah kita ikut berperan dan ikut mengambil bagian dalam menyemai cinta di kelas-kelas dalam pembelajaran, dengan menebar kasih sayang di taman-taman lingkungan sekolah. Manfaat waktu senggang untuk memperhatikan dan menelisik mereka, barangkali masih ada di antara mereka yang bajunya lusuh, sobek atau tidak layak pakai, atau mungkin dari mereka yang terlihat galau, sedih, murung atau pucat yang ternyata belum sarapan pagi, barangkali di rumah belum ada sarapan pagi, atau bahkan mungkin sama sekali tidak ada bahan makanan untuk dimasak karena kondisi ekonomi. Pastikan tidak ada lagi wajah-wajah galau, sedih dan muram karena kurang perhatian.
Selamat berkarya, selamat bekerja, semoga sukses ... insya-Alloh.

Rabu, 14 Agustus 2019

Juara 1 Kabupaten Kembali Diusung SMP Negeri 2 Kepil, Slogan "Spero Joss" Makin Terasa

Nama SMP Negeri 2 Kepil kembali disebut di ajang lomba tingkat kabupaten, berhasil meraih piala Juara 1 Kabupaten Wonosobo, kali ini dari cabang lomba Pidato. Piala dan hadiah diserahkan langsung oleh ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo, Ibu Fairuz Eko Purnomo (Istri bupati Wonosobo). Tiada kata yang lebih tepat selain ucapan "ALHAMDULILLAH" sebagai ungkapan syukur atas semua kebaikan, atas semua karunia, semua semua nikmat dan atas semua prestasi yang telah kita raih. Seakan tidak percaya, seakan mimpi, begitu banyak prestasi yang diraih dalam waktu yang relatif singkat, dalam hitungan kurang dari 1 bulan berhasil membawa pulang 3 piala sebagai Juara 1. Yah, semua terjadi atas ijin-Nya, yang hanya akan memberikan sesuatu karunia kepada siapa yang dikehendaki-Nya sebagai ijabah atas doa dan usaha yang telah dilakukannya.

Hari itu, Selasa 13 Agustus 2019, Fadlika Putri Pitayani salah satu siswa kelas 9C SMPN 2 Kepil  menjadi fokus perhatian karena berhasil meraih nilai tertinggi dan menjadi Juara 1 pada ajang Lomba Pidato yang berlangsung di gedung Korpri Wonosobo. Fadlika terpilih untuk mewakili kecamatan Kepil dan bersaing dalam ajang yang dikuti oleh 19 peserta (sekolah) dari 16 kecamatan.  Lomba pidato yang diprakarsai oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo itu mengambil tema Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Kriteria penilaian lomba  meliputi beberapa hal yang cukup komplek antara lain naskah, sistematika, kesesuaian isi (konten), improvisasi, vokal dan penampilan.

Atas kemenangan ini, tim dari SMP Negeri 2 Kepil berhak membawa pulang tropi/piala Juara 1 dan hadiah uang pembinaan sebesar Rp. 200.000. Kepala sekolah, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd. atas nama sekolah, mewakili pembantu pimpinan, dewan guru dan karyawan memberikan ucapan Selamat  dan apresiasi setinggi-tingginya kepada ananda Fadlika karena telah mengharumkan nama sekolah. Apresiasi dan ucapan selamat juga disampaikan kepada Ibu Ruti Sumarni, M.Pd. dan Bapak Eko Sutomas, S.Pd selaku pembimbing, pendamping sekaligus motivator yang telah sukses memberikan arahan, bimbingan dan motivasi hingga tim kita berhasil meraih sukses.

Beberapa prestasi yang diraih SMP Negeri 2 Kepil akhir-akhir ini benar-benar sebuah kejutan, seakan menjadi gebrakan baru dari sekolah yang sebelumnya nampak adem-adem saja. Banyak mata mulai terbuka untuk memandang, banyak telinga mulai melebar untuk mendengar, bahwa ada  SMP Negeri di ujung paling timur Wonosobo yang ternyata menyimpan potensi hebat, yang selama ini nampaknya tersembunyi karena belum tergarap. Disisi lain, kesuksesan yang diraih oleh SMP Negeri 2 Kepil beberapa merasa iri, dan yang pasti adanya rasa penasaran dan muncul tanda tanya, ada apa, karena siapa, sejak kapan, mengapa dan bagaimana. Inilah peran sosok-sosok yang menginspirasi yang mampu memotivasi semua civitas akdemika untuk selalu memperbaiki diri dari hari ke hari, yang mampu menyentuh nurani untuk saling menghargai, yang mau mengajak serta meneladani untuk aktualisasi potensi diri dan membangun rasa percaya diri untuk melakukan yang terbaik.

Sekecil apapun kebaikan adalah prestasi, harus dihargai dan diberikan apresiasi, demikian pesan yang sering disampaikan kepala sekolah saat breefing setelah doa pagi sebagai pembuka aktifitas pagi hari. Dari sini akan tercipta iklim untuk berprestasi, mulai dari setiap diri pribadi pada setiap lini. Prestasi diri pada setiap lini ini jika terakumulasi akhirnya akan menjadi "piramida sukses" dalam berbagai segi, mulai dari seni, teknologi, jasmani hingga ruhani. Sukses yang pada ujungnya bukan hanya sukses pribadi, namun lebih kepada sukses korporasi. Sukses korporasi atau sukses institusi merupakan hasil dari kolaborasi sukses pribadi. Sukses korporasi adalah sukses terbaik, sukses yang sesungguhnya, karena gaung dari sukses korporasi akan menjulang ke atas, menghunjam ke bawah dan menyebar ke samping, dimana efeknya akan lebih dahsat dari pada sukses pribadi. Dampak sukses korporasi itu laksana air jernih yang mengalir dari pegunungan, terasa segar dan menyejukkan dari sela-sela batu di hulu hingga di sela-pasir di pesisir. Inilah yang diimpikan, didambakan dan diharapkan oleh semua elemen pendidikan, kepala sekolah, dewan guru, staf-karyawan, siswa, orangtua siswa dan masyarakat.

Sukses korporasi adalah sesuatu yang besar, istimewa dan luar biasa, untuk mewujudkannya tentu tak semudah membalik telapak tangan. Namun begitu, sesuatu yang besar dan terasa berat bukan berarti tidak mungkin, selama ada kemauan untuk berusaha. Ibaratnya jika seseorang ingin mendapatkan mutiara, maka tidak mungkin diperoleh dengan hanya bersantai dan bermain-main di tepi pantai, namun ia harus menyelam ke dasar laut. Oleh karena itu, yang terbaik yang kita lakukan tiada lain  mencoba untuk fokus bekerja lebih ekstra, merawat semangat jiwa korsa, menjaga sinergi dan kerja sama, saling mengisi dan melengkapi, serta munajat dan doa kepada Alloh sebagai bentuk kepasrahan atas segala usaha yang telah dilakukan.

Akhirnya, marilah kita semua memperbaiki niat, dengan "Bismillah" kita kuatkan azam untuk berusaha mengabdikan diri bekerja memberikan layanan pendidikan yang terbaik. Apapun jabatan, posisi dan peran yang kita sandang saat ini, kita bisa memberikan sumbangsih yang berharga, walau mungkin kelihatannya kecil. Dengan satu harapan, semoga yang kelihatannya kecil itu bisa menjadi suluh dan andil dalam mencetak generasi calon pemimpin bangsa yang kita cinta ini. Selamat beraktifitas, selamat bekerja, selamat berkarya, semoga sukses. Salam Spero Joss.

Kamis, 08 Agustus 2019

Piala SMPN 2 Kepil Bertambah Lagi, Berhasil Menjadi Juara 1 Lomba Yel-Yel Genre Tingkat Kecamatan Kepil

Kunci sukses seseorang, kelompok dan lembaga adalah motivasi dan percaya diri. Itulah yang selalu dibangun terus di SMP Negeri 2 Kepil sejak awal tahun ajaran baru 2019/2020 ini. Kepala sekolah, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd dalam acara breefing setiap pagi selalu mengingatkan dan memberikan motivasi kepada guru untuk melakukan pelayanan yang terbaik kepada semua peserta didik. Guru, staf dan murid pada dasarnya sama, bahwa kita semua membutuhkan suntikan motivasi yang terus-menerus, membutuhkan inspirasi yang bisa membangunkan kesadaran terhadap sesuatu pekerjaan. Bahwa siapapun kita, jika kita punya motivasi yang kuat, jika kita mau bersungguh-sungguh maka kita pasti bisa melakukan yang terbaik. Motivasi itulah yang selalu harus kita bangun dalam mengelola sekolah, mengemban amanah pelayanan pendidikan siswa untuk meraih prestasi dan kesuksesan masa depan mereka.

Adanya rasa percaya diri dan motivasi yang kuat itulah yang mengantarkan SMP Negeri 2 Kepil kembali meriah sukses dalam even-even kejuaran. Setelah sebelumnya menjadi Juara 1 Desain Poster dalam FLS2N tingkat kabupaten Wonosobo, kini sebuah prestasi terbaru diraih kembali. SMP Negeri 2 Kepil menjadi Juara 1 dalam lomba Yel-Yel Program Generasi Berencana (Genre) kategori PIK Remaja. Dengan berhasil memenangkan lomba yang diikuti 27 peserta beregu ini, maka regu dari SMP Negeri 2 Kepil berhak mendapatkan piala, piagam dan uang pembinaan sebesar Rp. 250.000, Alhamdulillah.

Aspek yang dinilai dalam lomba ini meliputi koreografi, kreativitas, penampilan, kostum, isi materi dan ketepatan waktu. Kami atas nama sekolah mengucapkan Selamat dan Sukses atas prestasi ini. Lomba Yel-Yel Genre dilaksanakan pada hari Kamis, 8 Agustus 2019 di kecamatan Kepil. Regu Yel-Yel itu di-awaki oleh 3 siswa putri yang semuanya duduk di kelas 9 (sembilan) SMP Negeri 2 Kepil, yaitu :  Fadlika Putri Pitayani (koreografer dan ide), Bekti Khoirunnisa dan Andini (kreativitas). Dari video yang beredar di sekolah dan masyarakat diakui memang penampilan mereka hebat luar biasa. Apresiasi dan ucapan Selamat dan Sukses juga kami kepada kepala sekolah, guru pembimbing dan pembina OSIS. 

Yah, karena dibalik sukses Regu Yel-Yel ini ada sosok di balik layar yang menjadi inspirasinya. Yang pertama adalah Pak Hadi Wiyono selaku kepala sekolah dengan progres OSIS sebagai pasukan ELIT-nya sekolah telah memberikan motivasi dan kepercayaan tersendiri bagi OSIS. Yang kedua Ibu Ruti Sumarni, M.Pd sebagai guru pembimbing yang multi talenta, serta yang ketiga Bapak Irwan Susetyo Putro, S.Pd selaku pembina OSIS yang bekerja All-In dan All-Out seakan tak pernah merasa capek ataupun rasa lelah. Ditambah dukungan dan doa dari semua civitas akedemika yang lain akhirnya regu SMP Negeri 2 Kepil berhasil menyisihkan 26 peserta beregu yang lain dalam lomba tersebut.  Rupanya beliau-beliau semua terinspirasi kalimat motivasi "Hasil Tak Akan Pernah Menghianati Proses". Sesuatu yang hebat tidak mungkin dihasilkan dari proses yang serampangan, sekenanya dan apalagi dengan tidak serius. Diperlukan visi dan orientasi, diperlukan analisis dan perencanaan, diperlukan motivasi dan pengawasan, dan terakhir diperlukan kesungguhan dan ketulusan. Itulah yang menjadi dasar setiap mereka yang pernah mencapai sukses. 

Akhirnya, dengan mengutip arahan kepala sekolah "untuk terus berusaha memberikan layanan yang terbaik", mari kita membenahi niat untuk melakukan yang terbaik dalam memberikan pelayanan pendidikan. Semoga apa yang kita lakukan akan menjadi catatan dan tabungan kita, catatan dan tabungan kebaikan. Tidak akan pernah rugi orang yang berbuat kebaikan kepada orang lain, karena sejatinya setiap kebaikan dilakukan akan kembali kepada diri pembuatnya, demikian pula sebaliknya dengan keburukan. Semoga kita diberikan kemudahan untuk melakukan berbagai kebaikan dan dihindarkan dari perilaku keburukan. Selamat berkarya, selamat bekerja dan selamat bertugas, semoga sukses .... Aamiin. Salam Spero Joss.

Kamis, 01 Agustus 2019

Struktur Organisasi SMP Negeri Kepil Tahun 2019

Struktur organisasi bagi sebuah lembaga adalah manifestasi sistem managerial sebuah lembaga dalam rangka penataan sumber daya manusia yang ada di dalamnya (Managemen SDM). Tata urutan dalam struktur organisasi disusun secara hirarki berdasarkan posisi dan tingkat kewenangan. Hal ini berlaku secara umum dalam semua lembaga, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Bagi sekolah susunan yang muncul dalam struktur organisasi adalah gambaran pemetaan berjenjang sumber daya manusia menunjukkan tingkat kepentingan dalam proses pengambilan keputusan. Pemetaan dan penataan manajemen adalah hal yang krusial bagi tumbuh kembang sebuah sekolah.

Hal ini juga dirasakan oleh SMP Negeri 2 Kepil yang sudah beroperasi selama 35 tahun (berdiri tahun 1984). Kepala sekolah, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd., merasa perlu untuk membuat struktur organisasi yang bisa mengakomodir semua kepentingan dalam rangka pengembangan manajemen. Maka pihak manajeman sekolah merasa perlu untuk selalu berbenah dan berubah dalam penataan manajemen dengan tujuan dinamisasi organisasi.
Berikut ini adalah struktur organisasi yang dirilis di tahun ajaran 2019/2020.


Model struktur organisasi ini memang sengaja dibuat berbeda dengan tampilan struktur organisasi pada umumnya, dimana foto para personil nampak pose santai dengan mengenakan pakaian yang bebas dan nuansa yang open. Hal ini sejalan dengan konsep kepala sekolah yang diusung dengan tajuk "Berani Tampil Beda". Sementara di seberang sana banyak orang yang takut berbeda, karena takut dengan predikat negatif, padahal tidak semua yang berbeda harus dinilai negatif.

Jika kita mau membuka diri, membuka wawasan dan sedikit keluar dari "kotak harus sama", di luar sana justru banyak ditemukan sosok dan sekolah hebat yang diawali dengan sesuatu yang dianggap berbeda. Jadi, jangan takut berbeda selama dalam koridor yang benar, karena berbeda bukan berarti salah, apalagi jika bisa menjadi pemicu dan pemacu untuk maju dan berprestasi.
Selamat beraktifitas, selamata berkarya, smeoga sukses.