text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...

Jumat, 20 September 2019

Lentera Hikmah -10 : Menyemai Cinta di Sekolah, Inspirasi Survei Spero 2019

Diawali dengan ungkapan mendiang mantan presiden RI ke- 3, Prof. Dr. Ing. BJ Habibie tentang cinta, "Tanpa cinta kecerdasan itu berbahaya dan tanpa kecerdasan cinta itu tidak cukup". Mantan kepala negara sekaligus ilmuwan yang dikenal dunia internasional karena ilmu dan keahliannya dalam bidang teknologi pesawat terbang ini mengakui bahwa cinta bukan segala-galanya, namun memang cinta mempunyai peranan yang sangat penting, karena mempunyai efek yang luar biasa. Cinta, tentu cinta yang bukan sembarang cinta, cinta yang sejati, cinta dalam arti luas, bukan cinta monyet dan bukan cinta yang berlandaskan nafsu semata. Ada juga ungkapan lain yang berbunyi bahwa kekuatan paling besar yang dimiliki seorang manusia adalah kekuatan cinta yang murni. Begitulah, memang kita semua butuh cinta, karena ada sejuta energi dan kekuatan luar biasa dalam cinta. Inilah tema tulisan kita kali ini, seri lentera hikmah dengan tajuk Menyemai Cinta dalam Pembelajaran, selamat menikmati.

Mencintai dan dicintai orang lain adalah sesuatu hal yang indah dan menyenangkan. Tidak bisa disangkal bahwa kita butuh cinta, kita ada dan lahir di dunia ini karena cinta, kita menjadi besar karena cinta, kita bekerja karena dan untuk cinta, kita bertahan hingga usia senja juga karena cinta, bahkan setiap hari kita munajat dan beribadah kepada-Nya juga karena cinta. Kekuatan cinta itu benar-benar luar biasa, bahkan jika ditelisik lebih lanjut, cinta mampu memberikan kekuatan-kekuatan yang tidak terduga. Cinta dalam arti yang sebenarnya, cinta yang membangun kekuatan jiwa, cinta yang berperan dalam meraih cita-cita. Membicarakan cinta, mungkin terkesan melankolis, namun ternyata sangat besar kekuatannya dan sangat dahsyat efeknya.

Tulisan ini dibuat berdasarkan dua survei yang kami lakukan kepada siswa-siswa kami. Survei yang pertama dilaksanakan pada bulan Maret 2015, dan survei yang kedua dilaksanakan pada awal April 2019. Kedua survei ini masih tergolong amatiran dan sangat sederhana, dengan tujuan untuk memperoleh data dari siswa terkait beberapa hal, yang diharapkan bisa menjadi masukan berharga bagi guru dan sekolah. Survei dilaksanakan dengan format berbentuk angket dan dilaksanakan dalam pembelajaran, dengan kemasan sedemikian rupa sehingga siswa dapat memberikan jawaban yang sejujurnya tanpa malu, takut atau tertekan. Alhasil, ternyata banyak hal dapat diungkap dalam survei ini, dan yang utama diperoleh gambaran atau potret guru dalam pandangan siswa.

Survei yang pertama (2015) dikemas dalam daftar isian berbasis aplikasi Ms. Word dengan hasil akhir berupa file yang kemudian dikirim menggunakan e-mail (internet). Rangkuman hasil survei ini pernah terbit dalam artikel Manajemen -12, Semangat Perjuangan Untuk Kesuksesan Bersama, yang intinya diperoleh data guru terpavorit sebagai berikut; Pak Yosep Luhvendi, S.Pd di urutan pertama (24), Pak Drs. Kardan di urutan kedua (23) dan Bu Ruti Sumarni, S.Pd di urutan ketiga (17). Alasan utama menjadi guru pavorit adalah; # baik, ramah, santun, dan  # pandai, cerdas, terampil. Adapun data kebalikannya kami tidak menyebut nama/merek (terkait kode etik), namun muncul 1 sosok dengan angka fantastis, 44 responden menyatakan tidak menyukai sosok ini dari total responden sebanyak 91 siswa, itu artinya hampir separuh siswa tidak suka, dengan alasan utama guru tidak disukai; # galak / pemarah dan # acuh / kurang perhatian.

Survei yang kedua (terbaru, 2019) juga berbentuk angket dan merupakan pengembangan dari survei yang pertama. Survei kedua dilaksanakan secara full online berbasis aplikasi Google Form, yang link-nya terhubung dalam artikel Angket Kelas IX, Wahana Bercermin Bagi Guru dan Sekolah. Dalam form tersebut kami sediakan beberapa pertanyaan dengan model jawaban yang beragam, ada yang memilih satu jawaban yang tersedia (drop-down), ada yang isian singkat (jawaban pendek) dan ada yang uraian (jawaban panjang). Beberapa pertanyaan terkait terkait pengelolaan lingkungan sekolah, layanan administrasi sekolah dan juga pengelolaan kelas oleh wali kelas. Lebih spesifik lagi adalah munculnya beberapa nama guru yang menjadi guru terpavorit lengkap dengan alasan-alasannya dan yang sebaliknya yang tidak disukai berikut alasan-alasannya.

Inilah hasil survei terbaru (2019), dari jumlah responden sebanyak 88 siswa (dari total 95 siswa kelas IX) diperoleh beberapa data sebagai berikut;
  • Tiga sosok guru favorit teratas adalah 1. Bapak Eko Sutomas, S.Pd. (33), 2. Ibu M.I. Isti Supriyanti, S.Pd. (11) dan 3. Ibu Yani Widayati, M.Pd. (9)
  • Secara umum alasan menjadi guru favorit adalah ; # ramah, # telaten, # sabar, # tidak mudah marah, # komunikatif
  • Sedangkan tiga sosok yang kurang disukai tidak kami sebutkan namanya, cukup angkanya saja, yaitu; 20, 11, 9 dan disusul beberapa angka di bawahnya 
  • Adapun alasan guru kurang disukai, yaitu; # galak, # suka marah, # marai ngantuk, # suka menghukum, # mutungan, # sering main HP
Sebelum masuk pada kesimpulan, perkenankan kami mohon maaf atas beberapa hal. Pertama, jika tulisan kali ini dirasa cukup panjang (jujur saja, tulisan ini adalah yang terberat proses penyusunannya dan terlama waktunya). Kedua, jika isinya menyinggung atau bahkan menghunjam ke hati, sungguh bukan itu tujuan kami. Ketiga, jika ada data yang dianggap tidak sesuai harapan, perlu kami sampaikan bahwa tujuan survei ini bukan untuk menunjukkan siapa yang kompeten dan yang tidak kompeten, juga bukan untuk men-justifikasi siapa yang baik dan yang buruk.

Kami yakin, bahwa semua guru di sekolah kami sudah baik, sudah kompeten, sudah berpengalaman, bahkan beberapa sangat baik, luar biasa dan istimewa, serta tak ada satupun yang terindikasi kurang baik. Namun demikian, penilaian dari anak juga tidak bisa dianggap sampah, tidak penting dan dikesampingkan begitu saja. Rekaman penilaian dari anak-anak adalah gambaran nyata kondisi pribadi beberapa gurunya yang terjadi pada saat itu, yang bisa saja benar adanya, namun ada juga kemungkinan salah. Jika muncul penilaian yang kurang baik, sangat mungkin saat itu sedang terjadi perubahan kepribadian, yang bisa berubah kapan saja dengan seribu kemungkinan yang menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, dalam menyikapi data hasil survei ini marilah kita mencoba untuk bersikap dewasa, obyektif, sportif dan tetap berfikir positif.

Seorang pendidik (guru) adalah sosok spesial dan biasanya menjadi tokoh di masyarakat atau ditokohkan oleh masyarakat, hal ini karena seorang pendidik dianggap sebagai sosok yang banyak ilmu dan pengalaman, apalagi yang senior. Namun demikian, guru tetaplah manusia biasa yang tak luput dari kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu sikap mawas diri perlu terus dilakukan, dan hasil kedua survei di atas kiranya bisa menjadi bahan untuk introspeksi dan menilai diri sendiri. Disadari atau tidak, ternyata dalam proses pembelajaran selama ini mereka (siswa-siswa) bukan hanya mencatat dan merekam materi yang diajarkan, namun juga mencatat, merekam dan menyimpan dalam memori mereka tentang siapa gurunya. Bisa jadi mereka hapal betul siapa kita, tutur kata kita, gaya berpakaian kita, sikap dan karakter kita, bahkan motivasi dan kinerja kita. Lalu apa hubungannya dengan judul diatas tentang cinta.

Hubungannya sangat signifikan, mereka anak-anak biasa yang punya indera, punya hati, dan punya rasa. Inilah yang kiranya perlu kita sadari bersama, bahwa pada hakikatnya siswa kita di sekolah sama dengan anak kita di rumah. Di rumah, anak kita selain butuh makan, minum, pakaian dan tempat tinggal, mereka juga butuh kasih sayang. Mereka butuh untuk dihargai keberadaannya, butuh diperhatikan aksinya, butuh untuk didengarkan ceritanya, butuh duduk dan jalan bersama, serta hal yang bersifat kebersamaan lainnya. Intinya mereka membutuhkan limpahan kasih dan sayang orang tuanya, yang dapat dikemas dalam satu kata "cinta". Di sekolah, siswa-siswi juga mengharap hal yang sama. Mereka butuh ilmu IPA, Matematika, Bahasa, Agama, Prakarya dan mapel-mapel lainnya termasuk Te-i-ka, karena memang mata pelajaran tersebut penting. Namun ada satu hal yang tidak kalah penting dan tidak boleh dikesampingkan yaitu hadirnya cinta dalam proses pembelajaran. Cinta dalam pembelajaran bisa berwujud  kumpulan motivasi, motivasi untuk beribadah, motivasi untuk belajar, motivasi untuk menggapai cita-cita, motivasi untuk kehidupan yang lebih baik, dan motivasi-motivasi untuk kebaikan lainnya.

Konsep dasarnya, hanya cinta yang akan melahirkan cinta, dan tidak mungkin berlaku sebaliknya. Oleh karena hati adalah tempat tumbuhnya cinta, berkembang serta bersemayamnya, maka untuk menyemai, menyebarkan dan menuai cinta juga harus melibatkan hati. Demikian pula pembelajaran harus melibatkan cinta yang ditandai dengan adanya perhatian, kelembutan dan kesabaran. Guru yang mengajar dengan penuh perhatian,  kelembutan, kesabaran inilah yang sebenarnya dirindukan oleh mereka. Faktanya, secara  psikologis anak-anak lebih suka diberikan kata motivasi dari pada caci maki, lebih senang disentuh dari pada sikap acuh tak acuh, lebih bahagia disapa dari pada dibiarkan saja, dan lebih bangga diberikan apresiasi dari pada dibuli. Kiranya itulah yang dilakukan Pak Eko (guru BK senior, memasuki masa pensiun tahun depan - Juni 2020) sangat paham masalah ini, sehingga beliau terpilih menjadi guru terfavorit.

Nama panggilan beliau adalah Pak Haji Eko, pengalaman dan kiprahnya di dunia pendidikan sudah tidak diragukan lagi, berpindah dari sekolah yang satu ke sekolah lain, termasuk berpengalaman pernah mengajar di daerah terpencil, Timor Timur.  Sosoknya yang supel dan rendah hati, nampak ramah dan sabar, pandai mengambil hati dan bijak dalam memotivasi, serta bisa ngemong sehingga anak-anak merasa dihargai, disayangi, diperhatikan dan dilindungi. Itulah yang menjadikan anak-anak akrab dan dekat kepada beliau, karena anak-anak merasa nyaman dan aman di dekat beliau yang dianggap seperti orangtua sendiri. Terlepas dari kekurangan beliau, beliau adalah guru kami, sosok senior yang hebat, sosok yang sangat bijaksana.

Tidak mudah untuk membuat kesimpulan yang integral,  namun kiranya beberapa hal berikut semoga bisa menjadi kesimpulan sederhana dalam tulisan kali ini;
  • Menjadi pendidik (guru) itu memang berat, tuntutan administrasinya banyak, tuntutan mental spiritual harus paripurna. Wajar, jika hati sedang sumpek dan tidak kondusif maka udara rasanya jengah, rasanya jadi saya adalah guru paling susah, mudah emosi inginnya marah-marah, hingga putus asa gak usah jadi guru sajalah. Percayalah sebenarnya tidak seberat yang dibayangkan, beban kita masih belum apa-apa dibandingkan yang lain.
  • Jika terasa capek dan lelah, bayangkan betapa lebih capeknya mereka yang rumahnya jauh dengan jarak 50-70 km (bahkan ada yang lebih) dengan waktu tempuh lebih dari 1 jam, mereka yang waktu dan energinya banyak terbuang dalam perjalanan, juga berbagai resiko dalam perjalanan. Bersabarlah, masih banyak yang lebih berat perjuangannya, bersyukurlah masih banyak yang kondisinya lebih melelahkan. 
  • Jika mudah marah dan emosi menghadapi siswa yang ekstra-aktif (susah diatur)bayangkan seorang guru mengajar 3 kelas bersamaan (biasa di daerah terpencil), atau pikirkan bagaimana repotnya guru yang mengajar siswa berkebutuhan khusus di SLB, atau sekedar merenung bagaimana berat dan susahnya menjadi seorang guru penyandang disabilitas (tuna netra) yang mengajar di sekolah umum. Bersabarlah, kita yang merasa normal dan mengajar sekolah umum, bagaimanapun jauh lebih ringan masalahnya.
  • Jika rasa malas dan bosan menjalar, barangkali kita perlu "merakyat" agar tahu bahwa di luar sana banyak orang menganggap mulia pekerjaan ini. Banyak dari mereka bersedia antri bertahun-tahun untuk bisa menjadi guru (apalagi yang PNS + Sertifikasi), bahkan jika bisa dengan cara membeli banyak dari mereka yang bersedia untuk membayarnya dengan harga tinggi. Bersyukurlah dan jangan sia-siakan amanah yang Alloh berikan ini.
  • Jika ada siswa bermasalahsusah diaturlah dan berbagai keluh kesah,  memang itulah tantangan pekerjaan guru sebenarnya. Latar belakang siswa yang heterogen membawa masalah yang juga heterogen pula. Hal ini berdasar kajian psikologi bahwa tidak ada orang yang tidak punya masalah, artinya semua orang punya masalah, hanya berbeda-beda bentuk dan kadarnya. Inilah tantangan guru untuk belajar, ujian kesabaran mencapai kebijaksanaan dan tangga motivasi untuk melakukan inovasi. 
Umumnya orang merasa senang jika dikatakan hebat, super, istimewa dan luar biasa. Sebaliknya akan tersinggung atau sakit hati jika dikoreksi atas kekurangan dan kesalahannya. Tidak mudah untuk bisa legowo dan nglenggono. Bahkan menjadi sangat sulit bagi mereka yang merasa benar karena merasa lebih tinggi derajatnya. Namun jika berkenan untuk merenung sejenak, membuka diri dan menyadari bahwa tidak ada orang yang baik 100 persen, kiranya akan menyadari bahwa setiap kita punya kekurangan dan kesalahan. Selanjutnya jika ada niat dan usaha untuk berubah menjadi lebih baik, insya-Alloh akan diberikan kemudahan. Targetnya bukan untuk menjadi yang terbaik (terfavorit), karena ada banyak parameter dan rivalnya sangat banyak. Fokusnya lebih kepada usaha maksimal untuk menjadi yang lebih baik dari sebelumnya, menguatkan semangat dan motivasi untuk melakukan yang terbaik.

Sebagai penutup,  mari kita sikapi masalah dengan proporsional, masalah di sekolah jangan menjadi beban pribadi apalagi sampai membuat diri menjadi frustasi. Setiap masalah pasti ada solusi, marilah kita hadapi bersama, kita bicarakan bersama dan kita carikan solusinya. Satu hal yang paling prinsip adalah tetap tenang, jangan terbawa emosi. Sebisa mungkin menjauhi kekerasan, baik kekerasan verbal maupun tindakan, dan lebih utama dengan sikap yang lemah lembut (Cuplikan ayat suci Al-Qur'an Surat Ali "Imron : 159). Adapun terhadap kesalahan yang sudah terlewatkan (terlanjur), maka cukupkan dengan introspeksi, perbanyak istighfar dan berusaha memperbaiki diri. Karena sesungguhnya yang membuat seorang terhina, terutama bukanlah kesalahannya, melainkan kekehnya untuk tidak mau mengaku keliru, memohon ampun, dan memperbaiki keadaan.

Akhirnya, marilah kita belajar mengubah diri, sedikit demi sedikit menjadi pendidik yang penuh cinta. Takaran cinta adalah "pengorbanan", dimana wujudnya "lebih banyak memberi dan tanpa mengharap balas", dan bukan sebaliknya banyak menuntut. Marilah kita ikut berperan dan ikut mengambil bagian dalam menyemai cinta di kelas-kelas dalam pembelajaran, dengan menebar kasih sayang di taman-taman lingkungan sekolah. Manfaat waktu senggang untuk memperhatikan dan menelisik mereka, barangkali masih ada di antara mereka yang bajunya lusuh, sobek atau tidak layak pakai, atau mungkin dari mereka yang terlihat galau, sedih, murung atau pucat yang ternyata belum sarapan pagi, barangkali di rumah belum ada sarapan pagi, atau bahkan mungkin sama sekali tidak ada bahan makanan untuk dimasak karena kondisi ekonomi. Pastikan tidak ada lagi wajah-wajah galau, sedih dan muram karena kurang perhatian.
Selamat berkarya, selamat bekerja, semoga sukses ... insya-Alloh.

Rabu, 14 Agustus 2019

Juara 1 Kabupaten Kembali Diusung SMP Negeri 2 Kepil, Slogan "Spero Joss" Makin Terasa

Nama SMP Negeri 2 Kepil kembali disebut di ajang lomba tingkat kabupaten, berhasil meraih piala Juara 1 Kabupaten Wonosobo, kali ini dari cabang lomba Pidato. Piala dan hadiah diserahkan langsung oleh ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo, Ibu Fairuz Eko Purnomo (Istri bupati Wonosobo). Tiada kata yang lebih tepat selain ucapan "ALHAMDULILLAH" sebagai ungkapan syukur atas semua kebaikan, atas semua karunia, semua semua nikmat dan atas semua prestasi yang telah kita raih. Seakan tidak percaya, seakan mimpi, begitu banyak prestasi yang diraih dalam waktu yang relatif singkat, dalam hitungan kurang dari 1 bulan berhasil membawa pulang 3 piala sebagai Juara 1. Yah, semua terjadi atas ijin-Nya, yang hanya akan memberikan sesuatu karunia kepada siapa yang dikehendaki-Nya sebagai ijabah atas doa dan usaha yang telah dilakukannya.

Hari itu, Selasa 13 Agustus 2019, Fadlika Putri Pitayani salah satu siswa kelas 9C SMPN 2 Kepil  menjadi fokus perhatian karena berhasil meraih nilai tertinggi dan menjadi Juara 1 pada ajang Lomba Pidato yang berlangsung di gedung Korpri Wonosobo. Fadlika terpilih untuk mewakili kecamatan Kepil dan bersaing dalam ajang yang dikuti oleh 19 peserta (sekolah) dari 16 kecamatan.  Lomba pidato yang diprakarsai oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo itu mengambil tema Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Kriteria penilaian lomba  meliputi beberapa hal yang cukup komplek antara lain naskah, sistematika, kesesuaian isi (konten), improvisasi, vokal dan penampilan.

Atas kemenangan ini, tim dari SMP Negeri 2 Kepil berhak membawa pulang tropi/piala Juara 1 dan hadiah uang pembinaan sebesar Rp. 200.000. Kepala sekolah, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd. atas nama sekolah, mewakili pembantu pimpinan, dewan guru dan karyawan memberikan ucapan Selamat  dan apresiasi setinggi-tingginya kepada ananda Fadlika karena telah mengharumkan nama sekolah. Apresiasi dan ucapan selamat juga disampaikan kepada Ibu Ruti Sumarni, M.Pd. dan Bapak Eko Sutomas, S.Pd selaku pembimbing, pendamping sekaligus motivator yang telah sukses memberikan arahan, bimbingan dan motivasi hingga tim kita berhasil meraih sukses.

Beberapa prestasi yang diraih SMP Negeri 2 Kepil akhir-akhir ini benar-benar sebuah kejutan, seakan menjadi gebrakan baru dari sekolah yang sebelumnya nampak adem-adem saja. Banyak mata mulai terbuka untuk memandang, banyak telinga mulai melebar untuk mendengar, bahwa ada  SMP Negeri di ujung paling timur Wonosobo yang ternyata menyimpan potensi hebat, yang selama ini nampaknya tersembunyi karena belum tergarap. Disisi lain, kesuksesan yang diraih oleh SMP Negeri 2 Kepil beberapa merasa iri, dan yang pasti adanya rasa penasaran dan muncul tanda tanya, ada apa, karena siapa, sejak kapan, mengapa dan bagaimana. Inilah peran sosok-sosok yang menginspirasi yang mampu memotivasi semua civitas akdemika untuk selalu memperbaiki diri dari hari ke hari, yang mampu menyentuh nurani untuk saling menghargai, yang mau mengajak serta meneladani untuk aktualisasi potensi diri dan membangun rasa percaya diri untuk melakukan yang terbaik.

Sekecil apapun kebaikan adalah prestasi, harus dihargai dan diberikan apresiasi, demikian pesan yang sering disampaikan kepala sekolah saat breefing setelah doa pagi sebagai pembuka aktifitas pagi hari. Dari sini akan tercipta iklim untuk berprestasi, mulai dari setiap diri pribadi pada setiap lini. Prestasi diri pada setiap lini ini jika terakumulasi akhirnya akan menjadi "piramida sukses" dalam berbagai segi, mulai dari seni, teknologi, jasmani hingga ruhani. Sukses yang pada ujungnya bukan hanya sukses pribadi, namun lebih kepada sukses korporasi. Sukses korporasi atau sukses institusi merupakan hasil dari kolaborasi sukses pribadi. Sukses korporasi adalah sukses terbaik, sukses yang sesungguhnya, karena gaung dari sukses korporasi akan menjulang ke atas, menghunjam ke bawah dan menyebar ke samping, dimana efeknya akan lebih dahsat dari pada sukses pribadi. Dampak sukses korporasi itu laksana air jernih yang mengalir dari pegunungan, terasa segar dan menyejukkan dari sela-sela batu di hulu hingga di sela-pasir di pesisir. Inilah yang diimpikan, didambakan dan diharapkan oleh semua elemen pendidikan, kepala sekolah, dewan guru, staf-karyawan, siswa, orangtua siswa dan masyarakat.

Sukses korporasi adalah sesuatu yang besar, istimewa dan luar biasa, untuk mewujudkannya tentu tak semudah membalik telapak tangan. Namun begitu, sesuatu yang besar dan terasa berat bukan berarti tidak mungkin, selama ada kemauan untuk berusaha. Ibaratnya jika seseorang ingin mendapatkan mutiara, maka tidak mungkin diperoleh dengan hanya bersantai dan bermain-main di tepi pantai, namun ia harus menyelam ke dasar laut. Oleh karena itu, yang terbaik yang kita lakukan tiada lain  mencoba untuk fokus bekerja lebih ekstra, merawat semangat jiwa korsa, menjaga sinergi dan kerja sama, saling mengisi dan melengkapi, serta munajat dan doa kepada Alloh sebagai bentuk kepasrahan atas segala usaha yang telah dilakukan.

Akhirnya, marilah kita semua memperbaiki niat, dengan "Bismillah" kita kuatkan azam untuk berusaha mengabdikan diri bekerja memberikan layanan pendidikan yang terbaik. Apapun jabatan, posisi dan peran yang kita sandang saat ini, kita bisa memberikan sumbangsih yang berharga, walau mungkin kelihatannya kecil. Dengan satu harapan, semoga yang kelihatannya kecil itu bisa menjadi suluh dan andil dalam mencetak generasi calon pemimpin bangsa yang kita cinta ini. Selamat beraktifitas, selamat bekerja, selamat berkarya, semoga sukses. Salam Spero Joss.

Kamis, 08 Agustus 2019

Piala SMPN 2 Kepil Bertambah Lagi, Berhasil Menjadi Juara 1 Lomba Yel-Yel Genre Tingkat Kecamatan Kepil

Kunci sukses seseorang, kelompok dan lembaga adalah motivasi dan percaya diri. Itulah yang selalu dibangun terus di SMP Negeri 2 Kepil sejak awal tahun ajaran baru 2019/2020 ini. Kepala sekolah, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd dalam acara breefing setiap pagi selalu mengingatkan dan memberikan motivasi kepada guru untuk melakukan pelayanan yang terbaik kepada semua peserta didik. Guru, staf dan murid pada dasarnya sama, bahwa kita semua membutuhkan suntikan motivasi yang terus-menerus, membutuhkan inspirasi yang bisa membangunkan kesadaran terhadap sesuatu pekerjaan. Bahwa siapapun kita, jika kita punya motivasi yang kuat, jika kita mau bersungguh-sungguh maka kita pasti bisa melakukan yang terbaik. Motivasi itulah yang selalu harus kita bangun dalam mengelola sekolah, mengemban amanah pelayanan pendidikan siswa untuk meraih prestasi dan kesuksesan masa depan mereka.

Adanya rasa percaya diri dan motivasi yang kuat itulah yang mengantarkan SMP Negeri 2 Kepil kembali meriah sukses dalam even-even kejuaran. Setelah sebelumnya menjadi Juara 1 Desain Poster dalam FLS2N tingkat kabupaten Wonosobo, kini sebuah prestasi terbaru diraih kembali. SMP Negeri 2 Kepil menjadi Juara 1 dalam lomba Yel-Yel Program Generasi Berencana (Genre) kategori PIK Remaja. Dengan berhasil memenangkan lomba yang diikuti 27 peserta beregu ini, maka regu dari SMP Negeri 2 Kepil berhak mendapatkan piala, piagam dan uang pembinaan sebesar Rp. 250.000, Alhamdulillah.

Aspek yang dinilai dalam lomba ini meliputi koreografi, kreativitas, penampilan, kostum, isi materi dan ketepatan waktu. Kami atas nama sekolah mengucapkan Selamat dan Sukses atas prestasi ini. Lomba Yel-Yel Genre dilaksanakan pada hari Kamis, 8 Agustus 2019 di kecamatan Kepil. Regu Yel-Yel itu di-awaki oleh 3 siswa putri yang semuanya duduk di kelas 9 (sembilan) SMP Negeri 2 Kepil, yaitu :  Fadlika Putri Pitayani (koreografer dan ide), Bekti Khoirunnisa dan Andini (kreativitas). Dari video yang beredar di sekolah dan masyarakat diakui memang penampilan mereka hebat luar biasa. Apresiasi dan ucapan Selamat dan Sukses juga kami kepada kepala sekolah, guru pembimbing dan pembina OSIS. 

Yah, karena dibalik sukses Regu Yel-Yel ini ada sosok di balik layar yang menjadi inspirasinya. Yang pertama adalah Pak Hadi Wiyono selaku kepala sekolah dengan progres OSIS sebagai pasukan ELIT-nya sekolah telah memberikan motivasi dan kepercayaan tersendiri bagi OSIS. Yang kedua Ibu Ruti Sumarni, M.Pd sebagai guru pembimbing yang multi talenta, serta yang ketiga Bapak Irwan Susetyo Putro, S.Pd selaku pembina OSIS yang bekerja All-In dan All-Out seakan tak pernah merasa capek ataupun rasa lelah. Ditambah dukungan dan doa dari semua civitas akedemika yang lain akhirnya regu SMP Negeri 2 Kepil berhasil menyisihkan 26 peserta beregu yang lain dalam lomba tersebut.  Rupanya beliau-beliau semua terinspirasi kalimat motivasi "Hasil Tak Akan Pernah Menghianati Proses". Sesuatu yang hebat tidak mungkin dihasilkan dari proses yang serampangan, sekenanya dan apalagi dengan tidak serius. Diperlukan visi dan orientasi, diperlukan analisis dan perencanaan, diperlukan motivasi dan pengawasan, dan terakhir diperlukan kesungguhan dan ketulusan. Itulah yang menjadi dasar setiap mereka yang pernah mencapai sukses. 

Akhirnya, dengan mengutip arahan kepala sekolah "untuk terus berusaha memberikan layanan yang terbaik", mari kita membenahi niat untuk melakukan yang terbaik dalam memberikan pelayanan pendidikan. Semoga apa yang kita lakukan akan menjadi catatan dan tabungan kita, catatan dan tabungan kebaikan. Tidak akan pernah rugi orang yang berbuat kebaikan kepada orang lain, karena sejatinya setiap kebaikan dilakukan akan kembali kepada diri pembuatnya, demikian pula sebaliknya dengan keburukan. Semoga kita diberikan kemudahan untuk melakukan berbagai kebaikan dan dihindarkan dari perilaku keburukan. Selamat berkarya, selamat bekerja dan selamat bertugas, semoga sukses .... Aamiin. Salam Spero Joss.

Kamis, 01 Agustus 2019

Struktur Organisasi SMP Negeri Kepil Tahun 2019

Struktur organisasi bagi sebuah lembaga adalah manifestasi sistem managerial sebuah lembaga dalam rangka penataan sumber daya manusia yang ada di dalamnya (Managemen SDM). Tata urutan dalam struktur organisasi disusun secara hirarki berdasarkan posisi dan tingkat kewenangan. Hal ini berlaku secara umum dalam semua lembaga, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Bagi sekolah susunan yang muncul dalam struktur organisasi adalah gambaran pemetaan berjenjang sumber daya manusia menunjukkan tingkat kepentingan dalam proses pengambilan keputusan. Pemetaan dan penataan manajemen adalah hal yang krusial bagi tumbuh kembang sebuah sekolah.

Hal ini juga dirasakan oleh SMP Negeri 2 Kepil yang sudah beroperasi selama 35 tahun (berdiri tahun 1984). Kepala sekolah, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd., merasa perlu untuk membuat struktur organisasi yang bisa mengakomodir semua kepentingan dalam rangka pengembangan manajemen. Maka pihak manajeman sekolah merasa perlu untuk selalu berbenah dan berubah dalam penataan manajemen dengan tujuan dinamisasi organisasi.
Berikut ini adalah struktur organisasi yang dirilis di tahun ajaran 2019/2020.


Model struktur organisasi ini memang sengaja dibuat berbeda dengan tampilan struktur organisasi pada umumnya, dimana foto para personil nampak pose santai dengan mengenakan pakaian yang bebas dan nuansa yang open. Hal ini sejalan dengan konsep kepala sekolah yang diusung dengan tajuk "Berani Tampil Beda". Sementara di seberang sana banyak orang yang takut berbeda, karena takut dengan predikat negatif, padahal tidak semua yang berbeda harus dinilai negatif.

Jika kita mau membuka diri, membuka wawasan dan sedikit keluar dari "kotak harus sama", di luar sana justru banyak ditemukan sosok dan sekolah hebat yang diawali dengan sesuatu yang dianggap berbeda. Jadi, jangan takut berbeda selama dalam koridor yang benar, karena berbeda bukan berarti salah, apalagi jika bisa menjadi pemicu dan pemacu untuk maju dan berprestasi.
Selamat beraktifitas, selamata berkarya, smeoga sukses.

Senin, 22 Juli 2019

Meraih Juara 1 di Kabupaten Wonosobo, SMPN 2 Kepil Siap Bersaing di Ajang FLS2N Tingkat Propinsi Jawa Tengah

Alhamdulillah, SMP Negeri 2 Kepil berhasil menjadi Juara 1 tingkat Kabupaten Wonosobo pada ajang FLS2N tahun 2019, ini adalah karunia dari Alloh SWT yang telah dilimpahkan kepada sekolah ini. Ananda TEVITA BRAVELO, siswa kelas 9D dibawah bimbingan Bapak Aris Winarno, S.Pd (guru Seni Budaya) berhasil menjadi Juara 1 dalam cabang lomba Desain Poster. Lomba yang dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2019 ini telah menorehkan prestasi bagi sekolah, dan ini adalah prestasi hebat dan menjadi kebanggaan yang luar biasa. Atas prestasi ini, SMP Negeri 2 Kepil mendapat kesempatan maju untuk berlaga di tingkat propinsi dalam ajang yang sama, yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 6-7 Agustus 2019, bertempat di Hotel Puri Garden dan BPM Dikjur Jawa Tengah yang berlokasi di Jalan Brotojoyo Plombokan Semarang.

Bismillah, itulah kata yang selalu disuarakan untuk membangun kekuatan dan semangat baru. Sangat tepat jika kepala sekolah baru memakai tagline kata Bismillah. "Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH", kata ini kini telah menjadi slogan baru, menjadi kekuatan baru di tahun ajaran baru. Slogan tersebut terpasang dalam Banner selamat datang yang terangkai dengan beberapa kata penuh motivasi, penuh semangat dan menjadikan energi positif untuk melangkah lebih mantab di tahun ajaran baru. Secara lengkap banner itu bertuliskan "Selamat Datang Di Sekolah Sejuta Impian, SMP Negeri 2 Kepil, Awali Suksesmu Dari Sini - Mulailah Segala Sesuatu Dengan Bismillah". Ini adalah salah satu upaya membangun sikap optimis meraih prestasi dan jiwa yang penuh harap kepada limpahan rahmat dan karunia dari Alloh SWT.

Yah, mengawali tahun ajaran baru 2019/2020 banyak hal baru yang nampak di SMP Negeri 2 Kepil. Pejabat kepala sekolah baru SMP Negeri Kepil, Bapak Hadi Wiyono, S.H., M.Pd., yang secara resmi diterimakan ke komite sekolah pada tanggal 5 Juli 2019 telah memberikan warna baru dalam pengelolaan manajemen sekolah. Dimulai dari pembiasaan disiplin yang diberlakukan bagi semua civitas akademika tanpa terkecuali, guru, staff dan siswa. Sebelum rangkaian KBM yang dimulai pukul 07.00 suasana sekolah sudah nampak hidup dengan diperdengarkannya suara penggugah ruhani berupa pembacaan murotal (ayat-aya Al-Quran). Lalu pada pukul 07.00 terdengar bunyi bel tanda aktivitas KBM dimulai, siswa masuk kelas untuk kegiatan pembiasaan, kegiatan kerohanian yang berupa pembacaan Asmaul Husna dan/atau Tadarus Juz 'Amma.

Hal baru lainnya adalah adanya doa bersama bagi guru dan staff, dilakukan setiap hari pada saat siswa melakukan kegiatan pembiasaan pagi. Bertempat di ruang guru, kepala sekolah bersama jajaran wakil pimpinan, guru dan staff melaksanakan doa bersama yang di pimpin guru agama atau wakil pimpinan, kemudian dilanjutkan breefing pagi hingga menjelang pelajaran pertama dimulai. Dengan doa bersama dan breefing pagi yang dilakukan setiap hari dengan sendirinya menjadi pembiasaan baik bagi semua jajaran pimpinan, guru dan staff, diantaranya menjadi lebih disiplin dan terkontrol (malu jika terlambat), selalu koordinasi dan mendapatkan titik temu setiap permasalahan yang terjadi, dan selalu mendapatkan suntikan semangat dan motivasi untuk melakukan pengabdian yang terbaik dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada semua peserta didik.

Kebersihan lingkungan adalah salah satu fokus yang terus diupayakan agar tercipta lingkungan yang bersih, rapi, indah dan asri. Upaya pencapaian target menjadi sekolah Adiwiyata pada tahun 2020 bukan pekerjaan yang ringan, namun dengan semangat, usaha dan kerja keras insya-Alloh akan terwujud. Beragam rencana pengembangan sekolah telah diagendakan dan disosialisasikan oleh kepala sekolah, antara lain: # renovasi pintu gerbang (pintu masuk) agar lebih aman dan lebih mudah saat pengendara motor/mobil keluar masuk ke lokasi sekolah, # pembuatan tempat parkir motor siswa pada tempat yang khusus agar lebih rapi, aman dan terlindungi, # penyediaan tong sampah yang khusus agar pengelolaan sampah bisa mendukung program kebersihan sekolah dan # pembinaan sikap dan mental siswa yang lebih terprogram dalam berbagai bidang.

Akhirnya, marilah kita semua turut andil dalam memajukan pendidikan, baik sebagai guru, sebagai siswa, sebagai orangtua/wali atau sebagai masyarakat agar terwujud harapan dan cita-cita pendidikan untuk membangun generasi yang muda yang cerdas, terampil, berprestasi, berakhlak mulia dan peduli lingkungan, insya-Alloh. Kami berharap bantuan doa semoga SMP Negeri 2 Kepil bisa lebih maju dan lebih berprestasi, bisa berbagi manfaat bagi lingkungan masyarakat dan negara. Selamat beraktifitas, selamat belajar, selamat berkarya, semoga sukses, Aamiin.

Senin, 08 Juli 2019

Sambutan Kepala Sekolah SMPN 2 Kepil 2019

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, marilah senantiasa kita panjatkan puji syukur kehadlirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, taufik, hidayah serta inayah-Nya kepada kita semua, sehingga sampai tahun 2019 ini kita masih diberi kesempatan untuk ikut berpartisipasi secara aktif dalam dunia pendidikan. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, kecepatan memperoleh informasi akan menjadi modal utama dalam rangka menentukan langkah ke depan, sehingga kebahagiaan hidup yang menjadi dambaan setiap insan dapat terwujud. 

Tanggal 5 Juli 2019 adalah hari dimana secara resmi saya menjadi pemimpin di SMP Negeri 2 Kepil, sekolah yang juga pernah menjadi almamater saya. Sekolah kami adalah SMP Negeri yang berada ujung paling timur Wonosobo, berada di wilayah perbatasan kabupaten Wonosobo dan kabupaten Magelang. Sekolah kecil dengan jumlah siswa kisaran 330-an siswa yang diampu oleh guru dan karyawan yang berjumlah 35-an orang. Karena sekolah kami berada di pintu gerbang kabupaten, kami ingin menjadi sekolah model yang bisa mewakili wajah dan watak sekolah-sekolah lain di Wonosobo, itulah harapan besar kami.

Kehadiran website SMPN 2 Kepil ini benar-benar diharapkan bisa membawa perubahan dalam era keterbukaan informasi, sehingga setiap kegiatan, setiap kemajuan dan setiap perkembangan sekolah ini dapat disebarkan secara luas. Dengan adanya internet, saat ini informasi tentang SMPN 2 Kepil bisa diakses dari seluruh kota maupun pelosok negeri. Kami akan selalu berusaha mencoba menyampaikan berbagai hal; ide, gagasan, wawasan dan pengalaman dengan satu harapan semoga bisa bermanfaat dan bisa turut andil dalam pendidikan generasi bangsa pada umumnya, dan khususnya sekitar Wonosobo dan Magelang.

Akhir kata, dengan slogan Mulailah segala sesuatu dengan "Bismillah", mari kita manfaatkan setiap waktu kita, setiap anggota tubuh kita untuk pengabdian dalam memberikan layanan pendidikan yang terbaik. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap langkah kita. Amin....

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Kepala SMP Negeri 2 Kepil Wonosobo
Hadi Wiyono, S.H., M.Pd.

Sabtu, 06 Juli 2019

PPDB Online 2019 - Edisi Ujicoba Sistem Zonasi di SMPN 2 Kepil

Tahun 2019 adalah kali pertama Pemkab Wonosobo (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) menerapkan sistem penerimaan peserta didik baru secara online PPDB-Online untuk semua SMP Negeri di Wonosobo. Program PPDB Online ini dikomandani oleh Ibu Lintang Esti Pramanasari, S.Psi, MAP, M.Si,  salah satu staf dinas Dikpora dengan sosok yang terlihat smart dan energik. Jabatan yang diamanahkan kepada beliau adalah  Kepala Bidang Bina Program dan Pengembangan (BPP) Dinas Dikpora Kab Wonosobo. Tahun ini semua SMP Negeri di kabupaten Wonosobo yang berjumlah 72 sekolah wajib melaksanakan dan menggunakan sistem PPDB Online, sebuah  aplikasi web multi user yang menggunakan jaringan internet.

Rangkaian proses PPDB-Online diawali beberapa pekan sebelum hari H dengan proses pendaftaran akun dan verifikasi data, semua kegiatan dilakukan menggunakan aplikasi berbasis web (internet). Alamat website (server) yang digunakan untuk PPDB Online adalah http://ppdb.wonosobokab.go.id/. Waktu pendaftaran secara online dibatasi, hanya selama tiga hari, yaitu tanggal 1 - 3 Juli 2019. dan hasil akhirnya diumumkan pada tanggal 5 Juli 2019. Dari rekap terakhir yang diperoleh dari website tersebut diperoleh data sebagai berikut : Total sekolah = 72, Total kuota pendaftaran = 9019, Total masuk kuota = 6990, Total tidak masuk kuota = 501.

Sistem PPDB-Online tersebut mengadopsi peraturan menteri pendidikan (permen) tentang sistem penerimaan peserta didik baru, yang dalam aplikasinya berpola pada ; jalur zonasi sebagai prioritas utama, dimana calon peserta didik baru diutamakan dari daerah sekitar lokasi sekolah (batas radius 5 kilometer), disusul jalur prestasi dan jalur perpindahan orangtua. Hal ini cukup berdampak bagi sekolah-sekolah pinggiran atau wilayah perbatasan, seperti SMP Negeri 2 Kepil, sekolah ditapal batas ujung timur yang letaknya di daerah perbatasan dengan kabupaten kabupaten Magelang. Dampak utama adalah terkait proses pendaftaran yang harus melalui pengajuan akun dan  proses verifikasi data bagi calon pendaftar yang berasal dari kabupaten lain.

Pengumuman PPDB 2019 SMP Negeri 2 Kepil
Hari itu Jumat, 5 Juli 2019 situasi di kampus SMP Negeri 2 Kepil nampak lebih ramai dari biasanya, nampak sangat aktif dan penuh kesibukan. Hal ini terlihat dengan banyaknya kendaraan (motor) yang terparkir di halaman depan sekolah. Sedikit masuk ke dalam, di hall sekolah terlihat banyak anak-anak usia 12-13 tahun duduk-duduk bersama orangtuanya, nampak sedang menunggu sesuatu dengan wajah cemas penuh harap. Hari itu adalah hari yang dijadwalkan untuk pengumuman hasil akhir proses penerimaan peserta didik baru yang dilaksanakan secara online.

PPDB 2019 di SMP Negeri 2 Kepil ini ditangani oleh panitia yang masih tergolong yunior, dimana personilnya didominasi oleh guru yunior, sehingga bisa dibilang panitia PPDB 2019 dengan sistem online ini adalah kelinci percobaan. Dalam kepanitiaan ada nama Pak Irwan Susetyo Putro, S.Pd (Sekretaris), Ibu Rini Utami, S.Pd (Bendahara), Pak Suronto (Verifikator) dan Pak Maryanto (Ketua - bayangan). Dari pantauan selama pelaksanaan PPDB Online, walau mereka masih yunior, namun secara operasional kepanitiaan ini berjalan lancar dan sukses. Kinerja mereka bisa dibilang luar biasa (bukan karena terbiasa di luar lho), terutama dari sekretaris dan bendaharanya yang bekerja full-time dan full-condition. Kondisi, situasi dan kebutuhan yang semua serba mendesak membuat iklim dan suasana all-in dan all-out, dimana bendahara serasa sekretaris, sekretaris serasa ketua dan ketua serasa anggota (pengakuan jujur sang ketua).

Tokoh sentral kegiatan PPDB SMP Negeri 2 Kepil di tahun 2019 ini adalah Pak Irwan selaku sekretaris terlihat sangat lincah, gesit dan mumpuni, berbekal wawasan dan pengalaman yang banyak maka benar-benar bisa diandalkan. Ditambah dua sosok hebat lainnya yang menjadi kunci sukses tim PPDB, yaitu ; 1) Bu Rini yang all-out memback-up semua kegiatan dari awal hingga akhir dan nyaris tidak pernah libur di saat teman-teman lainnya berlibur, 2) Pak Ronto yang ahli IT dan kiprahnya sebagai salah satu admin dinas membuat pekerjaan yang terkait dengan aplikasi yang berhubungan dengan jaringan dinas pendidikan menjadi jauh lebih mudah dan cepat. Bahkan ketika ketuanya sedang dalam kesibukan lain, semua aktifitas tetap berjalan lancar, mulai dari sosialisasi, pra-pendaftaran hingga hari terakhir saat dilaksanakan pengumuman.

Dari laporan hasil pengumuman PPDB Online, untuk SMP Negeri 2 Kepil terbaca data bahwa jumlah calon peserta didik (pendaftar) yang berhasil mendaftar secara online di SMPN 2 Kepil berjumlah 117 anak dari total pengajuan berkas pendaftaran sebanyak 120 anak. Jumlah tersebut relatif sama untuk setiap tahun ajaran baru, dan jika ditelisik berdasar asal tempat tinggalnya juga relatif sama untuk tiap tahunnya. Perbandingan calon peserta didik yang berasal dari dalam kabupaten dan luar kabupaten, yaitu berkisar 50%, artinya sekitar separuh siswa SMPN 2 Kepil berasal dari kabupaten lain, terutama kabupaten Magelang sisi barat, untuk wilayah Salaman adalah desa Kaliabu, dan untuk wilayah Kajoran meliputi Kuwaderan, Pandanretno dan Wuwuharjo.

Setelah hasil PPDB Online diumumkan di papan pengumuman, selanjutnya calon peserta didik yang dinyatakan diterima memasuki ruangan panitia PPDB dengan didampingi orangtuanya untuk mendapatkan penjelasan terkait daftar ulang dan berbagai hal terkait persiapan kegiatan MPLS di awal tahun pelajaran. Nampak wajah mereka berbinar-binar bahagia, karena harapan untuk bisa belajar tingkat lanjut di SMP Negeri 2 Kepil akan terwujud. Sekolah baru di tahun ajaran baru 2019/2020, sekolah tempat mereka belajar untuk menyongsong masa depan yang penuh dengan harapan dan cita-cita meraih sukses.

Akhir kata, kami berdoa semoga proses penerimaan peserta didik baru di tahun depan bisa jauh lebih sukses dari tahun 2019 ini. Atas nama panitia PPDB 2019 kami menyampaikan terima kasih atas segala bantuan dan kerjasama semua pihak selama proses PPDB berlangsung. Tak lupa atas nama panitia kami juga menyampaikan permohonan maaf atas segala khilaf, kesalahan dan kekurangan yang kami lakukan dari awal hingga akhir. Selamat beraktifitas, selamat berkarya, semoga sukses.

Senin, 01 Juli 2019

Direktori Guru Bimbingan Konseling Tahun Ajaran 2019/2020

Staf Ahli Bimbingan Konseling SMPN 2 Kepil

Nama : H. Eko Sutomas, S.Pd
Jabatan : Koordinator BK (PNS)
Spesialis : Spiritual Building
Alamat : Sriwedari Salaman Magelang
Hobi-1 : Catur
Hobi-2 : Piknik / Wisata
Sosial-1 : Pengusaha Rumah Makan
Sosial-2 : MC dan
Sosial-3 : Ustad Pengajian
Pengalaman : Ketua BPD


Nama : Drs. H. M. Abdul Latif, M.Pd.
Jabatan : Guru BK (PNS)
Spesialis : Administrasion Consulting
Alamat : Sirandu, Tempuran, Magelang
Hobi-1 : Catur
Hobi-2 : Bulutangkis
Hobi-3 : Kuliner Ekstra Pedas
Sosial-1 : Persewaan Sawah
Sosial-2 : Hortikultura
Pengalaman : Ketua RT dan Ketua Majelis Taklim

Direktori Staf & Tata Usaha Tahun Ajaran 2019/2020

Staf Administrasi dan Tata Usaha

Nama : Sri Supamii, S.Pd
Jabatan : Kepala Tata Usaha (PNS)
Spesialis : Bos dan Keuangan
Alamat : Bambusari Kajoran Magelang
Hobi-1 : Memasak
Hobi-2 : Piknik / Wisata
Hobi-3 : Berdagang
Sosial-1 : Pengusaha sound sistem
Sosial-2 : Rental mobil
Sosial-3 : Arisan
Pengalaman : Ketua PKK


Nama : Suronto
Jabatan : Staf Tata Usaha (PNS)
Spesialis : Dapodik dan Aplikasi Web
Alamat : Sirandu, Kepil, Wonosobo
Hobi-1 : Semua olahraga
Hobi-2 : Seni musik
Hobi-3 : Utak-atik Komputer
Sosial-1 : Pengusaha Foto Studio - Video Shooting
Sosial-2 : Dekorasi, Salon dan Rias Pengantin
Sosial-3 : Bajak Aplikasi
Pengalaman : Ketua RT dan Ketua Majelis Taklim


Nama : Mumfasikhah
Jabatan : Staf Administrasi
Spesialis : Aset dan Arsip
Alamat : Sirandu, Kepil, Wonosobo
Hobi-1 : Memasak
Hobi-2 : Piknik / Wisata
Hobi-3 : Berdagang
Sosial-1 : Pengusaha Catering
Sosial-2 : Rental mobil
Pengalaman : solo album



Nama : Khusainudin
Jabatan : Staf Administrasi
Spesialis : Jaga Malam dan Kebrsihan
Alamat : Sirandu, Kepil, Wonosobo
Hobi-1 : Pencak silat
Hobi-2 : Sepak bola
Hobi-3 : Ngaji
Sosial-1 : Pengobatan Alternatif
Sosial-2 : Pengurus Banser
Pengalaman : Ketua Takmir Masjid

Rabu, 03 April 2019

Angket / Kuesioner Siswa Kelas IX, Wahana Bercermin Bagi Guru dan Sekolah

Mengisi Angket
Hari ini, Senin 1 April 2019 mulai dilaksanakan pengisian angket secara online oleh siswa kelas IX. Pengisian angket atau yang sering disebut kuesioner dilaksanakan di laboratorium komputer pada saat pembelajaran Bimbingan TIK.

Pengisian angket ini diharapkan bisa menjadi wahana untuk memperoleh masukan dari siswa terkait kondisi kelas, lingkungan sekolah dan khususnya layanan pendidikan di SMPN 2 Kepil. Hasil masukan dari angket yang diisi siswa kelas IX merupakan cerminan dan evaluasi tentang proses pendidikan di sekolah, diharapkan bisa menjadi bahan renungan, evaluasi dan pembenahan bagi proses pendidikan di sekolah.

Bagi siswa kelas IX, ISILAH DENGAN SE-JUJUR-JUJUR-NYA, tidak perlu MALU, SUNGKAN atau TAKUT, insya-Alloh semua rahasia dijamin.

Untuk mengisi angket, silahkan Klik dibawah ini.


Setelah siswa mengisi angket, pembelajaran dilanjutkan penyampaian materi dan praktik tentang aplikasi internet. Materi Pelajaran TIK bagi kelas IX (Bimbingan TIK) pada minggu ini adalah yang terakhir, karena pada pekan depan USBN sudah mulai dilaksanakan, karena seperti biasanya setelah USBN maka mata pelajaran selain yang di-UN-kan sudah tidak lagi disampaikan. Untuk materi TIK kelas IX adalah pembelajaran praktik membuat Blog Pribadi, agar mereka bisa berekspresi membuat dan berbagi tulisan di internet. 

Demikian tulisan kali, semoga bisa menambah wawasan dan semangat baru. Selamat berkarya, selamat bertugas, semoga bermanfaat.