text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...

Sabtu, 06 Juli 2019

PPDB Online 2019 - Edisi Ujicoba Sistem Zonasi di SMPN 2 Kepil

Tahun 2019 adalah kali pertama Pemkab Wonosobo (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) menerapkan sistem penerimaan peserta didik baru secara online PPDB-Online untuk semua SMP Negeri di Wonosobo. Program PPDB Online ini dikomandani oleh Ibu Lintang Esti Pramanasari, S.Psi, MAP, M.Si,  salah satu staf dinas Dikpora dengan sosok yang terlihat smart dan energik. Jabatan yang diamanahkan kepada beliau adalah  Kepala Bidang Bina Program dan Pengembangan (BPP) Dinas Dikpora Kab Wonosobo. Tahun ini semua SMP Negeri di kabupaten Wonosobo yang berjumlah 72 sekolah wajib melaksanakan dan menggunakan sistem PPDB Online, sebuah  aplikasi web multi user yang menggunakan jaringan internet.

Rangkaian proses PPDB-Online diawali beberapa pekan sebelum hari H dengan proses pendaftaran akun dan verifikasi data, semua kegiatan dilakukan menggunakan aplikasi berbasis web (internet). Alamat website (server) yang digunakan untuk PPDB Online adalah http://ppdb.wonosobokab.go.id/. Waktu pendaftaran secara online dibatasi, hanya selama tiga hari, yaitu tanggal 1 - 3 Juli 2019. dan hasil akhirnya diumumkan pada tanggal 5 Juli 2019. Dari rekap terakhir yang diperoleh dari website tersebut diperoleh data sebagai berikut : Total sekolah = 72, Total kuota pendaftaran = 9019, Total masuk kuota = 6990, Total tidak masuk kuota = 501.

Sistem PPDB-Online tersebut mengadopsi peraturan menteri pendidikan (permen) tentang sistem penerimaan peserta didik baru, yang dalam aplikasinya berpola pada ; jalur zonasi sebagai prioritas utama, dimana calon peserta didik baru diutamakan dari daerah sekitar lokasi sekolah (batas radius 5 kilometer), disusul jalur prestasi dan jalur perpindahan orangtua. Hal ini cukup berdampak bagi sekolah-sekolah pinggiran atau wilayah perbatasan, seperti SMP Negeri 2 Kepil, sekolah ditapal batas ujung timur yang letaknya di daerah perbatasan dengan kabupaten kabupaten Magelang. Dampak utama adalah terkait proses pendaftaran yang harus melalui pengajuan akun dan  proses verifikasi data bagi calon pendaftar yang berasal dari kabupaten lain.

Pengumuman PPDB 2019 SMP Negeri 2 Kepil
Hari itu Jumat, 5 Juli 2019 situasi di kampus SMP Negeri 2 Kepil nampak lebih ramai dari biasanya, nampak sangat aktif dan penuh kesibukan. Hal ini terlihat dengan banyaknya kendaraan (motor) yang terparkir di halaman depan sekolah. Sedikit masuk ke dalam, di hall sekolah terlihat banyak anak-anak usia 12-13 tahun duduk-duduk bersama orangtuanya, nampak sedang menunggu sesuatu dengan wajah cemas penuh harap. Hari itu adalah hari yang dijadwalkan untuk pengumuman hasil akhir proses penerimaan peserta didik baru yang dilaksanakan secara online.

PPDB 2019 di SMP Negeri 2 Kepil ini ditangani oleh panitia yang masih tergolong yunior, dimana personilnya didominasi oleh guru yunior, sehingga bisa dibilang panitia PPDB 2019 dengan sistem online ini adalah kelinci percobaan. Dalam kepanitiaan ada nama Pak Irwan Susetyo Putro, S.Pd (Sekretaris), Ibu Rini Utami, S.Pd (Bendahara), Pak Suronto (Verifikator) dan Pak Maryanto (Ketua - bayangan). Dari pantauan selama pelaksanaan PPDB Online, walau mereka masih yunior, namun secara operasional kepanitiaan ini berjalan lancar dan sukses. Kinerja mereka bisa dibilang luar biasa (bukan karena terbiasa di luar lho), terutama dari sekretaris dan bendaharanya yang bekerja full-time dan full-condition. Kondisi, situasi dan kebutuhan yang semua serba mendesak membuat iklim dan suasana all-in dan all-out, dimana bendahara serasa sekretaris, sekretaris serasa ketua dan ketua serasa anggota (pengakuan jujur sang ketua).

Tokoh sentral kegiatan PPDB SMP Negeri 2 Kepil di tahun 2019 ini adalah Pak Irwan selaku sekretaris terlihat sangat lincah, gesit dan mumpuni, berbekal wawasan dan pengalaman yang banyak maka benar-benar bisa diandalkan. Ditambah dua sosok hebat lainnya yang menjadi kunci sukses tim PPDB, yaitu ; 1) Bu Rini yang all-out memback-up semua kegiatan dari awal hingga akhir dan nyaris tidak pernah libur di saat teman-teman lainnya berlibur, 2) Pak Ronto yang ahli IT dan kiprahnya sebagai salah satu admin dinas membuat pekerjaan yang terkait dengan aplikasi yang berhubungan dengan jaringan dinas pendidikan menjadi jauh lebih mudah dan cepat. Bahkan ketika ketuanya sedang dalam kesibukan lain, semua aktifitas tetap berjalan lancar, mulai dari sosialisasi, pra-pendaftaran hingga hari terakhir saat dilaksanakan pengumuman.

Dari laporan hasil pengumuman PPDB Online, untuk SMP Negeri 2 Kepil terbaca data bahwa jumlah calon peserta didik (pendaftar) yang berhasil mendaftar secara online di SMPN 2 Kepil berjumlah 117 anak dari total pengajuan berkas pendaftaran sebanyak 120 anak. Jumlah tersebut relatif sama untuk setiap tahun ajaran baru, dan jika ditelisik berdasar asal tempat tinggalnya juga relatif sama untuk tiap tahunnya. Perbandingan calon peserta didik yang berasal dari dalam kabupaten dan luar kabupaten, yaitu berkisar 50%, artinya sekitar separuh siswa SMPN 2 Kepil berasal dari kabupaten lain, terutama kabupaten Magelang sisi barat, untuk wilayah Salaman adalah desa Kaliabu, dan untuk wilayah Kajoran meliputi Kuwaderan, Pandanretno dan Wuwuharjo.

Setelah hasil PPDB Online diumumkan di papan pengumuman, selanjutnya calon peserta didik yang dinyatakan diterima memasuki ruangan panitia PPDB dengan didampingi orangtuanya untuk mendapatkan penjelasan terkait daftar ulang dan berbagai hal terkait persiapan kegiatan MPLS di awal tahun pelajaran. Nampak wajah mereka berbinar-binar bahagia, karena harapan untuk bisa belajar tingkat lanjut di SMP Negeri 2 Kepil akan terwujud. Sekolah baru di tahun ajaran baru 2019/2020, sekolah tempat mereka belajar untuk menyongsong masa depan yang penuh dengan harapan dan cita-cita meraih sukses.

Akhir kata, kami berdoa semoga proses penerimaan peserta didik baru di tahun depan bisa jauh lebih sukses dari tahun 2019 ini. Atas nama panitia PPDB 2019 kami menyampaikan terima kasih atas segala bantuan dan kerjasama semua pihak selama proses PPDB berlangsung. Tak lupa atas nama panitia kami juga menyampaikan permohonan maaf atas segala khilaf, kesalahan dan kekurangan yang kami lakukan dari awal hingga akhir. Selamat beraktifitas, selamat berkarya, semoga sukses.

Senin, 01 Juli 2019

Direktori Guru Bimbingan Konseling Tahun Ajaran 2019/2020

Staf Ahli Bimbingan Konseling SMPN 2 Kepil

Nama : H. Eko Sutomas, S.Pd
Jabatan : Koordinator BK (PNS)
Spesialis : Spiritual Building
Alamat : Sriwedari Salaman Magelang
Hobi-1 : Catur
Hobi-2 : Piknik / Wisata
Sosial-1 : Pengusaha Rumah Makan
Sosial-2 : MC dan
Sosial-3 : Ustad Pengajian
Pengalaman : Ketua BPD


Nama : Drs. H. M. Abdul Latif, M.Pd.
Jabatan : Guru BK (PNS)
Spesialis : Administrasion Consulting
Alamat : Sirandu, Tempuran, Magelang
Hobi-1 : Catur
Hobi-2 : Bulutangkis
Hobi-3 : Kuliner Ekstra Pedas
Sosial-1 : Persewaan Sawah
Sosial-2 : Hortikultura
Pengalaman : Ketua RT dan Ketua Majelis Taklim

Direktori Staf & Tata Usaha Tahun Ajaran 2019/2020

Staf Administrasi dan Tata Usaha

Nama : Sri Supamii, S.Pd
Jabatan : Kepala Tata Usaha (PNS)
Spesialis : Bos dan Keuangan
Alamat : Bambusari Kajoran Magelang
Hobi-1 : Memasak
Hobi-2 : Piknik / Wisata
Hobi-3 : Berdagang
Sosial-1 : Pengusaha sound sistem
Sosial-2 : Rental mobil
Sosial-3 : Arisan
Pengalaman : Ketua PKK


Nama : Suronto
Jabatan : Staf Tata Usaha (PNS)
Spesialis : Dapodik dan Aplikasi Web
Alamat : Sirandu, Kepil, Wonosobo
Hobi-1 : Semua olahraga
Hobi-2 : Seni musik
Hobi-3 : Utak-atik Komputer
Sosial-1 : Pengusaha Foto Studio - Video Shooting
Sosial-2 : Dekorasi, Salon dan Rias Pengantin
Sosial-3 : Bajak Aplikasi
Pengalaman : Ketua RT dan Ketua Majelis Taklim


Nama : Mumfasikhah
Jabatan : Staf Administrasi
Spesialis : Aset dan Arsip
Alamat : Sirandu, Kepil, Wonosobo
Hobi-1 : Memasak
Hobi-2 : Piknik / Wisata
Hobi-3 : Berdagang
Sosial-1 : Pengusaha Catering
Sosial-2 : Rental mobil
Pengalaman : solo album



Nama : Khusainudin
Jabatan : Staf Administrasi
Spesialis : Jaga Malam dan Kebrsihan
Alamat : Sirandu, Kepil, Wonosobo
Hobi-1 : Pencak silat
Hobi-2 : Sepak bola
Hobi-3 : Ngaji
Sosial-1 : Pengobatan Alternatif
Sosial-2 : Pengurus Banser
Pengalaman : Ketua Takmir Masjid

Rabu, 03 April 2019

Angket / Kuesioner Siswa Kelas IX, Wahana Bercermin Bagi Guru dan Sekolah

Mengisi Angket
Hari ini, Senin 1 April 2019 mulai dilaksanakan pengisian angket secara online oleh siswa kelas IX. Pengisian angket atau yang sering disebut kuesioner dilaksanakan di laboratorium komputer pada saat pembelajaran Bimbingan TIK.

Pengisian angket ini diharapkan bisa menjadi wahana untuk memperoleh masukan dari siswa terkait kondisi kelas, lingkungan sekolah dan khususnya layanan pendidikan di SMPN 2 Kepil. Hasil masukan dari angket yang diisi siswa kelas IX merupakan cerminan dan evaluasi tentang proses pendidikan di sekolah, diharapkan bisa menjadi bahan renungan, evaluasi dan pembenahan bagi proses pendidikan di sekolah.

Bagi siswa kelas IX, ISILAH DENGAN SE-JUJUR-JUJUR-NYA, tidak perlu MALU, SUNGKAN atau TAKUT, insya-Alloh semua rahasia dijamin.

Untuk mengisi angket, silahkan Klik dibawah ini.


Setelah siswa mengisi angket, pembelajaran dilanjutkan penyampaian materi dan praktik tentang aplikasi internet. Materi Pelajaran TIK bagi kelas IX (Bimbingan TIK) pada minggu ini adalah yang terakhir, karena pada pekan depan USBN sudah mulai dilaksanakan, karena seperti biasanya setelah USBN maka mata pelajaran selain yang di-UN-kan sudah tidak lagi disampaikan. Untuk materi TIK kelas IX adalah pembelajaran praktik membuat Blog Pribadi, agar mereka bisa berekspresi membuat dan berbagi tulisan di internet. 

Demikian tulisan kali, semoga bisa menambah wawasan dan semangat baru. Selamat berkarya, selamat bertugas, semoga bermanfaat.

Senin, 21 Januari 2019

Sambut Mapel Informatika - Ikatan Guru TIK adakan Rakernas di Kemdikbud Jakarta

Pada awal munculnya Kurikulum 2013 menimbulkan dampak paling signifikan bagi guru teknologi informasi dan komunikasi (TIK), karena hilangnya mata pelajaran TIK dari struktur kurikulum. Dampak yang paling mendasar dengan hilangnya mata pelajaran TIK adalah hilangnya jam tatap muka bagi sekitar 40.000 guru TIK di tanah air. Maka kemudian banyak guru TIK yang beralih fungsi mengajar mapel baru yang bernama Prakarya. Alhamdulillah, kini guru mata pelajaran TIK akhirnya bisa kembali masuk kelas setelah 5 (lima) tahun bingung dengan statusnya. Pemerintah memutuskan menghadirkan kembali mapel TIK tapi dengan konsep dan nama baru yaitu INFORMATIKA. Rencananya mapel Informatika ini akan diterapkan untuk jenjang SMP dan SMA sederajat mulai tahun ajaran baru 2019/2020.

Dalam rangka menyambut mapel baru tersebut sebuah organisasi guru TIK mengadakan pertemuan guru TIK se-tanah air yang dilaksanakan di kantor kementerian pendidikan di Jakarta. Undangan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Guru TIK se-Indonesia yang disebarkan lewat dunia maya oleh Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd selaku pengurus IG TIK PGRI disambut antusias oleh ratusan guru TIK yang tersebar di penjuru tanah air. Antusiasme guru TIK terlihat dari jumlah pendaftar Rakernas sebelum hari H yang mencapai 400-an, dan pada hari pelaksanaan jumlah peserta yang hadir sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai daerah di pulau Jawa, pulau Sumatera, pulau Kalimantan hingga Papua yang berada di ujung timur nusantara. Acara ini terselenggara berkat kerjasama antara Ikatan Guru TIK PGRI (IG TIK PGRI), Komunitas Guru TIK (KOGTIK), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Kegiatan yang bertempat di Aula Gedung A Kemdikbud Lantai 1, Jln Jenderal Sudirman Jakarta Pusat dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB.

Alhamdulillah, MGMP TIK Kab. Wonosobo bisa mengirimkan 2 orang perwakilan guru untuk mengikuti Rakernas ini, 1) Bpk Sartana, S.Pd.T (Ketua MGMP), 2) Maryanto, S.Kom (penulis blog ini). MGMP mengirimkan perwakilan dengan satu harapan agar kami berdua bisa mengikuti, melihat dan mendengarkan paparan dari nara sumber, bahkan bisa beraudiensi dan mendapatkan penjelasan langsung dari pejabat (dari Pejabat Dirjen GTK) terkait kebijakan bagaimana regulasi dan pengaturan serta penerapan mapel Informatika yang terkait dengan mapel Prakarya yang menempati posisi yang dalam struktur kurikulum terbaru. Setumpuk pertanyaan yang muncul dari teman-teman guru TIK dan juga guru Prakarya terjawab secara jelas dan gamblang, sehingga kehadiran mapel Informatika tidak menjadi beban yang tidak perlu dikhawatirkan. Semoga paparan yang akan kami uraikan nanti akan sedikit mengurangi rasa galau dan bisa membantu membuka wawasan terkait mapel Prakarya dan/atau Informatika.

Sedikit gambaran kegiatan acara Rakernas, dari susunan acara yang dibacakan oleh pembawa acara (Ibu Wiwin Sabayanti) nampak bahwa kegiatan pada itu sangat padat, menarik, akademik dan sarat  wawasan baru terkait dengan pengetahuan ilmu dan teknologi. Hal ini terlihat dari deretan nara sumber yang hadir dalam forum Rapat Kerja Nasional Guru TIK 2019 ini, antara lain PB PGRI, PUSKURBUK, Dirjen GTK, Microsoft Indonesia, Apkomindo, IDL, UPI dan Eduspec. Acara dibagi dalam dua sesi besar yaitu sesi pertama yang berlangsung hingga ishoma, kemudian dilanjutkan di sesi kedua hingga selesai. Diawali dengan laporan kegiatan oleh Bapak Bambang Susetiyanto, S.Kom (Ketua IG TIK PGRI) dan dilanjutkan sambutan Ketua Umum PB PGRI, Ibu Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. yamg sekaligus membuka secara resmi kegiatan Rakernas ini. Ketua Umum PB PGRI dalam sambutannya memberikan banyak motivasi bagi guru untuk terus belajar, berikut diantaranya ”Tantangan guru TIK sekarang adalah murid yang umumnya lebih menguasai bidang informatika. Maka dari itu, guru tidak lagi bisa merasa sebagai pihak yang paling tahu. Kemampuan guru harus terus diperbarui”.

Masuk pada sesi materi pertama dari Microsoft Indonesia tentang Perkembangan Dunia Digital yang disampaikan oleh Bapak Benny Kusuma, sosok pemuda hebat yang sudah sukses menduduki jabatan Education Lead of Microsoft Indonesia. Dalam paparannya membuka wawasan bagi guru, bukan hanya guru TIK, namun untuk semua guru mata pelajaran apapun di sekolah untuk melakukan inovasi pendidikan, Bahwa di era digital guru dituntut kreatif dan harus bisa memanfaatkan TIK, salah satu bentuknya adalah mengajarkan mereka pola pembelajaran yang mengadopsi teknologi pembelajaran yang berkembang saat ini, dimana kita harus mengajarkan sesuatu yang bermanfaat ke depan, bukan sesuatu yang sudah basi, karena sejatinya kita menyiapkan peserta didik untuk bidang pekerjaan yang mungkin saat ini belum ada.

Selanjutnya masuk pada materi yang kedua, yang berbentuk diskusi panel dengan dua orang nara sumber (nara sumber utama) yaitu Bapak Temu Ismail, S.Pd, M.Si (Bagian Hukum, Tata Laksana dan Kepegawaian - Dirjen GTK Kemdikbud) dan Ibu Sri Hidayati, S.Si, M,Si (Kepala Bidang Kurikulum Pusat Kurikulum dan Perbukuan - Kemdidbud). Point utama dalam diskusi ini adalah tentang keputusan final munculnya kembali mata pelajaran TIK yang dihapus pada awal penerapan kurikulum 2013, yang kemudian bertunas kecil dalam bentuk Bimbingan TIK. Kini di tahun ajaran 2019/2020 secara resmi TIK kembali dihadirkan dalam bentuk baru bernama mata pelajaran Informatika yang masuk dalam struktur kurikulum pada kelompok B, dan merupakan mata pelajaran pilihan antara Prakarya dan/atau Informatika.

Menyimak uraian dari nara sumber Kemendikbud dan GTK yang dipaparkan pada Sesi-1 (nara sumber utama), dapat kita tarik beberapa hal pokok yang bisa dijadikan sebagai pedoman terkait implementasi mata pelajaran Informatika pada tahun ajaran baru mendatang, secara ringkas kami tuliskan sebagai berikut;
  • Mapel informatika akan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru 2019/2020, dimulai dari kelas awal (kelas VII),  dan itupun sudah harus dipertimbangkan kesiapannya, meliputi #-kesiapan gurunya, #-kesiapan sarana prasarananya dan #-kesiapan siswanya. 
  • Mapel informatika ini implemantasinya tidak sama dengan mapel lain, jika mapel lain ketika ada di struktur kurikulum maka serta merta semua harus mengimplemntasikannya, tetapi untuk mapel Informatika ini tidak. Sekolah tidak harus mengimplementasikannya, apalagi bagi sekolah yang sarana prasarana dan guru tidak memadai, agar tidak menjadi "hanya sekedar ada" atau dengan istilah "yang penting diajarkan tapi tidak berorientasi pada mutu".
  • Adapun sekolah yang bisa mengimplementasikan (mengajarkan) mapel informatika adalah sekolah yang memiliki persayaratan khusus, baik sarana prasarana dan gurunya. Bahkan lebih khusus lagi, akan ada persyaratan guru siapa yang boleh mengajar, tidak semua guru boleh mengajar mapel informatika. Terkait dengan hal ini nanti akan ada assesment bagi sekolah dan guru, ada persyaratan dan kualifikasinya.
  • Pengelolaan pembelajaran di sekolah adalah hal yang sangat penting, bagaimana mengelola pembelajaran yang berorientasi pada capaian kompetensi, bukan capaian jam belajarnya, alokasi waktu hanya semacam patokan / perkiraan waktu. Ini bisa menjadi keleluasaan bagi sekolah untuk menentukan pilihan apakah mau menerapkan mata pelajaran Informatika saja, Prakarya saja, atau Informatika dan Prakarya.
  • Pada sekolah yang besar, siswanya (rombel) banyak, sarana prasarana memadai dan jumlah guru TIK ada beberapa, maka bisa dimungkinkan akan ada guru TIK yang berperan sebagai Bim-TIK, ada yang mengajar Informatika dan ada yang melaksanakan TIK dalam bentuk Ekstrakurikuler, dan ini sangat bergantung pada pertimbangan kompetensi guru, pertimbangan pemenuhan jam di dapodik dan pertimbangan kesiapan peserta didik.
  • Terkait dengan pengelolaan manajemen berbasis sekolah (MBS) agar benar-benar pengelolaan kepala sekolah dan perangkatnya betul-betul disiapkan, agar dalam implementasi kebijakan ini  tidak merugikan pihak tertentu (jangan sampai ada yang merasa dirugikan), yaitu; #-merugikan siswa, terkait dengan kompetensi yang diperoleh, #-merugikan guru, terkait hak-hak guru yang terabaikan dalam hibungannya dengan pembagian jam di dapodik yang selanjutnya bermuara pada tunjangan sertifikasi.

Jika menghendaki untuk mendengarkan atau melihat langsung paparan dari beberapa nara sumber yang hadir pada kegiatan Rakernas Guru TIK tersebut, maka pembaca dapat meng-akses dari laman youtube berikut, silahkan klik link di bawah ini.


Demikian beberapa hal mendasar yang dapat kami rangkum (sebatas yang dapat kami tangkap) dari hasil RAKERNAS Guru TIK di Kemendikbud Jakarta. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan dan menjadi dasar bagi teman-teman guru TIK, bagi pengelola sekolah (kepala sekolah) dan bagi pemangku kepentingan dalam membuat perencanaan pendidikan di sekolah/wilayah masing-masing, semoga bermanfaat.

Rabu, 02 Januari 2019

Berpisah karena Tugas -Bu Dyah-, Selamat Bertugas di Tempat Yang Baru

Tahun baru, kepala sekolah baru. Situasi hari pertama masuk sekolah -setelah libur semester ganjil- yang sekaligus mengawali tahun baru 2019 nampak berbeda. Tidak ada upacara bendera karena memang tidak bertepatan dengan hari Senin atau hari besar nasional. Pagi itu, Rabu 2 Januari 2019 jam 08.00 WIB bertempat di lapangan upacara sekolah tampak barisan siswa kelas VII, VIII dan IX di sebelah selatan berhadapan dengan barisan guru-staf di sebelah utara. Pagi itu dilaksanakan acara perpisahan antara siswa dengan kepala sekolah Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. yang selama ini telah membersamai mereka. Bapak Ismain menjelaskan bahwa hari ini ada beberapa rangkaian acara, yaitu perpisahan Bu Dyah dengan siswa, serah terima jabatan kepala sekolah dan mengantar kepergian Bu Dyah ke tempat tugas baru.

Dalam acara perpisahan dengan siswa itu, Ibu Rini Utami, S.Pd selaku pembawa acara membacakan dan mengatur rangkaian acara, dimulai dengan sambutan perpisahan dari Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. selaku kepala sekolah yang telah habis masa jabatannya dan akan mengajar (mutasi) ke SMPN 4 Kepil. Dilanjutkan dengan kata sambutan perpisahan dari perwakilan guru dan karyawan yang disampaikan oleh Pak Eko Sutomas, S.Pd., sedangkan kata sambutan perpisahan dari perwakilan siswa disampaikan oleh ananda Fadlika Putri Pitayani siswa kelas 8A selaku ketua OSIS SMPN 2 Kepil. Acara ditutup dengan salam-salam semua siswa dengan Bu Dyah yang telah berakhir masa jabatannya.

Siangnya, sekitar jam 10.00 WIB acara lepas sambut (serah terima jabatan) dimulai, bertempat di ruang Laboratorium IPA dilakukan acara serah terima jabatan kepala sekolah, dalam tajuk acara "Lepas Sambut Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kepil". Acara ini dihadiri guru-karyawan SMPN 2 Kepil selaku tuan rumah, nampak juga hadir beberapa guru-karyawan SMPN 3 Kepil selaku tamu pengombyong kepala sekolah yang akan menggantikan kepala sekolah lama, dan juga dihadiri pengurus Komite SMPN 2 Kepil.

Bapak Eko Sutomas,  S. Pd. bertindak sebagai pembawa acara, sang Maestro yang senior dan piawai dalam meracik bahasa dan suasana. Acara inti berupa serah terima jabatan Kepala SMPN 2 Kepil dari Ibu Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd. kepada pelaksana tugas kepala sekolah yang baru Bapak Hadi Wiyono. SH, M.Pd. Di antara sambutan-sambutan dari pejabat lama, pejabat baru, perwakilan guru, dan komite sekolah. Acara diselingi penampilan kreasi tari dan lagu siswa-siswi SMPN 2 Kepil. Menjelang akhir acara diserahkan tanda kasih / cindera mata kepada Ibu Dyah yang diberikan oleh Bapak Ismain mewakili rekan-rekan guru/karyawan dan Bapak Haryanto mewakili pengurus komite sekolah.

Sehari sebelumnya, bertepatan dengan hari pertama di tahun baru 2019 - Senin 1 Januari 2019, telah dilaksanakan acara perpisahan kepala sekolah dalam nuansa yang santai, akrab dan penuh rasa kekeluargaan. Acara perpisahan itu dilangsungkan di taman wisata Candi Gedung Songo, Bandungan Ambarawa Jawa Tengah. Satu armada bus yang mengangkut guru, karyawan dan kepala sekolah berangkat dari kampus SMPN 2 Kepil pukul 07.00 dan sampai di lokasi wisata sekitar pukul 10.30. Beberapa sambutan, ramah tamah dilanjut dengan wisata belanja cukup membuat lupa waktu, hingga perjalanan pulang dan kembali ke sekolah sekitar pukul 21.00 malam. Berikut beberapa foto rangkaian kegiatan perpisahan dari hari Senin hingga Selasa baik di sekolah hingga mengantar ke rumah di Gading Rejo Residen.


Kepada Bu Dyah yang sudah kami anggap orangtua kami, kami mengucapkan selamat berpisah, selamat jalan dan selamat bertugas di tempat baru. Kita hanya berpisah secara kedinasan, kita hanya berpisah secara fisik karena berbeda tempat kerja, namun persaudaraan, kekeluargaan dan perasaan kita tetap dekat dan akan selalu terjalin. Penulis khususnya, dan juga atas nama teman-teman mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya  atas bimbingan, arahan, motivasi dan berbagai pembelajaran yang telah diberikan kepada kami selama ini. 

Di antara pernak-pernik kejadian ada satu kesan yang mendalam, seperti apa yang Bu Dyah katakan, setiap kita punya kelebihan dan juga kekurangan, dan yang terbaik adalah mengapresiasi dan mengoptimalkan kelebihan seseorang, bukan mencari dan mengkorek-korek kekurangan dan kesalahan. Terakhir, kami mohon maaf atas semua kesalahan, kekhilafan dan kekurangan yang kami lakukan. Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga diberikan kemudahan dan kelancaran dalam melaksankan tugas mendidik generasi muda calon-calon pemimpin bangsa. 

Sabtu, 08 Desember 2018

Download Aplikasi Rapot Digital (ARD) - Sejenis E-RAPOR untuk Madrasah Tsanawiyah

Pengalaman ketika mencoba download aplikasi rapot digital (ARD), sejenis e-rapor untuk istri yang bekerja di MTs Negeri Borobudur, sekolah yang bernaung di bawah Kemenag, namun berulang kali gagal, karena alamat sumbernya yang bermasalah, muncul indikasi corrupt sehingga tidak pernah bisa download hingga tuntas. Kemudian kami mencoba googling dan browsing beberapa alamat, yang setelah kami coba ternyata lebih baik dan proses download lebih cepat.

Berangkat dari itu kami mencoba berbagi alamat yang lebih baik dan aman untuk download bagi teman-teman guru Madrasah di seluruh nusantara. Bagi merasa memerlukan berikut ini alamat yang valid dan lancar untuk download aplikasi e-rapor dari kemenag.

Download ARD MTs Kemenag
1. File 1 ARD.v1.0-SetUp-1.bin 2 gb
2. File 2 ARD.v1.0-SetUp-2.bin 400 mb
3. File 3 ARD.v1.0-SetUp.exe 17 mb
4. File 4 serial_number.txt 1 kb

Demikian semoga bermanfaat.

Sabtu, 20 Oktober 2018

Lentera Hikmah -9 : Siswa Menginspirasi - Guru Terinspirasi, Dibolak-balik Sama Baiknya

Alhamdulillah, kami segenap civitas akademika SMPN 2 Kepil ikut berucap syukur atas karunia  yang diberikan Alloh SWT kepada salah satu alumni kita, yang telah mengikuti wisuda di kampus ikatan dinas terpavorit di bilangan Bintaro Jakarta Selatan. Yah, hari Kamis 18 Oktober 2018 adalah hari istimewa bagi ananda Reni Fatmayani, salah satu alumni yang merupakan lulusan terbaik SMPN 2 Kepil tahun 2014. Ia diwisuda setelah berhasil menyelesaikan pendidikan di STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), perguruan tinggi kedinasan di bawah kementerian keuangan. Kedua orang tuanya yang tinggal di desa Cadukan Kepil Wonosobo turut hadir menyaksikan dan mendampingi prosesi wisuda tersebut. Rasa bahagia, haru, bangga dan berbagai rasa syukur bertumpuk menjadi satu. Kedua orangtuanya merasa "lega", karena sebuah tahapan telah berhasil dilalui dengan sangat baik dan rasanya terbayar lunas semua perjuangan selama ini. Dengan prosesi wisuda itu berarti ananda Reni Fatmayani secara otomatis langsung diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di departemen keuangan republik Indonesia. Inilah tema tulisan seri lentera hikmah kali ini, selamat menikmati, semoga bermanfaat.

Sedikit kilas balik, sekitar 21 bulan yang lalu, tepatnya tanggal 03-01-2017 jam 22:19 ia mengirim inbox di FB yang intinya sharing dan konsultasi tentang rencana pendidikan pasca SMA. Inbox itu berlanjut hingga beberapa hari setelahnya dan akhirnya ia diterima dan memilih untuk menjalani program ikatan dinas di STAN walau di saat yang sama ia juga diterima di Fakultas Teknik UGM.  Salah satu penggalan pesan dalam inboxnya yang sungguh diluar pikiran saya, berbunyi "Pak Mar itu bukan saja hanya sebagai guru yang telah memberikan pembelajaran TIK kepada saya, namun bapak adalah guru yang sangat menginspirasi". Tiada kata yang lebih baik untuk diucapkan selain Alhamdulillah, bahwa semua kebaikan dari Alloh, kita hanyalah perantara saja. Dorongan terbesar ananda tersebut untuk meraih sukses sejatinya adalah dari orang tua, dimana sukses itu akan dipersembahkan kepada kedua orangtua. Hal ini juga ia tulis di inbox, "Saya akan berjuang semaksimal yang saya bisa. Saya akan mempersembahkan yang terbaik buat kedua orang tua saya pak". Sejujurnya, saya yang menjadi wali kelasnya selama 3 tahun sejak di kelas 7 hingga di kelas 9, merasa tidak berperan apa-apa, yang pasti saya tahu ia adalah siswa yang rajin dan tekun, yang sangat menjaga sopan santun serta punya semangat dan motivasi untuk melakukan yang terbaik.

Saat ini beberapa teman seangkatannya waktu di SMP sedang menjalani pendidikan di perguruan tinggi, antara lain Rudi Aalam Formas (FT UNY), Wahyu Dwi Utami (Poltekes), Adi Susanto (FT UNES). Adapun teman lainnya yang tidak saya sebutkan bukan berarti tidak hebat, karena ukuran sebenarnya bukan sekolah atau kuliah dimana, melainkan pada perjuangan untuk meraih masa depan. Beberapa anak mungkin merasa beruntung atau bahkan sangat beruntung dengan bisa melanjutkan pendidikan, sementara itu beberapa bahkan lebih banyak yang lainnya mungkin merasa kurang beruntung karena berbagai keterbatasan sehingga tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 

Sebagai informasi saja, bukan anjuran atau himbauan, hanya menyampaikan realita bahwasanya banyak orang yang kurang beruntung terkait kesempatan pendidikan. Jika kita mau sedikit lebih peduli, sangat mungkin kita temukan di sekitar kita anak yang hebat, yang sebenarnya pinter dengan kecerdasan di atas rata-rata, namun terpaksa kandas tidak bisa melanjutkan pendidikan karena berbagai kendala. Ada tiga kendala terbesar yang biasanya dialami oleh mereka, 1) masalah keuangan, 2) kurangnya motivasi dan 3) psikologi. Inilah realita yang ada dan terjadi di sekitar kita, di luar sana, di luar ruang kerja kita, di luar kantor kita, mungkin saja di sekolah kita, di kelas kita, atau di ujung kampung kita dan bahkan mungkin di sekitar rumah kita, banyak anak dari keluarga miskin yang sebenarnya hebat dan berbakat namun terbentur tembok kendala. Mereka membutuhkan donasi, suluh, asuh, motivasi dan inspirasi untuk bisa meraih masa depan yang lebih baik.

Tak seorangpun (anak) bermimpi atau berharap untuk dilahirkan dari orangtua miskin. Kemiskinan, bukanlah sebuah pilihan, dan tidak ada yang salah dengan kemiskinan. Bagi yang belum pernah merasakan bagaimana menjadi orang miskin, mungkin tidak akan pernah mengerti bagaimana susahnya menjalani hidup yang penuh kekurangan. Mereka, anak-anak dari keluarga miskin bukan tidak ingin sukses dan hidup berkecukupan, namun mereka benar-benar tidak berdaya. Mereka bahkan tidak berani untuk sekedar bermimpi memiliki baju baru, tas dan sepatu baru apalagi sepeda baru, mengingat kondisi orangtuanya yang memang tidak ada untuk itu. Lantai berubin tanah, daun jendela dari anyaman bambu, tempat tidur tanpa kasur, dan ruangan tanpa bilik kamar adalah kondisi harian yang tak pernah terpikirkan untuk direnovasi. Bahkan sekedar untuk makan saja orang tua mereka terkadang harus berhutang, harus bekerja keras, memeras keringat dan membanting tulang. Bisa dibayangkan, sungguh bisa terjadi ketika kondisi yang benar-benar "tidak ada", pensil sang anak yang panjangnya tinggal 2 senti pun tak mampu mengganti (red: pengalaman pribadi). Walau sebenarnya orangtua sadar bahwa sekolah anak-anak adalah satu-satunya harapan agar anak-anak mereka tidak seperti mereka, namun di sisi lain serasa menjadi masalah dan menambah berat beban kehidupan.

Di balik kondisi kemiskinan orangtua ada banyak kisah sukses yang bisa menjadi motivasi mereka meraih sukses dalam kehidupan. Ada Misyatun dari Purbalingga, yang tinggal hanya bersama ibunya yang buruh tani dengan upah Rp 30.000 sehari, dan demi meraih cita-citanya ia rela menjalani sekolah sambil bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Keuletan dan ketekunannya membukakan jalannya, diawali dari kemurahan hati majikannya, bantuan dari wali kelasnya dan perhatian dari kepala sekolahnya serta beasiswa ketika di perguruan tinggi pada akhirnya mengantarkan ia meraih sukses dalam hidupnya. Dalam kisah lain ada Birul Qodriyah dari Bantul DIY, saat itu orangtuanya yang hanya bekerja sebagai buruh tani dengan upah sekitar Rp 5.000 - Rp 10.000 per hari, sangat sulit baginya untuk menyandang status mahasiswa. Akhirnya melalui Program Beasiswa Bidik Misi Birul Qodriyah menjadi mahasiswa berprestasi UGM 2013, menjadi Mahasiswa Terinspiratif Nasional dan menjadi Duta Keperawatan Indonesia, jalan terang telah terbuka untuk meraih cita-citanya. Dua kisah di atas telah membuktikan bahwa sukses bisa diraih oleh siapa saja, termasuk mereka yang miskin dan hidup penuh dengan kekurangan.

Disinilah dibutuhkan kepekaan nurani, kepedulian diri dan keterpanggilan hati untuk menjadi bagian dari solusi. Kita bisa hadir dalam bentuk donasi, bisa hadir dalam bentuk suport motivasi atau juga bisa hadir dalam bentuk jalinan konsultasi psikologi. Seorang wali kelas yang memberikan uang Rp.50.000 kepada Misyatun saat SMP adalah contoh wali kelas yang sungguh menginspirasi, ada efek psikologi berupa penguat motivasi yang nilai manfaatnya jauh lebih besar dari nilai uangnya. Bagi mereka, kehadiran kita bisa menjadi figur inspirasi dalam mengubah nasib. Inilah yang menjadi kunci keberhasilan dalam pendidikan, yaitu hadirnya pendidik yang inspiratif. Inspirasi ini yang sering absen di sekolah-sekolah, seakan kegiatan pembelaran hanya berisi pelajaran menghapal, menghitung atau latihan gerakan jasmani semata, padahal ada banyak masalah lain yang juga perlu dicarikan solusi. Di sisi lain teryata permasalahan siswa-siswa beragam dan komplek, oleh karena itu sosok guru diharapkan bisa hadir dalam bentuk-bentuk yang bisa menginspirasi bagi mereka. Kehadiran sosok inspiratif ini sangat penting, karena kehadirannya bisa menjadi penguat saat mereka lemah, bisa meluruskan saat mereka salah arah, bisa meneguhkan saat mereka bimbang dan ragu, bisa menenangkan saat mereka galau dan gelisah, dan bisa mendoakan mereka saat menjalani berbagai ujian dan cobaan.

Dari kisah perjalanan sukses ananda Reni Fatmayani dan tokoh lain dalam tulisan ini, sebagai guru atau tenaga kependidikan dapat kita ambil beberapa catatan yang bisa kita jadikan hikmah dan pelajaran antara lain :
  1. Ketekunan adalah kunci meraih sukses. Ketekunan bahkan bisa mengalahkan kepandaian yang tidak diiringi dengan ketelitian dan kesabaran. Siapapun kita saat ini, pada posisi apapun kita saat ini akan bisa meraih prestasi yang lebih baik jika kita mau belajar dan bekerja dengan penuh ketekunan, Tidak untuk menjadi apa dan siapa, namun untuk menjadi diri kita yang lebih baik dari saat ini. Ketekunan itu juga yang perlu kita tanamkan kepada siswa agar menjadi karakter sebagai modal utama mereka meraih masa depan.
  2. Lebih peduli (care) kepada siswa. Kepedulian itu yang akan membangun karakter guru menjadi lebih halus perasaanya, lebih peka dan lebih dekat dengan siswa. Dengan rasa peduli kita akan mampu masuk ke kehidupan siswa secara lebih mendalam, bisa mengerti dan memahami berbagai kekurangan pada siswa baik ekonomi, motivasi dan psikologis, sehingga bisa turut andil dan memberikan sesuatu yang dibutuhkan oleh siswa.
  3. Tidak mencari predikat guru inspiratif. Menjadi guru yang menginpirasi adalah prestasi, sangat baik dan perlu diupayakan karena pentingnya sosok inspiratif ini bagi siswa, namun demikian tidak serta menjadi target dan tujuan utama dalam proses pembelajaran. Jalani saja tugas/peran guru dan tenaga kependidikan dalam memberikan pelayanan terbaik dan optimal dalam bidang pendidikan dengan karya terbaik yang bisa dilakukan. 
Saat ini kita bisa merasakan akibat dari apa yang pernah kita lakukan di masa lampau, dan suatu saat kelak kita akan merasakan apa yang kita lakukan hari ini. Ada pepatah "hasil tidak pernah mengingkari proses", artinya hasil baik atau buruk sangat bergantung pada apa yang kita lakukan. Jangan salahkan siswa jika mereka menilai buruk pada kita, jangan paksa mereka untuk hormat dan santun pada kita yang juga kurang peduli pada mereka. Dari sini mendapat satu pelajaran bahwa sebagai seorang pendidik ternyata masing-masing siswa-siswi kita mencatat dan mengingat dengan kuat apa yang pernah kita lakukan pada mereka. Kebaikan memang tidak mudah dilakukan karena selalu diliputi oleh kesulitan, tantangan dan hambatan, namun demikian tetaplah lakukan kebaikan. Berhenti kutuki kegelapan, mulailah nyalakan lilin (Anies Baswedan).

Senin, 13 Agustus 2018

Bangga, Bahasa Indonesia Jadi Primadona Di 7 Kampus Luar Negeri Terkenal

Sampai saat ini bahasa resmi yang dipakai di lembaga PBB hanya enam bahasa yaitu bahasa Arab, Tionghoa, Inggris, Perancis, Rusia dan Spanyol. Bahasa Indonesia belum masuk menjadi bahasa resmi di lembaga tersebut. Namun demikian kita warga negara Indonesia tidak boleh berkecil hati dan justru bisa sedikit berbangga, karena nyatanya saat ini bahasa Indonesia semakin mendunia. Bahasa Indonesia menjadi bahan kajian penting perguruan tinggi dunia ditengah keprihatinan penggunaan bahasa Indonesia di negeri sendiri, yang semakin menurun akibat kelatahan anak bangsa yang banyak menggunakan bahasa Asing, baik dalam tuturan, media sosial, media luar ruang yang tidak mendampingkan Bahasa Asing dengan Bahasa Indonesia. Padahal keberadaan bahasa Indonesia manfaatnya sangat besar, apalagi jika ditilik dari sejarahnya. Bahasa Indonesia yang dijadikan salah satu poin sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sampai sekarang masih diakui sebagai alat pemersatu bangsa yang terdiri ratusan bahasa dan budaya.

Kita patut berbangga karena kita memiliki berbagai macam budaya yang berbeda dengan negara lain, dan lebih khusus lagi bahasa kita bahasa Indonesia menjadi salah satu studi wajib di 7 kampus terkenal di dunia. Ini merupakan kebanggan tersendiri bagi kita masyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia termasuk dalam bahasa Melayu. Seperti yang dikutip dari Dairy Mail, dan diviral vebma.com beberapa waktu lalu, yang menyebutkan bahwa“ Dari penelitian ini, kita juga mencoba menelusuri jejak mendalam kehidupan sosial manusia dalam bahasa” hasil penelitian ini dilakukan oleh University of Vermont, Burlington, Amerika serikat. Dari hasil penelitian ini dinyatakan bahwa bahasa indonesia berada pada posisi ke-4 di dunia. Keren bukan? Bukan hanya dari itu Indonesia sendiri menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan pemakai 3 bahasa dengan 17 persen penduduknya menggunakan tiga bahasa”. Minggu, (15/07/18)

Hal lain dibuktikan bahwa sudah ada beberapa kampus terkenal di dunia yang menjadikan Bahasa Indonesia menjadi studi wajib dalam kampus tersebut. Siapa yang menyangka, bahwa di Australia sendiri sudah banyak unversitas yang membuka jurusan bahasa Indonesia. Ini sudah menjadi bukti bagi kita untuk bangga menjadi bangsa Indonesia.
Berikut daftar universitas yang menerapakan bahasa Indonesia menjadi mata kuliah wajib.

1. University of Shouthern Queensland, Australia
Diposisi yang pertama adalah Universitas of Shoutherm Queensland yang berada tepat di Toowoomba, Queensland, Australia. Universitas besar ini ternyata memiliki 3 kampus sekaligus, yang ditempat ini bahasa Indonesia menjadi salah satu studi yang wajib secara totalitas dalam program Bachelor of Arts. Dengan kata lain bahwa mahasiswa yang mengambil jurusan studi ini akan belajar dan memahami berbagai hal tentang bahasa Indonesia.

2. National University of Singapore (NUS), Singapura
Diurutan no.2 adalah National Universitas of Singapore adalah universitas yang terkenal di Asia dengan peringkat teratas di Asia Tenggara. Siapa sangka universitas yang terkenal no.1 ini menjadikan bahasa Indonesia sebagai studi kuliah yang wajib dipelajari.

3. University of Sydney, Australia
Diurutan no.3 kita kembali ke Australia, Australia memiliki beberapa kampus yang berkualitas bukan hanya di Queensland. Kalau kita lihat bersama bahasa Indonesia telah memasuki dua kampus terkenal di Australia, termasuk University of Sydney. Universitas ini sudah terkenal dengan kelulusan mahasiswa S1 yang sangat banyak sekitar 32.393. di program ini juga menyediakan studi bahasa Indonesia. Dengan kata lain bukan hanya bahasa Indonesia saja, namun lebih dari itu secara keseluruhan. Misalnya cara komunikasi, budaya, aturan atau norma, sejarah dan bahkan politik Indonesia.

4. Tokyo University of Foreign Studies, Jepang
Jepang terkenal dengan perkembangan negara yang sangat maju. Hal ini bisa dibuktikan dengan berdirinya universitas terkenal yaitu Tokyo University of Foreign Studies. Universitas ini juga biasanya menjadi pusat penelitian internasional dan bahkan pertukaran dosen sedunia. Hal yang menjadi jauh lebih menarik. Universitas yang terkenal ini, menjadikan bahasa Indonesia menjadi jurusan studi diurutan 26 yang digunakan untuk mengkaji bahasa asing dari mancanegara.

5. Australian National University, Australia
Autralia merupakan negara maju, jadi tidak heran bahwa banyak universitas berkualitas dan juga terkenal, salah satunya adalah Australian National University (ANU). Kampus ini tidak jauh beda dengan kampus lainnya, yang membedakannya adalah universitas ini membuka jurusan khusus Bahasa Indonesia dan juga hanya fokus untuk mengkaji serta mempelajari Bahasa Indonesia.

6. Hong Bang University, Vietnam
Dikawasan asia tenggara yang memperlajari Bahasa Indonesia selain Jepang adalah negara tetangga kita juga yaitu Vietnam. Vietnam juga menetapkan Bahasa Indonesia sebagai studi yang wajib di kampus tersebut. Hal ini dikarenakan, menurut Konsul Jendaral Republik Indonesia periode tahun 2007-2008 menyatakan bahwa Bahasa Indonesia itu sudah sejajar dengan bahasa lain seperti Inggris, Francis dan juga Jepang. Dan menjadikan bahasa Indonesia sebagai ke-2 yang diwajibkan di kota Ho Chi Minh.

7. Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan
Seperti yang kita tahu bahwa sebagian besar dari kita tertarik untuk mempelajari Bahasa Korea. 
Namun, kita tidak menyadari bahwa ternyata orang Korea-pun juga tertarik dengan Bahasa Indonesia. Hal ini bisa kita buktikan dengan adanya University of Foreign Studies yang ada di Korea Selatan. Selain itu ada juga dua jurusan sekaligus di Korea Selatan yang mempelajari Bahasa Indonesia yaitu Department of Malay-Indonesia di College of Oriental Language dan Department of Malay-Indonesian Interpretation College of Interpretation and Translation.

Sudah saatnya kita berdiri tegak penuh percaya diri bahwa bahasa kita sebenarnya bagus, sarat dengan sejarah, banyak menyimpan ilmu dan hikmah serta sangat kaya dengan budaya. Rasa ini perlu dibangun untuk menjaga cinta budaya sendiri, cinta bahasa sendiri sebagai wujud cinta tanah air dan cinta kepada negeri tercinta tempat tumpah darah kita, Indonesia. Kebanggaan akan budaya dan bahasa sendiri tidak berarti menutup diri untuk belajar bahasa asing, karena untuk belajar bermacam-macam ilmu kita harus belajar juga bahasa pengantarnya yang kebanyakan masih berbahasa asing. 

Akhirnya kami mengajak mari kita terus belajar mencari dan mengembangkan ilmu dengan berusaha berbagi, dan untuk bisa berbagi ilmu maka mari budayakan menulis, karena dengan menulis itulah kita akan dapat mengikat ilmu. Mari belajar berbagi dengan menulis di blog, kami siap membantu untuk berbagi tips membuat dan menulis di blog, dan inilah salah satu pokok bahasan dalam proses pembelajaran bimbingan TIK yang akan ajarkan kepada siswa SMPN 2 Kepil agar terbiasa menulis dan berbagi. Selamat berkarya, semoga sukses.
Disadur dari website http://palembang.tribunnews.com/2018/08/13/kreen-bahasa-indonesia-jadi-promadona-di-7-kampus-luar-negeri-terkenal?page=4

Sabtu, 28 Juli 2018

Musibah - Tiga Ruang Kelas SMP Negeri 2 Kepil Terbakar

Beberapa hari ini nama SMP Negeri 2 Kepil menjadi semakin terkenal karena pemberitaan di koran maupun di laman internet, terbukti ketika di ketikkan kata SMPN 2 Kepil pada tab mesin pencari google, maka akan tampil rentetan link dari laman website yang memberitakan tentang sekolah ini, baik yang berupa berita seperti ; news.detik.com, suaramerdeka.com, wonosobozone.com, tribratanews.jateng.polri.go.id dan laman berita  lainnya, maupun yang berupa video di laman Youtube. Benar, memang semenjak Jumat malam sekolah ini ramai menjadi topik pembicaraan publik karena adanya musibah yang berupa kebakaran yang menimpa salah satu bangunan lokal / gedung yang terdiri dari tiga ruang kelas.

Di halaman website detik.com dituliskan bahwa Gedung SMP Negeri 2 Kepil, Wonosobo dilalap si jago merah pada Jumat (27/7/2018) malam. Meski tidak ada korban jiwa, namun sedikitnya tiga ruang kelas ludes terbakar. Satu lokal gedung yang terdiri dari 3 ruang kelas SMP 2 Kepil hangus terbakar, Jumat (27/7) sekitar pukul 18.30. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sekolah yang berada di Jalan Magelang Km 29, Desa Randusari, Kecamatan Kepil, Wonosobo itu mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta.

"Api melalap sejumlah bangunan di SMP 2 Kepil itu sangat cepat," ujar Wahyu Cahyono, seorang sopir yang melintas di depan sekolah tersebut. Melihat kepulan asap hitam dan kobaran api yang membakar sejumlah atap bangunan ruang kelas tersebut, Wahyu berupaya meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman seadanya, sembari melaporkan kepada petugas pemadam kebakaran. Warga berupaya melakukan pemadaman menggunakan ember dan selang air, namun karena angin berhembus sangat cepat menyebabkan api terus melalap sejumlah bangunan di sekitarnya.

Komandan Koramil 09/Kepil, Kapten Infanteri Sugeng Hariyanto yang juga pejabat di Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo menyebutkan, api memang begitu mudah melalap bangunan gedung satu blok, terdiri dari tiga ruang kelas, antara lain ruang kelas 8A, 9D dan ruang kesenian yang berisi seperangkat lengkap alat karawitan berupa gamelan. "Seperangkat alat kesenian berupa gamelan serta beberapa kursi dan meja belajar di ruang kelas itu juga hangus terbakar," beber dia.

Menurutnya, pihaknya menerjunkan sejumlah anggotanya membantu pihak Polsek, BPBD, SAR Kepil, PLN Sapuran dan masyarakat. Mereka beramai ramai memadamkan api agar tidak menjalar ke gedung yang lain. Selain itu, dengan dibantu lima unit mobil pemadam kebakaran. Antara lain dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar), satu tangki BPBD Wonosobo dan dua unit Damkar milik PT Mekar Abadi. "Atas kerja sama seluruh komponen, api bisa dipadamkan sekitar pukul 20.30," tutur dia. Dengan waktu kurang lebih dua jam, api bisa dipadamkan karena koordinasi yang baik. Tanpa koordinasi yang baik, mungkin api belum bisa dipadamkan dalam waktu seperti itu. Terlebih, keberadaan unit Damkar yang berada di pusat kota, membutuhkan waktu lama untuk mencapai lokasi kebakaran. "Kami sangat mengapresiasi kesigapan aparat dan masyarakat, sehingga kebakaran tidak sampai merembet ke gedung lain," tutur dia.

Atas kejadian tersebut, menurut pihak sekolah kerugian seperangkat gamelan diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 100 juta. Sedangkan kerugian dari bangunan tiga ruang kelas, diprediksi mencapai lebih dari Rp 400 juta. Untuk gedung sekolah tersebut baru selesai direhab pada tahun 2016. "Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Namun, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran," ujar Kapolsek Kepil Iptu Muji Darmaji. Saat  berita ini dilansir garis pengaman polisi telah dilepas, artinya seluruh proses identifikasi dan investigasi sudah dinyatakan selesai.

Dra. Dyah Nuryani Praptiningsih, MM.Pd selaku kepala SMP Negeri 2 Kepil dengan ini memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan pertolongan pada saat kejadian kebakaran. Dengan adanya bantuan dan peran serta dari masyarakat sekitar, Kepolisian Kepil, Koramil Kepil, bantuan unit mobil pemadaman kebakaran Kab. Wonosobo, BPDB dan mobil pemadam PT Mekar Abadi menjadi hal baik yang membuat kebakaran tidak merembet dan menjalar ke gedung lainnya. Terima kasih juga kami sampaikan kepada jajaran pejabat teras kabupaten Wonosobo, Dinas Pendidikan baik di tingkat UPT kecamatan Kepil hingga tingkat kabupaten Wonosobo, para kepala sekolah, para guru dan tokoh masyarakat yang datang memberikan ungkapan bela sungkawa dan suport semangat, motivasi dan doanya kepada sekolah kami.

Akhirnya kami atas nama sekolah menerima dan meyakini bahwa kejadian ini adalah musibah yang diberikan oleh Alloh SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa yang pasti memiliki rencana yang jauh lebih baik dan lebih indah dari musibah ini. Banyak hikmah dan pelajaran berharga yang bisa diambil dari kejadian ini, dan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, tenaga, pikiran dan suport motivasi serta doanya semoga menjadi amal kebaikan yang dicatat sebagai jariyah di sisi Alloh dan diberikan balasan yang jauh lebih baik. Selanjutnya kami berharap pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan dapat segera memberikan bantuan guna pembangunan kembali ruang kelas beserta perabotan dan alat penunjang lainnya guna kelancaran proses pembelajaran.