text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...

Sabtu, 21 November 2015

Inovasi -4 : Sosialisasi Konsep Sebagai Media Kontrol dan Koreksi

Dalam suatu perusahaan, yang menjadi indikasi tingkat kemajuan sebuah perusahaan berada pada perubahan yang terus menerus. Perusahaan yang monoton dan tidak mengadakan perubahan akan mati secara perlahan-lahan. Perubahan mutlak dilakukan pada berbagai sisi dan bidang yang dianggap krusial. Salah satu bentuk perubahan dapat dilihat dalam bentuk iklan (advertising), yang sebagiannya berupa tag line perusahaan atau sering disebut slogan. Sebagai contoh Suzuki pernah mengusung slogan "Inovasi Tiada Henti", berubah dan terus berubah, dan yang terakhir slogan Suzuki adalah "Way of Life". Begitu juga dengan Honda dengan "One Heart", Telkom dengan "The world in your hand", PLN dengan "Listrik untuk hidup yang lebih baik", Pegadaian dengan "Mengatasi masalah tanpa masalah" dan masih banyak lagi. Demikian juga di dunia pendidikan (sekolah) yang juga ikut membuat tag line (slogan) sebagai wujud visi untuk berubah menjadi lebih baik. Slogan "Berani Tampil Beda" adalah satunya, yang menjadi trade mark salah satu sekolah berkembang di Kabupaten Magelang. Slogan ini juga dipakai oleh SDN Ibu Jenab 1 Cianjur. Ternyata slogan tidak hanya sebatas kata biasa, namun merupakan ruh yang mampu menghidupkan jiwa para pengusungnya sehingga benar-benar berdampak positif ditandai dengan banyaknya prestasi yang diraih. Inilah esensi dari pentingnya konsep untuk terus melakukan inovasi.

Sebagai  penguatan kembali tentang pentingnya konsep baru sebagai bentuk perubahan, bahwa untuk mengusung sebuah konsep baru itu tidak harus sama sekali baru, tidak harus sama sekali murni karya sendiri, dan tidak harus menunggu datangnya ilham di tengah tidur malam. Konsep baru bagi siswa dan sekolah kita bisa diperoleh dari mana saja, dari siapa saja dan kapan saja. Bisa diadopsi dari sekolah lain, bisa dari modifikasi karya guru yang lain, bisa dari hasil studi banding di kabupaten lain atau bahkan dari hasil browsing di internet atau media elektronik yang lain. Intinya bahwa konsep itu telah kita kaji, telah kita revisi,telah kita uji dan telah kita modifikasi sendiri sesuai dengan situasi dan kondisi.

Alhamdulillah, hanya atas karunia-Nya semata kami bisa eksis untuk melanjutkan melanjutkan tulisan ini. Pada edisi sebelumnya membicarakan konsep yang merupakan ruh utama inovasi. Tidak banyak yang bisa bertahan pada fase ini, walau sekedar membaca atau menyimak. Apa lagi yang berani memegang teguh sebuah konsep yang baru, sebagian besar memilih pergi dan lari karena takut terbebani. Namun bagi mereka yang memiliki rasa peduli dan menyadari betapa pentingnya perubahan,  mereka akan bertahan dengan segenap kesabaran untuk membuat sebuah konsep baru yang berbeda. Konsep yang jelas tujuannya (goal), konsep yang jelas aplikasinya, konsep yang berorientasi semata-mata untuk kebaikan banyak orang (terutama siswa), konsep yang up to date dan berkesinambungan. Mari, kembali kita lanjutkan bahasan seri Inovasi ini, dan untuk tulisan yang ke-4 ini akan berfokus pada sosialisasi / publikasi.

Setiap rencana baru, setiap perubahan, setiap langkah menuju kemajuan sebaiknya dilakukan proses sosialisasi dari konsep yang ditawarkan. Ini yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan maju, oleh lembaga pendidikan bonafide, oleh organisasi non profit yang sukses dan bahkan oleh toko/supermarket yang sangat mengutamakan pelayanan. Sosialisasi dilakukan pada semua tingkatan dari level paling bawah (karyawan) hingga level tertinggi (manager / direktur). Sosialisasi adalah sarana uji publik (studi kelayakan) terhadap sebuah konsep, gagasan, atau ide yang bersifat baru. Hal yang paling mendasar dari proses sosialisasi adalah bertujuan agar sebuah rencana, sebuah ide, sebuah gagasan, dimengerti dan dipahami oleh seluruh elemen dan unsur dalam suatu lingkup kerja tertentu.

Sebagai bahan pembanding, sedikit kami akan memberi beberapa gambaran tentang pentingnya sosialisasi / uji publik ini. Pertama, bila seorang mahasiswa hendak membuat tugas akhir (skripsi), maka wajib baginya untuk mengadakan seminar dari judul tugas akhir yang akan dilakukannya. Pada seminar itu akan ada pertanyaan, sanggahan, saran dan masukan sebagai bahan koreksi untuk kelanjutan penelitian dan penyelesaian tugas akhir tersebut. Kedua, seorang guru produktif di SMK jurusan mesin produksi harus/wajib membuat Job-sheet (lembar kerja) dan dipresentasikan pada setiap awal semester atau tahun ajaran. Job-sheet, semakna dengan istilah “Gambar Teknik” adalah bahasanya orang teknik. Dalam dunia teknik mesin pada umumnya berupa lembaran berupa gambar benda kerja yang akan dikerjakan / dibuat siswa dalam praktik di bengkel kerja sekolah. Dalam job-sheet tercantum gambar yang lengkap dan jelas, jelas ukurannya, jelas bahannya, jelas metode pengerjaannya, jelas waktunya dan jelas aturan penilaiannya. Pada muara akhirnya, dengan job-sheet itu dapat dihitung berapa kebutuhan bahan dan berapa biayanya. Dari dua contoh di atas kiranya kita bisa mengambil kesimpulan mengapa, untuk apa dan bagaimana pentingnya sosialisasi/uji publik sebuah konsep.

Sosialisasi bukan bertujuan untuk PAMER yang isinya unjuk kebolehan, lomba kemampuan, gaya-gayaan atau bangga-banggaan. PAMER hanya berorientasi memperoleh pujian semata dan anti terhadap kritik. Hal ini sangat berseberangan dengan hakikat sosialisasi yang lebih berfokus untuk proses uji publik yang lebih bertujuan untuk koreksi. Dalam proses uji publik ini sangat berpeluang mendapatkan saran, masukan dan dukungan yang merupakan sarana untuk koreksi dari sebuah rencana, konsep atau gagasan baru. Secara rinci tujuan dari sebuah sosialisasi / publikasi adalah sebagai berikut.
  • Proses sosialisasi berfungsi sebagai pengenalan dan pemaparan. Suatu ide, gagasan, konsep dan pemikiran yang bersifat baru, konstruktif dan inovatif terkait suatu hal baru sangat perlu untuk dikenalkan dan dipaparkan sehingga semua elemen mengetahui adanya suatu yang baru, yang diharapkan  akan bermanfaat bagi kelancaran sebuah proses menuju taraf yang lebih baik. Jangan terjadi ada kegiatan baru yang menimbulkan berbagai masalah dengan efek domino hanya karena tidak adanya sosialisasi kepada publik.
  • Proses sosialisasi berfungsi sebagai media kontrol dan kendali. Kontrol dan kendali berfungsi untuk memantau apakah konsep itu sudah bagus, kurang bagus, atau tidak layak hingga perlu pembenahan. Fungsi kontrol juga sangat dibutuhkan sebagai kajian dan analisa terhadap berbagai aspek yang terkait termasuk alokasi waktu dan pembiayaan. Jangan sampai suatu konsep baru menyebabkan biaya yang over kuota sehingga memberatkan bagian pengelola anggaran.
  • Proses sosialisasi berfungsi menguji relevansi dan kontekstual. Suatu kegiatan harus cocok dan ada relevansinya dengan kegiatan induknya dan tidak berseberangan jalur dengan kegiatan utamanya, inilah yang dimaksud dengan adanya relevansi. Sedangkan kontekstual artinya muatan kegiatan bersifat terbaru dan tidak kadaluarsa. Relevansi dan kontekstual bisa diartikan sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada. Berikut ini adalah conoth bentuk kegiatan yang tidak relevan dan tidak kontekstual, misalnya untuk praktik di mapel TIK jangan sampai materi dan kegiatannya hanya mengetik surat terus-menerus hingga 6 kali pertemuan, atau dalam mapel IPA mempelajari gerak edar planet hingga 7 kali pertemuan, atau mapel penjaskes kegiatannya hanya volly hingga 8 kali pertemuan, begitu pula untuk mapel-mapel lainnya.
“Tak ada gading yang tak retak” atau istilah asing “No body is perfect” adalah senjata paling ampuh untuk berlindung dan berlepas diri dari proses perubahan. Memang tak ada manusia yang paripurna, tak ada jiwa yang sempurna, karena kita manusia biasa yang pastinya punya berbagai kelemahan dan kekurangan. Namun sesungguhnya kelemahan yang paling besar adalah tidak adanya kemampuan untuk menyadari di mana kekurangan diri, dan hal ini berakibat rendahnya kemampuan diri untuk berubah memperbaiki diri serta lemahnya motivasi untuk melakukan inovasi. Oleh karena itu kita butuh orang lain untuk mengoreksi dan mengevaluasi diri kita. Di sinilah peran dan fungsi sosialisasi, publikasi dalam rangka koreksi terhadap jati diri.

Jika di perusahaan selalu ada meeting yang rutin dan terjadwal, jika di perguruan tinggi ada seminar judul skripsi terkait sebuah rencana penelitian, dan jika di SMK ada job-sheet berbagai gambar kerja, maka selayaknya di sekolah umum lainnya –termasuk kita- untuk melakukan  sosialisasi, publikasi atau uji publik terhadap konsep, ide dan gagasan baru kita. Intinya dalam sosialaisasi adalah adanya proses komunikasi yang baik yang dilakukan di awal periode, sebagai bentuk evaluasi awal dari sebuah konsep yang akan dilaksanakan dalam satu waktu tertentu. Jangan takut untuk melakukan sosialisasi, publikasi dan uji publik dari konsep bagus yang belum terungkap dan ide cemerlang yang pernah tersirat, karena sesuangguhnya teman-teman guru dan terutama siswa menunggu karya hebat kita. Ibu Yani dengan english day-nya, Ibu Prihatin dan Ibu Rini add teaching IPA-nya, Pak Yus dengan prototipe demografi-nya. Sosialisasi, publikasi dan uji publik adalah kesempatan bagi mereka yang ingin berbenah, ingin perbaikan dan ingin pembaharuan untuk menghasilkan karya dan kerja terbaik dalam mendidik anak-anak yang telah diamanahkan orang tua mereka. Mari terus melakukan inovasi menuju perubahan yang lebih baik, insya-Alloh. Selamat beraktifitas, semoga sukses <35240>

Selasa, 10 November 2015

Oase -3: Tersesat, Kembali atau Dinikmati - Sebuah Pilihan

Hari Minggu kemarin mendapat amanat mengantar tetangga piknik (wisata) ke kebun binatang Gembira Loka, sebagai hadiah dan syukur atas panen cabe yang melimpah. Setelah mengantar penumpang sampai ke loket masuk, kami bermaksud mencari sarapan ke warung nasi di sekitar perempatan SGM. Setelah berjalan kaki sekitar 5 menit atau sekitar 300 meter tidak menemukan yang dicari, dalam hati merasa telah salah tempat sebaiknya kembali saja, namun ada dorongan yang seakan menyuruh "coba jalan terus saja, nanti di depan sana pasti ada warung lain". Akhirnya jalan terus, sambil merasa bahwa ini sudah salah jalan, sudahlah sebaiknya kembali saja, namun lagi-lagi ada dorongan dan keyakinan yang seakan menyuruh "mencoba jalan terus, di depan sana akan ada jalan pintas untuk kembali". Di sinilah awal merasa bahwa sudah tersesat, namun terasa berat untuk kembali sudah terasa cukup jauh untuk berjalan kaki, dan setelah menyusuri tepian sungai berharap ada jalan tembus, namun harapan tak sesuai kenyataan. Akhirnya harus berjalan lagi mengikuti jalur utama untuk bisa kembali ke tempat semula. Kaki serasa tak mau diajak melangkah saking capeknya setelah berjalan kaki sekitar 80 menit.

Tulisan ini adalah Oase edisi ke-3, mengiringi tulisan inovasi yang baru sampai edisi ke-3 yang berisi persiapan konsep dan akan segera kami susul dengan inovasi -4 yang berisikan tentang sosialisasi / uji publik. Oase kali ini bertema tersesat, sesuai kejadian yang cerita di atas yang kemudian akan kami ambil relevansinya dengan kegiatan dan kehidupan sehari-hari. Tersesat, barangkali setiap orang pernah mengalami. Tersesat bentuknya bisa bermacam-macam. Bisa tersesat jalan dalam arti salah jalan atau salah arah. Bisa tersesat pemikiran dalam arti salah pandangan, salah pemahaman, salah ideologi dan salah persepsi. Bisa tersesat perasaan, dalam arti salah mengolah rasa, salah menaruh hati, salah mencintai hingga salah membenci. Bisa juga tersesat dalam hal yang lain yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang bersifat heterogen dan serba kompleks saat ini.

Sebagai gambaran tambahan betapa sebuah kesesatan akan memberikan efek dan dampak yang parah dan sangat panjang. Ada seseorang yang mencintai teman gadisnya semasa duduk di bangku SMP, yang saat itu sempat disebut bunga sekolah (semacam istilah kembang desa) karena kecantikannya. Kenyataan saat ini bahwa sang gadis tersebut telah bersuami dan mempunyai dua anak, duduk di bangku SMA dan SMP. Sang lelaki yakin bahwa gadis tersebut telah bercerai dan siap menerima dia untuk menggantikan bekas suaminya, padahal realita sesungguhnya keluarga itu masih berjalan baik hingga saat ini. Berbagai upaya telah dilakukan oleh keluarga termasuk mempertemukan sang suami dengan sang lelaki ini, namun hasilnya nihil dan menganggap bahwa orang-orang lain telah membuat rekayasa dan membohonginya. Dari segi fisik, segi jasmani sehat dan makan seperti biasa, juga tidak ada perubahan dalam arti mental. Namun untuk satu hal terkait perasaan, khususnya tentang CINTA benar-benar tak tergoyahkan, tak bisa dikembalikan seperti sedia kala.

Bagi yang sering bepergian atau perjalanan jauh (lajon), sering menjumpai banyak gelandangan, anak-anak punk atau orang yang kurang/hilang ingatan, merekalah salah satu dari sekian orang yang tersesat dalam hidupnya. Atau juga pemuda / pemudi yang jadi sering ngalamun, galau atau stress karena putus cinta, patah hati atau kandas karena cinta yang tak terbalaskan. Inilah realita kehidupan, tersesat bisa dialami siapa saja, dalam bentuk yang mungkin berbeda-beda. Bisa tentang arah perjalanan, pemikiran atau perasaan. Berikut ini adalah kondisi buruk yang sering terjadi dan menghantui perasaan orang yang tersesat.
  • Sering terlambat sadar jika dirinya tersesat, salah arah, salah tujuan, salah perasaan atau salah pemikiran. Tak mudah percaya, bahkan tidak percaya jika ada teman atau orang lain yang memberi tahu bahwa dirinya tersesat, tetap kekeuh dan yakin dia benar, orang lain-lah yang salah.
  • Merasa berat untuk bertanya. Merasa tahu, merasa benar, telah mengalahkan kenyataan bahwa dirinya telah tersesat. Perasaan malu, gengsi semakin menambah parah kondisinya untuk beranjak dan terlepas dari kesesatan yang meliputinya.
  • Berprasangka buruk pada orang lain, sehingga siapa saja dianggap tidak bersahabat, tidak mendukung dan tidak peduli kepadanya. Ini salah satu yang menjadi penyebab orang tersesat sulit untuk bertanya bagaimana jalan untuk kembali.
  • Dorongan dari dalam diri berupa bisikan atau keyakinan untuk terus melanjutkan langkahnya, sikapnya, pemikirannya atau perasaannya. Dorongan itu bersifat menguatkan bahwa di depan sana akan ada jalan pintas, akan ada kemudahan dan akan ada keajaiban untuk mencapai apa yang menjadi tujuannya.
Adakah dari kita yang kemudian muncul pertanyaan dalam diri sendiri "Saya tersesat tidak atau saya tersesat di mana ?". Semoga semua telah benar, semua sudah sesuai dengan harapan. Namun tidak menutup kemungkinan kita salah, walau kita merasa sudah benar. Kita hanya bisa menilai menurut kadar kita, namun menurut kadar orang lain yang lebih tahu bisa jadi berbeda. Oleh karena itu, beberapa hal berikut mungkin saja diperlukan jika suatu saat bertemu dengan kondisi di mana kita berada pada posisi bingung karena salah jalan, salah pemikiran atau salah perasaan :
  1. Bertanya, kepada siapa aja yang ada untuk hal yang bersifat umum. Namun perlu diingat bahwa tidak ada orang yang tahu tentang semua hal. Juga tidak setiap orang tahu tentang hal tertentu, bahkan orang dianggap tahu belum tentu tahu.
  2. Bertanya, kepada orang yang lebih tahu, semisal tentang perasaan, maka psikolog dan psikiater adalah orang yang lebih tahu. Atau tentang ICT atau komputer, maka mereka yang banyak berkecimpung dengan dunia komputer adalah orang lebih tepat.
  3. Bertanya, kepada yang netral (tanpa tendensi). Bertanya kepada yang menyukai kita, maka jawabannya akan cenderung menutup-nutupi kekurangan kita. Bertanya kepada yang membenci kita maka akan banyak menyalahkan, menyudutkan atau justru menyesatkan kita. Bertanya kepada yang punya tendensi kepentingan, justru akan memanfaatkan dan memakan kita. Artinya dalam bertanya memilih orang yang tidak ada ikatan emosi atau kepentingan.
  4. Bertanya, kepada yang bisa merasakan. Bertanya terkait perasaan (sense) kepada google tidak akan menemukan jawaban yang memadai, karena google tidak memiliki perasaan. Bertanya kepada orang yang berhati lembut, halus perasaannya dan mengerti kondisi diri kita saat ini akan jauh lebih baik dalam memberikan solusi dan pemecahan masalahnya.
  5. Bertanya, kepada yang dekat kepada Tuhannya. Inilah sandaran terakhir untuk terkait segala pernik-pernik kehidupan. Hidup yang sesuai dengan syariah dan agama adalah yang paling sesuai, paling nyaman, paling adil. Orang yang paling dekat dengan Tuhannya tidak akan pernah menyesatkan orang lain, tidak akan pernah merugikan orang lain dan pasti akan bersedia membantu dengan senang hati dengan segenap kemampuan yang dimiliki. Untuk mencari orang seperti ini tidak perlu jauh-jauh ke Jawa Timur, ke Cirebon atau ke Bali. Mereka yang dekat dengan tuhannya ada hampir di setiap wilayah sekitar kita. Bila beragama Islam, maka siapa yang paling rajin ke masjid, yang paling sering salat malam, yang paling sering bersedekah adalah sebagian tanda-tandanya. Banyak bercerita kebaikan dirinya, atau seringnya berceramah bukanlah ukutan sesungguhnya.
Terlalu sayang (ngeman) jika kita membiarkan diri dalam kesesatan, baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Kita bisa melihat mereka-mereka yang tersesat hidupnya, baik karena salah dalam pemikirannya, salah dalam mengelola perasaannya, salah dalam mengelola jiwanya dan salah dalam mengisi hidupnya - seakan-akan percuma dan sia-sia waktu yang dijalaninya. Terlalu banyak yang dikorbankan, tenaga yang sia-sia, sumber daya, anak-anak dan keluarga, siswa-siswa juga teman dan saudara. Yang paling terasa adalah korban waktu yang tak bisa tergantikan, kita tak akan bisa mengganti waktu yang hilang, tak bisa menukar waktu yang telah berlalu.

Kuncinya, adalah kepercayaan diri untuk bisa kembali ke tujuan yang sebenarnya dan kepercayaan kepada orang lain, bahwa pada dasarnya keluarga, teman dan masyarakat sangat peduli dan menginginkan kita kembali menjadi pribadi yang utuh seperti sediakala. Bila kita tidak punya kepercayaan diri dan kepercayaan pada orang lain, maka akan sangat sulit untuk "mentas dan beranjak dari kesesatan". Pasrah, tawakal dan kesadaran untuk semakin mendekatkan diri kepada Alloh Yang Maha Kuasa adalah jalan terbaik, insya-Alloh. Selamat melanjutkan aktifitas, semoga sukses. <35000>

Jumat, 30 Oktober 2015

Inovasi -3 : Membuat Konsep Baru yang Lebih Baik - Pentingnya Sebuah Konsep

Alhamdulillah, tulisan seri inovasi yang ke-3 sudah bisa kami selesaikan. Sedikit kami cuplikkan bahwa pada tulisan seri inovasi yang pertama mengangkat tentang urgensi inovasi bagi pendidikan, kemudian dilanjutkan seri yang ke-2 yang mengambil tema tentang keutamaan memiliki karakater / jiwa yang baik sebagai bekal dasar untuk bisa melakukan inovasi. Sebagai seri lanjutan, maka pada tulisan seri ke-3 ini kami akan menguraikan pentingnya konsep baru dan bagaimana kita harus mempersiapkan konsep dalam proses inovasi, khususnya dalam pembelajaran bagi siswa. Tulisan ini keluar pada saat yang tepat karena bersamaan dengan dikirimnya 5 guru SMPN 2 Kepil dalam pelatihan USAID yang memang bertujuan untuk menjadi guru yang inovatif dan kreatif sehingga sangat mendukung tugas guru mulai dari persiapan hingga dalam proses pembelajaran.

Pertengahan tahun 95-an ketika kami awal-awal belajar di fakultas teknik UNY saat itu ada anekdot (kelakar) tentang sebuah jurusan di perguruan tinggi yang terasa lucu, yaitu jurusan "Sastra Nuklir". Jika jurusan itu bernama Teknik Nuklir, kemungkinan besar menjadi jurusan yang sangat bagus, karena ada kata teknik, yang pada saat itu jurusan teknik adalah salah satu jurusan yang dianggap pavorit, dan kata nuklir, yang merupakan ilmu yang sangat langka dan modern. Namun karena ditempel dengan kata sastra maka kemudian maknanya menjadi berbeda. Anekdot "Sastra Nuklir" lebih mendekati arti sebagai jurusan ilmu nuklir yang banyak mengarang, tanpa laboratorium memadai dan jauh dari teknologi. Inilah gambaran sebuah jurusan yang dibuat tanpa konsep dan persiapan yang memadai, sehingga terkesan asal jalan, asal ada (sangat apa adanya) dan cenderung jauh dari sasaran kualitas. Hal ini yang beberapa waklu lalu marak terjadi di "perguruan tinggi abal-abal" yang kemudian menjadi latar belakang dibekukan operasionalnya oleh kementerian dikti dan riset.

Dalam dunia properti (pembangunan rumah) dikenal berbagai macam jenis dan kategori rumah, yang dalam istilah arsitektur sering dikenal dengan nama model minimalis, klasik, mewah, modern hingga kontemporer. Jika seseorang mau membangun atau membuat rumah, maka yang paling mendasar adalah adanya gambar rencana dalam bentuk desain atau denah. Gambar rencana meliputi ukuran rumah, jumlah lantai, jumlah kamar dan tata letak yang akan menentukan detil gambar rencana pondasi. Gambar rencana harus jelas. Jika gambar rencana tidak jelas, apalagi tidak konsisten maka akan menyusahkan bagi tukang batu, tukang kayu dan pekerja yang terlibat dalam pembangunan rumah tersebut. Tidak boleh merubah ukuran ruang ketika pekerjaan sudah berjalan 50 %, karena akan berdampak pada banyak hal yang lain. Maka di sinilah peran dari sang arsitek, dia harus benar-benar membuat desain atau rencana gambar yang fix, up to date, dan telah dipastikan cocok dengan keinginan yang akan menempati rumah tersebut. Biasanya dalam proses persiapan desain seorang arsitek harus banyak berkomunikasi dengan calon pemilik rumah. Kesiapan konsep yang matang akan menjadi patokan dan menentukan keberhasilan sebuah kegiatan.

Konsep semakna dengan tema, alur dan gambaran singkat tentang rencana suatu kegiatan atau pekerjaan. Konsep dapat menjelaskan secara gamblang sebuah pekerjaan besar dan menguraikan tiap-tiap bagian secara detil. Sebuah konsep bisa diurai dalam bentuk sekuel-sekuel yang terperinci yang walau secara singkat namun dapat menjelaskan hingga bagian terkecil. Bagi guru, mungkin ada yang bertanya "Mengapa, apa perlu membuat konsep sendiri, kan sudah ada RPP, sudah ada silabus. Apa harus mengganti semua RPP, Silabus dan kelengkapannya ? Seperti kurang kerjaan saja. Tentunya bukan seperti itu bentuk inovasinya, mari kita coba urai bersama-sama.

Konsep baru dalam persiapan dan pelaksanaan pendidikan di kelas bukan untuk meniadakan perangkat yang sebelumnya telah ada. RPP, Silabus dan kelengkapan lainnya merupakan administrasi dasar yang tetap harus ada. RPP dan Silabus adalah perangkat administrasi yang sudah baku, bentuk dan hirarkhinya sudah ditentukan dari pusat yang memiliki kewenangan penuh atas kebijakan pendidikan. Namun selebihnya untuk urusan materi, konten (isi), muatan (lokal dan sentral), teknik dan yang berkaitan dengan penerapan di kelas menjadi kebijakan otonomi tiap sekolah, masing-masing individu guru di kelas. Nah, kehadiran sebuah konsep baru merupakan kebutuhan untuk menjadikan  RPP, Silabus dan kelengkapan lainnya menjadi sesuatu yang hidup, sesuatu yang dinamis dan selalu berkembang seiring perjalanan waktu dan perkembangan zaman.

Jangan berfikir terlalu ekstrim, jangan berfikir terlalu tinggi yang tak terjangkau hingga seakan konsep baru ini akan merubah semuanya, sama sekali bukan. Sederhana aja, konsep baru hanyalah bentuk penyegaran dalam pola pembelajaran agar selalu baru, up to date dan tidak kadaluarsa atau ketinggalan zaman. Bagaimana rasanya jika ketika seorang guru mengajar di kelas siswanya banyak yang tidur karena cara mengajarnya monoton (cerus/cerlu = ceramah terus/cerita melulu), atau materi yang diajarkan tidak menarik (karena tidak di update), atau metode CBSA yang tidak pernah berubah (cbsa = catat buku sampai abis). Bisa dibayangkan apa jadinya jika dalam pelajaran yang durasi 2-3 jam hanya diberi pengantar 15 menit, kemudian selebihnya acara bebas tanpa kendali yang terprogram karena kurangnya variasi metode pembelajaran, yang terjadi bisa diamati adanya siswa bosan, siswa belajar sekenanya, semaunya dan hanya menghabiskan waktu yang terasa sangat lama. Hal seperti inilah yang kami maksud dengan pembaharuan konsep. Artinya perlu dibuat dan dirancang sebuah konsep baru terkait berbagai cara, teknik, materi dan metode dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu.

Konsep baru, bisa berbentuk rencana baru, namun bukan berarti keluar dari substansi inti. Pembuatan konsep baru ini sebaiknya dilakukan di awal semester sebelum pembelajaran di mulai, namun demikian bisa juga di sisipkan di tengah semester seiring dengan datangnya "ilham" yang mungkin bisa saja datang di tengah perjalanan. Konsep baru ini bisa dirancang berdasarkan analisis terhadap pola dan pengalaman pembelajaran yang telah dilakukan selama ini. Apa yang sudah baik, apa yang kurang dan apa yang sama sekali belum sesuai dengan harapan. Perlu juga kiranya dengan bijak dan berbesar hati untuk bersedia melihat, menyaksikan, membaca dan membandingkan dengan tempat lain, sekolah lain, guru lain yang lebih dalam hal kualitas, baik dari sisi prosesnya, inputnya maupun outputnya.

Tidak harus serta merta semua berubah, tidak juga harus frontal, bisa dimulai dari beberapa point penting atau beberapa sekuel utama, atau pada bagian tertentu yang dirasa sudah siap dan paham. Sebagai gambaran mungkin kita bisa memulai untuk memperbarui konsep dalam bentuk sebagai berikut :
  • Metode yang baru, pendekatan langsung kepada bentuk jadi, bentuk nyata dan bentuk yang dikenal sehari-hari. Metode ini yang pernah diterapkan guru matematika asal Purworejo, Bp Juli Eko Sarwono yang ternyata membawa hasil yang luar biasa dalam pembelajaran matematika, hingga membawanya tampil di Kick Andy dan beberapa acara televisi. Pelatihan USAID adalah kesempatan yang sangat bagus bagi guru untuk bisa belajar berbagai metode mengajar yang menarik dan menyenangkan. Saat ini 5 guru SMPN 2 Kepil yang mengikuti pelatihan USAID yaitu ; Bp. Edi Wineto, Bp Agus Yuswantoro, Ibu Ratna Yuli, Ibu Laras dan Ibu Zulaikho.
  • Bahan ajar yang baru, semisal membuat file presentasi. Semangat Bp Edi Wineto, S.Pd yang mau bertanya dan belajar bersama kami dalam membuat file presentasi (power point) perlu diacungi jempol dan bisa ditiru oleh guru yang lain. Bagaimana pun bentuknya, suatu karya hasil buatan sendiri akan lebih mantab dan meyakinkan dalam proses transformasi ilmu. Maka jangan takut berkarya, hasil yang baik hanya bisa diperoleh dengan tekun dalam berproses dan banyaknya pengalaman.
  • Alat yang baru, contohnya LCD Proyektor atau benda kerja. Melalui tayangan video atau gambar siswa akan lebih bisa melihat langsung benda sesungguhnya. Selain itu membawa barang asli, semisal peragaan langsung berbagai alat musik oleh guru mata pelajaran akan menambah khazanah dan kepercayaan siswa terhadap kemampuan dan kapasitas guru dalam proses transformasi ketrampilan seni dan budaya.
  • Teknik baru, semisal pembelajaran di luar kelas. Ibu Prihatin Handayani, S.Pd dan Ibu Rini Utami, S.Pd yang keduanya mengajar mata pelajaran IPA pernah melakukan ini, para siswa di ajak melakukan pengamatan dan penelitian tanaman di halaman adalah suatu langkah baru yang perlu dikembangkan secara lebih intensif dan terprogram.
  • Ide baru (gagasan kegiatan), semisal ide tentang "English Day" - ini yang sempat disampaikan Bu Yani Widayati, S.Pd. Ini ide bagus, konsep baru yang bagus yang harus bisa dimulai kalau ingin terwujud. Ide baru yang tak pernah dimulai akan menjadi ide yang kadaluarsa, dan terlambat dalam membuat perubahan. 
  • Tambahan baru (suplemen), semisal pelajaran gamelan, group band, paskibra, membuat aneka masakan, seni tari dan vocal group. Pemberian tambahan ilmu baru yang diajarkan secara intensif akan sangat memberikan warna dan ruh baru bagi kemajuan sebuah mata pelajaran. Suplemen ini bisa menjadi keunggulan yang merupakan ciri khas sekolah yang pada gilirannya akan mengangkat citra dan nama baik sekolah.
Masih banyak hal baik yang bisa disiapkan dalam membuat konsep baru dalam pembelajaran. Intinya semua berawal dari kemauan untuk memperbarui diri, untuk melakukan inovasi, menjadikan diri sumber inspirasi dalam pembelajaran bagi siswa di Sirandu ini. Kami yakin (kita), bila kita mau, insya-Alloh kita mampu. Sebagai pedoman dasar agar tidak terlalu menjadi bayangan yang menakutkan adalah "Bila sekolah lain bisa, mengapa kita tidak - bila guru lain bisa mengapa kita tidak". Guru-guru di sekolah lain yang sudah lebih maju adalah manusia juga, sama seperti kita. Artinya, mungkin saja kualitasnya juga sama dengan kita (tidak jauh berbeda), hanya masalah kesiapan mental dan kesadaran untuk menempa diri, mengasah visi dan memperbaharui misi untuk bisa menjadi pribadi yang siap memberikan yang terbaik untuk anak-anak negeri. Slogan "mengajar seadanya, sebisanya, semaunya dan ala kadarnya", atau menganggap mengajar sebagai kebiasaan "pekerjaan biasa sekadar memenuhi jam mengajar" alangkah baiknya dengan penuh kesadaran direvisi kembali.

Kuncinya pada kesadaran dan rasa peduli. Kesadaran bahwa guru / pendidik adalah pekerjaan mulia dan hanya akan mulia bila dilaksanakan dengan sepenuh jiwa raga. Peduli, kadang kita sangat peduli dengan anak sendiri, namun kurang peduli dengan anak orang lain yang menjadi anak didik kita. Jika secara pribadi tidak rela jika anak kita belajar di sekolah kurang bagus, kurang inovatif, dan kurang bermutu - maka sebagai guru kita harus berupaya untuk menjadi guru yang bagus, yang inovatif dan bermutu dengan ditandai tumbuh kembangnya semangat inovasi yang terus menerus dalam membangun sekolah untuk menjadi sekolah yang lebih maju. Kita tentu tidak ingin dikenal sebagai guru sastra penjaskes, sastra matematika, sastra IPA, sastra IPS, sastra seni budaya dan sastra lainnya, karena predikat sastra yang paling tepat dan menjadi hak sepenuhnya adalah jurusan bahasa. Sekian, sampai jumpa pada edisi berikutnya, inovasi -4. Selamat mempersiapkan diri untuk lebih maju, selamat beraktifitas, semoga sukses. <34580>

Sabtu, 24 Oktober 2015

Download Contoh Aplikasi Rapot UTS SMP Negeri 2 Kepil

Penerapan Kurikulum 2013 membawa dampak yang bermacam-macam, ada yang pro dan banyak juga yang kontra. Dampak yang paling terasa oleh sekolah yang menerapkan K-13 adalah hilangnya mapel TIK dan KKPI. Selama dua tahun sejak diberlakukan K-13 maka guru TIK, khususnya di SMP yang sampai hari ini masih melaksanakan K-13 maka guru-gurunya kemudian kehilangan pekerjaan utama sebagai guru TIK, akhirnya banyak yang alih profesi menjadi guru mapel baru - Prakarya.

Dua tahun kemudian muncul Permendikbud no 68/2014 yang memberi arahan tugas guru TIK / KKPI yang beralih menjadi guru Bimbingan TIK (B-TIK). Dengan permen ini, maka peran guru TIK berubah menjadi semacam konselor / konsultan bagi siswa, guru dan TU terkait dengan teknologi informasi (TI). Dengan peran baru ini tugas guru TIK, secara implisit menjadi lebih berat, seakan guru TIK adalah sosok luar biasa yang serba bisa, padahal banyak guru TIK (red, khususnya kami) yang merasa masih banyak keterbatasan. Pada tataran kebijakan, regulasi permen ini belum familier di tingkat dinas pendidikan kabupaten/kota. Dan kenyataan yang ada di lapangan, beberapa sekolah pilot belum bisa melaksanakan bimbingan TIK pada tahun ajaran yang berjalan saat ini.

Kami, SMP Negeri 2 Kepil dengan segala keterbatasan tetap mendukung pelaksanaan K-13, termasuk permendikbud no 68/2014. Sebisa yang kami mampu, kami berupaya memberikan layanan minimal di bidang IT baik kepada siswa dan guru. Rasanya bahagia bisa berbagi pengetahuan di bidang IT kepada siswa walau dengan jam pembelajaran minimal yang hanya 1 jam tatap muka dengan siswa. Begitu juga bisa berbagi sedikit informasi kepada rekan sesama guru, walau terkadang sebagian dari mereka (guru non TIK) justru lebih tahu dan lebih terampil dari guru TIK.

Terkait implementasi permen 68/2014 dan hubungannya dengan penilaian kurikulum 2013, beberapa aplikasi telah dimiliki dan dibuat sendiri oleh sekolah, mulai dari aplikasi penilaian untuk tiap guru mata pelajaran hingga aplikasi untuk membuat rapot. Yang paling sederhana adalah aplikasi Rapot UTS yang terintegrasi, yang kali ini akan kami coba share (bagi) kepada pembaca umumnya, karena ada seseorang yang menghendaki kami untuk membagikannya. Dalam aplikasi sederhana ini semua siswa secara otomatis sudah terdaftar, namun masih bisa ditambah atau dikurang atau diedit bila terjadi kesalahan penulisan. Dengan hanya satu file aplikasi, semua wali kelas bisa menggunakan dengan memilih menu kelas yang menjadi tugasnya. Menu tambahan berupa update guru apabila ada perubahan data guru atau guru baru. Menu update kepala sekolah juga dibuat untuk mengantisipasi bila terjadi pergantian kepala sekolah. Secara umum aplikasi ini tidak jauh berbeda, namun yang kami utamakan adalah buatan sendiri. Disana juga terdapat beberapa hal baru yang meruapakan inovasi sebatas kemampuan kami.
Akhirnya, kepada yang "merasa perlu" kami persilahkan untuk mengunduh (download). Barangkali bisa sebagai gambaran, panduan dan pembanding. Bagi sekolah yang sudah maju dan telah memiliki aplikasi yang jauh lebih sempurna maka aplikasi ini bisa diunduh sekedar sebagai tambahan koleksi barang tak berharga.
Download Rapot UTS
Untuk bisa menggunakan aplikasi ini pengguna harus masuk ke aplikasi ini dengan akun dan password. Untuk pengguna umum maka bisa menggunakan akun "coba' dan password "umum". Khusus para pakar IT dan pembuat software yang terbiasa menjadi "hacker" kami harap untuk cukup tersenyum dan tertawa di dalam hati. Demikian, semoga bermanfaat <34370>.

Senin, 19 Oktober 2015

Oase -2: Berharganya Sebuah Proses Untuk Bangkit Menuju Sekolah Maju

Tulisan ini adalah episode oase-2, merupakan jeda atau selingan berupa esai ringan untuk sedikit mencairkan kebekuan yang terjadi di antara beberapa tulisan sebelumnya. Sekaligus dengan tulisan oase ini, kami selaku penulis utama bermaksud menyampaikan permohonan maaf sebagai berikut, "Dengan segala kerendahan hati memohon maaf apabila dalam beberapa tulisan selama ini ada beberapa yang secara serius dianggap menyinggung atau bahkan menusuk dan melukai hati dan perasaan pembaca semua". Tulisan-tulisan kami hanyalah sebuah opini, analisis atau esai bebas, tanpa tendensi kepada siapa pun. Dengan tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada atasan kami, teman sekerja kami dan sahabat pembaca sekalian, tulisan-tulisan di web ini kami buat sebagai bentuk apresiasi, koreksi dan inovasi terhadap situasi, kondisi dan perkembangan yang terjadi, dengan harapan bisa sedikit berbagi "sesuatu" untuk proses menuju perbaikan, setapak-demi-setapak, tangga-demi-tangga, fase-demi-fase - hingga tanpa sadar terjadi perubahan yang signifikan menjadi sesuatu yang baru yang lebih baik.

Sebagai gambaran singkat pada tulisan seri inovasi selanjutnya, seri ini rencananya akan kami tulis menjadi sekitar 7-9 seri. Dengan target, sasaran atau harapan kami adalah agar suatu saat nanti, - kami (dan rekan guru umumnya) - bisa melakukan sebuah inovasi dalam pembelajaran, mulai dari persiapan, di dalam proses dan pasca proses pembelajaran. Kami berharap suatu saat guru dan pembaca akan merasakan sesuatu yang berbeda, menyadari bahwa sebenarnya kita-kita ini punya kemampuan tersembunyi (istimewa), yang jika di tuangkan dalam karya yang inovatif maka hasilnya adalah sesuatu sangat luar biasa. Kami yakin, sebenarnya guru-guru kita bagus dan memiliki kualifikasi yang memadai, namun hanya kurang motivasi dan "greget" untuk bisa berbuat yang optimal. Berbagai hal yang melatar-belakangi antara lain ; bawaan karakter yang lemah, pengaruh lingkungan kerja yang buruk dan tekanan himpitan kebutuhan yang kadang justru mendomiasi jiwa untuk bekerja ala kadarnya.

Sekedar informasi, di samping web utama ini kami juga menulis di web khusus untuk mapel Prakarya - Kurikulum 2013, pengunjungnya juga luar biasa sudah mencapai lebih 65.000-an. Kami justru tidak merasa jika apa yang kami tuliskan ala kadarnya banyak dibaca dan dijadikan rujukan dan dirasa membantu pembaca. Banyak yang download RPP, Prota-Promes, Silabus dan Perangkat lain dari locker server kami. Begitu pula dengan tulisan di web utama ini, dari tulisan awal hingga yang terbaru inovasi -2, total tulisan sudah mencapai 230-an. Tema tulisan juga berbeda-beda, ada tajuk yang mandiri dan ada tajuk yang ber-seri.  Dari beragam tulisan ini ternyata sedikit banyak telah mampu mengangkat nama sekolah kami SMP Negeri 2 Kepil menjadi sekolah yang cukup dikenal di nusantara setidaknya di dunia maya, dan membuat web ini tergolong kategori sangat aktif. Hal ini banyak disampaikan teman atau pembaca lewat komentar - baik yang bersifat langsung ketika bertemu dengan sesama guru/peserta dalam even pelatihan atau juga lewat komentar dalam website dan sumber server tempat kami menyimpan data-data kami. Untuk wilayah jawa Tengah sebarannya cukup merata, mulai dari Cilacap di ujung barat daya hingga wilayah Rembang di ujung timur laut yang berbatasan dengan Jawa Timur. Hal inilah yang kemudian membuat sebuah sekolah di Kabupaten Magelang mengundang kami untuk memberi pelatihan pembuatan web-blog bagi guru & karyawan, satu harapan mereka agar apabila diketikkan kata kunci di google - maka secara otomatis langsung muncul nama web mereka berikut gambar-gambar terkait sekolah dimaksud.

Alhamdulillah, sekolah ini setapak-demi-setapak telah berubah menjadi jauh lebih maju. Kami ingat 4,5 tahun yang lalu ketika awal-awal kami bergabung di sekolah ini, saat ini jauh berbeda. Saat ini guru dan karyawan SMP Negeri 2 Kepil saat ini sudah memiliki kemampuan di bidang IT yang cukup memadai, bahkan beberapa sangat memadai. Ini sama sekali bukan karena kami, namun memang karena pada dasarnya mereka semua bagus, motivasi dan semangat yang tinggi dalam belajar untuk menguasai IT. Ibaratnya untuk menjadikan rumput, jerami dan daun-daunan di kebun menjadi bentuk yang sama yaitu abu, maka rumput, jerami dan daun ini sudah kering / sudah hangat, hanya butuh sedikit pemantik mereka langsung bisa terbakar dan membara. Dari segi fisik juga sudah banyak mengalami kemajuan, lantai 2 gedung depan sudah jadi dengan bentuk dan tampilan yang bagus, walau baru 1 ruang. Penambahan dua penampungan air yang pada akhirnya menjadi tersedia kran dengan air yang mengalir di tiap depan ruang kelas juga termasuk hal baru dan ini adalah prestasi luar biasa. Sungguh patut diberikan apresiasi dan penghargaan kepada bapak Drs. Kardan dan Bapak Satiyun, S.Pd selaku kepala dan wakil kepala sekolah - yang sangat banyak mengorbankan waktu, tenaga dan pemikiran untuk kemajuan sekolah ini. Dapat diprediksi, jika dilakukan inovasi di berbagai bidang, maka selambatnya 2 - 3 tahun ke depan SMP Negeri 2 Kepil akan menjadi sekolah yang maju, sekolah unggulan dan menjadi pilihan pavorit di masyarakat.

Satu hal yang sebaiknya dijadikan pegangan untuk bisa menjadi guru yang baik, guru yang mampu memberi inspirasi dan membuat inovasi adalah kesadaran bahwa kita adalah guru biasa yang juga manusia biasa. Artinya, sebagai guru biasa tidak serta merta / otomatis kita sudah sangat hebat, sangat luar biasa dan tanpa cela. Kalau mau jujur kita pasti punya kekurangan, apakah itu motivasi dan semangat, entah itu kreatifitas dan inovasi, mungkin juga ketekunan dan ketulusan. Kekurangan adalah hal manusiawi dan itu yang banyak terjadi. Namun yang maksud di sini bukan kemudian pasrah apa adanya, namun justru kesadaran itu haruslah menjadi motivasi untuk selalu belajar, selalu mencari / menambah pengalaman, agar tidak seperti katak dalam tempurung, yang merasa besar di lingkungan kecil dan sempit. Untuk itu, kita harus mengupayakan diri untuk masih selalu berguru pada orang lain, misalnya yang terkait mental / religius kita bisa ikut kajian rutin seminggu sekali, yang gurunya terkadang justru berusia lebih muda dari kami (bahwa ilmu, wawasan dan pengalaman tidak ditentukan oleh usia). Demikian juga pada bidang lain terkait pengetahuan yang berhubungan dengan pekerjaan dan disiplin ilmu yang ditekuni. Prinsipnya tanpa berguru maka ilmu, pengetahuan, wawasan dan mental kita akan "stagnan / mandeg", tidak berkembang.  Bahkan yang paling berbahaya adalah jika kemudian muncul indikasi sudah merasa pandai, sudah merasa hebat dan sudah merasa lebih tahu - padahal bila dilihat dan dibandingkan dengan dunia di luar wilayah kita ternyata kita belum memadai, belum seberapa, belum ada apa-apanya dan mungkin saja malah masih jauh tertinggal.

Kiranya demikian edisi oase / jeda kali ini, semoga bisa sedikit menambah wawasan serta semangat untuk berbuat yang terbaik untuk kemajuan-kemajuan berikutnya. Sampai jumpa pada inovasi ke-3 dengan tema inovasi konsep, insya-Alloh. Selamat beraktifitas, semoga sukses. <34262-84>

Selasa, 13 Oktober 2015

Inovasi -2 : Diawali Pembenahan Karakter Pribadi - Kemampuan Memotivasi Diri

"Dibalik siswa yang hebat terdapat guru yang hebat" - inilah kata kuncinya yang menjadi grand topik yang disampaikan mendikbud beberapa waktu yang lalu. Guru yang hebat pasti disenangi muridnya, karena dia bisa membuat suasana belajar menjadi menyenangkan bagi siswa. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru harus bisa membuat suasana pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan. Dalam konteks yang lebih besar dan luas bisa dianalogikan menjadi "Dibalik sekolah yang hebat pasti terdapat banyak guru yang hebat".  Inilah yang menjadi konsep dasar pada beberapa sekolah besar, sekolah maju, sekolah yang kaya inovasi yang kemudian menjadi sekolah pavorit.

Alhamdulillah, kami bisa memulai kembali menulis guratan benak di kepala di sela-sela sulitnya mengakses dan menyelesaikan proses entri data pupns.yang akhir-akhir ini sangat menyita waktu para PNS. Tulisan kedua seri inovasi kali ini akan fokus pada pembenahan karakter yang merupakan bagian penting untuk bisa menjadi pribadi yang mampu melakukan inovasi. Tanpa tendensi pada seseorang atau bagian tertentu, namun inilah yang memang harus dilakukan untuk menjadikan diri lebih hebat dari sebelumnya.

Menjadi pribadi hebat tentu sangat diharapkan oleh hampir semua orang. Pribadi hebat bisa terlihat di mana saja, ada guru hebat di sekolah, ada kepala dusun terbaik, ada aparat desa teladan. Dalam bidang strategis dan jabatan penting ada direktur hebat, ada manajer terbaik, ada bupati teladan dan gubernur terpavorit. Hampir bisa dipastikan semua predikat hebat di atas terjadi pada seseorang dengan karakter pribadi yang baik. Karakter, inilah rahasianya. Kenapa musti karakter, apakah yang dimaksud dengan karakter itu, dan apa hubungannya ? Mari sedikit demi sedikit kita urai bersama.

Sejalan dengan teori karakter / kepribadian (Freud : 1920), bahwa kepribadian seseorang digambarkan sebagai gunung es di tengah lautan. Yang nampak di permukaan hanyalah kecil, namun yang tidak nampak justru jauh lebih besar. Itulah hakekatnya kepribadian seseorang. Yang nampak dalam keseharian seseorang sedikit banyak bisa memberikan gambaran kepribadian seseorang, namun sebenarnya yang tidak nampak adalah jauh lebih besar dari yang sebenarnya, apakah itu kepribadian baik ataupun sebaliknya. Dan yang nampak kecil itulah yang pada kenyataannya mampu menghancurkan sesuatu yang besar, inilah yang terjadi seperti cerita film legenda tenggelamnya kapal Titanic.

Karakter semakna dengan pribadi atau kepribadian. Karakter adalah kombinasi yang ada di kepala dengan yang ada di hati. Karakter tidak dapat dirubah hingga terbawa mati, itu kata sebagian orang. Orang yang licik-culas, yang sombong, yang iri-dengki, yang jahat, yang serakah, yang cabul hingga tak senonoh - tak akan berubah sampai mati. Mungkin ini banyak benarnya, banyak kejadian seseorang tak berubah karakter buruknya hingga maut menjemputnya, cukup mengenaskan. Tapi benarkah karakter/pribadi tidak bisa dirubah hingga terbawa mati ? Seandainya tidak bisa dirubah, maka sia-sialah hidup orang macam ini, karena selama ini kehidupannya terlanjur banyak dipenuhi dengan kepribadian yang buruk.

Sebelum membahas hal itu, perlu kami gambarkan lebih dahulu beberapa karakter dasar seseorang terkait tema inovasi kita kali ini. Ada banyak tipe pribadi / karakter manusia dalam karya/pekerjaan, baik yang bersifat individu maupun organisasi. Berbagai karakter/pribadi ini bisa diibaratkan dengan kegiatan produksi pada bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan yang sejenisnya. Untuk lebih mudahnya secara khusus kami contohkan pada tanaman padi mulai dari penyemaian hingga panen.
  1. Tipe penyemai benih/bibit. Ia tahu betul bibit padi yang unggul, sangat paham bagaimana menyiapkan lahan dan cara menyemai benih, serta sangat hafal cara menjaga agar benihnya tumbuh dengan baik, bahkan ada beberapa yang ahli dalam menemukan varietas baru yang lebih unggul. Tipe ini tidak banyak jumlahnya, bahkan cenderung sangat sedikit. Dia berani berani mencoba, berani berkorban, dan berani gagal. Sabar, tekun dan telaten seakan sudah menyatu dengan nafasnya.
  2. Tipe penanam biibit. Mereka tahu bahwa bibit padi yang sudah tumbuh sebaiknya harus sudah ditanam sebelum usia 2 minggu. Mereka juga paham cara menanam yang baik, jumlahnya, dalamnya dan jaraknya antar lubang. Tipe ini lebih banyak dari tipe pertama.
  3. Tipe perawat tanaman. Tipe ini lebih sedikit jumlahnya dari tipe ke-2. Ia paham dan mahir cara merawat tanaman padi, mengairi, menyiangi dan memupuk agar tanaman tumbuh subur dan jauh dari hama yang bisa merusak tanaman.
  4. Tipe pemanen. Tipe ini adalah yang paling banyak jumlahnya. Banyak orang yang dengan senang hati dan siap sedia untuk ikut menjadi pemanen. Pekerjaan mereka cukup mudah, tinggal memetik padi dari batang/tangkainya bila padi sudah menguning. Bila hasil panen bagus mereka ikut bahagia dan merasa bangga, namun bila hasil panen kurang bagus biasanya mereka mencela, mengomel dan menyalahkan tipe yang pertama, ke-2 dan ke-3.
  5. Tipe perusak tanaman. Apa ada, jawabnya ada, dan hampir selalu ada walau jumlahnya tidak banyak. Ada beberapa hama dan gulma, mulai dari tikus, wereng, burung, ulat dan gulma yang mengganggu tanaman padi.
Dari beberapa contoh di atas, kiranya kita bisa koreksi, instropeksi dan membaca diri sendiri - ada di tipe yang mana posisi kita. Berikut ini beberapa kesimpulan yang mungkin bisa dijadikan teropong untuk mencari, melihat dan menentukan langkah terbaik kita :
  • Karakter tertinggi / terbaik tentu tipe pertama, dimana orang tipe ini hanya berfikir bagaimana ia berinovasi untuk menghasilkan karya terbaik tanpa berfikir untung rugi bagi dirinya. Ia tidak terlalu memikirkan keuntungan apa yang akan diperolehnya. Baginya bisa berbuat dan menghasilkan yang terbaik adalah kepuasan dan kebahagiaan tersendiri. Disusul tipe ke-2 dan ke-3 yang juga mampu bertindak nyata untuk segera berbuat, tahu apa yang harus dilakukan, paham bagaimana melakukan dan tidak menunda-nunda untuk melakukan sesuatu yang dianggap baik. Tipe penyemai benih, penanam bibit dan perawat tanaman paham betul bahwa tugasnya adalah menyemai, menanam dan merawat, karena mereka sadar betul bahwa kebaikan yang selama ini dia petik adalah juga berkat peninggalan orang-orang terdahulu yang telah menyemai dan menanam kebaikan.
  • Karakter tengah, merupakan karakter pemanen. Inilah karakter yang paling banyak dimiliki manusia, yang cenderung mencari yang mudah, enggan bersusah payah, cenderung malas berfikir dan tak mau tahu bagaimana susahnya sebuah proses untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas, sesuatu yang berkelas dan hebat. Asalkan urusan diri pribadi beres dan haknya terpenuhi maka tak ambil peduli bagaimana dengan orang lain, tak ambil pusing bagaimana kemajuan sistem yang ada di komunitasnya. Kata gaulnya "Emang Gue Pikirin, Lue-Lue Gue-Gue". Ramai datang berduyun-duyun pada saat sukses, jika susah maka cepat-cepat menjauh. 
  • Karakter terendah adalah  karakter perusak. Sama sekali tak ada baiknya, dia tidak bisa menghargai orang yang berinisitaif dan berbuat baik. Dalam istilah jawa - neng ngarep njegali, neng mburi nggondeli, seakan tidak rela orang lain maju, tidak ikhlas bila ada teman yang sukses. Selalu berburuk sangka pada orang lain, memelihara dendam, menjunjung tinggi iri-dengki, bangga dengan sikap arogannya dan suka merendahkan orang lain serta hobi mengedepankan ego pribadi.
Lalu, bagaimana bila diri kita berada pada karakter tengah atau bahkan karakter terendah, apakah cuek dan dinikmati saja, ataukah ada niatan untuk berubah. Secara alami sangat sulit untuk bisa merubahnya. Hanya ada dua hal yang bisa merubahnya, yaitu 1) Kejadian Luar Biasa, 2) Dipaksa. Kejadian luar biasa yang terjadi di luar nalarnya bisa menyadarkan seseorang tentang karakter buruknya dan menjadi motivasi untuk berubah. Contoh kejadian luar biasa antara lain, bencana, musibah, malapetaka atau mengalami kesakitan yang luar biasa. Adapun yang ke-2, dipaksa artinya memang seseorang harus diposisikan pada lingkungan atau kondisi yang memaksa diri untuk berubah, mau tidak mau harus berubah jika ingin tetap melanjutkan proses selanjutnya. Dalam konsep psikologi dan konsep agama, jelas karakter yang bersentuhan langsung dengan kepribadian ini bisa dirubah, dan inilah yang sejalan dengan cara ke-2, yaitu dengan proses pemaksaan. Proses pemaksaan bisa dilakukan oleh diri sendiri, oleh keluarga, oleh komunitas dan oleh lingkungan. Kehadiran orang yang dipercaya dan dianggap mampu sangat diperlukan dalam proses pembentukan karakter ini.

Sewajarnya kita pasti menginginkan menjadi pribadi yang hebat, menjadi pegawai yang hebat atau jika kita seorang guru maka alangkah baiknya menjadi guru yang hebat. Guru yang hebat akan mampu menginspirasi siswa menjadi murid yang hebat. Bila menjadi kumpulan guru-guru hebat, maka akan semakin banyak muncul murid-murid yang hebat. Pada gilirannya akan berkembang menjadi sekolah yang hebat yang sangat kita harapkan. Untuk itu marilah jangan takut untuk melakukan inovasi, dimulai dari hal yang kecil, mulai dari diri kita dan mulai saar ini. Point pertama untuk bisa melakukan inovasi adalah menumbuhkan kesadaran diri dan membenahi karakter diri untuk bisa berinovasi menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kepasrahan, tawakal dan doa yang dimunajatkan dengan penuh kesungguhan untuk mengharap kebaikan adalah cara terindah untuk kembali menjadi pribadi yang hebat. Selamat beraktifitas, selamat ber-inovasi - semoga sukses <34081>

Senin, 28 September 2015

Inovasi -1 : Pentingnya Inovasi dan Pengembangan Dalam Dunia Pendidikan - Pengantar Seri Inovasi

Kami akan mengawali tulisan seri inovasi ini dengan sedikit membuka ingatan tentang teknologi komunikasi nirkabel generasi awal di Indonesia. Pada akhir tahun 90-an hingga 2003 dalam sebuah komunitas, jumlah orang yang sudah memiliki dan menggunakan telepon genggam (HP) masih sangat sedikit, ibaratnya bisa dihitung dengan jari. Saat itu ada beberapa merek yang umumnya dipakai antara lain Nokia 5110 (antene luar),  Nokia 3210 (keduanya antene dalam), Ericsson T10 dan Siemen C35. Walaupun tipe handphone tersebut kini dianggap jadul, namun pada waktu itu sudah dianggap canggih dan hanya dimiliki oleh kalangan terbatas yang sudah tergugah dan terpanggil untuk memiliki, karena harganya yang selangit dan tak terjangkau kalangan awam (termasuk penulis - belum memiliki). Fungsinya hanya dua, yaitu untuk telepon dan SMS. Sangat berbeda dengan saat ini, perkembangan HP sebagai alat komunikasi sudah menjamur di segala lapisan dan kalangan. Hampir setiap orang punya (kecuali yang tidak), bahkan satu orang punya lebih dari satu. Fungsinya juga berkembang pesat mencakup pada hampir seluruh sendi kehidupan. Inilah gambaran pertama, majunya inovasi di bidang teknologi komunikasi.

Sisi lain pada tataran yang sederhana, ada sebuah warung makan yang saat awalnya ramai dan terkenal karena cita rasa yang khas. Banyak pengunjung dari segala lapisan dan kalangan, yang kata mereka masakannya enak, suasananya santai dan harga merakyat (murah). Karena ramai dan laris, kemudian membuka beberapa cabang di tempat lain. Seiring waktu berjalan, saat ini cabang-cabang sudah ditutup, yang masih tersisa tinggal induknya dalam kondisi yang berbeda, tidak seramai dulu, sepi dan jarang pembeli, padahal menu masakan dan cita rasa masih sama seperti dulu. Ada apa rupanya. Ternyata, sebagian penyebabnya adalah karena warung tersebut tidak mau berbenah dari segi tempat / lokasi, bangunan, ketersedian tempat parkir dan kelengkapan lainnya. Inilah gambaran kedua, yang lebih disebabkan karena kurangnya inovasi dalam mengelola usaha, kalau tidak mampu melakukan inovasi mengikuti perkembangan maka akan ditinggal oleh zaman.

Dua gambaran di atas terdapat pelajaran berharga, bahwa kita sebagai unsur terkecil dalam sebuah sistem -   mulai dari keluarga, masyarakat hingga lembaga haruslah peka dan mau belajar untuk mampu melakukan inovasi terhadap diri sesuai bidang yang menjadi pekerjaan kita. Terlebih lagi bagi seseorang yang bekerja di kantor pelayanan  umum, atau di sekolah yang berhubungan dengan siswa. Bidang pekerjaan ini sangat diperlukan orang-orang yang senang belajar, yang mampu berkembang dan mampu menjadi pelayan yang up-to-date. Untuk itu, sekali waktu kita perlu jalan-jalan ke luar, luar wilayah kerja atau melihat dunia luar. Sekali waktu kita juga perlu untuk keluar dari alam pikiran kita. Mungkin muncul pertanyaan, mengapa harus keluar dahulu dari pikiran diri ? Yah, karena jika kita masih tetap berada dalam pikiran kita yang dipenuhi rasa ego, merasa bisa, merasa benar dan berbagai rasa besar lainnya, maka pembacaan dan penilaian kita tidak bisa objektif dan tidak adil.  Dengan menjadikan pikiran dan diri kita lepas dari rasa ego, kita akan bisa membaca apa sebenarnya kebutuhan konsumen kita, masyarakat kita, siswa kita dan komunitas kita.

Beberapa tokoh besar sudah melakukan cara ini, yang ala Jokowi bahasa kerennya "blusukan", namun masih dengan pakaian kebesarannya sebagai pejabat publik. Demikian juga Sri Sultan HB IX yang pernah "manjing kawulo" tanpa menunjukkan bahwa dirinya sultan, dan masih banyak tokoh-tokoh yang lain. Begitupun seorang guru yang mampu berbaur dengan siswa, dengan masyarakat dengan menanggalkan baju kebesaran guru akan menjadikan kita dekat dan seakan tak ada jarak dengan siswa, dengan masyarakat. Jika sudah dekat maka semua hal tentang permasalahan, harapan dan penilaian dari mereka akan keluar dengan sendirinya. Teknik inilah yang dipakai oleh para intel di kepolisian untuk menguak tabir dan membuka sebuah rahasia yang terjadi di masyarakat. Adalah Anna Lao Tjiao Leang - wanita keturunan Tionghoa -, yang menjadi polwan pertama di Indonesia pernah menyamar sebagai pembantu rumah tangga, tukang potong rambut, tukang membuat kue, bahkan sebagai tukang pijit dalam menjalankan tugasnya sebagai intel, dan ternyata berhasil sukses mengungkap kasus penyelundupan.  Beliau mendapat penghargaan rekor Muri sebagai Polwan pertama di Indonesia. Dari kisah ini kita diajarkan untuk mampu berinovasi, pandai berperan untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Inilah sosok yang menjadi inspirasi tulisan kali ini.

Diri kita sebagai karyawan, pegawai, guru atau pekerjaan lainnya adalah unsur dalam sebuah sistem. Sistem manajemen dalam sekolah, kantor, lembaga atau organisasi adalah serupa dengan manajemen dalam perusahaan. Sebagai gambaran perlunya inovasi, berikut beberapa penyebab perusahaan harus melakukan inovasi diantaranya:
  1. Produk lama tidak laku di pasaran. Jika produk yang telah diluncurkan di pasaran tidak mendapatkan respon positif dari konsumen, maka perusahaan bisa mengevaluasi hal-hal yang menyebabkan produk tidak disukai konsumennya. Dengan penilaian tersebut perusahaan bisa membuat suatu inovasi untuk memperbaiki produk yanng telah dipasarkan.
  2. Permintaan pasar. Berbeda dengan poin di atas, inovasi juga bisa disebabkan karena permintaan pasar yang ingin mendapatkan barang baru dengan fungsi yang berbeda. Barang atau produk yang lama memang laku di pasaran namun konsumen menginginkan produk baru yang juga sama menariknya dengan produk lama. Kedua produk itu nantinya bisa memuaskan kebutuhan konsumen.
  3. Adanya pesaing. Dalam bisnis selalu ada namanya pesaing, dan inilah yang menyebabkan inovasi suatu produk harus dibuat. Pesaing mungkin membuat suatu produk yang jauh lebih bagus dari produk anda sehingga untuk mengalahkan pesaing, anda harus membuat produk dengan kwalitas yang jauh lebih baik dari produk sebelumnya dan juga lebih baik dari produk pesaing anda.
  4. Mengembangkan bisnis. Inovasi juga sangat penting bagi pelaku bisnis untuk bisa mengembangkan bisnisnya tidak hanya dengan satu produk namun juga meliputi beberapa produk. Dengan adanya inovasi tersebut maka perusahaan bisa lebih banyak mendapatkan keuntungan.
Dari uraian di atas sangat terasa betapa pentingnya (urgen) peran inovasi untuk keberlangsungan tugas dan pekerjaan kita sebagai guru, karyawan atau pegawai, agar : 1) karya kita tidak kadaluarsa, 2) tetap bisa diterima dan bisa memuaskan siswa, customer atau pelanggan, 3) bisa bersaing dengan guru/karyawan yunior, dan 4) mampu turut mengembangkan kemajuan  pendidikan. Inovasi bukan berarti harus berubah total, tidak harus frontal dan radikal, serta tidak harus menjadikan diri berbeda dalam tanda tanya. Yang dibutuhkan dan sangat berharga adalah semangat, inisiatif, proses dan mental untuk melakukan upaya terbaik demi kemajuan dan kesuksesan bersama.

Demikian uraian awal yang merupakann pengantar tulisan seri bertajuk inovasi ini, yang rencana akan kami paparkan menjadi sekitar 7 seri. Bidang apa saja yang perlu dilakukan inovasi, insya-Alloh akan kami lanjutkan pada tulisan berikutnya. Selamat beraktifitas, semoga sukses. <33820>

Jumat, 18 September 2015

Pembelajaran TIK SMPN 2 Kepil Menggeliat, Upaya Untuk Memberikan Wawasan dan Ketrampilan dalam Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi

Permen 68/2014 yang dikeluarkan oleh kementerian pendidikan nasional tahun 2014 lalu belum banyak yang tahu bagaimana pelaksanaannya di sekolah. Setelah 2 tahun mata pelajaran TIK hilang sama sekali dari proses pembelajaran di sekolah yang melaksanakan K-13, akhirnya muncul permen yang kemudian mengakomodir dan mengatur peran guru TIK di sekolah. Permen itu mengatur bahwa TIK tidak sebagai mata pelajaran, namun berbentuk bimbingan semacam bimbingan konseling. Nama lengkapnya Bimbingan TIK, berupa layanan bimbingan kepada siswa, guru dan tenaga kependidikan. Walau banyak pihak yang tidak puas, tidak menerima dan tidak mau melaksanakan permen tersebut, namun SMP Negeri 2 Kepil sebagai salah satu sekolah pilot kurikulum 2013, mau tidak mau - siap tidak siap harus menyambut baik adanya permen yang mengatur tentang pelaksanaan pembelajaran TIK. Setidaknya ada sedikit waktu untuk mengenalkan TIK pada siswa agar tidak buta sama sekali terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya komputer.


Setelah beberapa kali pertemuan pada bimbingan TIK di depan kelas, ternyata siswa sangat menyambut baik, senang dan sangat menikmati pelajaran TIK ini. Banyak hal yang mereka sampaikan terkait TIK ini. Pada pelaksanaannya di SMP Negeri 2 Kepil bimbingan TIK mendapat jatah 1 jam tatap muka. Memang terasa sangat cepat dan belum memenuhi tuntutan kebutuhan siswa yang haus dengan informasi terutama terkait dengan komputer. Mereka sangat ingin belajar di laboratorium komputer, berlama-lama belajar untuk memiliki berbagai ketrampilan yang terkait dengan mata pelajaran TIK. Saat ini laboratorium komputer SMP Negeri 2 Kepil tersedia 18 unit komputer baru, meja dan kursi baru dan kelengkapan laboratorium komputer yang memenuhi standar sebagai lab pembelajaran TIK dilengkapi dengan 2 buah AC window. Setiap komputer sudah terpasang Wireless-LAN untuk akses internet. Dan yang terbaru telah disediakan vacuum cleaner untuk membersihkan ruangan dan perangkat lab komputer dari kotoran debu. 

Kenapa Banyak Yang MENOLAK Permen 68/2014

Kami sekolah yang ada di pedesaan, di lereng gunung Sindoro Wonosobo Jawa Tengah. Mayoritas siswa kami adalah siswa yang berasal dari kampung dengan latar belakang ekonomi orang tua yang kurang, yang tidak memungkinkan untuk memiliki komputer atau laptop. Maka jangankan download tutorial dari situs Youtube, kemudian mempraktekkan / mengerjakan tugas paper yang diberikan tugas guru - membuka aplikasi salah satu aplikasi office saja belum bisa. Maka bagaimana jadinya jika TIK dihilangkan, bagaimana TIK jika hanya berbentuk bimbingan.

Masa depan suatu bangsa sangat ditentukan bagaimana pendidikannya. Negara yang maju dan sangat maju bisa dipastikan sangat maju juga konsentrasi pada bidang pendidikannya. \Kita bisa melihat bagaimana negeri paman syam (USA), bagaimana negeri sakura (Jepang) dan negeri-negeri lainnya yang sangat maju dan serius dalam menjalankan pendidikan. Berbagai pembenahan dilakukan, berbagai penelitian dilakukan untuk mendapatkan model yang paling sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan perkembangan zaman. Hal sama juga terjadi pada negara kita. Namun sayangnya, serasa aneh kebijakan pendidikan di negara kita, Indonesia tercinta. Sementara di negara lain sangat digalakkan pendidikan yang mengacu pada kemajuan teknologi, di negara kita bibit-bibit ilmu untuk maju justru dipangkas dan dibuang, dengan berbagai alasan yang tidak sepenuhnya benar, baik dari tinjauan ilmiah maupun tinjauan kebutuhan.

Dihapuskannya mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia dari kurikulum 2013 menambah keterpurukan pendidikan di Indonesia. Padahal di negara maju lainnya pendidikan computer science di sekolah kian dikembangkan. Menurut World Education Forum, pendidikan Indonesia menempati ranking 69 dari 76 negara. Hal ini terungkap dalam Seminar Nasional Computer Science di Aula Gedung A Kemendikbud, Jakarta, Jumat (18/9/2015) yang dihadiri lebih dari 500 orang guru dari berbagai daerah di Indonesia. Dihapuskannya mata pelajan TIK karena tidak adanya listrik di berbagai daerah. Kemdikbud meresa berat untuk menyiapkan listrik di semua sekolah dan takut di PTUN kan oleh masyarakat.

Pelajar Indonesia makin terpuruk bila tidak belajar tik kata pak Onno W. Purbo pakar TIK Indonesia. Sebab mereka hanya belajar sendiri tanpa pemandu dengan materi yang tidak terstruktur dan sistematis. Kami ucapkan terima kasih kepada kawan kawan guru yang sudah hadir di aula kemdikbud lantai 3 dalam seminar nasional computer sciene hari jumat 18 september 2015 pukul 14.00-17.00 wib. Semoga perjuangan kita guru TIK didengar dan dikabulkan oleh pemerintah. Para pejabat kemdikbud bisa memehami keinginan kita semua demi generasi emas Indonesia terdidik TIK dengan baik.
Seminar Nasional Computer science diadakan di Gedung A lantai 3 Kemendikbud. Saya berada bersama lebih dari 500 guru sejabodetabek bahkan dari kalimantan , Semarang dan daerah daerah provinsi lainnya dalam rangka perjuangan Mengembalikan TIK dan KKPI kembali menjadi Mata Pelajaran lagi, dan bukan Layanan TIK apalagi hanya sekedar Bimbingan. Ikut hadir bersama kami Perwakilan Puskurbuk Bpk. Herry dan Perwakilan Dirjen Guru Bpk Temu Ismail , Ketua IGI Pusat Bpk Satria Dharma , Pakar Pendidikan Bpk Indra Charismiadji, Pakar IT Indonesia Bpk Onno W Purbo. Dalam seminar kali ini, masing masing pemateri memaparkan tentang pentingnya IT dengan segala kelebihan dan kekurangan yang sesungguhnya bisa dicari solusi bersama, dan bukan sepihak yang membuat Mata Pelajaran TIK dan KKPI hilang dari kurikulum ini. Ilmu Komputer atau Computer Science bisa jadi salah satu solusi karena di dunia luar sana sudah lebih maju dari kita bangsa Indonesia dengan perkembangan Komputer Science atau Coding (bahasa pemrograman).

Jumat, 18 September 2015 menjadi hari bersejarah bagi perjuangan guru TIK dan KKPI. SAVE TIK dan KKPI demi generasi emas indonesia terdidik tik dengan baik. Berbagai masukan dan pandangan dari para nara sumber yang hadir membuat saya semakin paham bahwa perjuangan itu membutuhkan strategi yangg jitu dan rasa kebersamaan yang tinggi. Computer science atau ilmu komputer mungkin bisa menjadi salah satu solusinya. TIK itu memang wajib dipelajari ilmunya. Oleh karena itu materinya harus terus dikembangkan, dan bukan dihapuskan karena tidak adanya listrik. Setiap daerah punya potensi alam yang luar biasa untuk membuat pembangkit listrik sederhana.

Keputusan Akhir - Hak Prerogatif Kemdikbud
Yah banyak pihak telah berusaha dan berupaya untuk hal terbaik bagi siswa, namun semua kembali kepada pejabat di kementerian pendidikan, menteri pendidikan dan presiden sebagai penentu kebijakan. Semoga Alloh yang maha kuasa yang mengendalikan setiap hati manusia, berkenan memberikan hidayah dan membuka pintu hati dan pikiran para pemegang kebijakan pendidikan di Indonesia agar selanjunya membuat perubahan kebijakan menjadi lebih baik bagi semua. Kebaikan bagi siswa, bagi guru dan bagi masyarakat dan negara pada masa yang akan datang. Selamat berjuang para pejuang Save TIK & KKPI. Selamat beraktifitas, selamat berjuang, semoga sukses.  Apa yang terjadi kemudian, semoga semua bisa menerima dengan lapang dada dan melaksanakan dengan penuh tanggung jawab. <33742>

Selasa, 15 September 2015

Kabar Gembira : Menteri Yuddy Putuskan Angkat Seluruh Honorer K2 Tanpa Tes

Alhamdulilah, pada tulisan kali ini kami akan menyampaikan kabar gembira bagi teman-teman pegawai honorer K2. Selama usaha terus dilakukan dengan penuh kesungguhan, keikhlasan dan penuh pengharapan dengan diiringi doa kepada Alloh, maka cepat atau lambat tuhan yang akan membukakan jalan kemudahan untuk memperoleh yang telah diperjuangkan. Alloh maha tahu, maha mendengar dan maha mengabulkan doa bagi siapa saja yang tawakal dan berserah diri kepada-Nya. Akhirnya perjuangan seluruh honorer kategori dua (K2) membuahkan hasil yang mengembirakan, pasalnya aksi mereka (honorer K2) secara besar-besaran hari ini dalam memperjuangkan nasib benar-benar tak sia-sia. Selamat kami ucapkan kepada Bu Tatik, Mas Pardi dan teman-teman lain.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi memutuskan mengangkat seluruh honorer K2 sebanyak 439.965 orang.
“Setelah kami berhitung dan mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya, kami putuskan untuk mengangkat ?seluruh honorer K2 secara bertahap. Kuotanya kami bulatkan menjadi 440 ribu orang,” kata MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, Selasa (15/9).

Dia menyebutkan, penyelesaian K2 akan dilakukan secara bertahap mulai tahun depan hingga 2019.
Keputusan ini menurut Yuddy, karena banyak honorer K2 berusia di atas 35 tahun sehingga tidak bisa diberlakukan mekanisme UU ASN.
”Kami sudah memikirkan matang-matang dan berhitung, untuk mengangkat 440 ribu honorer K2. Tidak ada lagi yang menjadi PPPK, tapi seluruhnya CPNS,” tandasnya.

Mekanisme pengangkatan honorer kategori dua (K2) menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tidak lagi melalui tes. Meski tetap ada seleksi, namun hal itu hanya seleksi administrasi saja.
“Kami akan mengangkat seluruh honorer K2 sekitar 440 ribu menjadi CPNS. Namun ada beberapa catatan yang harus diperhatikan,” kata MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi.
Menurut Yuddy, adapun beberapa syarat yang menjadi ketentua ada?lah honorer K2 itu berada dalam data base Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan KemenPAN-RB.

Menurut Yuddy, harus diverifikasi validitas data. Termasuk usulan dari kepala daerah, juga harus diseleksi.
“Kami akan memproses kalau ada usulan dari kepala daerah. Karena kepala daerah-lah yang tahu PNS-nya mau ditempatkan di mana,” kata Yuddy.
Lebih lanjut, dia menegaskan seleksi tetap harus dilakukan secara bertahap. “Tapi seleksi ini hanya administrasi saja, dicek kebenarannya apakah memenuhi syarat atau tidak,” ujar Yuddy.
(Sumber : http://www.pendidikanguru.com/index.php/2015/09/15/menteri-yuddy-putuskan-angkat-seluruh-honorer-k2-tanpa-tes-2, www.jpnn.com, )

Demikian berita gembira terkait pengangkatan honorer K2 yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat
Sukses untuk seluruh guru Indonesia, selamat bekerja semoga sukses. <33626>

Senin, 07 September 2015

Mengatasi Error 500 - Cara Masuk Server e-PUPNS Yang Sering Gagal Login

Trafik penggunaan jaringan / bandwidth internet naik drastis terutama di sekolah negeri, di kantor pemerintahan dan instansi yang merupakan induk atau tempat bekerja pegawai negeri sipil. Alamat URL https://epupns.bkn.go.id/, inilah alamat website pendataan ulang bagi pegawai negeri sipil yang pada beberapa hari ini menjadi web pavorit dan banyak diakses pengunjung internet.  Sejak tanggal 1 Sepetember 2015 kemarin, Sistem Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil (PUPNS) Elektronik / e-PUPNS telah dibuka secara online dan resmi oleh BKN. Sejak itu juga mayoritas PNS  mulai mengakses aplikasi epupns bkn. Namun yang tengah terjadi di lapangan adalah adanya beberapa kendala atau masalah yang dihadapi oleh para PNS baik yang terkait koneksi internet dan atau hal teknis lainnya.

Sampai saat ini website tersebut sangat susah untuk diakses dikarenakan sebelumnya menggunakan server lokal yang berbagi dengan website lainnya yang berlangganan dengan penyedia hosting tersebut. Istilah mudahnya karena webnya share hosting, PC lokal yang diakses publik yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan. Sisi lain jaringan internetnya yang terbatas, setelah ditelusuri ternyata domain bkn.go.id serta servernya menggunakan jasa shared hosting telkomhosting.com, kalaupun menggunakan paket enterprise maka maksimal bandwidth adalah 50 GB. Itu tentunya tidak cukup dengan sistem berbagi server dengan website lainnya. Dengan asumsi menggunakan 50 GB bandwidth tidak akan cukup menampung 4.5 juta PNS dalam satu waktu. Apalagi bandwitdh itu untuk semua website yang berdomain bkn.go.id.

Banyak kendala yang dihadapi PNS saat memulai pendaftaran PUPNS maupun saat pengisian PUPNS. Dari kesulitan akses PUPNS, hingga gagal mencetak formulir bukti pendaftaran PUPNS. Salah satu yang paling banyak dihadapi adalah muncul Error 500. Salah satu penyebab munculnya Error 500 ini adalah membanjirnya traffic server PUPNS serta kegagalan browser membuka halaman web. Jalan penyelesaian paling mudah khusus untuk error 500 adalah mencoba membersihkan cookies pada peramban web. Cookie yang merupakan file yang dibuat oleh situs web yang dikunjungi, dan cache browser yang membantu laman dimuat lebih cepat, memudahkan Anda menjelajah web.

Sering kali kita merasa kesal, saat akan mengerjakan entri data ternyata website yang akan kita tuju server busy atau server sibuk. Berikut kami tuliskan beberapa jalan alternatif untuk bisa membuka aplikasi epupns dengan mudah dan lancar :
  1. Menggunakan waktu yang dimungkinkan jumlah pengakses server pupns sedikit, misalnya hari libur, tengah malam atau menjelang pagi. Sebagai contoh pada hari Sabtu dimana banyak kantor instansi pemerintah dan SMA/SMK libur karena 5 hari kerja secara otomatis pengguna internet yang mengakses server pupns banyak berkurang, sehingga akses untuk membuka server pupns menjadi lebih mudah.
  2. Menambah / memperbesar paket data internet. Bandwidth - istilah paket data internet ini terkait dengan kecepatan akses dalam membuka laman internet, semakin besar jalur paket data yang digunakan akan semakin mudah dalam proses download dan upload dokumen dari dan ke server yang sedang dibuka.
  3. Membuka jalan khusus, agar bisa mendapat prioritas utama untuk tetap bisa terkoneksi dengan server. Aplikasi ini oleh para teknisi atau ahli IT sering di sebut ping. 
Dari ketiga cara ini lebih disarankan cara pertama, artinya gunakanlah waktu pada malam hari, hari libur atau waktu yang saat web tidak sedang ramai, jadi anda tidak perlu menggunakan cara ini.Namun jika anda tidak memiliki waktu untuk Online malam hari, bisa menggunakan cara ketiga yang sering digunakan oleh para teknisi dan operator jaringan internet. Untuk membuat jalur khusus / prioritas dengan cara membuka aplikasi ping, ada dua cara sebagai berikut :

A. Perintah CMD  (Command prompt) :
  1. Klik Start Menu => ketik cmd => akan membuka prompt c:
  2. Ketikkan : ping pupns.bkn.go.id -t
  3. Enter, maka selanjutnya akan muncul laporan koneksi hubungan antara komputer kita ke IP Addres komputer server
B. Run Menu
  1. Klik Start Menu => Ketik RUN => Buka Run
  2. Ketikkan : Ping puppns.bkn.go.id -t
  3. Klik OK, maka selanjutnya akan muncul laporan koneksi hubungan antara komputer kita ke IP Addres komputer server
  4. Akan muncul seperti gambar dibawah

KETERANGAN
  • Tunggu beberapa menit, tergantung komputer anda.
  • Jika sudah selesai atau masih berjalan, silahkan coba langsung buka situs yang bersangkutan di tab baru.
  • Buka aplikasi pupns dan kerjakan sesuai kebutuhan
  • Selesai

Demikian tulisan terkait dengan trik dan tip untuk bisa melakukan akses internet dengan mudah, terutama untuk menyelasaikan tugas updating data pegawai negeri sipil. Pekerjaan ini updating secara on-line harus dikerjakan dengan cara mengatur waktu yang baik, tidak harus selesai dalam sekali waktu, namun bisa dikerjakan bertahap sesuai dengan kesiapan dokumen dan kesiapan jaringan. Selamat mencoba, selamat beraktifitas dan semoga sukses. <33510>