text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...

Rabu, 11 Maret 2015

GURU ADALAH KURIKULUM HIDUP


https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTbnlouoqs8arcFaWZS9FNQcTlp93JwZxQAZxpFhrCv-r9uP_VQyw


Guru akan menjadi faktor penentu dalam keberhasilan pendekatan ilmuan pada implementasi kurikulum 2013. Oleh karena itu upaya untuk meningkatkan terus kompetensi guru agar mampu menjadi ilmuwan dengan sikap ilmiah menjadi hal yang amat mendesak dalam konteks implementasi kurikulum 2013.
Implikasi dari semua itu, diperlukan upaya pengembangan profesi berkelanjutan agar para Guru dapat mengembangkan kemamuannya terkait dengan hal-hal berikut : Pertama, kompetensi guru dalam pemahaman substansi bahan ajar/keilmuan (baca: kompetensi Profesional), yang mencakup penguasaan bidang ilmu yang diajarkan.  Kedua, meningkatkan kemampuan dalam pengembangan pembelajaran (Kompetensi Pedagigik) melalui metode serta cara yang tepat dalam mengkonstruksi ilmu, dengan skill yang membawa pada suasana ilmiah dan curiosity siswa yang dapat meningkat. Dan keberhasilan semua itu perlu dilandasi dengan kepribadian yang edukatif serta kemampuan social yang terus dikembangkan, sehingga pembentukan jejaring baik internal maupun eksternal dapat berkembang semakinkuat. Dan semua itu hanya bias terjadi apabila guru terus bertumbuh menjadi manusia pembelajar karena guru itu adalah Learning Prefesion, dan untuk itu sekolah pembelajar menjadi naungan organisasi yang kondusif bagi terwujudnya hal tersebut.

Senin, 09 Maret 2015

Cara Mengatasi Selang Infus Tinta yang Masuk Angin

Saat ini printer menjadi bagian penting dalam kehidupan, terutama bagi mereka yang banyak berhubungan administrasi tulis menulis dengan komputer / laptop. Guru, karyawan, mahasiswa dan siswa adalah yang banyak menggunakan printer untuk mencetak dokumen. Sejalan dengan waktu, terkadang printer mengalami kendala yang sering menjadi masalah dan menghambat pekerjaan.
Pengguna printer saat ini kebayakan menggunakan jenis printer infus, hal ini karena dirasa lebih efektif, tidak harus sering menyuntik tinta. Printer infus juga tak luput dari masalah.  Masalah yang paling sering terjadi pada printer dengan selang infus adalah masuknya angin ke dalam selang, yang umumnya orang menyebutnya "Masuk Angin". 
 
Untuk mengatasi kendala tersebut berikut tips
dan bahan-bahan yang perlu disiapkan seperti tissue dan suntikan.
  1. Lepas ujung selang infus yang menancap di catridge (selang yang masuk angin).
  2. Isi tinta langsung ke catridge secukupnya (jangan sampai meluber).
  3. Buka jarum suntikan (persiapan untuk memompa).
  4. Buka penutup karet pada tabung infus, kemudian masukkan suntikan yang telah dilepas jarumnya ke dalan lubang tabung tersebut.
  5. Menggunakan suntuikan pompakan udara ke dalam untuk menekan udara dalam tabung agar tinta masuk ke selang infus.
  6. Setelah selang infus terisi tinta secara keseluruhan, segera pasang kembali ujung selang infus ke catridge.
  7. Lepas suntikan dan segera pasang penutup karet tabung infus agar udara tidak masuk kembali ke dalam tabung dan selang infus.
Catridge telah bisa bekerja secara normal kembali, namun bila cara tersebut belum juga bekerja, ulangi langkah-langkah tersebut diatas sekali lagi. Selamat mencoba..

Senin, 02 Maret 2015

Ujian Online TIK SMPN 2 Kepil Tahun Ajaran 2014/2015 - Download Soal Ujian Praktik TIK 2015

Selamat Datang Peserta Ujian TIK On-Line SMPN 2 Kepil 2015

Pertama kami ucapkan Selamat ........, Kalian sudah berada satu langkah awal / tahap penilaian yang benar dengan membuka website / situs ini. Pelajari petunjuk di bawah ini dengan seksama, lakukan dengan tenang dan penuh keyakinan, pastikan tahap-tahap dilalui dengan benar.

Waktu ujian dibatasi hanya 60 menit (1 jam)
Selanjutnya, perhatikan urutan langkah ujian yang benar agar kalian bisa menyelesaikan ujian on-line ini sesuai atau bahkan lebih cepat dari waktu yang disediakan.
  1. Mulai
  2. Buka browser internet - website sekolah dengan alamat website http://smp2kepil.blogspot.com  Buka halaman web yang berisi Soal Ujian Praktik TIK (On-Line) - Tahun 2015
  3. Download-lah soal ujian dengan cara klik salah satu dari tiga link yang terpasang di bawah tulisan ini. Ikuti halaman website untuk download soal ujian, pilih UNDUH atau DOWNLOAD, hati-hati jangan salah klik. Pastikan proses download selesai. Rekomendasi pilih server no 2 atau 3 akan lebih mudah.
  4. Buka file yang sudah didownload (unduhan), file tersebut secara otomatis akan berjalan pada program Microsoft Word. Isi dan lengkapi seluruh format isian pada file tersebut, kemudian simpan pada komputer masing-masing dengan format nama file = NAMA-KELAS (contoh Atul-9D.docx). Ingat-ingat nama filenya dan dimana tempat menyimpannya - jangan sampai lupa.
  5. Tutup aplikasi Ms Word, kemudian buka halaman internet kembali, masuk ke email kalian masing-masing dengan login sesuai akun dan password yang telah dibuat sebelumnya. Selanjutnya kirim email dan lampirkan file soal isian yang sudah disimpan sebelumnya, ke alamat email berikut : tik.smpn2kepil@gmail.com
  6. Selesai. Alhamdulillah

Berikut 3 Link Server download soal yang telah disediakan :

1. Server 4SHARED.com : Download Soal Ujian Praktik TIK - 2015

2. Server MEDIAFIRE.com : Download Soal Ujian Praktik TIK - 2015

3. Server ZIDDU.com : Download Soal Ujian Praktik TIK - 2015

Selamat melaksanakan ujian - semoga sukses. (28910)

Sabtu, 28 Februari 2015

Ladran Waru Doyong - Latihan Posting

Pak Mar....ini coba2 dulu ya......



Lanc. WARU DOYONG

BK. :  5 5 5 5 i  i  6  .  2  .  1  .  6  .  5 Gong

 6   i   6   i     5   3   2   3
6   i   6   5     2   3   2   1
5   5   I   6     2   1   6   5

Waru –waru doyong, doyong pinggir kali
Ayo gotong-royong, gotong-royong mbangun Negari
Timun sigarane. Ayo mbangun negarane…

Sabtu, 21 Februari 2015

Manajemen -11 : Merasa Belum Memadai, Kurang Optimal, Tidak Memenuhi Syarat - Manajemen Quality Control, Kunci Perubahan Menuju Perbaikan Kualitas Diri

Kualitas adalah hal yang mahal dan berat bagi sebagian orang, juga lembaga atau perusahaan. Namun bila kita mau mencermati dan mau belajar lebih lanjut maka kita akan tahu bahwa perusahaan, instansi, lembaga-lembaga atau bahkan warung makan sekalipun hanya bisa mencapai sukses dan menjadi bonafit adalah karena masalah kualitas yang mereka junjung tinggi, mereka usahakan dengan maksimal dan mereka jaga dengan segenap kekuatan yang ada. Dalam skala internasional Jepang adalah salah satu negara yang sangat ketat dengan kualitas, yang sangat dekat dengan istilah presisi, akurat dan tepat. Dan kini Jepang telah membuktikan diri menjadi negara produsen teknologi paling maju di dunia.

Di sela-sela padatnya kegiatan persiapan ujian praktik, Pra-US/UTS dan US/UKK kami mencoba melanjutkan tulisan seri manajemen sekolah ini. Tulisan seri manajemen ke-11 kali ini akan berbicara kontrol kualitas pada suatu sekolah. Sumber inspirasi tulisan kali ini adalah seorang ibu guru muda yang cukup senior - dimana beliau kami anggap sebagai sosok yang memiliki jiwa istimewa, terlepas dari kekurangan beliau sebagai manusia biasa. Sosok beliau yang ramah dan santun kepada semua orang, disiplin dan penuh tanggung jawab, tidak egois dan suka membantu, tertib administrasi dan punya kemauan untuk belajar, dan satu yang menjadi ciri utami (utama red) adalah keibuan. Satu hal lagi adalah beliau tidak mudah terbawa arus, tidak mudah terkontaminasi dan larut dalam situasi yang kurang kondusif.

Tulisan ini mungkin saja tidak akan mengubah apapun, mulai dari pandangan, sikap, perilaku dan kebiasaan selama ini. Namun kami berharap tulisan ini setidaknya mampu memberi wawasan dan turut andil bagi suatu perubahan paradigma yang bermanfaat suatu saat kelak. Karena memang apa yang kita perbuat saat ini tidak akan berdampak langsung dan dapat dilihat hasilnya dalam hitungan hari, bulan atau tahun. Menurut beberapa teori - suatu konsep, pemikiran dan kebijakan baru dapat diterima dan dapat dilihat hasilnya setelah 2-3 tahun berikutnya. Hal ini sangat berkaitan dengan tingkat sensitifitas terhadap kualitas (sense of quality), kemampuan berfikir logis, apresiasi dan kecenderungan, motivasi dan orientasi masing-masing pribadi dalam memahami suatu masalah yang terjadi. Mereka yang tidak punya kepedulian tidak akan mampu melakukan ini.

Kembali ke bahasan quality control, dalam dunia industri / perusahaaan, divisi quality control diisi oleh orang-orang istimewa. Istimewa karena mereka direkrut dari orang-orang pilihan yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Orang-orang ini dipilih khusus karena posisi mereka yang harus bisa mempelajari, memahami dan membuat sistem  pengontrolan kualitas bagi seluruh divisi / departemen. Bagian, divisi atau departmen Quality Control bisa jadi adalah bagian yang tidak disukai oleh banyak orang pada divisi lain, karena pekerjaan mereka yang berkutat pada standar pengukuran yang ketat dengan standar kualitas yang tinggi dan dianggap memberatkan. Divisi ini cenderung kritis, kaku dan ketat dengan berbagai parameter kualitas. Namun, sesungguhnya setiap orang pada seluruh bagian perusahaan sangat membutuhkan divisi ini. Di tubuh mereka keberlangsungan perusahaan disandarkan, di tangan mereka nama besar perusahaan dipertaruhkan, di pundak mereka kejayaan dan kepercayaan perusahaan dibebankan. Posisi mereka sangat krusial dan sangat menentukan kualitas seluruh divisi / bagian, mulai dari masuknya bahan baku, proses produksi, perakitan dan penjualan.

Fokus tulisan ini pada upaya memperbaiki kualitas, bagaimana caranya ? Sesuai judul di atas, maka langkah paling mudah di awali dengan bentuk instropeksi dan mawas diri pada setiap lini, setiap divisi, setiap individu. Instropeksi di sini bukan untuk mengukur kemampuan dan kapasitas diri secara pribadi. Mawas diri ini bukan untuk menilai, menakar, mengukur apalagi menghakimi orang lain. Seperti yang pernah ditulis dan disampaikan Bapak Drs. Kardan bahwa kapasitas personal semua guru dan elemen sekolah di SMPN 2 Kepil secara administrasi sudah memenuhi syarat dan memiliki kemampuan yang dipersyaratkan. Namun yang dimaksud dengan kualitas di sini adalah kualitas layanan sesuai dengan tupoksi dan tutam setiap individu dalam komunitas sebuah sekolah.

Pertanyaannya, lalu siapa yang bertanggung jawab dan berada dalam posisi divisi control quality di sekolah ? Dalam istilah bahasa secara tersurat tidak ada satupun pejabat sekolah yang bertugas menduduki divisi quality control ini. Namun secara tersirat komando utama manajemen quality control ini berada pada jabatan wakil kepala sekolah, yang secara hirarkhis mempunyai garis komando kepada seluruh elemen civitas akademika di sekolah. Maka benar kalau wakil kepala sekolah adalah posisi istimewa dan sentral, maka yang duduk di sana bisa dipastikan memiliki kapasitas dan kapabilitas yang istimewa. Namun dibalik istilah tersurat dan tersirat, sesungguhnya manajemen quality control di sekolah tersebar pada banyak divisi dan wakil kepala sekolah adalah sebagai manajer / direkturnya.

Secara lebih jelasnya begini, division of quality control itu bisa berada/tersebar dari level paling rendah, menengah hingga yang tertinggi. Level terendah berada pada guru dalam menyampaikan pelajaran di kelas, guru ketika bergaul dengan siswa di luar kelas dan ketika guru melakuan pelayanan lanjut / konsultasi terkait mata pelajaran. Level berikutnya ada jabatan tambahan yang menjadi tanggung jawabnya, misalnya wali kelas, kepala laboratorium, kepala perpustakaan, kepala mushola dan jabatan sejenis lainnya. Level selanjutnya adalah koordinator bidang (standar) atau yang sering disebut wakil kepala sekolah bidang tertentu : misalnya bidang kurikulum, sarana-prasarana, dan humas. Sedangkan level tertinggi berada pada kepala sekolah.

Sebagai contoh ulasan yang pertama adalah guru dalam kelas. Inilah kontrol pertama dan paling mendasar. Rencana kemampuan apa dan bagaimana kualitas anak dalam mata pelajaran yang kita ajarkan berada sepenuhnya pada kontrol kita sebagai guru. Kemampuan kita mengendalikan kelas, mengkondisikan suasana yang nyaman dan pembelajaran yang mendidik sangat tergantung pada totalitas kita di kelas yang bersangkutan. Kebiasaan kita sangat berpengaruh dan berimplikasi pada hasil dan sikap kita pada mereka. Siswa yang cuek dan bandel, atau siswa aktif dan bersemangat adalah tantangan yang harus dijawab dan diupayakan untuk dipecahkan dan dicari solusi terbaiknya. Jangan suka menjatuhkan kesalahan pada orang lain dan mengampuni serta membenarkan diri sendiri. Kebiasaan kita yang acuh, suka mengancam / mengintimidasi bukan jalan yang baik untuk menghadapi masalah ini. Keterbukaan kita, sikap kita, keramahan kita dan kedekatan kita pada mereka - itu lebih dibutuhkan untuk mewujudkan situasi yang nyaman dalam pembelajaran. Tidak perlu membuat target muluk-muluk yang pada pelaksanaanya tidak pernah dikontrol dan diarahkan dengan benar. Buat rencana yang wajar dan sesuaikan dengan situasi dan kondisi serta sumber daya yang ada, namun dikontrol dan dilaksanakan dengan baik.

Contoh ulasan lainnya adalah wali kelas - untuk menjaga kualitas kelas yang bersangkutan. Maka tiap-tiap wali kelas punya kewenangan dan tanggung jawab mengukur, mengatur, mengkondisikan dan memvalidasi kelasnya telah memenuhi kualitas yang diharapkan. Keluhan siswa, jam kosong, sarana-prasarana kelas, keakraban dan kekompakan, kebersamaan dan kenyamanan, serta suasana akademik dalam kelas adalah masalah kecil yang sering terjadi. Bila wali kelas masih tidak tahu masalah yang terjadi dan dialami siswa asuhannya, masih bersikap acuh tak acuh dan sejenisnya maka inilah yang perlu diperbaiki, perlu, ditindak-lanjuti dan ditata kembali agar proses validasi kualitas bisa kembali diwujudkan.

Demikian seterusnya pada divisi lainnya, semuanya berpulang pada kesadaran diri mau bersikap yang bagaimana. Kalau masih kekeh / ngotot bahwa  kita merasa "sudah baik, sudah terbaik, sudah benar-benar maksimal" - maka lanjutkan. Namun sekiranya berkenan untuk menurunkan tensi dan gengsi lalu bisa merasa kalau ada yang kurang, berkurang atau hilang - saatnya kita untuk tersadar dan bersiap untuk membenahi kualitas pelayanan kita. Kualitas pelayanan kita akan merubah kualitas siswa kita dan selanjutnya akan merubah kualitas siswa kita menjadi lebih baik, insya-Alloh.

Untuk menjadi sesuatu yang besar, hebat dan luar biasa tentu tidak serta merta, tidak sesaat, tidak ujug-ujug dan tanpa usaha yang nyata, tanpa pengorbanan. Semua harus dimulai dari kesadaran masing-masing diri pribadi "SUDAHKAH SAYA MEMADAI, SUDAHKAH SAYA MAKSIMAL dan SUDAHKAH LAYAK PEKERJAAN SAYA selama ini. Ini perlu untuk mengukur diri : antara karya/kerja kita dengan pendapatan yang kita peroleh. Jangan mencari kambing hitam atau mengalihkan fokus dengan contoh lain yang lebih buruk. Ibarat kata berkaca pada cermin yang buram mustahil bisa mendapatkan hasil yang baik. Maka akan lebih bijaksana bila kita mau melihat benar-benar dari skala nol, lalu kita ukur seberapa diri kita. Setelah sekian lama waktu berjalan, semenjak pertama kali kita memutuskan untuk menjadi guru / pegawai. Adakah yang berubah dalam diri kita. Bisa kita ingat-ingat dari hari pertama, bulan ke dua, tahun ke tiga dan seterusnya, semangat mana yang berkurangsikap mana yang berubah dan rasa mana yang hilang

Terima kasih pada Ibu Rini Utami, S.Pd atas inspirasi dan motivasinya.Tulisan seri manajemen sekolah yang terakhir (seri-12) akan berupa kesimpulan dan semoga bisa kami tayangkan pada minggu ke dua Maret mendatang. Selamat beraktifitas, semoga sukses  (28610-800)

Minggu, 15 Februari 2015

Download Soal Uji Coba Ujian Praktik TIK - Persiapan Ujuan Praktik Komputer

Untuk sebulan ini bandwidth internet sekolah dinaikkan 5 kali lipat dari biasanya, sehingga akses internet teras sangat cepat dan nyaman. Serasa wush-wush, lap-lap begitu seperti kata iklan di TV.

Yah minggu-minggu ini akan diadakan persiapan untuk ujian on-line TIK bagi kelas IX, yang menurut jadwal akan dilaksanakan pada akhir bulan ini sampai awal bulan depan.  Sebagai gambaran bentuk ujian praktik komputer tahun ini adalah sebagai berikut :
  1. Buka web sekolah - download soal 
  2. Buka hasil download - kerjakan, isi data lengkap - simpan dengan nama kamu - kelas kamu (Nana_9D)
  3. Buka email kamu (login), kirim email ke alamat yang ditentukan - lampiri dengan file yang baru saja diisi data kamu sebelumnya.
  4. Bila telah ada pemberitahuan status terkirim, ujian telah selesai.
Bagi siswa kelas IX berikut soal latihan uji-coba ujian praktik, silahkan di download - diisi - disimpan - kemudian dikirim ke email yang telah ditentukan oleh penguji. Untuk berlatih silahkan download soal latihan dengan klik link di bawah ini.


Download dengan server mediafier.com akan terasa mudah dan cepat. Setelah klik link di atas akan muncul layar download di server mediafire.com, selanjutnya silahkan link download yang berlatar belakang warna hijau. Lewat server ini tidak harus masuk ke akun email, facebook atau yang lainnya.


Setelah klik link di atas akan muncul layar download di server 4shaed.com, selanjutnya silahkan link download yang berbunyi unduh dan pilih unduh gratis, ada watu tunggu 20 detik, selanjutnya secara otomatis akan muncul pilihan simpan atau buka langsung pada aplikasi Mw Word. Untuk bisa download lewat server 4shared.com harus memiliki - masuk ke akun email, facebaook, google+ atau instagram.


 

Setelah file hasil download terbuka, silahkan isi data kamu pada format yang tersedia. Setelah selesai mengisikan data kemudian simpan dengan format nama file NAMA_KELAS.  Langkah terakhir coba buka email kamu dan kirimkan file yang kamu simpan tadi ke alamat email tik.smpn2kepil@gmail.com.
Selamat berlatih, semoga sukses. (28388)

Selasa, 10 Februari 2015

Mari Berbagi Ilmu, Mari Berbagi Manfaat, Semampu yang Kita Bisa

Tulisan kali ini terinspirasi dari status teman di media sosial FB yang sangat menggugah dan memotivasi untuk bisa berbuat yang lebih baik. Teman kuliah kami yang sekarang sudah menjadi pejabat di Kemenag Kab. Magelang memang dikenal aktif, kreatif, inovatif dan suka berbagi manfaat. Status inspiratif itu berbunyi demikian "Seberapa besar dirimu bermanfaat bagi orang2 disekitarmu, ukurlah dari seberapa sering orang2 senang meminta bantuanmu." Sekilas terasa biasa saja namun sangat menghunjam dalam hati. Benar, kalau kita mau instropeksi diri, kita bisa merasa, menilai dan membaca  diri kita sendiri, seberapakah kita telah memberi manfaat bagi orang lain. Ataukah kita malah sebaliknya tidak (belum) bisa memberi manfaat yang berarti dan banyak membebani orang lain.

Tulisan ini dimaksudkan sebagai pembuka, tentang ajakan untuk menulis dan berbagi kepada mereka-mereka yang membutuhkan. Orang yang suka berbagi, yang mudah memberi, yang ringan untuk membantu akan mempunyai kedudukan yang mulia dan istimewa, siapapun dia (tidak terbatas oleh kaya-miskin, tua-muda, besar-kecil, pandai-biasa saja). Sebaliknya orang yang mahal berbagi, sulit memberi dan berat untuk membantu akan sulit bergaul / bersosial dalam komunitas / masyarakat. Kita -apapun adanya-, pasti memiliki banyak hal / kelebihan, yang dibutuhkan orang lain. Hanya saja, mungkin belum kita terbuka untuk bisa berbagi kepada sesama, atau kita belum sadar manfaat yang bisa kita bagikan, bila kita bisa memberikannya dengan ikhas berbagi.

Beberapa hari yang lalu saya membaca-baca kembali tulisan lama di website sekolah, juga melihat web/blog kami di kamar sebelah  (blog prakarya SMPN 2 Kepil) . Ternyata di luar dugaan, banyak sekali pengunjungnya. Alhamdulillah, senang rasanya bisa berbagi, walau sebenarnya apa yang kami tulis dan kami pasang di sana masih sangat jauh dari kategori baik, apalagi sempurna. Satu hal yang membuat rasa syukur adalah banyaknya komentar positif dan ucapan terima kasih atas sharing / link materi download yang kami sediakan dalam bentuk software siap pakai.

Ada beberapa kategori materi yang kami sediakan di sever internet yang bisa didownload sebagai referensi dalam pembelajaran. Materi-materi tersebut kami pasang di beberapa server, antara lain 4shared.com, mediafier.com, rapidshare, scribd.com dan ziddu.com. Ternyata setelah kami cek di server tersebut jumlah pengunjung yang kemudian mendownload materi yang kami pasang jumlahnya sangat banyak. Materi yang kami sediakan kami bagi dalam beberapa kategori sebagai berikut :
  1. Silabus Prakarya. Pada server 4shared.com, jumlah pengunjung mencapai 4.000 lebih. Beberapa materi kami pasang seadanya dan belum kami sempurnakan, karena keterbatasan waktu.
  2. RPP Prakarya.  Pada server 4shared.com, jumlah pengunjung mencapai 15.000 lebih. Di sini dmikian juga, beberapa RPP kami pasang seadanya dan belum kami sempurnakan, karena keterbatasan waktu dan kemampuan kami.
  3. Media Ajar. Media ini berupa slide power point dan video pembelajaran. Pada server 4shared.com kami baru menyediakan sekitar 8 file, namun jumlah pengujung yang mendownload sudah mencapai 3.000 lebih.
  4. Disamping tiga materi di atas kami juga menyediakan materi lain berupa buku kurikulum 2013, kebijakan pemerintah, permendikbud, pendamping K-13 dan lain-lain.
Menurut Mas Fauzi, untuk menjadikan diri ringan untuk membantu, suka memberi dan mudah berbagi cara / tipnya adalah luruskan niat, kuatkan tekad dan benahi itikad. Jangan menjadi orang suka berhutang budi, jadilah sebaliknya berbuat kebaikan tanpa berharap balas. Demikian, mari kita mencoba untuk berbagi yang kita punya, yang kita bisa. Semoga bermanfaat, selamat beraktifitas (28340).

Sabtu, 31 Januari 2015

Mari Belajar Menulis : Tip dan Trik Menulis ala Pelatihan Jurnalistik

Facebook, twitter, path, google+ dan berbagai media sosial akhir-akhir ini cukup marak berkembang dan dibanjiri pengguna media komunikasi dunia maya (internet). Di sana dapat djumpai berbagai tulisan yang bervariasi, baik dari isi maupun bentuk / tata tulisnya. Namun secara umum bentuk dan isi tulisan di sana bersifat informasi kegiatan dan perasaaan diri pribadi, dari yang penting, biasa saja sampai yang hanya celotehan tak berguna. Terkadang sekedar berbagi perasaan, mulai dari rasa galau, sedih, bahagia hingga hal-hal yang tak layak dan tak senonoh. Atau juga sekedar pencitraan diri, menyanjung atau sebaliknya mencemooh, mengumpat dan mem-bully (menyerang) orang lain.

Menulis tidak mudah seperti yang dibayangkan. Hal paling sulit adalah memulai menulis karena harus mencari dan menemukan ide, kesulitan selanjutnya adalah melanjutkan menulis dan kesulitan terberat adalah konsistensi dan kontinuitas untuk menulis.  Ini adalah masalah umum dan berlaku bagi siapa saja, bahkan mereka yang memiliki basic guru mata pelajaran "Bahasa Indonesia" atau sastra sekalipun. Menulis adalah kebiasan dan ketrampilan yang selalu diasah. Tidak ada orang yang dengan sendirinya mendadak pintar atau  mendadak hebat menjadi penulis besar, pengarang novel, penulis cerita / skenario. Banyak jalan berliku dan proses yang panjang untuk bisa meraih prestasi itu. Pengalaman-lah yang akan menjadikan seseorang lancar dan cakap untuk menulis. Tak harus guru bahasa Indonesia, siapapun kita pada dasarnya punya kesempatan yang sama untuk bisa. Yang membedakan dengan para guru mapel bahasa Indonesia adalah karena mereka menguasai teorinya dan sehari-harinya berkutat dengan dunia sastra, sehingga layak kalau mereka dijuluki begawan sastra dan master dalam urusan tulis menulis. Untuk SMPN 2 Kepil berikut inilah pakarnya ; Bu Ruti Sumarni, Bu Sayekti Laras dan Bu Tika Fibri. Selayaknya kepada merekalah orang awam bertanya dan berguru tentang teori dan praktik menulis yang baik.

Pelatihan Jurnalistik, mari kita pelajari bersama.
Pada suatu pelatihan jurnalistik disampaikan bahwa pada dasarnya untuk menulis adalah mudah. Tak perlu banyak teori, tuliskan saja apa yang ada di pikiran kita, apapun itu. Namun untuk menulis sebuah bacaan untuk konsumsi umum ada beberapa hal yang harus (sebaiknya) muncul, yang menurut teori jurnalistik - bahwa sebuah tulisan yang baik harus mengandung unsur 5W+1H sebagai berikut :
  1. Who (siapa). Merupakan pertanyaan yang akan mengandung fakta yang berkaitan dengan setiap orang yang terkait langsung atau tidak langsung dengan kejadian. Disni akan terliha, nama-nama yang terlasuk dalam lingkup berita yang seadang dibicarakan.
  2. What (apa). Merupakan pertanyaan yang akan menjawab apa yang terjadi dan akan mendorong wartawan untuk mengumpulkan fakta yang berkaitan dengan hal-hal yang dilakukan oleh pelaku maupun korban dalam suatu kejadian.
  3. Why (mengapa). Akan menjawab latar belakang atau penyebab kejadian. Meski jarang, why bisa dipakai untuk membuka sebuah berita atau menjadi lead berita.
  4. Where (dimana). Menyangkut tempat kejadian. Tempat kejadian bisa tertulis detail atau hanya garis besarnya saja. Biasanya, bila berita berasal dari tempat terkenal, maka penulisannya tidak terlalu mendetail.
  5. When (bilamana). Menyangkut waktu kejadian (kapan). Untuk hal tertentu waktu yang tertera tidak sebatas tanggal, tapi dapat ditulis hari, jam, bahkan menit saat berlangsung sebuah kejadian.
  6. How (bagaimana). Akan memberikan fakta mengenai proses kejadian yang diberikan. Bisa menceritakan alur kejadian bahkan suasana saat suatu kejadian yang diberitakan tengah berlangsung.
Lalu apa tip dan trik agar mudah memulai dan bisa berlanjut ? Tip / trik ada (3) tiga, yaitu : 1) menulis, 2) menulis dan 3) menulis.  Artinya untuk hanya dengan menulis dan menulis secara kontinyu untuk bisa menghasilkan tulisan yang teratur, mengalir dan nyaman untuk dibaca. Menulis, publikasikan, baca kembali untuk koreksi, menulis lagi - begitu seterusnya. Karena dengan membaca kembali hasil tulisan kita, kita akan tahu kekurangan / kesalahan tulisan kita ; tata tulis, ejaan, narasi, notasi, sudut pandang dan sebagainya.

Disamping beberapa hal mendasar di atas, ada satu lagi yang harus dijaga adalah isi dari tulisan itu sebisa mungkin dijaga agar tidak menyinggung dan menyentuh diri pribadi seseorang yang bersifat menydutkan, menjelek-jelekan atau membuka aib seseorang / beberapa orang. Inilah yang sering dikategorikan sebagai KODE ETIK, yang sebenarnya muncul dari dalam rasa penulis itu sendiri. Karena masalah kode etik ini pula kami menerima kritikan, yang kami terima sebagai masukan dan ini sangat positif dan bermanfaat sebagai sarana pendewasaan dan tulisan kami selanjutnya. Jangan takut dengan kritik, jangan marah ketika menerima masukan, dan jangan berhenti karena dibenci. Itulah sebagian dari ciri ikhlas - kata para ahli hikmah.
  
Menulis, dengan karya berbentuk tulisan kita bisa berbagi pengetahuan, berbagi perasaan, berbagi ide dan rencana. Mari kita belajar untuk menulis, apasaja dan kapan saja. Mari kita budayakan diri kita dalam hal yang ilmiah dan manfaat, manfaat untuk diri pribadi, untuk orang lain dan untuk lingkungan kita, sekolah kita. Dan satu hal yang terpenting mari budayakan menulis untuk berbagi, untuk memberi, menulis sesuatu yang bersifat membangun, memberi motivasi dan mengajak untuk memperbaiki diri untuk kemajuan dan kemaslahatan bersama.

Untuk bisa menulis di web/blog sekolah maka setiap guru harus terdaftar sebagai penulis (kontributor) di blog sekolah. Nah untuk bisa terdaftar sebagai penulis terlebih dahulu harus membuat/memiliki blog pribadi dengan jenis host.domain yang sama. Oleh karena itu dalam waktu dekat akan kami buka pelatihan untuk mengisi web/blog sekolah. Selamat beraktifitas, semoga bermanfaat <28240-60>

Selasa, 20 Januari 2015

Manajemen -10 : Upgrade Semangat Memperbaiki Kualitas Layanan Pendidikan - Manajemen Pemasaran, Strategi Membangun dan Membenahi Image Sekolah

Sebagai prolog kita lihat contoh dua sekolah swasta di Jogja, yang pertama SDIT Bakti Insani di Sleman dan yang kedua SMP MBS (Muhammadiyah Boarding School) di Prambanan. Keduanya berlokasi agak masuk dari jalan utama. Namun untuk masalah persaingan pasar pada saat pendaftaran / penerimaan siswa baru selalu selangkah lebih maju. SDIT Bakti insani sudah menutup pendaftaran pada bulan Nopember satu tahun sebelum tahun ajaran dimulai, karena kuota pendaftar sudah terpenuhi. Demikian pula dengan SMP MBS Prambanan pendaftaran sudah dimulai pada bulan September dan ujian masuk dilakukan mulai bulan Nopember satu tahun sebelum tahun ajaran bersangkutan pada saat siswa masih duduk di kelas 6 SD. Gambaran ini menunjukkan bahwa minat calon siswa sangat tinggi untuk bisa masuk sekolah ini.

Posisi sekolah yang berada di jalur utama transportasi adalah modal yang sangat besar yang menempatkan suatu sekolah pada pilihan utama. Namun posisi geografis bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan dalam persaingan pasar (marketing). Demikian pula kemegahan gedung yang tinggi menjulang yang tampak gagah dan mempesona. Image dan kepercayaan adalah hal paling utama yang menempatkan nama sebuah sekolah tertanam kuat di hati masyarakat sebagai nasabah / konsumen pengguna jasa pendidikan. Ada beberapa faktor yang berpengaruh dan sangat signifikan yang berperan membuat image dan kepercayaan yang kemudian akan menentukan peta pemasaran sekolah di masyarakat. Tulisan seri Manajemen Sekolah ke-10 kali ini akan mencoba mengulas beberapa hal yang terkait dengan pembenahan Manajemen Marketing di sekolah ini.

Sekolah yang bergerak di bidang jasa pendidikan, baik negeri maupun swasta secara halus maupun kasar selalu berusaha merebut calon pendaftar untuk memenuhi kuota minimal pada saat penerimaan siswa baru (PSB). Berbagai cara dilakukan untuk merebut simpati dan kepercayaan masyarakat. Ada yang menerapkan cara instan dan cenderung licik, ada yang mengiming-imingi dengan berbagai fasilitas gratis, ada yang jalan biasa saja dan ada yang tanpa trik apapun sudah penuh dibanjiri pendaftar. Nah, dari beberapa model di atas dimanakah posisi kita ?

Mengelola sekolah atau lembaga pendidikan sama halnya dengan mengelola perusahaan. Marketing menjadi bagian utama dalam proses pengambilan keputusan. Banyak divisi dan bagian dalam manajemen marketing yang harus dikondisikan agar bisa memberikan hasil yang maksimal sesuai harapan. Ada riset dan analisa, ada perencaan, ada target, ada progres, ada control, ada umpan balik dan review. Artinya kalau memang sebuah sekolah / lembaga pendidikan ingin memiliki area pasar yang luas dan image positif kuat maka harus direncanakan dengan matang, dikelola dengan baik dan berkelanjutan. Bukan hanya program temporer, yang dirancang saat itu dan hanya untuk saat itu (dengan penuh was-was, bingung dan penuh dengan spekulasi). Mari kita pelajari bersama.

Untuk belajar manajemen marketing dan strategi mari kita sedikit membuka wawasan kita. Kita pasti tahu nama besar Toyota dalam percaturan pasar otomotif di tanah air. Toyota dengan manajemennya berhasil menjadi raja dan menguasai pangsa pasar mobil di Indonesia. Avanza adalah mobil paling laris sejak beberapa tahun terakhir. Tahun 2012 Avanza berada peringkat 1 dengan jumlah penjualan 192.146 unit, Kijang Innova pada peringkat 3 = 71.685 unit dan Toyota Rush pada peringkat 6 = 34.033 unit. Berikut kami paparkan beberapa strategi : gabungan dari beberapa kajian kebijakan perusahaan / lembaga pendidikan yang patut kita contoh untuk mengembangkan manajemen di sekolah kita agar bisa menanamkan pengaruh positif di masyarakat luas dan mengembangkan area pasar calon siswa.
  1. First Mover or Diferensiasi Product. First Mover diterapkan oleh menancapkan brand / merek pertama, ini perlu direncanakan dan dibuat agar masyarakat mengenal kita sebagai sekolah yang memiliki merek yang khas. Kalau kita bukan yang pertama, maka kita harus bisa membuat sekolah memiliki merek yang berbeda. Produk yang berbeda yang khas dan istimewa akan menempatkan sekolah mempunyai nama khusus dan istimewa di masyarakat, misalnya sekolah adiwiyata istimewa di bidang lingkungan, sekolah budaya maju di bidang seni budaya, sekolah bahasa istimewa dalam bidang bahasa asing dan sebagainya. Nah kita ambil yang mana ? 
  2. Quality and Reliabilty. Quality = handal, unggul ... yah sekolah harus mampu menunjukkan dirinya handal, mampu atau mumpuni. Reliabilty = Keyakinan, terpercaya, keyakinan bahwa sekolah memiliki guru-guru yang kompeten dan berkualitas. Sekolah harus menunjukkan kualitas dan keunggulannya serta menjaga kepercayaan publik secara terus menerus, semakin lama semakin bagus. Dua hal ini bisa dibangun dengan mengoptimalkan kinerja setiap personil (guru - karyawan), memberdayakan semua peralatan dan sarana dan memaksimalkan layanan, serta mampu berinovasi untuk menciptakan hal-hal baru yang bisa menaikkan kulitas dan kepercayaan.
  3. Empathy and Responsibilty. Empathy = peduli, bisa merasakan apa yang dirasakan dan dibutuhkan konsumen (siswa / orang tua) yang pada dasarnya mereka ingin diperhatikan, ingin dipenuhi keinginannya. Responsif merupakan kemampuan untuk membantu pelanggan dan memberikan jasa dengan cepat. Kecepatan waktu juga harus diikuti oleh ketepatan waktu sehingga kualitas pelayanan tidak dikorbankan. Pada dua hal ini seorang guru / karyawan harus berlatih dan terus berlatih untuk memiliki sifat ini. Mampu merasa, mampu melayani dalam waktu yang cepat dan tidak membiarkan masalah tidak terselesaikan berlarut-larut.
  4. Focus on Customers' Need. Fokus pada kebutuhan konsumen, ini sangat perlu agar kita tidak jalan sendiri-sendiri, merasa sudah benar padahal tidak sesuai dan harapan. Zaman sudah berubah dan akan terus berubah. Maka kita juga harus berani berubah, harus merubah pola pikir lama dengan menerima dan belajar pola pikir terbaru. Disinilah bedanya orang tua dengan anak muda. Orang tua suka bangga dan cerita kebaikannya di masa lalu, sementara anak muda suka berfikir kebaikannya di masa mendatang. Kita harus berani dan mau turun ke bawah (siswa / masyarakat), tanya apa sebenarnya yang mereka butuhkan, apa yang mereka harapkan dari kita, dari sekolah kita.
Keempat strategi di atas harus mampu ditunjukkan dalam sesuatu yang berwujud / berbentuk. Artinya aspek manajemen marketing di atas harus diwujudkan dalam bentuk fisik yang nyata. Untuk menunjukkan Image (gambaran) sekolah yang baik dapat ditimbulkan dengan menempatkan simbol-simbol yang sifatnya dapat menterjemahkan konsep ke dalam tangkapan panca indra, sebagai contoh pajangan lembar prestasi penghargaan dan tropy prestasi, guru berprestasi dan berkualitas maka ijasah pendidikan guru tersebut bisa dipajang, memasang logo dan slogan-slogan yang membangun motivasi, menata tampilan-tampilan fisik yang menampilkan kesan mutu dan berkualitas dan sebagainya.

Komunikasi antar konsumen adalah media yang sangat ampuh dan jitu dari pada poster yang besar dan brosur berlembar-lembar. Alumni (mantan murid) adalah komunikan yang paling efektif, bila ia bilang sekolah "A" baik dan merekomendasikan pada adik-adiknya, saudaranya atau tetangganya maka prosentase berhasil bisa mencapai 90%. Tak kalah penting juga adalah guru-guru di SD di sekitar sekolah kita, ulasan dan ceritanya akan sangat besar pengaruhnya bagi siswa asuhannya. Demikian juga pegawai atau pejabat pada instansi publik yang lain, misal puskesmas, kantor kelurahan, kecamatan dan tempat ibadah. 
Kesimpulan akhirnya, IMAGE POSITIF harus dibangun, harus dibentuk dan harus dikondisikan secara terus menerus dan berkesinambungan. Bukan sekedar pencitraan semata, namun benar-benar proses yang baik untuk menghasilkan OUTPUT yang terbaik, yang selanjutnya akan menjadi corong dan media promosi yang paling ampuh bagi calon siswa berikutnya. 

Demikian uraian manajemen pemasaran ini, semoga kita bisa membangun dan memperbaharui semangat untuk memperbaiki diri, motivasi untuk mau menambah pengetahuan dan ketrampilan untuk menjadi pribadi yang unggul dan memiliki jiwa empati yang sangat diharapkan oleh siswa dan masyarakat, Amin. Tulisan berikutnya tentang Quality Control, selamat beraktiftas, semoga bermanfaat. <28020-70>

Jumat, 09 Januari 2015

Memperoleh Bantuan Seperangkat Gamelan, SMP Negeri 2 Kepil Semakin Siap dan Tambah Eksis Untuk Melestarikan Kebudayaan Jawa

Sebuah anugerah dan nikmat kembali diterima SMPN 2 Kepil yang semakin hari semakin bertambah maju. Pada masa liburan akhir semester ganjil Desember tahun 2014 lalu, SMPN 2 Kepil mendapat kiriman bantuan dari pemerintah pusat berupa seperangkat gamelan. Sangat sesuai dengan harapan bahwa sekolah ini ingin menjadi sekolah yang menjunjung tinggi kebudayaan dan sangat antusias untuk melestarikannya, khususnya kebudayaan jawa.

Semenjak masuk hari pertama semester genap tahun 2015 ini nampak suasana yang berbeda dari semester sebelumnya. Suara khas bernuansa tradisional jawa sering terdengar sehabis jam KBM. Seakan membawa suara mistis dan menarik-narik bagi yang masih memiliki pendengaran normal dan mempunyai jiwa yang halus dan sensitif dalam bidang seni untuk berjalan menuju sumber suara yang terdengar rampak dan serasi. Sangat menggugah inspirasi dan memberi motivasi, setidaknya untuk mendekat, mendengar dan mencoba untuk turut berpartisipasi memberikan dukungan moril bagi mereka yang berjiwa seni dan peduli di bidang seni.

Suara itu berasal dari seperangkat gamelan yang dimainkan oleh beberapa bapak guru dan siswa-siswi SMP Negeri 2 Kepil yang memiliki antusias terhadap seni. Ternyata untuk urusan gamelan, kepala sekolah (Bapak Drs. Kardan) adalah pawangnya, beliaulah yang kemudian menjadi pengajar dan pelatih. Kemudian disambut dan didukung sepenuhnya oleh P Widodo, P Edi, P Aris, P Ronto, P Pardi, P Latif dan P Eko yang langsung nimbrung ikut berlatih menabuh (memukul) gamelan tersebut. Juga tak ketinggalan siswa-siswi yang punya talenta luar biasa seperti Ika Datul, Rini, Zidni, Rohmah dan Adit Kendang sering ikut mendukung awal-awal latihan menabuh gamelan di sekolah ini. Luar biasa dan sangat cepat akselerasinya. Hanya dalam beberapa kali latihan sudah langsung terlihat rampak dan nyaman untuk didengarkan. Beberapa lagu dasar sudah bisa dimainkan oleh grup latihan ini.

Dengan seni hidup akan menjadi lebih indah, dengan cinta hidup akan lebih bermakna - begitu kata pepatah. Maka marilah kita dukung sepenuhnya uluran bantuan dari pemerintah pusat ini. Bapak/Ibu guru, sempatkan untuk mampir ke ruang serba guna untuk menyambangi gamelan itu. Sekali waku mari kita mencoba ikut berlatih memukul / menabuh gamelan itu, wujud bahwa kita serius memberi dukungan dan motivasi. Setidaknya memberi dukungan dan motivasi bagi mereka (guru dan siswa) yang telah lebih dahulu bersedia menjadi pelopor di bidang seni. Jangan hanya jadi penonton, tapi mari kita menjadi pelaku untuk memajukan sekolah ini. Mari kita tunjukkan peran positif kita sesuai kemampuan kita. Kita mampu jika kita mau. Semoga dengan melestarikan kebudayaan semakin menambah maju sekolah kita ini, insya-Alloh - amin. (27590)