text

Selamat Datang di Blog SMP N 2 Kepil Wonosobo ... Sekolah SEJUTA IMPIAN, ... Awali Suksesmu Dari Sini ... Mulailah segala sesuatu dengan BISMILLAH ...

Senin, 10 November 2014

Manajemen -5 : Dilandasi Ketulusan, Belajar Berkarya Menjadi Profesional - Manajemen SDM, Membangun Keikhlasan

Kita pada umumnya dapat menikmati buah kelapa bukan dari hasil tanaman kita sendiri, namun dari tanaman orang tua kita, atau bahkan tanaman peninggalan kakek / buyut kita. Mereka (orang tua, kakek atau buyut kita) tidak pernah berfikir menanam untuk mereka sendiri, namun mereka menanam untuk anak-cucu mereka kelak. Pikiran mereka sederhana saja, bagaimana mereka bisa membuat tinggalan yang baik untuk anak-cucu mereka. Tidak ada yang menyuruh, tidak perlu surat perintah, dan tidak dijanjikan upah atau gaji yang diterima atau bakal diterima. Ikhlas, semata-mata tuntutan jiwa untuk berbagi kebaikan,  Begitulah kira-kira tema tulisan kali yang diinspirasi dari tanaman pohon kelapa.

Senada dengan tema di atas,`sosok yang kami angkat kali ini adalah Albertina HO, hakim yang terkenal karena menangani kasus besar mafia pajak Gayus Tambunan, jaksa Cirus Sinaga dan spiritualis Anand Krishna. Beliau nampak sangat profesional dan tegas dalam menangani kasus hukum, baik itu kasus besar maupun kasus kecil. Namun dibalik sikapnya yang profesional, penampilan beliau tetap sederhana. Naik angkot, bus Trans Jakarta dan bus umum lainnya. Dan hal yang paling penting dan menjadi fokus tulisan ini adalah kinerjanya yang benar-benar menunjukkan ketulusannya dalam menjalani profesinya yang penuh tantangan dan tekanan dari berbagai pihak, namun tetap dapat bersikap adil dan lurus dalam menjalankan tugas menangani berbagai perkara yang dibebankan kepadanya. Tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan. Menurut  beliau kuncinya IKHLAS dalam menjalani tugas yang dipercayakan padanya. Berkarya dan terus berkarya, lakukan saja yang untuk kebaikan, pungkasnya.

Menjadi guru tentu berbeda dari hakim, namun pada sisi lain, kita sebagai guru / pendidik juga memiliki lingkup tanggung jawab yang sama, hanya berbeda pada obyek dan lokasinya. Guru memiliki peran yang sangat strategis dan MULIA baik di sekolah maupun di masyarakat. Oleh karena itu amanah itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar tugas MULIA itu benar-benar MULIA dalam pelaksanaannya dan hasilnya sesuai dengan harapan yang dicita-citakan. Untuk menjadi peran MULIA itu, maka seperti halnya hakim, guru harus mampu memposisikan diri dan menjalankan tugasnya sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang telah diterimanya sebagai guru. KETULUSAN / KEIKHLASAN adalah kuncinya. Ketulusan dan keikhlasan di kala melaksanakan tugas, memberi ilmu kepada siswa, membimbing siswa dalam berinteraksi dan bermasyarakat. Juga ketulusan dan keikhlasan dalam berbagi pengetahuan dan manfaat kepada sesama guru. Tak lepas ketulusan dan keikhlasan dalam melaksanakan tugas tambahan sebagai pejabat sekolah, kepanitiaan dan tugas tambahan lainnya.

Kemuliaan tidak terkait dengan penampilan yang serba istimewa, tidak selalu bersumber pada posisi puncak. Justru dalam kesederhaan yang dibalut dengan jiwa yang istimewa akan memposisikan orang menjadi mulia. Prinsip yang perlu dipegang erat, ketulusan / keikhlasan akan selalu berbuah manis. Hasilnya kapan, hanya soal waktu, cepat atau lambat. Namun kata ikhlas mudah diucapkan siapa saja, lalu parameter apa yang bisa untuk mengukur indikasi kita ikhlas atau tidak.
Berikut beberapa hal terkait IKHLAS :
  1. Ikhlas adalah perbuatan hati, hanya kita dan Alloh saja yang tahu kita ikhlas atau tidak. Ikhlas tidak perlu diucapkan, karena bukan perbuatan lisan, sehingga kalau pun kita sering bilang ikhlas bisa jadi sebenarnya kita terpaksa.
  2. Ikhlas tidak mengenal waktu, tidak ada kata kadaluarsa, berlaku sepanjang masa. Iklhas adalah buah dari perjalanan jiwa yang panjang. "Dulu saya ikhlas, namun kalo begini jadinya saya menyesal". Yang seperti ini pertanda tidak ikhlas.
  3. Ikhlas tidak senang / bangga ketika dipuji, tidak sedih / sakit hati ketika dicaci atau tidak dihargai. Ikhlas ada pada orang yang lapang dada, selalu aktif berkarya, apapun hasilnya. Ikhlas hanya dimiliki oleh orang yang tidak mudah lupa diri dan tidak sempit hati. Intinya, tanda-tanda ikhlas adalah TIDAK MUDAH PUTUS ASA, TIDAK "MUTUNGAN".
  4. Ikhlas tidak menuntut hak dan tidak berorientasi pada uang. Ikhlas akan membawa orang untuk bekerja semaksimal yang ia bisa, upah hanyalah hasil sampingan yang merupakan buahnya. Bila masih merasa kurang dengan hak (upah) yang kita terima dan MERASA harusnya lebih banyak, sesuai JABATAN / POSISI kita, maka yang demikian kerja kita belum ikhlas sepenuhnya.
Tolok ukur ikhlas lainnya bisa dirasakan dalam pergaulan dalam lingkungan bersangkutan. Ikhlas akan selalu berorientasi pada kebaikan bersama. Ikhlas bukan berorientasi kebaikan / keuntungan diri pribadi. Senang jika dirinya bisa bermanfaat bagi sesama dan sebaliknya sedih jika dirinya menjadi beban dan penyebab celaka sesama. Ia akan berusaha membangun dan berbuat untuk kebaikan dan kemajuan bersama, bukan kehancuran seseorang, apalagi kehancuran bersama.

Orang yang terbiasa hidup susah akan lebih mudah untuk ikhlas, karena ia terbiasa hidup dalam keadaan yang tidak diharapkan. Sebaliknya orang terbiasa hidup mudah, serba kecukupan akan lebih sulit memiliki jiwa ikhlas, lapang dada dan berjiwa besar. Memang tidak mudah untuk bisa langsung memiliki jiwa ikhlas, karena ikhlas bukanlah seperti makanan yang bisa dibuat jika ada resepnya. Ikhlas adalah hasil dari olah jiwa, olah rasa dan olah hati. Ikhlas bisa dibentuk oleh pengalaman dan pembiasaan. Belajar dan terus belajar, berlatih dan terus berlatih, berkarya dan terus berkarya. Kita harus benar-benar belajar untuk menjadi pribadi dengan jiwa ikhlas dan tulus dalam menjalankan tugas kita, Jangan sampai kita merendahkan harga diri / kemuliaan kita dengan sesuatu yang amat sedikit (beberapa lembar uang). Jangan jadi pribadi PNS NYLEKUTIS, toh ... sebenarnya sebagai PNS kita sudah digaji lebih dari cukup, apalagi bagi PNS yang mendapat tunjangan sertifikasi.

Sistem / manajemen hanya akan bagus dan maju bila di dalamnya pribadi yang profesional dan berjiwa ikhlas. Pribadi yang tulus ikhlas adalah modal termahal untuk membangun sekolah ini, besarnya untuk negeri ini. Sebaik apapun kurikulum, sebaik apapun sistem manajemen, namun kalau pribadi-pribadi di dalamnya masih orientasi kepentingan dan keuntungan pribadi maka akan sulit mewujudkan cita-cita kebaikan bersama. Selamat belajar - selamat berkarya, semoga sukses. (25505)

Kamis, 06 November 2014

Selamat Datang Kembali ke Tanah Air - Drs. H. M. Abdul Latif, M.Pd

Rabu malam, 5 Nopember 2014 seluruh keluarga besar di kampung di Tempuran tempat tinggal Bpk Abdul Latif nampak berkumpul menanti kepulangan beliau dari menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah Al-Mukaromah. Dengan perasaan bahagia yang membuncah dan haru mengharu-biru saat pertemuan kembali kedua haji dan hajjah dengan kedua putrinya dan keluarga dan kerabat dekat serta masyarakat di kampung tersebut.

Selama kurang lebih 40 hari Bapak Drs. M. Abdul Latif, M.Pd berangkat ke Mekkah Al-Mukaromah  bersama istri, Ibu Ummi, S.Pd. Alhamdulillah, beliau berdua sudah mendapat kesempatan dipanggil menjadi tamu Alloh dengan melaksanakan ibadah haji di tahun 2014 ini. Tiada kata yang dapat diungkapkan atas kebahagiaan ketika dipanggil Alloh untuk dapat berziarah haji, suatu kesempatan yang luar biasa dan amat dinanti-nantikan hampir setiap muslim.

Kami keluarga besar SMPN 2 Kepil sangat merasa bahagia dan bangga, dengan secercah harapan dan sekelumit doa SEMOGA BELIAU BERDUA MENJADI HAJI MABRUR. Kemudian berkah dan manfaatnya dapat menjalar dan merata kepada kami semuanya, dan suatu saat nanti kami semua bisa turut melaksanakan ibadah haji untuk menyempurnakan rukun islam yang istimewa tersebut.

Senin, 03 November 2014

Manajemen -4 : Memaksimalkan Tugas Pokok dan Fungsi Guru (Tupoksi) - Managemen SDM, Membangunkan Kesadaran Pribadi

"Pelayan toko ki nek sik tuku rupane elek tur tuwo, kok le melayani sadis yo?....ora adil ah....." demikian tulisan status di media sosial FB milik Pak Kardan beberapa minggu yang lalu. Membaca tulisan Pak Kardan tersebut, tentang penjual / pelayan toko yang memiliki karakter yang unik dan ekstrim, memberi saya inspirasi untuk memulai tulisan ke-4 ini. Apa komentar kita kalo mendengar ada penjual yang penampilannya judes, wajahnya kusut, ditambah sifat tidak amanah, suka mencuri timbangan (curang), tidak ramah, njelehi dan cenderung semaunya sendiri.

Untuk pembahasan kali ini, saya ambil sebagai contoh seorang dengan inisisal Penjual X yang jelas-jelas mengurangi timbangan untuk mencari keuntungan. Ketika pembeli tahu bahwa dia telah dicurangi kira-kira apa yang dirasakan pembeli tersebut : kecewa, sedih, sakit hati, jengkel dan berbagai perasaan tak nyaman lainnya. Satu yang jelas tertanam pada pemikiran dan hati pembeli adalah bahwa Penjual X adalah tidak amanah, suka menipu dan hal buruk yang lain. Stempel dan cap buruk itu akan sangat sulit untuk hilang / dihilangkan, bahkan mungkin selamanya.

Sebelum saya lanjutkan tulisan ini, dengan segala kerendahan hati kami mohon maaf, tulisan ini bukan bermaksud MENGGURUI siapapun, apalagi para senior dan para pemegang kepemimpinan pada bidang masing-masing mulai dari kepala sekolah, wakil kepala dan seluruh jajarannya. Tidak ada maksud mengecilkan siapapun, apalagi meniadakan fungsi-fungsi yang telah ada. Saya hanyalah saya, yang tidak ada apa-apanya, tidak lebih baik dari siapapun.  Apalagi jik dibandingkan para senior yang sudah berpengalaman dan tahu abang-ijone kehidupan. Tulisan ini semata-mata sekedar berbagi pemikiran dan wawasan untuk saling mengisi dan memberi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi ke depannya. Kalo ternyata ulasan saya ada yang menyinggung perasaan, saya benar-benar mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Kembali ke tema di atas, ada saja penjual yang tidak amanah, apalagi jika ditambah sikap pilih kasih, tidak adil dan semena-mena. Hak konsumen sebagai pembeli harusnya diberikan sepenuhnya, bukan sebaliknya. Nah, sekarang kita tilik kepada pribadi kita masing-masing. Kalo penjual tersebut dilebarkan ke pekerjaan lain, maka hampir setiap pekerjaan dan profesi memiliki perlakuan yang sama, hanya berbeda pada obyek, berbeda tempat dan berbeda orientasi. Demikian juga guru, sama saja dengan penjual tersebut, yang memiliki tuntutan dari konsumen. Hal ini saya tuliskan karena merasa BETAPA PENTINGNYA, kita harus memberikan layanan terbaik bagi siswa tanpa mengurangi hak mereka, apalagi harus mencurangi mereka karena kita tidak sadar akan kecurangan kita sebagai guru.
Beberapa contoh perlakuan guru yang tidak optimal dalam pelayanan kepada siswa (konsumen) yang bisa dikategorikan sama dengan kecurangan Penjual X yang tidak amanah di atas, sebagai berikut :
  1. Mengurangi timbangan satu maksud yang sama dengan mengurangi jumlah jam yang seharusnya diberikan kepada siswa. Artinya guru yang tidak masuk kelas pada jam ditentukan akan senilai dengan mengurangi timbangan, apalagi dengan sengaja meninggalkan jam tugas mengajar tanpa pemberian alasan yang jelas dan tugas pengganti yang jelas. Demikian juga bila guru melaksanakan tugas tambahan dengan meninggalkan tugas utama mengajar siswa. Inilah awal dari tidak amanahnya seorang guru.
  2. Mengurangi timbangan juga semaksud dengan tidak memberikan pelayanan pendidikan dengan sikap terbaik sesuai dengan tuntutan yang telah ditentukan dan disepakati sebagai guru. Kita harusnya memberikan hak siswa berupa penyampaian ilmu kita dengan perhatian dan kasih sayang kita, bukan hanya asal-asalan dan sekenanya, apalagi semaunya saja. Kalau kita belum kompeten dengan bidang ajar, maka wajib untuk menjadi lebih kompeten - bagaimanapun caranya, agar bisa memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik. Kalaupun kita sedang GALAU karena urusan pribadi, urusan keluarga dan urusan lainnya, maka kita harus tetap bisa memberikan pelayanan yang OPTIMAL dan tetap RAMAH di depan siswa.
  3. Mengurangi timbangan akan juga semaksud dengan sikap kita yang jauh dari sosok keteladanan. Siswa sangat ingin/berharap bahwa kita sebagai guru memiliki jiwa yang paripurna : pengayom, pendamping, ramah dan santun. Mereka berharap kita bisa berperan sebagai pengganti orangtua di sekolah, sehingga kita harusnya bisa bersikap AKRAB dalam mendidik, SOPAN dalam bertutur kata dan SANTUN dalam bersikap. Bukan sebaliknya bersikap AROGAN dan SOK KUASA sebagai guru hingga semena-mena memberi perintah kepada siswa. Termasuk sikap dan karakter yang tidak terpuji lainnya yang secara sadar/tidak telah menciderai fungsi dan peran kita sebagai guru.
Akhirnya semua dikembalikan kepada diri kita masing-masing. Pilihan ada pada kita sendiri :
  • Mau jadi guru yang dekat dan akrab dengan siswa namun disegani, yang kehadiran kita dinanti-nantikan, yang bila mengajar memberi rasa nyaman dan benar-benar memberikan tambahan ilmu, wawasan dan pengalaman.
  • Atau jadi guru yang ditakuti, tidak menarik karena sikap, perilaku, penampilan dan tutur kata kita yang keras, kaku dan tidak semanak/ramah kepada siswa, yang kalo mengajar itu-itu saja tanpa inovasi sehingga suasana pembelajaran tidak nyaman dan menjemukan.

Untuk berubah tentu tak akan semudah membalik telapak tangan. Namun yang perlu disadari lebih dahulu adalah "BAHWA KITA TIDAK SUKA DENGAN KECURANGAN". Berangkat dari itu, selanjutnya kita perlu MUHASABAH, kita koreksi diri apakah kita sudah menjadi penjual yang jujur, atau masih ada beberapa kecurangan itu, atau bahkan semua kategori diatas masih kita lakukan sebagai penjual.

Tentu saja tidak harus "Saklek/kaku", kita tetap harus fleksible dan melihat situasi dan kondisi. Jika kondisi dan situasi yang emergensi tentu semua aturan dapat diulur/dikendorkan sesuai kebutuhan. Kita memang hanya manusia biasa yang jauh dari sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Alloh -Tuhan semesta alam. Namun sebaiknya kita tidak berdalih tentang kesempurnaan dan kelemahan untuk menutup diri dari usaha untuk berbenah diri. Kita pasti bisa, jika kita sungguh-sungguh berusaha untuk berubah.

Mari kita bangun dan berbenah sikap, karakter, pemikiran dan kinerja kita untuk menjadi guru profesional yang sesungguhnya. Dengan guru yang demikian, maka akan lebih mudah untuk mewujudkan SMPN 2 Kepil sekolah yang akademis, dinamis, kondusif dan kreatif, insya-alloh. Selamat beraktifitas, maju terus, semoga sukses. (25099).

Sabtu, 01 November 2014

Manajemen -3 : Guru Faktor Utama di Sekolah, Optimalisasi Sumber Daya Manusia - Manajemen SDM (Pengantar)

Ini tulisan ke tiga setelah Manajemen -1 (pengantar) dan Manajemen -2 (indikator). Tulisan kali ini akan berfokus pada sisi pengelolaan manusia. Pembahasan tentang manajemen manusia (baca SDM, sumber daya manusia) merupakan pembahasan paling panjang yang membutuhkan waktu paling banyak. Akan ada sekitar tiga tulisan yang membahas tentang manajemen SDM pada web sederhana ini. Untuk kali ini akan kita uraikan Manajemen SDM - Pengantar Manajemen SDM.

Membaca fenoma menarik akhir-akhir ini tentang menteri nyentrik dan heboh pada kabinet kerja Jokowi, Susi Pudjiastuti yang diberi kepercayaan menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, dapat diambil pelajaran yang sangat berharga - bagi yang bisa memaknai sebagai hal berharga. Perlu dicatat bahwa tidak ada manusia yang sempurna, namun yang ada manusia yang luar biasa. Terlepas dari kekurangan pada sosok beliau, banyak hal positif pada sosok beliau yang patut dijadikan dasar kenapa presiden terpilih Jokowi menunjuknya untuk memimpin salah satu kementerian di kabinet kerja. Berikut beberapa hal yang bisa diambil hikmah dan pelajaran sebagai berikut :
  1. Pengabdian pada sesama, berpikir bagaimana bisa memberi lebih - bukan mengambil lebih.  Beliau berpikir bagaimana bisa berbagi manfaat dengan orang lain. Saat peristiwa tsunami di Aceh tahun 2004, pesawat Cessna milik Susi termasuk pesawat pertama yang mampu mendarat untuk mengirimkan bantuan pada para korban. Begitupun saat Pangandaran diguncang gempa, pesawat Susi digunakan untuk mengangkut para korban yang membutuhkan bantuan medis.
  2. Jabatan adalah anugerah / amanah. Diberikan karena dianggap profesional, bukan hasil meminta-minta. Beliau tidak pernah mendaftar / mengajukan diri  untuk menjadi menteri, juga tidak berusaha mendekat / memihak ke salah satu calon presiden agar bisa diangkat menjadi menteri.
  3. Kerja keras. Walau beliau hanya tamat SMP, namun kerja kerasnya telah membuahkan hasil yang luar biasa. Dan kerja keras itu pula yang beliau tanamkan dan tuntut kepada staf dan karyawan di kementeriannya untuk bisa lebih maju dan mencapai sasaran yang ditetapkan. Tak satupun kesuksesan diraih tanpa kerja keras, dan hanya dengan kerja keras kesuksesan dapat eksis dan bertahan lama.
Kembali ke manajemen SDM di sekolah, guru adalah faktor utama dan juga faktor penentu MAJU atau MUNDUR-nya sekolah tersebut. Dari 6 unsur manajemen (Man, Money, Material, Machine, Methods, Market) manusia berada pada urutan teratas. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja.

Pertanyaan mendasar, bagaimana mengoptimalkan guru akan bisa sinergi dan selalu siap untuk menjadi pelaku / unsur manajemen untuk mencapai tujuan dan cita-cita yang telah ditetapkan dan disepakati bersama. Penting dijadikan pedoman "TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA, juga TIDAK ADA MANUSIA YANG TIDAK BERGUNA. Artinya setiap kita pasti ada kekurangannya - siapapun dia, dan setiap kita pasti bisa memberi kontribusi/manfaat - betapapun kecilnya. Nah yang perlu adalah bagaimana bisa mengatur dan mengelola setiap kita untuk bisa berbuat se-OPTIMAL mungkin untuk bisa menghasilkan kerja dan hasil kerja yang LUAR BIASA.

Secara umum dan terjadi di setiap lembaga / instansi, akan berisi macam-macam karakter dan pribadi yang berbeda-beda. Ada beberapa orang (SDM) yang sangat aktif, aktif, cukup aktif, pasif dan bahkan ada yang sangat pasif dan cenderung menjadi hambatan untuk proses kelancaran manajemen menuju cita-cita dan harapan bersama. Inilah garapan yang dibutuhkan keseriusan dalam pengelolaan manajemen sekolah. Berlanjut ke seri << Manajemen -4 >>  Selamat beraktifitas, semoga sukses. (24887)

Jumat, 31 Oktober 2014

Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) 2014 - Wahana Penggemblengan Bagi Pengurus OSIS Baru Periode 2014-2015

Setelah pengurus OSIS SMPN 2 Kepil terbentuk, maka pengurus OSIS yang lama bersama pembina OSIS berkepentingan untuk memberi pembekalan mental / spiritual untuk melanjutkan estafet kepemimpinan OSIS SMPN 2 Kepil dalam melaksanakan fungsinya sebagai kepanjangan tangan sekolah untuk mengatur dan mengelola kegiatan siswa di sekolah.

Untuk kepanitiaan LDK tahun 2014 ini yang ditunjuk sebagai ketua panitia adalah beliau Bpk Agus Yuswantoro, S.Pd. Pengurus OSIS lama yang di-ketua-i LAILATUL KHOIRIYAH bersama pengurus lainnya, dengan sigap dan sabar membimbing para juniornya di OSIS dalam mengikuti kegiatan LDK dibawah komando Pak Aris Winarna, S.Pd selaku pembina OSIS. Adapun untuk pengurus OSIS yang baru terbentuk, posisi ketua OSIS dipercayakan kepada Nurul Sofianingrum yang berhasil memenangkan suara terbanyak dalam bursa pemilihan ketua OSIS beberapa hari yang lalu.

Kegiatan LDK rencananya dilaksanakan selama 3 hari, dari tanggal 31-10-2014 hingga 2-11-2014. Para guru yang ditunjuk sebagai pembina / nara sumber adalah Bpk Kardan, Bpk Eko Sutomas, Bpk Aris Winarna, Bpk Agus Yuswantoro, Bpk Widodo, Bpk M. Bagus Panuntun, Ibu Sri Hartati, Ibu Nuraeni Dwi Astuti. Kegiatan dilaksanakan sore hari setelah KBM hari tersebut berakhir, kecuali hari Minggu dimulai dari pagi hari dengan agenda utama berupa kegiatan OUT BOND.

Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangkitkan semangat berorganisasi, bela negara, cinta almamater, menjalin kerjasama tim dan kesetia-kawanan. Selamat berlatih da belajar kepemimpinan untuk bisa turut memajukan SMPN 2 Kepil dan pendidikan pada umumnya. Selamat berjuang pengusu OSIS baru 2014.

Sabtu, 25 Oktober 2014

Manajemen -2 : Bagaimana Menjadi Sekolah Maju, Pavorit dan Berkualitas - Manajemen Mimpi, Cita-cita dan Harapan

Suara merdeka. Tim bola volly SMPN 2 Kepil berhasil menjadi juara 1 tingkat kabupaten Wonosobo. Guru pembimbing Bpk Muh. Fauzie, S.Ag beserta seluruh tim dengan bangga membawa pulang piala bergilir dan uang pembinaan sebesar 15 juta rupiah. Seminggu sebelumnya, siswa yang bernama Agus Yusril Mahendra berhasil menjadi juara 1 dalam lomba sains bidang IPS dan Bagus Pandu Dewanata berhasil meraih peringkat 13 dari 1200 peserta dalam lomba IMO (International Mathematics Olimpic) tingkat Jawa Tengah. Benar-benar prestasi yang membanggakan dan membawa nama harum sekolah. Sekolah yang berlokasi di dusun Ndoglek - Randusari - Kepil - Wonosobo ini telah mendedikasikan diri menjadi sekolah unggulan dengan berbagai prestasi akademik maupun non akademik.

Nampak bus rombongan studi banding dari pulau kalimantan terparkir di seberang jalan raya. Terbayang - betapa bangga dan bahagia dirasakan oleh segenap elemen pendidikan, mulai dari siswa, guru, karyawan, masyarakat hingga pejabat terkait dengan situasi sekolah yang daftar prestasinya tak muat dipasang dalam lemari. Begitu berjalan 10 meter dari pintu gerbang nampak papan besar bertuliskan "Selamat Datang di Sekolah Asri Kami". Selanjutnya di kanan-kiri tampak taman dengan bunga warna-warni yang terawat dan tertata rapi. Nampak - pajangan gambar, slogan, visi-misi dan berbagai kata-kata yang menyiratkan semangat dan motivasi menyiratkan nuansa lingkungan berpendidikan - tertata rapi dan dinamis di dinding Hall pintu masuk. Di halaman terpajang kokoh papan basket, lapangan dan net volly dengan garis pembatas yang jelas terlihat. Maju beberapa langkah ke kelas 9A dengan tembok dengan cat warna sejuk, tergantung LCD Proyektor di atas ruangan, hiasan dinding dan berbagai administrasi kelas dan kata-kata mutiara penuh makna terpasang di dinding kelas. Bu Ratna Yuli S, dengan menenteng Laptop LENOVO dengan senyum ramahnya menyapa rombongan pengunjung studi banding yang berjumlah 20 orang pada hari itu.

Einstein, Thomas A Edison, Graham Bell dan ahli terapan lain berhasil menemukan teori dan teknologi melalui proses yang panjang, yang semuanya diawali oleh IMPIAN, CITA-CITA dan HARAPAN. Mencoba - gagal - mencoba lagi - gagal lagi - mencoba lagi, adalah menu harian yang menjadi tantangan dan hambatan dalam setiap tahapan. Ketekunan dan kesabaran menjadi hal pokok bagi mereka hingga sukses menemukan sesuatu yang sangat berharga bagi kemajuan peradaban.


Menjadi sekolah yang berkualitas tidak identik dengan sekolah yang banyak piala-nya saja. Juga tidak cukup ditandai dengan jumlah siswa-nya yang banyak  Namun, memang sekolah maju dan berkualitas sebenarnya bisa dilihat dari beberapa hal yang secara kasat mata terlihat dalam pandangan di lingkungan tersebut, secara administratif tercatat banyak prestasi yang diraih dalam skala kecil maupun besar dan secara kuantitas nampak banyak siswa dengan aktifitas yang menunjukkan proses pendidikan.
Secara mudahnya, untuk menjadi sekolah yang maju akan muncul indikasi / tanda-tanda yang bisa disaksikan dan dirasakan secara langsung sebagai berikut :
  1. Lingkungan yang nyaman, asri dan tertata rapi. Hanya sekolah yang mapan dari sistem manajemen yang mampu berfikir dan berorientasi pada pengelolaan lingkungan dan sadar betapa lingkungan sangat berdampak langsung pada jalannya proses pendidikan.
  2. Status akreditasi, sekolah yang  memenuhi kualifikasi dengan sendirinya akan mendapatkan pengakuan dan penilaian sebagai sekolah berkualitas, bermutu dan unggul. Hal ini secara jelas akan nampak pada status  yang mengikutinya, apakah terdaftar, diakui atau disamakan (edisi lama). Status edisi terbaru dengan akreditasi A, B atau C. Dilain standar ada klasifikasi SBI, RSBI dan SSN, sekolah plus dan lain-lain. Predikat / status akreditasi ini berkait erat dengan sistem administrasi, artinya kelengkapan dan keteraturan dokumen penunjang sebagai lembaga pendidikan.
  3. Guru yang profesional dengan pengetahuan yang up to date dan memadai. Profesional dalam arti berbasis kerja/kinerja yang dapat dilihat dalam proses melaksanakan tugas sebagai seorang guru. Upto date dalam arti pembaharuan pengetahuan, wawasan dan cara kerja mengikuti perkembangan zaman dan regulasi yang selalu berubah. Setidaknya faktor pengalaman (jam terbang) yang dimliki guru profesional memberi nilai tersendiri dalam pelaksanaan proses pembelajaran hingga evaluasi dan hasil pembelajaran siswa. Guru profesional apakah hanya guru yang sudah bersertifikasi ? Bisa ya, bisa tidak - (akan kami bahas dalam bab tersendiri) pada bab lain.
  4. Kuantitas siswa. Jumlah siswa yang banyak (sesuai kuota/daya tampung) adalah salah satu indikasi bahwa sekolah tersebut maju dan diminati para siswa dan orang tua. Dengan jumlah siswa yang besar siswa akan merasa senang dan bangga dengan banyaknya teman. Akan berbeda dengan sekolah yang jumlah siswanya sangat kecil dan terasa sepi dan kosong.
  5. Kedisiplinan siswa. Akan sangat nampak siswa yang terbimbing dan tidak. Disiplin akan muncul dalam sekolah yang terpola dalam pembinaan kedisiplinan, juga akan berdampak dalam setiap kegiatan baik akademik maupun kokurikuler. Tingkah laku, tutur kata, unggah-ungguh sangat terasa pada sekolah dengan kedisiplinan yang terjaga, tidak urakan, tidak sembarangan dalam bersikap dan bertutur kata.
  6. Kegiatan ekstra-kurikuler. Sekolah yang maju dan memiliki visi yang maju akan sangat memperhatikan pada pemenuhan dan penanganan kegiatan ekstra-kurikuler bagi siswa. Bukan sekedar banyaknya jenis kegiatan ekstra-kurikuler, namun lebih mengacu pada CONTENT (isi) kegiatan tersebut. dan bukan ASAL ADA / ASAL JALAN. Kegiatan yang asal ada / asal jalan biasanya tidak terencana dngan jelas, sehingga kegiatan itu-itu saja - tanpa tambahan / kemajuan yang berarti.
  7. Prestasi ekstrim. Prestasi dari suatu mata pelajaran, lomba atau kegiatan yang luar biasa akan berdampak sangat positif dalam pembangunan brand dan motivasi tersendiri pada lingkungan sekolah untuk bekerja, belajar dan berusaha lebih maju lagi. Di suatu sekolah di Semarang, calon siswa sampai dibidik (diincar) untuk masuk ke sekolah tersebut karena sudah melihat bakat dan prestasinya, kemudian siswa tersebut diolah/di-DIKLAT-kan sehingga menjadi benar-benar BERKELAS dan berhasil EMAS yang berprestasi di tingkat Nasional.
  8. Sarana-Prasarana. Inilah yang terakhir yang secara alami akan mengikuti, sebagai sekolah yang maju maka berbagai usaha akan memunculkan berbagai jalan untuk pembenahan sarana prasarana. Dan jalan untuk membenahi dan melengkapi sarana prasarana terasa begitu mudah datang dari bantuan yang ada di pemerintah.
Mau maju atau tidak, berkualitas atau tidak - semua bergantung pada pelaku utama sekolah tersebut. Guru dan jajaran manajemen dituntut untuk memiliki mimpi, visi dan motivasi untuk berorientasi pada suatu cita-cita, suatu harapan bahkan mimpi untuk sebuah kesuksesan bersama. Mari kita bermimpi, bercita-cita untuk sebuah kondisi yang lebih baik. Pastinya, tidak untuk jangka pendek (setidaknya butuh 2-3 tahun untuk mewujudkannya) karena untuk sebuah kesuksesan butuh usaha yang luar biasa, butuh kesabaran yang eksta dan butuh semangat baja yang tidak mudah putus asa. Semoga.

Rabu, 22 Oktober 2014

Aplikasi Rapot UTS Edisi Tahun 2014 - Karya Sederhana SMPN 2 Kepil

Kegiatan UTS semester 1 (satu) tahun pelajaran 2014-2015 telah selesai pada tanggal 16 Oktober 2014. Setelah nilai selesai diproses oleh guru mapel, remidial bagi yang belum tuntas, maka selanjutnya nilai akan disetorkan kepada wali kelas untuk diterbitkan RAPOT UTS dan selanjutnya dibagikan kepada siswa / orang tua siswa.

Di SMPN 2 Kepil, beberapa tahun ini RAPOT UTS dibagikan dalam bentuk print-out berupa kertas ukuran A4 atau F4. Untuk itu perlu disiapkan aplikasi sederhana untuk membantu wali kelas dalam menyatukan-menggabungkan nilai dari para guru mapel sehingga ter-integrasi dalam file yang siap pakai untuk pencetakan / print-out Rapot UTS tersebut. Dengan aplikasi ini diharapkan dapat membantu dan memberikan sedikit kemudahan dalam entri/pengolahan nilai UTS hingga siap cetak - lengkap dengan keterangan yang diperlukan.

Dengan niat untuk belajar, berkarya dan berbagi - kami mencoba berbuat sesuatu yang kami bisa, walau sangat sederhana. Berkarya adalah salah satu bentuk unjuk kerja sebagai bentuk implementasi guru/staf yang produktif - seberapapun kecilnya. Semoga manfaat.

Rabu, 15 Oktober 2014

Manajemen -1 : Membangun Manajemen Menuju Sekolah Lebih Maju

Tulisan ini adalah seri awal dari beberapa tulisan saya yang rencananya akan saya sampaikan (posting) terkait ide/pemikiran untuk sekedar berbagi wawasan dan pengalaman untuk bersama-sama membangun kinerja dan membangun semangat untuk bisa berkarya yang lebih baik untuk melayani anak didik dan masyarakat. Tulisan tentang manajemen sekolah ini akan berseri menjadi sekitar 10 tulisan yang berisi tentang manajemen sekolah sebagai sebuah organisasi dan kaitannya dengan unsur-unsur pendukung manajemen dan optimalisasinya.
Bagi beberapa orang mungkin tulisan ini terkesan terlalu tinggi yang bahkan tak pernah terpikirkan, namun saya merasa perlu untuk menyampaikannya sebagai bentuk kepedulian saya untuk bisa sedikit berbagi - yang semoga bisa bermanfaat.
  
Membaca tulisan kali ini, beberapa orang / banyak orang - mungkin termasuk guru, siswa dan warga di sekitar sekolah ini - pasti ada yang bergumam, bertanya atau bahkan berkata apriori "APAKAH BISA SMPN 2 KEPIL MENJADI SEKOLAH YANG LEBIH MAJU ?" 

Begitu pula dengan sekolah-sekolah lain yang berada di kampung, pedesaan dan pedalaman dengan berbagai keterbatasan yang menjadi tantangan berat untuk bisa maju seperti sekolah-sekolah di kota pada umumnya.

Apa gak ngimpi, apa gak mengigau. Ahhh .... begini saja sudah nyaman, ngapain susah-susah, toh bayaran lancar dan terima sepenuhnya..Apalagi hanya sekolah kampung, gedung yang kurang representatif, lingkungan yang kurang tertata dan beberapa aspek lain yang belum tergarap secara optimal menjadi sekian banyak alasan mereka untuk tidak berani mengambil resiko untuk sekedar bermimpi, berangan dan bercita-cita menjadikan sekolah sebagai tempat MENGABDI, tempat BERKARYA, BERKREASI dan BERBAGI MANFAAT menjadikan sekolah menjadi sekolah yang maju dan berprestasi.

Sebagai gambaran awal, untuk membangunkan kesadaran dan sekedar membuka wawasan, kita menyimak satu informasi ada sekolah di pedalaman Purbalingga yang berhasil menjadi sekolah yang maju dan berprestasi.  Berikut sedikit tulisan yang kami nukil dari situs merdeka.com.

Merdeka.com - SMP 4 Satu Atap yang berada di Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga, Jawa Tengah, kini menjadi kebanggaan warga desanya. Lantaran sekolah tersebut berhasil menunjukkan sederet prestasi dan penghargaan dalam menggunakan teknologi audio visual meski berada di desa terpencil.

Salah satu guru SMP 4 Satu Atap Karangmoncol, Aris Prasetyo mengakui, sekolah tempatnya mengajar jauh dari fasilitas yang memadai. "Kami paham, kalau kami tidak mampu mengejar sekolah lain yang lebih maju dalam hal fasilitas belajar. Karena itulah, kami mengejar prestasi di bidang lain melalui media film pendek yang diajarkan kepada murid kami," ujarnya, Senin (28/10).

Penggunaan teknologi pun akhirnya mendapat dukungan luas, setelah pelajar di sekolah tersebut mampu mengharumkan namanya dengan menjuarai berbagai festival film nasional dan internasional.

"Kami yakin dengan keterbatasan ini, kami bisa berkarya dan berkreativitas untuk menaikkan status dan derajat sekolah kami yang selama ini dianggap sebagai sekolah pinggiran," jelasnya.

Tambahan nama sekolah satu atap sendiri menggambarkan kondisi sekolah yang selama ini masih menumpang, baik ruang kelas maupun perpustakaan kegiatan belajar mengajarnya dengan salah satu sekolah dasar di desa tersebut. Kondisi itu diperparah dengan kondisi masyarakatnya yang rata-rata belum mendapat pendidikan yang tinggi.

"Rata-rata di sini masyarakatnya merupakan buruh tani atau nderes (pemetik kelapa)," ucapnya.
Artinya apa, dalam keterbatasan kita tetap bisa maju dan berprestasi, dan hal ini sangat tergantung  pada sistem manajemen yang diterapkan dalam lembaga tersebut. Oleh karena itu membangun, membenahi dan mengembangkan manajemen adalah sebuah keharusan yang perlu pemikiran dan perhatian khusus oleh segenap pihak terkait dalam lembaga tersebut.

Kata kuncinya KELEMAHAN, KETERBATASAN dan KEKURANGAN itulah yang justru MENJADI KEKUATAN. Kelemahan itulah yang perlu dibangun kembali untuk bisa di-optimalkan dan difungsikan untuk bisa mendukung unsur-unsur lain dalam sistem manajemen. Hal inilah yang diterapkan dalam sistem manajemen ISO yang sudah diuji dan teruji mampu menjadikan perusahaan, lembaga, instansi maupun sekolah-sekolah yang maju untuk bisa eksis dengan prestasi yang secara signifikan mengalami kenaikan secara periodik.

Dari 8 unsur manajemen, unsur yang pertama / tertinggi yang perlu dibangun adalah MAN = manusia. Artinya untuk membawa sebuah sekolah maju dan kualified yang pertama kali harus dibangun adalah manusia-nya. Tentang manajemen manusia ini secara lebih detil akan kami coba uraikan pada tulisan yang selanjutnya <<Manajemen-3 : Manajemen  SDM Sekolah>>.
Semoga bermanfaat. Selamat berkarya.

Kamis, 25 September 2014

Lagu Mars SMP Negeri 2 Kepil - Karya Hebat dan Istimewa

Sekitar 3 bulan lalu (bulan Agustus 2014) lagu mars sekolah berhasil di rilis perdana. Tepatnya pada acara wisuda purna siswa tahun 2014 sudah berhasil dipresentasikan secara umum oleh kelompok paduan suara khusus yang menyanyikan lagu mars SMPN 2 Kepil.

Lagu mars SMPN 2 Kepil secara khusus lirik dan aransemen diciptakan oleh Bapak Drs. Kardan (kepala sekolah) dan musik di aransemen ulang oleh Bapak Yosep Luhvendi, S.Pd - guru seni budaya (sang seniman yang juga crosser yang beralamat di Kalibawang Kulonprogo DIY.

Sang Maestro Kepil
Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kami haturkan kepada beliau berdua - sang Maestro Seni (P Kardan dan P Vendi) atas karya-nya yang monumental ini. Semoga menjadi amal baik yang akan selalu dikenang atas karya-karyanya.

Di bawah ini kami pasang untaian kalimat potongan karya beliau berdua, yang telah membawa wahana baru bagi sekolah. Syair dan video dapat didownload bagi yang membutuhkan. Monggo silahkan.


Berikut tayangan videonya (via Youtube) untuk melihat langsung, klik play (tanda panah) pada gambar video di bawah.



Adapun untuk download videonya - berikut link-nya, klik ini ...
Download Video Mars SMPN 2 Kepil

Berkenan dengan sajian ini, silahkan untuk memberikan komentar (klik tulisan / link komentar dibawah), terima kasih.

Rabu, 03 September 2014

Pembelajaran Prakarya Kelas 8 - Membuat Masakan Dari Serealia

Minggu-minggu ini kelas 8 sudah memasuki kegiatan praktik dalam pembelajaran prakarya. Berikut akan kami bagikan sedikit gambaran dan format penilaian dalam praktik memasak bahan serealia.

Perlu kami jelaskan dahulu, bahwa untuk semester ini kami mengambil 2 aspek yaitu pengolahan dan kerajinan. Hal ini menyesuaikan bahwa acuan yang ada adalam buku paket siswa untuk tiap aspeknya hanya berjumlah 1/2 dari seluruh KD untuk 1 tahun. Artinya tiap aspek (minimal 2 aspek dalam 1 tahun) akan diajarkan selama 2 semester.

Kembali ke bahasan utama tentang masakan dari bahan serealia, dimana bahan yang tergolong serealia adalah beras, jagung, ketela, gandum dan sorgum. Nah ternyata setelah siswa mempelajari berbagai jenis masakan dari serealia - mereka sangat antusias untuk segera praktik memasak sendiri/kelompok untuk melatih diri, berekspresi dan berkarya. Maka berikut yang mereka lakukan dari awal hingga akhir - serangkaian kegiatan dalam MASAKAN ALA SISWA SMPN 2 KEPIL tahun 2014

  1. Pembentukan kelompok, siswa dibagi dalam beberapa kelompok
  2. Diawali kegiatan perancangan - penemuan ide - untuk membuat suatu masakan dengan menu yang asli hasil pemikiran dan penemuan para siswa. Mula-mula siswa  berdiskusi untuk menemukan ide karya, membagi rencana tugas dan pekerjaan dalam kelompok
  3. Pada hari yang sudah dijadwalkan, siswa membawa bahan dan peralatan yang telah disepakati dalam kelompok masing-masing. 
  4. Selanjutnya mereka memulai memasak sesuai menu yang telah direncanakan dengan bahan pokok berupa nasi dari beras atau jagung atau gaplek (tiwul).
  5. Setelah seluruh masakan selesai, langkah sealanjutnya adalah penyajian masakan dalam kemasan yang berupa piring saji dilengkapi dengan minuman yang sesuai dengan tema menu yang mereka tentukan.
  6. Hasil penyajian kemudian dibawa ke ruang guru untuk didokumentasikan (photo) dan dilakukan penilaian oleh guru dan beberapa guru yang memiliki kompetensi terkait masakan.
 Berikut beberapa gambar hasil karya para siswa kelas VIII SMPN 2 Kepil, selamat menikmati :